Anda di halaman 1dari 16

LAPORAN IKTIOLOGI

PRAKTIKUM I1
MORFOLOGI IKAN

OLEH :
NAMA

: MUH. DARFIANTO. D

STAMBUK

: I1A514058

JURUSAN

: ABP B

KELOMPOK

: IV (EMPAT)

ASISTEN PEMBIMBING : 1. HILDAYANTI SINAPOY


2. MARWATI

FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN


UNIVERSITAS HALU OLEO
KENDARI
2016

I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Ikan merupakan salah satu jenis hewan vertebrata yang bersifat
poikilotermis, memiliki ciri khas pada tulang belakang, insang dan siripnya serta
tergantung pada air sebagai medium untuk kehidupannya. Ikan memiliki
kemampuan di dalam air untuk bergerak dengan menggunakan sirip untuk
menjaga keseimbangan tubuhnya sehingga tidak tergantung pada arus atau
gerakan air yang disebabkan oleh arah angin.
Dari keseluruhan vertebrata, sekitar 50,000 jenis hewan, ikan merupakan
kelompok terbanyak di antara vertebrata lain memiliki jenis atau spesies yang
terbesar sekitar 25,988 jenis yang terdiri dari 483 famili dan 57 ordo. Jenis-jenis
ikan ini sebagian besar tersebar di perairan laut yaitu sekitar 58% (13,630 jenis)
dan 42% (9870 jenis) dari keseluruhan jenis ikan. Jumlah jenis ikan yang lebih
besar di perairan laut, dapat dimengerti karena hampir 70% permukaan bumi ini
terdiri dari air laut dan hanya sekitar 1% merupakan perairan tawar.
Morfologi ikan adalah studi tentang bentuk makhluk hidup, atau bagianbagiannya. Morfologi adalah alat fundamental untuk identifikasi dan klasifikasi
spesies. Struktur ikan tidak terlepas dari morfologi ikan yaitu bentuk luar ikan
yang merupakan ciri-ciri yang dapat dilihat dan diingat dalam mempelajari jenisjenis ikan. Morfoloi ikan sangat berhubungan dengan habitat ikan tersebut di
perairan, dalam mempelajari jenis-jenis ikan pada perairan laut, payau maupun
tawar..
Berdasarkan dari uraian diatas maka perlu di adakanya sebuah praktikum
agar mahasiswa dapat mengetahui morfologi tubuh ikan secara lebih lanjut.

B. Tujuan dan Manfaat


Tujuan dari paraktikum untuk mengenal bentuk luar ikan, mengamati
morfologi dan letak /posisi bagian luar tubuh ikan secara in situ
Manfaat dari praktikum ini adalah mahasiswa dapat mengetahui morfologi
dan letak/posisi bagian luar tubuh ikan secara in situ

II. TINJAUAN PUSTAKA


A. Klasifikasi
Ikan kembung jantan memiliki tubuh ramping memanjang, memipih dan
agak tinggi dengan sisi dorsal gelap, biru kehijauan hingga kecoklatan, dengan 12 deret bintik gelap membujur di dekat pangkal sirip punggung dan sisik ventral
keperakan. Ikan kembung jantan memiliki sisik-sisik yang menutupi tubuh serta
berukuran kecil dan seragam. Sirip punggung dalam dua berkas, diikuti oleh 5
sirip kecil tambahan. Jumlah sirip kecil tambahan yang sama juga terdapat di
belakang sirip anal, duri pertama sirip anal tipis dan kecil. Sepasang lunas ekor
berukuran kecil terdapat di masing-masing 7 sisi batang ekor dan di depan dan
belakang mata terdapat pelupuk mata berlemak (adipose) (Irmawan, 2009).
Kedudukan taksonomi ikan kembung (Rastrelliger kanagurta L.) jantan
menurut Irmawan (2009) adalah sebagai berikut:
Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Actinopterygii
Ordo : Perciformes
Famili : Scombridae
Genus : Rastrelliger
Spesies : Rastrelliger kanagurta L.

