Anda di halaman 1dari 9

BAB I

PENDAHULUAN
Setiap peserta didik memiliki sifat dan karakteristik yang beraneka ragam. Hal
tersebut didasarkan pada latar belakang peserta didik tersebut. Kebudayaan, kebiasaan, serta
lingkungan tinggal juga memiliki peran andil dalam proses pembentukan karakteristik peserta
didik. Dalam kegiatan belajar, guru diharapkan mampu berperan dalam upaya memberikan
pengajaran kepada peserta didiknya. Terdapat berbagai metode pengajaran yang dapat
digunakan oleh guru.
Dalam makalah ini akan dibahas sebuah metode yang menekankankan kebermaknaan
serta tingkat kesenangan peserta didik dalam proses belajar. Metode Quantum Teaching, yang
berpusat pada karakteristik peserta didik diharapkan mampu memecahkan hambatan dalam
proses pembelajaran sehingga materi yang disampaikan kepada peserta didik dapat diserap
dengan baik. Sehingga dengan demikian akan terciptanya kenyamanan dalam proses
pembelajaran serta peranan guru dapat terlihat lebih maksimal dalam metode tersebut.

BAB II
PEMBAHASAN

A. PENDEKATAN KUANTUM TEACHING


Quantum adalah sebuah temuan yang telah menyelamatkan manusia dari bencana
ultraviolet. Quantum pertama kali dikemukakan oleh Max Planck pada akhir abad ke-19.
Ia menemukan sebuah rumus fisika yang shahih, sehingga dapat menanggulangi bencana
ultraviolet. Sejak saat itu, istilah quantum banyak digunakan pada banyak aspek
kehidupan, salah satunya digunakan pada bidang pendidikan dan pembelajaran.
Seiring dengan perkembangan dunia pendidikan, ditemukan sebuah pendekatan
pengajaran yang disebut dengan quantum teaching. Pendekatan pembelajaran model
quantum teaching ini menggugat cara-cara mengajar yang selama ini dilakukan turuntemurun. Quantum teaching berawal dari sebuah upaya Georgi Lozanov, pendidik asal
Bulgaria, yang bereksperimen dengan suggestology. Prinsipnya, sugesti dapat dan pasti
mempengaruhi hasil belajar. Kata quantum sendiri berarti interaksi yang mengubah
energi menjadi cahaya. Jadi, quantum teaching menciptakan lingkungan belajar yang
efektif, dengan cara menggunakan unsur yang ada pada diri siswa dan lingkungan
belajarnya melalui interaksi yang terjadi di dalam kelas. Bila metode ini diterapkan maka
guru akan lebih mudah dalam memberikan materi serta lebih dicintai anak didik karena
guru mengoptimalkan berbagai metode.
Dalam quantum teaching terdapat istilah Bawalah dunia mereka ke dunia kita, dan
hantarkanlah dunia kita ke dunia mereka. Hal ini menunjukkan bahwa pengajaran
dengan quantum teaching tidak hanya menawarkan materi yang mesti dipelajari siswa.
Tetapi jauh dari itu, siswa juga diajarkan bagaimana menciptakan hubungan emosional
yang baik ketika belajar. Persamaan quantum teaching ini diibaratkan mengikuti konsep
fisika quantum :
E = mc2
E = energi (antusiasme, efektivitas belajar-mengajar, semangat)
m = massa (semua individu yang terlibat, situasi, materi, fisik)
c = interaksi (hubungan yang tercipta di kelas)
Berdasarkan persamaan ini, dapat dipahami bahwa interaksi serta proses pembelajaran
yang tercipta akan berpengaruh besar sekali terhadap efektivitas dan antusiasme belajar
pada peserta didik.
1. Asas utama quantum teaching
Quantum teaching bersandar pada konsep bahwa bawalah dunia mereka ke dunia
kita, dan antarkan dunia kita ke dunia mereka. Maksudnya yaitu mengingatkan kita
pada pentingnya memasuki dunia murid sebagai langkah pertama. Sebagai pengajar,
langkah pertama yang harus dilakukan untuk mendapat hak pengajar adalah
membangun jembatan autentik memasuki kehidupan murid. Sertifikat mengajar atau
dokumen yang mengizinkan mengajar atau melatih hanya berarti bahwa memiliki
2

wewenang untuk mengajar. Hal ini bukan berarti bahwa memiliki hak mengajar.
Mengajar merupakan hal yang harus diraih, dan diberikan oleh siswa, bukan oleh
Kementrian Pendidikan. Dengan kata lain, belajar melibatkan semua aspek
kepribadian manusia-pikiran, perasaan, dan bahasa tubuh, di samping pengetahuan,
sikap, dan keyakinan sebelumnya serta persepsi masa mendatang. Dengan demikian,
karena belajar berurusan dengan orang secara keseluruhan , hak untuk memudahkan
belajar tersebut harus diberikan oleh pelajar dan diraih oleh guru.

