Anda di halaman 1dari 20

BAB I

PENDAHULUAN

A. Judul Percobaan

Menara Destilasi (Packed Tower)


B. Tujuan Percobaan
-

Melakukan percobaan atas campuran Methanol Air denganmenggunakan

peralatan jenis Menara Isian ( packed tower ).


Mengevaluasikan performace Bahan Isian untuk Menara Distilasidengan
memperbandingkan komposisi destilasi hasil yang diperolehdari
Menara

Isian

tanpa

Bahan

Isian

kosong

).

jika

memungkinkanhitunglah Height Equivalent to a Theoritic plate


( H.E.T.P )
C. Latar Belakang
Destilasi atau penyulingan adalah suatu proses pemisahan
komponen yang berdasarkan pada perbedaan titik didih dimana komponen
yang mempunyai titik didih yang rendah duluan keluar dibanding titik
didih yang tinggi. pada proses ini terjadi proses penguapian yang diikuti
pengembunan. Destilasi dilakukan untuk memisahkan suatu caran dari
campurannya apabila komponen lain tidak ikut menguap (titk didih lain
jauh lebih tinggi. Misalnya adalah pengolahan air tawar dari air laut. Pada
percobaan

ini,

menggunakan

proses

destilasi

sederhana,

dimana

menggunakan air sungai sebagai sampel yang akan dimurnikan.


Masalah yang timbul di Masyarakat sekarang ini, masyarakat
kesulitan mendapatkan air bersih. Salah satu cara untuk memperoleh air
bersih yang berasal dari air laut, yaitu melakukan proses destilasi.

75

BAB II
LANDASAN TEORITIS
A. Defenisi Destilasi
Distilasi atau penyulingan adalah suatu metode pemisahan bahan kimia
berdasarkan perbedaan kecepatan atau kemudahan menguap (volatilitas) bahan.
Dalam penyulingan, campuran zat dididihkan sehingga menguap, dan uap ini
kemudian didinginkan kembali ke dalam bentuk cairan. Zat yang memiliki titik
didih lebih rendah akan menguap lebih dulu.
Metode ini termasuk sebagai unit operasi kimia jenis perpindahan massa.
Penerapan proses ini didasarkan pada teori bahwa pada suatu larutan, masingmasing komponen akan menguap pada titik didihnya. Model ideal distilasi
didasarkan pada Hukum Raoult dan Hukum Dalton.
Distilasi pertama kali ditemukan oleh kimiawan Yunani sekitar abad
pertama masehi yang akhirnya perkembangannya dipicu terutama oleh tingginya
permintaan akan spritus. Hypathia dari Alexandria dipercaya telah menemukan
rangkaian alat untuk distilasi dan Zosimus dari Alexandria-lah yang telah berhasil
menggambarkan secara akurat tentang proses distilasi pada sekitar abad ke-4.
Bentuk modern distilasi pertama kali ditemukan oleh ahli-ahli kimia Islam
pada masa kekhalifahan Abbasiah, terutama oleh Al-Razi pada pemisahan alkohol
menjadi senyawa yang relatif murni melalui alat alembik, bahkan desain ini
menjadi semacam inspirasi yang memungkinkan rancangan distilasi skala mikro,
The Hickman Stillhead dapat terwujud.
Tulisan oleh Jabir Ibnu Hayyan (721-815) yang lebih dikenal dengan Ibnu
Jabir menyebutkan tentang uap anggur yang dapat terbakar. Ia juga telah
menemukan banyak peralatan dan proses kimia yang bahkan masih banyak
dipakai sampai saat kini. Kemudian teknik penyulingan diuraikan dengan jelas
oleh Al-Kindi (801-873).

