Anda di halaman 1dari 4

TUGAS MATA KULIAH

PENANGAN LIMBAH

Oleh :
Nama
NRP
Dosen

: NAZIR SIDDIQ
: 113020080
: YUSEP IKRAWAN

JURUSAN TEKNOLOGI PANGAN


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS PASUNDAN
BANDUNG
2013
Proses Pengolahan Limbah Cair
Pengolahan limbah bertujuan mempercepat proses alami pada suatu unit pengolah
limbah sehingga kondisi dapat terkontrol. Proses ini brfungsi untuk mengurangi atau

menghilangkan bahan-bahan polutan dalam limbah. Sesuai dengan karakteristiknya,


pengolahan limbah dapat diklasifikasikan sebagai pengolahan secara fisik, kimia dan biologi,
sedangkan unit pengolahannya juga dikelompokan sebagai unit pengolahan fisika, kimia dan
biologi. Pada umumnya limbah mempunyai karakteristik yang merupakan gabungan antara
ketiga karakteristik tersebut, sehingga pengolahannya juga melibatkan gabungan antara caracara pengolahan fisika, kimia dan biologi.
Ditinjau dari tingkatannya, pengolahan limbah dapat dikelompokan menjadi primer,
sekunder dan tersier.
1. Pengolahan primer (Primary Treatment) ditujukan untuk menghilangkan bahan bahan
yang tampak, yang umumnya termasuk karakteristik fisika. Tahap ini juga diperlukan
sebagai tahap persiapan untuk menuju pada pengolahan tahap berikutnya. Unit pengolah
limbah secara fisika, misalnya screaning, grift, removal, sedimentasi, pemisah minyak/lemak.
2. Pengolahan sekunder (Secondary treatment) pada umumnya ditujukan untuk
menghilangkan bahan bahan organik terlarut. Unit pengolah limbah yang dipakai pada tahap
ini adalah yang berdasarkan proses biologi, misalnya kolam lumpur aktif (Activated sludge),
trickling filter, kolam oksidasi (Oxidation pond).
3. Pengolahan tersier (Tertiary / Advanced Treatment) ditujukan untuk menghilangkan bahan
yang sifatnya spesifik untuk limbah tertentu. Unit pengolah yang dipakai pada tahap ini
bekerja secara fisika, kimia, dan biologi, misalnya ion exchange, desinfeksi (klorinasi) reverse
osmosis, dan nitrifikasi.
Pada kenyataannya pengolahan limbah tidak selalu melibatkan ketiga tahapan proses
tersebut, keadaan mana akan tergantung pada beberapa hal seperti karakteristik limbah, sifat
akhir kualitas effluent (sesuai dengan baku mutu yang ditetapkan), sistem pembuangan akhir
(tanah, sungai dan lain lain), pemanfaatan kembali.
Beberapa unit fisika dan fungsinya dalam pengolahan limbah yang biasa
dipergunakan, dapat dilihat sebagai berikut :
1
2

Screening
Communication

3
4

Ekualisasi
Pencampuran

Memisahkan kotoran / padatan dengan ukuran besar


Pemecahan padatan berukuran besar untuk mendapatkan ukuran yang
uniform.

Ekualisasi aliran dan beban BOD


Pencampuran bahan bahan kimia dan gas gas dengan limbah,
mempertahankan padatan selalu dalam bentuk suspensi.
5 Flokulasi
Pembentukan gumpalan padatan (dengan menambahkan bahan kimia )
sehingga padatan mudah dipisahkan
6 Sedimentasi
Pemisahan padatan yang dapat terendapkan dan memperketat sludge
7 Flotasi
Pemisahan padatan yang berukuran sangat kecil dan memperketat
biological sludge
8 Filtrasi
Pemisahan padatan yang berukuran kecil setelah proses biologi atau
kimia
9 Microscreening Sama seperti filtrasi, untuk bahan yang ukurannya lebih kecil.
(Sumber : Syamsiah.S, 1995)
Kegiatan di atas dalam prakteknya tidak semua dipergunakan karena disesuaikan
dengan kebutuhannya. Secara garis besar, kerja alat dapat dijelaskan sebagai berikut.

