Anda di halaman 1dari 6

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kebutuhan masyarakat terhadap daging dewasa ini terus menerus meningkat seiring
dengan meningkatnya taraf hidup masyarakat. Sementara itu, angka produksi ayam kampung
belum dapat mengimbangi pertumbuhan permintaan pasar. Oleh karena itu, usaha budidaya
ayam buras ini perlu dikembangkan. Pertumbuhan permintaan pasar terhadap daging ayam
kampung dipengaruhi oleh berubahnya pola konsumsi makanan masyarakat dan banyaknya
kuliner dari daerah-daerah yang menggunakan bahan baku utama dari daging ayam salah
satunya ayam kampung.
Sumbangan ayam buras pedaging dalam menyediakan daging mencapai 22%.
Populasi ayam buras mencapai lebih dari 250 juta ekor dengan tingkat perkembangan yang
cukup pesat. Saat ini pemerintah telah memfokuskan pola pemeliharaan ayam buras secara
intensif dengan cara program intensifikasi ayam buras. (2009)
Sumbangan ayam buras petelur untuk menyediakan kebutuhan sehari-hari
Ayam buras memiliki kelebihan jika dibandingkan dengan ayam rasa atau ayam
lainnya. Kelebihan ayam buras, yaitu pemeliharaan mudah karena tahan pada kondisi
lingkungan dan pengelolaan yang kurang mendukung, tidak memerlukan lahan yang luas,
tidak mudah stres dan daya tahan tubuh lebih kuat, harga jual relatif stabil dan lebih
tinggi dibandingkan dengan ayam lainnya. pakan bisa didapat dari sisa hasil pertanian yang
ada atau sisa makanan dari rumah tangga yang dibuang, serta lebih tahan terhadap berbagai
penyakit ayam.
Secara ekonomi telur ayam kampung memiliki prospek bisnis yang baik. Tingkat
permintaan telur ayam kampung cendrung naik sehingga harga telur ayam kampung pun
relative lebih tinggi disbanding telur ayam ras. Prospek ayam kampung berdasarkan dari sisi
penawaran diwakili oleh produksi telur, sedangkan sisi permintaan diwakili oleh kebutuhan
masyarakat terhadap telur. Produksi telur ayam kampung secara umum dari tahun ke tahun
terus mengalami peningkatan. Sehingga hal ini dapat dikatakan sebagai peningkatan produksi
dan sekaligus peningkatan permintaan sebab peningkatan produksi tersebut diikuti dengan
peningkatan konsumsi telur dari tahun ketahun.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apakah faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas ayam buras ?
2. Bagaimana strategi untuk meningkatkan produksi ayam buras petelur dan pedaging
(Ayam Buras Organik) ?
3. Bagaimana prospek pengembangan agribisnis ayam buras ?
1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas ayam buras.
2. Untuk mengetahui strategi peningkatan produksi ayam buras petelur dan pedaging
(Ayam Buras Organik).
3. Untuk mengetahui prospek pengembangan agribisnis ayam buras.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pengertian Ayam Buras
Unggas merupakan salah satu spesies yang dimanfaatkan oleh manusia sebagai bahan
makanan. Selain karena rasanya yang enak daging unggas juga mengandung banyak sumber
gizi seperti protein, lemak dan yang lainnya. Yang termasuk unggas antara lain, ayam, itik,
angsa, burung dan kalkun. Yang paling populer adalah ayam, sedangkan yang lain jarang
dimasak untuk hidangan sehari-hari Sebagai hewan peliharaan, ayam mampu mengikuti ke
mana manusia membawanya. Hewan ini sangat adaptif dan dapat dikatakan bisa hidup di
sembarang tempat, asalkan tersedia makanan baginya, karena kebanyakan ayam peliharaan
sudah kehilangan kemampuan terbang yang baik, mereka lebih banyak menghabiskan waktu
di tanah atau kadang-kadang di pohon (Tarwotjo, 1998).
Ayam kampung atau ayam buras adalah ayam lokal Indonesia yang berasal dari ayam
hutan merah yang telah berhasil dijinakkan. Akibat dari proses evolusi dan domestikasi, maka
terciptalah ayam kampung yang telah beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya, sehingga
lebih tahan terhadap penyakit dan cuaca dibandingkan dengan ayam ras (Sarwono, 1991).
Ayam buras merupakan salah satu sumber protein yang penting baik dalam bentuk daging
maupun telur. Pola pemeliharaannya banyak yang masih bersifat tradisional sehingga
produktivitasnya masih rendah. Ayam buras sebenarnya memiliki potensi ekonomi yang besar
jika dikelola dengan baik dan merupakan modal yang sangat berarti karena cepat
berkembang. Mengingat pentingnya peranan ayam buras dalam menunjang perekonomian
petani di pedesaan maka perlu kiranya dipikirkan upaya-upaya terobosan untuk
meningkatkan produktivitasnya melalui perublkan pola pemeliharaan (Kushartono, 2001).
Klasifikasi adalah suatu sistem pengelompokan jenis-jenis ternak berdasarkan
persamaan dan perbedaan karakteristik. Suprijatna (2005) mengemukakan taksonomi ayam
kampung di dalam dunia hewan sebagai berikut
Kingdom

: Animalia

Phylum

: Chordata

Subphylum

: Vertebrata

Class

: Aves

Subclass

: Neornithes

Ordo

: Galliformes

Genus

: Gallus

Spesies

: Gallus domesticus.

