Anda di halaman 1dari 25

Disusun Oleh :

Asri Putri T. Djaen


Pembimbing :
dr. Agung Widianto, Sp.B-KBD
dr. Wahyu Rathariwibowo, Sp.B
dr. Wahyu K. Tomo, Sp.B

Fakultas Kedokteran Universitas


Gadjah Mada
RS Akademik UGM

PAYUDARA
adalah organ yang berperan dalam proses laktasi, sedangkan pada
pria organ ini tidak berkembang dan tidak memiliki fungsi dalam
proses laktasi seperti pada wanita (rudimeter). Berat dan ukuran
payudara bervariasi sesuai pertambahan umur, pada masa pubertas
payudara akan membesar, bertambah besar selama kehamilan dan
sesudah melahirkan, dan menjadi atropi pada usia lanjut.

ANATOMI
Payudara terletak pada costa 2 6, pada bidang
horizontal dari linea parasternal sampai linea aksilaris
anterior.
Secara umum, payudara terdiri atas dua jenis jaringan,
yaitu jaringan glandular (kelenjar) dan jaringan stromal
(penopang). Jaringan kelenjar meliputi kelenjar susu
(lobus) dan salurannya (ductus). Sedangkan jaringan
penopang meliputi jaringan lemak dan jaringan ikat.
Kelenjar mamma terdiri atas 15 - 20 lobus yang
tersusun radier dan berpusat pada papilla mamma.
Dari setiap lobus bermuara ke papilla mamma, disebut
duktus lactiferous.
Setiap lobus terdiri atas
berfungsi menghasilkan susu

kelenjar-kelenjar

yang

Setiap lobus dipisahkan oleh jaringan ikat (Lig. Cooper)


dan jaringan lemak.
Areola mamma berada di sekitar papilla mamma

Letak Mammae
2/3 superior diatas
- m. pectoralis mayor
1/3 inferior diatas :
-m. serratus anterior
-m. obliquus externus abdominis
-m. rectus abdominis.

Payudara dibagi menjadi 4 kuadran, yaitu :


1. Kuadran atas bagian medial (upper inner quadrant)
2. Kuadran atas bagian lateral (upper outer quadrant)
3. Kuadran bawah bagian medial (lower inner
quadrant)
4. Kuadran bawah bagian lateral (lower outer
quadrant)

Vaskularisasi Payudara

Kelenjar Limfe Payudara

Tumor
adalah benjolan atau suatu pertumbuhan
bisa jinak atau ganas.
Tumor jinak adalah suatu pembesaran
akibat pertumbuhan sel-sel tubuh sendiri
yang memiliki pertumbuhan lambat dan
tidak menyebar ke bagian tubuh lain
Tumor ganas adalah suatu pembesaran
akibat pertumbuhan sel-sel tubuh sendiri
yang memiliki pertumbuhan cepat, tidak
terkendali, dan menyebar ke bagian tubuh
lain

EPIDEMIOLOGI
Kanker payudara sering ditemukan di seluruh dunia dengan
insidens relatif tinggi, yaitu 20% dari seluruh keganasan
(Tjahjadi, 1995). Dari 600.000 kasus kanker payudara baru yang
yang didiagnosis setiap tahunnya, sebanyak 350.000 di
antaranya ditemukan di negara maju, sedangkan 250.000 di
negara yang sedang berkembang (Moningkey, 2000). Kanker
payudara di Indonesia menempati urutan kedua setelah kanker
leher rahim. Diperkirakan 10 dari 100.000 penduduk terkena
kanker payudara dan 70% dari penderita memeriksakan dirinya
pada keadaan stadium lanjut (Ana, 2007).

Klasifikasi tumor
payudara
Tumor jinak
1.Fibroadenoma
2.Fibrokistik
3.Papilloma intraduktal
4.Kista Mammae
5.Phylloides tumor

Tumor ganas
1.Non invasive carcinoma :
1.Ductal carcinoma insitu (DCIS)
2.Lobular carcinoma insitu (LCIS)
2.Invasive carcinoma
1. Invasive ductal carcinoma
- Adenocarcinoma with productive
fibrosis
- Medularis carcinoma
- Mucinous carcinoma
- Tubular carcinoma
2. Invasive lobular carcinoma