2. Prinsip quantum teaching


Quantum teaching akan membantu siswa dalam menumbuhkan minat siswa untuk
terus belajar dengan semangat. Quantum teaching juga sangat menekankan pada
pentingnya bahasa tubuh, seperti tersenyum, bahu tegak, kepala ke atas, mengadakan
kontak mata pada siswa, dan lain-lain. Terdapat beberapa prinsip quantum,
diantaranya adalah :
a. Segalanya berbicara. Lingkungan kelas, bahasa tubuh, dan bahan pelajaran
semuanya menyampaikan pesan tentang belajar.
b. Segalanya belajar. Siswa diberi tahu apa tujuan mereka mempelajari materi yang
akan disampaikan.
c. Pengalaman sebelum pemberian nama. Proses belajar paling baik terjadi ketika
siswa telah mengalami informasi sebelum mereka memperoleh nama untuk apa
yang mereka pelajari.
d. Akui setiap usaha. Menghargai usaha siswa sekecil apapun. Mereka patut
mendapat pengakuan atas kecakapan dan kepercayaan diri mereka.
e. Jika layak dipelajari. Layak pula dirayakan, kita harus memberi pujian pada
siswa yang terlibat aktif pada pelajaran. Misalnya dengan memberi tepuk tangan,
dll
Guru juga perlu memiliki emotional intelligence, yaitu kemampuan untuk matang
dalam mengelola emosi.
3. Model quantum taeching
a. Konteks adalah latar untuk pengalaman anda
1. Suasana
Suasana kelas mencakup bahasa yang dipilih, cara menjalin rasa simpati
dengan siswa, dan sikap guru terhadap sekolah serta belajar. Suasana yang
penuh kegembiraan membawa kegembiraan pula dalam belajar.
2. Landasan
a. Tujuan
Di kelas tujuan yang sama bagi seluruh siswa adalah mengembangkan
kecakapan dalam mata pelajaran, menjadi pelajar yang lebih baik lagi,
dan mengembangkan keterampilan lain yang dianggap penting.
b. Prinsip
Gambaran tentang cara yang dipilih para anggotanya untuk menjalani
kehidupan. dibawah ini adalah satu set prinsip quantum teaching yang
biasa disebut delapan kumci keunggulan sebagai berikut:
3

1.) Integritas, bersikaplah jujur, tulus, dan menyeluruh. Selaraskan


nilai-nilai dengan perilaku anda.
2.) Kegagalan awal dari kesuksesan, pahamilah bahwa hanyalah
memberikan informasi yang anda butuhkan untuk sukses.
Kegagalan itu tidak ada, yang ada hanya hasil dan umpan balik.
Semuanya dapat bermanfaat jika anda tahu cara menemukan
hikmahnya.
3.) Bicaralah dengan niat baik, berbicaralah dengan pengertian
positif, dan bertanggungjawablah untuk komunikasi yang jujur
dan tulus. Hindari gosip dan komunikasi berbahaya.
4.) Hidup disaat ini, pusatkan perhatian anda pada saat sekarang
ini, dan manfaatkan waktu sebaik-baiknya. Kerjakan setiap
tugas sebaik mungkin.
5.) Komitmen, penuhi janji dan kewajiban anda; laksanakan visi
anda. Lakukan apa yang diperlukan untuk menyelesaikan
pekerjaan anda.
6.) Tanggung jawab, bertanggungjawablah atas tindakan anda.
7.) Sikap
luwes
atau
fleksibel,
bersikaplah
terbuka
terhadapperubahan atau pendekatan baru yang dapat membantu
memperoleh hasil yang diinginkan.
8.) Keseimbangan, jaga keselarasan pikiran, tubuh, dan jiwa anda.
Sisihkan waktu untuk membangun dan memelihara tiga bidang
ini.
Mengajarkan 8 kunci keunggulan kepada siswa, bisa dengan cara berikan
teladan untuk perilaku yang ingin anda lihat pada siswa; perkenalkan kuncikunci ini melalui cerita dan perumpamaan; terapkan kunci-kunci ini ke dalam
kurikulum.
c. Keyakinan
Yakinlah dengan kemampuan mengajar dan kemampuan siswa belajar.
Bertindak seolah-olah menjadi guru terhebat di dunia, dengan sikap
penuh percaya diri. Suatu saat guru akan percaya akan kemampuannya
sendiri.
d. Kesepakatan
Lebih formal dari pada peraturan, dan merupakan daftar cara sederhana
dan konkret untuk melancarkan jalannya pelajaran misalnya mengikuti 8
kunci.
e. Kebijakan
Mendukung tujuan komunitas belajar dan menjelaskan tindakan-tindakan
untuk situasi tertentu. Misalnya jika siswa tidak hadir mereka meminta
tugas yang terlewat dari guru.
f. Prosedur
Memberitahu siswa apa yang diharapkan dan tindakan apa yang diambil.
Misalnya berbaris di depan pintu sebelum masuk.
g. Peraturan
4

