Anda di halaman 1dari 18

Drs.

Sena/Redoks/XII/hal 1

BAB II
REAKSI REDOKS DAN ELEKTROKIMIA

A. Penyetaraan Reaksi Redoks


Oksidasi :
a. Aturan bilangan oksidasi ( BO )
- Penangkapan
oksigen
Unsur bebas (atom/molekul unsur) : 0 - Pelepasan elektron
Fe, Na, K,........H2, O2, P4,........

Dalam senyawa
+ +
I A ( Li, Na, K ) dan Ag H NH4 : +1
II A ( Be, Mg, Ca, Sr,Ba ) Zn, Cd, Ni : +2
O : - 2 (lihat catatan)
OH −dan F : -1
Al : +3
Unsur logam : + valensinya
Ion : muatannya
Total senyawa ion : muatannya
Total senyawa netral : 0
Muatan sisa asam : P,As,Sb,B,Al…. : -3
S,C,Si,Cr… : -2
SELAIN….. : -1
Total muatan H2O dan NH3 : 0

Catatan :
Biloks O yang mungkin : (+2 ) pada OF2, ( 0 ), ( -2 ), ( -1 ), ( -1/2 )
Peroksida : senyawa yang terbentuk jika suatu oksida ditambahkan 1
atom oksigen
Natrium oksida : Na2O
Natrium peroksida : Na2O2
Ion superoksida : O2-
Litium superoksida : LiO2
Calsium superoksida : Ca(O2)2
Reduksi :
Biloks H yang mungkin : (+1) jika NL - H, ( 0 ) jika bebas,
( -1 ) jika L - H - Pelepasan oksigen
- Penangkapan
elektron

Latihan menetukan jenis reaksi redoks/autoredoks/bukan redoks

Urutan :

1. Ada unsur bebas = reaksi redoks / auto redoks

2. Tidak ada unsur bebas dan tidak ada unsur bivalen = bukan reaksi redoks

3. Tidak ada unsur bebas tetapi ada unsur bivalen = Unsur bivalen
cek bivalen………?
Hg, Cu
Au
Cr, Mn, Co, Fe
Pt, Sn, Pb

6. Yang termasuk reaksi redoks adalah ...

a. AgCl + 2NH4OH → 2H2O + Ag(NH3)2+ + Cl-

b. CuO + 2HCl → CuCl2 + H2O

c. Cu2+ + 4CN- → Cu(CN)42-

d. 2Fe(CN)64- + Cl2 → 2Cl- + 2Fe(CN)63-

e. Na+ + H2SO4 → NaHSO4

7. Yang bukan reaksi redoks adalah …

a. 2Ag + Cl2 → 2AgCl


Drs. Sena/Redoks/XII/hal 2

b. SnCl2 + I2 + 2HCl → SnCl2 + 2HI

c. 2CuO + CO → Cu2O + CO2

d. CuO + 2HCl → CuCl2 + H2O

e. H2 + Cl2 → 2HCl

b. Menyetarakan reaksi dengan CARA BILANGAN OKSIDASI

BO-nya berubah setarakan BO x jml atom selisih e x silang L-NL-H-O

Cari unsur bebas Cari unsur logam Cari unsur non logam
bivalen dalam sisa asam yg beda

Unsur bivalen ClO3- Cl-


Hg, Cu SO42- SO2
Au NO3- NO dll
Cr, Mn, Co, Fe
Pt, Sn, Pb

Latihan penyetaraan dengan metode bilangan oksidasi pada reaksi ion

Kondisi asam : ruas ( - ) : (+ ) ion H+ : ruas lainnya ( + ) H2O

Kondisi basa : ruas ( + ) : (+ ) ion OH- : ruas lainnya ( + ) H2O

B. Elektrokimia
Eketrokimia adalah bagian ilmu kimia yang mempelajari hubungan antara reaksi kimia dengan arus listrik.

Sel elektrokimia dibagi menjadi :

a. Sel Volta

Reaksi kimia yang berlangsung bersifat spontan dan menghasilkan arus listrik. Katode merupakan kutub
positif dan anode merupakan kutub negatif ( K P A N ).

