Anda di halaman 1dari 78

Deskripsi MK: Pembahasan tentang permasalahan

pangan dan gizi ditinjau dari sudut


ekonomi luas

Tujuan Kurikuler:
Pada akhir pendidikan mata kuliah ini, peserta
didik mampu memahami fenomena ekonomi
yang berkaitan dengan permasalahan pangan
dan gizi

Pertemuan: I

Pengantar Ilmu Ekonomi Pangan dan Gizi


berikut Permasalahannya

Pengantar Ilmu Ekonomi Pangan


Ilmu Ekonomi:
Cabang ilmu sosial yang menaruh perhatian pada masalah
bagaimana seharusnya memanfaatkan sumberdaya yang
terbatas jumlahnya untuk memuaskan kebutuhan manusia
yang beraneka ragam (Sudarman, A, 1996)
Ilmu tentang usaha-usaha manusia dalam memenuhi
kebutuhannya dengan alat-alat pemuas kebutuhan yang
langka adanya (Suparmoko, 1990).
.. Singkatnya ilmu ekonomi (ekonomika) dapat
diartikan sebagai ilmu tentang memilih

Ilmu ekonomi pangan dan gizi


Bagian dari ilmu ekonomi umum yang mempelajari
fenomena-fenomena dan persoalan-persoalan yang
berhubungan dengan pangan dan gizi
Sistem Pangan dan Gizi
Sistem pangan dan Gizi : suatu rangkaian masukan,
proses, dan keluaran sejak pangan masih dalam tahap
produksi (berupa bahan baku primer maupun olahan)
sampai dengan tahap akhir, yaitu pemanfaatannya
dalam tubuh manusia yang diwujudkan oleh status gizi.
Dalam sistem ini terdapat serangkaian komponen atau
subsistem yaitu produksi,ketersediaan pangan, distribusi,
konsumsi, dan gizi

Sistem pangan
Subsistem

Sub-sub
Sistem

Produksi

- Menghasilkan
- dinamika
industri
dan penanganan
pasca
panen

Sistem gizi

Ketersediaan

- Cadangan
- Impor
- Ekspor

Distribusi

- Akses fisik
dan eko.
- Stabilitas
harga

Gambar: Sistem Pangan dan Gizi

Konsumsi

Status gizi

- Keragaman - Gejala2
- Keamanan gizi/kesh
- Jumlah
- Gizi - /+
- Mutu gizi
- Individu
- Keluarga
- Masy.

Permasalahan Pangan & Gizi

Masalah pangan dan gizi melibatkan berbagai bidang


dan sektor
Masalah pangan mulai timbul pada tingkat produksi
sampai tingkat penyediaan
Masalah pangan dan gizi berkaitan dengan pendapatan
dan kesempatakan kerja anggota masyarakat
Masalah pangan dan gizi berkaitan dengan pendidikan
dan pengetahuan
Masalah pangan dan gizi berkaitan dengan pengolahan
Masalah pangan dan gizi berkaitan dengan lingkungan

Pertemuan: II
Konsep Ekonomi dan Penerapannya dalam
Bidang Pangan dan Gizi

Hukum Permintaan dan Penawaran

Hukum pemintaan: apabila harga suatu barang naik,


maka jml barang yg diminta akan turun, cateris paribus
(apabila hal-hal lain tetap, seperti tkt pendapatan kons.,
harga barang lainnya, jml pdd, pengeluaran advertensi,
rancang bangun,dsb )
Hukum permintaan membentuk kurva permintaan, yang
menghubungkan variabel harga barang dan jumlah
barang yang diminta dengan menganggap variabel2
lainnya tetap
Fungsi permintaan: menunjukkan hubungan antara
variabel tdk bebas dgn semua macam variabel bebas
yang dapat mempengaruhi besarnya variabel tdk bebas
QA = f (PA, PB-Z, I, T, A, N)

