Anda di halaman 1dari 4

D.

HAL-HAL YANG MAKRUH DALAM SHALAT

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.

Meninggalkan salah satu sunnah yang tersebut di atas


Menggaruk-garuk baju atau anggota badan tanpa ada udzur
Melihat ke atas seperti yang diriwayatkan imam Al BukhariMemakai atau menghadap sesuatu yang mengganggu konsentrasi shalat seperti yang diriwayatkan oleh
imam Al BukhariyShalat di tempat sampah, tempat pemotongan hewan, kuburan, jalanan, kamar mandi, peristirahatan onta,
di atas kabah (HR Muslim)
Memakai baju yang terbuka leher; menggulung lengan baju panjang; shalat dengan pakaian kerja padahal
ada pakaian lain. Karena hal ini meninggalkan adab.
Takhashshur meletakkan tangan di pinggang- para ulama memakruhkannya kecuali imam Ibnu MajahMenggunakan lengan tangan untuk tumpua ketika sujud -makruh menurut jamaah ulamaAsh Shaqd (berdiri dengan merapatkan kedua kaki; ash shaqn- berdiri dengan satu kaki
Membaca surah (setelah Al fatihah) di rakaat kedua, sebelum surat di rakaat pertama (dalam urutan
mushaf0
Sujud di atas tutup kepala yang menghalangi dahi dan tanah (tempat sujud)1, mengusap bekas sujud
selama dalam shalat diriwayatkan oleh Ibnu Majah
Miring ketika shalat, karena menyerupai Yahudi (riwayat Al Bukhari); menguap (riwayat imam Muslim
dan At Tirmidzi), disunnahkan menutup dengan tangan ketika shalat atau di luar shalat
Shalat dengan menahan hadats,2 atau berhadapan dengan makanan (riwayat imam Muslim dan Abu
Daud); atau ketika sangat mengantuk (riwayat Al Jamaah)
Memanjangkan kain sampai ke tanah; menutup mulut (riwayat lima imam dan Al Hakim)

E. HAL-HAL YANG MUBAH (DIPERBOLEHKAN) DALAM SHALAT

1.

Menangis, merintih, seperti dalam firman Allah:











Apabila dibacakan ayat-ayat Allah yang Maha Pemurah kepada mereka, Maka
mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis. QS. Maryam: 58
Diriwayatkan pula bahwa Rasulullah saw menangis ketika shalat, Abu Bakar juga
menangis salam shalatnya. Diriwayatkan pula bahwa Umar ra shalat shubuh dan
membaca surah Yusuf, sehingga sampai pada ayat:

Ya'qub menjawab: "Sesungguhnya hanyalah kepada Allah Aku mengadukan


kesusahan dan kesedihanku, QS. Yusuf: 86
terdengar suara tangisnya.
Menurut madzhab Syafiy, jika dalam tangisnya itu ada terdengar satu atau dua
huruf yang tidak difahami maka batal shalatnya.

2.

Menoleh dengan wajah ketika diperlukan saja. Sebab jika tidak ada kebutuhan yang mendesak masuk
dalam kategori,




3.

celingukan karena godaan syetan. Dan jika memalingkan dadanya dari arah kiblat, maka batal shalatnya.
Membunuh hewan yang membahayakan, karena hadits Nabi:





.
1 Batal menurut madzhab Syafii
2 Kencing dan buang air besar
_______________________________________
Fiqih Shalat 02

4.
5.
6.

7.
8.
9.

