Anda di halaman 1dari 13

Milik Asisten Lab. Teknik Kendali Univ.

Udayana
Sistem Pengaturan
PERCOBAAN 4
PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER

1. Obyektif
1. Mengenal sistem pengaturan dengan komponen PLC
2. Mengamati dan memahami proses kerja sistem PLC berdasarkan diagram dan
bahasa pemograman yang telah dibuat.
2. Teori Dasar
Suatu Programmable Logic Control (PLC) pada dasarnya adalah suatu
program dan dihubungkan dengan peralatan input/output (I/O) yang berupa relay
(solid state relay). Program tersebut mengendalikan PLC, sehingga bila ada suatu
peralatan input ON, maka PLC memberikan suatu tanggapan terhadap suatu
perubahan input tadi. Tanggapan ini biasanya berupa isyarat pada terminal
otuputnya. Peralatan input dapat berupa sensor photolistrik, tombol pada panel,
saklar pembatas (limit switches) atau setiap peralatan input yang bisa memberikan
isyarat masukan pada PLC. Sedangkan peralatan output, dapat berupa solenoid,
saklar yang mengaktifkan lampu, relay yang memutar motor atau setiap peralatan
yang dapat digerakkan oleh isyarat output PLC.
Pada awalnya PLC adalah suatu sistem kendali yang berbasis relay. Sistem ini
merupakan untai terintegrasi yang mengambil alih tugas-tugas peralatan seperti
relay, timer dan counter. Pada operasi y agn sebenarnya PLC mengikuti oeprasi
yang serupa dengan bila perlatan tersebut (relay dan sebagainya) masih berada
ditempatnya. Tetapi PLC juga mempunyai kapasitas seperti komputer dan
mempunyai fleksibilitas dan reliabilitas yang lebih baik dibandingkan dengan
sistem relay. Tetapi sebagian besar istilah utnuk menjelaskan simbol dan konsep
datang dari istilah komputer misalnya and, or mnemonic dsb.
Di dalam otak (CPU = Centeral Processing Unit) dapat dibayangkan seperti
kumpulan ribuan relay. Akan tetapi bukan berarti didalamnya terdapat banyak

Milik Asisten Lab. Teknik Kendali Univ. Udayana


Sistem Pengaturan
relay dalam ukuran yang sangat kecil. Di dalam PLC berisi rangkaian elektronika
digital yang dapat difungsikan seperti contact NO dan contact NC relay.
Keuntungan PLC dibandingkan dengan konversional kontrol panel

Sistem PLC :
1. Wiring lebih sedikit
2. Spare part mudah
3. Maintenance relatif mudah
4. Pelacakan kesalahan sistem lebih sederhana
5. Konsumsi daya relatif rendah
6. Dokumentasi gambar lebih sederhana dan mudah dimengerti.
7. Modifikasi sistem lebih sederhana dan cepat.

Konvensional kontrol panel :


1. Wiring lebih komplek
2. Spare part relatif sulit
3. Maintenance membutuhkan waktu yang lebih lama
4. Pelacakan kesalahan membutuhkan waktu yang lebih lama
5. Konsumsi daya listrik relatif tinggi
6. Dokumentasi gambar lebih banyak
7. Modifikasi Sistem membutuhkan waktu yang lama

Keuntungan menggunakan PLC


1. Lama pengerjaan untuk sistem baru desain ulang lebih singkat
2. Modifikasi sistem mungkin tanpa tambahan biaya jika masih ada spare
I/O.
3. Perkiraan biaya suatu sistem design baru lebih pasti.
4. Relatif mudah untuk dipelajari
5. Design sistem beru mudah dimodifikasi
6. Aplikasi PLC sangat luas
7. Mudah dalam maintenance
8. Sangat handal
9. Standarisasi sistem kontrol lebih mudah diterapkan
10. Lebih aman untuk teknisi

Konfigurasi Sebuah PLC

Milik Asisten Lab. Teknik Kendali Univ. Udayana


Sistem Pengaturan
1. Power Supply : unti ini berfungsi untuk memberikan sumber daya pada
PLC. Modul ini sudah berupa Switching Power Suply
2. CPU (Central Purcessing Unit) : unit ini merupakan otak dari PLC.
Disinilah program akan diolah sehingga sistem kontrol yang telah kita
rancang bekerja seperti yang kita inginkan. CPU PLC Omron sangat
bervariasi macamnya tergantung pada masing-masing tipe PLC-nya.
3. Memory Unit : RAM, EPROM, EEPROM
4. Input Unit
Digital input :
Input :

input point digital

Analog

Input point linier


i. DC 24 V input

0-10 V DC

ii. AC/DC 24V input

-10V DC-10V DC

iii. AC 220 V input

4-20 mA DC

5. Output Unit
Digital output :
output :

Output point digital

Analog

Output point linier


i. Relay Output

0-10 V DC

ii. AC 220 V output (Solid State)