Gambar 1 : Ikan kembung


(Sumber : dok. Pribadi 2015)

B. Morfologi ikan
Ikan kembung jantan memiliki tubuh ramping memanjang, memipih dan
agak tinggi dengan sisi dorsal gelap, biru kehijauan hingga kecoklatan, dengan 12 deret bintik gelap membujur di dekat pangkal sirip punggung dan sisik ventral
keperakan. Ikan kembung jantan memiliki sisik-sisik yang menutupi tubuh serta
berukuran kecil dan seragam. Sirip punggung dalam dua berkas, diikuti oleh 5
sirip kecil tambahan. Jumlah sirip kecil tambahan yang sama juga terdapat di
belakang sirip anal, duri pertama sirip anal tipis dan kecil. Sepasang lunas ekor
berukuran kecil terdapat di masing-masing sisi batang ekor dan di depan dan
belakang mata terdapat pelupuk mata berlemak Irmawan (2009)
Morfologi Ikan Kembung (Rastrellinger sp) Tubuh ikan pada umumnya
terbagi atas tiga bagian, yaitu:
1) Caput: bagian kepala, yaitu mulai dari ujung moncong terdepan sampai
dengan ujung tutup insang paling belakang. Pada bagian kepala terdapat
mulut, rahang atas, rahang bawah, gigi, sungut, hidung, mata, insang, tutup
insang, otak, jantung, dan sebagainya.
2) Truncus: bagian badan, yaitu mulai dari ujung tutup insang bagian belakang
sampai dengan permulaan sirip dubur. Pada bagian badan terdapat sirip
punggung, sirip dada, sirip perut, serta organ-organ dalam seperti hati,
empedu, lambung, usus, gonad, gelembung renang, ginjal, limpa, dan
sebagainya.
3) Caudal: bagian ekor, yaitu mulai dari permulaan sirip dubur sampai dengan
ujung sirip ekor bagian paling belakang. Pada bagian ekor terdapat anus,
sirip dubur, sirip ekor, dan kadang-kadang juga terdapat scute dan finlet.
C. Habitat dan Penyebaran

Habitat ikan kembung (R. Brachysoma) umumnya di perairan pantai yang


dangkal/neritik, berbeda dengan bayar (R.Kanagurta) yang lebih bersifat coastal
dan occanic. Species ini tersebar di sepanjang pantai Utara Jawa Timur, dari teluk
Jakarta hingga pantai Utara Timur-Selat Madura, Pantai Barat Sumatra Selatan
dan juga melimpah di perairan Pantai Selatan Ketapang-kota Baru (Kalimantan
Selatan) (Sujastani, 1974; Hariati, 2010).
Tekanan terhadap populasi ini menjadi faktor yang semakin penting karena
populasi yang terbesar disepanjang pantai utara Jawa sampai Madura secara
Genetik diduga merupakan unit stok yang sama (Zamroni et,al, 2008).
D. Fisiologi dan Reproduksi
Tingkat kematangan gonad ikan kembung lelaki jantan pada minggu
pertama didominasi oleh TKG 3. Pada saat minggu ke 2, ikan dengan TKG 3 pada
minggu pertama mulai mengalami peningkatan tingkat kematangan gonad ke
TKG 4 dan berlanjut sampai minggu ke 3. Pada minggu ke 4 ikan dengan TKG 4
diduga sebagian sudah melakukan pemijahan, dan ikan TKG 2 pada minggu
sebelumnya berkembang menjadi TKG 3 pada minggu selanjutnya.
Tingkat kematangan gonad ikan kembung lelaki betina pada minggu
pertama sepenuhnya berada pada TKG 3, kemudian secara berlahan mulai
berubah ke TKG 4 pada minggu ke 2. Minggu ke 3 tidak terlihat lagi adanya ikan
dengan TKG 3, diduga sepenuhnya sudah berubah ke TKG 4, selain itu pada
minggu ke 3 ini mulai muncul ikan TKG 2, pada minggu ke 4 ikan TKG 3 pada
minggu sebelumnya sebagian sudah melakukan pemijahan, dan ikan TKG 2 pada
minggu sebelumnya sudah berubah ke TKG 3.

