Anda di halaman 1dari 31

ISKEMIA OTOT JANTUNG

(ANGINA)
KELOMPOK 1 :
1. RAMZIL HUDA
2. WILDA DHIA FIKRIYANTI
3. HIDAYATUL FADHILA
4. ADELINE RIZKI SETIANI
5. DWISTYA FEBRINA RIMEN
6. ANNISA NURBUANA
7. YOSSY PRATIWI
8. NADYA ZAHRA HENNI
9. NUR ELIDA
10. RIRIN NOVITA SARI

DEFINISI
Angina (atau angina pectoris atau angina of
effort) adalah salah satu penyakit jantung yang
umum. Angina adalah satu penyakit berbahaya
yang timbul karena penyempitan arteri yang
menyalurkan darah keotot-otot jantung.
Bilamana ini menjadi sakit karena dindingnya
semakin tebal(sehingga garis menengahnya
makinsusut), maka tambahan darah
yangdiperlukan oleh pembuluh darah halusdi
jantung tidak terpenuhi pada saatbergerak
badan atau dalam keadaanemosi.

Angina menimbulkan rasa nyeri yang


berat di dalam dada.Ini berhubungan
erat dengan bergerak badan dan
sembuh dengan beristirahat.
Padaumumnya, ini dialami oleh kaum
pria dan terjadi di masyarakat modern.
Perawatan untuk ini sederhana sekali.
Akan tetapi kesembuhan untuk jangka
panjang sekarangini adalah melalui
operasi jantung.

EPIDEMIOLOGI
Penyakit jantung iskemik adalah sebuah
kondisi dimana aliran darah dan oksigen ke
salah satu bagian myocardium tidak adekuat.
Hal ini sering terjadi saat terjadi imbalansi
antara oksigen supply and demand pada
myocardium. Penyebab utama hal ini yang
paling sering adalah karena terjadinya
aterosklerosis
pada
arteri
koronaria
(European Society of Cardiology, 2006).

Penyakit jantung iskemik menyebabkan lebih


banyak kematian dan biaya yang dikeluarkan
di negara negara berkembang. Penyakit
jantung iskemik adalah kondisi yang serius,
seringkali kronis, dan mengancam jiwa. Di
Amerika Serikat, 13 juta orang memiliki
penyakit jantung iskemik, lebih dari 6 juta
memiliki angina pektoris stabil, dan lebih dari
7 juta dengan infark miokard.
Obesitas, resistensi insulin, dan diabetes
mellitus tipe 2 meningkatkan kejadian dan
merupakan faktor risiko yang kuat untuk
penyakit jantung iskemik.

Dengan banyaknya urbanisasi di negara


berkembang, prevalensi dari faktor
risikopenyakit jantung iskemik meningkat
tajam di daerah dengan penghasilan
menengah ke bawah. Hal ini terjadi pada
masyarakat di negara negara Asia Selatan
terutama India. Melihat banyaknya insidensi
penyakit jantung iskemik di seluruh dunia,
penyakit jantung iskemik diprediksi akan
menjadi penyebab kematian utama di
seluruh dunia pada tahun 2020 (European
Society of Cardiology, 2006).

Diet tinggi lemak dan kalori, merokok, dan


gaya hidup yang sedentary sangat berkaitan
dengan terjadinya penyakit jantung iskemik
ini. Di Amerika dan Eropa, penyakit jantung
iskemik lebih sering terjadi pada kelompok
masyarakat dengan penghasilan rendah
daripada kelompok masyarakat dengan
tingkat penghasilan menengah ke atas (yang
melakukan gaya hidup sehat) (European
Society of Cardiology, 2006).