76

Salah satu penerapan terpenting dari metode distilasi adalah pemisahan


minyak mentah menjadi bagian-bagian untuk penggunaan khusus seperti untuk
transportasi, pembangkit listrik, pemanas, dan lain-lain. Udara didistilasi menjadi
komponen-komponen seperti oksigen untuk penggunaan medis dan helium untuk
pengisi balon. Distilasi juga telah digunakan sejak lama untuk pemekatan alkohol
dengan penerapan panas terhadap larutan hasil fermentasi untuk menghasilkan
minuman suling
Ada 4 jenis distilasi yang akan dibahas disini, yaitu distilasi sederhana,
distilasi fraksionasi, distilasi uap, dan distilasi vakum. Selain itu ada pula distilasi
ekstraktif dan distilasi azeotropic homogenous, distilasi dengan menggunakan
garam berion, distilasi pressure-swing, serta distilasi reaktif
Distilasi Sederhana
Pada distilasi sederhana, dasar pemisahannya adalah perbedaan titik didih
yang jauh atau dengan salah satu komponen bersifat volatil. Jika campuran
dipanaskan maka komponen yang titik didihnya lebih rendah akan menguap lebih
dulu.

Selain

perbedaan

titik

didih,

juga perbedaan

kevolatilan,

yaitu

kecenderungan sebuah substansi untuk menjadi gas. Distilasi ini dilakukan pada
tekanan atmosfer.[6] Aplikasi distilasi sederhana digunakan untuk memisahkan
campuran air dan alkohol.
Distilasi Fraksionisasi
Fungsi distilasi fraksionasi adalah memisahkan komponen-komponen cair,
dua atau lebih, dari suatu larutan berdasarkan perbedaan titik didihnya. Distilasi
ini juga dapat digunakan untuk campuran dengan perbedaan titik didih kurang
dari 20 C dan bekerja pada tekanan atmosfer atau dengan tekanan rendah.
Aplikasi dari distilasi jenis ini digunakan pada industri minyak mentah, untuk
memisahkan komponen-komponen dalam minyak mentah[7]
Perbedaan distilasi fraksionasi dan distilasi sederhana adalah adanya kolom
fraksionasi. Di kolom ini terjadi pemanasan secara bertahap dengan suhu yang

77

berbeda-beda pada setiap platnya. Pemanasan yang berbeda-beda ini bertujuan


untuk pemurnian distilat yang lebih dari plat-plat di bawahnya. Semakin ke atas,
semakin tidak volatil cairannya.
Distilasi Uap
Distilasi uap digunakan pada campuran senyawa-senyawa yang memiliki
titik didih mencapai 200 C atau lebih. Distilasi uap dapat menguapkan senyawasenyawa ini dengan suhu mendekati 100 C dalam tekanan atmosfer dengan
menggunakan uap atau air mendidih. Sifat yang fundamental dari distilasi uap
adalah dapat mendistilasi campuran senyawa di bawah titik didih dari masingmasing senyawa campurannya. Selain itu distilasi uap dapat digunakan untuk
campuran yang tidak larut dalam air di semua temperatur, tapi dapat didistilasi
dengan air. Aplikasi dari distilasi uap adalah untuk mengekstrak beberapa produk
alam seperti minyak eucalyptus dari eucalyptus, minyak sitrus dari lemon atau
jeruk, dan untuk ekstraksi minyak parfum dari tumbuhan.
Campuran dipanaskan melalui uap air yang dialirkan ke dalam campuran dan
mungkin ditambah juga dengan pemanasan. Uap dari campuran akan naik ke atas
menuju ke kondensor dan akhirnya masuk ke labu distilat.
Distilasi Vakum
Distilasi vakum biasanya digunakan jika senyawa yang ingin didistilasi
tidak stabil, dengan pengertian dapat terdekomposisi sebelum atau mendekati titik
didihnya atau campuran yang memiliki titik didih di atas 150 C. Metode distilasi
ini tidak dapat digunakan pada pelarut dengan titik didih yang rendah jika
kondensornya menggunakan air dingin, karena komponen yang menguap tidak
dapat dikondensasi oleh air. Untuk mengurangi tekanan digunakan pompa vakum
atau aspirator.[6] Aspirator berfungsi sebagai penurun tekanan pada sistem
distilasi ini.

