Anda di halaman 1dari 10

DISKUSI TOPIK STRUKTUR BULU

1. Proses pertumbuhan bulu : Bulu merupakan pertumbuhan ke arah luar dari


epidermis yang membentuk bulu penutup tubuh (plumae). Contohnya saat
menetas, tubuh anak ayam tertutup bulu kapas atau down feather .
Selanjutnya, bulu segera berganti dengan bulu yang lebih keras, disebut bulu
dewasa. Bobot bulu mencapai 4,9% dari total bobot tubuh, tergantung pada
umur, spesies, jenis kelamin. Pada kebanyakan aves, bulu tidak tumbuh di
semua permukaan kulit. Bulu tumbuh secara teratur di daerah tertentu atau
yang disebut feather tract atau pterylae. Pterylae terdapat di kepala, sayap,
leher, perut, bahu, paha, dada, kaki, punggung dan ekor. Bulu termasuk
eksoskeleton pada aves selain sisik pada kaki dan kuku.
2. Proses pertumbuhan bulu untuk masing-masing jenis bulu umumnya sama
yang secara filogenetik berasal dari epidermal tubuh. Secara embriologis bulu
Aves bermula dari papil dermal yang selanjutnya mencuat menutupi epidermis
sehingga terbentuklah bulu penutup tubuh (plumae), namun tipe bulu yang
tumbuh pada setiap tahap perkembangan masing-masing unggas berbeda
begitu juga laju perkembangan bulu antar pterylae pada tiap burung.
3. Fungsi menurut jenis bulu :
a. Bulu di bagian bawah dan bulu yang terletak di sepanjang sayap dan ekor
memiliki bentuk yang berbeda. Bulu-bulu ekor yang besar digunakan untuk
mengemudi dan mengerem.
b. Plumae berfungsi agar dapat terbang. Plumulae juga terdiri dari calamus,
rachis, barbae dan barbulae. Perbedaan plumae dan plumulae adalah
plumulae tidak membentuk vexillum
c. Plamulae berfungsi sebagai isolator.
d. Filoplumae berfungsi sebagai sensor.
4. Kulit burung yang ditumbuhi bulu disebut dengan pteryle, sedangkan bagian
yang tidak ditumbuhi bulu disebut apteria.
5. Tangkai utama pada bulu terbagi menjadi dua bagian, yaitu tangkai di bagian
dasar (calamus) dan tangkai yang ditumbuhi vane (rachis). Sekarang kita lihat
seperti apa itu vane. Sebenarnya vane tersusun atas banyak barb yang saling
mengunci dengan kait (barbicel) pada tiap cabangnya (barbule). Kalian yang
pernah memelihara ayam mungkin pernah memegang bulu ayam dan
dimainkan. Vane atau rumbai pada bulu ayam kalau kalian coba tarik akan

terasa lengket, kemudian dengan sekali sisir dengan jari rumbai itu rapi lagi.
Kira-kira begitu ilustrasi mekanisme kait yang sulit terbuka namun mudah
untuk dirapikan lagi.
Mekanisme kait pada vane sangat penting untuk membentuk luasan yang
kokoh, terutama pada sayap dan ekor, agar terdapat cukup permukaan
untuk bisa tetap terbang. Karena kait pada tiap barbule saling mengikat,
maka permukaan vane akan selalu rata dan kuat namun tetap fleksibel.
6. Membedakan bulu sayap primer dan sekunder :
a. Bulu primer, bulu yang terletak pada bagian ujung sayap, bentuk bulu-bulu
ini lebih panjang dan sempit.
b. Bulu sekunder, bulu yang terletak pada bagian pangkal sayap (setelah bulu
aksial), bentuk bulu-bulu ini lebih lebar ,cenderung lebih pendek dari bulu
primer dan letaknya pun lebih rapat antara bulu satu dengan yang lainnya.

