Anda di halaman 1dari 2

RINGKASAN

Senyawa organik di alam menyimpan sejumlah energi yang besar dalam


bentuk biomassa, namun belum dieksplorasi secara optimal dan menjadi obyek
degradasi mikroba. Salah satu cara untuk mengeksploitasi substrat biologis ini
adalah dengan mendegradasinya untuk pembangkitan listrik menggunakan sel
bahan bakar mikroba atau microbial fuel cell (MFC). MFC memanfaatkan
aktivitas katabolik dari sel-sel hidup (biokatalis) untuk mengubah energi kimia
menjadi listrik. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan energi listrik
berbagai sumber karbon dan pengaruh rangkaian seri dalam sistem MFC dengan
menggunakan Lactobacillus plantarum. Prinsip dari penelitian ini adalah
bioelektrokimia yaitu perubahan energi kimia menjadi energi listrik yang
melibatkan reaksi redoks dengan memanfaatkan mikroba.
Penelitian ini menggunakan fruktosa, laktosa dan amilum sebagai substrat
serta mikroba yang digunakan adalah Lactobacillus plantarum pada sistem MFC
dual chamber dengan menggunakan jembatan garam sebagai penghantar proton
dari anoda ke katoda. Elektroda yang digunakan pada anoda dan katoda adalah
grafit yang berasal dari baterai. Pada katoda berisi elektrolit KMnO 4 0,2M dengan
ditambahkan buffer kalium fosfat pH 7. Mikroba yang telah dikultur diaplikasikan
ke dalam reaktor MFC untuk menghasilkan energi listrik dan didapatkan data
berupa daya listrik. Sistem MFC ini dilakukan pengukuran arus listrik dan beda
potensial dengan menggunakan rangkaian tunggal, rangkaian seri 2, dan rangkaian
seri 3. Rangkaian seri 2 merupakan rangkaian yang tersusun dari dua pasang
kompartemen MFC secara seri, dan rangkaian seri 3 merupakan rangkaian yang
tersusun dari tiga pasang kompartemen MFC secara seri. Tahapan pada penelitian
ini meliputi pengukuran arus listrik dan beda potensial per jam selama 50 jam
pada rangkaian tunggal, rangkaian seri 2 dan rangkaian seri 3 pada sistem MFC
tersebut.
Daya listrik maksimum yang dihasilkan pada variasi substrat fruktosa,
laktosa, dan amilum berturut-turut sebesar 10,26 mW pada jam ke 22; 63 mW
pada jam ke 26 dan 27,47 mW pada jam ke 20, sedangkan daya maksimum yang
dihasilkan pada rangkaian tunggal, seri 2, dan seri 3 pada substrat laktosa
berturut-turut sebesar 63 mW; 164,74 mW; dan 290,51 mW pada jam ke 26. Hasil
tersebut menunjukkan bahwa substrat laktosa menghasilkan daya yang lebih besar
dibandingkan dengan substrat yang lain. Rangkaian seri mampu meningkatkan
daya listrik pada sistem MFC.

SUMMARY
Organic compounds in nature store large amounts of energy in the form
of biomass. However, it has not been explorated optimally and become the object

of microbial degradation. One way to exploit this biological substrate is to


degrade to the generation of electricity using microbial fuel cell (MFC). MFC
utilize the catabolic activity of living cells (biocatalysts) to convert chemical
energy into electricity. The aim of this study is to determine the electrical energy
carbon sources and influences series circuit in the MFC system by using
Lactobacillus plantarum. Principle of this study is bioelectrochemical which
changes chemical energy into electrical energy which involves a redox reaction by
utilizing microbes.
This study uses fructose, lactose and starch as substrates and microbes
used are Lactobacillus plantarum at MFC dual chamber system using a salt bridge
as a conductor of protons from the anode to the cathode. Electrodes used on the
anode and cathode are graphite derived from batteries. At the cathode contains
electrolytes KMnO4 0.2 M with added potassium phosphate buffer pH 7. The
cultured microbes that have been applied to the MFC reactor to produce electrical
energy and the data obtained in the form of electrical power. The MFC system
measurement of electric current and voltage by using a single circuit, a double
series circuit, and three series circuit. The double series circuit is a circuit
composed of two pairs of MFC compartments in series, and the three series circuit
is a circuit composed of three pairs MFC compartments in series. Stages in the
study include measuring of current and voltage every hour for 50 hours in a single
series, a double series and three series in the MFC system.
The maximum electric power generated on the substrate variation
fructose, lactose, and starch respectively were 10.26 mW at 22th hours; 63 mW at
26th hours and 27.47 mW at 20th hours, while the maximum power resulting in a
single series, double series and three series on the substrate lactose respectively
were 63 mW; 164.74 mW; and 290.51 mW on 26th hour. These results suggest
that lactose produces power greater compared to other substrates. Series circuit is
able to increase the power on the MFC system.