Gb. 1.a

Gb. 1.b

Po

P1

D
0

Qo

Q1

D
Q

Kurva Permintaan: Menunjukkan hubungan antara tingkat harga


dan jumlah barang yang diminta.
dimana Q = jumlah barang yang diminta
P = harga barang
A = barang A
B-Z= barang B sampai dengan barang Z
I = tingkat pendapatan
T= selera
A = pengeluaran untuk advertensi
N = jumlah penduduk

Perubahan jumlah yang diminta dan perubahan


permintaan
Perub. jml barang yg diminta menunjukkan berubahnya jml
barang yg diminta karena adanya perub. harga barang
bersangkutan (lihat gb 1.a)
Perub. permintaan: berubahnya jml barang yg diminta
sebagai akibat perub. salah satu atau lebih cateris paribus,
seperti misalnya perub. pendapatan konsumen
P
P1

D1

Gb.2. Perubahan Permintaan


0

Q1

Q2

D2
Q/s.t

Hukum penawaran : apabila harga suatu barang naik,


maka jumlah barang yang ditawarkan akan meningkat,
cateris paribus.
Fungsi penawaran :
QA = f (PA, I, F, X, T)
dimana QA = jml barang A yg ditawarkan
PA = harga barang A
I = jml faktor produksi (input) yg tersedia
F = keadaan alam
X = pajak
T = teknologi

PA

P1
Po

Gb. 3. Kurva penawaran


0

Q0

Q1

QA

Pada harga setinggi P0, jumlah yg ditawarkan adalah Q0, dan kalau
harga barang naik menjadi P1, maka jumlah barang yang ditawarkan
juga meningkat menjadi Q1

Pertemuan: III

Elastisitas

Elastisitas harga
Elastisitas pendapatan
Elastisitas silang
Elastisitas penawaran

Elastisitas: tanggapan dari suatu variabel tidak bebas


karena adanya perubahan dalam variabel bebas
tertentu.
Elastisitas harga permintaan:persentase perubahan
jumlah barang yg diminta dibagi dengan persentase
perubahan harga barang tersebut
P
PA1

A
P

PA 2
Q
0

QA1

D
QA2

Q/s.t

Gb.4. Elastisitas Harga Permintaan

Interpretasi elastisitas harga ( Eh = (QA/QA)/(PA/PA) )


Nilai
Sebutan
Elastisitas Barang

Kenaikan harga
mengakibatkan

Penurunan harga
mengakibatkan

Eh < 1
menurun

inelastis - penerimaan naik

- penerimaan

Eh = 1

unitary - penerimaan tetap - penerimaan tetap


elasticity

Eh > 1

elastis

- penerimaan menurun - penerimaan naik

Contoh
Harga A (HA)
Rp 10,Rp 15,-

Jml diminta (QA)


40
20
- 20/40

Eh =

= 5/10

= -1 = 1
2

Eh =1 : jadi permintaan bersifat unitary

Dua hal yang menentukan besarnya nilai elastisitas


harga permintaan: (1) tingkat kemudahan suatu barang
untuk diganti dgn barang lain (substitutability) dan (2)
pengeluaran relatif konsumen terhadap barang
bersangkutan.
Semakin banyak tersedia dan mudah diperoleh barang
pengganti untuk barang yang dihasilkan, semakin elastis
permintaan terhadap barang yang dihasilkan tersebut.
Keinginan untuk menggantikan konsumsi suatu barang
dengan barang lain yg lebih murah harganya disebut
sebagai efek substitusi karena perubahan harga barang.