DISKUSI TOPIK SISTEM RANGKA


1. Persamaan Kerangka semua spesimen : Secara umum Kerangka
semua spesimen yang diamati sama, sistem rangka dari kelas
aves berupa Paruh, tengkorang (berfungsi untuk melindungi isi
kepala dan otak), tlang leher (berfungsi sebagai penghubung
antara tengkorak(tempurung kepala) dan tulang bagian badan),
tulang lengan atau sayap (berfungsing untuk menggerakgerakan sayap), tulang hasta (berfungsi untu menghubungkan
tulang

sayap

dengan

tulang

lengan),

tulang

pengumpil

(berfungsi sebagai penghubung antara tulang sayap deng tulang


lengan), korakoid (berfungsi sebagai penghubung dengan tulang
dada), tulang dada (berfungsinya untuk tempat melekatnya oto
untuk terbang), tulang rusuk (berfungsi untuk melindungi isi
perut), pelvis (berfungsi sebagai penghubung tulang ekor),
tulang ekor (berfungsi sebagai penghubung dengan kloaka),
tulang kering (berfungsi sebagai penghubung tulang paha
dengan betis), dan tulang paha (berfungsi untuk persendian).
Perbedaannya

terdapat

pada

tipe

paruh

ukuran

kerangka(tubuh), tipe kaki, besarnya sternum (bagi burung


terbang), bentuk sayap.
2. Persamaan dan perbedaan tulang penyusun sistem kerangka
ayam dan merpati
no
A.

Merpati
Ukuran tubuh lebih kecil

Ayam
Ukuran tubuh lebih besar

B.

memiliki

memiliki sternum (tulang

sternum

(tulang dada) yang pipih


dan

dada) yang lebih kecil

luas,berguna

sebagai

tempat

pelekatan otot terbang


C.

yang luas.
Tipe
paruh

maxila

Tipe paruh maxila jampir

meruncing melengkung

sama panjangnya dengan

kebawah
mandibula .
3. Tulang yang mengalami fusi pada burung :
a. Vertebra

mengalami

banyak

fusi.

Pada

kebanyakan

burung, vertebra kaudal terakhir berfusi menjadi pigostil.


b. Terdapat 2 tulang carpal dan 3 digiti, 1 tulang carpal
lainnya berfusi dengan 3 metacarpal dan membentuk
carmometacarpus.
c. Modifikasi rangka lain yang ditemukan di sebagian besar
burung adalah fusi dari dua klavikula (tulang selangka),
membentuk furcula atau tulang garpu. Furcula ini cukup
fleksibel untuk membungkuk dan memberikan dukungan
kepada korset bahu selama mengepakkan.
4. Tulang yang memiliki rongga : Tulang burung sangat ringan
namun kuat, terutama karena memiliki rongga-rongga yang
memperkuat tulang tersebut. Bagian rangka yang disebut
lempeng dada terdiri dari penyokong tulang sayap yang kokoh,
dan meliputi tulang dada dan tulang garpu yang khas pada
burung.Struktur tulang menyerupai sarang lebah sehingga
kerangkanya kuat namun ringan. Kerangkanya merupakan
material

yang

tipis,

kuat

dan

mengalami

osifikasi

yang

sempurna. Tulang burung relative ringan karena memiliki banyak


rongga. Tulang dada menjadi tempat melekatnya otot terbang.
Gelang bahu terbentuk oleh sepasang korakoid, sepasang
scapula,

dan

sepasang

klavikula.

Ketiga

tulang

tersebut

membentuk lubang (foramen trioseum) tempat otot dada kecil


(muskulus pektoralis minor) yang berfungsi mengangkat sayap.
5. Mengapa burung hantu dapat memutar kepalanya?

burung hantu lebih lentur dibanding manusia karena kepala burung ini
hanya memiliiki satu socket pivot. Sementara burung lain memiliki dua, ini
membatasi kemampuan untuk memutar. Burung hantu memiliki beberapa
ruas tulang belakang, tulang-tulang kecil yang membentuk leher dan tulang

belakang sehingga membantu mereka untuk mencapai berbagai berbagai


rentang gerakan. Sementara jika burung lain melakukan gerakan memutar
seperti yang dilakukan burung hantu, akan menyebabkan seluruh jenis
-

pendarahan internal dan mengalami kerusakan.


Studi lain mencermati bahwa struktur tulang burung yang unik dan sistem
vaskular membiarkan mereka bergerak dengan tingkat fleksibilitas tinggi.
Para ilmuwan di Universitas Johns Hopkins School of Medicine di Amerika
Serikat mempelajari beberapa burung hantu yang sudah mati karena sebab
alamiah. Mereka menemukan bahwa arteri vertebralis burung hantu lebih
tinggi daripada burung lain. Burung hantu memiliki penghubung pembuluh
kecil antara arteri karotis dan vertebralis yang memungkinkan darah dapat
dipertukarkan antara dua pembuluh tersebut.