Lebih ketat dari pada kesepakatan atau kebijakan. Melanggar peraturan


menimbulkan konsekuensi yang jelas. Konsekuensinya bisa berupa
peringatan, setrap, dan sebagainya.
3. Lingkungan
Yaitu cara anda menata ruang kelas yang mendukung proses belajar.
a. Lingkungan sekeliling
Lingkungan yang ada disekeliling dapat membantu daya ingat, seperti
sebuah gambar lebih berarti dari pada seribu kata.
b. Alat bantu
Benda yang dapat mewakili suatu gagasan, seperti boneka untuk
mewakili tokoh dalam karya sastra.
c. Pengaturan bangku
Pengaturan bangku disesuaikan dengan jenis interaksi yang akan
digunakan, seperti setengah lingkaran untuk diskusi kelompok.
d. Tumbuhan, aroma, hewan peliharaan, dan unsur organik lainnya
Tumbuhan menambah keadaan estetika, binatang dapat menenangkan dan
mengeluarkan sifat penyayang, aroma memicu respon seperti ketenangan,
depresi, kelaparan, kecemasan.
e. Musik
Digunakan menata suasana hati, mengubah keadaan mental siswa, dan
mendukung lingkungan belajar.
4. Rancangan
Maksudnya adalah penciptaan terarah pada unsur-unsur penting yang bisa
menumbuhkan minat siswa untuk mendalami makna, dan memperbaiki
postur tukar menukar informasi.
Kerangka Rancangan Belajar Quantum Teaching TANDUR :
a. Tumbuhkan
Memanfaatkan kehidupan belajar dengan menyertakan diri mereka, pikat
mereka. Tumbuhkan minat dengan memuaskan. Dengan menyertakan
pertanyaan, pantomime, lakon pendek dan lucu, drama, video, cerita.
b. Alami
Ciptakan atau datangkan pengalaman umum yang dapat dimengerti
semua pelajar. Unsur ini memberi pengalaman kepada siswa, dan
memanfaatkan hasrat alami otak untuk menjelajah. Misalnya dengan cara
permainan, beri mereka tugas kelompok dsan kegiatan yang
mengaktifkan pengetahuan yang sudah mereka miliki.
c. Namai
Sediakan kata kunci, konsep, model, rumus, strategi. Penamaan
memuaskan hasrat alami otak untuk memberikan identitas, mengurutkan
dan mendefinisikan. Penamaan adalah saatnya untuk mengajarkan
konsep, keterampilan berpikir, dan strategi belajar, dari situ. Guru
membuat mereka penasaran, penuh pertanyaan mengenai pengalaman
mereka.
d. Demonstrasikan
Sediakan kesempatan bagin pelajar untuk menunjukan bahwa mereka
tahu, kemudian mengaitkan antara pengalaman dan nama dengan cara
menunjukan dan melakukannya
5

