Anda di halaman 1dari 33

KEPERAWATAN KOMUNITAS

"PROSES KEPERAWATAN KOMUNITAS"

Oleh :
Kelompok 4
D-IV Keperawatan Tingkat II Semester IV

Putu Yeni Yunitasari


Ni Putu Erna Libya
Ni Kadek Dian Inlam Sari
Ni Putu Ayu Savitri

(P07120214004)
(P07120214014)
(P07120214018)
(P07120214033)

KEMENTERIAN KESEHATAN RI
POLITEKNIK KESEHATAN DENPASAR
JURUSAN KEPERAWATAN
TAHUN 2016

KATA PENGANTAR
Om Swastyastu
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa/ Ida Sang
Hyang Widhi Wasa yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada
kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah dengan judul "Proses
Keperawatan Komunitas" mata kuliah Keperawatan Komunitas di Politeknik
Kesehatan Denpasar tepat pada waktu yang telah ditentukan.
Penyusunan makalah ini tidak lepas dari bantuan dan motivasi
berbagai pihak. Untuk itu, dalam kesempatan ini kami mengucapkan terima
kasih kepada rekan-rekan yang telah membantu.
Kami menyadari makalah ini masih banyak kekurangan karena
keterbatasan kemampuan penulis. Untuk itu kami mengharapkan saran dan
kritik yang bersifat konstruktif sehingga kami dapat menyempurnakan
makalah ini.
Om Santih, Santih, Santih, Om
Denpasar, 17 Maret 2016

Penulis

DAFTAR ISI
Halaman Judul
Kata Pengantar...........................................................................................................
i
Daftar Isi .....................................................................................................................
ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang .......................................................................................................
1
1.2 Rumusan Masalah ..................................................................................................
2
1.3 Tujuan Penulisan.....................................................................................................
3
1.4 Manfaat Penulisan ..................................................................................................
3
1.5 Metode Penulisan....................................................................................................
3
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Proses Keperawatan..............................................................................
4
2.2 Tujuan dan Fungsi Proses Keperawatan ................................................................
9
2.3 Langkah-Langkah Proses Keperawatan..................................................................
12
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan ............................................................................................................
27
3.2 Saran ......................................................................................................................
28

Daftar Pustaka

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Keperawatan komunitas adalah suatu sintesa ilmu dan praktik kesehatan
masyarakat, yang diimplementasikan melalui penggunaan proses keperawatan
yang sistematis, dirancang untuk mempromosikan kesehatan dan mencegah
penyakit pada kelompok populasi. Dimana sebagai pelayanan keperawatan
profesional diberikan komprehensif ditujukan kepada individu, keluarga,
kelompok dan masyarakat yang dipengaruhi oleh lingkungan (bio, psiko, sosio,
mental dan spiritual) mempengaruhi status kesehatan masyarakat. Proses
keperawatan digunakan untuk membantu perawat melakukan praktik keperawatan
secara

sistematis

dalam

memecahkan

masalah

keperawatan.

Dengan

menggunakan metode ini, perawat dapat mendemonstrasikan tanggung gugat dan


tanggung jawab pada klien, sehingga kualitas praktik keperawatan dapat
ditingkatkan. Proses keperawatan memberikan kerangka yang dibutuhkan dalam
asuhan keperawatan kepada klien, keluarga dan komunitas, serta merupakan
metode yang efisien dalam membuat keputusan klinik, serta pemecahan masalah
baik aktual maupun potensial dalam mempertahankan kesehatan.
Pada praktik keperawatan komunitas itu sendiri rangkaian prosesnya
dimulai dari awal tahap pengkajian sampai evaluasi, dimana diharapkan terjadi
alih peran sehingga peran perawat yang lebih banyak berangsur-angsur berkurang
digantikan

dengan

meningkatnya

kemandirian

masyarakat.

Terwujudnya

kemandirian masyarakat untuk menyelesaikan masalah kesehatan dapat dicapai


dengan pengorganisasian masyarakat karena peran serta masyarakat didalamnya
akan meningkat. Oleh karena itu, dalam proses keperawatan komunitas ada tahaptahap yang perlu dilaksanakan perawat yaitu: Tahap pesiapan: Memilih area atau
daerah yang menjadi prioritas, menentukan cara untuk berhubungan dengan
masyarakat,

mempelajari

serta

bekerjasama

dengan

masyarakat.

Tahap

pengorganisasian dimana persiapan pembentukan kelompok dan penyesuaian pola


dalam masyarakat dilanjutkan dengan pemilihan ketua kelompok dan pengurus
inti. Tahap pendidikan dan pelatihan kelompok masyarakat dimana kegiatan

pertemuan teratur dengan kelompok masyarakat, melakukan pengkajian, membuat


program berdasarkan masalah atau diagnosa keperawatan, melatih kader
kesehatan yang akan membina masyarakat dilingkungannya dan pelayanan
keperawatan langsung terhadap individu, keluarga dan masyarakat. Tahap formasi
kepemimpinan : memberi dukungan latihan dan pengembangan keterampilan
kepemimpinan yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pergerakan, dan
pengawasan kegiatan pemeliharaan kesehatan. Tahap koordinasi intersektoral :
kerjasama dengan sector terkait dalam upaya memandirikan masyarakat, serta
Tahap akhir dimana dilakukan supervise bertahap, evaluasi serta umpan balik
untuk perbaikan kegiatan kelompok kerja berikutnya. Maka dari itu di dalam
makalah ini akan dibahas lebih detail mengenai Proses Keperawatan Komunitas.
1.2 Rumusan Masalah
1.2.1
Apakah pengertian dari proses keperawatan komunitas?
1.2.2
Apa sajakah tujuan dan fungsi dari proses keperawatan?
1.2.3
Apa sajakah langkah-langkah yang dilakukan dalam proses
keperawatan komunitas?
1.3 Tujuan Penulisan
1.3.1
Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami pengertian dari
proses keperawatan komunitas.
1.3.2
Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami tujuan dan fungsi
dari proses keperawatan.
1.3.3
Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami langkah-langkah
yang dilakukan dalam proses keperawatan komunitas.
1.4 Manfaat Penulisan
Diharapkan mahasiswa dapat mengerti dan memahami tentang Proses
Keperawatan