Prisip kerjanya :
- energi hasil dari reaksi kimia diubah menjadi energi listrik
- reaksi yang berlangsung adalah reaksi redoks
- pada katoda terjadi reduksi dan merupakan kutub positif
- pada anoda terjadi oksidasi dan merupakan kutub negatif
jadi katoda positif anoda negatif (disingkat K P A N; dibaca kapan).

Potensial Elektroda (E0)


Potensial elektroda:

Potensial listrik yang dihasilkan oleh suatu reaksi reduksi (lambangnya E 0) dibandingkan terhadap
hidrogen.
Makin mudah suatu logam mengalami reduksi makin besar potensial elektroda yang ditimbulkannya. Jadi
makin ke kanan letak suatu logam pada deret volta makin besar potensial elektrodanya.
Deret volta : Urutan keaktifan logam mulai dari reduktor terkuat (mudah teroksidasi) sampai reduktor
terlemah (sukar teroksidasi).
Potensial listrik yang dihasilkan oleh sel elektrokimia dinamakan potensial sel (E0 sel).
DERET VOLTA
Li K Ba Sr Ca Na Mg Al Mn Zn Cr Fe Cd Co Ni Sn Pb H Sb Bi Cu Hg Ag Pt Au
Esel = E0 reduksi – E0 oksidasi

Agar reaksi dapat berlangsung spontan maka E sel harus positif


Untuk mempersingkat penulisan sel volta dipakai notasi sel khusus :

Anoda | larutan || katoda | larutan

atau

oksidasi || reduksi
Drs. Sena/Redoks/XII/hal 3

Sejauh ini, aplikasi terpenting dari sel Volta atau sel Galvani adalah baterai. Baterai merupakan sel
elektrokimia yang dapat menghasilkan arus listrik dari reaksi kimia yang berlangsung spontan.
Kita dapat mengenal lebih jauh beberapa sel volta yang banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari,
seperti:
a. Baterai Biasa atau Sel Kering
b. Baterai Alkali
c. Baterai Perak Oksida
d. Baterai Nikel-Kadmium
e. Sel Aki (Accu)

b. Sel Elektrolisis

Arus listrik menyebabkan berlangsungnya suatu reaksi kimia. Katode merupakan kutub negatif dan anode
merupakan kutub positif. Contoh: penyepuhan, pemurnian logam dalam pertambangan, dan penyetruman
aki.
Arus listrik dapat bersumber dari sel Volta, misalnya dengan menggunakan baterai dan aki. Namun, arus
listrik juga dapat menyebabkan berlangsungnya suatu reaksi kimia. Ilmuwan Inggris, Michael Faraday,
mengalirkan arus listrik ke dalam larutan elektrolit dan ternyata dalam larutan tersebut terjadi reaksi kimia.
Rangkaian alat yang menunjukkan terjadinya reaksi kimia akibat dialirkannya arus listrik tersebut
dinamakan sel elektolisis.
Prinsip kerjanya:
- menghasilkan suatu reaksi kimia dengan menggunakan energi listrik
- pada katoda terjadi reduksi,dan merupakan kutub negatif
- pada anoda terjadi oksidasi, dan merupakan kutub positif
Jadi pada sel elektolisa katoda negatif anoda positif (K N A P) kebalikan dari sel volta.

Contoh :
a. Proses penyepuhan logam
b. Proses pemurnian logam
c. Pembuatan Gas

C. Perhitungan pada sel volta

Prinsip perhitungan

Ka-red : katode terjadi reduksi anoda terjadi oksidasi


K-P-A-N : katode kutub (+) anoda kutub (- )