Elastisitas penghasilan permintaan :


persentase perubahan dalam jumlah barang yg diminta
(QA) dibagi dengan persentase perubahan dalam
penghasilan, cateris paribus
( persentase perubahan QA)
Ep =
( persentase perubahan Y)

Interpretasi elastisitas pendapatan


Nilai
Sebutan
Elastisitas Barang
Ey < 1

inferior

Kenaikan
penghasilan
mengakibatkan
- jumlah diminta

Q / Q
Y/Y
Penurunan
pengahasilan
mengakibatkan
- jumlah diminta

menurun
naik
0 <Ey < 1 kebutuhan - jumlah diminta
- jumlah diminta
pokok
naik dgn persentase menurun dgn perlebih rendah
sentase lebih rdh
1 < Ey
mewah
- jumlah diminta
- jumlah diminta
naik dgn persentase menurun dgn perlebih tinggi
sentase lebih
tinggi

Contoh
Harga BBM
(H) BBM
Rp 450,Rp 450,-

Jml BBM
(Q BBM)
10.000 L
12.000 L

2.000/10.000
EP =

1
=

100.000/100.000

Penghasilan
(I)
Rp. 100.000,Rp. 200.000,1
x1

=
5

Barang mewah: persentase perubahan jml barang yg


diminta lebih besar daripada persentase perubahan
tingkat penghasilan konsumen, sehingga koefisien
elastisitasnya positif dan lebih besar daripada satu
Barang pokok (kebutuhan sehari-hari): koefisien
elastisitasnya positif tetapi lebih kecil daripada satu. Ini
berarti peningkatan jumlah barang yg diminta karena
peningkatan pendapatan lebih kecil dari proporsional
Barang inferior: bila penghasilan konsumen naik, justru
konsumen membeli lebih sedikit barang bersangkutan

Elastisitas Silang: tanggapan jumlah barang A yang


diminta terhadap perubahan harga barang lain yang
mempunyai hubungan dgn barang A tersebut.

Barang yang mempunyai hubungan dgn barang A dapat


bersifat pengganti ataupun komplementer (pelengkap)
QA/QA
ES =
Py/Py
Barang pengganti : nilai koefisien elastisitas silang positif
Brg komplementer: nilai koefisien elastisitas silang negatif

Interpretasi elastisitas silang


Nilai
Hubungan
Elastisitas antar
Silang
barang
Es > 0
Es = 0
Es < 0

- substitusi

QA/QA
Py/Py

Kenaikan
Harga Y
mengakibatkan

- A yang diminta
naik
- tidak
- A yang diminta
berhubungan tetap
- komple- A yang diminta
menter
turun

Penurunan
Harga Y
megakibatkan
- A yang diminta
menurun
- A yang diminta
tetap
- A yang diminta
naik

Contoh

Kopi

Teh

Harga Jml
10
100
10
120

Harga
5
8
20/100

Es (kopi & teh) =


3/5

Harga
8
8

Jml
20
15

: bersifat substitusi karena Es >0


3

- 5/20

5
=-

3/5

Jml
50
40

1
=

Es (gula & teh) =

Gula

: komplementer karena Es <0


12

Pertemuan: IV

MATERI
PENDUDUK DAN PERMINTAAN PANGAN
Masalah kependudukan
Jumlah/kepadatan penduduk
- Pertumbuhan cepat
- Angka kelahiran tinggi-kematian rendah
- Menjadi beban paling berat pada sejumlah negara
Ketimpangan distribusi penduduk
- antar daerah
- kota dan desa
Komposisi penduduk (menurut kelompok usia)

Pertumbuhan penduduk di negara miskin dan


berkembang dipengaruhi oleh:
Rendahnnya tingkat pendidikan/pengetahuan dan
pendapatan
- Tidak tersedianya alat kontrasepsi secara memadai
- Orang tua menginginkan anak banyak
-

Alasan perpindahan penduduk ke daerah


atau kota lain
Mencari pekerjaan atau upah yang lebih baik
- Menempuh pendidikan lebih tinggi
- Harapan mendapat perumahan dan pelayanan
sosial yang lebih baik
- Ketidakstabilan politik/keamanan
- Mencari kebebasan yang lebih longgar dari norma-

norma sosial budaya

Masalah Penduduk dan Pemenuhan Pangan


Perkembangan
Penduduk lebih
Cepat dari pangan
Kekurangan pangan
Kegagalan panen
karena hama,
kemarau, dll