Komunitas

sehingga

dapat

memberikan

informasi

kepada

masyarakat dan bisa menjadi acuan serta pedoman bagi masyarakat mengenai
proses-proses keperawatan bagi komunitas yang baik dalam memberikan
pelayanan kepada masyarakat serta dalam memberikan asuhan keperawatan
kepada

masyarakat

nantinya

hingga

masyarakat

mencapai

tingkat

kemandiriannya.
1.5 Metode Penulisan

Kami menggunakan dua metode penulisan yaitu dengan studi pustaka dan
penelusuran IT. Pada metode studi pustaka, kami membaca dan menganalisis
beberapa literature kemudian kami menggunakan refrensi tersebut pada tulisan
ini. Selanjutnya pada metode penelusuran IT, kami mencari tambahan refrensi
pada dunia rambah internet untuk melengkapi data-data yang telah kami peroleh
pada literature.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Proses Keperawatan


Proses keperawatan adalah serangkaian perbuatan atau tindakan
untuk

menetapkan, merencanakan dan melaksanakan pelayanan keperawatan

dalam rangka membantu klien untuk mencapai dan memelihara kesehatannya


seoptimal

mungkin.

Tindakan keperawatan tersebut dilaksanakan secara

berurutan, terus menerus, saling berkaitan dan dinamis. Selanjutnya menetapkan


langkah proses keperawatan sebagai proses pengumpulan data, pengkajian,
perencanaan dan pelaksanaan. (Wolf, Weitzel dan Fuerst, 1979).
Jadi proses keperawatan komunitas adalah metode asuhan keperawatan
yang bersifat ilmiah, sistematis, dinamis, kontinyu dan berkesinambungan
dalam

rangka memecahkan masalah kesehatan dari klien, keluarga, kelompok

atau masyarakat yang langkah langkahnya dimulai dari pengkajian :


pengumpulan data, analisis data dan penentuan
keperawatan,

perencanaan

tindakan

masalah, diagnosis

keperawatan, pelaksanaan dan evaluasi

tindakan keperawatan (Wahit, 2005).


Proses keperawatan pada komunitas mencakup individu, keluarga dan
kelompok

khusus

yang

memerlukan pelayanan asuhan keperawatan. Dalam

perawatan kesehatan komunitas keterlibatan kader kesehatan, tokoh tokoh


masyarakat formal dan informal sangat diperlukan dalam setiap tahap pelayanan
keperawatan secara terpadu dan menyeluruh sehingga masyarakat benar benar
mampu dan mandiri dalam setiap upaya pelayanan kesehatan dan keperawatan
yang diberikan.
2.2 Tujuan dan Fungsi Proses Keperawatan
1. Tujuan
Tujuan melakukan proses keperawatan dalam komunitas adalah :
a. Agar diperoleh hasil asuhan keperawatan komunitas yang bermutu,
efektif dan efisien sesuai dengan permasalahan yang terjadi pada
masyarakat dan agar pelaksanaannya dilakukan secara sistematis,
dinamis, berkelanjutan dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

b. Meningkatkan status kesehatan masyarakat.


c. Untuk dapat mencapai tujuan ini maka perawat kesehatan komunitas
harus memiliki keterampilan dasar yang meliputi : epidemiologi,
penelitian,

pengajaran,

organisasi

masyarakat

dan

hubungan

interpersonal yang baik.


2. Fungsi
a. Memberikan
ilmiah

bagi

pedoman

dan

bimbingan

yang

sistematis

dan

tenaga kesehatan masyarakat dan keperawatan dalam

memecahkan masalah klien melalui asuhan keperawatan.


b. Agar masyarakat mendapatkan pelayanan yang optimal sesuai dengan
kebutuhannya dalam kemandiriannya di bidang kesehatan.
c. Memberikan
asuhan
keperawatan
melalui
pendekatan
pemecahabn

masalah, komunikasi yang efektif dan efisien serta

melibatkan peran serta masyarakat.


d. Agar masyarakat bebas mengemukakan pendapat berkaitan dengan
permasalahannya

atau

kebutuhannya

sehingga

mendapatkan

penanganan dan pelayanan yang cepat dan pada akhirnya dapat


mempercepat proses penyembuhannya.
2.3 Langkah langkah Proses Keperawatan
Langkah - langkah dalam proses keperawatan, antara lain :
1) Pengkajian
Pengkajian adalah upaya pengumpulan data secara lengkap dan sistematis
terhadap masyarakat untuk dikaji dan dianalisis sehingga masalah
kesehatan yang dihadapi oleh masyarakat baik individu, keluarga
atau

kelompok

psikologis,

sosial

yang

menyangkut

ekonomi,

maupun

permasalahan
spiritual

pada fisiologis,

dapat

ditentukan.

Dalam pengkajian yang perlu dikaji pada kelompok atau komunitas


adalah:
a. Data Inti/ Community Core
Data inti dalam pengkajian meliputi :
1)
Riwayat atau sejarah perkembangan komunitas
Data dikaji melalui wawancara kepada tokoh formal dan
informal di komunitas dan studi dokumentasi sejarah
komunitas

tersebut.

Uraikan

termasuk

data

umum

mengenai lokasi daerah binaan (yang dijadikan praktek

keperawatan komunitas), keadaan demografi, struktur


2)

politik, distribusi kekuatan dan pola perubahan komunitas.


Data Demografi
Kajilah jumlah komunitas berdasarkan : usia, jenis kelamin,
status

perkawinan,

rasa

tau

suku,

bahasa,

tingkat

pendapatan, pendidikan, pekerjaan, agama, dan komposisi


keluarga. Sumber informasi data dapat diperoleh dari
3)

catatan pemerintah.
Vital Statistik
Jabarkan atau uraikan data tentang : angka kematian dasar,
penyebab kematian, angka pertambahan anggota, angka
kelahiran. Angka kematian dilihat berdasarkan umur serta
penyebab kematian. Sumber informasi data dapat diperoleh

4)

dari dinas kesehatan dan puskesmas.


