Anda di halaman 1dari 10

ANALISIS KEMAMPUAN

BETON RINGAN-ABU SEKAM PADI


Oleh :
RAMOS P PASARIBU
Staf Pengajar Tidak Tetap Jurusan Arsitektur Universitas Tarumanagara.

ABSTRAK
Di masa krisis energi saat ini, tidaklah mudah
Arsitektur melayani pertumbuhan kebutuhanII. KAJIAN PUSTAKA
rumah tinggal khususnya dalam pengadaan A. Kajian Teori
teknologi bahan yang menggunakan beton sebagai 1. Abu Sekam Padi
bahan bangunan. Adalah sebagai limbah pembakaran sekam
padi memiliki unsur yang bermanfaat untuk
Telah banyak upaya yang dilakukan oleh para peningkatan mutu beton, mempunyai sifat
peneliti sebelumnya mengenai beton yang pozolan dan mengandung silika yang sangat
memanfaatkan abu sekam padi sebagai bahan menonjol, bila unsur ini dicampur dengan
pengganti sebagian semen dalam beton. Namun semen akan menghasilkan kekuatan yang lebih
masih diperlukan penelitian melalui studi literatur tinggi (Ika Bali, Agus Prakoso. 2002 : hal 76).
dari hasil penelitian tersebut, yaitu mengenai
kemampuan beton-abu sekam padi struktural yang 2. Beton.
ditinjau dari pengaruh penggantian semen oleh abu Beton menurut (Universitas Semarang,1999:4)
sekam padi terhadap jumlah pemakaian semen dan merupakan bahan dari campuran antara semen,
agregat kasar (batu kerikil) dengan batasan beton agregat halus dan kasar, serta air dengan
normal. adanya rongga-rongga udara. Bahan-bahan
pembentuk beton harus ditetapkan sedemikian
Kata Kunci : Beton struktural, Kuat tekan beton, rupa. Umumnya komposisi material
Berat isi unit beton, Semen, Agregat pembentuk beton dan kemampuan beton
kasar. normal adalah :
Tabel 1 Unsur Beton.
. Sumber : (Universitas Semarang, 1999:hal 4).
I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah Agregat Semen Udara Air
Terus meningkatnya harga bahan bakar minyak Kasar+Halus
dapat berdampak negatif terhadap pemakai semen 60 – 80 % 7 – 15 % 1 – 8% 14 – 21%
dalam beton. Seiring dengan telah banyak
dilakukan beberapa penelitian abu sekam padi
Tabel 2 Rancangan Spesifikasi Beton Normal.
sebagai bahan pengganti sebagian semen dalam
beton namun melalui penelitian studi literatur ini Sumber : (Ika Bali, Agus Prakoso.2002; hal )
perlu dikembangkan ke arah aplikasi tipikal beton Semen Pasir Kerikil Berat σ Tekan
ringan. 375kg 764.5kg 951.9kg 2315kg 20.45Mpa
Sedangkan klasifikasi kepadatan agregat beton
B. Identifikasi Masalah menurut (Young, 1972 : 242) :
Berapa besar peluang abu sekam padi pengganti
sebagian semen dalam beton ringan ? Tabel 3 Klasifikasi Kepadatan Beton Ringan.
. Sumber:Ringkasan (J Francis Young, 1972;hal 242)
C. Rumusan Masalah N Kategori Berat Isi Tipikal Tipikal
1. Berapa macam aplikasi tipikal beton ringan. o Beton Unit Kuat Aplikasi
2. Berapa batasan berat dan kuat tekan beton Ringan Beton Tekan
ringan serta aplikasi tipikalnya. Kg/m3 Beton
3. Berapa besar peluang masing-masing berat 1 Non 300- <7 Insulating
dan kuat tekan beton yang memenuhi batasan Struktural 1100 Mpa material
berat beton dan kuat tekan beton ringan. 2 Non 1100- 7 – 14 Unit
4. Berapa kemampuan maksimal dari peluang Struktural 1600 Mpa masonry
tersebut yang dicapai. 3 Struktural 1450- 17 – 35 Struktural
1900 Mpa 2. Berat isi beton ringan untuk unit blok
4 Normal 2100- 20 – 40 Struktural beton atau “masonry unit”.
2550 Mpa 3. Berat isi beton ringan struktural dan normal.