78

Azeotrop
Azeotrop adalah campuran dari dua atau lebih komponen yang memiliki
titik didih yang konstan. Azeotrop dapat menjadi gangguan yang menyebabkan
hasil distilasi menjadi tidak maksimal. Komposisi dari azeotrope tetap konstan
dalam pemberian atau penambahan tekanan. Akan tetapi ketika tekanan total
berubah, kedua titik didih dan komposisi dari azeotrop berubah. Sebagai
akibatnya, azeotrop bukanlah komponen tetap, yang komposisinya harus selalu
konstan dalam interval suhu dan tekanan, tetapi lebih ke campuran yang
dihasilkan dari saling memengaruhi dalam kekuatan intramolekuler dalam larutan.
Azeotrop dapat didistilasi dengan menggunakan tambahan pelarut tertentu,
misalnya penambahan benzena atau toluena untuk memisahkan air. Air dan
pelarut akan ditangkap oleh penangkap Dean-Stark. Air akan tetap tinggal di dasar
penangkap dan pelarut akan kembali ke campuran dan memisahkan air lagi.
Campuran azeotrop merupakan penyimpangan dari hukum Raoult.
Efektifitas Distilasi
Secara teori, hasil distilasi dapat mencapai 100% dengan cara menurunkan
tekanan hingga 1/10 tekanan atmosfer. Dapat pula dengan menggunakan distilasi
azeotrop yang menggunakan penambahan pelarut organik dan dua distilasi
tambahan, dan dengan menggunakan penggunaan cornmeal yang dapat menyerap
air baik dalam bentuk cair atau uap pada kolom terakhir. Namun, secara praktek
tidak ada distilasi yang mencapai 100%.
B. Distilasi Skala Industri
Umumnya proses distilasi dalam skala industri dilakukan dalam menara,
oleh karena itu unit proses dari distilasi ini sering disebut sebagai menara distilasi
(MD). Menara distilasi biasanya berukuran 2-5 meter dalam diameter dan tinggi
berkisar antara 6-15 meter. Masukan dari menara distilasi biasanya berupa cair
jenuh, yaitu cairan yang dengan berkurang tekanan sedikit saja sudah akan

79

terbentuk uap dan memiliki dua arus keluaran, arus yang diatas adalah arus yang
lebih volatil (mudah menguap) dan arus bawah yang terdiri dari komponen berat.
Menara distilasi terbagi dalam 2 jenis kategori besar. Menara Distilasi tipe
Stagewise, menara ini terdiri dari banyak piringan yang memungkinkan
kesetimbangan terbagi-bagi dalam setiap piringannya, dan
Menara Distilasi tipe Continous, yang terdiri dari pengemasan dan kesetimbangan
cair-gasnya terjadi di sepanjang kolom menara.
Neraca Eksternal
Hubungan arus-arus masuk dan keluar di sekitar MD dinyatakan dengan
neraca eksternal. Data yang dievaluasi :
Kecepatan dan kondisi arus distilat ( D, TD);
Kecepatan dan kondisi bottom ( B, TB);
Beban condenser ( QC) dan reboiler (QR);
Korelasi ini harus sesuai dengan simbol variabel pada skema alat yang
digambarkan.
NM total di sekitar MD : F = B + D (1)
NM komponen yang lebih volatile di sekitar MD : F. z = B. XB + D.XD (2)
Dipilihnya komponen yang lebih volatil, karena penyelesaian masalah diarahkan
menggunakan data keseimbangan komponen ini. Menggunakan persamaan (1 )
dan (2), nilai B dan D dapat dievaluasi.
NP di sekitar MD : F. hF + QR = D. hD + B. hB + QC (3)
Dengan,
hF =entalpi umpan = f ( z, jenis bahan, TF, P ).
hD = entalpi distilat = f ( XD, jenis bahan, TD, P ).
80

hB= entalpi bottom = f ( XB, jenis bahan,TB, P).