Distribusi Ras/Etnis
Identifikasi berbagai suku dan etnis yang dijumpai di
komunitas. Sumber informasi data dapat diperoleh dari

5)

hasil catatan pemerintah.


Sistem Nilai/Value
Identifikasi nilai dan keyakinan dalam masyarakat. Sumber
informasi dapat diperoleh dari kontak personal serta
observasi.

b. Data Subsistem
Pengkajian lingkungan fisik dalam komunitas dapat dilakukan
dengan metode "windshield survey" yaitu survey dengan berjalan
mengelilingi

wilayah

komunitas

dengan

melihat

beberapa

komponen antara lain :


Perumahan, yang dihuni oleh penduduk, penerangan, sirkulasi,

kepadatan,
Pendidikan : apakah ada sarana pendidikan yang dapat

digunakan untuk meningkatkan pengetahuan


Keamanan dan keselamatan di lingkungan tempat tinggal :
apakah tidak menimbulkan stres

Politik dan kebijakan pemerintah terkait kesehatan ; apakah


cukup menunjang sehingga memudahkan komunitas mendapat

pelayanan diberbagai bidang termasuk kesehatan


Pelayanan kesehatan yang tersedia untuk melakukan deteksi
dini gangguan atau merawat atau memantau apabila gangguan

sudah terjadi
Sistem komunikasi ; sarana komunikasi apa saja yang dapat
dimanfaatkan di komunitas

tersebut untuk meningkatkan

pengetahuan terkait dengan gangguan nutrisi (misal televisi,

radio, koran, atau liflet yang diberikan kepada komunitas)


Ekonomi : tingkat sosial ekonomi komunitas secara
keseluruhan pakah sesuai dengan Upah Minimum Regional
(UMR), sehingga upaya kesehatan yang diberikan dapat
terjangkau (misalnya anjuran untuk konsumsi jenis makanan

sesuai status ekonomi tersebut


Rekreasi : apakah tersedia sarana, kapan saja dibuka, apakah
biaya terjangkau oleh masyarakat (komunitas). Rekreasi ini
hendaknya dapat digunakan komunitas untuk mengurangi stres.

Jenis Data
Jenis data secara umum dapat diperoleh dari data subyektif dan obyektif.

Data Subyektif
Yaitu data yang diperoleh dari keluhan atau masalah yang dirasakan oleh
individu, keluarga, kelompok dan komunitas yang diungkapkan secara

langsung/lisan.
Data Obyektif
Data yang diperoleh melalui suatu pemeriksaan, pengamatan dan
pengukuran.

Sumber Data
Data Primer

Data yang dikumpulkan oleh pengkaji dalam hal ini mahasiswa atau
perawat kesehatan masyarakat dari individu, keluarga, kelompok dan

komunitas berdasarkan hasil pemeriksaan dan pengkajian.


Data Sekunder
Data yang diperoleh dari sumber lain yang dapat dipercaya, misalnya :
kelurahan, catatan riwayat kesehatan pasien atau medical record (Wahit,
2005)

Cara Pengumpulan Data


Pengumpulan data dimaksudkan untuk memperoleh informasi mengenai
masalah kesehatan pada masyarakat sehingga dapat ditentukan tindakan yang
harus diambil untuk mengatasi masalah tersebut yang menyangkut aspek fisik,
psikologis, sosial ekonomi dan spiritual serta faktor lingkungan yang
mempengaruhi (Mubarak, 2005). Pengumpulan data dapat dilakukan dengan cara
sebagai berikut :

Wawancara atau anamnesa


Wawancara adalah kegiatan komunikasi timbal balik yang berbentuk tanya
jawab antara perawat dengan pasien atau keluarga pasien, masyarakat
tentang hal yang berkaitan dengan masalah kesehatan pasien. Wawancara
harus dilakukan dengan ramah, terbuka, menggunakan bahasa yang
sederhana dan mudah dipahami oleh pasien atau keluarga pasien, dan
selanjutnya hasil wawancara atau anamnesa dicatat dalam format proses

keperawatan (Mubarak, 2005).


Pengamatan
Pengamatan dalam keperawatan komunitas dilakukan meliputi aspek fisik,
psikologis, perilaku dan sikap dalam rangka menegakkan diagnosa
keperawatan. Pengamatan dilakukan dengan menggunakan panca indera

dan hasilnya dicatat dalam format proses keperawatan (Mubarak, 2005).


Pemeriksaan fisik
Dalam keperawatan komunitas dimana salah satunya asuhan keperawatan
yang diberikan adalah asuhan keperawatan keluarga, maka pemeriksaan
fisik yang dilakukan dalam upaya membantu menegakkan diagnosa
keperawatan dengan cara Inspeksi, Perkusi, Auskultasi dan Palpasi
(Mubarak, 2005).

Pengolahan Data
Setelah data diperoleh, kegiatan selanjutnya adalah pengolahan data
dengan cara sebagai berikut :
1) Klasifikasi data atau kategori data
Cara mengkategorikan data :
a. Karakteristik demografi
b. Karakteristik geografi
c. Karakteristik sosial ekonomi
d. Sumber dan pelayanan kesehatan (Anderson & Mc Farlene, 1998)
2) Penghitungan prosentase cakupan dengan menggunakan telly
3) Tabulasi data
4) Interpretasi data

CONTOH FORMAT PENGKAJIAN KEPERAWATAN KOMUNITAS


NAMA KK : ____________________________________
ALAMAT : _______________________No___________
RT____________RW______KEL__________
PETUNJUK PENGISIAN
1. Isilah Label komposisi keluarga dengan benar
2. Pilihlah jawaban yang paling tepat dengan memberi tanda
3. Jawaban dapat lebih dari satu untuk pertanyaan menulis.
4. Mengisi titik-titik sesuai pertanyaan.