B. Kerangka Berpikir.
C. Teknik Pengumpulan Data.
Latar Belakang Masalah Data-data pustaka diperoleh dari :
1. Kemungkinan
1. Hasil penelitian yang diterbitkan di jurnal.
mahalnya/langkanya semen dan
agregat kasar. 2. Hasil penelitian yang dipublikasikan melalui
2. Aplikasi tipikal beton dari hasil laporan hasil penelitian.
hasil penelitian para peneliti 3. Hasil penelitian laboratorium skripsi.
sebelumnya mengenai bahan
tambahan pengganti semen.
D. Alat dan Besaran Statistik.
Alat dan besaran yang menunjang proses
Sebagai BahanTambahan
Pengganti Semen
statistik dalam penelitian ini, adalah sebagai
Dalam Beton berikut :
Abu sekam padi 1. Histogram membantu menunjukkan
distribusi dari pengukuran dan frekuensi.
-Kuat Tekan
2. Perbandingan histogram dengan batas
-Berat Komposisi Material Campuran Beton spesifikasi menunjukkan berapa produk yang
tidak memenuhi syarat spesifikasi dengan
Persyaratan Analisis Batasan dan Teori membandingkan histogram hasil produksi
dengan batas spesifikasi.
Aplikasi Tipikal Beton Ringan
3. Nilai rata-rata diperoleh dengan
menjumlahkan semua harga artikel suatu
kumpulan dan dibagi oleh jumlah artikel
Peluang Untuk Peluang Untuk dalam suatu kumpulan.
Elemen Struktural Elemen Non Struktural -- ∑ Xi
X = --------- di mana,
n
Kemampuan Maksimal ∑ Xi =jml semua nilai dalam suatu
kumpulan.
- Ditinjau dari jumlah semen dan agregat kasar.
- Ditinjau dari besar kuat tekan yang diperoleh akibat 1kg
n= jml seluruh artikel dalam suatu
jumlah semen dan dari persentase kenaikan/penurunan kuat kumpulan.
tekan akibat 1% abu sekam padi terhadap kuat tekan pada
komposisi 0 % abu sekam padi. E. Langkah-Langkah Dalam Penelitian.
Data-data nilai kuat tekan beton dan berat isi
unit beton dari hasil penelitian yang diperoleh
dari peneliti sebelumnya dikumpulkan
berdasarkan kelompok beton ringan, lalu
III. METODE PENELITIAN dengan standar aplikasinya dan dengan bantuan
A. Variabel dan Atribut Penelitian alat dan besaran statistik guna memperoleh
1. Variabel Penelitian. hubungan serta berapa peluang abu sekam padi
1) Kuat tekan beton umur 28 hari. sebagai pengganti sebagian semen dan pada
2) Berat isi semen dalam beton. campuran beton ringan.
3) Berat isi agregat kasar dalam beton.
F. Teknik Analisis Data.
2. Atribut penunjang Tahapan dalam menganalisis data dimulai :
1) Kelas beton non struktural. 1. Mengelompokkan data berupa nilai kuat
2) Kelas beton ringan non struktural. tekan, berat isi, spesifikasi campuran beton.
2. Menyusun distribusi nilai kuat tekan beton.
B. Rancangan Penelitian 3. Memastikan berapa macam tipikal beton.