Indeks kematangan gonad (IKG) ikan betina lebih besar dibandingkan


dengan indeks kematangan gonad ikan jantan, indeks kematangan gonad ikan
betina berkisar 1.10% - 5.02% dan indeks kematangan gonad ikan kembung lelaki
jantan berkisar 0.53% - 3%. Indek kematangan gonad ikan kembung lelaki
meningkat tajam saat mencapai TKG 3 dan 4.
Ikan pada tingkat kematangan gonad 3 memiliki indeks kematangan gonad
yang paling bervariasi, kemudian diikuti oleh ikan dengan TKG 2. ikan pada TKG
4 memiliki variasi IKG paling tinggi jika dibandingkan dengan ikan pada TKG
1,2 maupun 3. Jika dilihat dari Tabel 4 ikan yang memiliki TKG lebih tinggi tidak
selalu memiliki IKG lebih tinggi juga
Perhitungan ukuran pertama kali matang gonad dengan menggunakan metode
Sperman-Karber, ikan kembung lelaki betina pertama kali matang gonad pada
ukuran 173 mm, 175 mm pada ikan kembung lelaki jantan dan 179 mm gabungan,
dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ikan kembung lelaki betina lebih cepat
matang gonad dari pada ikan kembung lelaki jantan. Perbedaan panjang pada saat
pertama kali matang gonad antara betina dan jantan bergantung pada faktor
genetik dan lingkungan, serta tekanan akibat penangkapan yang berlangsung
lama.
E. Makan dan Cara Makan
Kebiasaan makanan ikan (food habits) adalah kuantitas dan kualitas
makanan yang dimakan oleh ikan, sedangkan kebiasaan cara memakan (feeding
habits) adalah waktu, tempat dan caranya makanan itu didapatkan oleh ikan.
Kebiasaan makanan dan cara memakan ikan secara alami bergantung pada
lingkungan tempat ikan itu hidup. Tujuan mempelajari kebiasaan makanan (food

habits) ikan dimaksudkan untuk mengetahui pakan yang dimakan oleh setiap jenis
ikan.
Untuk jenis ikan kembung (Rastrellinger sp) makanan yang di makan adalah
Microzooplankton,

Phytoplankton

(Diatoms)

dan

Small

Zooplankton

(Cladocerans, Ostracods, Larval Polychaetes.


F. Nilai Ekonomis
Ikan Kembung termasuk ikan pelagis kecil yang memiliki nilai ekonomis
menengah, sehingga terhitung sebagai komoditas yang cukup penting bagi
nelayan lokal. Ikan Kembung biasanya dijual segar atau diproses menjadi ikan
pindang dan ikan asin yang lebih tahan lama. Ikan kembung yang masih kecil juga
sering digunakan sebagai umpan hidup untuk memancing cakalang

III. METODE PRAKTIKUM


A. Waktu dan tempat
Praktikum ini dilakukan pada tanggal 20 Desember 2015 pukul 07.00-09.00
WITA bertempat di Laboratorium Produksi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan
Universitas Halu Oleo.
A. Alat dan Bahan
Alat dan bahan yang digunakan pada praktikum ini dapat dilihat pada tabel
1 dibawah ini.
Tabel 1.Alat dan bahan beserta kegunaannya.
No
Alat dan Bahan
Kegunaan
.
1.
Alat :
- Baki (Dissecting-pan)
Wadah tempat meletakkan bahan
pengamatan
- Tissue
Pengalas ikan pada saat pengamatan
- Pisau bedah
Membedah ikan jika gunting tidak
memungkinkan
- Gunting bedah
Membedah ikan
- Pinset
Menjepit bagian tubuh yang hendak
diamati
- Sunlight
Mencuci alat yang telah dipakai
- Mistar
Mengukur tubuh ikan
- Lap kasar dan lap halus
Membersihkan alat yang digunakan dan
membersihkan permukaan meja praktik
- Camera
Dokumentasi
- Alat tulis
Menulis dan menggambar hasil
pengamatan
Bahan :
2.
- Ikan
Cakalang
(K. Bahan pengamatan
Pelamis)
B. Prosedur kerja
Adapun prosedur kerja yang dilakukan pada praktikum morfometrik ikan
adalah sebagai berikut :
- Siapkan preparat (ikan) usahakkan yang berukuran besar (agak mudah
diamati) dan beberapa jenis ikan.