DISKUSI TOPIK MORFOLOGI BURUNG


1. Faktor apakah yang menyebabkan burung memiliki tipe paruh yang berbeda?
- Perbedaan tipe paruh pada setiap burung merupakan adaptasi morfologi
yang dikarenakan jenis makanan, yang memiliki faktor terbesar akan
perbedaan tipe paruh adala perbedaan makanan, beda jenis makanan maka
paruh akan berbeda untuk menyesuaikan dalam caranya untuk mencari
makan dan makan.
2. Faktor apakah yang menyebabkan burung memiliki tipe kaki yang berbeda?
- Bentuk kaki pada burung beraneka- ragam disesuaikan dengan jenis
makanan, cara memperoleh makanan tersebut dan habitat burung tersebut.
kaki burung elang berbeda dengan kaki bebek karena cara memperoleh
makanannya juga berbeda. Kaki elang dimodifikasi mempunyai kaki kuat
dengan kuku tajam. Kaki ini untuk mencengkeram mangsanya. Kaki itik
dan pelikan berselaput sehingga cocok untuk berenang di air.
3. Faktor apakah yang menyebabkan burung memiliki tipe sayap yang berbeda?
-

Bentuk sayap pada burung beraneka- ragam disesuaikan dengan cara


memperoleh makanan tersebut dan habitat burung tersebut, Untuk ukuran
sayap juga terdapat perbandingan antara panjang dan lebarnya yang disebut
aspect ratio.

Berdasarkan aspect ratio, sayap yang panjang dan sempitseperti pada


albatros, alap-alap, dan layang-layangmemiliki nilai aspect ratio tinggi.
Dengan demikian, ukuran sayap seperti itu dapat mengoptimalkan tempat
terbuka dan gaya terbang cepat karena hambatan udara yang dialami sangat
kecil. Namun, sayap yang panjang dan sempit tidak memiliki
kemampuan manuver yang baik. Oleh karena itu, sayap alap-alap dan
layang-layang bentuknya meruncing atau seperti sabit, berbeda dengan
albatros, untuk meningkatkan aerodinamis ketika terbang. Sayap dengan
aspect ratio rendah dapat kita lihat pada burung-burung yang hidup di
dalam habitat tertutup atau banyak terdapat vegetasi.

4. Faktor yang menjaga mata burung air dari gesekan air


- Kelopak mata burung tidak digunakan untuk berkedip. Mata burung
mendapat pelumasan dari membran pengedip, kelopak mata ketiga yang

tersembunyi yang mengusap kearah horisontal keseluruh mata seperti


pembersih kaca. Membran pengelip juga menutup mata sepeti lensa kontak
pada burung air pada saat mereka menyelam
5. Bagaimana cara menghitung nomor jari kaki burung?

Dengan cara

menggambar jari kaki dan nomor termuda dimulai dari jari yang pendek yang
biasanya menghadap ke belakang kemudian diurut sampai jari ke empat.

DISKUSI TOPIK ANATOMI BURUNG


1. Mengapa pada beberapa burung memiliki tipe lidah yang sama? Karena jenis
makanan yang sama, sehingga tipe lidahnya sama.
2. Apakah struktur anatomi tembolok dan lambung sama? Tidak, karena fungsi
dari kedua organ yang berbeda sehingga anatominya juga berbeda, dimana
tembolok hanya untuk menyimpan sementara makanan dan lambung untuk
mencerna makanan baik secara mekanis dan kimia.
3. Apakah fungsi dari masing-masing lambung burung sama? Ya, umumnya
sama terdapat lambung pengunyah dan lambung kelenjar, hanya saja ukuran,
modifikasi pada beberapa struktur histologi dan enzim yang ada berbeda
karena makanan yang berbeda, dimana ada burung pemakan biji, daging,
nektar dll. Sehingga lambung juga memiliki modifikasi untuk mencernanya.
4. Fungsi sekum pada burung,
- Sekum merupakan 2 saluran buntu yang menonjol keluar pada
persimpangan antara usus halus dengan usus besar. Sekum berkembang
baik pada unggas pemakan tumbuhan (herbivora), sedangkan pada unggas
ataupun burung pemakan hewan (karnivora) sekum berukuran sangat
pendek. Sekum berperan dalam proses penyerapan air dan memfermentasi
partikel makanan. Terdapat populasi bakteri selulotik pada sekum yang
menghasilkan enzim selulase guna memecah selulosa serat dari tumbuhan
-

menjadi karbohidrat sederhana sehingga dapat diserap oleh tubuh.


