Anda di halaman 1dari 2

LO

1. Istilah bahan komposit dapat didefinisikan sebagai gabungan 2 atau lebih bahan
berbeda dengan sifat-sifat yang unggul atau lebih baik dari pada bahan itu sendiri.
2. Bahan komposit makromolekul (tradisional)
Memiliki kekurangan yaitu permukaan yang kasar yang terjadi selama
berlangsungkeausan dari matriks resin lunak yang menyebabkan partikel yang lebih
tahan aus terangkat. Penyelesaian restorasi ini menghasilkan permukaan yang kasar,
begitupun penyikatan gigi dan pengunyahan. Restorasi ini juga memiliki
kecendderungan berubah warna, sebagian karena kecenderungan dari permukaan
bertekstur kasar untuk mengikat warna.
Bahan komposit mikromolekul
Penurunan kekuatan tarik berhubungan dengan adanya retakan di sekitar partikel
bahan pengisi yang diikat secara buruk. Sehingga pada restorasi yang memerlukan
ketahanan yang cukup terhadap tekanan kemungkinan pecahnya restorasi lebih besar.
Pecahnya restorasi seringkali teramati pada tepi tambalan disebabkan oleh tidak
terikatnya bahan pengisi prapolimerisasi.
3.
4. Tahapan restorasi komposit yang diaktifkan secara kimia
Komposit yang diaktifkan secara kimia dipasok dalam sistem 2 pasta, yaitu

mengandung inisiator benzoil peroksida dan mengandung aktivator amin tersier.


Pasta dalam jumlah yang sama (pembagian secara visual sudah cukup, dihindari
perbedaan yang terlalu besar) dikeluarkan pada kertas pengaduk dan dicampur

dengan pengaduk cepat selama 30 detik.


Pengadukan harus merata, karena polimerisasi yang merata bergantung pada

kehomogenan adukan aktivator dan inisiator.


Bila pengadukan telah sempurna, resin harus segera dimasukan ke dalam kavitas
untuk mencegah adaptasi yang buruk terhadap dinding kaavitas dan hilangynya

sifat plastis karena dimulainya proses polimerisasi.


5. Faktor faktor :
Menghindari masuknya udara selama pengadukan dan pemasukan resin komposit
ke dalam kavitas. Karena massa terpolimerisasi menghalangi oksigen, masuknya

udara dapat menghasilkan bercak halus pada restorasi.


Menghindari penggunaan instrumen kecil dengan ujing tajam selama memasukan
bahan karena instrumen seperti itu seringkali meninggalkan jejak yang dapat
menyebabkan rongga ketika lapisan komposit berikutnya ditambahkan.

Anusavice, Kenneth J. 2013. Philips : Buku Ajar Ilmu Bahan Kedokteran Gigi. Edisi 10.
Jakarta : EGC.