Anda di halaman 1dari 6

DEFINISI

VES denyut jantung prematur yang berasal dari ventrikel. Prematur terjadi sebelum
denyut jantung yang reguler
Aritmia ventrikel yang terjadi sewaktu tempat ektopik diventrikel mengalami depolarisasi
spontan dan menyebabkan kontraksi ventrikel. Biasanya terjadi bila sewaktu bagian ventrikel
mengalami iritasi atau cidera akibat kekurangan oksigen. QRS tidak hanya lebar, tetapi
timbul premature dengan gelombang T yang berlawanan defleksinya dengan kompleks QRS.
EPIDEM
-

Sering terjadi pada usia tua


Dpt mengenal pasien dengan atau tanpa kelianan jantung
Famingham study menunjukkan baha insiden lebih tinggi pada pria dibandingkan
wanita

PATOFIS
Denyut jantung normalnya dikontrol oleh sistem elektrik jantung SA node. AV node dan
jaringan2 khusus dalam ventrikel dpt mengantarkan listrik
FAKTOR RESIKO
-

Usia
Jenis kelamin
Kebiasaan mereokok, kopi, alkohol
Adanya penyakkit jantung organik

M.K
- palpitasi
- Cepat lelah, pusing
- Asimtomatik
- Detak jantung sering berhenti/meloncat
- pingsan
EKG
-

Gel P tidak akan muncul karena impuls berasal dari ventrikel


Komp QRS biasanya lebar lebih dari 0,10 detik

MACAM2 VES
-

Ventrikel Ekstra Sistol Uniform

Adalah Ventrikel ekstra systole yang bentuknya serupa dalam lead yang sama.
Jika berbeda bentuk tetapi dengan lead yang berbeda, belum tetu bentuk
Uniform. VES Uniform disebut juga VES Unifokal.
Ventrikel Ekstra Sistol Multiform

Adalah Ventrikel Ekstra Sistol yang memiliki bentuk beragam dalam lead
yang sama. Disebut juga VES Multifokal. Ini menunjukan ada beberapa
sumber impuls yang berbeda di Ventrikel.
ventrikel Ekstra Sistol Bigemini

Bigemini maksudnya, setiap satu kompleks normal diikuti satu VES.


Ventrikel Ekstra Sistol Trigemini

Trigemini artinya setiap dua kompleks normal diikuti satu VES.


ventrikel Ekstra Sistol Couplet
Couplet artinya setelah kompleks normal muncul dua VES sekaligus.

DEFINISI
Fibrilasi ventrikel adalah keadaan irama jantung yang sangat kacau, yang biasanya berakhir
dengan kematian dalam waktu beberapa menit, kecuali jika tindakan penanganan tepat segera
dilakukan. Fibrilasi ventrikel adalah denyutan ventrikel yang cepat dan tidak efektif. Pada
disritmia ini denyut jantung tidak terdengar dan tidak teraba dan tidak ada respirasi. Ventrikel
vibrilasi merupakan kejadian preterminal. Vibrilasi ini hampir selalu tampak pada jantung
yang sekarat. Fibrilasi ini adalah aritmia yang paling sering ditemukan pada orang dewasa
yang mengalami kematian mendadak. Pada fibrilasi ventrikel polanya sangat irregular dan
dapat dibedakan dengan disritmia tipe lainnya. Karena tidak ada koordinasi aktifitas jantung,
maka dapat terjadi henti jantung dan kematian bila fibrilasi ventrikel tidak dikoreksi.
Gambaran EKG
Ventrikel Vibrilasi ada dua macam, yaitu vibrilasi ventrikel kasar yang memiliki rekaman
EKG menyentak-nyentak secara pasmodic; dan vibrilasi ventrikel halus yang rekaman
EKGnya berombak halus. Seperti pada asitol, kehilangan kesadaran terjadi dalam beberapa
detik pada kondisi fibrilasi ventrikel. Pasien mengalami pelemahan jantung dan tidak ada
curah jantung. Fibrilasi ventrikel adalah paling umum menyebabkan kematian tiba-tiba dan
fatal apabila resusitasi tidak dilakukan dengan segera.
Vibrilasi ventrikel mempunyai karakter sebagai berikut :
Irama : Tidak teratur
Frekuensi : Lebih dari 350x/menit sehingga tidak dapat dihitung
Gelombang P : Tidak ada
Interval PR : Tidak ada
Gelombang QRS : Lebar dan tidak teratur
INSIDEN
Jumlah sudden cardiac death adalah sekitar 300.000 kematian per tahun di Amerika serikat,
dimana 75-80% disebabkan oleh fibrilasi ventrikel. Jumlah kematian yang disebabkan oleh
fibrilasi ventrikel lebih banyak dibandingkan yang disebabkan oleh kanker paru-paru, kanker

