Anda di halaman 1dari 5

1.

A. PROSES HIDROGENASI
a.

Substrat
Penambahan H2 ke alk e ne affords alk ne dalam reaksi protypical :
RCH = CH2 + H2

CH2RCH3 (R= alkil, aril)

Hidrogenasi sensitive terhadap halangan sterik menjelaskan selektivitas untuk reaksi dengan
exocyclic ikatan ganda tetapi tidak ikatan ganda internal.
Substrat dari hidrogenasi tercantum dalam tabel berikut :
Alkena, R2C = CR2
Alkuna, RCCR
Aldehida, RCHO
Keton, R2CO
Ester, RCO2R
Imina, RRCNR
Amida. RC (O) NR2
Nitril, RCN
Nitro, RNO2

Alkana, 2R2 CHCHR


Alkena, cis-RHC = CHR
Alcohol utama, RCH2OH
Sekunder alcohol, R2CHOH
Dua alcohol, RCH2OH, ROH
Amina, RRCHNHR
Amina, RCH2NR2
Imina, RHCNH
Amina, RNH2

b. Katalis
Penggunaan katalis diperlukan agar reaksi yang berjalan efisien dan dapat digunakan.
Hidgrogenasi non-katlik hanya berjalan dengan kondisi temperature yang sangat tinggi. Dengan
pengecualian langka, tidak ada reaksi di bawah 480 C (750 K atau 900 F) terjadi antara H2 dan
senyawa organic dalam ketiadaan katalis logam. Katalis logam non-mulia, terutama yang
didasarkan pada nikel (seperti nikel Raney dan nikel Urushibara) juga telah dikembangkan
sebagai alternatif ekonomis, tetapi mereka sering terlambaat atau memerlukan suhu yang lebih
tinggi. Trade off adalah kegiatan kecepatan reaksi vs biaya katalis dan biaya aparat yang
diperlukan untuk penggunaan tekanan tinggi. Perhatikan bahwa nikel Raney-hydrogenations
katalis membutuhkan tekanan tinggi :
Ada dua keluarga yang dikenal dengan katalis-katalis homogen dan katalis heterogen.

Katalis homogen
Katalis homogen termasuk rhodium senyawa berbasis yang dikenal sebagai katalis Wilkinson
dan iridium berbasis katalis Crabtree. Contohnya adalah hidrogenasi carvone :
Hidrogenasi sensitive terhadap halangan sterik menjelaskan selektivitas untuk reaksi dengan

exocylic ikatan ganda tetapi tidak ikatan ganda internal.


Katalis heterogen

Katalis heterogen untuk hidrogenasi lebih umum ke industri. Seperti dalam katalis homogeny,
aktivitas disesuaikan melalui perubahan di lingkungan sekitar logam, yaitu lingkup koordinasi.
Demikian pula katalis heterogen dipengaruhi oleh dukungan materi dengan katalis heterogen
terikat. Misalnya : kegiatan layar Kristal katalis heterogen yang berbeda.
Dalam banyak kasus, modifikasi yang sangat empiris melibatkan selektif racun. Dengan
demikian, katalis dipilih dengan cermat dapat digunakan untuk beberapa kelompok fungsional
hydrogenate tanpa mempengaruhi orang lain. Seperti hidrogenasi selektif alkines ke alkena
menggunakan katalis Lindlar. Ketika katalis palladium ditempatkan pada barium sulfat dan
kemudian diobati dengan quinoline, katalis yang dihasilkan mengurangi alkines hanya sejauh
alkena. Katalis Lindlar telah diterapkan untuk konversi phenylacetylene untuk stirena.

CONTOH
1. Hidrogenasi pada etena
Etena bereaksi dengan hidrogen pada suhu sekitar 150C dengan adanya sebuah katalis nikel (Ni)
yang halus. Reaksi ini menghasilkan etana.
CH2 = CH2 + H2
CH3 CH3
(etena)
(etana)
Reaksi ini tidak begitu berarti sebab etena merupakan senyawa yang jauh lebih bermanfaat
dibanding etana yang dihasilkan. Akan tetapi,
sifat-sifat reaksi dari ikatan karbon-karbon rangkap pada etena juga berlaku pada reaksi ikatan
karbon-karbon rangkap yang terdapat pada alkena-alkena yang jauh lebih kompleks
2. HIDROGENASI PADA MINYAK

Proses hidrogenasi pada minyak atau lemak terutama bertujuan untuk membuat minyak atau
lemak bersifat plastis. Adanya penambahan hidrogen pada ikatan rangkap, akan menjadikan
minyak atau lemak dengan bantuan katalisator akan menyebabkan kenaikan titik cair. Juga
dengan hilangnya ikatan rangkap, akan menjadikan minyak dan lemak tersebut akan tahan
terhadap proses oksidasi.
Proses hidrogenasi bertujuan untuk menjernihkan ikatan dari rantai karbon asam lemak atau
minyak Setelah proses hidrogenasi selesai, minyak didinginkan dan katalisator dipisahkan
dengan disaring. Hasilnya adalah minyak yang bersifat plastis atau keras, tergantung pada derajat
kejenuhan. Adapun mekanisme reaksi hidrogenasi adalah sebagai berikut:
Pemanasan akan mempercepat jalannya reaksi hidrogenasi. Pada temperature sekitar
400F(205C) dicapai kecepatan reaksi maksimum. Juga penambahan tekanan dan kemurnian
gas hydrogen yang dipergunakan akan menaikkan kecepatan reaksi proses hidrogenasi. Dalam

proses hidrogenasi tersebut karbon monoksida dan sulfur merupakan katalisator beracun yang
sangat berbahaya.

KEGUNAAN HIDROGENASI
1. Meningkatkan titik cair minyak
2. Meningkatkan daya tahan thd oksidasi dan kerusakan flavor
3. Memperbaiki stabilitas rasa, menjaga kualitas minyak, mengurangi kandungan
asam linolenat yang sangat reaktif, mencegah tengik akibat oksidasi, dan
mencegah rasa tidak enak setelah minyak digunakan untuk menggoreng.
4. Merubah sifat fisik dari cair menjadi padat/semipadat, atau menjadikan
teksturnya seperti mentega

B. PROSES HIDROGENOLISIS

2. Diagram alir pembuatn hidrogen dari hidrokarbon

Hidrogen dapat dibuat dari gas alam dengan tingkat efisiensi sekitar 80% tergantung dari jenis
hidrokarbon yang dipakai. Pembuatan hydrogen dari hidrokarbon menghasilkan gas CO2, sehingga
CO2 ini dalam prosesnya dapat dipisahkan. Produksi komersial hydrogen menggunakan proses steam
reforming menggunakan methanol atau gas alam dan menghasilkan apa yang disebut sebagai syngas
yaitu campuran gas H2 dan CO.
CH4 + H2O 3H2 + CO + 191,7 kJ/mol
Panas yang dibutuhkan oleh reaksi diperoleh dari pembakaran beberapa bagian methane.
Penambahan hasil hydrogen dapat diperoleh dengan menambahkan uap air kedalam gas hasil reaksi
yang dialirkan dalam reactor bersuhu 130 C.
CO + H2O CO2 + H2 40,4 kJ/mol
Reaksi yang terjadi adalah pengabilan oksigen dari molekul air ke CO untuk menjadi CO2. Reaksi ini
menghasilkan panas yang dapat dipakai untuk menjaga suhu reactor.