Anda di halaman 1dari 17

ANALISA STRUKTUR

DENGAN

METODE CROSS

LATAR BELAKANG
Metode Cross ditemukan oleh Prof. Hardy Cross pada
pertengahan abad ke 20. Metode ini efektif
digunakan untuk menganalisa struktur bertingkat
tinggi.
Jika menggunakan metode slope delection untuk
menganalisa struktur bertingkat tinggi, maka akan
diperlukan banyak persamaan untuk mendapatkan
momen di tiap titik joint. Metode cross lebih
sederhana, dimana tidak diperlukan persamaan
seperti pada metode slope deflection.
Hasil dari analisa struktur adalah momen, selanjutnya
perlu dilakukan free body diagram.

METODE CROSS VS SLOPE DEFLECTION

Portal sederhana seperti ini


dapat diselesaikan dengan
metode slope deflection dan
metode cross.
Portal bertingkat seperti ini
sebaiknya diselesaikan dengan
metode cross

LANGKAH-LANGKAH ANALISA STRUKTUR DENGAN


METODE CROSS
1.
2.
3.
4.

Carilah momen primer untuk masing-masing batang.


Tentukan angka kekakuannya (stiffness factor)
Carilah angka distribusinya (distribution factor)
Masukkan nilai angka kekakuan dan angka distribusi tersebut
ke dalam tabel cross
5.
Lakukan proses analisa cross pada tabel.
6.
Hasil perhitungan pada tabel adalah merupakan momen yang
terjadi pada titik-titik tumpu dan joint pada suatu konstruksi.
Sampai dengan nomor 6 di atas disebut dengan tahap analisa
struktur dengan metode cross, dimana outputnya adalah
momen.
Selanjutnya seperti juga dengan metode persamaan tiga momen
dan slope deflection, dibuat free body diagram untuk
mendapatkan gaya lintang, momen maximum dan gaya
normal.

MOMEN PRIMER
Momen primer adalah momen yang terjadi pada titik tumpu batang jika
suatu batang terjepit di satu atau dua titik tumpunya.
p
1

P.a.b 2
M
1
L2

P.a.b 2
M
2
L2

q.l 2
M
1 12

q.l 2
M
2 12

5
M
q.l 2
1 192

11 2
M
q.l
2 192

2
a

b
L
q

1
L
q
1
L/2

L/2

STIFFNESS FACTOR
Stiffness Factor atau angka kekakuan adalah angka yang menunjukkan
kekakuan suatu segmen batang. Kekakuan batang dipengaruhi oleh
Modulus Elastisitas, Momen Inersia, Panjang Bentang dan jenis
perletakan.
4m
A

K AB

4m
B
EI

EI

EI EI

0,25 EI
L1 4

K BC
EI

EI EI

0,25 EI
L2 4

K BD

EI EI

0,25 EI
L3 4

4m

DISTRIBUTION FACTOR ()
Distribution Factor atau faktor distribusi adalah angka yang menunjukkan
perbandingan nilai angka kekakuan dari total angka kekakuan yang
ada.
B
A
C

K AB

EI EI

0,25 EI
L1 4

K BC

K BD
D

EI EI

0,25 EI
L2 4

EI EI

0,25 EI
L3 4

K AB
0,25

0,33
BA =
K AB K BC K BD 0,25 0,25 0,25
K BC
0,25

0,33
BC =
K AB K BC K BD 0,25 0,25 0,25
K BC
0,25

0,33
BC =
K AB K BC K BD 0,25 0,25 0,25

CONTOH SOAL 1
Diketahui: sebuah gelagar menerus dengan muatan seperti
tergambar di bawah ini.
Ditanyakan: gambar bidang D dan M. Selesaikan dengan metode
Cross

p=2t
b

EI
2m

q = 1 t/m

q = 2 t/m

2 EI
2m

4m

3 EI
2m

2m

I. Perhitungan Angka Kekakuan (Stiffness Factor)

K AB

EI EI
0,25 EI
L1 4

K BC

K CD

EI 2 EI

0,5 EI
L1
4

3EI 3EI

0,187 EI
4 L3 4 x 4

Catatan: angka kekakuan untuk batang dengan perletakan jepit dan sendi dikalikan dengan
. Bentang CD perletakannnya di D sendi dan tidak ada balok lanjutannya.