Keberadaan bakteri probiotik ini sangat menguntungkan bagi kedua pihak,
selain itu dengan hadirnya bakteri ini akan menghalau hadirnya bakteri
patogen seperti Salmonella sp. Lebih jauh, sekum akan kosong pada dua

atau tiga hari sekali.


5. Apa usus pada burung dapat dibedakan seperti manusia?
- Dapat, Usus halus pada burung tersusun atas duodenum, jejunum dan
ileum. Di dalam duodenum terjadi proses penyerapan makanan. Pencernaan
makanan di dalam usus halus dibantu oleh cairan empedu, enzim pankreas
dan enzim usus. Didalam usus masih terjadi proses pencernaan makanan
yang belum dicerna oleh usus halus. Di dalam usus besar terjadi
pencernaan selulosa dan hemiselulosa yang belum terhidrolisis oleh
enzim.Di dalam kolon terjadi pencernaan mikrobiologi dengan bantuan
bakteri untuk mencerna protein.

6. Apa akibatnya burung tidak memiliki kandung kemih?


- Alat ekskresi pada burung terdiri dari ginjal (metanefros), paru-paru dan
kulit. Burung memiliki sepasang ginjal yang berwarna coklat. Saluran
ekskresi terdiri dari ginjal yang menyatu dengan saluran kelamin pada
bagian akhir usus (kloaka) karena burung tidak mempunyai vesika
urinaria(kandung kemih). Tabung ginjal burung lebih banyak daripada
mamalia karena kecepatan metabolisme burung sangat tinggi.
7. Sistem reproduksi burung betina :
a. Ovarium. Selain pada burung elang, ovarium aves yang berkembang hanya
yang kiri, dan terletak di bagian dorsal rongga abdomen.
b. Saluran reproduksi, oviduk yang berkembang hanya yang sebelah kiri,
bentuknya panjang, bergulung, dilekatkan pada dinding tubuh oleh
mesosilfing dan dibagi menjadi beberapa bagian; bagian anterior adalah
infundibulumyang punya bagian terbuka yang mengarah ke rongga selom
sebagai ostium yang dikelilingi oleh fimbre-fimbre. Di posteriornya adalah
magnum yang akan mensekresikan albumin, selanjutnya istmus yang
mensekresikan membrane sel telur dalam dan luar. Uterus atau shell gland
untuk menghasilkan cangkang kapur. Vagina. Selama reproduksi telur,
panjang vagina sekitar 4,7 inci (12 cm). Di sini kutikula ditimbun pada
kerabang untuk mengisi sebagian pori-pori kerabang. Secara normal, telur
tinggal di dalam vagina selama beberapa menit, tetapi dalam keadaan
8.

tertentu dapat tinggal dalam beberapa jam.


Sistem reproduksi burung jantan :
a. Testis berjumlah sepasang, berbentuk oval atau bulat, bagian permukannya
licin, terletak di sebelah ventral lobus penis bagian paling kranial. Pada
musim kawin ukurannya membesar. Di sinilah dibuat dan disimpan
spermatozoa.
b. Saluran reproduksi. Tubulus mesonefrus membentuk duktus aferen dan
epididimis. Duktus wolf bergelung dan membentuk duktus deferen. Pada
burung-burung kecil, duktus deferen bagian distal yang sangat panjang
membentuk sebuah gelendong yang disebut glomere. Dekat glomere bagian
posterior dari duktus aferen berdilatasi membentuk duktus ampula yang
bermuara di kloaka sebagai duktus ejakulatori.duktus eferen berhubungan

dengan epididimis yang kecil kemudian menuju duktud deferen. Duktus


deferen tidak ada hubungannya dengan ureter ketika masuk kloaka.