Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA KOMPUTASI

ANALISIS BUTANA

OLEH
NAMA

: SEPTIA ADELLA

NIM/BP : 1301792 / 2013


PRODI

: KIMIA (B)

JURUSAN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2016

PERCOBAAN I
ANALISIS BUTANA
A. Tujuan
Tujuan percobaan ini yaitu minimisasi energi konformasi butana dengan
menggunakan medan gaya (Force Field) MM+.

B. Latar Belakang dan Teori Dasar


Latar Belakang
Minimisasi energi mengubah geometri dari molekul ke energi yang lebih rendah
dari suatu system dan untuk

menghasilkan konformasi yang lebih stabil. Selama

berlangsungnya minimisasi, akan dicari suatu struktur molekul yang tidak mengalami
perubahan energi jika geometri molekul diubah dengan besaran tertentu. Hal ini berarti
bahwa turunan dari energi sebagai fungsi koordinat kartesian yang sering disebut
gradient- berharga nol. Keadaan ini disebut sebagai titik stasioner pada permukaan energi
potensial.
Jika perubahan kecil dalam parameter geometri menaikkan energi molekul,
konformasi relative stabil dan ini dinamakan dengan minimum. Jika energi lebih rendah
dengan perubahan kecil pada satu atau lebih dimensi, tetapi tidak pada semua dimensi,
dinamakan saddle point. Sistem molekul dapat mempunyai beberapa keadaan minimum.
Satu dari keadaan minimum yang paling rendah energinya disebut minimum global dan
keadaan yang lain dinamakan dengan minimum lokal. Dengan perhitungan energy untuk
enam titik stasioner dari butana, dapat dibandingkan harga energy untuk mementukan
konformasi energi pada minimum global.
Teori Dasar
Dalam proses optimasi, satu struktur akan diubah dari satu geometri ke geometri
lain yang memiliki energi yang lebih rendah hingga tercapai sebuah konformasi yang

stabil. Konformasi adalah bentuk-bentuk molekul pada ruang 3D akibat putaran


poros ikatan tunggal (golongan alkane atau molekul yang memiliki gugus alkil). Dalam
butana terdapat dua gugus metil yang relatif besar, terikat pada dua karbon pusat.
Dipandang dari kedua karbon pusat, hadirnya gugus-gugus metil ini menyebabkan
terjadinya dua macam konformasi goyang, yang berbeda dalam posisi gugus-gugus metil
ini satu terhadap yang lain. Konformasi goyang dimana gugus-gugus metil terpisah
sejauh mungkin disebut konfermer anti. Konformasi goyang ini dimana gugus-gugus
lebih berdekatan disebut konformer gauche.

Gambar 1. Diagram energy dan konformasi butana

Minimasi energi mengubah geometri dari molekul ke energy yang lebih


rendah dari suatu system dan untuk menghasilkan konformasi yang lebih stabil. Selama
berlangsungnya minimasi, akan dicari suatu struktur butane yang tidak mengalami
perubahan energy jika geometri molekul diubah dengan besaran tertentu. Hal ini berarti
bahwa turunan dari energi sebagai

fungsi koordinat kartesian yang sering disebut

gradient berharga nol. Keadaan ini disebut sebagai titik stasioner pada permukaan
energy potensial.

C. Hasil Percobaan
Tabel 1
Konformasi Butana
Sudut
dihedral ()
0
60
120
180
240
300

Energi Single
point
(kkal/mol)
9.695434
4.169029
6.218261
3.159315
6.218252
4.169017

Sudut
dihedral ()
0
60
120
180
240
300

Energi
teroptimasi
(kkal/mol)
8.591967
3.171486
5.224219
2.144284
5.181402
3.088329

Sudut dihedral
teroptimasi ()
1.20742e-006
59.9341
119.886
-179.914
-119.915
-60.0836