Data nilai kuat tekan, berat isi beton serta 4. Persyaratan analisis terhadap standar aplikasi
jumlah abu sekam padi yang diperlukan dari beton ringan berdasarkan pembagian berapa
hasil penelitian sebelumnya kemudian kelas interval nilai kuat tekan beton
diklasifikasikan berdasarkan : berdasarkan aplikasi tipikal beton ringan dan
1. Berat isi beton ringan non struktural untuk berat isi unit beton.
beton “insulating material”. 5. Berdasarkan persyaratan analisis
menentukan besar peluang masing-masing
Mpa- Mpa- Mpa- Mpa- Mpa-
Kode Kode Kode Kode Kode 1.Terhadap klasifikasi aplikasi berat isi unit
3.79- 8.61- 10.34- 12.75- 14.47- beton
B11AS B11AS B11AS B11AS B11AS
18.61- 18.63- 18.85- 19.54- 20.11- Tabel 6 Penyetaraan Berat Isi Unit Beton
B11AS B1AS B2AS B1AS B1AS Yang . Dicapai Terhadap Klasifikasi
21.02- 21.58- 22.20- 22.24- 22.75- Berat Isi . Unit Beton Ringan.
B2AS B2AS B11AS B2AS B11AS
24.25- 25.24- 26.13- 26.20- 26.77- K Rancangan NS M S1 S2
B7AS B11AS B7AS B11AS B9AS O Berat Isi 300 1100 1450 2100
26.89- 27.08- 27.58- 27.58- 27.93- D Unit Beton - - - -
B11AS B5AS B11AS B11AS B11AS E (kg/m3) 1100 1600 1900 2550
28.39- 28.87- 29.77- 30.68- 31.08-
B1 2315 - - - *
B9AS B5AS B9AS B11AS B4AS
AS
31.08- 31.62- 31.62- 32.31- 32.31-
B6AS B9AS B9AS B9AS B9AS B2 2121.7 - - - - *
31.85- 32.87- 32.87- 33.10- 33.46- AS 2174.8
B9AS B4AS B6AS B11AS B9AS B3 2316 - - - *
Kode Sumber Data AS
33.69- 33.09- 33.44- 33.49- 34.04-
B1AS : Ika Bali, A. Prakoso (2002 ; hal 75-80).
B9AS B11AS B11AS B5AS B9AS B4 Tidak - - - -
B2AS : Isya Ashari, Joedono (2005 ; hal 105-110).
35.16- 35.54- 35.54- 35.85- 36.00- AS lengkap
B3AS
B11AS : Bin Costan (1993
B9AS B9AS; hal 54-91).
B11AS B9AS
B4AS : Susanti B5 2595-2660 - - - -
36.13- 36.20-Budi 36.23-
Santoso (1993
36.30-; hal 51-104).
36.55-
B5AS : Joedono, AS
B10AS B11AS dkkB9AS(2004 ; halB3AS
79-86). B11AS
B6AS
36.64- : Effendi
36.85-Selamat (1993 ; 37.50-
37.46- hal 81-124). 37.64- B6 2285 - 2317 - - - *
B7AS
B10AS : Isfanari,
B10ASHariyadi
B10AS (2004B9AS
; hal 12-17).B4AS AS
B8AS
37.64- : Masdar
37.65-Helmi (2004 ; hal
40.68- 51-57). 40.85-
40.68- B7 Tidak - - - -
B9AS
B6AS : Minawaty
B5AS Tanudjaja
B11AS (1993 B11AS; hal 57-99).
B9AS AS lengkap
B10AS
41.87- : Michael
42.01- S.P. 47.48-
Tanzil (2002 ; hal 45-68
68.96- ).
72.41- B9 2282 - 2353 - - - *
B11AS
B3AS : Yang
B9ASFang, Hsai
B3AS (1976 ; Thl).
B11AS B11AS AS
(DJ Cook, RP Pama & SA Damer)
rancangan campuran beton-abu sekam padi B10 2315 - - - *
sesuai dengan persyaratan klasifikasi beton AS
ringan.
6. Menentukan besaran peluang masing-masing B11 Tidak - - - -
beton tipikal struktural dan non struktural. AS lengkap

