Anda di halaman 1dari 15

SENI DAN

ARSITEKTUR
Tugas:

LUKISAN/ BANGUNAN YANG MEMILIKI


MAKNA

Oleh:
Carlos Welvid Antou
(13021102118)

Dosen:

Ir. Luther Betteng, MT

Program Studi S1 Arsitektur


Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik

Universitas Sam Ratulangi Manado


2015

1. BADAI PASTI BERLALU


a. Ulasan
Makna dari lukisan Affandi yang berjudul "Badai Pasti Berlalu ini"
mengisahkan perjuangan manusia yang sedang mengarungi samudera luas
untuk mencapai suatu tempat yang akan dituju, sebagaimana manusia
dalam hidup ini terus berjuang untuk mencapai tujuan yang diharapkan.
dan dalam perjalanan tersebut banyak sekali rintangan, mulai dari ombak
badai yang kecil hingga besar, namun setelah ombak dan badai berlalu,
secercah matahari memberikan sinarnya, membawa mereka hingga suatu
tempat tujuan yang mereka inginkan. Dari kisah mereka bisa diambil
falsafah kehidupan, dimana mereka berhasil mengarungi samudera luas,
karena memiliki sebuah tujuan pasti dan keinginan yang besar untuk
meraih apa yang mereka inginkan, mereka gigih berusaha dan tidak
pernah menyerah, mereka tidak perduli sebanyak apapun , sebesar
apapun badai dan ombak menghadang, mereka menghadapinya, karena
ombak dan badai pasti akan berlalu, berganti dengan indahnya sinar
matahari, menuju tempat impian mereka.

Begitu juga makna dalam kehidupan, manusia seperti mengarungi


sebuah samudera kehidupan, Manusia disimbolkan dengan Perahu,
harapan disimbolkan dengan Matahari, Kehidupan disimbolkan dengan
lautan Samudera, rintangan, masalah, ujian dalam kehidupan disimbolkan
dengan ombak dan badai. Setiap manusia memiliki arah tujuan
kehidupanya masing-masing, bahkan memiliki cita-cita atau impianya
masing-masing, hanya manusia yang memiiliki arah tujuan hidup yang
pasti, gigih berjuang dan tidak pernah menyerah, yang akan bisa sampai
pada suatu tempat kehidupan yang manusia tuju, sesuai dengan yang
mereka inginkan (sukses), meski badai dan ombak kehidupan datang silih
berganti, tidak pernah menyurutkan niat mereka untuk mundur, lari atau
bahkan menyerah. Mereka selalu mempunyai secercah harapan diatas
harapan yang disimbolkan dalam lukisan sebagai Matahari, mereka
mempunyai keyakinan akan apa yang mereka lakukan, bahwa badai dan
gelombang dalam perjalanan kehidupan mereka akan berlalu, mereka
akan sampai pada suatu tempat kehidupan seperti yang mereka inginkan,
dan mereka yakin bahwa impian mereka akan terwujud.
Mereka disebut sebagai pejuang kehidupan, yang menjadi manusia
hebat di masa depan, saat mereka sukses melalui ombak dan badai
kehidupan, dan bisa membuktikan bahwa mereka bisa, mereka akan
menjadi simbol manusia sukses untuk manusia yang lain. Itulah makna
falsafah kehidupan yang dalam, yang dilukiskan oleh sang pelukis maestro
legendaris Affandi dalam sebuah karya seni tinggi bergaya abstrak.
Lukisan ini bisa menjadi inspirasi, motivasi dan falsafah bagi siapa
saja yang mampu memaknai dan menghayati pesan yang tersirat dan
terkandung dalam karya lukisan affandi badai pasti berlalu ini
Judul Karya

: Badai Pasti Berlalu

Tahun Pembuatan

: 1971

Ukuran

: 137cm X 92cm

Media

: Oil on Canvas

b. Aspek Berupa

Lukisan ini memiliki beberapa sifat berupa yang terkandung


didalam lukisan karya Affandi ini diantaranya yaitu:

Keindahan
Keindahan dari lukisan ini muncul dari penggunaan cat oil yang
dipakai oleh pelukis. Pelukis melakukan perpaduan warna-warna
natural yaitu merah,kuning,hitam, dan hijau.
Ekspresi Jiwa
Lukisan ini mengandung makna yang sangat besar dan dalam.
Ekspresi jiwa yang terkandung dalam lukisan bukanlah ekspresi
jiwa dari sang pelukis, namun ekpresi jiwa dari seorang manusia
yang sedang berusaha mengarungi samudra luas dan tetap
menantikan harapan yang pasti akan datang.