Rumus : E0sel = E0reduksi – E0oksidasi

E0reduksi : E0reduksi dari unsur yang mengalami reduksi


E 0
oksidasi : E0reduksi dari unsur yang mengalami oksidasi

Unsur yang E0reduksi yang besar mengalami reduksi


Unsur yang E0reduksi yang kecil mengalami oksidasi

Notasi atau diagram sel : oksidasi || reduksi

D. Menentukan potensial sel (E0sel ) berdasarkan potensial sel lain yang menggunakan
elektrode sama

Terdapat data potensial sel sebagai berikut

Li | Li+ || Zn2+ | Zn Eo = 2,24 V


Drs. Sena/Redoks/XII/hal 4

Mg | Mg2+ || Zn2+ | Zn Eo = 1,61 V


Fe | Fe2+ || Cu2+ | Cu Eo = 0,78 V
Zn | Zn2+ || Cu2+ | Cu Eo = 1,10 V

E. Menentukan berlangsung-tidaknya suatu reaksi redoks ( spontan –tak spontan )

Urutan unsur berdasarkan potensial sel dari yang paling kecil

Li K Ba Sr Ca Na Mg Al Mn H2O Zn Cr Fe Cd Co Ni Sn Pb H Sb Bi Cu Hg Ag Pt Au

(-) 0 (+)
Reaksi akan dapat berlangsung spontan jika :

E0sel = positif (+)

Unsur yang bebas terletak disebelah kiri unsur yang bermuatan dalam deret volta

F. Menentukan urutan unsur berdasarkan kereaktifannya

Reaksi akan dapat berlangsung spontan jika :

E0sel = positif (+)

Unsur yang bebas terletak disebelah kiri unsur yang bermuatan dalam deret volta

Urutan unsur berdasarkan potensial reduksi dari yang paling kecil

Li K Ba Sr Ca Na Mg Al Mn H2O Zn Cr Fe Cd Co Ni Sn Pb H Sb Bi Cu Hg Ag Pt Au
(-) 0 (+)
Dari kiri ke kanan :

E0reduksi (semakin besar) : semakin mudah mengalami reduksi

Sifat oksidator : semakin kuat : sifat pengoksidasinya semakin kuat

Kereaktifan : semakin tidak reaktif


Drs. Sena/Redoks/XII/hal 5

SKEMA ELEKTROLISIS
Urutan unsur berdasarkan potensial sel dari yang paling kecil

Li K Ba Sr Ca Na Mg Al Mn H2O Zn Cr Fe Cd Co Ni Sn Pb H Sb Bi Cu Hg Ag Pt Au
( - ) 0 (+)
A. Sel Elektrolisis K-N-A-P/ ka-red

a. Reaksi di katoda (reduksi )


Lihat kation / ion (+) : tidak memperhatikan jenis elektrodenya

[ H+ ] ............................................................ 2H+ + 2e H2
Li, K, Ba, Sr, Ca, Na, Mg, Al, Mn 2H2O + 2e 2 OH- + H2
[ L+ ]

- Selain ( Li............Mn) L+x + x e L


- Leburan/ Lelehan/cairan

b. Reaksi di anoda (oksidasi)


Lihat elektroda ...........inert atau non inert ?

1. Elektroda (inert) : Pt/C/Au ............................. Lihat anion / ion (-)

[ OH- ] …………………………………. 4 OH- 2 H 2O + O2 + 4e

Sisa asam non oksi (X- : F,Cl,Br,I) 2 X- X2 + 2e

Anion Sisa asam oksi (NO3-, SO4-2, ....... ) 2 H2O 4 H+ + O2 + 4e

Oksida dari leburan (O2-).................. 2O2- O2 + 4e

Hidrida ( H- )............................. 2H- H2 + 2e

2. Elektroda non inert : Selain Pt/C/Au ............. Elektrode (anodenya) akan teroksidasi

misalkan elektrodenya logam L L L+x + xe

Cu Cu+2 + 2e
Fe Fe+2 + 2e
Ag Ag+ + e
dll
B. Hukum Faraday I dan II

Ar .i .t Ar. Q Ar Ar
w = = = e. F e : =
n. 96500 n. 96500 P BO valensi

w : massa zat yang dihasilkan (gram) F : mol elektron


i : kuat arus (ampere) Q
:
t : waktu (detik) 96500
n : perubahan BO atau valensi unsur
Q : kuat arus (coulomb)
F : kuat arus (faraday)

Jika ada dua zat yang dielektrolisis dengan kuat arus dan waktu yang sama berlaku

W1 e1
=
W2 e2
Drs. Sena/Redoks/XII/hal 6

2. Natrium karbonat dieraksikan dengan asam klorida menghasilkan natrium klorida, karbon dioksida dan
air
Drs. Sena/Redoks/XII/hal 7