A. KOMPOSISI KELUARGA
No

Nama

Hub.
Dgn KK

Umur

L/P

Tingkat
Pendidikan

Agama

Pekerjaan

Ket.

1. Anggota keluarga yang meninggal 5 bulan terakhir _____________


2. Penyebab kematian______________________________________
3. Umur ________________________________________________
B. BILA DALAM KELUARGA TERDAPAT PUS (PASANGAN USIA
SUBUR)
1. Berapa usia PUS saat ini :
( ) < 20 tahun

( ) 20-25 tahun

( ) 25-30 tahun

( ) 35-40 tahun

( ) 40-45 tahun

( ) >45 tahun

( )30-35 tahun

2. Saat ini apakah PUS menggunakan alat kontrasepsi :


( ) Ya

( ) Tidak

3. Bila ya, alat kontrasepsi apa yang digunakan :


( ) IUD

( ) Pil

( ) Implant (susuk)

( ) Suntik

( ) lain-lain, sebutkan ____________________

4. Bila tidak apa alasan PUS tidak menggunakan alat kontrasepsi :


( ) tidak tahu

( ) tidak nyaman

( ) mahal

( ) dilarang oleh agama


5. Dari mana PUS mendapatkan informasi tentang KB :
( ) petugas kesehatan

( ) orang lain

( ) Media elektronik

( ) media massa

6. Bagaimana kondisi kesehatan PUS saat ini :


( ) Sehat

( ) Sakit

7. Bila sakit, tindakan apa yang sudah dilakukan untuk mengatasi keluhan
tersebut.
( ) Ke pelayanan kesehatan

( ) didiamkan saja

( ) Obat warung

( ) Alternatif

10

8. Bila PUS sakit, apa keluhan/Diagnosis medisnya : ___________________


C. BILA DALAM KELUARGA TERDAPAT IBU HAMIL (BUMIL)
1. Berapa usia kehamilan ibu saat ini :
( ) 1-3 bulan

( ) 3-6 bulan

( ) 6-9 bulan

2. Berapa peningkatan berat badan (BB) selama kehamilan saat ini (Khusus
Trimester III)
( ) < 9 kg

( ) 9-12 Kg

( ) > 12 Kg

3. Berapa kali ibu makan setiap hari :


( ) 3 kali makanan pokok + selingan
( ) < 3 kali dan tanpa selingan
( ) 3 kali makanan pokok tanpa selingan
4. Apakah ibu memeriksakan kehamilan saat ini :
( ) Ya

( ) Tidak

5. Bila Ya, dimana ibu memeriksakan kehamilan :


( ) Bidan

( ) Dokter

( ) dokter spesialan Kandungan/DSOG)

( ) dukun terlatih

( ) lain-lain, sebutkan _________________________

6. Berapa kali ibu memeriksakan kehamilan :


( ) 1 kali

( ) 2 kali

( ) 3 kali

( ) 4kali ( ) >4 kali

7. Bila tidak, apa alasan ibu tidak memeriksakan kehamilan :


( ) jauh

( ) Takut

( ) tidak tahu

( ) malas

) mahal

8. Apakah ibu hamil mendapat imunisasi TT (tetanus toxoid) selama


kehamilan:
( ) Ya

) Tidak

9. Bila Ya, berapa kali ibu mendapat imunisasi TT :


( ) 1 kali

) 2 kali

10. Bila tidak apa yang menyebabkan ibu tidak imunisasi TT :


( ) Jauh

( ) Takut

( ) tidak tahu

( ) malas

( ) mahal

11. Bagaimana Kondisi Ibu hamil saat ini :


( ) Sehat
12.Bila

Ibu

) Sakit

hamil

sakit,

apa

keluhan

/diagnosis

medisnya

___________________

11

D. BILA DALAM KELUARGA TERDAPAT IBU NIFAS


1. Dibantu oleh siapa ibu saat melahirkan :
( ) Bidan

( ) Dokter

) Dokter spesialis /DSOG

( ) Dukun terlatih

( ) Lain-lain, sebutkan ______________________

2. Apakah ibu mendapatkan informasi tentang perawatan Fase Nifas :


( ) Ya

( ) Tidak

3. Bila Ya, informasiapa yang didapatkan :


( ) Kebersihan diri

( ) Perawatan payudara ( ) cara memandikan bayi

( ) perawatan alat kelamin ( ) Perawatan tali pusat


4. Bagaimana Kondisi ibu nifas (Bufas) saat ini :
( ) Sehat

( ) Sakit

5. Bila Ibu nifas dalam kondisi sakit, apa keluhannya/diagnosis medisnya __


E. BILA DALAM KELUARGA TERDAPAT IBU MENYUSUI
1. Apakah ibu mendapatkan informasi tentang cara menyusui pemberian ASI :
( ) Ya

( ) Tidak

2. Bila ya, jenis informasi apa yang ibu dapatkan :


( ) perawatan payudara

( ) manfaat ASI

( ) Teknik menyusui

3. Apakah ibu pernah memberi kolostrum/susu pertama kali keluar pada bayi
segera setelah melahirkan
(

) Ya

( ) Tidak

4. Sampai usia berapa anak diberi ASI eksklusif :


(

) < 4 bulan

( ) 4 bulan

( ) 6 bulan

5. Sampai usia berapa anak diberi ASI :


( ) 6 bulan
6.