2. Kakak dan Adik (Basuki Abdullah - 1971)

a. Ulasan

Lukisan Basuki Abdullah yang berjudul Kakak dan Adik (1978)


ini merupakan salah satu karyanya yang menunjukkan kekuatan
penguasaan teknik realis. Dengan pencahayaan dari samping, figur kakak
dan adik yang dalam gendongan terasa mengandung ritme drama
kehidupan. Dengan penguasaan proporsi dan anatomi, pelukis ini
menggambarkan gerak tubuh mereka yang mengalunkan perjalanan
sunyi. Suasana itu, seperti ekspresi wajah mereka yang jernih tetapi
matanya menatap kosong. Apabila dengan pakaian mereka yang bersahaja
dan berwarna gelap, sosok kakak beradik ini dalam selubung keharuan.
Dari berbagai fakta tekstur ini, Basuki Abdullah ingin mengungkapkan
empatinya pada kasih sayang dan kemanusiaan.

Namun demikian, spirit keharuan kemanusian dalam lukisan ini


tetap dalam bingkai Romantisisime. Oleh karena itu, figur kakak beradik
lebih hadir sebagai idealisasi dunia utuh atau bahkan manis, daripada
ketajaman realitas kemanusiaan yang menyakitkan. Pilihan konsep estetis
yang demikian dapat dikonfirmasikan pada semua karya Basuki Abdullah
yang lain. Dari berbagai mitologi, sosok-sosok tubuh yang telanjang, sosok
binatang, potret-potret orang terkenal, ataupun hamparan pemandangan,
walaupun dibangun dengan dramatisasi namun semua hadir sebagai dunia
ideal yang cantik dengan penuh warna dan cahaya.
Berkaitan dengan konsep estetik tersebut, Basuki Abdullah pernah
mendapat kritikan tajam dari S. Sudjojono. Lukisan Basuki Abdullah
dikatakan sarat dengan semangat Mooi Indie yang hanya berurusan
dengan kecantikan dan keindahan saja. Padahal pada masa itu, bangsa
Indonesia sedang menghadapi penjajahan, sehingga realitas kehidupannya
sangat pahit, kedua pelukis itu sebenarnya memang mempunyai
pandangan estetik yang berbeda, sehingga melahirkan cara
pandang/pengungkapan yang berlainan. Dalam kenyataannya estetika
Basuki Abdullah yang didukung kemampuan teknik akademis yang tinggi
tetap menempatkannya sebagai pelukis besar. Hal itu terbukti dari
berbagai penghargaan yang diperoleh, juga didukung dari masyarakat
bawah sampai kelompok elite di istana, dan juga kemampuan bertahan
karya-karyanya eksis menembus berbagai masa.

Title

: "Kakak dan Adik"

Artist

: Basuki Abdullah

Year

: 1971

Media

: Cat minyak pada kanvas.

Ukuran

: 65 x 79 cm.

b. Aspek Berupa
Aspek berupa yang terkandung dalam lukisan ini antara lain adalah:
Emosi
Lukisan ini mencitrakan emosi yang mendalam yang dicoba untuk
diungkapkan oleh pelukis. Emosi tersebut adalah emosi tentang ksih
sayang dan kemanusiaan.

Penjelasan Masalah Yang Bersifat Praktis dan Psikologis


Penjelasan masalah dalam lukisan ini adalahobjek kakak beradik
yang memakai pakaian yang bersahaja dan berwarna gelap namun
memiliki sorot dan tatapan mata yang tajam namun kosong. Ini
mencerminkan sebuah realita masa kini yang sarat akan keadaan
kehidupan glamor materi namun hampa dalam jiwa.

3. Potret Diri & Topeng-topeng


Kehidupan (1961)

