Anda di halaman 1dari 5

KLASIFIKASI CLEFT PALATE

Terbentuknya celah palatum biasanya terlihat pada saat pemeriksaan bayi pertama kali.
Satu pengecualian adalah celah submukosa dimana terdapat celah pada palatum, namun tertutupi
oleh garis mulut yang lembut dan kokoh. Karena celah submukosa tidak terlihat dengan mata
telanjang, jenis celah palatum tidak selalu diidentifikasi pada saat lahir, tetapi mungkin
didiagnosis nanti jika anak mengalami kesulitan menelan atau berbicara. Terlihat kegagalan
palatum untuk fusi, lebih banyak terjadi pada wanita, dapat dipengaruhi oleh variasi genetik,
perkembangan, dan faktor lingkungan.
Deformitas celah yang terjadi pada palatum dapat meluas secara hebat, sehingga dapat
diklasifikasikan menjadi beberapa bentuk dari penampakan klinisnya, yaitu:
1. Primary palate : celah terlihat pada palatum bagian anterior hingga foramen incisivus

2. Secondary palate : celah diperoleh dari shelves palatal pada embrio


posterior foramen incisivus)

(celah pada

3. Complete cleft palate : celah meluas hingga foramen incisivus

4. Incomplete cleft palate : celah tidak meluas hingga foramen incisivus

5. Submucous cleft palate : celah pada lapisan mukosa pada palatum lunak (biasanya disertai
dengan takik pada palatum keras bagian posterior)

6. Unilateral palate cleft : vomer masih dilekati salah satu palatal shelves

7. Bilateral palatal cleft : vomer benar-benar terpisah dari palatal shelves

8. Hard palatal cleft : celah hanya terdapat pada area palatum keras

9. Soft palatal cleft : celah hanya terdapat pada area palatum lunak

Lain lagi menurut Brata (1999) Sumbing langit-langit dapat diklasifikasikan menjadi sumbing
langit-langit lunak (palatum mole) atau keseluruhan langit-langit yang lunak dan keras (palatum
durum).

Keterangan gambar: Klasifikasi sumbing langit-langit dan bibir menurut Veau:


1. Sumbing dari palatum molle saja.
2. Sumbing dari palatum molle dan durum, meluas kedepan ke foramen insisivus.
3. Sumbing langit-langit unilateral komplit, biasanya bersamaan dengan sumbing
unilateral.

bibir

4. Sumbing langit-langit bilateral komplit, biasanya bersamaan dengan sumbing bibir


bilateral (Brata, 1999).

DAFTAR PUSTAKA
1. Janti, S., 2007, Gangguan Tumbuh Kembang Dentokraniofasial, EGC, Jakarta.
2. Jones, M.C., 2002, Prenatal Diagnosis of Cleft Lip and Palate: Detection Rates, Accuracy
of Ultrasonography, Associated Anomalies, and Strategies for Counseling. Cleft Palate Craniofacial Journal, March 2002, Vol. 39 No. 2