Anda di halaman 1dari 7

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Dewasa ini banyak tumbuhan liar maupun yang dipelihara memiliki khasiat
sebagai obat. Hal tersebut termasuk dalam produk alami. Produk alami adalah senyawa
kimia atau zat yang diproduksi dari organisme hidup. Dapat ditemukan di alam dan
biasanya memiliki aktivitas biologi dan terkadang farmakologi untuk digunakan
pada penemuan obat farmasi dan desain obat. Salah satunya adalah tanaman yang
berkhasiat sebagai obat antirematik dan antiflogistik yaitu seperti Sage (Salvia
officinalis).
Dalam makalah ini kami akan lebih membahas tentang Salvia Folium atau lebih
dikenal dengan Daun Sage. Sage (Salvia officinalis) adalah salah satu tanaman herbal
aromatik yang masuk ke dalam keluarga Lamiaceae (Labiatae). Habitat aslinya di
wilayah Mediterania, tapi Sage bisa ditanam di mana saja, tidak ada syarat mutlak harus
dataran tinggi atau rendah. Tanaman sage Salvia officinalis, merupakan tanaman hias
berbentuk semak pendek setinggi 100 cm. Tanaman itu berdaun elips memanjang
dengan ujung runcing. Sage ini biasanya dibudidayakan untuk diambil daunnya dan
banyak digunakan untuk kulinari masakan Eropa, Inggris dan Amerika sebagai bahan
pelengkap dan penyedap masakan.1 Penjelasan lebih lengkapnya akan dijelaskan
dibawah ini.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apakah tanaman Salvia Folium ?
2. Bagaimana klasifikasi dari Salvia Folium ?
3. Kandungan apa saja yang terdapat dalam tanaman Salvia Folium ?
4. Manfaat apa saja yang terdapat dalam tanaman Salvia Folium ?
1.3 Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui tanaman Salvia Folium.
2. Untuk mengetahui klasifikasi tanaman Salvia Folium.
3. Untuk mengetahui kandungan dari tanaman Salvia Folium.
4. Untuk mengetahui manfaat tanaman Salvia Folium.
1.4 Manfaat Penulisan

Untuk dapat menambah pengetahuan pembaca mengenai tumbuhan Salvia


Folium, dapat juga mengetahui cara mengisolasi tumbuhan Salvia Folium dan manfaat
dan tumbuhan Salvia Folium.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Antirematik dan Antiflogistik


Obat antiflogistik (anti inflamasi atau anti radang) selalu memiliki sifat antipiretik
dan analgesik, yang beebeda hanyalah kadar intensitas masing- masing. Suatu obat
antiflogistik memiliki khasiat antipiretik dan analgesik lemah, tetapi obat lain memiliki
khasiat analgesik lebih kuat, tetapi khasiat antipiretik dan antiinflamasinya lemah, dan
seterusnya. Ketiga sifat obat tersebut selalu diperlukan dalam pengobatan rematik,
sehingga selalu digunakan kombinasi obat rematik dengan salah satu atau ketiganya.
2.2 Klasifikasi Salvia officinalis
Sage (Salvia officinalis) digambarkan oleh Carl Linnaeus 1753 telah tumbuh
berabad-abad di dunia merupakan salah satu tanaman herbal aromatik yang masuk ke
dalam keluarga Lamiaceae (Labiatae).1,2
Kerajaan

: Plantae

Subkingdom

: Angiospermae

Divisi

: Eudicots

Kelas

: Asteridis

Ordo

: Lamiales

Famili

: Lamiaceae

Genus

: Salvia

Spesies

: Salvia officinalis L.
GAMBAR
Gambar 1. Tanaman Salvia officinalis

Gambar 2. Tanaman Salvia officinalis

Salvia officinalis (sebutan dengan nama bijak, juga disebut taman sage, atau
sage umum) adalah abadi, cemara subshrub, dengan batang kayu, daun ke abu-abuan,
dan biru untuk bunga keunguan. Ini adalah anggota dari keluarga Lamiaceae dan asli
dari wilayah Mediterania, meskipun telah naturalisasi di banyak tempat di seluruh
dunia. Sejarah panjang penggunaan tanman ini sebagai obat dan kuliner, dan di zaman

modern sebagai tanaman hias taman. Umum namanya "bijak" juga digunakan untuk
sejumlah spesies terkait dan tidak terkait.1,2
2.3 Morfologi Salvia folium
Morfologi Sage Folium : Daun lonjong, mulai dari ukuran hingga 2,5 di (6,4 cm)
panjang 1 di (2,5 cm) lebar. Daun berwarna abu-abu-hijau, berkerut pada sisi atas, dan
hampir putih di bawahnya karena banyak rambut lembut singkat. Permukaan daun sage
bertekstur dan berbulu halus. Lembut sekali. Warna permukaan atasnya hijau,
sedangkan di bagian permukaan bawahnya berwarna hijau ke abu-abuan atau
keputihan, bentuknya oval. Sage ternyata memiliki banyak varietas dan warna. Konon
katanya bunga Sage akan berwarna sesuai dengan varietasnya: pink, ungu, merah, atau
putih. Bentuknya yang cantik dan elegan membuat Sage layak dijadikan tanaman hias
di depan rumah, bisa multi fungsi. Adapun gambaran bentuk daun Sage seperti gambar
di bawah ini :