a. Ulasan
Karya Lukisan Afandi yang berjudul Potret Diri & Topeng-topeng
Kehidupan merupakan salah satu karya langka dan istimewa dari Afandi.
Lukisan ini memiliki nilai falsafah hidup yang dalam, dimana setiap
individu manusia yang ada di Dunia ini terlahir sebagai makhluk yang
paling sempurna diantara makhluk-makhluk ciptaan Tuhan yang lainya
seperti Malaikat, Jin, Hewan. Dimana kesempurnaan Manusia itu sendiri
adalah terwujud karena adanya kelemahan terbesar yang dimiliki
Manusia yaitu hawa nafsu yang cenderung berbuat untuk mengingkari
kodrat sebagai makhluk yang sempurna, dan seringkali hawa nafsu digoda
oleh berbagai bisikan-bisikan setan yang menyesatkan. Disini perwujudan
dari bisikan-bisikan setan itu dilukiskan Afandi seperti sesosok Topengtopeng yang berperan sebagai tokoh kejahatan dalam cerita-cerita Jawa.
Dan Topeng itu sendiri cenderung bukan wajah asli dari diri
Manusia itu sendiri, dia adalah perwujudan dari bisikan-bisikan jahat
yang menutupi hati dari kebenaran, sehingga membentuk karakter dalam
tingkah laku dalam kehidupan nyata, kecuali mereka Manusia-manusia
yang kuat, sabar, tegar dan selalu mendapat petunjuk dari Tuhan, yang
bisa mengendalikan nafsu dengan baik dan benar dari Godaaan bisikan

Topeng-topeng kehidupan, sehingga Nafsu menjadi kendaraanya menuju


kesempurnaan
Lukisan ini merupakan karya langka maesto Affandi yang memiliki
nilai falsafah yang dalam. Arti dari lukisan ini adalah manusia merupakan
makhuk ciptaan Tuhan yang paling sempurna diantara makhluk yang lain.
Namun dengan kesempurnaan itu, manusia cenderung banyak kelemahan
dengan adanya hawa nafsu dan sering berbuat untuk mengingkari kodrat.
Hawa nafsu itu digoda oleh bisikan-bisikan yang pada lukisan ini
digambarkan oleh topeng-topeng yang berperan jahat pada cerita Jawa.
Topeng tersebut bukan wajah asli manusia melainkan perwujudan dari
bisikan-bisikan jahat yang menutupi hati dari kebenaran.
Judul

: Potret Diri & Topeng-topeng Kehidupan

Tahun

: 1961

Ukuran

: 110cm X 135cm

Media

: Oil on Canvas

b. Aspek Berupa
Lukisan ini memiliki beberapa aspek berupa yang terkandung
didalamnya, antara lain:
Emosi
Aspek berupa emosi yang terkandung dalam lukisan ini sangatlah
dalam, objek manusia yang merupakan inti lukisan ini dicerminkan
sebagai manusia yang diciptakan sempurna oleh Sang Pencipta,
namun akhirnya jatuh dalam hawa napsu yang membelenggu.

4. Teater 5 Agustus (Tisna Sanjaya 1994)

a. Ulasan
Dalam karya yang berjudul Teater 5 Agustus (1993/1994), Tisna
Sanjaya mengungkapkan sisi humanis dengan dimensi bahasa yang kritis.
Pada latar depan terlihat ekspresi berontak seorang manusia yang
terkurung dalam kotak jeruji. Di sekitarnya mengancam makhlukmakhluk berwajah seram. Di antaranya dua sosok bertopi dengan lencana
bintang, sebagai atribut yang identik dengan tentara. Sebuah persidangan
besar, yang memparodikan perjamuan (The Last Supper) karya Da Vinci,
tergelar sebagai latar belakang. Di dalamnya sang pemimpin duduk di
tengah meja persidangan, menatap manusia yang berontak dalam jeruji.
Sementara di samping kanan kirinya, manusia dan binatang berjajar
mendengar sabdanya. Pada balkon tampak beberapa figur menyaksikan
apa yang terjadi. Berbagai bentuk deformasi figur dan dominansi warna
gelap, menjadikan karya surrealisme ekspresif ini menggambarkan betapa
mencekamnya peristiwa itu.
Tisna Sanjaya adalah seorang seniman yang kritis terhadap
permasalahan sosial politik yang terjadi di sekelilingnya. Ia juga membawa
tradisi seni kontemporer dengan memasukkan idiom-idiom parodi dalam

karyanya. Dengan jalan dekonstruksi itu, lewat mengangkat idiom karya


lama dari para maestro ia menyampaikan berbagai kontradiksi dan ironi
masalah kontekstual. Tema-tema kemanusiaan dengan berbagai dimensi
absurdnya merupakan sumber inspirasi yang tak terperikan, lebih-lebih
dalam seting sosial politik pada masa Orde Baru di Indonesia. Wacana
estetik humanisme kontekstual yang dibangunnya menempatkan ia
sebagai seniman kontemporer yang penting.
Secara simbolik dalam karya Teater 5 Agustus ini terungkap suara
kritis, bagaimana ekspresi jiwa berontak dalam tubuh yang terkurung.
Sebuah ironi kehidupan di mana keadilan terbelenggu dalam bayangbayang kekerasan yang mengancam. Nilai kemanusiaan telah tersingkir di
tangan para penguasa. Karya ini menghadirkan satir pada proses
pengadilan yang teaterikal dan empati pada dimensi humanisme yang
runtuh.