e. Ulangi
Tunjukan pada pelajar cara-cara mengulang materi, pengulangan
memperkuat koneksi saraf dan menumbuhkan rasa aku tahu bahwa aku
tahu hal ini. Misalnya dengan cara siwa diberi kesempatan untuk
mengajarkan pengetahuan baru kepada orang lain.
f. Rayakan
Pengakuan untuk penyelesaian, partisipasi, dan pemerolehan
keterampilan dan ilmu pengetahuan. Perayaan memberi rasa rampung
dengan menghormati usaha, ketekunan, dan kesuksesan. Hal itu
memperkuat dan memberi motivasi untuk mencobanya berulang-ulang.
Jika keempat aspek ini ditata dengan cermat, suatu keajaiban akan terjadi.
Konteks ini sendiri benar-benar menciptakan rasa saling memiliki, yang kemudian akan
meningkatkan rasa memiliki dan penghargaan.
b. Isi (content)
Presentasi, yaitu bagian kurikulum yang ringkas dan bergairah, anggun tapi
menarik, penyaji yang piawai, baik seorang guru TK atau penceramah
motivasional, memiliki strategi dan teknik yang jelas untuk memastikan bahwa
sajian mereka memiliki dampak. Guru adalah salah satu faktor yang paling
berarti dan berpengaruh dalam kesuksesan siswa sebagai pelajar. Berikut adalah
empat komunikasi ampuh:
1. Memunculkan kesan
Manfaatkanlah kemampuan otak untuk menyediakan asosiasi yang kaya.
Susunlah perkataan yang menimbulkan citra yang memacu belajar siswa.
2. Arahkan fokus
Memanfaatkan kemampuan otak yang mampu memilih dari banyaknya input
indrawi, dan memusatkan perhatian otak. Maksudnya seorang guru harus bisa
memusatkan perhatian siswa pada bahasan yang akan seorang guru bahas.
3. Inklusif (bersifat mengajak)
Di dalam perkataan seorang guru harus menimbulkan asosiasi yang positif
4. Spesifik
Bersifat tepat sasaran. Katakanlah apa yang perlu dikatakan dengan kejelasan
sebanyak mungkin dan jumlah kata yang sedikit mungkin. Inilah yang
disebut hemat bahasa.
Fasilitasi, dengan memfasilitasi keadaan siswa untuk meningkatkan
kemampuan mereka untuk memahami, berpartisipasi, berfokus, dan menyerap
informasi. KEG membantu, membungkus, dan menyampaikan penghargaan guru
kepada muridnya.
1.) Know it (ketahui hasilnya), pahamilah semua yang akan anda sampaikan.
Sejauhmana guru mengetahui, guru dapat mengkomunikasikannya dengan
jelas dan mendapatkan hasil yang diinginkan.
2.) Explain it (jelaskan hasilnya), jelaskan kepada siswa bayangan tentang hasil,
beberkan secara terbuka, gunakan rumus yang spesifik.

3.) Get it (dapatkan hasilnya), perhatikan dan dengarkan siswa memulai, jika
tidak mematuhi beri tahu mereka dan beri umpan balik, hentikan sesaat dan
katakan mutu pekerjaan mereka.
Menciptakan strategi berpikir dapat menyikapkan bagaimana siswa mencapai
suatu jawaban dan mendukung waktu berpikir. Misalnya dengan melontarkan
pertanyaan, maka memberikan kesempatan kepada kita untuk menghargai dan
mengakui aktisipasi dan pengambilan resiko siswa. Dengan bertanya, maka akan
memberi kesempatan guru untuk mengasah dan membuka pikiran siswa,
menggerakan pikiran mereka, hingga memperoleh jawaban.
Lima keterampilan yang merangsang belajar adalah sebagai berikut :
a.) Konsentrasi terfokus
b.) Cara mencatat
c.) Organisasi dan persiapan tes
d.) Membaca cepat
e.) Teknik mengingat
4. Penerapan quantum teaching dalam pembelajaran
Posisikanlah sebagai teman bagi siswa. Pada proses pembelajaran sehari-hari,
masuki dunia siswa dengan mencoba membuka kegiatan pembelajaran dengan
mengaitkan materi pelajaran, yang sudah ataupun yang akan dikaji, dengan pengalaman
dan kehidupannya (contextual learning). Hal demikian perlu dilakukan agar antara guru
dan siswa, pada setiap tatap muka senantiasa terbentuk ikatan emosi.
Perlu kita sadari, ketika proses pembelajaran berlangsung seluruh aspek kejiwaan
siswa dan guru terlibat. Bukan hanya fisik pikiran, perasaan, pengalaman, bahasa tubuh
dan emosi pun terlibat. Wajar saja bila pada awal pembelajaran seorang guru memasuki
ruang belajar dengan wajah yang merengut atau suram, proses pembelajaran dapat
diperkirakan berlangsung dalam suasana yang menegangkan dan melelahkan.
Siswa tidak berani bertanya apalagi mengemukakan suatu pendapat yang berbeda
dengan sang guru. Selama pembelajaran berlangsung jiwa siswa berada dalam
ketidaknyamanan. Sebaliknya, ketika seorang guru memasuki ruang belajar dengan
wajah ceria, suasana pembelajaran akan berbeda. Rasa senang akan tumbuh dalam diri
siswa. Kedekatan guru dengan siswa mulai terbangun dan kaitan emosi terjalin.
Setelah kaitan emosi terjalin, saatnya seorang guru mulai membawa siswa ke dunia
guru. Apapun materi yang disajikan (konsep, teori, topik, rumus, kosakata, dan lainnya)
dan dieksplorasi lebih mudah dipahami siswa. Bila ini terjadi semua materi yang
dipelajari akan dirasakan kebermaknaannya oleh siswa. Guru akan semakin berkembang
wawasan dan pengalamannya melalui proses tersebut.
Untuk suasana dalam belajar, diperlukan suasana kelas yang menyenangkan dan
santai. Menyenangkan berarti suasana kelas penuh diliputi dengan nuansa demokrasi,
siswa bebas menyampaikan gagasan-gagasan dalam berpendapat. Dalam merespons
pendapat siswa, guru harus senantiasa menanggapi dengan gaya dan bahasa penuh
motivasi dan empati. Libatkan siswa lainnya untuk berusaha menjawab pertanyaan
kawannya. Suasana pembelajaran yang santai dapat diciptakan apabila guru menyadari
bahwa materi-materi pelajaran yang dipelajari akan melekat lebih lama dalam otak siswa

