Anda di halaman 1dari 10

SENI DAN

ARSITEKTUR
Tugas:

fungsi seni

Oleh:
Carlos Welvid Antou
(13021102118)

Dosen:

Ir. Luther Betteng, MT

Program Studi S1 Arsitektur


Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik
Universitas Sam Ratulangi Manado

2015
PENDAHULUAN
Seni pada mulanya adalah proses dari manusia,
dan oleh karena itu merupakan sinonim dari ilmu.
Dewasa ini, seni bisa dilihat dalam intisari ekspresi
dari kreativitas manusia. Seni juga dapat diartikan
dengan sesuatu yang diciptakan manusia yang
mengandung unsur keindahan.
Seni sangat sulit untuk dijelaskan dan juga sulit
dinilai. Bahwa masing-masing individu artis memilih
sendiri peraturan dan parameter yang menuntunnya
atau kerjanya, masih bisa dikatakan bahwa seni adalah
proses dan produk dari memilih medium, dan suatu set
peraturan untuk penggunaan medium itu.
Suatu set nilai-nilai yang menentukan apa yang
pantas dikirimkan dengan ekspresi lewat medium itu,
untuk menyampaikan baik kepercayaan, gagasan,
sensasi, atau perasaan dengan cara seefektif mungkin
untuk medium itu. Sekalipun demikian, banyak
seniman mendapat pengaruh dari orang lain masa lalu,
dan juga beberapa garis pedoman sudah muncul untuk
mengungkap gagasan tertentu lewat simbolisme dan
bentuk (seperti bakung yang bermakna kematian dan
mawar merah yang berarti cinta). Seni menurut media
yang digunakan terbagi 3 yaitu:
1. Seni yang dapat dinikmati melalui media
pendengaran atau (audio art), misalnya seni
musik,seni suara,dan seni sastra,puisi dan pantun.
2. Seni yang dinikmati dengan media penglihatan
(Visual art)) misalnya lukisan, poster,seni
bangunan, seni gerak beladiri dan sebagainya.
3. Seni yang dinikmati melalui media penglihatan
dan pendengaran (audio visual art) misalnya
pertunjukan musik, pagelaran wayang,film.

FUNGSI SENI

Sejalan dengan perkembangan jaman dan peradaban


manusia maka berkembanglah juga kesenian. Seni menduduki
fungsi-fungsi tertentu dalam kehidupan manusia terutama
fungsi pemenuhan kebutuhan. Secara umum fungsi seni
dapat dibagi menjadi 2 yakni fungsi individual dan
fungsisosial.
1. FUNGSI INDIVIDU
a) Fungsi pemenuhan kebutuhan fisik
Pada hakekatnya manusia adalah mahkluk
homofaber yang mempunyai kecakapan untuk
apresiasi pada keindahan dan pemakaian bendabenda. Seni terapan memang mengacu pada
pemuasan kebutuhan fisik sehingga segi kenyamanan
menjadi hal penting. Sebagai contoh seni bangunan,
seni furniture, seni pakaian/ textile, seni kerajinan dlll.
b) Fungsi pemenuhan kebutuhan emosional
Seseorang memiliki sifat yang berbeda-beda
dengan manusia lain. Pengalaman hidup sesorang
sangatlah mempengaruhi sisi emosional/
perasaaanya. Contoh perasaan sedih, letih-lelah,
gembira, iba, kasihan, benci, cinta dlll. Manusia dapat
merasakan semua itu dikarenakan di dalam dirinya
terkandung dorongan emosional yang merupakan
situasi kejiwaan pada setiap manusia normal. Untuk
memenuhi kebutuhan emosiaonal manusia
memerlukan dorongan dari luar dirinya yang bersifat
menyenangkan, memuaskan kebutuhan batinnya.
Sebagai sontoh karena kegiatan dan rutinitas seharihari maka manusia mengalami keletihan sehingga
memerlukan rekreasi misalnya menonton hiburan
teater, menonton film di bioskop, konser, pameran
seni rupa dll. Seseorang yang memiliki pengalaman
estetikanya lebih banyak maka ia akan memiliki
kepuasan yang lebih banyak pula. Sedangkan seniman