3. Logam seng dilarutkan dalam asam nitrat membentuk seng nitrat, gas nitrogen monoksida dan air

4. Kalsium fosfat direaksikan dengan silikon dioksida dan karbon menghasilkan kalsium silikat, karbon
monoksida dan molekul fosfor

5. Bromin dilarutkan dalam kalium hidroksida menghasilkan kalium bromida, kalium bromat dan air

6. Logam mangan direaksikan dengan asam sulfat mengasilkan mangani sulfat, gas sulfur dioksida dan
air

7. Bromin direaksikan dengan mangan dioksida dan kalium hidroksida menghasilkan kalium bromida,
kalium manganat dan air
Drs. Sena/Redoks/XII/hal 8

8. Ferro sulfida direaksikan dengan asam nitrat menghasilkan feri nitrat, belerang, nitrogen dioksida dan
air

9. Kalium permangat direaksikan dengan asam sulfat dan ferro sulfat membentuk ferri sulfat, kalium
sulfat, mangano sulfat dan air

Latihan Elektrolisis

1.Elektrolisis latrutan NaCl dengan elektrode karbon

Katoda :

Anoda :

2. .Elektrolisis latrutan AgNO3 dengan elektrode platina

Katoda :

Anoda :

3. Elektrolisis leburan NaCl dengan elektrode karbon

Katoda :

Anoda :

4 .Elektrolisis Leburan MgCl2 dengan elektrode karbon


Drs. Sena/Redoks/XII/hal 9

Katoda :

Anoda :

5 .Elektrolisis larutan AgNO3 dengan elektrode karbon

Katoda :

Anoda :

6 .Elektrolisis larutan Ag2SO4 dengan elektrode Cu

Katoda :

Anoda :

7 .Elektrolisis larutan CuSO4 dengan elektrode Cu

Katoda :

Anoda :

8 .Elektrolisis larutan AgNO3 dengan katode Fe dan anoda Cu

Katoda :

Anoda :

9 .Elektrolisis KBr cair dengan elektrode karbon

Katoda :

Anoda :

10 .Elektrolisis larutan NaCl dengan elektrode Karbon tanpa diafragma

Katoda :

Anoda :
Drs. Sena/Redoks/XII/hal 10

11 .Elektrolisis larutan KCl panas dengan elektrode Karbon disertai pengadukkan

Katoda :

Anoda :

12 .Elektrolisis larutan CuSO4 dengan elektrode Ag

Katoda :
Anoda :

12 .Elektrolisis larutan CuSO4 dengan elektrode Ag

Katoda :
Anoda :
Drs. Sena/Redoks/XII/hal 11

Soal latihan Ulangan redoks


1. Tulis reaksi elektrolisis dari :
a. Larutan AgNO3 dengan elektrode Pt
b. Larutan CuSO4 dengan elektrode Ag
c. Larutan NaCl dengan elektrode C
d. Leburan MgCl2 dengan elektrode Pt

2. Terdapat reaksi sebagai berikut :


K2Cr2O7 + H2SO4 + Fe SO4 K2SO4 + Cr2(SO4)3 + Fe2(SO4)3 + H2O
Untuk mendapatkan 4 gram Fe2(SO4)3 tentukan H2SO4 yang harus direaksikan

3. Berapa logam tembaga yang diendapkan jika arus listrik 10 ampere dialirkan ke dalam larutan CuSO4
selama 2 jam ( Ar Cu = 63,5 )

4. Arus listrik 200 coulomb dialirkan ke dalam larutan AgNO3. Jika Ar Ag = 108 Tentukan massa perak
yang diendapkan.

5. Ke dalam larutan NiSO4 dialirkan arus listrik 0,2 faraday. Tentukan berat Ni ( Ar Ni = 59 ) dan vol gas
yang terbentuk di anode jika diukur pada keadaan STP.

6. Kedalam 500 mL larutan AgNO3 0,1 M dialirkan arus listrik 10 ampere selama 965 detik. Tentukan pH
larutan setelah proses elektrolisis tersebut.