( ) 6-12 bulan

( ) 12-18 bulan

( ) 18-24 bulan

Keluhan ibu/Diagnosis medis terkait dengan masalah menyusui (jika ada)


___________
F. BILA DALAM KELUARGA TERDAPAT BALITA (0-5 TAHUN)
1. Apakah keluarga melakukan penimbangan Balita :
( ) Ya

( ) Tidak

12

2. Bila tidak, apa alasannya :


( ) Jauh

( ) Malas

( ) repot

( ) tidak tahu

3. Apakah setiap hari anak mendapatkan makanan selingan di antara waktu


makan :
( ) Ya

( ) kadang-kadang

( ) Tidak

4. Bagaimana kondisi Balita saat ini :


( ) Sehat
5. Bila

balita

( ) Sakit
sakit,

apa

yang

dikeluhkan/diagnosis

medianya

_______________________
6. Apa yang telah dilakukan keluarga terhadap kondisi Balita yang sakit
______________

No

Nama

Anak

Umur

BB N/T M K H O

Jenis Imunisasi
B D D D P

C P

O O O O A

G T

H H H
E

M P

A A A

O O O O A

13

Penjelasan
N = normal

T = Tidak Normal

H. Garis Hijau

M = Garis Merah

K = Garis Kuning

O = Overweight (garis kuning diatas garis hijau)

TL = Tidak lengkap

BL = Belum lengkap (usia belum mencukupi)

L = Lengkap

G. BILA DALAM KELUARGA TERDAPAT ANAK PRASEKOLAH DAN


USIA SEKOLAH (5-12 TAHUN)
1. Berapa kali anak melakukan kebersihan gigi dalam sehari :
( ) 1 kali

( ) 2 kali

( ) 3 kali

2. Bagaimana kondisi gigi anak saat ini :


( ) Berlubang dan hitam
( ) Sariawan

( ) Gusi bengkak dan berdarah


( ) Bersih dan sehat

3. Apakah anak terbiasa mencuci tangan sebelum dan sesudah makan :


( ) Ya

( ) Tidak

4. Apakah anak terbiasa memakai alas kaki saat bermain :


( ) Ya

( ) Tidak

5. Bagaimana kondisi anak saat ini :


( ) Sehat

( ) Sakit

6. Bila sakit apa yang dikeluhkan/Diagnosis medisnya___________


7. Terhadap anak yang sakit dibawa berobat kemana/diberi perawatan apa?
sebutkan_________________
H. BILA DALAM KELUARGA TERDAPAT ANAK REMAJA (12-18 TAHUN)
1. Apakah anak remaja sekolah ?
14

( ) Ya

( ) Tidak

2. Kegiatan yang dilakukan remaja di luar jam sekolah ____________________


3. Apa yang dilakukan remaja jika ada masalah _________________________
4. Bagaimana kondisi remaja saat ini :
( ) Sehat

( ) Sakit

5. Bila sakit, apa yang dikeluhkan/diagnosis medisnya __________________


I. BILA DALAM KELUARGA TERDAPAT USIA DEWASA (18-55 TAHUN)
1. Kegiatan yang dilakukan oleh usia dewasa setelah lulus sekolah ___________
2. Bagaimana kondisi usia dewasa saat ini :
( ) Sehat
3. Bila

sakit,

( ) Sakit
apa

yang

dikeluhkan

usia

dewasa/diagnosis

medisnya__________________
J. BILA DALAM KELUARGA TERDAPAT LANSIA/ LANJUT USIA (> 55
TAHUN)
1. Berapa jumlah lansia dalam rumah saat ini :
( )1

( )2

)>2

2. Adakah penyakit keturunan dalam keluarga


( ) jantung

( ) Hipertensi

( ) Asma

( ) Diabetes

3. Pernahkah melakukan pemeriksaan gula darah dalam 3 bulan terakhir :


( ) pernah

( ) tidak

4. Bila pernah sebutkan /berapa hasil pemeriksaannya_____________________


5. Bagaimana kondisi lansia saat ini :
( ) Sehat

( ) Sakit

6. Bila sakit, apa yang dikeluhkan lansia/diagnosis medisnya ______________


7. Apa yang telah dilakukan untuk mengatasi penyakit lansia ______________
( ) Ke pelayanan kesehatan

( ) didiamkan saja

( ) Minum obat warung

( ) Alternatif

8. Apakah kegiatan lansia sehari-hari _________________________________


9. Apakah perlu dibentuk lansia (atau posyandunya sudah ada, jelaskan _____
(

) ya, alasannya _____________________________________________

15

) Tidak, alasannya __________________________________________

K. PENGKAJIAN PSIKOSOSIAL
1. Apakah dalam keluarga ada yang mengalami gangguan jiwa :
( ) Ya

( ) Tidak

2. Bila ya, kondisinya saat ini ______________________________________


3. Apa yang telah dilakukan untuk mengatasinya :
(

) Ke pelayanan kesehatan

L. KESEHATAN

( ) didiamkan saja

LINGKUNGAN

DAN

( ) Alternatif

PERILAKU

KESEHATAN

KELUARGA
1. Cara keluarga mengolah sayuran sebelum dimasak
( ) dipotong baru dicuci

( ) dicuci baru dipoting

2. Cara keluarga menyajikan makanan yang telah dimasak


( ) tertutup

( ) terbuka

3. Adakah kebiasaan keluarga menggantung pakaian setelah dipakai


( ) Ya

( ) Tidak

4. Bagaimana cara keluarga membuang sampah (limbah rumah tangga)


( ) dibakar

( ) diambil petugas ( ) ditimbun

( ) dibuang sembarangan

( ) dibuang ke sungai

5. Bagaimana keluarga membuang limbah WC :


( ) Septik tank

( ) Got

( ) Sungai

( ) lain-lain, sebutkan_________
6. Dari mana keluarga mendapatkan sumber air bersih:
( ) PAM Ledeng