a) Screening dapat berupa paraller bars, wire mesh atau perforated plates. Lubang dapat
berbentuk bundar atau persegi dengan ukuran yang bervariasi. Screening dapat
dioperasikan secara manual maupun mekanis.
b) Ekualisasi digunakan untuk menghindari terjadinya masalah masalah operasi pada
downstream karena adanya variasi / fluktuasi aliran. Hal ini pada umumnya dilakukan
dengan menampung limbah dalam suatu bak ekualisasi sebelum dimasukan ke unit
pengolah limbah selanjutnya.
c) Sedimentasi adalah pemisahan partikel-partikel yang lebih berat dari air, dengan prinsip
gravitasi. Sedimentasi merupakan satu unit yang banyak dipakai pada pengolahan limbah
cair. Tujuan utama dari penggunaan unit ini adalah untuk menghasilkan cairan clarified dan
juga mendapatkan konsentrasi padatan yang mudah dikelola.
d) Flotasi digunakan untuk memisahkan partikel padatan /cairan dari fase cairan. Pemisahan
dilakukan dengan cara mengalirkan gas (udara) ke dalam cairan. Gelembung gelembung
gas akan berikatan dengan partikel yang ingin dipisahkan sehingga naik ke permukaan
cairan. Partikel yang terkumpul dalam dipermukaan kemudian dapat dengan mudah
dipisahkan. Prinsip ini dapat dipakai untuk partikel yang mempunyai densitas lebih tinggi
maupun lebih rendah dari pada densitas air.
e) Bak Septik pada dasarnya kerja bak septik sama dengan prinsip kerja sedimentasi.
Perbedaannya adalah bahwa pada bak septik, selain proses fisika terjadi juga proses
biologi secara an-aerob.
Dampak Limbah Industri dari Industri Pangan Industri pangan dengan berbagai
tingkatan usaha yang akrab dengan kehidupan sehari-hari, termasuk salah satu sumber
penghasil limbah industri. Beberapa industri pangan yang memberi andil terhadap
pencemaran lingkungan di antaranya adalah industri tahu dan tempe, beberapa jenis
pengolahan hasil laut dan industri tapioka. Limbah dari industri pangan bisa dihasilkan baik
ketika proses pencucian maupun pada saat dalam pengolahan. Limbah industri yang
dihasilkan dari kegiatan industri pangan ini misalnya saja bisa berupa sejumlah jenis garam,
mineral, karbohidrat, lemak, dan beberapa jenis protein. Bila penanganan limbah industri
pangan ini tidak dikelola secara baik dan benar, salah satunya bisa menimbulkan pencemaran
berat terhadap air dan udara.
Hal yang paling terasa dari pencemaran yang ditimbulkan industri pangan adalah
pencemaran udara dengan bau yang menyengat. Lebih berbahaya lagi bila industri pangan
tadi dalam proses produksinya menggunakan bantuan zat kimia sehingga menghasilkan sisa
buangan yang mengandung alkohol, insektisida bahkan energi panas. Bisa dibayangkan bila
limbah industri pangan tersebut dibuang langsung ke sungai atau sumber air lainnya, hal
tersebut akan mengganggu keseimbangan ekosistem air. Ikan dan biota air dapat merasakan
langsung dampaknya berupa kematian.
Jenis-jenis
proses
penetralisiran
limbah
adalah
sebagai
berikut
:
Proses dengan Trickling Filter. Sesudah dilakukan proses fisika kimia, limbah akan diolah
dengan menggunakan proses biologis yaitu proses yang menggunakan saringan testes dengan
melakukan sistem pengikatan zat pencemar pada kondisi aerobik. Apabila masih ada bahan
yang belum disaring, maka akan dilanjukan pada tahap pengendapan yang dilengkapi dengan
proses
netralisir.
Proses dengan Lumpur Aktif. Perbedaan proses ini dengan proses trickling filter adalah
lumpur aktif yang mengandung bakteri tertentu. Agar limbah bisa menyatu dengan lumpur
aktif, dilakukan aerasi dengan menggunakan oksigen untuk menguraikan zat-zat organik

menjadi
bentuk
yang
lebih
sederhana
yaitu
karbondioksida
dan
air.
Proses dengan Sistem Aerasi. Pada sistem aerasi disediakan alat Aerator untuk mensuplai
udara. Semakin besar dan banyak jumlah udara yang diperlukan, maka semakin besar ukuran
aerator. Kolam aerasi memiliki fungsi sebagai reaktor untuk melakukan pencampuran air
limbah dengan udara yang disediakan dari aerator. Dalam proses ini diperlukan kolam
pengendapan, agar lumpur bisa mengendap dan terurai menjadi karbondioksida dan air.
Sistem Fisika Kimia Biologi dengan Kolam Oksidasi. Proses ini hampir sama dengan proses
fisika kimia. Hanya saja pada kolam oksidasi terdapat proses biologi dengan memanfaatkan
mikroba dalam air agar bahan-bahan organik dalam limbah hancur. Proses kolam oksidasi
berjalan secara alami, yaitu berlangsung pada waktu sinar matahari dapat memasuki dasar
kolam.
Peranan
Kesadaran
Manusia
dalam
Pengolahan
Limbah
Industri
Mencari berbagai jalan keluar untuk mengolah limbah yang dihasilkan dari proses industri
memang tidak mudah. Apalagi jika yang dihadapi oleh masyarakat adalah pengelola yang
sangat individu dan sama sekali tidak memiliki empati yang baik terhadap kehidupan
masyarakat sekelilingnya.
http://hartonookey.wordpress.com/2013/01/19/limbah-industri-ancaman-serius-bagikelangsungan-makhluk-hidup/
http://helpingpeopleideas.com/publichealth/index.php/2012/01/seri-pengolahan-limbah-cair/