bila suasana tidak kaku dan tidak serba prosedural. Agar materi yang dikaji lebih
bermakna bagi anak, dalam suasana santai akan lebih terasa.
Dalam suasana santai, proses pengendapan berlangsung lebih lama karena materi
yang diterima akan bersentuhan dengan pengetahuan sehimpun yang berseliweran dalam
otak siswa. Juga proses mengeksplorasi materi pembelajaran lebih mendalam. Dalam
suasana demikian, refleksi akan menjadi bagian terdalam pembelajaran.
Selain mengembangkan kebiasaan bersosialisasi dalam membentuk komunitas
belajar, guru juga diharapkan mampu mengakomodasi berbagai gaya belajar siswa untuk
menciptakan kondisi belajar yang menyenangkan dan santai. Guru mampu memahami
dan menerapkan berbagai metode atau model model mengajar yang variatif. Dengan
mengkreasikan serta mengimplementasikan model atau metode tersebut, jalinan jalinan
emosi positif yang dilalui dalam pembelajaran akan saling bersinergi dengan pengalaman
pe ngalaman emosi yang sudah tertanam dalam diri siswa. Ini yang mengakibatkan mulai
terbentuknya rasa senang dalam belajar. Yang paling penting, akibat lebih jauh dari
kebiasaan ini adalah terciptanya keseimbangan antara perasaan dan pikiran.
Pendekatan Quantum Teaching telah dicoba diadopsi dalam strategi pembelajaran
yang diterapkan di sekolah-sekolah kita. Berdasarkan UU RI/2003, PP RI NO.19/2005
dan Permen Diknas RI No. 41/2007 ditetapkan Standar Proses Pendidikan dalam upaya
peningkatan mutu pendidikan. Salah satu contohnya dengan diterapkannya strategi
PAKEM = Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan. Pakem merupakan
strategi pembelajaran terpadu yang melibatkan variasi metode, teknik, media/ sumber
belajar dan evaluasi hasil belajar.

BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Model Pembelajaran Kuantum (Quantum Learning) merupakan model pembelajaran
yang menekankan untuk memberikan manfaat yang bermakna dan juga menekankan
pada tingkat kesenangan dari peserta didik atau siswa. Tujuan dari pembelajaran
kuantum (quantum learning) adalah sebagai berikut:
a.

Untuk menciptakan lingkungan belajar yang efektif.

b. Untuk menciptakan proses belajar yang menyenangkan.


8

c.

Untuk menyesuaikan kemampuan otak dengan apa yang dibutuhkan oleh otak.

d. Untuk membantu meningkatkan keberhasilan hidup dan karir.


e.

Untuk membantu mempercepat dalam pembelajaran


Prinsip utama pembelajaran kuantum berbunyi: Bawalah dunia mereka (Pembelajar)

ke dalam dunia kita (Pengajar), dan antarkan dunia kita (Pengajar) ke dalam dunia mereka
(Pembelajar). Adapun manfaat yang dapat diperoleh dari pembelajaran kuantum (quantum
learning) diantaranya:
1. Sikap positif
2. Motivasi
3. Keterampilan belajar seumur hidup
4. Kepercayaan diri
5. Sukses
Pembelajaran kuantum sangat memperhatikan keaktifan serta kreatifitas yang dapat dicapai
oleh peserta didik. Pembelajaran kuantum mengarahkan seorang guru menjadi guru yang
baik, artinya guru memiliki ide-ide kreatif dalam memberikan proses pembelajaran dan
mengetahui dengan baik tingkat kemampuan siswa.

SARAN
Pada penerapan model pembelajaran quntum learning sebaiknya disertai dengan
persiapan yang matang baik suasana belajar maupun materi yang akan disampaikan karena
penerapan model pembelajaran tersebut membutuhkan waktu yang lama. Hal tersebut perlu
dilakukan agar tujuan pembelajaran dapat tercapai tepat waktu.