Anda di halaman 1dari 1

Latar Belakang

Suhu lingkungan menentukan suhu bagi hewan poikiloterm. Bahkan suhu menjadi fator
pembatas bagi kebanyahan makhluk hidup. Suhu tubuh menentukan kerja enzim-enzim yang
membantu metabolisme di dalam tubuh. Karena itu dari sudut pandang ekologi, kepentingan suhu
lingkungan bagi hewan-hewan eksoterm iak hanya berkaitan dengan akifitasnya saja tetapi juga
mengenai pengaruhnya terhadap laju perkembangannya

Katak merupakan binatang ectotherms, ini berarti mereka mendapatkan panas dari
sumber-sumber eksternal. Mereka kadang-kadang disebut 'berdarah dingin', namun pada
kenyataannya mereka tidak memiliki darah dingin, itu hanya diatur oleh lingkungan
mereka. Sebagai perbandingan, manusia adalah endotermik dan dapat mempertahankan suhu
tubuh mereka di sekitar 37 C.

Suhu tubuh binatang poikiloterm berubah-ubah tergantung pada suhu


sekelilingnya, sehingga peoses-proses vital di dalam tubuhnya dipengaruhi oleh
perubahan-perubahan suhu lingkungan. Termasuk binatang poikiloterm yaitu
pisces, amphibi, dan reptile. Suhu tubuh dari golongan binatang-binatang ini
sedikit diatas suhu lingkungannya.
poikiloterm adalah hewan yang suhu tubuhnya kira-kira sama dengan
suhu lingkungan di sekitarnya. Suhu tubuh hewan poikiloterm dipengaruhi oleh
lingkungan. Suhu tubuh bagian dalam lebih tinggi dibandingkan dengan suhu
tubuh luar. Yang termasuk dalam poikiloterm adalah bangsa ikan, reptil, dan
amfibi.
Dalam produksi panas tubuh memperoleh panas sebagai akibat dari
aktivitas metabolisme jaringan tubuh dan dari lingkungan luar bila lingkungan
luar itu lebih tinggi temperaturnya (lebih panas) ketimbang temperatur tubuh.
Bentuk penyesuaian fisiologinya adalah bahwa panas yang dihasilkan oleh tubuh
akan meningkat dengan menurunnya temperatur luar. Sebaliknya, temperatur
sekitar (ambient temperature) yang tinggi akan menurunkan jumlah panas yang
panas yang dihasilkan oleh tubuh.