Data entalpi ini dapat diperoleh dari :
1. grafik hubungan entalpi komposisi ( perhatikan satuannya).
2. menghitung entalpi fase cair dan uap berdasarkan data suhu-komposisi.
3. menghitung entalpi fase cair dan uap berdasarkan data de Priester atau
Persamaan Antoine.
Entalpi distilat (hD) : Arus distilat merupakan produk kondenser. Ada 2 macam
condenser :

1. kondenser total
2. kondenser parsial

1. Kondenser Total :
Semua uap diinginkan terembunkan, sehingga diperoleh distilat dalam fase
cair. Jika demikian, maka komposisi bahan di distilat adalah sama dengan
komposisi bahan di uap. Suhu bahan agar semua bahan di fase cair harus di bawah
atau sama dengan suhu titik didihnya ( bubble point). Jika uap dari stage 1 ( V1)
diembunkan sampai suhu bubble point-nya, maka akan diperoleh distilat berupa
cair jenuh. Maka:
hD=f (XD, TD, cair jenuh)
ho = hD
2. Kondenser parsial :
Jika penurunan suhu di antara suhu titik embun sampai titik didihnya,
maka tidak semua uap yang masuk condenser terembunkan. Distilat berupa uap,
sedangkan refluks berupa cair. Ada 2 keadaan yang mungkin terjadi dalam
kondenser parsial :

81

1. uap dan cairan dalam keadaan keseimbangan, sehingga kondenser ekivalen


dengan sebuah stage seimbang.
2. uap dan cairan hasil condenser tidak dalam keadaan seimbang. Jika uap dan
cairan berkeseimbangan :
XD = YD
Xo= f ( YD, keseimbangan pada TD )
HD = f ( YD, TD, uap jenuh).
Ho = f( Xo, TD, cair jenuh )
Entalpi Bottom :
Biasanya digunakan reboiler parsial, yaitu sebagian cairan hasil bawah diuapkan
dan dialirkan ke menara sebagai uap pembawa panas. Oleh karenanya, reboiler
setara dengan sebuah stage seimbang, yaitu stage N+1.
HB= f (XB, TB, cair jenuh).
Nilai yang belum diketahui dari persamaan (3) di atas adalah QR dan QC, oleh
karena itu dibutuhkan sebuah persamaan lagi. Persamaan ini dapat disusun
menggunakan neraca di sekitar kondenser atau reboiler. Neraca di sekitar
kondenser
1. kondenser total
NM total di sekitar condenser :
V1 = Lo + D (a)
Rasio refluks = R = Lo/D (b)
Jika R dan D telah diketahui, maka V1 dan Lo dapat dievaluasi berdasarkan pers
(a) dan (b).
NP di sekitar condenser :
82

V1. H1 = D. hD + Lo. ho + QC
H1= f (y1, T1, uap jenuh )
ho = hD = f( XD, TD, cair jenuh)
Menggunakan persamaan NP di atas, nilai QC dapat dievaluasi.
2. Kondenser parsial
NM Total di sekitar condenser :
V1 = Lo + D
Rasio refluks = R = Lo/D
Jika D dan R telah diketahui, maka V1 dapat ditentukan. NM komponen yang
lebih volatil:
V1. y1 = Lo. Xo + D. YD
Xo = f ( YD, TD, keseimbangan )
Jika nilai Xo telah diketahui maka y1 dapat dievaluasi.
NP : V1. H1 = Lo. ho + D. HD + QC
Dengan,
H1

= f( y1, T1, uap jenuh)

ho

= f ( X0, TD, cair jenuh)

HD

= f ( YD, TD, uap jenuh)

Menggunakan NP di atas, nilai QC dapat ditentukan. Berdasarkan persamaan (3)


dan (4) , maka nilai QR dapat dihitung.

83

BAB III
MATERI DAN METODE
A. Materi
a. Alat Percobaan
- 1 set perlengkapan menara destilasi lengkap dengan condenser
-

(pendingin) dan refluks.


