Anda di halaman 1dari 42

PERIAPICAL

RADIOGRAPHIC
DRG. YUDI PRASETYA S

Intraoral radiography

examination
~ Periapical radiography
~ Bitewing radiography
~ Occlusal radiography

PERIAPICAL
RADIOGRAPHY
Periapical radiography adalah
radiografi intraoral yang dapat
menunjukkan gigi geligi secara
individual dan jaringan disekitar
apeks gigi .
Setiap film memperlihatkan 2-4 gigi
dan memberikan informasi secara
detail tentang gigi dan tulang
alveolar

INDIKASI
1. Untuk mengetahui adanya

infeksi/inflamasi pada apikal


2. Untuk mengetahui status
periodontal
3. Setelah terjadi trauma pada gigi
yang dihubungkan dengan
kerusakan tulang alveolar
4. Evaluasi setelah perawatan
implants

INDIKASI
5. Untuk mengetahui keberadaan
benih dan posisi gigi yang belum
erupsi
6. Untuk mengetahui morfologi akar
gigi sebelum dilakukan ekstraksi
gigi
7. Pada saat melakukan perawatan
endodontics
8. Evaluasi lesi-lesi periapikal dan

Alat-alat yang digunakan

FILM

FILM HOLDER

X-RAY TUBEHEAD

PERIAPICAL RADIOGRAPHIC
TECHNIQUES

The paralleling
technique
The bisected angle
technique.

PARALLELING TECHNIQUE
1. Film ditempatkan pada pegangan
film (film holder) dan diposisikan
parallel to the long axis (sejajar
dengan sumbu gigi) di dalam mulut
.

Fig. 8.2 Diagram showing the position the film packet has to
occupy in the mouth to be parallel to the long axis of thetooth,
because of the slope of the palate.

2. The X-ray tubehead diarahkan


pada sebelah kanan (vertically and
horizontally) gigi dan film.
3. Dengan menggunakan film holder
, posisi film dan X-ray tubehead
yang sudah diposisikan dengan
benar maka teknik ini siap untuk
direprodiksi

POSITIONING TECHNIQUES

1. Memilih pegangan dan ukuran film

yang tepat.
Untuk Insisive dan caninus (RA & RB)
menggunakan anterior holder dan
small film packet (22 x 35 mm) dengan
long axis vertical.

Untuk Premolar dan Molar (RA & RB)


menggunakan posterior holder (kanan atau
kiri) dan large film packet (31 x 41 mm)
dengan long axis horizontal, in addition:
a. Permukaan yang halus, permukaan film
yang berwarna putih harus menghadap ke
arah he X-ray tubehead.
b. Permukaan film yang timbul (dot)
ditempatkan menghadap the X-ray tubehead

2. Pasien diposisikan dengan kepala


sejajar dengan occlusal plane
horizontal.
3. Film holder dan film dimasukkan ke
dalam mulut pasien
a. Insisive dan Caninus RA : Film
diletakkan pada bagian palatal dari
gigi I dan C
b. Insisive dan Caninus RB : Film
diletakkan di dasar mulut, kira-kira pada

c. Premolar dan Molar RA : Film diletakkan


pada midline of the palate, disesuaikan
dengan tinggi palatum
d. Premolar dan Molar RB: Film diletakkan
pada sulcus lingual kemudian
disesuaikan dengan gigi yang akan
diambil fotonya

4.Pegangan diputar disesuaikan


dengan gigi yang akan diambil
fotonya
5. Pasien diminta untuk menggigit ,
untuk menstabilkan posisi
pegangan
6. The exposure is made

Insisive RA

Caninus RA

Premolar RA

Molar RA

Insisive RB

Caninus RB

Premolar RB

Molar RB

BISECTED ANGLE TECHNIQUE

1. Film diletakkan di dalam rongga mulut

disesuaikan dengan gigi yang akan


diambil, tanpa membengkokkan film
2. Sudut antara sumbu gigi dan sumbu
film kira-kira membagi mentally

3. The X-ray tubehead diposisikan di


sebelah kanan yang membagi garis
central ray of the X-ray beam diarahkan
sampai apex gigi
4. Menggunakan prinsip geometrical
segitiga sama sisi atau sama kaki,
yaitu panjang gigi di dalam rongga
mulut sama dengan panjang pada film

Anterior RA

Posterior RA

Anterior RB

Posterior RB
Molar RA

Keuntungan Paralleling Techniques


Secara geometris hasil pencitraan
sedikit mengalami perbesaran
Jaringan periodontal terlihat dengan
baik
Jaringan periapikal terlihat akurat
dengan minimal foreshortening or
elongation.

mahkota gigi terlihat jelas untuk


mendeteksi adanya approximal
caries.
Posisi film packet, gigi and X-ray
beam selalu terjaga

Kerugian Paralleling
techniques
Posisi film tidak nyaman bagi

pasien, terutama pada posterior


gigi, sering menyebabkan gagging.
Posisi pegangan di dalam mulut
bisa menyulitkan operator yang
kurang berpengalaman

Anatomi rongga mulut kadang

membuat teknik ini tidak mungkin


dilakukan, seperti shallow, flat
palate.
pada M3 bawah, posisi pegangan
akan sangat sulit

Keuntungan bisected angle


technique
Posisi film nyaman untuk
pasien disemua area
Posisi relatif simple dan cepat
Apabila dengan sudut yang
tepat, the image of the tooth
will be the same length as the
tooth hal ini sangat bagus
untuk kepentingan diagnosa

KERUGIAN BISECTED ANGLE


TECHNIQUES
sering menghasilkan gambaran dengan
penyimpangan yang buruk
Kesalahan vertical angulation akan
menghasilkan foreshortening or
elongation of the image.
The periodontal bone levels are poorly
shown.

Kesalahan horizontal angulation akan

menghasilkan overlapping of the


crowns and roots.
The crowns of the teeth are often
distorted, thus preventing the detection
of Approximal caries.
The buccal roots of the maxillary
premolars and molars are
foreshortened

Perbandingan hasil dari kedua teknik


Bisected angle

Paralleling

Conclusion

The diagnostic advantages of the


accurate, reproducible images
produced by the paralleling
technique using film holders
and beam-aiming devices
ensure that this technique
should be regarded as the
technique of choice for
periapical radiography.

Kesulitan posisi yang sering


terjadi pada periapical
radiography
Mandibular third molars
Gagging
Endodontics
Edentulous alveolar ridges
Children
Patients with disabilities

TERIMA KASIH..
BELAJAR YANG RAJIN YA!!!!!!
BIAR CEPET JADI DRG..!!!

*It is easier to learn

something that interest me


*Belajar bermimpi dari

orang-orang yang punya


impian