Malthus (1888)
Penduduk bertambah lebih cepat daripada
pertambahan produksi bahan makanan
Penduduk bertambah menurut deret ukur,
sedangkan produksi bahan makanan bertambah
menurut deret hitung

Penduduk Vs konsumsi pangan


- Jumlah penduduk
- Komposisi (kelompok umur)
- Aktifitas
- Etnik
- Lingkungan

Pengimbang penyediaan pangan


Revolusi industri
dan teknologi
pertanian
Produksi = laju pertumbuhan
penduduk
Impor pangan

Masalah dan tantangan dalam


penyediaan pangan
1.
2.
3.
4.
5.

Mempertahankan swasembada pangan (on-trend)


Relatif masih rendahnya daya saing produk-produk
pangan
Pemilikan lahan relatif rendah pada daerah-daerah
subur berpenduduk padat
Relatif rendahnya akses petani kepada permodalan,
teknologi, pasar, dan informasi
Menyusutnya areal persawahan pada daerah subur
berpenduduk padat seperti di pulau jawa

Masalah dan tantangan dalam


penyediaan pangan (lanjutan)
6. Pertumbuhan penduduk yang tinggi
7. Sangat timpangnya nilai tukar komoditi pangan primer
khususnya beras dibandingkan produk-produk non
pertanian
8. Belum intensifnya penggunaan alat dan mesin
pertanian baik pada pra panen maupun pasca panen

Penentu Permintaan Pangan di Pasar


1.
2.
3.
4.

Pendapatan rata-rata
Ukuran pasar (populasi/jumlah penduduk)
Harga dan tersedianya barang yang lain
Selera/pilihan (preferensi)

Perubahan Permintaan Pangan

1.
2.
3.

Kurva permintaan bergeser karena pengaruh


perubahan faktor lain selain harga barang
Pendapatan riil rata-rata meningkat
Populasi/jumlah penduduk meningkat
Bahan pangan alternatif yang tersedia menurun

Rujukan
- Pengantar Ekonomi Pangan, Mubyarto,
1987
- Gizi dalam Pembangunan Nasional,
Alan Berg, 1986

Pertemuan: V

MATERI
PRODUKSI PANGAN DAN
PERMASALAHANNYA

Ciri-ciri umum pertanian di Indonesia


Produksi pangan bertumpuh di Pulau Jawa
Produksi pangan bersifat musiman
Produksi pangan berfluktuasi
Keputusan berproduksi ada ditangan jutaan
petani

Prinsip-Prinsip

Ekonomi dalam Usaha Tani

Usaha tani: himpunan dari smber-sumber alam yang terdapat di


tempat itu yang diperlukan untuk produksi pertanian seperti
tanah dan air, perbaikan-perbaikan yang telah dilakukan atas
tanah, sinar matahari, bangunan-bangunan yang didirikan
diatas tanah, dll.
Usaha tani dapat berupa usaha bercocok tanam atau
memelihara ternak (Mosher, 1968)
Dalam ilmu ekonomi, petani membandingkan antara hasil yang
diharapkan akan diterima pada waktu panen (penerimaan,
revenue) dengan biaya ( pengorbanan, cost) yang harus
dikeluarkannya. Hasil yang diperoleh petani saat panen disebut
produksi, dan biaya yang dikeluarkan disebut biaya produksi

Fungsi Produksi

Fungsi produksi: suatu fungsi yang menunjukkan hubungan


antara hasil produksi fisik (output) dengan faktor-faktor produksi
(input)
Y = f (x1, x2, ....xn)
Dimana Y = hasil produksi fisik
X1 . Xn = faktor-faktor produksi
Misal : hasil produksi fisik yaitu padi
Faktor-faktor produksi meliputi tanah, modal dan tenaga
kerja

