Anda di halaman 1dari 20

TUGAS MATA KULIAH PERENCANAAN dan STRATEGI

PEMBELAJARAN
( Macam-macam Metode Pembelajaran)

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI.............................................................................................. ii
ISI........................................................................................................... 1
A.

Pengertian Metode Pembelajaran................................................1

B.

Macam-macam Metode Pembelajaran.........................................1


a.

Metode ceramah (Lecturing Metode).........................................1

b.

Metode Tanya Jawab..................................................................3

c.

Metode Diskusi (group discussion)............................................5

d.

Metode Resitasi/pembagian tugas.............................................7

e.

Metode Demonstrasi..................................................................8

f.

Metode Kerja Kelompok...........................................................10

g.

Metode Sosiodarma dan bermain peran / permainan..............11

h.

Metode Karyawisata (Field Trip)..............................................13

i.

Metode Eksperimen.................................................................13

j.

Metode Drill (Latihan)..............................................................15

k.

Metode Problem Solving..........................................................16

PENUTUP.............................................................................................. 17
DAFTAR PUSTAKA................................................................................. 18

ISI
A. Pengertian Metode Pembelajaran
Metode berasal dari kata methodos dalam bahasa Yunani yang berarti cara
atau jalan. Metode merupakan salah satu strategi atau cara yang digunakan oleh
guru dalam proses pembelajaran yang hendak dicapai, semakin tepat metode yang
digunakan oleh seorang guru maka pembelajaran akan semakin baik. Sudjana
(2005: 76) berpendapat bahwa metode merupakan perencanaan secara
menyeluruh untuk menyajikan materi pembelajaran bahasa secara teratur, tidak
ada satu bagian yang bertentangan, dan semuanya berdasarkan pada suatu
pendekatan tertentu.
Metode berhubungan dengan cara yang memungkinkan peserta didik
memperoleh kemudahan dalam rangka mempelajari pelajaran yang disampaikan
oleh guru. Dengan demikian metode merupakan suatu komponen yang sangat
menentukan terciptanya kondisi pembelajaran dan berlangsungnya kegiatan
pembelajaran. Suatu kegiatan pembelajaran tidak selalu menjamin orang akan
dapat belajar, hal ini menunjukkan bahwa sebaik apapun seorang guru dalam
merancang/mendesain program pembelajaran kiranya tidak akan dapat secara
optimal mewujudkan ketercapaian kompetensi yang ingin dicapai.
Metode dalam kegiatan pembelajaran berfungsui untuk menciptakan
kondisi pembelajaran yang memungkinkan bagi peserta didik memperoleh
kemudahan dalam mempelajari bahan ajar. Beragam metode pembelajaran
efektif dapat menjadi pilihan untuk bisa kita persiapkan dalam sebuah kegiatan
pembelajaran. Berikut akan dibahas macam-macam metode pembelajaran

B. Macam-macam Metode Pembelajaran


a. Metode ceramah (Lecturing Metode)
Metode ceramah yaitu sebuah metode mengajar dengan menyampaikan
informasi dan pengetahuan saecara lisan kepada sejumlah siswa yang pada
umumnya mengikuti secara pasif. Muhibbin Syah,( 2000 ). Metode ceramah dapat