( ) Sumur

( ) Sungai

( ) pompa air listrik

7. Bila menggunakan sumur, apakah sumur sudah memiliki cincin semen:


( ) Ya

( ) Tidak

8. Berapa jarak sumber air (Sumur) dengan septik tank :


( ) < 5 meter

( ) 5-7 meter

( ) 7-10 meter ( ) >10 meter

9. Bagaimana keadaan air rumah :


( ) Berasa

( ) Berwarna

) Berbau

( ) Ada endapan

16

( ) tidak berasa, tidak berbau, dan tidak berbau


( ) lain-lain jelaskan _____________
10. Kebiasaan keluarga mandi :
( ) < 2 kali

( ) > 2 kali

11. Kebiasaan keluarga menggunakan handuk :


( ) Sendiri-sendiri

( ) bersama-sama

12. Kebiasaan keluarga menggunakan bak mandi/tempat penampungan air :


( ) < Seminggu

( ) 1 minggu sekali

( ) > seminggu

13. Bagaimana kondisi lantai WC :


( ) Licin

( ) Tidak licin

14. Apakah tempat penampungan air untuk keperluan memasak ditutup :


( ) Ya, ditutup

( ) Tidak

15. Apakah sinar matahari masuk ke dalam rumah :


( ) Ya

( ) Tidak

16. Bagaimana pencahayaan di dalam rumah :


( ) Terang

( ) Kurang terang

( ) Tidak terang

17. Bagaimana kondisi penataan rumah :


( ) Rapi

( ) Berantakan

18. Bagaimana kebersihan rumah :


( ) bersih

( ) Tidak bersih

19. Bagaimana kondisi lantai rumah :


( ) licin

( ) tidak licin

20. Tipe rumah :


( ) Permanen

( ) semi permanen

( ) Papan

( ) gribik

21. Lantai rumah :


( ) semen

( ) tanah

( ) lain-lain, sebutkan ______

22. Atap rumah :


( ) Seng

( ) Genting

( ) multiroof

( ) lain-lain sebutkan _____

23. Adakah sumber pencemaran lingkungan :


( ) Ya

) Tidak

) bila ada sebutkan __

24. Pemanfaatan pekarangan rumah _______________________________

17

( ) Ya

) Tidak

) bila ada sebutkan, __

Daftar Kesenjangan
Setelah dilakukan pengkajian yang sesuai dengan data-data yang dicari,
kemudian dikelompokkan, dibuat perkiraan awal kesenjangan masalah antara
kondisi kesehatan ideal dengan yang ditemui di lapangan. misalnya : pada data
ditemukan bahwa sedikit sekali anak balita yang diimunisasi lengkap, sedikit
sekali ibu-ibu PUS yang menjadi akseptor KB aktif, maka kesenjangan yang
ditemukan adalah :
1. Masih rendahnya Balita yang mendapat imunisasi lengkap
2. Masih rendahnya PUS yang menjadi akseptor KB aktif. dan lain-lain.

18

2) Diagnosa Keperawatan
Data-data yang dihasilkan dari pengkajian kemudian dianalisa seberapa
besar stresor yang mengancam masyarakat dan seberapa berat reaksi yang
timbul dalam masyarakat tersebut. Kemudian dijadikan dasar dalam
pembuatan diagnosa atau masalah keperawatan. Diagnosa keperawatan
menurut Muecke (1995) terdiri dari masalah kesehatan, karakteristik populasi
dan lingkungan yang dapat bersifat aktual, ancaman dan potensial.
a. Analisis Data
Analisis

data

adalah

kemampuan

untuk

mengkaitkan

data

dan

menghubungkan data dengan kemampuan kognitif yang dimiliki sehingga


dapat diketahui tentang kesenjangan atau masalah yang dihadapi oleh
masyarakat apakah itu masalah kesehatan atau masalah keperawatan
(Mubarak, 2005). Tujuan analisis data :
Menetapkan kebutuhan community
Menetapkan kekuatan
Mengidentifikasi pola respon community
Mengidentifikasi kecenderungan penggunaan layanan kesehatan
Contoh Format : Analisis data komunitas
Analisis Data Komunitas
No.

Data

Masalah
Masalah Kesehatan :

Masalah Keperawatan :
Masalah Kesehatan :

Masalah Keperawatan :
b. Prioritas Masalah
Berdasarkan analisa data dapat diketahui masalah kesehatan dan
keperawatan yang dihadapi oleh masyarakat, sekaligus dapat dirumuskan yang
19

selanjutnya dilakukan intervensi. Namun demikian masalah yang telah


dirumuskan tidak mungkin diatasi sekaligus. Oleh karena itu diperlukan
prioritas masalah.
Dalam menentukan prioritas

masalah kesehatan masyarakat dan

keperawatan perlu mempertimbangkan berbagai faktor sebagai kriteria


diantaranya adalah (Mubarak, 2005):

Perhatian masyarakat
Prevalensi kejadian
Berat ringannya masalah
Kemungkinan masalah untuk diatasi
Tersedianya sumber daya masyarakat
Aspek politis

Seleksi atau penapisan masalah kesehatan komunitas menurut format


Mueke (1988) mempunyai kriteria penapisan, antara lain:

Sesuai dengan peran perawat komunitas


Jumlah yang beresiko
Besarnya resiko
Kemungkinan untuk pendidikan kesehatan
Minat masyarakat
Kemungkinan untuk diatasi
Sesuai dengan program pemerintah
Sumber daya tempat
Sumber daya waktu
Sumber daya dana
Sumber daya peralatan
Sumber daya manusia

Contoh Penyusunan Prioritas Masalah Komunitas


No

Masalah

Kesehatan

Ketersediaan Sumber
H
I
J
K L

20

PRIORITAS MASALAH KOMUNITAS


Keterangan Huruf :
A

= Sesuai dengan peran CHN

= Tempat

= Sesuai dengan program pemerintah

= Dana

= Sesuai dengan intervensi Pendidikan Kesehatan

= Waktu

= Risiko terjadi

= Fasilitas

= Risiko parah

= Petugas

= Minat Masyarakat

= Kemudahan untuk diatasi

Keterangan Angka :
1

= Sangat rendah

= Rendah

= Cukup

= Tinggi

= Sangat Tinggi
Contoh Diagnosa keperawatan Komunitas :
Risiko gangguan nutrisi : kurang dari kebutuhan tubuh pada komunitas di RW
04 kelurahan Kampung Melayu yang berhubungan dengan kurangnya
pengetahuan masyarakat tentang pemenuhan nutrisi bagi tubuh.
3) Perencanaan
Perencanaan merupakan tindakan pencegahan primer, sekunder, tersier
yang cocok dengan kondisi klien & keluarga, masyarakat yang sesuai dengan

21

diagnosa yang telah ditetapkan. Proses didalam tahap perencanaan ini meliputi
penyusunan, pengurutan masalah berdasarkan diagnosa komunitas sesuai
dengan prioritas & penapisan masalah, penetapan tujuan dan sasaran,
menetapkan strategi intervensi dan rencana evaluasi.
Strategi yang digunakan mencakup proses kelompok, pendidikan
kesehatan, dan kerjasama serta keterlibatan PSM (peran serta masyarakat)
dalam

memecahkan

masalah

kesehatan

yang

dihadapi

diperlukan

pengorganisasian komunitas yang dirancang untuk membuat suatu perubahan.