Pertemuan: VI

MATERI
KETAHANAN PANGAN

Definisi
Ketahanan pangan adalah kondisi
terpenuhinya pangan bagi rumah tangga
yang tercermin dari tersedianya pangan yang
cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman,
merata dan terjangkau
(UU Pangan No.7 tahun 1996)

Ketahanan pangan : terjaminnya akses


pangan untuk segenap rumah tangga
serta individu setiap waktu sehingga
mereka dapat bekerja dan hidup sehat
CAKUPAN
1. Ketersediaan pangan
2. Akses individu /rumah tangga untuk
mendapatkannya

Ketersediaan pangan
- Harus ditinjau secara: (1) global (2) nasional
(3) lokal dan (4) rumah tangga
- ditentukan oleh: (1) fungsi produksi (investasi
publik, ketersediaan lahan, peningkatan
produktifitas dan peningkatan areal pertanian)
(2) fungsi persediaan dan (3) fungsi
perdagangan

WORLD FOOD SUMMIT (1996)


Seluruh negara dan masyarakat dunia
secara keseluruhan mengupayakan untuk
menghilangkan kelaparan dan kekurangan
gizi dalam satu dekade
FAKTANYA ? Belum berjalan dengan baik
KOMITMEN INDONESIA
UU Pangan (1996) : Perwujudan ketahanan
pangan adalah kewajiban pemerintah
bersama masyarakat

Tugas pemerintah
- Menyelenggarakan pengaturan
- Menyelenggarakan pembinaan
- Melakukan pengendalian dan pengawasan
Tugas masyarakat
- Menyelenggarakan proses produksi dan
penyediaan
- Melakukan perdagangan dan distribusi

MASALAH DAN TANTANGAN


- Jumlah penduduk
- Permintaan pangan berkualitas, aman dan
beragam
- Ketergantungan masy atas program
pemerintah
- Perubahan perilaku untuk mencapai
kemandirian pangan

Aspek ketersediaan pangan


-

Kapasitas produksi nasional terbatas


Petani berlahan sempit
Kehilangan hasil panen
Devisa impor pangan terbatas
Kerawanan pangan karena alam

Aspek distribusi pangan


- Prasarana distribusi belum memadai
- Kemampuan produksi sangat bervariasi
- Keamanan jalur distribusi dan pungutan

Aspek konsumsi pangan


- Konsumsi pangan pokok sangat
bertumpuh pada beras
- Upaya diversifikasi belum memadai
- Budaya yang kurang mendukung
- Kesadaran pangan yang sehat masih
rendah
- Ketidakcukupan dalam mencukupi pangan
(penduduk miskin)

Aspek pemberdayaan masyarakat


- Keterbatasan prasarana
- Keterbatasan keterampilan dan akses
masyarakat miskin terhadap sumberdaya
pangan
- Pola to-down yang tidak efektif
- Sistem pemantauan kewaspadaan
pangan dan gizi belum berkembang

Aspek manajemen
- Terbatasnya data yang akurat, konsisten,
dapat dipercaya dan mudah diakses
- Pelaksanaan pembangunan ketahanan
pangan belum menjamin pelaku usaha
- Koordinasi yang belum baik dan masih
terjadi ego-sentris

Sistem Ketahahan Pangan


Sub sistem ketersediaan
Sub sistem distribusi
Sub sistem konsumsi

Merupakan suatu kesatuan yang didukung


oleh sumberdaya, budaya dan teknologi

Ketersediaan Pangan
- harus ditinjau secara : (1) global (2) nasional,
(3) lokal dan (4) rumah tangga
- ditentukan oleh: (1) Fungsi produksi: investasi
publik, ketersediaan lahan, peningkatan
produktifitas, peningkatan areal pertanian,
(2) Fungsi persediaan dan (3) Fungsi
perdagangan