payudara, ataupun AIDS. Fibrilasi ventrikel umumnya merupakan tanda dari penyakit jantung
koroner dan bertanggung jawab dari sekitar 50% kematian akibat PJK. Frekuensi fibrilasi
ventrikel di seluruh dunia kurang lebih sama dengan frekuensinya di Amerika Serikat.
Insiden fibrilasi ventrikel pada pria lebih tinggi dibandingkan pada wanita (3 : 1). Rasio ini
merupakan refleksi dari tingginya insiden PJK pada pria dari pada pada wanita. Insiden
fibrilasi ventrikel sebanding dengan insiden PJK, dengan puncak terjadi pada usia 45-75
tahun.
ETIOLOGI
Vibrilasi ventrikel dapat terjadi pada kondisi : iskemia dan infark miokard, manipulasi kateter
pada ventrikel, gangguan karena kontak dengan listrik, pemanjangan interval QT, atau
sebagai irama akhir pada pasien dengan kegagalan sirkulasi, atau pada kejadian takikardi
ventrikel yang memburuk. Penyebab yang paling umum dari fibrilasi ventrikel adalah heart
attack, akan tetapi fibrilasi ventrikel dapat terjadi ketika jantung tidak memperoleh oksigen
yang cukup, atau orang tersebut memiliki penyakit jantung yang lain.
Fibrilasi ventrikel dapat disebabkan antara lain :
a. Gangguan jantung struktural
Iskemik atau infark miokard akibat penyakit jantung koroner.
Kardiomiopati.
b. Gangguan jantung nonstruktural
Mekanik (commotio cordis)
Luka atau sengatan listrik
Pre-eksitasi (termasuk Wolf-Parkinson-White syndrome)
Heart block
Channelopathies
Long QT syndrome
Short QT syndrome
Brugada syndrome
c. Noncardiac respiratory
Bronchospasm
Aspirasi
Hipertensi pulmonal primer
Emboli pulmonal
Tension pneumotoraks
Metabolik atau toksik
d. Gangguan elektrolit dan asidosis
Obat-obatan
Keracunan
Sepsis
e. Neurologik
Kejang
Perdarahan intrakranial atau strok iskemik
Tenggelam

PATOFISIOLOGI
Aktivitas listrik pada fibrilasi ventrikel ditandai oleh depolarisasi sel yang tidak beraturan
melalui otot jantung ventrikel. Berkurangnya depolarisasi yang terkoordinasi mencegah
terjadinya kontraksi yang efektif dari otot jantung dan pengeluaran darah dari jantung. Pada
pemeriksaan EKG tidak ditemukan kompleks QRS walaupun jarak amplitudo yang melebar
pada aktivitas listrik ditemukan, dari gelombang sinus di ventrikel menyebabkan terjadinya
fibrilasi ventrikel yang mungin sulit dibedakan dengan asistol. Aritmia ini dipertahankan oleh
adanya jalur masuk yang berulang-ulang karena bagian dari otot jantung mengalami
depolarisasi secara konstan. Fibrilasi ventrikel dimulai ketika daerah pada miokard memiliki
bagian refraksi dan bagian konduksi pada jalur masuk. Adanya kombinasi ini menghasilkan
irama sendiri. Fibrilasi ventrikel terjadi pada situasi klinis yang bervariasi, namun lebih
sering dihubungkan dengan penyakit jantung koroner (PJK) dan sebagai kondisi terminal.
Firilasi ventrikel dapat disebabkan oleh infark miokard akut atau iskemik, atau dapat pula
disebabkan oleh skar infark yang kronik. Akumulasi kalsium intraseluler, aktivitas radikal
bebas, gangguan metabolik, dan modulasi autonom memiliki pengaruh yang besar pada
perkembangan fibrilasi ventrikel pada iskemik. Terdapat 3 jenis sel dalam jantung yang
berperan dalam proses impuls normal di dalam jantung, yaitu:
1. sel perintis (pacemaker cells)> Sumber daya listrik jantung.
Nodus sino- atrial (SA) adalah pacemaker jantung. Ia terletak di atas krista terminalis,
dibawah pembukaan vena cava superior di dalam atrium kanan
2. Sel konduksi listrik > Kabel jantung.
Impuls yang dihasilkan oleh nodus SA diantar melalui otot-otot atrial untuk menyebabkan
sinkronisasi kontraksi atrial. Impuls tiba ke nodus atrioventrikular (AV) yang terletak di
septum interatrial dibawah pembukaan sinus koronaria. Dari sini impuls diantar ke ventrikel
melalui serabut atrioventrikular (His) yang turun ke dalam septum interventrikular. Serabut
His terbagi menjadi 2 cabang kanan dan kiri yang menghantar serabut Purkinje untuk tetap
didalam subendokardium dari ventrikel. Posisi serabut Purkinje menentukan kontraksi
ventrikel yang hampir sinkron.
3. Sel miokardium > Mesin kontraksi jantung.
Jika sebuah gelombang depolarisasi mencapai sebuah sel jantung, kalsium akan dilepaskan ke
dalam sel sehingga sel tersebut berkontraksi. Sel jantung memiliki banyak sekali protein
kontraktil, yaitu aktin dan miosin.
FAKTOR RESIKO
Sebagian besar yang menghadapi masalah ketidakseragaman hentak jantung ini memiliki
prognosis yang normal. Pasien tidak memerlukan rawat yang khas. Walau bagaimanapun,bagi
pasien yang mengalami gejala yang serius atau yang dikaitkan dengan masalah penyakitpenyakit lain (seperti penyakit jantung) akan menghadapi risiko yang lebih tinggi dan
memerlukan rawatan atau perhatian pengobatan yang khusus. Faktor-faktor tersebut adalah :
1. Tekanan perasaan atau stress
2. Darah tinggi
3. Merokok