adalah sesorang yang mampu mengapresiasikan


pengalaman dan perasaaannya dalam sebuah karya
seni yang diciptakannya. Hal itu juga diyakini olehnya
sebagai sarana memuaskan kebutuhan emosiaonal
dirinya.
2. FUNGSI SOSIAL
1. Fungsi Religi/Keagamaan
Karya seni sebagai pesan religi atau keagamaan.
Contoh : kaligrafi, busana muslim/muslimah, dan lagulagu rohani. seni juga sering digunakan untuk sebuah
upacara kelahiran, kematian, pernikahan dsb.
contohnya : gamelan dalam upacara Ngaben di Bali
(gamelan luwang, angklung dan gambang).
2. Fungsi Pendidikan

Gambar: Gereja Katedral

Seni sebagai media pendidikan dapat dilihat dalam


Gambar: Seni Tulisan Kaligrafi
musik, misalkan Ansambel karena didalamnya terdapat
kerjasama, atau Angklung dan gamelan pun ada nilai
pendidikannya karena kesenian tersebut terdapat nilai
sosial, kerjasama dan disiplin. karya seni yang sering

digunakan untuk pelajaran/pendidikan seperti : gambar


ilustrasi buku pelajaran, film ilmiah/dokumenter, poster,
lagu anak-anak, alat peraga IPA, dsb.

Gambar: Gambar Ilustrasi Buku


Pelajaran
Gambar: Alat Peraga IPA

3. Fungsi Komunikasi
Seni dapat digunakan sebagai alat komunikasi
seperti, kritik sosial, gagasan, kebijakan dan
memperkenalkan produk kepada masyarakat. bisa dilihat
dalam pagelaran wayang kulit, wayang orang dan seni
teater ataupun poster, drama komedi dan reklame.

Gambar: Pertunjukan Wayang Kulit

4. Fungsi Rekreasi/Hiburan
Seni yang berfungsi sebagai sarana melepas
kejenuhan atau mengurangi kesedihan yang khusus
pertunjukan untuk berekspresi ataupun hiburan.
Gambar: Pagelaran Seni Teater

Gambar: Papan Reklame


Gambar: Pertunjukan Seni Musik
Gambar: Tarian Maengket

Gambar: Pertunjukan Seni Tari

5. Fungsi Artistik
Seni yang berfungsi sebagai media ekspresi
seniman dalam menyajikan karyanya tidak untuk hal
yang komersial, seperti : musik kontenporer, tari
kontenporer, dan seni rupa kontenporer. (seni
pertunjukan yang tidak bisa dinikmati
pendengar/pengunjung, hanya bisa dinikmati oleh para
seniman dan komunitasnya).

Gambar: Seni
Kontemporer

Gambar: Musik Kontemporer

Gambar: Seni Lukis Kontemporer

6. Fungsi Guna (Seni Terapan)


Karya seni yang dibuat tanpa memperhitungkan
kegunaannya, kecuali sebagai media ekspresi (karya seni
murni) atau pun dalam proses penciptaan
mempertimbangkan aspek kegunaannya, seperti :
perlengkapan/peralatan rumah tangga yang berasal dari
gerabah ataupun rotan.

Gambar: Peralatan Rumah dari Anyaman


Bambu di Kinilow
Gambar: Alat Musik Bambu
Klarinet

7. Fungsi Kesehatan (Terapi)


Seni sebagai fungsi untuk kesehatan, seperti
pengobatan penderita gangguan physic ataupun medis
distimulasi melalui terapi musik (disesuaikan dengan
latar belakang pasien). terbukti musik telah terbukti
mampu digunakan untuk menyembuhkan penyandang
autisme, gangguan psikologis trauma pada suatu
kejadian dsb. pada tahun 1999 Siegel menyatakan
bahwa musik klasik menghasilkan gelombang alfa yang
menenangkan dapat merangsang sistem limbic jarikan
neuron otak dan gamelan menurut Gregorian dapat
mempertajam pikiran.

Gambar: Terapi Musik


Gambar: Terapi Musik bagi Penderita
Keterbelakangan