dikatakan

sebagai

satu-satunya

metode

yang

paling

ekonomis

untuk

menyampaikan informasi, dan paling efektif dalam mengatasi kelangkaan literatur


atau rujukan yang sesuai dengan jangkauan daya beli dan paham siswa. Metode
ceramah menuntut kemampuan seorang pendidik dalam kepawaian bertutur,
kejelasan melafalakn, menyajikan materi ajar dengan kata-kata, memberikan
fokus kepada peserta didik dan tidak membuat siswa menjadi jenuh.
1) Kelebihan
a. Dapat menampung kelasa besar,tiap siswa mempunyai kesempatan
yang sama mendengarakan, dan karenanya biaya relatif murah.
b. Konsep yang disajikan secara hiarki akan memberikan fasilitas
belajar siswa.
c. Guru dapat memberi tekanan terhadap hal-hal yang penting hingga
waktu dan energi dapat digunakan sebaik mungkin.
d. Tidak daanya buku pelajaran dan alat bantu pelajaran, tidak
menghambat terlaksananya pelajaran dengan ceramah.
e. Guru mudah menguasai kelas.
f. Mudah mengorganisaikan tempat duduk kelas.
g. Dapat diikuuti oleh jumlah siswa yang besar.
h. Mudah mempersiapkan dan melaksanakannya.
i. Guru mudah menerangkan pelajaran dengan baik .
j. Lebih ekonomis dalam hal waktu.
k. Memberi

kesempatan

pada

guru

untuk

menggunakan

pengalaman,pengetahuan dan kearifan.


l. Dapat menggunakan bahan pelajaran .
m. Membantu siswa untuk mendengar secara akurat,kritis dan penuh
perhatian.
n. Jika digunakan dengan tepat maka akan dapat menstimulasi dan
meningkatkan keinginan belajar siswa dalam bidang akademik..

o. Dapat menguatkan bacaan dan belajar siswa dari beberapa sumber


lain.
2) Kekurangan
a. Pelajaran berjalan membosankan dan siswa-siswa menjadi pasif,
karena tidak berkesempatan untuk menemukan sendiri oleh konsep
yang diajarkan. Sisawa hanya aktif membuat catatan saja..
b. Kepadatan konsep-konsep yang diberikan dapat berakibat siswa
tidak mampu menguasai bahan yang diajarkan.
c. Pengetahuan yang diperoleh melaui ceramah lebih cepat terlupakan.
d. Ceramah menyebabkan belajar siswa menjadi Belajar Menghafal
yang tidak mengakibatkan timbulnya pengertian.
e. Mudah menjadi verbalisme.
f. Yang visual menjadi rugi, dan yang auditif (mendengarkan) yang
benar-benar menerimanya.
g. Bila selalu digunakan dan terlalu digunakan dapat membuat bosan.
h. Keberhasilan metode ini sangat bergantung pada siapa yang
menggunakannya dan cenderung membuat siswa pasif

b. Metode Tanya Jawab


Metode Tanya jawab adalah suatu cara untuk menyajikan bahan pelajaran
dalam bentuk pertanyaan dari guru yang harus dijawab oleh siswa atau sebaliknya
baik secara lisan atau tertulis. Melalui Tanya jawab akan memperluas dan
memperdalam pelajaran tersebut.
1) Kelebihan
a. peserta didik dapat mengembangkan keberanian dan ketrampilan
dalam menjawab dan mengemukakan pendapat.
b. Pertanyaan yang dilontarkan dapat menarik dan memusatkan
perhatian peserta didik, sekalipun ketika itu peserta didik sedang
rebut.
c. Merangsang peserta didik untuk berlatih mengembangkan daya
pikir, termasuk daya ingatan.
d. pertanyaan yang jelas lebih mudah dipahami peserta didik.

e. Situasi kelas menjadi hidup/dinamis, karena siswa aktif berpikir


dan memberikan jawaban atas pertanyaan yang diajukan.
f. Melatih

siswa

agarberani

mengemukakan

pendapat

secara

argumentatif dan bertanggung jawab.


