Anda di halaman 1dari 6

LAPORAN PRAKTIKUM KOMPUTASI BIOMEDIS

REGULA FALSI

Oleh:
Muhammad Abdul Manaf
NIM 081311733064
Dosen pengampu:
Franky Chandra Satria Arisgraha S.T., M.T.

PROGRAM STUDI S1-TEKNOBIOMEDIK


DEPARTEMEN FISIKA
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS AIRLANGGA
2016

METODE REGULA FALSI

A. Metode Regula Falsi


Metode ini merupakan metode tertutup yang lain. Meskipun metode
bagi dua selalu berhasil menemukan akar, tetapi kecepatan konvergensinya
sangat lambat. Kecepatan konvergensinya dapat ditingkatkan bila nilai f (a)
dan f (b) juga turut diperhitungkan. Logikanya, bila f (a) lebih dekat ke nol
daripada f (b) tentu akar lebih dekat ke x a daripada ke x b . Metode yang
memanfaatkan nilai f (a) dan f ( b) ini adalah metode regula-falsi (bahasa
Latin) atau metode posisi palsu. (false position method). Dengan metode
regula-falsi, dibuat garis lurus yang menghubungkan titik (a, f(a )) dan (b , f(b
)). Perpotongan garis tersebut dengan sumbu-x merupakan taksiran akar yang
diperbaiki. Garis lurus tadi seolah-olah berlaku menggantikan kurva f (x) dan
memberikan posisi palsu dari akar.

B. Algoritma Pemograman
Algoritma metode biseksi yang penulis gunakan adalah sebagai berikut:
1. Inputkan nilai a
2.Inputkan nilai b
3. Inputkan nilai e
4. Inputkan nilai im (berapa kali iterasi)
5. Hitung fa dan fb
6 disp(i a b c fc e) dan disp(-----)
7. while i<im
8. c= a-(fa*(b-a)/(fb-fa));
9 hitung fc
10. e=abs(fc)
11. fprintf(fprintf('%i
|

%f

%f\n',i,a,b,c,fc,e)

12. jika fb x fc < 0 maka b=c ,jika tidak maka a=c


13.i=i+1;
14.selesai
C. Pemograman pada MATLAB
f=1-(16/7*sqrt(x)+(4/3*x)-(1/21)*(x^4))-0.4;

%f

%f

%f

Hasil

D. Tugas
a. Perbandingkan dengan metode biseksi
Hasil formula casson dengan menggunakan metode biseksi adalah sebagai
berikut.

E. Pembahasan
Pada percobaan metode mencari akar dengan cara regula falsi ini
dilakukan pengulangan atau iterasi menggunakan statement control while.
Setelah membuat logaritma pemograma selnajutnya program ditulis
pada window editor pada MATLAB, setelah itu di run. Hasilnya ditambpilkan
dalam bentuk tabel seperti yang terlihat pada gambar diatas.
Pada percobaan ini penghentian looping menggunakan nilai inputan
berapa banyak iterasi yang diinginkan. Dalam percobaan ini iterasi yang
diberikan adalah 20 kali, maka akan dilakukan pengulangan sebanyak 20 kali
meskipun sudah memenuhi batas ambang error.
Dari hasil running program pada fungsi = 1

16
7

21

dengan nilai f=0.4 sehingga algortima pemrogamannya menjadi 1(16/7*sqrt(x)+(4/3*x)-(1/21)*(x^4))-0.4;

Dari hasil kedua metode diatas, belum ditemukan nilai error yang
kurang dari 0.001. Namun bisa dilihat pada metode Regula falsi pada
pengulangan ke 20, nilai errornya sudah mencapai 0.006 sedangkan pada
metode biseksi nilai errornya masih sangat tinggi, yakni 0.25. Secara manual,
metode regula falsi juga akan lebih cepat dibandingkan dengan metode
biseksi, namun angka yang dihasilkan cenderung lebih rumit dibandingkan
dengan metode biseksi.
F. Kesimpulan
1. Hasil regula falsi lebih cepat dibandingkan dengan metode biseksi.
2. Hasil yang dihasilkan lebih rumit dibandingkan dengan metode biseksi.

G. Flow Chart

START

Baca inputan
a, b, e, dan im

Fa= casson (a)


Fb= casson (b)

While i<im

C=a-(fa*(b-a)/(fb-fa)
i=i+1

A=c
Fa=fc

no

yes
If fa*fc<0

Fa= casson (a)


Fb= casson (b)
Fc= casson (c)

Cetak a,b,c,fc,e

END

B=c
Fb=fc