Anda di halaman 1dari 15
MENYUSUN ATURAN PBJ DESA
MENYUSUN ATURAN
PBJ DESA

Disampaikan oleh : Samsul Ramli Penulis Buku Bacaan Wajib Swakelola PBJP Pada Acara Temu Nasional 1 M 1 D

PBJ DESA Disampaikan oleh : Samsul Ramli Penulis Buku Bacaan Wajib Swakelola PBJP Pada Acara Temu
PBJ DESA Disampaikan oleh : Samsul Ramli Penulis Buku Bacaan Wajib Swakelola PBJP Pada Acara Temu

MIMPI DESA

• Mandiri • Demokratis • Sejahtera
• Mandiri
• Demokratis
• Sejahtera

DATA WILAYAH

ADMINISTRASI

DATA WILAYAH ADMINISTRASI Sumber : Ditjen PMD Kemendagri

Sumber : Ditjen PMD Kemendagri

DATA PENDIDIKAN KADES DAN PERANGKAT DESA PERANGKAT SD SMP SMA SARJANA Kepala Desa 6% 20%
DATA PENDIDIKAN KADES DAN
PERANGKAT DESA
PERANGKAT
SD
SMP
SMA
SARJANA
Kepala Desa
6%
20%
70%
4%
Sekrearis Desa
(PNS)
: 43.560 ORG
-
45%
50%
5%
Sekrearis Desa
(non-PNS)
: 15.689 ORG
Rata-rata SD
50% tidak ada Sekdes

Sumber : Ditjen PMD Kemendagri

SIKLUS UMUM APB DESA

Dibahas

Bersama :

Kades dg BPD

SIKLUS UMUM APB DESA Dibahas Bersama : Kades dg BPD Dijabarkan Dalam Musren- bangdes Dijabarkan Dalam

Dijabarkan

Dalam

Musren-

bangdes

: Kades dg BPD Dijabarkan Dalam Musren- bangdes Dijabarkan Dalam Musren- bangdes Visi& Misi

Dijabarkan

Dalam

Musren-

bangdes

Musren- bangdes Dijabarkan Dalam Musren- bangdes Visi& Misi Kades Terpilih RPJM Desa (Perdes) RKP

Visi& Misi

Kades

Terpilih

RPJM

Desa

(Perdes)

RKP Desa

(Keputu-

san Kades)

Raperdes

APB Desa

Raperdes

APB Desa

Persetujuan

Kades) Raperdes APB Desa Raperdes APB Desa Persetujuan Disam- paikan Ke Bupati Kepala Desa Menyusun Kades
Disam- paikan Ke Bupati
Disam-
paikan
Ke
Bupati
Raperdes APB Desa Persetujuan Disam- paikan Ke Bupati Kepala Desa Menyusun Kades dan Sekdes Menyusun Sekdes
Kepala Desa Menyusun
Kepala Desa
Menyusun
APB Desa Persetujuan Disam- paikan Ke Bupati Kepala Desa Menyusun Kades dan Sekdes Menyusun Sekdes Menyusun
Kades dan Sekdes Menyusun
Kades dan
Sekdes
Menyusun
APB Desa Persetujuan Disam- paikan Ke Bupati Kepala Desa Menyusun Kades dan Sekdes Menyusun Sekdes Menyusun
Sekdes Menyusun
Sekdes
Menyusun
DASAR HUKUM DESA
DASAR HUKUM DESA

UU No. 6/2014 Tentang Desa

PP 43/2014 Tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang

Desa

PP 60/2014 tentang Dana Desa Yang Bersumber Dari Anggaran Pendapatan Dan Belanja Negara

PP 43/2013
PP 43/2013

Pasal 105

Pengadaan barang dan/atau jasa di Desa diatur dengan peraturan bupati/walikota dengan berpedoman pada ketentuan peraturan perundang-undangan

Pasal 106

Ketentuan lebih lanjut mengenai pengelolaan keuangan Desa diatur dalam Peraturan Menteri.