g. Mengetahui perbedaan pendapat antar siswa dan guru yang dapat
membawa ke arah diskusi yang positif.
h. Membangkitkan semangat belajar dan daya saing yang sehat
diantara siswa.
i. Dapat mengukur batas kemampuan dan penguasaan siswa terhadap
pelajaran yang telah diberikan.
2) Kekurangan
a. banyak waktu terbuang,
b. apabila peserta didik tidak siap, maka peserta didik merasa takut,
dan apalagi bila guru kurang dapat mendorong peserta didik, maka
peserta didik juga menjadi tidak berani untuk bertanya.
c. terbatasnya jumlah waktu untuk memberikan pertanyaan kepada
setiap peserta didik.
d. Bila terjadi perbedaan pendapat, akan banyak menyita waktu untuk
menyelesaikannya. Bahkan perbedaan pendapat antar guru dan
siswa dapat menjurus kepada negatif, dimana siswa menyalahkan
guru, dan ini besar risikonya.
e. Tanya jawab dapat menimbulkan penyimpangan dari pokok
persoalan/materi pelaharan, hal ini terjadi jika guru tidak dapat
mengendalikan jawaban atas segala pertanyaan siswanya.
f. Tidak cepat merangkum bahan pelajaran
g. Tanya jawab akan dapat membosankan jika yang ditanyakan tidak
ada variasi

c. Metode Diskusi (group discussion)


Metode diskusi merupakan salah satu cara mendidik yang berupaya
memecahkan masalah yang dihadapi, baik dua orang atau lebih yang masingmasing mengajukan argumentasinya untuk memperkuat pendapatnya. Metode ini
lazim juga disebut sebagai diskusi kelompok (group discussion) dan resitasi
bersama (socializedrecitation). Dalam kamus bahasa Indonesia (2005:269)
disebutkan bahwa diskusi adalah pertemuan ilmiah untuk bertukar pikiran
mengenai suatu masalah.
Metode diskusi tidak banyak melibatkan pengarahan guru ,karena diskusi
mengandung unsur-unsur demokratis. Peserta didik diberi kesempatan untuk
mengembangkan ide-ide mereka sendiri. Tiap peserta didik diharapkan
memberikan sumbangan sehingga seluruh kelompok kembali dengan pemahaman
yang dibina bersama. Metode ini biasanya erat kaitannya dengan metode lainnya,
misalnya metode ceramah, karyawisata dan lain-lain karena metode diskusi ini
adalah bagian yang terpenting dalam memecahkan sesuatu masalah (problem
solving). Pada konteks yang luas ada beberapa jenis diskusi yakni: diskusi panel,
simposium, seminar dan lokakarya
1) Kelebihan
a. Dapat memperluas wawasan peserta didik.
b. Dapat merangsang kreativitas peserta didik dalam memunculkan
ide dalam memecahkan suatu masalah,
c. Dapat mengembangkan sikap menghargai pendapat orang lain,
d. Dapat menumbuhkan partisipasi peserta didik menjadi lebih aktif.
e. Suasana kelas lebih hidup, sebab siswa mengarahkan perhatian
atau pikirannya kepada masalah yang sedang didiskusikan.
f. Dapat menaikan prestasi kepribadian individu, seperti: sikap
toleransi,demokrasi,

berpikir

kritis,

sistematis,

sabar

dan

sebagainya.

g. Kesimpulan hasil diskusi mudah dipahami siswa, karena mereka


mengikuti

proses

berpikir

sebelum

sampai

kepada

suatu

kesimpulan.
h. Siswa dilatih belajar untuk mematuhi peraturan-peraturan dan tata
tertib layaknya dalam suatu musyawarah.
i. Membantu murid untuk mengambil keputusan yang lebih baik.
j. Tidak terjebak kedalam pikiran individu yang kadang-kadang
salah, penuh prasangka dan sempit. Dengan diskusi seseorang
dapat mempertimbangkan alasan-alasan/pikiran-pikiran orang lain
2) Kekurangan
a. Kemungkin besar diskusi akan dikuasai oleh peserta didik yang
suka berbicara atau ingin menonjolkan diri,
b. Tidak dapat dipakai pada kelompok yang besar,
c. Peserta mendapat informasi yang terbatas,
d. Menyerap waktu yang cukup banyak,
e. Tidak semua guru memahami cara peserta didik melakukan
diskusi.
f. Kadang-kadang bisa terjadi adanya pandangan dari berbagai sudut
bagimasalah yang dipecahkan, bahkan mungkin pembicaraan
menjadi menyimpang, sehingga memerlukan waktu yang panjang.
g. Dalam diskusi menghendaki pembuktian logis, yang tidak terlepas
dari fakta-fakta; dan tidak merupakan jawaban yang hanya dugaan
atau coba-coba saja.
h. Tidak dapat dipakai pada kelompok yang besar.
i. Biasanya orang menghendaki pendekatan yang lebih formal.
d. Metode Resitasi/pembagian tugas
Metode resitasi adalah suatu metode mengajar dimana siswa diharuskan
membuat resume dengan kalimat sendiri. Metode resitasi (penugasan) adalah