2. Terhadap kuat tekan beton ringan.


Tabel 7 Penyetaraan Relatif Nilai Kuat
IV. DATA PUSTAKA . Tekan Terhadap Klasifikasi
Untuk memudahkan proses analisis data yang Kuat .
diperoleh diberi kode Seperti B1AS (tabel 4), Tekan Beton Ringan.
artinya:
- B1: nomor urut peneliti, AS : abu sekam padi Nilai N M S1 S2
K
Tabel 4 Pengkodean Data. Kuat S
O
Tekan 7 17– 35 20
D
< -
E 28 -
(a) (b) (c)
V. ANALISIS hari 17- 25- 30-
7 40
A. Distribusi Nilai Kuat Tekan Mortar dan Beton. 14 <25 <30 <35
(Mpa)
Berikut hasil uji nilai kuat tekan rancangan B 18.63- - - - *
beton- abu sekam padi masing-masing peneliti di 1 20.11
atas : A
20.11 *
Tabel 5 Distribusi Nilai Kuat Tekan Beton Umur S
. 28 Hari,Benda Uji Silinder 15 cm, t30cm.

B. Persyaratan Analisis.
Berikut tabel penyaringan terhadap batasan
. minimal maupun maksimal beton ringan.
26.77 *
Nilai N M S1 S2
K 32.31 *
Kuat S
O 33.46 *
Tekan 7 17– 35 20
D
< -
E 28 (a) (b) (c)
-
hari 17- 25- 30-
7 40 B 36.13- - - - *
14
<25 <30 <35
(Mpa) 1 37.46
0
B 18.85- - - - * A
2 22.24 S
A
S 21.02 * B 3.79- - - - -
21.58 * 1 72.41
22.24 * 1
A
B 30.13- - - * S
3 47.48 -
A
S 39.41 *
34.75 *
. Keterangan :
30.13 * NS : Aplikasi beton ringan non struktural untuk
“insulating material”.
B 31.08- - - - M : Aplikasi beton ringan untuk “unit masonry”.
4 37.64 -
S1 : Aplikasi beton ringan untuk beton struktural.
A S2 : Aplikasi beton normal untuk beton
S
struktural.
/BM : Berat isi unit beton sesuai berat beton ringan
B . untuk kelas masonry.
27.08- - - - -
5 /BNS: Berat isi unit beton sesuai berat beton ringan
37.65
A . untuk kelas non struktural.
S * : Memenuhi persyaratan thd masing-masing
kelas.

B 31.08- - - - *
6 37.64 C. Analisis Distribusi Peluang.
A 31.08 *
S
32.87 1. Distribusi peluang abu sekam padi sebagai
* bahan pengganti sebagian semen & agregat
37.64
* kasar dalam beton ringan secara
keseluruhan.
B 22.40- - - - -
7 26.13 Berdasarkan nilai kuat tekan yang
A dikumpulkan dan diseleksi berdasarkan
S persyaratan analisis batasan kuat tekan
beton ringan dan berat isi unit beton seperti
31.08- terlihat pada tabel 6 dan 7 dapat diperoleh
B - - -
9 37.64 * distribusi peluang abu sekam padi sebagai
A 36.23 * bahan pengganti sebagian semen dalam
S 37.50 * beton ringan. Di mana secara keseluruhan
33.69 * dapat diperlihatkan dalam tabel 8 berikut :
35.54 *
36.00 *
Tabel 8 Peluang Bahan Alam Berasal
34.04 *
Dari
31.62 *
Tumbuh-Tumbuhan (Abu Sekam
31.62 *
Padi) Sebagai bahan Pengganti
28.39 *
Semen Sesuai Dengan Klasifikasi
35.54 *
Beton Ringan Struktural (S2).
29.77 *
32.31 *
31.85 * Kode B1AS B2AS B3AS B6AS B9AS
S2 100% 100% 100% 100% 100% Campuran Beton Normal (Universitas
Semarang, 1999 : 4).