Terwujudnya Ketahanan Pangan


Sub sistem rumah tangga
Sub sistem lingkungan masyarakat
Sub sistem pemerintah

SISTEM KETAHANAN PANGAN RUMAH TANGGA

Catatan:
Summit : konperensi tingkat tinggi
Foof safety: keamanan pangan
Food security: ketahanan pangan
Ceiling: langit2, plafon
Floor price
Permintaan dan harga pangan:
Kebijakan harga pada komoditi pangan
kebijakan subsidi
kebijakan pajak

MATERI:

Neraca Bahan Makanan (NBM)


(Food Balance Sheet)

Pengertian:
NBM adalah suatu daftar yang menggambarkan situasi dan
kondisi persediaan bahan pangan di suatu daerah atau
negara tertentu pada suatu kurun waktu tertentu.
Atau suatu daftar yang menyajikan angka rata-rata jumlah
jenis bahan makanan yang tersedia untuk dikonsumsi
penduduk per orang pertahun atau zat gizi (kalori, protein,
lemak) per orang perhari.

Arti Pentingnya NBM Bagi Suatu Negara :


1. Menyajikan gambaran pola umum sumber makanan penduduk
pada periode waktu tertentu
- jenis bahan
- sumber zat gizi
2. Menyajikan data ketersediaan pangan/sumber zat gizi
- asli produksi dalam negeri
- impor & ekspor
3. Memuat data tentang asupan kalori dan zat gizi tertentu
(protein, lemak, KH)
Secara regional (provinsi) NBM memberikan gambaran yg jelas
tentang potensi daerah bersangkutan dalam usaha memenuhi
kebutuhan penduduk setempat

Ketersediaan pangan:
1. Tingkat produksi (as produced)
dihitung atas dasar jlh produksi yang dihasilkan dlm skala
nasional atau regional
2. Tingkat eceran (as retail)
mempertimbangkan jlh pangan yang diimpor, ekspor, untuk
benih, pakan serta bahan industri.
jaga memperhitungkan pangan yg hilang, rusak atau susut
selama pengolahan, distribusi dan penyimpanan
3. Tingkat konsumsi (as consumed)
juga mempertimbangkan bagian yang dapat dimakan (edible
portion)

PENYUSUNAN NBM

Data yg diperlukan: perubahan stok, ekspor dan


impor, untuk keperluan pakan, bibit, industri makanan
dan non makanan
Sumber data : BAPPEDA, DINAS PERTANIAN,
PETERNAKAN, PERKEBUNAN, PERIKANAN,
DOLOG, PERINDAG, KESEHATAN, BEA
CUKAI/DLLAJR
Penyusunan berdasarkan pedoman penyusunan NBM
yang dikeluarkan oleh Biro Pusat Statistik

Cara Kerja

NBM disusun berdasarkan tahun kalender (1 Jan s/d 31 Des)


Jumlah penduduk berdasarkan jumlah pddk pertengahan tahun
(midle year population)
Misal : jml pdd tahun 1985 = 164.629,6 (
x 1000)
1986 = 168.347,5 (
x 1000)
332.977,1 ( x 1000)
jml pdd tengah tahun 1985
= 332.977,1 x 1 : 2
= 166.488,55
= 166.489 ( x 1000)
NBM dalam satuan ribu ton (000 ton) dengan pembulatan, misal:
- 17,184 dibulatkan menjadi 17,18
- 17,185 dibulatkan menjadi 17,18
- 17,186 dibulatkan menjadi 17,19

Lanjutan cara kerja .


Diperlukan faktor-faktor penunjang, meliputi:
Faktor konversi untuk masing-masing tingkat perubahan bentuk
hasil, yang berguna untuk perhitungan produksi
Faktor estimasi pemanfaatan untuk kebutuhan makanan ternak
(feed), bibit/benih (seed), dan yang tercecer/penyusutan
(waste)
Faktor nutrisi yaitu nilai kalori, protein dan lemak per 100 gram
bahan makanan

Catatan : Materi ini dilengkapi foto copy NBM lebih lengkap .