D. Hasil Analisis
Pada percobaan analisis butana yang bertujuan dalam minimisasi energi konformasi
dengan menggunakan medan gaya (Force Field) MM+. Perhitungan yang dilakukan
dalam percobaan ini yaitu single point dan geometri optimation.
Bagaimana energi single point dibandingkan dengan energi geometri teroptimasi
dalam setiap kasus? Apakah ini merupakan fakta yang diharapkan? Jelaskan.
Energi single point merupakan energi molekul dari struktur yang telah ditentukan tanpa
mengalami proses optimasi yaitu energy dari struktur semula., sedangkan geometri
optimasi merupakan minimisasi energy untuk mendapatkan struktur yang paling stabil.
Berdasarkan hasil percobaan yang dilakukan, diperoleh hasil bahwa energy single point
lebih besar daripada energy geometri optimasi dan nilai ini merupakan fakta yang
diharapkan dalam percobaan. Hal ini dikarenakan secara teoritis yaitu struktur yang telah
teroptimasi akan memiliki energy yang lebih rendah dibandingkan energy struktur
awalnya (single point).
Bagaimana sudut dihedral single point dibandingkan dengan sudut geometri
teroptimasi dalam setiap kasus?apakah terjadi perbedaan yang signifikan pada
setiap kasus? Berikan penjelasan yang mungkin untuk perbedaan dalam sudut
dihedral dengan tinjauan interaksi sterik. Berdasarkan hasil percobaan yang dilakukan
pada analisis butana, diperoleh hasil bahwa nilai pada sudut dihedral single point dan
sudut geometri teroptimasi pada setiap kasus memiliki perbedaan yang cukup signifikan.

Dari hasil analisis yang dilakukan besar sudut geometri teroptimasi cenderung lebih kecil
dari sudut single point. Perbedaan besarnya nilai sudut antara sudut single point dan sudut
geometri ini menandakan bahwa terjadinya pergeseran untuk mencapai struktur optimal
n-butana.
Berhubungan dengan sudut-sudut dihedral pada struktur butana sebenarnya dapat
dijelaskan melalui penjelasan dari jenis tarikan (sterik dan torsi) yang tergabung dengan
setiap tarikan dari butana. Rotasi ikatan C2C3 dari 0 360 akan menghasilkan
perubahan

konformasi

dari

anti-eklips-gauce-eklips- gauce-eklips-anti dengan

perubahan energi mekanik molekul. Dari hal ini dapat diketahui bahwa struktur dengan
sudut dihedral 180 merupakan konformasi anti, 120 merupakan conformer eklips, 60
merupakan konformasi gauche dan 0 merupakan conformer eklips.

Gambar 2. Konformasi butana

Gambarkan proyeksi Newmann untuk setiap konformasi dan ringkasan energy


dari 6 bentuk butana setelah optimasi geometri. Hitung energi relatif dan tetapkan
energi yang paling stabil dengan energi relative 0 kkal/mol. Bandingkan hasil
tersebut dengan energy percobaan orang lain dan energy eksperimen.

60

120

180

240

300

Gambar 3. Proyeksi Newman n-butana


Tabel 2.

Sudut dihedral ()
0
60
120
180
240
300

Energi
teroptimasi
(kkal/mol)
8.59197
3.17149
5.22422
2.14428
5.1814
3.08833

Energi teroptimasi
percobaan orang
lain (kkal/mol)
6.900258
3.034779
3.03478
2.171932
5.927792
3.034779

Energi Eksperimen
(kkal/mol)
4.6
0.9
3.8
0
3.8
0.9

Bagaimana energi teroptimasi MM+ dibandingkan dengan yang didapatkan


dari data eksperimental? Pada konformasi yang mana perbedaan tersebut sangat
signifikan. Dari hasil percobaan yang dilakukan nilai energy teroptimasi MM+ memiliki
perbedaan nilai yang cukup signifikan, hal ini dapat dilihat dari niali pada tabel 2. Namun
bila ditinjau dari kecenderungan nilai yang diperoleh antara nilai energy teroptimasi
MM+ dengan energy hasil eksperimen, nilai energy keduanya memiliki kecenderungan
yang sama. Hal ini dapat dilihat dari gambar 4.
Gambarkan diagram energy untuk rotasi dari satu konformer dengan yang
lainnya sebagai fungsi sudut dihedral (energy vs sudut dihedral). Gunakan nilai
energi MM+ relative. Bandingkan dengan grafik yang ada pada literature

Hubungan Energi dan Sudut Dihedral


Energi Single point (kkal/mol)

12
10

Energi teroptimasi (kkal/mol)

8
6

energi teroptimasi percobaan orang lain (kkal/mol)