Pendekatan ini dirancang untuk mengembangkan masyarakat berdasarkan
sumber daya dan sumber dana yang dimiliki serta kemampuan mengurangi
hambatan yang ada. Selain itu untuk menumbuhkan kondisi, kemajuan sosial,
dan ekonomi masyarakat dengan partisipasi aktif masyarakat dan dengan
penuh percaya diri dalam memecahkan masalah-masalah kesehatan yang
dihadapi.
Didalam pelaksanaan pengembangan masyarakat dilakukan melalui
tahapan sebagai berikut :
1. Tahap persiapan. Dengan melakukan pemilihan daerah yang menjadi
prioritas menentukan cara untuk berhubungan dengan masyarakat,
mempelajari dan bekerja sama dengan masyarakat.
2. Tahap pengorganisasian. Dengan persiapan pembentukan kelompok kerja
kesehatan untuk menumbuhkan kepedulian terhadap kesehatan dalam
masyarakat.
3. Tahap Pendidikan dan latihan.
Kegiatan pertemuan teratur dengan kelompok masyarakat
melakukan pengkajian
membuat program berdasarkan masalah atau diagnosis keperawatan
melatih kader
keperawatan langsung terhadap individu, keluarga, dan masyarakat
4. Tahap Formasi Kepemimpinan. Pada tahap ini peserta diberi dukungan,
latihan, dan mengembangkan keterampilan kepemimpinan yang meliputi
perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengawasan terhadap
kegiatan pemeliharaan kesehatan.
5. Tahap koordinasi intersektoral. Kerja sama dengan sektor terkait dalam
upaya memandirikan masyarakat.

22

6. Tahap akhir. Dengan melakukan supervisi atau kunjungan bertahap untuk


mengevaluasi serta memberi umpan balik untuk perbaikan kegiatan
kelompok kerja kesehatan lebih lanjut.
Contoh Format :
PERENCANAAN KEPERAWATAN KOMUNITAS
Diagnosis
Keperawatan

Tujuan
Jangka
Jangka
Panjang

Intervensi

Tanggal

Tempat

/Waktu

Pendek

Penanggung

Sasaran

Evaluasi
Kriteria
Standar

Jawab

Untuk lebih singkatnya perencanaan kegiatan dapat diperoleh dengan


tahapan sebagai berikut :
1. Pendidikan kesehatan tentang gangguan nutrisi
2. Demonstrasi pengolahan dan pemilihan makanan yang baik
3. Melakukan deteksi dini tanda-tanda gangguan kurang gizi melalui
pemeriksaan fisik dan laboratorium
4. Bekerjasama dengan aparat pemerintah daerah untuk mengamankan
lingkungan atau komunitas bila stresor dari lingkungan.
5. Rujukan ke rumah sakit bila diperlukan.
4) Implementasi
Perawat bertanggung jawab untuk melaksanakan tindakan yang telah
direncanakan yang meliputi :
1. Bantuan untuk mengatasi masalah kurang nutrisi, mempertahankan
kondisi seimbang atau sehat, dan meningkatkan kesehatan.

23

2. Mendidik komunitas tentang perilaku sehat untuk mencegah kurang gizi.


3. Sebagai advokat komunitas (pendamping, pendukung, inovator, fasilitator
dll) untuk sekaligus memfasilitasi terpenuhnya kebutuhan komunitas.
Pelaksanaan kegiatan komunitas berfokus pada tiga tingkat pencegahan
(Anderson dan Mcfarlen, 1985) yaitu;
a. Pencegahan Primer
Pencegahan primer adalah pencegahan sebelum sakit atau disfungsi dan
diaplikasikan ke populasi sehat pada umumnya, mencakup pada kegiatan
kesehatan secara umum dan perlindungan khusus terhadap suatu penyakit.
Misalnya, kegiatan penyuluhan gizi, imunisasi, stimulasi dan bimbingan
dini dalam kesehatan keluarga.
b. Pencegahan Sekunder
Pencegahan sekunder adalah kegiatan yang dilakukan pada saat terjadinya
perubahan derajat kesehatan masyarakat dan ditemukannya masalah
kesehatan. Pencegahan sekunder ini menekankan pada diagnosa dini dan
inervensi yang tepat untuk menghambat proses penyakit atau kelainan
sehingga memperpendek waktu sakit dan tingkat keparahan. Misalnya
mengkaji dan memberi intervensi segera terhadap tumbuh kembang anak
usia bayi sampai balita.
c. Pencegahan Tersier
Pencegahan tersier adalah kegiatan yang menekankan pada pengembalian
individu pada tingkat fungsinya secara optimal dari ketidakmampuan
keluarga. Pencegahan ini dimulai ketika terjadinya kecacatan atau
ketidakmampuan yang menetap bertujuan untuk mengembalikan ke fungsi
semula dan menghambat proses penyakit.
Prinsip yang umum digunakan dalam pelaksanaan atau implementasi pada
keperawatan komunitas adalah:
1. Inovative
Perawat kesehatan masyarakat harus mempunyai wawasan luas dan
mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan
tehnologi (IPTEK) dan berdasar pada iman dan taqwa (Mubarak, 2009).
2. Integrated