7. Arus listrik 1930 coulomb dapat mengendapkan 1,5 gram logam X ( Ar X=150) dari suatu larutan.
Tentukan notasi ion untuk unsur X tersebut
Drs. Sena/Redoks/XII/hal 12

8. Ke dalam larutan NiSO4 dan larutan AgNO3 yang disusun secara seri dialirkan arus listrik dan ternyata
pada larutan NiSO4 dihasilkan 11,8 gram endapan Ni. Tentukan massa logam Ag yang diendapkan
.

9. Suatu proses elektrolisis sejumlah arus tertentu membebaskan 2,5 gram gas hidrogen ( Ar H=1). Tentukan massa oksigen ( Ar=16) yang
dibebaskan oleh arus dan waktu yang sama

10. Dalam suatu proses elektrolisis larutan LSO4 menggunakan elektrode platina dikatode dihasilkan 0,295 gram endapan logam. Larutan
hasil elektrolisis dianode dapat dinetralkan oleh 50 ml larutan KOH 0,2 M. Tentukan massa atom relatif logam L tersebut
.

11. Unsur florin dapat diperoleh dengan cara elektrolisis leburan KHF2, sesuai dengan persamaan reaksi
HF2- HF + 1/2F2 + e
Jika gas fluorin yang dihasilkan 2,24 L dalam waktu 965 detik serta kondisi STP, tentukan besarnya kuat arus yang mengalir dalam
proses tersebut

12. Suatu sel volta tersusun dari elektrode-elektrode logam vanandium dan logam paladium, yang masing-
masing tercelup dalam larutan garamnya
V2+ + 2e V E0 = -1,20 volt
2+
Pd + 2e Pd E0 = +1,20volt
a. Manakah logam yang merupakan katode
b. Manakah logam yang merupakan katode
c. Sebutkan logam yang bertindak sebagai elektrode negatif
d. Tuliskan reaksi selnya
e. Tuliskan notasi selnya
f. Berapa potensial sel yang dihasilkan
Drs. Sena/Redoks/XII/hal 13

1.Elektrolisis latrutan NaCl dengan elektrode karbon

Katoda :

Anoda :

2. .Elektrolisis latrutan AgNO3 dengan elektrode platina

Katoda :

Anoda :

3 .Elektrolisis Leburan MgCl2 dengan elektrode karbon


Drs. Sena/Redoks/XII/hal 14

Katoda :

Anoda :

4 .Elektrolisis larutan Ag2SO4 dengan elektrode Cu

Katoda :

Anoda :

5. Berapa logam tembaga yang diendapkan jika arus listrik 10 ampere dialirkan ke dalam larutan CuSO4
selama 2 jam ( Ar Cu = 63,5 )

6. Arus listrik 200 coulomb dialirkan ke dalam larutan AgNO3. Jika Ar Ag = 108 Tentukan massa perak
yang
diendapkan.

7. Ke dalam larutan NiSO4 dialirkan arus listrik 0,2 faraday. Tentukan berat Ni ( Ar Ni = 59 ) dan vol gas
yang terbentuk di anode jika diukur pada keadaan STP.

8. Arus listrik 1930 coulomb dapat mengendapkan 1,5 gram logam X ( Ar X=150) dari suatu larutan.
Tentukan notasi ion untuk unsur X tersebut

9. Ke dalam larutan NiSO4 dan larutan AgNO3 yang disusun secara seri dialirkan arus listrik dan ternyata
pada
larutan NiSO4 dihasilkan 11,8 gram endapan Ni. Tentukan massa logam Ag yang diendapkan.

10. Dalam suatu proses elektrolisis larutan LSO4 menggunakan elektrode platina dikatode dihasilkan
0,295
Drs. Sena/Redoks/XII/hal 15

gram endapan logam. Larutan hasil elektrolisis dianode dapat dinetralkan oleh 50 ml larutan KOH 0,2
M.
Tentukan massa atom relatif logam L tersebut.