4
2
0

Energi Eksperimen (kkal/mol)


0

60

120

180

240

Gambar 4. Grafik hubungan energy dan sudut dihedral

300

Dari grafik diatas dapat dilihatbahwa energi percobaan (single point dan geometri
optimasi ) memiliki kecenderungan yang sama dengan energi percobaan orang lain serta
energy eksperimen.
Konformasi yang mana yang menunjukkan energy minimum?konformasi mana
yang menunjukkan energy maksimum? Dapat dilihat dari penjelasan sebelumnya
(gambar 2) konformasi molekul butana yang menunjukkan energy minimum yaitu
konformasi anti (sudut dihedral 180) sedangkan konformasi molekul butane yang
memiliki energy yang maksimum adalah konformasi eklips atau metil-metil tereklipskan
(sudut dihedral 0,120 dan 240).
Berikan uraian singkat dari jenis terikan (sterik dn torsi) yang tergabung
dengan setiap konformasi dari butana. Apakah ada konformasi yang secara total
tidak dipengaruhi oleh terikan (strain)? Tunjukkan yang mana? Pada berbagai
konformasi butana yang dijelaskan melalui penjelasan dari jenis tarikan (sterik dan torsi)
yang tergabung dengan setiap tarikan dari butana. Dengan rotasi ikatan C2C3 dari 0
360 akan menghasilkan perubahan konformasi dari anti-eklips-gauce-eklips- gauceeklips-anti dengan perubahan energy mekanik molekul. Dari berbagai konformasi yang
terbentuk, konformasi yang memiliki energi minimal adalah bentuk gauche dan anti yang
mana keduanya staggered dan tidak memiliki torsional strain. Dari keduanya, bentuk
anti merupakan bentuk yang paling minimum energinya sebab pada bentuk gauche
terdapat sterik dari sedikit interaksi antar kedua gugus metil. Pada tingkat energi
rendah, molekul butana berada dalam bentuk konformasi anti, dan dalam bentuk
konformasi eklips metil pada tingkat energy tinggi.
Gambarkan prediksi diagram energi untuk 2-metilbutana dengan melihat rotasi
ikatan C2-C3. Hitunglah secara kualitatif dalam term energy relative untuk setiap
konformasi. Dari hasil analisis yang dilakukan pada 2-metilbutana dapat diketahui
bahwa energy yang diperoleh baik dilakukan melalui perhitungan single point maupun
geometri teroptimasi dengan sudut dihedral yang sama memiliki kecenderungan yang
sama dengan energy yang dihitung pada n-butana. Hal ini dapat dilihat dari tabel 3 dan
grafik yang terbentuk pada gambar 5.

Tabel 3.
Sudut dihedral
()

Energi Single
point (kkal/mol)

0
60
120
180
240
300

10.206655
5.444954
9.317212
4.435188
6.729498
4.574147

Energi Geometri
teroptimasi
(kkal/mol)
9.074310
4.258569
7.789453
3.342891
5.750067
3.525562

Grafik hubungan Sudut dihedral dengan Energi untuk 2-metilbutana


12
10
8
6
4
2
0

60

120

180

240

300

Energi Single point (kkal/mol)


Energi Geometri teroptimasi (kkal/mol)

Gambar 5. Grafik hubungan sudut dihedral dengan energy untuk 2-metilbutana

E. Kesimpulan
Dari percobaan analisis butana ini dapat disimpulkan bahwa :
1. Sudut dihedral 180 memiliki energy yang paling minimum sehingga menghasilkan
struktur butana yang paling stabil. Konformasi pada sudut dihedral 180 merupakan
konformasi anti.
2. Sudut dihedral 0 ,120 dan 240 memiliki energy yang maksimum sehingga struktur
buitana yang diperoleh tidak stabil. Konformasi pada sudut dihedral 0,120 dan 240
adalah konformasi eklips atau metil-metil tereklipkan.

F. Daftar Pustaka
McMurry, John. 2011. Fundamental Of Organic Chemistry Seventh Edition . Cornell
University. United States
Pranowo, Harno Dwi. 2013. Panduan Praktikum Kimia Komputasi.
FMIPA UGM, Yogyakarta

Jurusan Kimia

Anda mungkin juga menyukai