metode penyajian bahan di mana guru memberikan tugas tertentu agar peserta
didik melakukan kegiatan belajar (Djamarah, 2006: 85). Metode ini bisa
dilaksanakan di rumah, di sekolah, di perpustakaan dan di tempat lainnya. Tugas
belajar yang harus dikerjakan oleh peserta didik di rumah biasa diistilahkan
dengan pekerjaan rumah (PR); Pertanggungjawaban peserta didik terhadap tugastugas tersebut disebut resitasi.
Metode tugas dan resitasi di samping merangsang peserta didik untuk aktif
belajar, baik secara individual maupun kelompok, juga menanamkan tanggung
jawab. Oleh sebab itu tugas dapat diberikan secara individual ataupun kelompok.
Yang terpenting adalah bagaimana melatih peserta didik agar bepikir bebas ilmiah
(logis dan sistematis) sehingga dapat memecahkan problem yang dihadapinya dan
dapat mengatasi dan mempertanggungjawabkannya.
1) Kelebihan
a. Pengetahuan siswa akan lebih luas dan sifat verbalismenya akan
semakin berkurang.
b. Siswa lebih mendalami dan menglami sediri pengetahuan yang di
carinya, sehingga pengetahuan itu akan tinggal lama dalam ingatan
jiwanya.
c. Lebih merangsang siswa dalam melakukan aktifitas belajar
individu atau kelompok.
d. Dapat mengembangkan kemandirian siswa diluar pengawasan
guru.
e. Dapat menumbuhkan kreatifitas, usaha, tanggung jawab, dan sikap
mandiri siswa, serta memperkaya pengetahuan dan pengalaman
siswa.
f. Pengetahuan yang anak didik peroleh dari hasil belajar sendiri akan
dapat diingatkan lebih lama.
g. Anak

didik

berkesempatan

memupuk

perkembangan

dan

keberaniaan mengambil inisiatif, bertanggung jawab, dan berdiri


sendiri

2) Kelemahan
a. Siswa sulit dikontrol, apakah benar ia mengerjakan tugas atau
orang lain yang mengerjakan.
b. Sulit memerikan tugas yang sesuai dengan masing-masing
individu.
c. Khusus untuk tugas kelompok tidak jarang yang aktif mengerjkan
dan menjelasakan hanyalah anggota tertentu saja, sedangkan
anggota yang lain tidak ikut berpartisipasi dengan baik.
d. Sering memberikan tugas yang monoton, dan menimbulkan
kebosanan.
e. Penggunaan metode resitasi (tugas) dalam meningkatkan kesiapan
dan hasil mata pelajaran Sosiologi.
f. Terkadang anak didik melakukan penipuan di mana anak didik
hanya meniru hasil pekerjaan temannya tanpa mau bersusah
payah mengerjakan sendiri.
g. Terkadang tugas dikerjakan oleh orang lain tanpa pengawasan.
h. Sukar memberikan tugas yang memenuhi perbedaan individual.

e. Metode Demonstrasi
Metode demonstrasi adalah metode mengajar dengan cara memperagakan
barang, kejadian, aturan, dan urutan melakukan suatu kegiatan, baik secara
langsung maupun melalui penggunaan media pengajaran yang relevan dengan
pokok bahasan atau materi yang sedang disajikan. Muhibbin Syah (2000). Contoh
metode demonstrasi adalah seorang guru yang sedang mempraktekan nyala logam
natrium dan beberapa logam alkali lainnya di depan kelas dan siswa
memperhatikannya dengan sesksama.