Bunuhlah dua hewan hitam dalam shalat, ular dan kala jengking.
Berjalan sedikit karena ada kebutuhan tanpa merubah posisi dari arah kiblat. Rasulullan saw pernah
melakukannya sebagaimana riwayat imam Ahmad, Abu Daud, At Tirmidziy dan An Nasaiy, dari Aisyah
ra, dengan syarat kurang dari tiga langkah pindah, atau tiga gerakan.
Membawa anak kecil dengan digendong sambil shalat. Hal ini diriwayatkan oleh imam Ahmad, An
Nasaiy, Al Hakim dan Muslim dari Rasulullah saw
Mengingatkan Al Fatihah imam jika kelupaan, atau salah dalam membaca. Abu Daud meriwayatkan
kebolehannya. Bertahmid bagi orang yang bersin, Rasulullah saw pernah memperbolehkannya kepad
Rifaah seperti diriwayatkan oleh Al Bukhari, An Nasaiy dan At Tirmidziy. Demikian juga
diperbolehkan tasbih bagi laki-laki dan tepuk tangan bagi wanita untuk mengingatkan. Sseperti
diriwayatkan oleh imam Ahmad, Abu Daud, dan An Nasaiy.
Sujud di atas sorban atau pakaian yang dikenakan karena kondisi tertentu (seperti sangat panas).
Rasulullah saw pernah melakukannya seperti yang diriwayatkan oleh imam Ahmad dengan sanad yang
sahih.
Membaca Al Quran dengan memegang mushaf. Seperti yang diriwayatkan oleh imam Malik. Hal ini
menjadi madzhab imam Syafiiy
Menghentikan shalat karena untuk membunuh binatang yang membahayakan, atau mengembalikan
hewan (kendaraan) yang kabur, atau takut kehilangan barang, atau menahan buang air besar dan kecil,
atau karena panggilan salah satu orang tua jika khawatir bahaya. Bahkan wajib menghentikan shalat
untuk menolong orang yang dalam bahaya, atau karena akan terjadi bahaya besar pada seseorang, atau
kebakaran.

F. HAL-HAL YANG MEMBATALKAN SHALAT

1.

Meninggalkan salah satu syarat shalat, atau rukunnya. Seperti sabda Rasulullah saw kepada orang arabiy
(badui) yang tidak bagus shalatnya:

2.
3.

Kembalilah shalat karena kamu belum shalat. HR Asy Syaikhani. Diantaranya adalah terbuka aurat,
berubah arah kiblat, berhadats saat shalat.
Makan minum dengan sengaja meskipun sedikit. Sedang jika terjadi karena lupa, atau tidak tahu, atau
ada selilit di antara gigi yang ditelan, maka itu tidak membatalkan menurut madzhab Syafiiy dan
Hanbali.
Sengaja berbicara di laur bacaan shalat. Sedang jika dilakukan karena tidak tahu hukumnya, atau lupa
maka tidak membatalkan shalat, seperti dalam hadits Muawiyah bin Al Hakam As Salamiy, yang
berbicara ketika shalat karena tidak tahu hukumnya, dan Rasulullah tidak menyuruhnya mengulang
shalat, tetapi mengatakan kepadanya:

:




4.
5.
6.
7.
8.
G.

Sesungguhnya shalat ini tidak baik untuk bicara dengan sesama manusia, sesungguhnya ia adalah tasbih,
takbir, dan membaca Al Quran. HR Ahmad, Muslim, Abu Daud dan An Nasaiy
Banyak bergerak dengan sengaja atau lupa di luar gerakan shalat. Tetapi jika terpaksa seperti menolang
orang dalam bahaya, menyelamatkan orang yang hendak tenggelam, ia wajib menghentikan shalatnya.
Tertawa dan terbahak-bahak keduanya membatalkan shalat. Tertawa adalah yang terdengar orang yang
melakukan itu saja, sedang terbahak-bahak adalah yang terdengar orang lain. Sedang tersenyum tidak
membatalkan.
Salah baca yang merubah makna dengan perubahan yang keji, atau kalimat kufur.
Makmum yang ketinggalan dua rukun filiyah dengan sengaja tanpa sebab, atau mendahuluinya dengan
dua rukun filiyah menurut madzhab Syafiiy meskipun ada sebab. Seperti jika imam membaca dengan
cepat sehingga makmum di belakangnya ketinggalan asal tidak lebih dari tiga rukun dimaksud.
Mengingatkan bacaan bukan imamnya. Atau imam membetulkan bacaan orang yang tidak ikut shalat
bersamanya menurut madzhab Hanafi.
KAIFIYAH SHALAT (BAGAIMANA ANDA SHALAT)

_______________________________________
Fiqih Shalat 02

Rasulullah saw bersabda:


Shalatlah kamu sebagaimana aku shalat. Hadits Muttafaq alaih. Dan berikut ini akan kamu sebutkan amaliyah
shalat secara berurutan dari pertama sampai terakhir, dengan disertai statusnya (fardhu) atau (sunnah) sesuai
dengan pilihan pada fashal-fashal sebelumnya.
Setelah yakin waktu shalat sudah masuk, telah bersuci, menutup aurat, menghadap kiblat, kemudian melakukan
hal-hal berikut ini :
1. Niat shalat yang hendak ditunaikan (fardhu)
2. Mengangkat kedua tangan sehingga ibu jari setinggi telinga atau bahu, telapak tangan menghadap kiblat
(sunnah) kemudian bertakbiratul ihram, yang lafadlnya ALLAHU AKBAR (fardhu)
3. Masih beridri (fardhu) tegak menghadapkan wajhanya ke arah sujud, meletakkan tangan kanan di atas tangan
kiri di atas pusar, membuka kedua kakinya kira-kira empat jari (sunnah)
4. Membaca doa iftitah, dengan salah satu lafadh yang ada (sunnah)
5. Membaca istiadzah dengan sirriyah (suara pelan), mengeraskan atau membaca pelan basmalah sebelum Al
Fatihah di setiap rakaat. (sunnah)
6. Membaca surah Al Fatihah setiap rakaat shalat fardhu atau shalat sunnah (fardhu) jika sebagai imam atau
shalat sendirian. Sedang jika sebagai makmum, maka membaca Al Fatihah ketika imam membacanya
siririyah (pelan) dan mendengarkan bacaan imam ketika membacanya jahriyah.
7. Membaca satu surah atau ayat dari Al Quran setelah membaca Al Fatihah pada dua rakaat pertama setiap
shaat (sunnah)
8. Bertakbir (sunnah) lalau ruku (fardhu) dengan mengangkat kedua tangan (sunnah) bertasbih (sunnah)
thumaninah ketika ruku (fardhu)
9. Bangun ruku dan berdiri tegak (fardhu) dan memabaca :
(


) dengan mengangkat kedua tangan (sunnah)
10. Bertakbir (sunnah) turun untuk bersujud (fardhu) dengan memperhatikan sunnah cara bersujud,
memperbanyak dzikir (sunnah)
11. Bertakbir (sunnah) mengangkat kepala dan duduk (fardhu) dengan memperhatikan sunnah, lalu bertakbir
(sunnah) dan sujud lagi (fardhu), bertakbir (sunnah) dan bangun dari sujud dengan mengangkat kedua tangan
sebelum kedua kaki (sunnah) untuk meneruskan rakaat kedua.
12. Pada rakaat kedua melakukan apa yang sudah di lakukan pada rakaat pertama, sesudah itu duduk untuk
tasyahhud awal, dan bershalawat atas Nabi Muhammad saw (sunnah)
13. Pada rakaat ketiga dan keempat, cukup dengan membaca surah Al Fatihah dengan sirriyah, meskipun dalam
shalat jahriyah. Kemudian duduk tasyahhud akhir (fardhu) bershalawat atas Rasulullah saw (sunnah), berdoa
sebelum salam dengan doa matsur yang disukai.
14. Salam ke sisi kanan (fardhu) lalu ke kiri (sunnah), memperbanyak dzikir matzur sesudah salam (sunnah).



:


: : .

Abu Hurairah ra meriwayatkan: Ada seseorang masuk masjid lalu ia shalat, kemudian datanga menemui Nabi
Muhammad saw, memberi salam, dan Nabi menjawab salamnya, dan bersabda: Kembalilah shalat karena
kamu belum shalat lalu ia mengulanginya sampai tiga kali. Abu Hurairah berkata: Orang itu mengatakan:
Demi Tuhan yang telah mengutusmu dengan benar. Saya tidak bisa shalat yang lebih baik lagi, maka ajarilah
_______________________________________
Fiqih Shalat 02

aku. Nabi bersabda: Jika kamu berdiri shalat maka bertakbirlah, kemudian bacalah Al Quran yang paling
mudah bagimu, kemudian rukulah sehingga thumaninah ruku, kemudian bangunlah sehingga berdiri tegak,
kemudian sujudlah sehingga tumaninah sujud, kemudian bangunlah sehingga tumaninah duduk, kemudian
sujudlah sehingga tumaninah sujud, kemudian lakukan itu dalam seluruh shalatmu. HR Asy Syaikhani

_______________________________________
Fiqih Shalat 02