2. Kemampuan maksimal beton-abu sekam padi Berdasarkan tabel 9 di atas :


ditinjau dari jumlah semen dan agregat kasar. Diperoleh sebagian besar pemakaian jumlah
Berikut analisis terhadap batasan komposisi semen di atas batasan kecuali B1AS
kandungan material pembentuk beton normal. (13.7%) dan B2AS (16.4-16.6 %) aplikasi
beton ringan structural S2 sedangkan
Tabel 9 Perbandingan Komposisi Campuran Beton pemakaian agregat kasar sebagian besar
Masing-Masing Kode Terhadap Batasan masih dalam batasan kecuali B2AS (81.1,
81.7, 81.4 %) di atas batasan normal.
Kuat Jumlah Semen Jumlah Agregat
tekan Perbandingan Thd PerbandinganThd
- Batasan Beton Normal Batasan
Kode Beton Normal 3. Kemampuan maksimal beton campuran
Disain Batasan bahan dalam ditinjau dari besar kuat tekan
Jmlh Batasan yang diperoleh akibat 1kg jumlah semen
Masing2 Kode Disain dan dari persentase kenaikan/penurunan
Smn Jmlh kuat tekan akibat 1% abu sekam padi
Kg/m3 % % <7% Masing2Kode Agrgt terhadap kuat tekan pada komposisi 0 %
Kg/m3 % % <60%
abu sekam padi.
20.11- 318.75 13.7 7-15 - 1716.4 74.1 60-80 -
B1AS
21.02- 354 16.4 7-15 - 1750 81.1 60-80 - Tabel 10 Besar Kuat Tekan Akibat Penambahan
B2AS . atau Pengurangan 1 kg Jumlah Semen
21.58- 354 16.5 7-15 - 1750 81.7 60-80 - . (D1) dan Besar Naik-Turunnya Kuat
B2AS . Tekan Yang diperoleh Dari 1% Abu
22.24- 354 16.6 7-15 - 1750 82.4 60-80 - . Sekam Padi.
B2AS
39.41- 425 18.3 7-15 - 1700 73.3 60-80 - (A) (B) (C) (D)
B3AS Jumlah Kuat Naik Kemampuan
31.08- 408 17.8 7-15 - 1632 71.4 60-80 - Dalam Tekan & +/- Kuat Tekan
B6AS 1 m3 Trn Akibat
Beton Kuat (D1) (D2)
32.87- 414 18 7-15 - 1656 72 60-80 -
(A1) (A2) Tkn 1kg 1%
B6AS
Smn Abu A2 Semen Abu
37.64- 419 18 7-15 - 1677 72.3 60-80 - Skm :
B6AS 0.A2 Sekam (B)/(A1)
36.23- 425 18.2 7-15 - 1700 72.8 60-80 -
B9AS Mpa % (C)/A2
37.50- 425 18.1 7-15 - 1700 72.7 60-80 - Kg % Mpa %
B9AS B1AS 20.11 -1.6 0.063 -0.10
33.69- 425 18.3 7-15 - 1700 73.5 60-80 - 318.75 15
B9AS B2AS
35.54- 425 18.2 7-15 - 1700 73.0 60-80 - 354 5 22.24 -2.4 0.062 -0.48
B9AS
354 10 21.58 -5.3 0.060 -0.53
36.00- 425 18.2 7-15 - 1700 73 60-80 -
354 15 21.02 -7.8 0.059 -0.52
B9AS
34.04- 425 18.1 7-15 - 1700 72.7 60-80 -
B3AS
B9AS 425 15 30.13 -11.3 0.07 -0.75
31.62- 425 18.4 7-15 - 1700 73.8 60-80 - 425 10 34.75 2.2 0.08 0.22
B9AS 425 15 39.41 15.9 0.09 1.06
31.62- 425 18.3 7-15 - 1700 73.2 60-80 - B6AS
B9AS 414 10 32.87 9.8 .079 0.98
28.39- 425 18.2 7-15 - 1700 73 60-80 - 408 15 31.08 1.4 0.076 0.09
B9AS 419 5 37.64 3.2 0.089 0.64
35.54- 425 18.4 7-15 - 1700 73.6 60-80 - B9AS
B9AS 425 5 36.23 -0.6 0.085 -0.12
29.77- 425 18.6 7-15 - 1700 74.4 60-80 - 425 5 37.50 2.8 0.088 0.56
B9AS 425 5 33.69 -7.5 0.079 -1.50
32.31- 425 18.4 7-15 - 1700 73.8 60-80 - 425 5 35.54 -2.4 0.083 -0.48
B9AS
425 10 36.00 -1.2 0.084 -0.12
33.46- 425 18.5 7-15 - 1700 74 60-80 -
425 10 34.04 -6.6 0.080 -0.66
B9AS
425 10 31.62 -13 0.074 -1.30 SKALA. Mataram ; Universitas Muhamadiyah
425 10 31.62 -13 0.074 -1.30 Mataram.
(A) (B) (C) (D) 2. Bali, Ika., A, Prakoso. Mei 2002. Beton Abu
Jumlah Kuat Naik Kemampuan Sekam Padi Sebagai Alternatif Bahan Konstruksi,
Dalam Tekan & +/- Kuat Tekan Jurnal Sains dan Teknologi EMAS, Jakarta ;
1 m3 Trn Akibat Universitas Kristen Indonesia.
Beton Kuat (D1) (D2) 3. Costan, Bin. 1993. Penelitian Awal Campuran
(A1) (A2) Tkn 1kg 1%
Beton Dengan Bahan Tambahan Abu Sekam Padi
Smn Abu A2 Semen Abu
Skm : Terutama Mengenai Pengaruh Sulfat Terhadap
Sekam Kuat Tekan. Skripsi, Jakarta ; FT. Sipil
0.A2 (B)/(A1) Universitas Tarumanagara.
Kg Mpa % (C)/A2 4. Hariyadi, Isfanari. Februari 2004. Pengaruh