1) Kelebihan
a. Perhatian anak didik dapat di pusatkan, dan titik berat yang di
anggap penting oleh guru dapat di amati

b. Perhatian anak didik akan lebih terpusat pada apa yang di


Demonstrasikan, jadi proses anak didik akan lebih terarah dan akan
mengurangi perhatian anak didik kepada masalah lain
c. Dapat merangsang siswa untuk lebih aktif dalam mengikuti proses
belajar
d. Dapat menambah pengalaman anak didik
e. Bisa membantu siswa ingat lebih lama tentang materi yang di
sampaikan
f. Dapat mengurangi kesalah pahaman karna pengajaran lebih jelas
dan kongkrit
g. Dapat menjawab semua masalah yang timbul di dalam pikiran
setiap siswa karna ikut serta berperan secara langsung.
h. Menambah keaktifan untuk berbuat dan memecahkan sendiri
sebuah permasalahan
i. Dapat melaksanakan metode ilmiah dengan baik
2) Kekurangan
a. Memerlukan waktu yang cukup banyak
b. Apabila terjadi kekurangan media, metode demonstrasi menjadi
kurang efesien
c. Memerlukan biaya yang cukup mahal, terutama untuk membeli
bahan-bahannya
d. Memerlukan tenaga yang tidak sedikit
e. Apabila siswa tidak aktif maka metode demonstran menjadi tidak
efektif.
f. Tidak semua mata pelajaran dapat menggunakan metode ini
g. Murid yang kurang mempunyai daya intelektual yang kuat kurang
baik hasilnya.

f. Metode Kerja Kelompok

Menurut Roestiyah (2008: 15) metode kerja kelompok adalah suatu cara
mengajar, di mana peserta didik di dalam kelas dipandang sebagai suatu kelompok
atau dibagi menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok terdiri dari beberapa
anggota, mereka bekerja sama dengan memecahkan masalah, atau melaksanakan
tugas tertentu dan berusaha mencapai tujuan pengajaran yang telah ditentukan
pula oleh guru.
1) Kelebihan
a. Dapat memupuk rasa kenjasama.
b. Suatu tugas yang luas dapat segera diselesaikan.
c. Adanya persaingan yang sebat.
d. Ditinjau dari segi pedagogis, kegiatan kelompok akan dapat
meningkatkan

kualitas

kepribadian

siswa,

seperti

adanya

kerjasama, toleransi, berpikir kritis, dan disiplin.


e. Ditinjau dari segi psikologis, timbul persaingan yang positif antar
kelompok karena mereka bekerja pada masing-masing kelompok.
f. Ditinjau dari segi sosial, anak yang pandai dalam kelompok
g. tersebut dapat membantu anak yang kurang pandai dalam
menyelesaikan tugas.
2) Kelemahan
a. Adanya sifat-sifat pribadi yang ingin menonjolkan diri atau
sebaliknya yang lemah merasa rendah diri dan selalu tergantung
kepada orang lain.
b. Bila kecakapan tiap anggota tidak seimbang, akan rnenghambat
kelancaran tugas, atau didominasi oleh seseorang.
c. Terlalu banyak persiapan-persiapan dan pengaturan yang kompleks
dibanding dengan metode lain.
d. Bilamana guru (di sekolah) dan orang tua (di rumah) kurang
mengontrol maka akan terjadi persaingan yang negatif antar
kelompok.
e. Tugas-tugas yang diberikan kadang-kadang hanya dikerjakan oleh
segelintir siswa yang cakap dan rajin, sedangkan siswa yang malas
10

akan menyerahkan tugas-tugasnya kepada temannya dalam


kelompok tersebut.

