Anda di halaman 1dari 8

PENEGAKAN

DIAGNOSIS KEJANG
DEMAM

ANAMNESIS
PEMERIKSAAN FISIK
PEMERIKSAAN PENUNJANG

ANAMNESIS

Adanya kejang, jenis kejang, kesadaran, lama


kejang
Suhu sebelum/saat kejang, frekuensi demam 24
jam, interval, keadaan anak pasca kejang,
penyebab demam diluar infeksi susunan saraf
pusat (gejala infeksi saluran napas akut/ ISPA,
ISK, otitis media akut/OMA, dll)
Riwayat perkembangan, riwayat kejang, demam,
dan epilepsi
Singkirkan penyebab kejang yang lain (misal
diare/ muntah yang mengakibatkan gangguan
elektrolit)

PEMERIKSAAN FISIK

Kesadaran : apakah terjadi kesadaran


Suhu tubuh : apakah terdapat demam
Tanda rangsang meningeal : kaku kuduk,
buzinski I dan II, kernique, laseque
Pemeriksaan nervus kranial
Tanda tekanan intrakranial : ubun-ubun
besar membonjol, pupil edema.
Tanda infeksi di luar SSP: ISPA, OMA, ISK, dll
Pemeriksaan neurologi: tonus, motorik,
reflek fisiologis, reflek patologis

PEMERIKSAAN PENUNJANG
1.

Pemeriksaan laboratorium

Tidak dikerjakan secara rutin pada kejang


demam, tetapi untuk mengevaluasi sumber
infeksi demam atau keadaan lain misal :
gastroenteritis dehidrasi disertai demam
Misal : darah perifer, elektrolit dan gula
darah (level II-2 dan level III, rekomendasi D)

2.

Pungsi lumbal
Pemeriksaan cairan serebrospinal dilakukan
untuk menegakan / menyingkirkan
kemungkinan meningitis
Resiko terjadinya meningitis adalah 0,6 6,7 %
Pada bayi kecil seringkali sulit untuk
menegakan / menyingkirkan diagnosis
meningitis karena manifestasi klinisnya tidak
jelas. Oleh karena itu pungsi lumbal dianjurkan
pada:
Bayi < 12 bulan sangat dianjurkan dilakukan
Bayi antara 12-18 bulan dianjurkan
Bayi > 18 bulan tidak rutin

EED (Elektroensefalografi)

3.

Tidak dapat memprediksi berulangnya kejang


Memperkirakan kemungkinan terjadinya
epilepsi pada pasien kejang demam.
Sehingga tidak di rekomendasikan (level II-2,
rekomendasi E)
Masih dapat dilakukan pada keadaan kejang
damam yang tidak khas. Misal : kejang
demam komlpeks pada usia > 6 tahun/
kejang demam fokal

4.

Pencitraan
Foto X ray kepala dan CT-Scan, atau
MMRjarang dikerjakan, tidsk rutin dan hanya
atas indikasi seperti:

Kelainan nuerologk fokal yang menetap


(hemiparesis)
Paresis nervus
Papil edema
Terdapat tanda tekanan intra kraniak( kesadaran
, muntah berulang, UUB menonjol. Paresis
nervusVI edema pupil