Karakteristik

Fibroadenoma

Fibrokistik

Kanker

Usia tersering

< 30 tahun

30-50 tahun

> 40 tahun

Jumlah

Biasanya satu

Satu / multiple

Biasanya satu

Bentuk

Bulat, lobular

Bulat

Irreguler

Konsistensi

Sering padat

Lunak-padat,
elastic

Padat atau keras

Batas

Tegas

Tegas

Tidak terpisah dari


jaringan sekitar

Mobilitas

Mobile

Mobile

Bisa terfiksasi ke
kulit atau jaringan
sekitar

Nyeri

Tidak nyeri

Nyeri

Tidak nyeri

Tanda retraksi

Tidak ada

Tidak ada

Bisa ada

FAKTOR RESIKO
Wanita
Riwayat ca pada keluarga
Riwayat operasi tumor payudara
Faktor genetik
Faktor usia
Hormonal
Menarche < 11 tahun
Menopause > 54 tahun
Usia saat kehamilan pertama (> 35 tahun)
Pemakaian kontrasepsi oral jangka panjang (>10 tahun)
Tidak memiliki anak
Tidak menyusui
Terpapar radiasi

Tanda tanda yang harus di waspadai pada


payudara

Triple Diagnosis
Pemeriksaan fisik
Pemeriksaan Radiologi ( USG / Mammografi )
Pemeriksaan histopatologi ( AJH / Biopsi )

PEMERIKSAAN KLINIS
2. Pemeriksaan fisik

1. Anamnesis

a. Status generalis
b. Status Lokalis

a.Keluhan payudara atau ketiak

Kecepatan tumbuh
Rasa sakit
Nipple discharge
Nipple retraksi
Krusta areola
Kelainan kulit : dimpling,
dorange, ulserasi, venektasi
Perubahan warna kulit
Benjolan pada ketiak

peau

b.Keluhan ditempat lain berhubungan


dengan metastasis

Pemeriksaan payudara kanan dan kiri


Massa tumor :
Lokasi
Ukuran benjolan
Bentuk benjolan
Konsistensi
Batas tegas atau tidak
Nyeri
Mobilitas
Perubahan kulit (kemerahan, dimpling,
edema, nodul satelit dan peau dorange
Nipple (tertarik, erosi, krusta, discharge)
Status kelenjar getah bening (KGB)

PEMERIKSAAN PENUNJANG
USG
Mammografi
Biopsi
AJH
MRI

(T) Tumor Primer

Klasifikasi Kanker Payudara


berdasarkan TNM

Tx

Tumor primer tidak dapat dinilai

To

Tidak ada bukti terdapat tumor primer

Tis

Karsinoma insitu

T1

Diameter tumor 2 cm atau kurang

T1a

Diameter tumor > 0,1 0,5 cm

T1b

Diameter tumor terbesar > 0,5 cm dan < 1 cm

T1c

Diameter tumor terbesar > 1 cm dan < 2 cm

T2

Diameter tumor terbesar antara 2 5 cm

T3

Diameter tumor terbesar > 5 cm

T4

Tumor dalam berbagai ukuran dengan perluasan sampai ke


dinding dada atau kulit
Fiksasi ke dinding dada
Peau dorange, ulserasi kulit atau nodul satelit
Inflammatory carcinoma

T4a
T4b
T4c

(N) Nodes
Nx

Kelenjar limfe regional tidak dapat dinilai

No

Tidak ada metastase ke KGB regional

N1

Metastase ke lnn. axillaris ipsilateral yang masih mobile

N2

Metastase ke lnn. axillaris ipsilateral yang sudah fixed

N3

Metastase ke lnn. suprclavicular dan infraclavicularis ipsilateral


atau edema lengan

(M) Metastasis
Mx

Metastase jauh tidak dapat dinilai

Mo

Tidak terdapat metastase jauh

M1

Terdapat metastase jauh

Tatalaksana
Dokter umum Rujuk ( Lumpectomy)
Terapi Hormon
Kemoterapi
Radioterapi
Pembedahan
Breast conserving / Mastectomy
Partial
Mastectomy simple
Modified radical mastectomy
Radical mastectomy

Screening

SADARI
Dilakukan pada wanita mulai usia subur, setiap
1 minggu setelah hari pertama menstruasi
terakhir
Pemeriksaan fisik
Mammografi
Pada wanita usia 35 50 tahun : setiap 2 tahun
Pada wanita usia > 50 tahun : setiap 1 tahun