g. Metode Sosiodarma dan bermain peran / permainan


Bermain peran atau teknik sosiodram adalah suatu jenis tekhnik simulasi
yang umumnya digunakan untuk pendidikan sosial dan hubungan antarinsani,
teknik ini bertalian dengan studi kasus, tetapi kasus tersebut melibatkan individu
manusia dan tingkah laku mereka atau interaksi antarindividu tersebut dalam
bentuk dramatisasi. Para siswa berpartisipasi sebagai pemain dengan peran
tertentu atau sebagai pengamat (oberver) bergantung pada tujuan-tujuan dari
penerapan teknik tersebut.
1) Kelebihan
a. Melatih peserta didik untuk berkreaktif dan berinisiatif.
b. Melatih peserta didik untuk memahami sesuatu dan mencoba
melakukannya.
c. Memupuk bakat peserta didik yang memiliki bibit seni dengan baik
melalui sosio drama yang sering dilakukannya dalam metode ini.
d. Memupuk kerja sama antar teman dengan lebih baik pula.
e. Membuat peserta didik merasa senang, karena dapat terhibur oleh
fragmen teman-temannya.
f. Dapat berkesan dengan kuat dan tahan lama dalam ingatan siswa.
Disamping merupakan pengaman yang menyenangkan yang saling
untuk dilupakan
g. Sangat menarik bagi siswa, sehingga memungkinkan kelas menjadi
dinamis dan penuh antusias.
h. Membangkitkan gairah dan semangat optimisme dalam diri siswa
serta menumbuhkan rasa kebersamaan dan kesetiakawanan sosial
yang tinggi

11

i. Dapat menghayati peristiwa yang berlangsung dengan mudah,


dand apat memetik butir-butir hikmah yang terkandung di
dalamnya dengan penghayatan siswa sendiri.
j. Dimungkinkan dapat meningkatkan kemampuan profesional siswa,
dan dapat menumbuhkan / membuka kesempatan bagi lapangan
kerja
2) Kekurangan
a. Pada umumnya yang aktif hanya yang berperan saja.
b. Cenderung dominan unsur rekreasinya daripada kerjanya, karena
untuk berlatih sosiodrama memerlukan banyak waktu dan tenaga.
c. Membutuhkan ruang yang cukup luas.
d. Sering mengganggu kelas di sebelahnya.
e. Sosiodrama dan bermain peranan memelrukan waktu yang relatif
panjang/banyak
f. Memerlukan kreativitas dan daya kreasi yang tinggi dari pihak
guru maupun murid. Dan ini tidak semua guru memilikinya
g. Kebanyakan siswa yang ditunjuk sebagai pemeran merasa malu
untuk memerlukan suatu adegan tertentu
h. Apabila pelaksanaan sosiodrama dan bermain pemeran mengalami
kegagalan, bukan saja dapat memberi kesan kurang baik, tetapi
sekaligus berarti tujuan pengajaran tidak tercapai
i. Tidak semua materi pelajaran dapat disajikan melalui metode ini
j. Pada pelajaran agama masalah keimanan, sulit disajikan melalui
metode sosiodrama dan bermain peranan ini

h. Metode Karyawisata (Field Trip)


Metode karya wisata adalah suatu metode mengajar yang dirancang
terlebih dahulu oleh pendidik dan diharapkan siswa membuat laporan dan

12

didiskusikan bersama dengan peserta didik yang lain serta didampingi oleh
pendidik, yang kemudian dibukukan dengan ketentuan dan kesepakatan tertentu.

1) Kelebihan
a. Siswa dapat mengamati dan mempelajari objek secara langsung,
misal jikalau berkunjung ke hutan lindung mereka bisa melihat
sendiri dan merasakan sendiri seperti apa hutan lindung itu untuk
mata pelajaran IPA, berkunjung ke museum mereka dapat melihat
secara langsung benda-benda peninggalan sejarah untuk mata
pelajaran sejarah atau IPS
b. Siswa dapat menjawab dan memecahkan masalah-masalah dengan
cara melihat, mencoba serta membuktikan secara langsung suatu
obyek yang dipelajari.
c. Siswa dapat pula memperoleh informasi langsung dari pengelola
hutan lindung atau museum terkait dengan bidang mereka masingmasing tempat siswa berkarya wisata sehingga siswa lebih peka
dalam memahami objek yang mereka amati dan pelajari.
2) Kekurangan
a. Dalam karya wisata perlu persiapan yang memerlukan perizinan
serta banyak pihak yang ikut ambil bagian di dalamnya.
b. Perlu dana yang cukup agar terlaksananya karya wisata.
c. Perlu pengawasan dan bimbingan dari pihak Guru.
i.

