Anda di halaman 1dari 33

TRANSFORMATO

R DAYA
RANGGA OKZADIKA F P
112012060

TRANSFORMATOR

Pengertian
Transformator
Alat listrik yang dapat memindahkan

energi listrik dengan


merubah tingkat tegangan dari suatu rangkaian listrik ke
rangkaian listrik lain melalui prinsip induksi magnetik tanpa
merubah frekuensi.

BAGIAN UTAMA
TRANSFORMATOR

INTI BESI

INTI BESI
Inti besi berfungsi untuk mempermudah jalan
fluksi, yang ditimbulkan oleh arus listrik yang
melalui kumparan. Pada transformator, inti besi
dibuat dari lempengan-lempengan besi tipis
yang berisolasi, untuk mengurangi panas
(sebagai rugi-rugi besi) yang ditimbulkan oleh
Eddy Current

KUMPARAN

KUMPARAN
Beberapa lilitan kawat berisolasi akan membentuk suatu
kumparan. Kumparan tersebut di-isolasi, baik terhadap inti
besi maupun terhadap kumparan lain disebelahnya dengan
isolasi padat, seperti karton, pertinax.

MINYAK
TRANSFORMATOR

MINYAK
TRANSFORMATOR
Sebagian besar trafo tenaga, kumparankumparan dan intinya direndam dalam minyak
trafo, terutama trafo-trafo tenaga yang
berkapasitas besar, karena minyak trafo
mempunyai sifat sebagai media pemindah
panas (di sirkulasi), dan bersifat sebagai isolasi
(daya tegangan tembus tinggi), sehingga
minyak trafo tersebut berfungsi sebagai media
pendingin dan isolasi.

TANGKI

Pada umumnya bagian-bagian


dari trafo yang
terendam minyak trafo berada (ditempatkan) dalam
tangki. Untuk menampung pemuaian minyak trafo,
tangki dilengkapi dengan konservator.

BUSHING

BUSHING
Hubungan antara kumparan trafo ke jaringan luar melalui
sebuah bushing, yaitu sebuah konduktor yang diselubungi
oleh isolator, yang sekaligus berfungsi sebagai penyekat
antara konduktor tersebut dengan tangki trafo.

PERALATAN BANTU
PENDINGIN
TAP CHANGER
ALAT PERNAPASAN
PENGAMAN

PENDINGIN
Pada inti besi dan kumparan-kumparan akan timbul panas,
akibat rugi-rugi besi dan rugi-rugi tembaga. Bila panas
tersebut mengakibatkan kenaikan suhu yang berlebihan,
akan merusak isolasi (di dalam trafo), maka untuk
mengurangi kenaikan suhu yang berlebihan tersebut trafo
perlu dilengkapi dengan alat/system pendingin untuk
menyalurkan panas keluar trafo. Media yang dipakai pada
system pendingin dapat berupa:udara/gas, minyak, dan
air.Sedangkan pengalirannya (sirkulasi) dapat dengan cara
alamiah (natural) atau tekanan/paksaan.

PENDINGIN
MEDIA
No

MACAM
PENDINGIN*

SISTEM

Dalam Trafo

Luar Trafo

Sirkulasi
Alamiah

Sirkulasi
Paksa

Sirkulasi
Alamiah

Sirkulasi
Paksa

AN

Udara

AF

Udara

ONAN

Minyak

Udara

ONAF

Minyak

Udara

OFAN

Minyak

Udara

OFAF

Minyak

Udara

OFWF

Minyak

Air

ONAN/ONAF

Kombinasi
3 dan 4

ONAN/OFAN

Kombinasi
3 dan 5

10

ONAN/OFAF

Kombinasi
3 dan 6

11

ONAN/OFWF

Kombinasi
3 dan 7

TAP CHANGER
Merupakan
alat
pengubah
perbandingan
transformasi untuk mendapatkan tegangan
operasi sisi sekunder yang konstan/stabil
(diinginkan) dari tegangan jaringan/sisi primer
yang berubah-ubah. Tap changer dapat
dilakukan baik dalam keadaan berbeban (onload) atau dalam keadaan tak berbeban (off
load) tergantung pada jenisnya.

ALAT PERNAFASAN
Akibat
pengaruh
naik
turunnya
beban
transformator maupun suhu udara luar, maka
suhu minyak akan berubah-ubah mengikuti
keadaan tersebut. Bila suhu minyak tinggi,
minyak akan memuai dan mendesak udara di
atas permukaan minyak keluar dari dalam
tangki, sebaliknya apabila suhu turun, minyak
menyusut maka udara luar akan masuk ke
dalam tangki.