Thermometer Alkohol 200oC
Gelas Ukur 500 ml
Corong

b. Bahan Percobaan
- Methanol P.a (CH3OH)
- Aquadest (H20)
B. Metode
Prosedur percobaan :
1. Periksa susunan peralatan
2. Ukur tinggi bahan isian bola-bola keramik
3. Masukkan 450 ml larutan methanol-air(15%mol methanol=24% berat
methanol) kedalam labu didih
Masukkan beberapa keeping batu didih kedalam labu didih untuk
mencegah terjadinya semburan cairan yang mendidih dan agar pendidihan
yang halus dan merata.
4. Alirkan air pendingin kedalam masing-masing pendingin
5. Mula-mula tutuplah cock refluks pendingin pada posisi total refluk
sehingga terjadi total refluk
6. Secara perlahan-lahan tambahlah jumlah arus yang masuk kedalam mantel
pemanas dengan memutar knop pengatur tegangan. Jumlah arus yang
sesuai untuk mantel pemanas bervariasi, tergantung pada karakteristik dari
larutan yang digunakan dan kecepatan penguapan. Karna itu tegangan
dengan mengamati kenaikan temperature cairan didalam labu didih
7. Amati temperature pada puncak menara destilasi
8. Catatlah data-data (ampere mantel pemanas, temperature pada puncak
menara, temperature pada cairan bawah) setiap 5 menit. Susun data-data
pada lembar data 4.05-1
9. Bila temperature constant sudah tercapai mulailah mengambil contoh
(cairan bawah dan kondensat)
84

10. Selama sampling ukurlah kecepatan kondensasi dengan menggunakan


sampler dan stopwatch.
11. Ukurlah komposisi sampel dengan menggunakan refractometer dan grafik
12. Kembalikan sampel tadi kedalam labu didih dan ulangi percobaan sekali
lagi
13. Ubahlah kecepatan destilasi dengan menaikkan jumlah arus kedalam
mantel pemanas dan ulangi langkah 5 sampai 12
14. Ubah kecepatan destilasi sekali lagi (total ada 3 percobaan dengan
kecepatan destilasi yang berbeda).
15. Lakukan prosedur percobaan yang sama terhadap menara destilasi yang
kosong (tanpa bahan isian).

C. Gambar Rangkaian Percobaan

85

BAB IV
HASIL KERJA PRAKTEK DAN PEMBAHASAN

86

A. Hasil Kerja Praktek


Bahan

Berat

: Metanol 43% mol

Sampel

pikno

Berat

Berat

sampel

sampel

kosong(gr)

Density
(gr/ml)

Indeks

Volume

Kadar

Fraksi

bias

methanol

methanol

mol

Pikno(gr)

(%)

(%)

Air(ml)

10,6065

destilat

14,8027

4,1962

0,8392

1,3407

200

70

43

10,6065

Residu

15,4183

4,8118

0,9423

1,349

200

18

43

Kadar Larutan Sampel (Methanol-Air)

: 43% mol

Volume Larutan Sampel

: 200 ml

Volume Methanol P.a (CH3OH)

: 124 ml

Volume Aquadest (H2O)

: 76 ml

Titik didih methanol

: 64,5oC

Volume destilat

: 72 ml

Volume residu

: 108 ml

T1

: 19 menit

T2

: 16 menit
B. Pembahasan
1. Perhitungan Pembuatan Larutan Sampel dan Pembuatan Larutan
Methanol 43% dalam 200 ml
Kadar Larutan sampel yang akan dibuat (MF) : 43% mol
87

Dik :
1 = 0,79
2 = 1
M1 = 32
M2 = 18

Vtot V1 V 2 200ml
V 2 Vtot V1 200 V1

V1 1
M1
MF
V1 1 V 2 2

M1
M2
V1 .0,79
V1 .0,79
32
32
0,43

V1 .0,79 V 2 .1 V1 .0,79 200 V1

32
18
32
18
0,0246875V1
0,43
0,0246V1 11,1111 0,0555V1

0,0246V1

0,0309V1 11,1111

0,43

0,0132V1 4,7777 0,0246V1


4,7777 0,0378V1
V1 126,39ml
Vtot V 1 V 2
V 2 ( 200 126,39ml )
V 2 73,61ml

W1
V1 1
M1
M1
MF

W1 W2
V1 1 V2 2

M1 M 2
M1
M2
126,39ml.0,79
32
Mf
126,39ml.0,79 73,61.1

32
18
3,1202

3,1202 4,0894
0,432

88

2. Neraca Massa

70% destilat (D)


