Anda di halaman 1dari 6

Latar belakang

Dalam analisis kimia, terdapat beberapa cara yang dapat digunakan


untuk menentukan kadar senyawa yang terkandung dalam suatu bahan.
Salah satu cara yang dapat digunakan adalah dengan proses titrasi. Titrasi
merupakan suatu metode untuk menentukan kadar suatu zat dengan
menggunakan zat lain yang sudah diketahui konsentrasinya. Titrasi biasanya
dibedakan berdasarkan jenis reaksi yang terlibat di dalam proses titrasi.
Dalam titrasi itu sendiri ada bermacam-macam cara yang sering digunakan,
salah satunya adalah alkalimetri.
Asam sitratmerupakan asam organik yang banyak dimanfaatkan dalam
kebutuhan manusia. Asam ini biasanya dipakai untuk meningkatkan rasa
asam (mengatur tingkat keasaman) pada berbagai pengolahan minum,
produk air susu, selai, jeli, dan lain-lain. Asam sitrat juga dapat digunakan
untuk meningkatkan daya tahan makanan terhadap cendawan, karena
sifatnya yang mampu untuk membunuh mikroorganisme pada kadar tertentu
.
Berdasarkan penjelasan diatas maka asam sitrat memiliki cukup
banyak fungsi. maka dalam penggunaannnya harus sesuai dengan kadar
yang ditetntukan agar tidak menimbulkan efe yang tidak diinginkan. Oleh
karenanya untuk mengetahui kadar dari asam sitrat maka dilakukanlah
praktikum penetapa kadar asam sitrat ini degan menggunakan metode
alkalimetri.

Dsar teori
Asam sitrat (C6H8O7) adalah komponen alami dan metabolit umum
tumbuhan dan hewan. Asam sitrat adalah asam organik yang paling fleksibel
dan banyak digunakan dalam makanan, minuman, deterjen dan obat-obatan.
Karena fungsi dan penerimaan lingkungan digunakan dalam aplikasi industri
dan penelitian banyak untuk buffering, penyesuaian pH, dan juga sebagai
sumber energi untuk metabolisme bakteri dikendalikan. Dalam bidang
farmasi, asam sitrat dapat berfungsi sebagai Sequistering agent 0,3-2,0 %;
larutan buffer 0,1-2,0 %; penimbul rasa pada sediaan cair 0,3-2,0 %.

titrasi adalah penetapan kadar suatu larutan dengan mengambil


volume tertentu dengan mengukur volume suatu pereaksi yang diketahui
kadarnya

dengan

tepat

bereaksi

dengan

sejumlah

tertentu

larutan

tersebut .Titrasi Asam-Basa dibagi menjadi dua, yaitu asidimetri dan alkalimetri
Alkalimetri merupakan cara penetralan jumlah basa terlarut atau
konsentrasi larutan basa melalui titrimetri. Metode alkalimetri merupakan
reaksi penetralan asam dengan basa. Titrasi asam-basa menetapkan
beraneka ragam zat yang bersifat asam dengan basa, baik organik maupun
anorganik. Banyak contoh dalam analitiknya dapa diubah secara kimia
menjadi

asam

atau

basa

dan

kemudian

ditetapkan

dengan

titrasi

(Underwood, 2002).
Titrasi asam-basa dapat memberikan titik akhir yang cukup tajam dan
untuk digunakan penggunaan dengan indikator pH pada titik ekivalen 4-10.
Demikian juga titik akhir titrasi akan tajam pada titrasi asam atau basa
lemah jika penetralan adalah basa atau asam kuat (Mulyono, 2006).
Titik ekuivalen, sebagaimana kita ketahui, ialah titik pada saat
sajumlah mol ion OH- yang ditambahkan ke larutan sama dengan jumlah mol
ion H+ yang semula ada. Jadi untuk menentukan titik ekuivalen dalam suatu
titrasi , kita harus mengetahui dengan tepat berapa volume basa yang
ditambahkan dari buret ke asam dalam labu. Salah satu cara untuk
mencapai tujuan ini adalah dengan menambahkan beberapa tetes indikator
asam-basa ke larutan asam saat awal titrasi (Chang Raymond. 2004).
Indikator biasanya ialah suatu asam atau basa organik lemah yang
menunjukkan warna yang sangat berbeda antara bentuk tidak terionisasi
dan bentuk terionisasinya. Kedua bentuk ini berikatan dengan pH larutan
yang melarutkan indikator tersebut (Chang Raymond. 2004).

Titik akhir titrasi terjadi bila indikator berubah warna. Namun, tidak
semua indikator berubah warna pada pH yang sama, jadi pilihan indikator
untuk titrasi tertentu bergantung pada sifat asam dan basa yang digunakan
dalam titrasi (dengan kata lain apkah mereka kuat atau lemah). Dengan
demikian

memilih

indikator

yang

tepat

untuk

titrasi,

kita

dapat

menggunakan titik akhir untuk menentukan titik ekuivalen (Chang Raymond.


2004)

Tinjauan bahan
Natrium hidroksida
NamaResmi

:NATRII HODROXYDUM

Nama Lain

:NatriumHidroksida

RM

:NaOH

Pemerian

:Bentuk batang,butiran,massa hablur atau keping,

keras,rapuh dan menunjukkan susunan hablur,putih,mudah meleleh.