- Siapkan papan prepat, mikroskop/lup, pinset, buku gambar dan peralatan


lainya
- Letakkan ikan diatas papan preparat, lalu amati morfologi : bagian-bagian
luar ikan (mata,nasal dan sebagainya) :bentuk badan,bentuk dan letak mulut,
bentuk dan letak sungut, bentuk dan letak sirip, bentuk ekor, linea lateralis,
dan morffologi lainnya

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN


A. Hasil pengamatan

Keteranagan :
1. Sungut
2
7
2. Terminal
3. Linea Lateralis
8 4. Theracic
5. Jari-jari keras
1
6. jari-jari lemah
7.Cycloid
4
8. Lunate
Gambar 2 Morfologi ikan kembung lelaki (R.kanagurta L.)
Sumber : dok. Pribadi 2015)

56

Adapun morfologi ikan kembung lelaki yang diamati pada saat praktikum
Ikhtiologi dapat di lihat pada tabel 2.
Tabel 2. Morfologi ikan kembung lelaki (Rastrelliger kanagurta L.)
No
Parameter
Keterangan
1. Bentuk tubuh
fusiform
2. Bentuk mulut
- Berdasarkan bentuk
Terminal
- Berdasarkan letak sungut
Di mulut
3. Bentuk sirip ekor
Lunate
4. Warna tubuh
Kuning keputihan
5. Tipe sisik ikan
Cyloid
6. Jari-jari sirip
Keras dan lemah
B. Pembahasan
Secara umum, ikan mempunyai sifat atau ciri-ciri serta bentuk yang
berbeda antara spesies satu dengan spesies yang lainnya. Akan tetapi, ikan
mempunyai bentuk-bentuk menyolok dan ada yang tidak. Bentuk tubuh ikan
banyak macamnya, seperti fusiform, compressed, depressed, aguilliform, filliform,
taenifrom, sagittiform, carangioform, globiform, dan ostracioform. Begitu pula
dengan bentuk mulut, bentuk mulut pada ikan erat kaitannya dengan jenis yang
dimakan. Sirip ikan merupakan anggota gerak yang berfungsi sebagai dayung

untuk bergerak dalam air. Sirip terdiri atas sirip tunggal dan sirip berpasangan,
dan letaknya antara lain abdominal, subabdominal, Thoracic, dan jugular.
Tubuh ikan pada umumnya terbagi atas tiga bagian, yaitu:
1. Caput : bagian kepala, yaitu mulai dari ujung moncong terdepan sampai
dengan ujung tutup insang paling belakang. Pada bagian kepala terdapat
mulut, rahang atas, rahang bawah, gigi, sungut, hidung, mata, insang, tutup
insang, otak, jantung, dan sebagainya.
2. Truncus : bagian badan, yaitu mulai dari ujung tutup insang bagian belakang
sampai dengan permulaan sirip dubur. Pada bagian badan terdapat sirip
punggung, sirip dada, 9 sirip perut, serta organ-organ dalam seperti hati,
empedu, lambung, usus, gonad, gelembung renang, ginjal, limpa, dan
sebagainya.
3. Caudal : bagian ekor, yaitu mulai dari permulaan sirip dubur sampai dengan
ujung sirip ekor bagian paling belakang. Pada bagian ekor terdapat anus,
sirip dubur, sirip ekor, dan kadang-kadang juga terdapat scute dan finlet.
Ikan yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis ikan pelagis kecil
yaitu ikan kembung (Rastrellinger sp). Ikan kembung mempunyai ciri-ciri
sebagai berikut:
1) Bertubuh ramping memanjang, memipih dan agak tinggi, 1 : 3,7-6
dibandingkan dengan panjang tubuh FL (Fork Length).
2) Ditutupi oleh sisik yang berukuran kecil dan tidak mudah lepas.
3) Sisi dorsal gelap, biru kehijauan hingga kecoklatan dengan 1-2 deret bintik
gelap membujur didekat pangkal sirip punggung.
4) Mempunyai saringan insang panjang dan banyak