43%
200 ml
18%
Residu(R)
Neraca massa
F

= R+D

200 ml = R+D(1)
Neraca massa methanol
F

= R+D

43%.200 ml

= 18% R+ 70%D

86 ml

= 0,18 R+0,70 D(2)

Neraca massa air


F

= R+D

57%.200 ml

= 82% R+ 30%D

114 ml

= 0,82 R+0,3 D(3)

Persamaan (2) dan persamaan (3) dieliminasi :


86 ml

= 0,18 R+0,70 D

x 0,82 (2)

114 ml

= 0,82 R+0,3 D

x 0,18(3)

70,52 = 0,1476 R + 0,5658 D


20,52 = 0,1476 R + 0,0558 D

50 ml = 0,51 D
D

= 98,0392 ml

Disubstitusi ke persamaan (1)


200 ml = R+D (1)

89

200 ml = R+ 98,0392 ml
R

= 101,9608 ml

3. a. larutan methanol- air(Xf)

= 43% mol

b. Xp(destilat)

= 70%

c. Xw(residu)

= 18% mol

v.destilat = 28ml
= 1,4736 ml/menit
d. V1= v.residu
19 menit
e. 1= v.residu = 14ml = 0,875 ml/menit
V waktu
16menit

4. Lo V1 V2

(1,4736 0,875) ml / mnt


0,5986ml / mnt

Lo
2,5ml / mnt

D
2,4ml / mnt
1,042

GOA

XD
0,70

R 1 10,6841 1
0,4156

5. Menghitung High Equivalent Toeritical Plat (HETP)


Zn

= 70 cm

= 3 ( diperoleh dari grafik )

HETP

Zn
70cm
HETP
n 1
3 1
70cm
2
35cm

90

C. GRAFIK

91

D.

Tabulasi Data

Berat

Sampel

Berat

Berat

pikno

sampel

sampel

kosong(gr)

+Pikno(gr)

Density
(gr/ml)

Indeks

Volume

Kadar

Fraksi Neraca

Kecepat

bias

methanol

methanol

mol

massa

an

(ml)

aliran

+Air(ml)

(%)

(%)

(v)
(ml/men
it)

10,6065

destilat

14,8027

4,1962

0,8392

1,3407

200

70

43

98,0392

1,4736

10,6065

Residu

15,4183

4,8118

0,9423

1,349

200

18

43

101,9608

0,875

Lo

= 0,5986

= 0,6841

GOA = 0,4156
Xd

= 70%

Xf

= 43%

Xw

=18%

92

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. KESIMPULAN
Dari hasil percobaan menera distilasi kami dapat menyimpulkan beberapa
kesimpulan diantaranya ialah :
1. Bahwa pada destilasi kadar metanolnya yaitu 70%, sedangkan pada
residu terdapat kadar methanol sebesar 18%.
2. Dari laju alir destilat hasil destilasi lebih besar dibandingkan laju residu
yaitu V1=1,4736 ml/menit dan V2= 0,875 ml/menit
3. Dari grafik jumlah plate(n) yaitu 3, sehingga diperoleh nilai HETP
sebesar 45 cm.

B. SARAN
Sebaiknya pratikan lebih teliti dalam menjaga temperature agar
tetap konstan supaya volume destilat yang dihasilkan baik.

95

BAB VI
DAFTAR PUSTAKA

Geankoplis, C.J., 1985, Transport Processes and Unit Operation, Prentice Hall,
Inc.,Singapore.
Wankat, P.C., 1988, Equilibrium Staged Separation, Prentice Hall, New Jersey.
Perry, R.H abd Green, D., Perrys Chemical Engineers Handbook, 6th ed.,
1984, McGraw-Hill Book Co., Singapore.
Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
http://id.wikipedia.org/wiki/Destilasi

96