KLASIFIKASI
Stable Angina
Stable angina adalah jenis yang paling lazim dan biasanya
dapat diprediksi karena menunjukkan pola yang pasti.
Angina jenis ini umumnya disebabkan oleh olahraga atau
aktivitas fisik lainnya seperti berlari atau berjalan.
Rasa sakit di dada umumnya mereda setelah beristirahat
selama beberapa waktu.
Rasa sakit biasanya berlangsung selama 3 sampai 5 menit
dan obat bisa membantu mengurangi rasa sakit.
Rasa sakit di dada kadang-kadang menyebar ke bagian lain
dari tubuh seperti lengan, punggung, bahu, dll.
Stable angina berpotensi bertanggung jawab
meningkatkan risiko serangan jantung.

Unstable Angina
Tidak seperti stable angina, unstable angina
tidak dipicu oleh aktivitas fisik.
Angina jenis ini lebih parah dari stable angina
dan dapat terjadi bahkan saat beristirahat.
Rasa sakit di dada dapat berlangsung selama
10 atau 15 menit dan tidak bisa disembuhkan
dengan istirahat atau obat-obatan.
Unstable angina tidak mengikuti pola tertentu
seperti stable angina dan dapat menjadi
indikasi serangan jantung dalam waktu dekat.

Variant Angina
Variant angina juga dikenal sebagai
angina Prinzmetal. Angina jenis ini dapat
terjadi saat seseorang beristirahat atau
tidur.
Variant angina dapat diatasi dengan
minum obat yang sesuai. Angina ini
terjadi biasanya antara tengah malam
dan pagi hari.

ETIOLOGI
Penyebab terbanyak iskemik jantung adalah
berkurangnya pemasukan darah pada otot
jantung yang disebabkan karena
penyumbatan oleh thrombus pada arteri
koronaria yang berpenyakit di daerah dekat
aterosklerotik.
Sebab tunggal tersering dari kematian
adalah penyakit jantung iskemik, yang
disebabkan oleh insufisiensi aliran darah
koroner

a)
b)
c)
d)

Aterosklerosis Sebagai Penyebab


Penyakit Jantung Iskemik
Penyumbatan Koroner Akut
Infark Miokardium
Infark Miokardium yang Disebabkan
oleh Iskemia Miokardium tetapi Tanpa
Penyumbatan Koroner

PATOFISIOLOGI
Kebutuhan akan oksigen yang melebihi kapasitas
suplai oksigen oleh pembuluh yang terserang penyakit
menyebabkan iskemik miokardium lokal. Iskemia yang
bersifat sementara akan menyebabkan perubahan
reversibel pada tingkat sel dan jaringan, dan menekan
fungsi miokardium. Berkurangnya kadar oksigen
memaksa miokardium mengubah metabolisme yang
bersifat aerobik menjadi metabolisme anaerobik.
Metabolisme anaerobik lewat lintasan glikolitik jauh
lebih tidak efisien apabila dibandingkan dengan
metabolisme aerobik melalui fosforilasi oksidatif dan
siklus krebs. Hasil akhir metabolisme anaerob, yaitu
asam laktat akan tertimbun sehingga menurun pH sel.

Gabungan efek hipoksia, berkurangnya


energi yang tersedia, serta asidosis
dengan cepat mengganggu fungsi
ventrikel kiri. Kekuatan kontraksi daerah
miokardium yang terserang berkurang.
Serabut-serabutnya memendek, dan
daya serta kecepatannya berkurang.
Selain itu gerakan dinding segmen yang
mengalami iskemia menjadi abnormal
bagian tersebut akan menonjol keluar
setiap kali ventrikel berkontraksi

Berkurangnya daya kontraksi dan gangguan gerakan


jantung mengubah hemodinamika. Perubahan
hemodinamika bervariasi sesuai ukuran segmen yang
mengalami iskemia, dan derajat respon refleks
kompensasi sistem saraf otonom. Menurunnya fungsi
ventrikel kiri dapat mengurangi curah jantung dengan
berkurangnya curah sekuncup (jumlah darah yang
dikeluarkan setiap kali jantung berdenyut).
Berkurangnya pengosongan ventrikel saat sistole akan
memperbesar volume ventrikel. Akibatnya tekanan
jantung kiri akan meningkat, tekanan akhir diastolik
ventrikel kiri dan tekanan bagi dalam kapiler paru-paru
akan meningkat. Peningkatan tekanan diperbesar oleh
perubahan daya kembang dinding jantung akibat
iskemia. Dinding yang kurang lentur semakin
memperberat peningkatan tekanan pada volume
ventrikel tertentu.