-10-10VDC

iii. DC 24 V Dynamic Output

4-20 mA DC

6. Peripheral

Handled Programming Console

LSS software for PC

Sistematika merancang suatu sistem dengan PLC


1. Mempelajari sampai mengerti betul urutan kerja (sequence) sistem tersebut
2. Membuat flowchart dari sistem tersebut
3. Membuat daftar semua input dan output terhadap O points dan PLC
4. menerjemahkan flowchart ke diagram ladder dan disesuaikan dengan dftar I/O
yang telah dibuat.
5. Memeriksa program jika masih ada kesalahan
6. Mentransfer program ke memori PLC

Milik Asisten Lab. Teknik Kendali Univ. Udayana


Sistem Pengaturan
7. Mensimulasikan program dan menganalisanya apakah sudah sesuai dengan
apa yang diinginkan
8. Jika simulasi sudah benar barulah semua perlatan I/O dihubungkan ke
terminal PLC
9. Memeriksa kembali hubungan kabel dari peralatan I/O ke PLC, setelah yakin
sudah benar barulah kita melakukan testing program lagi.
10. Jika sistem sudah berjalan dengan baik dan benar, barulah dilakukan
dokumentasi gambar sistem secara sistematis sehingga mudah dimengerti dan
mudah dipelajari.
Untuk mencapai pekerjaan yang diinginkan suatu PLC memerlukan suatu
urutan perintah leader yang bisa disebut dengan Ledder Diagram Programming.
1. Diagram ladder terdiri dari sebuah garis vertikal di kiri dan cabang-cabang
garis mendatar.
2. Pada garis mendatar terdapat kondisi-kondisi dan akhiri dengan instruksi di
ujung kanan.
3. Kondisi-kondisi menentukan kapan dan bagaimana instruksi dieksekusi.
Kondisi tanpa garis diagonal disebut kondisi normal, dan kondisi garis
diagonal disebut kondisi invers. Angka diatas kondisi menunjukkan bit operan
untuk instruksi. Diagram ladder dapat digambarkan sebagai berikut :
0000

0631

2520

Instruksi

0031

Normal
Inverse

Instruksi
Instruksi

4. Kondisi normal adalah ON bila bit operanya ON, dan OFF bial bit operannya
OFF
5. Kondisi invers adalah ON bila bit operannya OFF, dan OFF bila bit operannya
ON.

Milik Asisten Lab. Teknik Kendali Univ. Udayana


Sistem Pengaturan
6. Biasanya kondisi normal menyatakan sesuatu akan terjadi bila bitnya ON,
kondisi invers adalah sebaliknya.
Instruksi-Instruksi Dasar PLC
1. Instruksi LD dan LDNOT
Instruksi ini dibutuhkan jika urutan kerja (sequence) pada suatu
sistem kontrol hanya membutuhkan satu kondisi logic saja dan sudah
dituntut untuk mengeluarkan satu output. Dalam bentuk diagram ladder
perintah tersebut dapat digambarkan sebagai berikut :

A Load Instruction
A Load Not Instruction

2. Instruksi AND dan ANDNOT


Instruksi ini dibutuhkan jika urutan kerja (sequence) pada suatu
kontrol membutuhkan lebih dari satu kondisi logic yang harus terpenuhi
semuanya untuk mengeluarkan satu output. Dalam bentuk diagram ladder
perintah tersebut digambarkan sebagai berikut :
00000

00000

AND

AND NOT

Bila suatu instruksi terletak pada satu garis mendatar, maka yang
pertama adalah yang berhubungan dengan perintah LD atau LDNOT dan
berikutnya berhubungan dengan perintah AND atau ANDNOT. Bila
digambarkan diagramnya adalah :
00000

00100

00008

LD

AND NOT

AND

Instruksi

Milik Asisten Lab. Teknik Kendali Univ. Udayana


Sistem Pengaturan

3. Instruksi OR and ORNOT


Instruksi ini dibutuhkan jika urutan kerja (sequence) pada suatu
sistem kontrol hanya membutuhkan salah satu saja dari beberapa kondisi
logika untuk mengeluarkan satu output.
Bila beberapa kondisi terletak pada garis terpisah secara paralel
(seperti tergambar berikut ini), maka kondisi pertama saja yang
berhubungan dengan instruksi load (LD) dan sisanya berhubungan dengan
instruksi OR atau OR NOT.