% Mpa % Penambahan Abu Sekam Padi (RHA) Pada
425 10 28.39 -22.1 0.066 -2.21 Campuran Beton Terhadap Laju Korosi Tulangan
425 10 35.54 -2.4 0.083 -0.24 Baja. Jurnal Teknik SKALA. Mataram ;
425 15 29.77 -18.3 0.070 -1.22 Universitas Muhamadiyah Mataram.
425 15 32.31 -11.3 0.076 -0.75 5. Helmi, Masdar. Mei 2004. Abu Sekam Padi
425 15 31.85 -12.6 0.074 -0.84 Sebagai Bahan Pengganti Sebagian Semen Dalam
425 15 26.77 -26.5 0.062 -1.76 Mortar. Jurnal Sains dan Teknologi EMAS,
425 15 32.31 -11.3 0.076 -0.75 Jakarta ; Universitas Kristen Indonesia.
425 15 33.46 -8.2 0.078 -0.54 6. Jurusan Teknik Sipil ITENAS. 2000. Teknologi
Beton Lanjut, Perkembangan dan Pengembangan
1) Kemampuan maksimal per jumlah semen 1 kg di Masa Depan. Prossiding. Bandung ; ITENAS.
sebesar 0.09 Mpa dengan kuat tekan 39.41 7. Neville, AM. 1977. Properties of Concrete.
Mpa terdapat pada disain campuran B3AS. London ; ELBS Pitman Pub.
3) Dari kemampuan maksimal dengan 1% abu 8. Prakoso Agus, 2002, Analisis Perbandingan
sekam diperoleh kenaikan kuat tekan 1.06 % Beton Campuran Abu Sekam Padi Dengan Beton
terhadap kuat tekan campuran beton tanpa abu Campuran Abu Terbang, Skripsi, Jakarta ; FT.
sekam padi (39.41-B3AS), aplikasinya untuk Sipil Universitas Tarumanagara.
beton ringan struktural (S2). 9. Pasaribu P, Ramos. (2006). Peluang Kegunaan
Bahan Alam Sebagai Bahan Alternatif
VI. KESIMPULAN Menggantikan Semen & Agregat Kasar Pada
Dari data rancangan beton di atas, disimpulkan : Aplikasi Tipikal Beton. Jakarta; Lembaga
1. Yang mempunyai peluang 100 % dari campuran Penelitian dan Publikasi Ilmiah Universitas
beton ringan-abu sekam padi adalah pada Tarumanagara.
rancangan B3AS dan B6AS. 10. Santoso, Budi, Susanti. 1993. Penelitian Awal
2. Berdasarkan kenaikan dan penurunan kuat tekan Campuran Beton Dengan Bahan Tambahan Abu
beton (terhadap kuat tekan beton 0% abu sekam Sekam Padi Terutama Terhadap Kekuatan Tarik.
padi akibat pengurangan dan penambahan Skripsi, Jakarta; FT. Sipil Universitas
jumlah semen+abu sekam padi dalam beton : Tarumanagara.
1) Kemampuan B3AS sebesar 0.09 Mpa/kg 11. Selamat, Effendi. 1993. Penelitian Awal
semen lebih besar 40% dibanding beton Campuran Beton Dengan Bahan Tambahan Abu
normal kemampuannya 20.45/375= 0.054 Sekam Padi Terutama Terhadap Kuat Lentur
Mpa/kg semen(tabel 2) di mana jumlah Beton. Skripsi, Jakarta ; FT. Sipil Universitas
semen di beton normal hanya lebih sedikit Tarumanagara.
12 % dari jumlah semen di campuran B3AS 12. Semarang, Universitas. 1999. Struktur Beton.
2) Terjadi kenaikan kuat tekan pada B3AS Semarang ; Universitas Semarang.
(pada kuat tekan 39.41 Mpa) atau sebesar 13. Tanudjaja, Minawaty. 1993. Penelitian Awal
15.9 % dari kuat tekan 0% abu sekam padi Campuran Beton Dengan Bahan Tambahan Abu
yang berarti penambahan abu sekam padi Sekam Padi Terutama Terhadap Kekuatan Tekan.
sebesar 15% mampu meningkatkan kuat Skripsi, Jakarta; FT. Sipil Universitas
tekan terbesar yaitu 1.06 %. Tarumanagara.
3) Aplikasi B3AS : beton ringan struktural (S2). 14. Tanzil, SP, Michael. 2002. Analisis Perbandingan
Kuat Tekan Beton Campuran Abu Sekam Padi,
Daftar Pustaka Campuran Mikrosilika dan Campuran Biasa.
1. Ashari, Isya., Joedono. Agustus 2005. Pengaruh Skripsi, Jakarta; FT. Sipil Universitas
Penambahan Pozzolan Abu Sekam Padi Terhadap Tarumanagara.
Kuat Tekan dan Kuat Tarik Belah Beton 15. Young,J,Francis.1981.Concrete, USA; Prentice-
Beragregat Kasar Batuan Silika. Jurnal Teknik Hall.
16. Yang Fang, Hsai.1976. New horizons in construction materials, USA ; ENVO Pub.