Anda di halaman 1dari 3

A.

PENGERTIAN PLASENTA PREVIA


Plasenta previa adalah keadaan dimana plasenta berimplantasi pada tempat
abnornmal, yaitu pada segmen bawah rahim sehingga menutupi sebagian atau
seluruh pembukaan jalan lahir (ostium uteri internal) dan oleh karenanya
bagian terendah janin sering kali terkendala memasuki Pintu Atas Panggul
(PAP) atau menimbulkan kelainan janin dalam rahim. Pada keadaan normal
plasenta umumnya terletak di korpus uteri bagian depan atau belakang agak
kearah fundus uteri (Prawirohardjo, 2008).
B. KLASIFIKASI PLASENTA PREVIA
Klasifikasi plasenta previa adalah berdasarkan atas terabanya jaringan
plasenta melalui pembukaan jalan lahir pada waktu tertentu, karena
klasifikasi tidak didasarkan pada keadaan anatomi melainkan pada keadaan
fisiologis yang dapat berubah-ubah, maka klasifikasi ini dapat berubah setiap
waktu misalnya pada pembukaan yang masih kecil, seluruh pembukaan yang
lebih besar, keadaan ini akan menjadi plasenta previa lateralis. Ada juga yang
menganjurkan bahwa menegakkan diagnosa sewaktu moment opname yaitu
saat penderita diperiksa (Mochtar, 2002).
a. Menurut De Snoo
Klasifikasi plasenta previa menurut De Snoo dalam Mochtar (2002),
berdasarkan pembukaan 4-5 cm dibagi menjadi dua, yaitu :
1. Plasenta previa sentralis (totalis), bila pada pembukaan 4-5 cm teraba
plasenta menutupi seluruh ostium.
2. Plasenta previa lateralis, bila pada pembukaan 4-5 cm sebagian
pembukaan ditutupi oleh plasenta, dapat dibagi menjadi :
a. Plasenta previa lateralis posterior, bila sebagian menutupi ostium
bagian belakang.
b. Plasenta previa lateralis anterior, bila sebagian menutupi ostium
bagian depan.
c. Plasenta previa lateralis marginalis, bila sebagian kecil atau hanya
pinggir ostium yang d tutupi plasenta.
b. Menurut Browne
Klasifikasi plasenta previa menurut Browne dalam Mochtar (2002) yaitu :
1. Tingat 1 (Lateral plasenta previa)
Pinggir bawah plasenta berinsersi sampai ke segmen bawah rahim,
namun tidak sampai ke pinggir pembukaan.

2. Tingkat 2 (Margina plasenta previa)


Plasenta mencapai pinggir pembukaan.
3. Tingkat 3 (Complete plasenta previa)
Plasenta menutupi ostium waktu tertutup, dan tidak menutupi bila
pembukaan hampir lengkap.
4. Tingkat 4 (Central plasenta previa)
Plasenta menutupi seluruhnya pada pembukaan hampir lengkap.
Secara umum plasenta previa dapat dibagi menjadi empat, yaitu :
1. Plasenta previa totalis
Apabila jaringan plasenta menutupi seluruh ostium uteri internum.
2. Plasenta previa parsialis
Yaitu apabila jaringan plasenta menutupi sebagian ostium uteri internum.
3. Plasenta previa marginalis
Yaitu plasenta yang tepinya terletak pada pinggir ostium uteri internum.
4. Plasenta previa letak rendah
Apabila jaringan plasenta berada kira-kira di atas ostium uteri internum,
pada pemeriksaan dalam tidak teraba (Prawirohardjo, 2008).
C. FAKTOR-FAKTOR RESIKO TERJADINYA PLASENTA PREVIA
Penyebab plasenta previa belum diketahui secara pasti, namun ada beberapa
faktor yang meningkatkan kemungkinan terjadinya plasenta previa, antara
lain :
a. Umur
b. Banyaknya jumlah kehamilan dan persalinan (paritas).
c. Hipoplasi endometrium.
d. Korpus luteum bereaksi lambat
e. Tumor-tumor seperti mioma uteri, polip endometrium
f. Endometrium cacat, seksio cesarea, kuretase, dan manual plasenta
g. Kehamilan kembar
h. Riwayat plasenta previa sebelumnya
D. GAMBARAN KLINIK
Gambaran klinik plasenta previa adalah sebagai berikut :
a. Perdarahan pervaginam
Darah berwarna merah terang pada umur kehamilan trimester kedua atau
awal trimester ketiga merupakan tanda utama plasenta previa. Perdarahan
pertama biasanya tidak banyak sehingga tidak akan berakibat fatal, tetapi
perdarahan berikutnya hampir selalu lebih banyak dari perdarahan
sebelumnya.
b. Tanpa alasan dan tanpa nyeri

Kejadian yang paling khas pada plasenta previa adalah perdarahan tanpa
nyeri yang biasanya baru terlihat setelah kehamilan mendekati akhir
trimester kedua atau sesudahnya.
c. Pada ibu, tergantung keadaan umum dan jumlah darah yang hilang,
perdarahan yang sedikit demi sedikit atau dalam jumlah banyak dengan
waktu yang singkat, dapat menimbulkan anemia tanpa syok.
d. Pada janin, turunnya bagian terbawah janin kedalam PAP akan terhalang,
tidak jarang terjadi kelainan letak pada janin dalam rahim, dan dapat
menimbulkan asfiksia sampai kematian janin dalam rahim (Manuaba,
2005).
E. KOMPLIKASI PLASENTA PREVIA
Ada beberapa komplikasi yang bisa terjadi pada ibu hamil yang menderita
plasenta previa, yaitu :
a. Komplikasi pada ibu
1. Dapat terjadi anemia, bahkan syok
2. Dapat terjadi robekan pada serviks dan segmen bawah rahim yang
rapuh
3. Infeksi karena perdarahan yang banayk (Manuaba, 2008).
b. Komplikasi pada janin
1. Kelainan letak janin
2. Prematuritas dengan mordibitas dan mortalitas tinggi
3. Asfiksia intra uterin sampai dengan kematian (Manuaba, 2008).