Title

: Teater 5 Agustus

Artist

: Tisna Sanjaya

Year

: 1994

Media

: Etsa - akuatint.

Ukuran

: 42 x 52 cm.

b. Aspek Berupa
Beberapa aspek berupa yang terkandung dalam lukisan ini adalah
sebagai berikut:

Emosi
Emosi yang terkandung dalam lukisan ini sangatlah tercermin dalam
gaya melukis yang pelukis gunakan, penggunaan warna yang minim

namun tegas. Hanya dengan warna saja penikmat lukisan ini pasti
akan merasakan emosi yang coba dibawa pelukis dalam lukisan ini.

Ekspresi Jiwa
Lukisan ini merupakan sebuah ekspresi jiwa dari pelukis yang
sedang merasa kecewa dengan realita masa sekarang yang sangat
ironi.

Penjelasan Masalah Yang Bersifat Praktis dan Psikologis


Penjelasan masalah yang terkandung dalam lukisan ini adalah
sebuah ironi kehidupan di mana keadilan terbelenggu dalam
bayang-bayang kekerasan yang mengancam. Nilai kemanusiaan
telah tersingkir di tangan para penguasa.

5. Tanah Lot (Rusli - 1977)

a. Ulasan
Lukisan Tanah Lot (1977) ini merupakan abstarksi pemandangan
Tanah Lot Bali yang terkenal itu. Akan tetapi, sebagaimana lukisan lukisan
Rusli lainnya, yang lebih dipentingkan adalah suasana puitis abstraksi
objek itu lewat goresan-goresannya yang esensial. Lebih dari itu, Rusli jug
sangat menyukai warna, sehingga struktur dan impresi objek-objek itu
lahir lewat intensitas warna-warna. Dalam lukisan ini, bukit di Tanah Lot
tersusun lewat jalinan garis-garis warna yang lincah. Untuk
merepresentasikan laut, Rusli menggunakan lima tarikan garis besar
berwarna biru di sekitar bukit. Dengan meletakkan mega di atas bukit
Tanah Lot, Rusli menjadi sempurna sebagai seorang esensialis yang
menyeleksi objek-objeknya. Ritme yang lincah, lukisan tersebut juga selalu
terjaga dalam komposisi yang ketat.
Dalam dunia modern, ketika seniman menghadapi berbagai
fenomena dunia yang semakin rumit dan cepat perbahannya, maka ia
perlu melakukan intensifikasi dalam pengamatannya. Untuk itu, dalam
pergulatan dengan objek-objek, pelukis akan melakukan seleksi dan juga
proses maturasi (perenungan) pada objek objeknya. Rusli dalam proses

melukis lebih dahulu menggali objeknya lewat pengamatan dan


perenungan. Objek yang dituangkan lewat garis-garis transparan dan
ditempatkan pada ruang-ruang kosong, mengahdirkan kejernihan
pergualatan Rusli ketika menagkap esensi objek-objek.
Kecenderungan yang demikian itu, merupakan fenmena seni lukis
liris (curahan hati) yang jarang diikuti pelukis-pelukis lain di Indonesia
pada masa itu (tahun 1950-an). Lukisan Rusli dikatakan sebagai
Neoimpresionisme, semi abstrak, atau kadangkadang ekspresionistis.

Title

: Tanah Lot

Artist

: Rusli

Year

: 1977

Media

: Cat minyak pada kanvas.

Ukuran

: 65 x 50 cm.

b. Aspek Berupa
Aspek berupa yang terkandung dalam lukisan ini adalah:

Keindahan
Lukisan ini menyampaikan keindahan dari Tanah Lot yang
merupakan sebuah tempat yang terkenal diBali.

Kesenangan
Aspek berupa kesenangan ini muncul dari sang pelukis. Pelukis
merupakan seorang seniman yang menyukai warna, sehingga
struktur dan impresi objek-objek itu lahir lewat intensitas warna-

warna. Dalam lukisan ini, bukit di Tanah Lot tersusun lewat jalinan
garis-garis warna yang lincah. Untuk merepresentasikan laut,
pelukis menggunakan lima tarikan garis besar berwarna biru di
sekitar bukit.