Kelarutan

:Sangatmudahlarutdalam air dandalametanol (95%)p

Kegunaan

: Sebagai larutan baku sekunder (Dirjen POM. 1979)

Asam oksalat
Nama resmi : ACIDII OKSALANICUM
Rumus molekul : H2C2O4
Berat molekul : 63,04
Pemerian : Hablur; tidak berwarna
Kelarutan : Larut dalam air dan dalam etanol (95 %) P
Kegunaan : Sebagai larutan baku primer (Dirjen POM. 1979)

Asam sitrat
Nama Resmi
Rumus Molekul

: Acidum Citricum
: C6H8O7 (anhydrous) C6H8O7,H2O

(monohydrate)
Bobot Molekul

: 192,1 (anhidrat); 210,1 (monohidrat).

Pemerian : Hablur bening, tidak berwarna atau serbuk hablur granul sampai
halus,putih; tidak berbau atau praktis tidak berbau; rasa sangat asam.
Bentuk hidrat mekar dalam udara kering.
Kelarutan

: Sangat mudah larut dalam air; mudah larut dalam

etanol;
Kegunaan : sebagai larutan sampel (Dirjen POM. 1979)

Aquadest
Nama Resmi

: AQUA DESTILLATA

Nama Lain

: Air Suling / aquadest

RM/BM

: H2O / 18,02

Pemerian

: Cairan jernih, Tidak berwarna, Tidak berasa,


dan tidakberbau.

Kegunaan

: sebagai pelarut (Dirjen POM. 1979)

Pp
Nama resmi
Rumus Kimia/BM

: FENOLFTALAIN
: C20H14O4 / 318,2

Pemerian

: Serbuk atau hablur, putih atau kekuningan.

Kelarutan

: Sukar larut dalam air,larut dalam etanol 95%

Kegunaan

: Sebagai indicator (Ditjen POM. 1995)

Pembahasan
praktikum kali ini adalah penentuan kadar asam sitrat menggunakan metode titrasi asam
basa alkalimetri dengan larutan standar basa (NaOH) untuk menetukan asam(Asam sitrat). Naoh
digunakan karena merupakan basa kuat yang baik digunakan dalam titrasi dengan metode
alkalimetri. Indicator dari standarisasi ini menggunakan phenolftalein (pp) .Penggunaan
indicator ini adalah agar Titik Akhir Titrasi yang didapat mendekati Titik ekuivalen dari
standarisasi ini yang cenderung bersifat basa. Hal ini terjadi karena reaksi antara basa kuat dan
asam lemah titik ekuivalennya akan cenderung bersifat basa dengan pH>7. Oleh karena itu
digunakan indicator phenolftalein untuk mendapatkan titik akhir titrasi yang mendekati titik
ekuivalennya.
Langkah pertama yang harus dilakukan dalam standarisasi naoh adalah memasukkan
naoh ke dalam buret lalu memipet 10ml h2c204 dengan pipet volum dan dimasukkan dalam
Erlenmeyer kemudian di tambahkan pp dan di titrasi sampai berubah warna menjadi merah
muda.,lakukan standarisasi sebanyak 3 kali kemudian catat volume naoh yang digunakan dalam
masing masing titrasi.cara kerja yang digunakan dalam penetapan kadar asam sitrat juga hamper
sama dengan cara kerja standarisasi naoh dengan h2c204 hanya saja h2c2o4 diganti dengan
larutan sampel.
Dari percobaan yang telah dilakukan maka Standarisasi NaOH dengan asam sitrat dan
mendapatkan volume naoh yang di dapat yaitu sehingga hasil rata-rata
volume NaOH adalah ..ml dan Normalitas NaOH adalah .. N. Dan pada
standarisasi NaOH dengan asam sitrat menghasilkan volume ..sehingga rata-rata
N aoh yang di dapat .. ml dan Normalitas asam sitrat . N. dan setelah di hitung
penetapan kadarnya, kadar assam sitrat diperoleh sebanyak .% b/v
Dari data diatas kita dapat ketahui bahwa kadar asam sitrat yang didapat
dengan kadar yang seharusnya di dapat yaitu %b/v. Hal ini bisa terjadi karena
kurang telitinya praktikan dalam menimbang bahan baku ketika pembuatan reagen, mengamati
perubahan warna atau menentukan titik akhir titrasi, serta kebersihan alat alat yang digunakan
.sehingga hasil penetapan kadar yang di dapatpun sangat menyimpang dengan rentang
penyimpangan dari kadar yang seharusnya.

Daftar pustaka
Day, R. A. and A. L. Underwood. (2002). Analisis Kimia Kuantitatif. Edisi. Keenam.
Jakarta. Penerbit Erlangga

Chang Raymond.2004. Kimia Dasar, Edisi Ketiga. Penerbit Erlangga. Jakarta.

Ditjen POM. 1979. Farmakope Indonesia Edisi III. Jakarta: Departemen Kesehatan
Republik Indonesia
Ditjen POM. 1995. Farmakope Indonesia Edisi IV. Jakarta : Departemen Kesehatan
Republik Indonesia
Mulyono. 2006. Kamus Kimia.Cetakan Pertama. Jakarta: Gramedia

Anonym,2012. Asam Sitrat . (online) ,


http://notebooksaya.blogspot.co.id/2012/03/asam-sitrat.html. diakses pada 2
november 2015