11. Unsur florin dapat diperoleh dengan cara elektrolisis leburan KHF2, sesuai dengan persamaan reaksi
HF2- HF + 1/2F2 + e
Jika gas fluorin yang dihasilkan 2,24 L dalam waktu 965 detik serta kondisi STP, tentukan besarnya
kuat
arus yang mengalir dalam proses tersebut

12. Suatu sel volta tersusun dari elektrode-elektrode logam vanandium dan logam paladium, yang
masing-
masing tercelup dalam larutan garamnya
V2+ + 2e V E0 = -1,20 volt
Pd2+ + 2e Pd E0 = +1,20volt
g. Manakah logam yang merupakan katode
h. Manakah logam yang merupakan katode
i. Sebutkan logam yang bertindak sebagai elektrode negatif
j. Tuliskan reaksi selnya
k. Tuliskan notasi selnya
l. Berapa potensial sel yang dihasilkan

Soal latihan Ulangan Redoks dan reaksi organik


1. Setarakan reaksi berikut dengan cara setengah reaksi
Cr2(SO4)3 + NaClO3 + NaOH NaCl + Na2SO4 + Na2CrO4 + H2O
Drs. Sena/Redoks/XII/hal 16

Red :
Oks :

Cr2(SO4)3 + NaClO3 + NaOH NaCl + Na2SO4 + Na2CrO4 + H2O

MnO2 + H2SO4 + NaCl MnSO4 + Na2SO4 + Cl2 + H2O

Red :
Oks :

MnO2 + H2SO4 + NaCl MnSO4 + Na2SO4 + Cl2 + H2O

2. Setarakan reaksi berikut dengan cara Bilangan oksidasi


KI + H2SO4 H2S + I2 + H2O + Mn SO4

3. Tulis reaksi elektrolisis reaksi berikut


a. Elektrolisis latrutan AgNO3 dengan elektrode platina

Katoda :

Anoda :

b. Elektrolisis Leburan MgCl2 dengan elektrode karbon

Katoda :

Anoda :

c. Elektrolisis larutan AgNO3 dengan katode Fe dan anoda Cu

Katoda :

Anoda :

d.Elektrolisis KBr cair dengan elektrode karbon


Drs. Sena/Redoks/XII/hal 17

Katoda :

Anoda :

4. Dalam suatu proses elektrolisis larutan LSO4 menggunakan elektrode platina dikatode dihasilkan 0,28
g
endapan logam. Larutan hasil elektrolisis dianode dapat dinetralkan oleh 50 ml larutan NaOH 0,2 M.
Tentukan massa atom relatif logam L tersebut.

5. Suatu sel volta tersusun dari elektrode-elektrode logam vanandium dan logam paladium, yang masing-
masing tercelup dalam larutan garamnya
Ag+ + e Ag E0 = 0,80volt
2+ 0
Zn + 2e Zn E = -0,76volt
m. Manakah logam yang merupakan katode
n. Manakah logam yang merupakan katode
o. Sebutkan logam yang bertindak sebagai elektrode negatif
p. Tuliskan reaksi selnya
q. Tuliskan notasi selnya
r. Berapa potensial sel yang dihasilkan

6. Ke dalam larutan CuSO4 dan larutan Zn(NO3)2 yang disusun secara seri dialirkan arus listrik dan
ternyata
pada larutan CuSO4 dihasilkan 6,5 g gram endapan Cu. Tentukan massa logam Zn yang diendapkan.
Ar Cu = 63,5 Zn = 65

7. Ke dalam larutan NiSO4 dialirkan arus listrik 0,4 faraday. Tentukan berat Ni ( Ar Ni = 59 ) dan vol gas
yang terbentuk di anode jika diukur pada keadaan STP.

8. Berapa logam tembaga yang diendapkan jika arus listrik 5 ampere dialirkan ke dalam larutan CuSO4
Drs. Sena/Redoks/XII/hal 18

selama 1,5 jam ( Ar Cu = 63,5 )

9. Ubahlah
a. Propena Metil etil keton

b. Sekunder butil alkohol 2 metoksi propana

c. Aluminium karbida isopropil sianida

10. Carilah semua isomer yang ada pada C4H10O Serta tumjukkan senyawa yang mempunyai isomer
rangka, isomer posisi, dan isomer optik

11. Carilah semua isomer yang ada pada senyawa C2H4Cl2