Metode Eksperimen
Eksperimen dalam bahasa Inggris disebut experiment, dan dalam bahasa

latin disebut experimentum, expiri yang berarti mencoba. Metode eksperimen


adalah metode pemberian kesempatan kepada anak didik perorangan atau
kelompok, untuk dilatih melakukan suatu proses di mana siswa melakukan suatu
percobaan tentang sesuatu hal, mengamati prosesnya serta menuliskan hasil

13

percobaannya, kemudian hasil pengamatan itu disampaikan ke kelas dan


dievaluasi oleh guru. Metode ini melatih siswa untuk melakukan sesuatu dengan
cermat dan teliti, dan merasakan kebermakanaan melalui pembuktian sendiri.
Dalam beberapa hal, metode memerlukan peralatan dan ketersediaan bahan yang
tidak mudah, guru dan siswa selalu mengikuti perkembangan IPTEK karena
pardigma sering mengalami perubahan.
1) Kelebihan
a. Metode ini dapat membuat anak didik lebih percaya dan dapat
membuktikan konsep-konsep yang telah diterima atas kebenaran
atau kesimpulan berdasarkan percobaannya sendiri daripada hanya
menerima kata guru atau buku.
b. Anak didik dapat mengembangkan sikap ilmiah untuk mengadakan
studieksplorasi ( menjelajahi ) tentang ilmu dan teknologi.
c. Dengan metode ini akan terbina manusia yang dapat membawa
terobosan-terobosan

baru

dengan

penemuan

sebagai

hasil

percobaan yang diharapkan dapat bermanfaat bagi kesejahteraan


hidup manusia.
d. Siswa terampil melakukan percobaan sendiri.
2) Kekurangan
a. Tidak cukupnya alat-alat mengakibatkan tidak setiap anak didik
berkesempatan mengadakan ekperimen.
b. Jika eksperimen memerlukan jangka waktu yang lama, anak didik
harus menanti untuk melanjutkan pelajaran.
c. Metode ini lebih sesuai untuk bidang-bidang sains dan teknologi.
d. Metode ini memerlukan berbagai fasilitas peralatan dan bahan
yang tidak selalu mudah diperoleh dan kadangkala mahal.
e. Metode ini menuntut ketelitian, keuletan dan ketabahan.

14

f. Setiap percobaan tidak selalu memberikan hasil yang diharapkan


karena mungkin ada faktor-faktor tertentu yang berada di luar
jangkauan kemampuan atau pengendalian.
g. Diperlukan alat evaluasi khusus.
h. Waktu yang diperlukan terbatas.

j. Metode Drill (Latihan)


Metode latihan keterampilan adalah suatu metode mengajar , dimana siswa
diajak ke tempat latihan keterampilan untuk melihat bagaimana cara membuat
sesuatu, bagaimana cara menggunakannya, untuk apa dibuat, apa manfaatnya dan
sebagainya. Latihan atau berlatih merupakan proses dan membiasakan diri agar
mampu melakukan sesuatu.
1) Kelebihan
a. Dapat untuk memperoleh kecakapan motoris, seperti menulis,
melafalkan huruf,membuat dan menggunakan alat-alat.
b. Dapat untuk memperoleh kecakapan mental, seperti dalam
perkalian, penjumlahan, pengurangan, pembagian, tanda-tanda atau
simbol, dan sebagainya.
c. Dapat membentuk kebiasaan dan menambah ketepatan dan
kecepatan pelaksanaan.
2) Kekurangan
a. Menimbulkan penyesuaian secara statis kepada lingkungan.
b. Kadang-kadang latihan yang dilaksanakan secara berulang-ulang
merupakan halyang monoton dan mudah membosankan.