Gambar 3. Sage Folium

Gambar 4. Sage Flos

Salvia officinalis adalah berasal dari dataran rendah semak wilayah Mediterania
dan dilaporkan mencakup lebih dari 900 spesies. Tanaman Salvia officinalis bentuk
daunnya elips memanjang dengan ujung runcing. Sage ini biasanya dibudidayakan
untuk diambil daunnya dan banyak digunakan untuk kulinari masakan Eropa, Inggris
dan Amerika sebagai bahan pelengkap dan penyedap masakan. Bunga dan tanamannya
di Eropa dan Cina dianggap sebagai simbol kesucian. Bentuk tanamannya semak dan
tidak terlalu tinggi.
Minyak esensial dari Sage Folium ditambahkan ke daging, sosis, pemuatan
unggas, ikan, sup, makanan kaleng dan produk makanan lainnya. Minyak esensial sage
melindungi pates hati dari proses oksidasi dan dapat digunakan sebagai pilihan
alternatif untuk antioksidan sintetik BHT tersebut dan digunakan dalam sosis kerbau
fermentasi kering juga.
2.4 Kandungan Kimia

Umumnya di Eropa Sage di destilasi (disuling) untuk diambil minyak


esensialnya. Sage mengandung minyak esensial (essential oil) yang bervariasi kadarnya
hingga mencapai 2,5 persen dan mengandung komponen utama berupa cineole,
borneol, dan thujone.
Daun sage mengandung asam tannic, asam oleat, asam ursonic, asam ursolat,
carnosol, asam carnosic, asam fumarat, asam klorogenat, asam caffeic, niasin,
nicotinamide, flavon, glikosida flavonoid, dan estrogenik zat.
2.5 Kegunaan Salvia officinalis
Sage adalah salah satu tanaman yang memiliki fungsi ganda, yaitu fungsi dalam
masakan dan juga fungsi dalam pengobatan, khususnya pengobatan alternatif. Dalam
sejarahnya, Sage dimanfaatkan secara optimal di benua Eropa untuk mengobati gigitan
ular, meningkatkan kesuburan wanita, diuretik, anestesi lokal untuk kulit, dan untuk
keperluan lainnya. Selain untuk kulinari, tanaman unik ini sudah berabad-abad
digunakan sebagai tonik musim semi dengan cara menyeduh daunnya menjadi teh.
Bahkan di abad pertengahan Eropa, diperkirakan Sage juga digunakan untuk
memperkuat ingatan.
Tanaman ini memiliki reputasi tinggi di seluruh Abad pertengahan dengan
banyak respon yang mengacu pada sifat nilai penyembuhan. Dioscorides, Pliniy dan
Galen merekomendasikan bahwa Salvia officinalis dapat berfungsi sebagai obat
diuretik, hemostatik, emmenagogue dan tonik. Jhon Gerards herball 1597 menyatakan
bahwa sage adalah tanaman tunggal yang baik untuk menyembuhkan nyeri kepaladan
otak, dapat memperkuat otot, restoreth kesehatan bagi pasien yang memiliki palsy.
Di Inggris, sage telah selama beberapa generasi telah terdaftar sebagai salah
satu herbal penting, bersama dengan peterseli, rosemary dan thyme (seperti dalam lagu
rakyat "Scarborough Fair"). Memiliki gurih, rasa sedikit pedas. Tampaknya dalam
banyak masakan Eropa, terutama Italia, Balkan dan masakan Timur Tengah. Dalam
masakan Italia, itu adalah bumbu penting untuk Saltimbocca dan hidangan lainnya,
disukai dengan ikan. Di Inggris dan Amerika memasak, itu secara tradisional disajikan
sebagai bijak dan bawang isian, iringan untuk panggang kalkun atau ayam saat Natal
atau Hari Thanksgiving. Hidangan lainnya termasuk daging babi casserole, keju Sage
Derby dan Lincolnshire sosis. Meskipun penggunaan umum dari ramuan tradisional
dan tersedia dalam masakan Perancis, sage pernah ditemukan nikmat sana.

Di bidang nutrisi unggas komersial tanaman salvia officinalis yang telah umum
digunakan sebagai imbuhan pakan baik secara tunggal maupun kombinasi. Hernandez
et al. (2004) melaporkan bahwa ekstrak dari sage, timi, rosemary, serta campuran dari
carvacrol, cinnamaldehyde dan capsaicin mampu meningkatkan kecernaan pakan pada
broiler. Hasil penelitian ini dikaitkan dengan kemampuan fitobiotik meningkatkan
palatabilitas pakan dan menstimulasi proses pencernaan.1,2,3

Daftar Pustaka
1. Anonim.

2015.

Salvia

officinalis.

Dikutip

https://translate.google.co.id/translate?
hl=id&sl=en&u=https://en.wikipedia.org/wiki/Salvia_officinalis&prev=search
pada tanggal 09/01/2016 pukul 22:06 WIB.

dari

2. Porte, dkk. 2013. Chemical composition of sage (Salvia officinalis L.) essential oil
from the Rio de Janeiro State (Brazil). Universidade Federal do Estado do Rio de
Janeiro (UNIRIO).
3. Harlystiarini. 2010. Fitobiotik Sebagai Alternatif Antibiotik
Growth Promoters pada Unggas. Institut Pertanian Bogor.

Anda mungkin juga menyukai