II. Perhitungan Distribution Factor


BA

0,25
0,33
0,25 0,5

BC

0,5
0,67
0,25 0,5

0,5
CB
0,73
0,5 0,187
0,187
CD
0,27
0,5 0,187

III. Perhitungan Momen Primer


p
a

b
2m

2m

q = 1t/m

q = 2 t/m
2m

2m

1
1
.q.l 2 .1.42 1,33 t.m ( )
12
12
1
1
2
.q.l .1.42 1,33 t.m ( )
12
12

M BC
M CB

4m

P x a x b 2 2 x 2 x 22
M AB

1t.m ()
2
2
4
l1
P x b x a 2 2 x 2 x 22
M BA

1t.m ( )
2
2
4
l1

M CD

5
5
.q.l 2
.2.4 2 0,83 t.m ()
192
192

TABEL CROSS
Titik
Batang

AB

BA

BC

CB

CD

Dist.Factor (DF)

0,33

0,67

0,73

0,27

Momen Primer

-1

+1

-1,33

+1,33 +

-0,83

+ 0,085 + 0,17
+ 0,01
Jumlah:

- 0,9

+ 0,02
+1,2

- 0,182

- 0,365

- 0,135

+ 0,34

+ 0,17

- 0,062

- 0,124

+ 0,04

+ 0,02

- 0,007

- 0,015

- 0,005

-1,2

+1

-1

- 0,045

LETAK DAN ARAH MOMEN


HASIL ANALISA STRUKTUR
Momen yang didapat dari hasil analisa struktur selanjutnya diletakkan pada
ujung-ujung batang sesuai dengan nama dan arah dari momen yang
terdapat pada tabel cross.

- 0,9 tm

- 1,2 tm
+ 1,2 tm

a
2m

+ 1 tm

2m

4m

- 1 tm

2m

d
2m

FREE BODY DIAGRAM


Free Body atau benda bebas adalah metode untuk menganalisa gaya
gaya yang terjadi pada suatu segmen batang. Free Body diperlukan
untuk mendapatkan gaya lintang yang terjadi pada segmen batang
akibat pengaruh momen yang telah dihitung dari analisa struktur.
Disamping gaya lintang juga didapat momen maximum dan gaya
normal.
P=2t

- 0,9 tm

+ 1,2 tm

b b

a
2m
P/2=2/2=1t
(1,2-0,9)/4 =

- 1,2 tm

q = 1t/m
4m

2m
1t

- 1 tm

+ 1 tm

cc
2m

q = 2 t/m
2m

PENGGAMBARAN BIDANG D
Bidang D didapat dari penggambaran gaya-gaya lintang (gaya yang tegak
lurus sumbu batang). Reak
p
b

a
2m

2m

d
2m

4m

Naik sebesar Rc kanan


Naik sebesar Rb kanan
Setiap meter turun
turun sebesar P
sebesar q

++

+
Naik sebesar Ra

Naik sebesar Rb kiri

+
-Naik sebesar Rc kiri

2m

Setiap meter turun


sebesar q

Bidang D

Naik sebesar Rd

PENGGAMBARAN BIDANG M
Bidang D dan M yang telah dibuat per segmen batang digabungkan dan
didapat bidang D secara keseluruhan.
p
b

a
2m

0,9

2m

2m

+
M max

Bidang M akibat
momen di
tumpuan

1,2

d
2m

4m

+
M max

Bidang M akibat
momen di
lapangan

+
M max

Bidang M

BIDANG D DAN M
Bidang D dan M yang telah dibuat per segmen batang digabungkan dan
didapat bidang D & M secara keseluruhan.
p
b

a
2m

2m

2m

4m
++

d
2m

D=0

-D=0

Bidang D

2,75

0,9

+
2

1,2

+
2

+
2,25

Mmax tidak tepat di tengah-tengah


bentang

Bidang M