k. Metode Problem Solving

15

Merupakan suatu metode untuk membelajarkan siswa dan berfokus pada


sutu permasalahan atau isu untuk dianalisis dan dipecahkan sehingga diperoleh
suatu kesimpulan.
1) Kelebihan
a. Metode ini dapat membuat pendidikan di sekolah lebih relevan
dengan kehidupan, khususnya dengan dunia kerja.
b. Dapat membiasakan para peserta didik menghadapi dan memecahkan
masalah secara terampil dan sangat bermakna bagi kehidupan
manusia.
c. Metode ini merangsang pengembangan kemampuan berpikir peserta
didik secara kreatif dan menyeluruh.
2) Kelemahan
a. Menentukan suatu masalah yang tingkat kesulitannya sesuai dengan
tingkat berpikir peserta didik, tingkat sekolah dan kelasnya, sangat
memerlukan kemampuan dan keterampilan guru.
b. Proses pembelajaran dengan menggunakan metode ini sering
memerlukan waktu yang cukup banyak .
c. Mengubah kebiasaan peserta didik belajar dengan mendengarkan
dan menerima informasi dari guru menjadi belajar dengan banyak
berpikir memecahkan permasalahan sendiri atau kelompok.

16

PENUTUP
Kesimpulan
Belajar atau pembelajaran adalah merupakan sebuah kegiatan yang wajib
kita lakukan dan kita berikan kepada anak-anak kita. Karena ia merupakan kunci
sukses untuk menggapai masa depan yang cerah, mempersiapkan generasi bangsa dengan
wawasan ilmu pengetahuan yang tinggi. Dan pada akhirnya diharapkan akan berguna bagi
bangsa, negara,dan agama. Melihat peran pendidikan yang begitu vital, maka
menerapkan metode yang efektif dan efisien adalah sebuah keharusan. Dengan
harapan proses belajar mengajar akan berjalan menyenangkan dan tidak
membosankan.
Setiap metode pembelajaran akan memiliki satu rana pembelajaran yang
paling menonjol meskipun juga mengandung rana pembelajaran lainnya. Ranah
pembelajaran tersebut ada 3, yaitu: Rana kognitif atau rana perubahan
pengetahuan (P); Rana afektif atau rana perubahan sikap-perilaku (S); dan Rana
psikomotorik atau rana perubahan maupun peningkatan keterampilan (K).
Kemampuan metodologik guru dalam memehami, menguasai dan melaksanakan
metode pembelajaran harus dikembangkan dengan baik, efisien dan bermakna dan
mencapai tujuan yang diinginkan.
Metode yang digunakan dalam pembelajaran di kelas harus disesuaikan
dengan situasi dan kondisi yang ada serta memperhatikan keberagaman siswa
yang sangat unik. Metode yang baik apabila sudah sesuai dengan karakteristik
siswa, tujuan atau komptensi yangingin dicapai dan sesuai dengan materi yang
akan dikembangkan.
Saran
Metode yang akan diterapakan dikelas haruslah dikuasai oleh seorang guru
dengan persiapan yang matang, agar proses belajar mengajar menjadi efektif dan
dapat diterima siswa dengan mudah dan sesuai dengan kebutuhan dan tujuan yang
hendak dicapai.

17

DAFTAR PUSTAKA
Warsono dkk. 2012. Pembelajaran Aktif Teori dan Asesment. Bandung: PT
Remaja Rosdakarya.
Supriadie, Didi dkk. 2012. Komunikasi Pembelajaran. Bandung: PT
Remaja Rosdakarya.
Hamalik, Oemar. 2012. Perencanaan Pengajaran Berdasarkan Pendekatan
Sistem. Jakarta: PT Bumi Aksara.

18