4. Kelesuan, kurang tidur, kerja berlebihan


MANIFESTASI KLINIS
1. Kongesti Vaskular pulmonal
2. Dispnea
3. Ortopnea
4. Dispnea nocturnal paroksimal
5. Batuk iritasi
6. aedema pulmonal akut
7. Penurunan curah jantung
8. Gallop atrial-S4
9. Gallop ventrikel-S3
10. Crackles paru
11. Disritmia
12. Bunyi napas mengi
13. Pulsus alternans
14. Peningkatan berat badan
15. Pernapasan cheyne stokes
TERAPI
Pada umumnya terapi aritmaia adalah :
Mengembalikan irama jantung yang normal (rhytm control)
Menurunkan frekuensi denyut jantung (rate contol)
Mencegah terbentuknya bekuan darah
Terapi sangat tergantung pada jenis aritmia. Jika kausa aritmia berhasil dideteksi, maka tak
ada yang lebih baik daripada menyembuhkan atau memperbaiki penyebabnya secara spesifik.
Aritmia sendiri dapat diterapi dengan beberapa hal di bawah ini :
a. Jika FV terjadi, maka defibrilasi harus segera dilakukan
b. Bila defibrilasi tidak berhasil, maka harus segera dilakukan resusitasi jantung paru dan
obat-obatan.
c. Obat-obatan yang dapat diberikan adalah epinefrin bila pola vibrilasi ventrikelnya halus.
Epinefrin dapat membuat fibrilasi menjadi kasar, sehingga memudahkan untuk mengkonversi
defibrilasi. Natrium bikarbonat diberikan untuk mengatasi asidosis akibat berkurangnya
perpindahan respirasi. Epinefrin dan Natrium bikarbonat saling berlawanan apabila dicampur,
oleh sebab itu harus diberikan terpisah.
d. Tekanan darah disokong dengan vasopresor. Masase jantung eksternal dan ventilasi tidak
boleh dihentikan selama resusitasi sebelum lima detik.
e. Pembedahan, dokter akan melakukan pembedahan jika keadaan pasien sudah sangat
memburuk. Di dalam pembedahan, bagian yang rusak bisa dibuang atau diperbaiki.
f. Perentak tiruan, perentak ini digunakan untuk menghantarkan isyarat elektrik ke jantung.
Alat ini dipasang di bawah permukaan kulit melalui pembedahan kecil. Perentak yang
permanen digunakan untuk merawat penderita yang mengalami nodus sinus yang tidak
berfungsi.

g. Kardioversi (pembilang-renjatan), kaedah kejutan elektrik untuk memulihkan rentak


jantung yang abnormal bagi penderita yang mempunyai kadar denyutan jantung yang tunggi.
Kemudian, penatalaksanaan ini digunakan pada keadaan cemas.
PENCEGAHAN
Gaya hidup memainkan peranan yang sangat penting untuk mengurangkan resiko penyakit
jantung atau rentak jantung yang tidak seragam. Diantara langkah-langkah yang perlu diambil
untuk mencegah penyakit ini adalah :
1. Pola makan
Makanlah makanan yang rendah kolesterol dan rendah lemak. Makanan ini dapat
menurunkan kadar lemak dan kolesterol dalam darah.
2. Berhenti merokok
Merokok meningkatkan kadar denyutan jantung. Berhenti merokok menurunkan resiko
terhadap rentak jantung yang tidak normal.
3. Senam
Senam dengan rutin baik untuk kesehatan dan jantung.
4. Hindari alkohol dan kafein
5. Obat-obatan
Sebagian obat, ada yang dapat meningkatkan resiko penyakit ini. Hal ini dapat dicegah
dengan mengurangi dosisnya atau menghentikan pemakaian untuk sementara. Contoh obat,
mis : amitriptilin, terfenadin, dan astemizol.