Angina pektoris adalah nyeri dada


yang menyertai iskemia miokard.
Reseptor saraf nyeri terangsang oleh
metabolik yang tertimbun oleh suatu
zat kimia antara yang belum diketahui,
atau oleh stress mekanik lokal akibat
kontraksi miokardium yang abnormal.

GEJALA
Semua gejala angina timbul karena
iskemia atau kurangnya pasokan
oksigen kaya darah ke otot-otot
jantung. Otot-otot mengembangkan
kelelahan, dan peningkatan tingkat
bahan kimia beracun yang
menimbulkan rasa sakit.

Gejala angina dapat diuraikan sebagai berikut:

Sebuah sesak membosankan, sakit, atau berat di dada.


Rasa sakit mungkin menyebar dari dada untuk bagian
dalam lengan kiri, leher, rahang dan kembali.
Breathlessness atau sesak napas
Mual atau perasaan sakit. Mungkin ada perasaan umum
tidak enak
Kelelahan atau kelelahan hadir tingkat aktivitas yang tidak
terkait
Pasien mungkin mengeluh pusing
Ada biasanya parah kecemasan bersama dengan gejala
Mungkin ada kegelisahan dan kebutuhan untuk udara segar
karena perasaan terengah-engah atau penyempitan di dada
Beberapa pasien mungkin terwujud dengan bersendawa
atau bersendawa

KOMPLIKASI
1.Infark miokard
Terjadi nekrosis miokard akibat gangguan
aliran darah ke otot jantung infark
merupakan kelanjutan dari iskemik yang
berlangsung lama. Jaringan miokard nekrotik
tidak dapat hidup kembali. Area di sekitar
jaringan mati adalah zona jaringan iskemik
yang mengalami sedikit kerusakan, masih
hidup pada aliran darah yang sangat
terganggu.

2.Edema paru akut


Kongesti paru akut terjadi bila dasar vaskuler
baru menerima darah yang berlebihan dari
ventrikel kanan, yang tidak mampu
diakomodasi dan diambil oleh jantung kiri.
Sedikit ketidakseimbangan antara aliran
masuk pada sisi kanan dan aliran keluar
pada sisi kiri jantung tersebut
mengakibatkan konsekwensi yang berat.

3.Gagal jantung kongestif


Mekanisme yang mendasari gagal jantung meliputi
gangguan kemampuan kontraktilitas jantung, yang
menyebabkan curah jantung paling baik dijelaskan
dengan persamaan CO = HR x SV dimana curah
jantung (CO : Cardiac Output) adalah fungsi
frekuensi jantung (HR : Heart Rate) x volume
sekuncup (SV : Stroke Volume). Frekuensi jantung
adalah fungsi sistem saraf otonom bila curah
jantung berkurang, sistem saraf simpatis akan
mempercepat frekuensi jantung untuk
mempertahankan curah jantung. Bila mekanisme
kompensasi ini gagal untuk mempertahankan
perfusi jaringan yang memadai, maka volume
sekuncup jantunglah yang harus menyesuaikan
diri untuk mempertahankan curah jantung.

4.Disritmia
Disritmia adalah kelainan denyut jantung
yang meliputi gangguan frekuensi atau irama
atau keduanya. Disritmia adalah gangguan
mekanisme hantaran yang mungkin dapat
terjadi meliputi bradikardi, takikardi, flutter
fibrilasi, denyut premature, dan penyakit
jantung.