00000

Instruksi

LD

00010
NOT OR
LR 000100
OR

Kombinasi antara AND dan OR. Kombinasi ini dapat digambarkan


sebagai berikut :

00000 00000
00000

00000

00000

Instruksi

Milik Asisten Lab. Teknik Kendali Univ. Udayana


Sistem Pengaturan

4. OUT dan OUTNOT


Instruksi ini untuk mengeluarkan output jika semua kondisi logika
ladder diagram terpenuhi (OUT) dan tidak terpenuhi (OUTNOT). Dalam
bentuk diagram ladder digambarkan sbb :

OUT
OUTNOT

1.2. TIMER (TIM) dan COUNTER (CNT)


Timer/Counter pada PLC berjumlah 512 buah yang bernomor TC 000
sampai dengan TC 511 (tergantung tipe PLC). Jika suatu nomor sudah dipakai
sebagai timer/counter, maka nomor tersebut tidak boleh dipakai lagi sebagai
counter. Jadi dalam satu program tidak boleh ada nomor Timer/Counter yang
sama.
Nilai Timer/Counter pada PLC bersifat countdown (menghitung
mundur) dari nilai awal yang ditetapkan oleh program. Setelah hitungan
mundur tersebut mencapai angka nol, maka contact NO Timer/Counter akan
ON.
Timer mempunyai batas antara 0000 sampai dengan 9999 dalam
bentuk BCD dan dalam orde 100 ms. Sedangkan untuk counter mempunyai
orde angka BCD dan mempunyai batas antara 0000 sampai dengan 9999.
Dalam diagram ledder dapat digambarkan sebagai berikut :

TIM N
SV

CP
R

TIM N
SV

N = Nomer TC
SV = Set Vale

CP = Pulsa
R = Reset

Milik Asisten Lab. Teknik Kendali Univ. Udayana


Sistem Pengaturan

3. Tata Cara Percobaan


1. Masukkan Password PLC (clr+mntr+clr)
2. Set switch selector mode dengan kunci ke posisi program
3. Tekan clear bila perlu sampai 0000 tampil di layar
4. Masukkan kode mnemonic program ke CPU
5. Untuk menampilkan fungsi END tekan (FUN + 01)
6. Periksa program kalau ada kesalahan sintaks (dengan menekan tanda
panah)
7. Jalankan program, set switch selector mode dengan kunci ke posisi run.

Milik Asisten Lab. Teknik Kendali Univ. Udayana


Sistem Pengaturan
Latihan I
Penggunaan LD & AND NOT
* Diagram ladder Latihan I
00000

00001

10001

10001

10002
END

Bila diagram diatas diubah ke dalam kode mnemonic maka dihasilkan


Address
001
002
003
004
005
006
S1
OFF
ON
ON
OFF

Instruksi
LD
AND NOT
OUT
LD
OUT
END
S2
OFF
OFF
ON
ON

Q1
........
........
........
........

Berikan penjelasan logikanya.

Data
00000
00001
10001
10001
10002

Q2
........
........
........
........

Milik Asisten Lab. Teknik Kendali Univ. Udayana


Sistem Pengaturan
Latihan II
Penggunaan LD, AND
* Diagram ladder Latihan II
00000

00001

10003

10003
10003

10004

END

Bila diagram diatas diubah ke dalam kode mnemonic


Address
001
002
003
004
005
006
007
S1
ON
OFF
OFF
ON

Instruksi
LD
OR
AND NOT
OUT
LD
OUT
END
S2
OFF
OFF
ON
ON

Q1
........
........
........
........

Data
00000
10003
00001
10003
10003
10004

Q2
........
........
........
........

Berikan penjelasan logikanya.

Latihan III
Penggunaan Timer
* Diagram ladder Latihan III

Milik Asisten Lab. Teknik Kendali Univ. Udayana


Sistem Pengaturan

00000

00001

TIM 001
# 0030

TIM 001

10005

TIM 001

10006
END

Bila diagram diatas diubah ke dalam kode mnemonic


Address
001
002
003

Instruksi
LD
AND NOT
TIM

004
005
006
007
008

LD NOT
OUT
LD
OUT
END

S1
OFF
OFF
ON
ON

S2
OFF
ON
ON
OFF

Q1
........
........
........
........

Data
00000
00001
001
# 0030
TIM 001
10005
TIM 001
10006

Q2
........
........
........
........

Keterangan

* Berikan penjelasan logikanya.


Latihan III
Aplikasi
* Diagram ladder Latihan IV

00000

20000

00001
20000

Milik Asisten Lab. Teknik Kendali Univ. Udayana


Sistem Pengaturan

20000

TIM 002

TIM 001
# 0010

20000

TIM 002

TIM 002
# 0030

20000

TIM 001

20000

TIM 001

10001

10002
END

Milik Asisten Lab. Teknik Kendali Univ. Udayana


Sistem Pengaturan
Bila diagram diatas diubah ke dalam kode mnemonic
Address
001
002
003
004
005
006
007
008
009
010
011
012
013
014
015
016
017
S1
OFF
ON
OFF
ON

Instruksi

S2
ON
OFF
OFF
ON

Q1
........
........
........
........

Data

Q2
........
........
........
........

* Berikan penjelasan logikanya.

Keterangan