PENGAMAN
Rele
Bucholz
untuk
mendeteksi
dan
mengamankan terhadap gangguan di dalam
trafo yang menimbulkan gas

PENGAMAN

Rele Differensial pengaman trafo dari gangguan hubung


singkat di dalam trafo

Over Load
Load
% Over load
factor
10%

20%

30%

40%

50%

Jam

jam

jam

menit

menit

0.5

1.5

30

15

0.75

0.5

15

0.9

0.5

0.25

Suhu tertinggi terhadap isolasi


transformator yang diijinkan oleh
VDE 0532
Kelas Isolasi
Bagian Minyak

LIilitan C

60

76

75

85

110

135

PRINSIP KERJA
TANSFORMATOR

Keadaaan Transformator Tanpa beban

Transformator tanpa
beban
Vektor transformator tanpa
beban

Keadaan Tanpa Beban


Bila

kumparan
primer
suatu
transformator
dihubungkan
dengan
sumber tegangan V1 yang sinusoid, akan
mengalirlah arus primer Io yang juga
sinusoid dan dengan mengannggap
belitan N1 reaktif murni, Io akan
tertinggal 90o dari V1 (lihat gambar ).
Arus primer Io menimbulkan fluks ( )
yang sefasa dan juga berbentuk sinusoid.

= maks sin t

Keadaan Tanpa Beban


Fluks

yang sinusoid ini akan menghasilkan


tegangan induksi e1 (Hukum Faraday).
Fluks yang berubah-ubah memotong suatu
kumparan maka pada kumparan tersebut
akan di induksikan suatu tegangan listrik :
e1 N 1

d
dt

d ( maks sin wt )
e1 N 1
N 1 maks cos wt
dt
E1

Harga efektifnya

N 1 2f maks
2

4,44 N 1 f maks

(tertinggal 90o dari )

Keadaan Tanpa Beban


Pada rangkaian sekunder, fluks () bersama tadi

menimbulkan
e2 N 2

d
dt

e2 N 2 w m cos wt

E 2 4,44 N 2 f maks

E1 N 1

E2 N 2

Dengan mengabaikan rugi tahanan dan adanya


fluks bocor,
E1 V1 N 1

a
E 2 V2 N 2

a = perbandingan
transformasi

Dalam hai ini tegangan E1 mempunyai kebesaran yang


sama tetapi berlawanan arah dengan tegangan sumber
V1.

Keadaan Tanpa Beban


Arus Penguat

Arus primer Io yang mengalir pada saat kumparan sekunder tidak dibebani
disebut arus penguat. Dalam kenyataannya arus primer Io bukanlah
merupakan arus induktif murni, hingga ia terdiri atas dua komponen:
(1) Komponen arus pemagnetan IM, yang menghasilkan fluks ().
(2) Komponen arus rugi tembaga IC, menyatakan daya yang hilang akibat
adanya rugi histeris dan arus eddy. IC sefasa dengan V1, dengan
demikian hasil perkaliannya (IC x V1) merupakan daya (watt) yang hilang

Vektor hubungan fasor Io, IM


dan IC

Rangkain pengganti Io, IM


dan IC

Keadaaan Transformator Berbeban

Apabila kumparan sekunder dihubungkan dengan beban Z L,


I2 mengalir pada kumparan sekunder, di mana I2 = V2/ZL .

Keadaaan Transformator Berbeban

Arus beban I2 ini akan menimbulkan gaya gerak magnet


(ggm) N2 I2 yang cenderung menentang fluks () bersama
yang telah ada akibat arus pemagnetan IM. Agar fluks
bersama itu tidak berubah nilainya, pada kumparan primer
harus mengalir arus I2, yang menentang fluks yang
dibangkitkan oleh arus beban I2, hingga keseluruhan arus
yang mengalir pada primer menjadi :

I1 I o I '2
I o I1 I '2

Keadaaan Transformator Berbeban

Bila rugi besi diabaikan (IC diabaikan) maka Io = IM


I1 = IM + I2

Untuk menjaga agar fluks tetap tidak berubah sebesar


ggm yang dihasilkan oleh arus pemagnetan I M saja,
berlaku hubungan :
N1IM = N1I1 N2I2
N1IM = N1(IM + I2) N2I2
Sehingga
N1I2 = N2I2

Karena nilai IM dianggap kecil maka I2 = I1


N1I1 = N2I2 atau I1/I2 = N2/N1

TERIMA
KASIH