MATERI
POLA KONSUMSI PANGAN
PERMINTAAN PANGAN
POLA KONSUMSI PANGAN
Adalah susunan jenis dan jumlah pangan yang dikonsumsi
seseorang atau kelompok orang pada waktu tertentu
Pola konsumsi masy. dapat menunjukkan tingkat keberagaman
pangan masyarakat yang selanjutnya dapat diamati dari
parameter Pola Pangan Harapan (PPH)
PPH : adalah susunan beragam bahan makanan yang didasarkan
pada sumbangan energinya baik secara absolut maupun relatif
terhadap total energi, yang mampu memenuhi kebutuhan
konsumsi pangan penduduk baik secara kuantitas, kualitas,
maupun keragamannya dengan mempertimbangkan aspek
sosial, ekonomi, budaya, agama dan selera

Definisi Pola Pangan Harapan (PPH) atau


Desirable Dietary Pattern menurut FAO (1989):
adalah komposisi kelompok pangan utama yang
bila dikonsumsi dapat memenuhi kebutuhan
energi dan zat gizi lainnya.

PPH
- Dapat diterapkan sebagai pedoman sekaligus sebagai
parameter untuk mengukur keberhasilan upaya diversifikasi
pangan, terutama diversifikasi konsumsi pangan
- Dapat diterapkan sebagai parameter penyediaan pangan dan
menjadi pedoman: 1) dalam penyediaan jenis pangan dan
jumlah pangan yang perlu diproduksi dgn mempertimbangkan
sumberdaya yang ada, 2) berapa banyak dari berbagai jenis
pangan yang perlu diimpor atau diekspor.
pendekatan semacam ini disebut perencanaan
produksi dan penyediaan pangan yang berorientasi
gizi (nutrition oriented)

POLA KONSUMSI NASIONAL


No

Kelompok
Pangan

Aktual

Standar
Energi*

% AKG

Skor
PPH**

Bobot

Energi*

% AKG

Skor
PPH**

1.239

56,3

25,0

1.100

50,0

25,0

0,5

Padi-padian

Umbi-umbian

69

3,1

1,6

132

6,0

2,5

0,5

Pangan Hewani

89

4,1

8,1

264

12,0

24,0

2,0

Minyak & Lemak

171

7,8

3,9

220

10,0

5,0

0,5

Buah/biji
berminyak

41

1,8

0,9

66

3,0

1,0

0,5

Kacangkacangan

53

2,4

4,9

110

5,0

10,0

2,0

Gula

92

4,2

2,1

110

5,0

2,5

0,5

Sayuran dan
buah

71

3,2

16,1

132

6,0

30,0

5,0

Bumbu-bumbu

26

1,2

0,0

66

3,0

0,0

0,0

1.852

84,2

62,6

2,200

Total
Sumber : Susenas (2000)

Keterangan :
*
= dalam satuan kkal/hari
**
= hasil kali antara % AKG dengan bobot

100,0

PPH dapat disusun secara nasional dan regional


(provinsi)
Standar keragaman pangan ditunjukkan oleh skor
PPH sebesar 100
Semakin tinggi skor mutu pangan menunjukkan
konsumsi pangan semakin beragam, dan
semakin baik komposisi maupun mutu
gizinya.
Mutu pangan dapat diperbaiki dengan diversifikasi
konsumsi pangan, minimal konsumsi pangan terdiri
dari satu jenis pangan untuk setiap klp pangan

PERMINTAAN PANGAN
Faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan pangan:
1. Ketersediaan (produksi, impor, ekspor, dsb)
2. Ekonomi (pendapatan, harga, dsb)
- Pangan normal dan superior : Peningkatan pendapatan
disertai peningkatan jumlah pangan yang diminta
misal: daging
- Pangan inferior: Peningkatan pendapatan diikuti dengan
menurunnya atau mengurangi permintaan terhadap pangan
tersebut
misal: ikan asin
- Harga: ada hubungan antara harga barang dengan jumlah
yang diminta dengan catatan faktor lain tetap