Salah satu ciri ayam kampung adalah sifat genetiknya yang tidak seragam. Warna
bulu, ukuran tubuh dan kemampuan produksinya tidak sama merupakan cermin dari
keragaman genetiknya. Disamping itu badan ayam kampung kecil, mirip dengan badan ayam
ras petelur tipe ringan (Rasyaf, 1998).
2.2 Budidaya Ayam Buras
a. Manajemen Perkandangan
Kandang ayam buras pedaging yang berbentuk panggung, biasanya beralaskan kisi-

kisi atau bilah-bilah kecil bambu dengan jarak

1
2

- 1 cm, sehingga kotoran dari ayam

tersebut dapat jatuh ke bawah kolong kandang. Dinding kandang ayam buras pedaging
sebaiknya sebagian terbuka, supaya udara kotor yang terdapat didalam kandang yang tidak
sehat atau lembap dapat ditukar dengan udara segar dari luar. (2009)
Kandang induk penghasil telur tetas berbeda dengan kandang ayam petelurnya, untuk
penghasil telur tetas digunakan kandang semi-intensif (kandang ren). Untuk menghasilkan
bibit ayam kampong petelur sebanyak 100 ekor, paling tidak diperlukan 9 unit kandang. Satu
2
unit kandang memerlukan lahan seluas 6 m . Dengan demikian 9 unit kandang

2
memerlukan luas lahan sekitar 54 m

2
(9 x 6 m ). Kesembilan unit itu dapat dibuat

memanjang berdempetan antar unit cukup disekat dengan gedeg bambu. Setiap unit kandang
ren memuat 6 ekor ayam betina dan 1 ekor ayam jantan. (..2004)
Kandang induk untuk bibit DOC sampai umur 3 bulan dilakukan dengan kandang
postal yang terbuat dari dari bahan baku bambu atau kayu dapat pula dikombinasikan dengan
bahan ram kawat, terutama untuk bagian bawah dan didepannya. Kandang postal dibuat
berbentuk kotak dengan ukuran panjang 1m , lebar 1m, dan tinggi 60-70 cm. tiangnya terbuat
dari kayu atau bamboo yang kuat dengan tinggi 1m. baian bawah (alas) terbuat dari bilah
bamboo dengan lebar sekitar 2-3 cm, disusun dengan kerenggangan sekita 1-2 cm. dengan
susunan seperti ini kotoran ayam bisa keluar, tanpa menimbulkan resiko kaki ayam
terperosok. (..2004)
Kandang untuk pemeliharaan ayam petelur (kandang baterai) bertujuan agar ayam
tidak terlalu banyak mengeluarkan tenaga karena terlalu banyak bergerak. Dengan demikian

energinya dimanfaatkan untuk metabolism tubuh, khususnya untuk memproduksi telur.


(..2004)

b. Manajemen Induk
Ayam buras pedaging dara yang akan diambil sebagai calon induk sebaiknya memiliki
penampilan fisik yang sehat, lincah, cerah, dan tidak pasif, mata bulat dan bersinar, bagian
tubuh tidak cacat seperti pada kaki, pada paruh, atau bagian tubuh yang lainnya. Bulunya
tidak kusam dan selalu bersih, bentuk tubuhnya langsing dengan bagian perut lebih berat,
untuk bibit yang akan dijadikan induk untuk bertelur. Sementara untuk bibit tahap kedua dan
selanjutnya, sebaiknya dipilh bibit ayam buras pedaging yang bentuk tubuhnya agak besar
memanjang dengan bentuk kaki yang panjang serta jengger dan pial berwarna merah.
(..2009)
Induk pengahasil telur tetas yang baik adalah ayam betina yang pernah bertelur satu
periode atau dua periode (berumur 8 bulan atau lebih). Sedangkan pejantannya adalah ayam
jago yang umurnya lebih tua dari umur ayam betinanya (berumur 12 bulan atau lebih). Ayam
jantan dan betina yang baik dikenali dengan ciri-ciri : tubuhnya tidak cacat, mata tampak
jernih, bulu bersih dan mengkilat, gerakan gesit, ayam pejantan bukan berasal dari keturunan
ayam betinanya, badannya sedang, tidak kurus dan tidak terlalu gemuk. (..2004)
c. Manajemen Penetasan
Dalam pemilihan ayam buras pedaging, pilihlah telur yang fertile. Baik atau jeleknya
anak ayam sangat bergantung dari langkah awal pemilihan telur ayam buras yang akan
ditetaskan. Jika telur yang ditetaskan berasal dari telur yang baik, maka hasilnya adalah anak
ayam buras pedaging yang baik pula (..2009)
Penetesan telur dapat dilakukan dengan menggunakan mesin tetas. Menggantikan
dengan fungsi induk ayam buras dalam mengerami telur selama 21 hari. Tujuannya adalah
mendapatkan bibit ayam buras dalam jumlah banyak. Untuk mendpatkan bibit ayam buras
pedaging yang baik, peternak harus memperhatikan penggunaan mesin tetas tersebut
(.2009)
d. Manajemen Pakan
Saat ini, banyak tersedia alternative pemacu pertumbuhan dipasaran sebagai
pengganti antibiotik. Semua produk tersebut memiliki potensi meningkatkan kesehatan

saluran pencernaan dan performan pertumbuhan. Menurut choct (2000) dalam buku
Mulyantini (2010) pribiotik adalah suatu microbial hidup yang diberikan sebagai suplemen
pakan dan memberikan keuntungan bagi induk semang dengan cara memperbaiki
keseimbangan populasi mikroba usus.
2.3 Prospek Usaha