Bentuk tubuh ikan antara jenis yang satu dengan jenis lainnya berbeda-beda.
Perbedaan bentuk tubuh ini pada umumnya disebabkan oleh adanya adaptasi
terhadap habitat dan cara hidupnya. Berdasarkan hasil pengamatan yang
dilakukan di laboratorium produksi, diketahui bahwa ikan kembung lelaki
(Rastrelliger kanagurta L.) yang merupakan objek pengamatan praktikum
memiliki bentuk fusiform
Sisik merupakan rangka dermis, karena sisik di bentuk pada lapisan dermis.
Fungsi sisik adalah sebagai pelindung tubuh dari lingkungan hidup ikan yang
membahayakan ikan kembung lelaki (Rastrelliger kanagurta L.) yang merupakan
objek pengamatan praktikum memiliki bentuk sisik cycloid.
Bentuk mulut ikan antara jenis ikan satu dengan jenis ikan lainnya berbedabeda tergantung pada jenis makanan yang dimakannya. Bentuk mulut ikan juga
dapat menjelaskan habitat dari ikan. Berdasarkan hasil pengamatan yang
dilakukan di laboratorium produksi, diketahui bahwa ikan kembung lelaki
(Rastrelliger kanagurta L.) yang merupakan objek pengamatan praktikum
memiliki bentuk mulut Terminal, yaitu mulut ikan yang terletak di dekat ujung
kepala ikan.
Sungut merupakan organ tambahan pada ikan yang berupa antena yang
fungsinya untuk mendeteksi makanan yang berada disekitarnya. Ikan-ikan yang
mempunyai sungut biasanya pada kelompok ikan dasar. Dari hasil praktikum
objek pengamatan diketahu memiliki sungut.
ikan kembung

memiliki bentuk tubuh fusiform ,dengan bentuk mulut

terminal, memiliki sungut,bentuk sirip ekor lunate , dengan warna tubuh kuning
keputihan, serta tidak dapat disembulkan.

ikan kembung memiliki,bentuk tubuh fusiform, warna putih keabu-abuan


pada seluruh tubuh, namun bagian atasnya berwarna kehijau serta terdapat garis
kuning disepanjang Linea Lateralisnya (Rifqie, 2007).

V. SIMPULAN DAN SARAN


A. Simpulan
Berdasarkan hasil praktikum dan pembahasan ditarik bahwa Ikan
kembung jantan memiliki tubuh ramping memanjang, memipih dan agak tinggi
dengan sisi dorsal gelap, biru kehijauan hingga kecoklatan, dengan 1-2 deret
bintik gelap membujur di dekat pangkal sirip punggung dan sisik ventral
keperakan. Ikan kembung jantan memiliki sisik-sisik yang menutupi tubuh serta
berukuran kecil dan seragam. Sirip punggung dalam dua berkas, diikuti oleh 5
sirip kecil tambahan. Jumlah sirip kecil tambahan yang sama juga terdapat di
belakang sirip anal, duri pertama sirip anal tipis dan kecil. Sepasang lunas ekor
berukuran kecil terdapat di masing-masing sisi batang ekor dan di depan dan
belakang mata terdapat pelupuk mata berlemak Irmawan
B. Saran
Sebaiknya alat-alat laboratorium harus lengkap agar mahasiswa tidak perlu
lagi membeli atau pun meminjam alat praktikum.

DAFTAR PUSTAKA
Anjasari,Bonita.2010.Fisiologi pasca mortem dan teknologi.Graha Ilmu.hal 9899,
Nadia, L.A.R. 2014. Ikhtiologi, Kajian Ilmu Dasar Perikanan. Unhalu Press.