Pasal 113

Ketentuan lebih lanjut mengenai pengelolaan kekayaan milik Desa diatur dengan Peraturan Menteri.

PERKA LKPP 13/2013
PERKA LKPP 13/2013

Ruang Lingkup:

PBJ dengan sumber pendanaan

APBDesa

PBJ dengan sumber pendanaan

APBDes, tidak termasuk dalam ruang

lingkup Perpres 54/2010 jo. Perpres

70/2012.

PERKA LKPP 13/2013
PERKA LKPP 13/2013

Hanya berupa pedoman umum PBJ Desa

Jika terdapat hal lain yang perlu diatur oleh Kabupaten/Kota, silakan diatur dan dituangkan di

dalamPeraturan Bupati/Walikota.

Tetap memperhatikan faktor budaya, jumlah SDM yang ada di desa, kapasitas dan kapabilitas Pemerintah dan Masyarakat Desa.

Dalam penyusunan Peraturan bupati/Walikota, mohon disusun sesederhana mungkin dan tidak memberatkan bahkan menjebak pelaksana pengadaan di Desa.

PERKA LKPP 13/2013
PERKA LKPP 13/2013

Pemerintah Kabupaten/Kota dapat memberikan

form-form yang mudah sebagai pelengkap data/data

dukung dalam pelaksanaan pengadaan barang/jasa di desa.

Contoh form :

yang mudah sebagai pelengkap data/data dukung dalam pelaksanaan pengadaan barang/jasa di desa. • Contoh form :
PERBUP PBJ DESA
PERBUP PBJ DESA

Perbup Copas Perka 13/2013

Konsideran yang tidak memperhatikan keterkaitan antar konsideran.

Perbup tidak menggambarkan pemahaman

dan akomodasi terhadap kondisi yang ada.

Perbup cenderung bersifat formalitas ansich

NASKAH AKADEMIK
NASKAH AKADEMIK

UU 12/2011 tentang Pembentukan Per UU pasal 11. Naskah Akademik adalah naskah hasil penelitian atau pengkajian hukum dan hasil penelitian lainnya terhadap suatu masalah

tertentu yang dapat dipertanggungjawabkan

secara ilmiah mengenai pengaturan masalah tersebut dalam suatu Rancangan Undang- Undang, Rancangan Peraturan Daerah Provinsi,

atau Rancangan Peraturan Daerah

Kabupaten/Kota sebagai solusi terhadap permasalahan dan kebutuhan hukum masyarakat.

NASKAH AKADEMIK

Pasal 5 Peraturan Presiden No. 68 tahun 2005 mengatur mengenai

Naskah Akademik, sebagai berikut:

1.

Pemrakarsa dalam menyusun Rancangan Undang-Undang dapat terlebih dahulu menyusun Naskah Akademik mengenai materi yang akan diatur dalam Rancangan Undang-Undang.

2.

Penyusunan Naskah Akademik dilakukan oleh Pemrakarsa bersama-sama dengan Departemen yang tugas dan tanggung jawabnya di bidang peraturan perundang-undangan dan pelaksanaannya dapat diserahkan kepada perguruan tinggi atau pihak ketiga lainnya yang mempunyai keahlian untuk itu.

3.

Naskah Akademik sekurang-kurangnya memuat dasar filosofis,

sosiologis, dan yuridis, pokok dan lingkup materi yang akan diatur.

NASKAH AKADEMIK
NASKAH AKADEMIK
Dengan digunakannya Naskah Akademik sebagai bagian dari proses pembentukan peraturan, diharapkan akan tercipta
Dengan digunakannya Naskah Akademik
sebagai bagian dari proses pembentukan
peraturan, diharapkan akan tercipta
peraturan-peraturan daerah yang berbasis
akademik-ilmiah, tidak semata-mata
kumpulan pasal-pasal yang ketika
diterapkan ternyata tidak efektif.