DIAGNOSA
A. Riwayat kesehatan pasien
Aspek pentng riwayat klinik termasuk
tingkatan sakit dada, faktor pencetus, durasi,
penyebaran rasa sakit, dan respon terhadap
nitrogliserin atau istirahat. Tampaknya ada
sedikit hubungan antara riwayat angina dan
tingkat keparahan pembuluh arteri koroner
yang terlibat. Sakit dada iskemi bisa
mewakili rasa sakit yang muncul dari
berbagai sumber non-cardiac, diagnosis sakit
angina dari penyebab lain bisa sulit jika
hanya menggunakan riwayat

Riwayat keluarga yang rinci harus diperoleh


yang termasuk informasi mengenai penyakit
jantung koroner prematur, hipertensi,
kelainan lipid familial, dan diabetes melitus.
B. Electrocardiogram (EKG)
Mengukur aktifitas elektrik jantung. Pada
iskemia tipe gelombang ST-T berubah
meliputi depresi, gelombang T terbalik dan
segmen ST tinggi.

C. Echocardiograhy
Mengukur denyut jantung membandingkan
gerakan dinding vestibular ketika istirahat
dan stress.
Echocardiography berguna jika dari riwayat
atau temuan fisik diperkirakan terjadi
penyakit pericardial valvular atau disfungsi
ventricular. Pada pasien yang tidak mampu
melakukan latihan, pharmacologic stress
echocardiography (seperti, dobutamine,
dipyridamole, atau adenosine) bisa
mengidentifikasi kelainan yang bisa muncul
selama stress.

D. Exercise tolerance testing ( ETT)


ETT disarankan untuk pasien dengan
kemungkinan menengah (intermediet) untuk
CAD. Hasil berkorelasi baik dengan
kemungkinan terbentuknya angina,
terjadinya AMI, dan kematian cardiovascular.
Iskemi depresi ST-segmen selama ETT adalah
faktor resiko independen untuk kejadian
cardiovascular dan mortalitas. Thallium
(201Tl) myocardial fusion scintigraphy bisa
digunakan bersamaan dengan ETT untuk
mendeteksi defek reversibel dan ireversibe;
pada aliran darah ke myocardium.

E. Thallium stress test


Dikonjungsikan dengan ETT untuk
mendeteksi kerusakan-kerusakan
reversibel dan irreversibel pada aliran
darah
F. SINAR X
G. Tes Laboratorium
Pemeriksaan darah untuk mengukur total
lemak, lipoprotein, dan kolesterol.

Tes laboratorium yang disarankan termasuk


hemoglobin (untuk memastikan kapasitas
pengangkutan oksigen yang cukup), glukosa
puasa (untuk memastikan ada tidaknya
diabetes), dan panel lipoprotein puasa. Faktor
resiko penting pada beberapa pasien bisa
termasuk C-reactive protein, level
homocysteine, bukti adanya
infeksiChlamydia, dan peningkatan
lipopreotein , fibrinogen dan plasminogen
activator inhibitor. Enzim cardiac semestinya
normal pada angina stabil. Troponin T atau I,
myoglobin, bisa meningkat pada angina labil.

H. Radionucleide angiocardiography
Radionucleide angiocardiography
digunakan untuk mengukur ejection
fraction (EF), tampilan ventricular
regional, cardiac output, volume
ventricular, regurgitasi valvular,
asinkron atau abnormalitas gerakan
dinding, dan penutupan (shunt)
intracardiac.

I. Keteterisasi kardiak dan arteriografi koroner.


Kateterisasi cardiac dan angiography
digunakan pada pasien dengan kecurigaan
adanyan CAD untuk merekam kehadiran dan
tingkat keparahan penyakit dan juga untuk
tujuan prognosis. Interventional
catheterization digunakan untukterapi
trombolitik pada psien dengan AMI dan untuk
mengatur pasien dengan CAD yang signifkan
untuk mengurangi obstruksi
melalauipercutaneous transluminal coronary
angiolasty (PTCA), ateroktomi, perawatan
dengan laser, atau penempatan stent

TERIMA KASIH