Harga komoditi naik (yang lain tetap) pembeli cenderung


membeli lebih sedikit. Semakin rendah harga semakin banyak
pembeli baru. Disamping itu, turunnya harga juga akan
merangsang konsumen lama untuk pembelian lebih abnyak
misal : Air
Mahal : membeli air hanya untuk minum
Murah : membeli air untuk mencuci pakaian dan menyiram
tanaman
Mengapa jumlah yang dibeli cenderung menurun pada saat
harganya naik ?
Pertama: efek substitusi (penukaran dengan barang lain yang
serupa
misal: daging sapi mahal diganti dengan ayam
Kedua : efek pendapatan, ketika harga naik seseorang
menjadi lebih miskin dari sebelumnya

3. Sosial budaya (pendapatan, kebiasaan, dsb)


4. Kebutuhan individu ( umur, gender, aktifitas)

MATERI :
PEMASARAN
DAN PERANAN PEMERINTAH
Pemasaran : ?

Kegiatan Pemasaran
Dilakukan dalam upaya meningkatkan nilai tambah
barang atau jasa
- antar waktu
- antar tempat
- antar bentuk
- antar pemilik

Sehingga kegiatan pemasaran merupakan


kegiatan peningkatan: time utility, place
utility, form utility, dan posessive utility

Rantai Pemasaran
Dalam pemasaran dikenal beberapa tingkat pasar
Pada masing-masing subsistem pasar yang bertingkat ini,
terjadi suatu mekanisme yang saling terkait
Contoh:
Dlm kawasan persawahan: dijumpai pasar padi lepas panen
Pedesaan : dijumpai pasar gabah kering giling
Perkotaan : dijumpai pasar beras
Warung : dijumpai pasar nasi

Marjin pemasaran
Harga beras dipasar kota jauh lebih tinggi
daripada harga gabah di desa. Selisih harga
dikedua pasar ini disebut marjin pemasaran
(marketing margin)

Pemasaran Pangan
Tujuan akhir meningkatkan kepuasan konsumen
Memenuhi keinginan dan kebutuhan konsumen
Pemasaran dipengaruhi:
1. Pasar sebagai sasaran yang dituju
2. Produk yang dipasarkan
3. Organisasi pemasaran yang melaksanakan tugas-tugas
pemasaran
4. Pelaku ekonomi yang membantu terjadinya pertukaran
barang
5. Lingkungan pemasaran seperti perekonomian,
persaingan, peraturan pemerintah, hukum yang berlaku

Sistem pemasaran pangan perlu memperhatikan


1.Perlu meningkatkan posisi tawar-menawar petani
2. Meningkatkan struktur pasar di daerah-daerah agar lebih
kompetitif
3. Perlunya perencanaan produksi yang didasarkan pada
perencanaan konsumsi
4. Perlunya perwilayahan produksi untuk mengantisipasi
perubahan kebutuhan bahan baku
5. Meningkatkan ekspor hasil pertanian

Pemasaran dan Budaya ?


Kelompok Acuan dan Komunikasi Pemasaran?
Selebriti
Ahli atau pakar
Pejabat pemerintah
Orang biasa
Karakter dagang atau juru bicara

Intervensi Pemerintah
Kamoditas pangan apa ?
Kapan intervensi?
Intervensi dengan cara bagaimana ?

MATERI
ISU ISU TERBARU
TENTANG EKONOMI DAN PANGAN
-

Diversifikasi pangan
Pola pangan harapan
Perdagangan bebas (era globalisasi, AFTA,
APEC, MEA)
Perubahan iklim dan ketahanan pangan

AFTA (ASEAN FREE TRADE AREA)


Perdagangan bebas dengan tarif bea
masuk 0-5%
Pelaksanaan : 2003
APEC (ASIA PACIFIC ECONOMIC
COOPERATION)