24

Perawat kesehatan masyarakat harus mampu bekerjasama dengan sesama


profesi, tim kesehatan lain, individu, keluarga, kelompok dan masyarakat
berdasarkan azas kemitraan (Mubarak, 2009).
3. Rasional
Perawat kesehatan masyarakat dalam melakukan asuhan keperawatan
harus menggunakan pengetahuan secara rasional demi tercapainya rencana
program yang telah disusun (Mubarak, 2009).
4. Mampu dan mandiri
Perawat kesehatan masyarakat diharapkan mempunyai kemampuan dan
kemandirian dalam melaksanakan asuhan keperawatan serta kompeten
(Mubarak, 2009).
5. Ugem
Perawat

kesehatan

masyarakat

harus

yakin

dan

percaya

atas

kemampuannya dan bertindak dengan sikap optimis bahwa asuhan


keperawatan yang diberikan akan tercapai. Dalam melaksanakan
implementasi yang menjadi fokus adalah : program kesehatan komunitas
dengan strategi : komuniti organisasi dan partnership in community
(model for nursing partnership) (Mubarak, 2009).
5) Evaluasi
Evaluasi merupakan penilaian terhadap program yang telah dilaksanakan
dibandingkan dengan tujuan semula dan dijadikan dasar untuk memodifikasi
rencana berikutnya. Evaluasi dapat berupa evaluasi struktur, proses, dan hasil.
Evaluasi struktur merupakan proses mendapatkan dan menggunakan informasi
sebagai dasar proses pengambilan keputusan, dengan cara meningkatkan
pelayanan kesehatan. Evaluasi proses difokuskan pada urutan kegiatan yang
dilakukan untuk mendapatkan hasil. Evaluasi hasil dapat diukur melalui
perubahan pengetahuan (knowledge), sikap (attitude), dan perubahan prilaku
masyarakat.
Evaluasi terdiri atas evaluasi formatif, menghasilkan informasi untuk umpan
balik selama program berlangsung. Sementara itu, evaluasi sumatif dilakukan
setelah program selesai dan mendapatkan informasi tentang efektivitas
pengambilan keputusan. Pengukuran efektivitas program dapat dilakukan dengan

25

cara mengevaluasi kesuksesan dalam pelaksanaan program. Sedangkan fokus


dari evaluasi pelakasanaan askep komunitas adalah :

Relevansi atau hubungan antara kenyataan yang ada dengan target


pelaksanaan.

Perkembangan atau kemajuan proses ; kesesuaian dengan perencanaan,


peran staf atau pelaksana tindakan, fasilitas dan jumlah peserta.

Efisiensi biaya. Bagaimanakah pencarian sumber dana dan penggunaannya


serta keuntungan program.

Efektivitas kerja. Apakah tujuan tercapai dan apakah klien atau masyarakat
puas terhadap tindakan yang dilaksanakan.

Dampak. Apakah status kesehatan meningkat setelah dilaksanakan


tindakan, apa perubahan yang terjadi dalam 6 bulan atau 1 tahun.

Contoh Format Evaluasi :


FORMAT CATATAN KEPERAWATAN KOMUNITAS
No

Tanggal

Diagnosis Keperawatan

Pelaksanaan

Evaluasi

26

27

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Proses keperawatan komunitas adalah metode asuhan keperawatan yang
bersifat ilmiah, sistematis, dinamis, kontinyu dan berkesinambungan
dalam

rangka memecahkan masalah kesehatan dari klien, keluarga,

kelompok atau masyarakat yang langkah langkahnya dimulai dari


pengkajian, diagnosis keperawatan, perencanaan tindakan keperawatan,
pelaksanaan dan evaluasi tindakan keperawatan. Pengkajian adalah upaya
pengumpulan data secara lengkap dan sistematis terhadap masyarakat untuk
dikaji dan dianalisis sehingga masalah kesehatan yang dihadapi oleh
masyarakat baik individu, keluarga atau kelompok yang menyangkut
permasalahan

pada fisiologis,

psikologis,

sosial

ekonomi,

maupun

spiritual dapat ditentukan.


Diagnosa keperawatan menurut Muecke (1995) terdiri dari masalah
kesehatan, karakteristik populasi dan lingkungan yang dapat bersifat aktual,
ancaman dan potensial. Perencanaan merupakan tindakan pencegahan primer,
sekunder, tersier yang cocok dengan kondisi klien & keluarga, masyarakat
yang sesuai dengan diagnosa yang telah ditetapkan. Setelah dilakukan
perencanaan maka dilakukan implementasi yang berfokus pada pencegahan
primer, tersier dan sekunder sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan.
Evaluasi merupakan penilaian terhadap program yang telah dilaksanakan
dibandingkan dengan tujuan semula dan dijadikan dasar untuk memodifikasi
rencana berikutnya
3.2 Saran
Sebagai penyusun makalah ini, kami menyarankan kepada para pembaca
khususnya kepada para perawat agar lebih mendalami materi yang telah
dipaparkan dalam makalah ini agar dapat berguna dalam kehidupan sehari-hari
maupun saat berada di lapangan sehingga dapat menerapkan proses
keperawatan secara sistematis.

28

DAFTAR PUSTAKA

Anderson, Elizabeth T, dkk. 2006. Buku Ajar Keperawatan Komunitas Teori dan
Praktik, edisi 3. Jakarta : EGC
Efendi, Ferry. 2009. Keperawatan kesehatan Komunitas : Teori dan Praktik
dalam Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika
Henny, Achjar Komang Ayu . 2011 . Asuhan Keperawatan Komunitas : Teori dan
praktek . Jakarta : EGC
Mubarak, Wahit Iqbal, dkk. 2009. Ilmu Keperawatan Komunitas Konsep dan
Aplikasi. Jakarta : Salemba Medika
Mubarak, Wahit Iqbal, dkk. 2006. Ilmu Keperawatan Komunitas 2 Teori. Jakarta :
Sagung Seto
Nurhayanti. 2011. Konsep Dasar Asuhan Keperawatan Komunitas. Available
(Online):http://www.academia.edu/9403415/KONSEP_DASAR_ASUHA
N_KEPERAWATAN_KOMUNITAS (Diakses pada Senin, 14 Maret 2016)