Anda di halaman 1dari 21

Alat Musik Tradisional Sumatera Barat

GPS Wisata Indonesia 08.39

Oleh Tri Agus Yogawasista

Provinsi Sumatera Barat adalah salah satu provinsi yang ada di pulau
Sumatera yang terkenal dengan suku Minangkabau yang ada di sana. Kota
Padang adalah Ibukota dari provinsi Sumatera Barat yang terkenal akah khas

masakan dan juga jam gadang yang biasanya menjadi tujuan pariwisata bagi
para wisatawan baik lokal maupun yang berasal dari manca negara.
Berikut ini daftar nama-nama alat musik tradisional yang menjadi
kebanggaan
masyarakat
Minangkabau
di
Sumatera
Barat.
1. Saluang

Saluang (http://www.scribd.com)
Saluang adalah alat musik tradisional khas Minangkabau, Sumatra Barat.
Yang mana alat musik tiup ini terbuat dari bambu tipis atau talang
(Schizostachyum brachycladum Kurz). Orang Minangkabau percaya bahwa
bahan yang paling bagus untuk dibuat saluang berasal dari talang untuk
jemuran kain atau talang yang ditemukan hanyut di sungai. Alat ini termasuk

dari golongan alat musik suling, tapi lebih sederhana pembuatannya, cukup
dengan melubangi talang dengan empat lubang. Panjang saluang kira-kira 4060 cm, dengandiameter 3-4 cm. Adapun kegunaan lain dari talang adalah
wadah untuk membuat lemang, salah satu makanan tradisional Minangkabau.
Pemain saluang legendaris bernama Idris Sutan Sati dengan penyanyinya
Syamsimar.
Keutamaan para pemain saluang ini adalah dapat memainkan saluang dengan
meniup dan menarik nafas bersamaan, sehingga peniup saluang dapat
memainkan alat musik itu dariawal dari akhir lagu tanpa putus. Cara
pernafasan ini dikembangkan dengan latihan yangterus menerus. Teknik ini
dinamakan juga sebagai teknik manyisiahkan angok (menyisihkannafas). Tiap
nagari di Minangkabau mengembangkan cara meniup saluang, sehingga
masing-masing nagari memiliki style tersendiri. Contoh dari style itu adalah
Singgalang, Pariaman, SolokSalayo, Koto Tuo, Suayan dan Pauah. Style
Singgalang dianggap cukup sulit dimainkan olehpemula, dan biasanya nada
Singgalang ini dimainkan pada awal lagu. Style yang paling sedihbunyinya
adalah
Ratok
Solok
dari
daerah
Solok.
2. Talempong

Talempong (http://www.scribd.com)
Talempong adalah sebuah alat musik khas Minangkabau. Bentuknyahampir
sama dengan gamelan dari Jawa. Talempong dapat terbuat dari kuningan,
namun ada pula yang terbuat dari kayu dan batu, saat ini talempong dari jenis
kuningan lebih banyak digunakan. Talempongini berbentuk bundar pada
bagian bawahnya berlobang sedangkanpada bagian atasnya terdapat
bundaran yang menonjol berdiameter lima sentimeter sebagai tempat tangga
nada (berbeda-beda). Bunyi dihasilkan dari sepasang kayu yang dipukulkan
pada permukaannya. Talempong biasanya digunakan untuk mengiringi tari
piring yangkhas, tari pasambahan, tari gelombang,dll. Talempong juga
digunakan untuk menyambut tamu istimewa. Talempong ini memainkanya
butuh kejelian dimulai dengan tangga pranada DO dandi akhiri dengan SI.
Talempong diiringi oleh akor yang cara memainkanya sama dengan
memainkan
piano.

3. Serunai

Serunai (http://www.scribd.com)
Serunai Alat Musik Tradisional Minang Serunai atau puput serunai, lebih
dikenal sebagai alat musik tiup tradisional Minang. Ia dikenal merata
diseluruh Sumatera Barat, baik di daratmaupun pesisir. Yang disebut darat
terutama luhak nan tigo (Agam, Tanah Datar dan Limo Puluah Koto),
sedangkan pesisir, daerah Sumatera Barat sepanjang pantai Lautan Hindia.
Puput serunai biasanya dibunyikan pada acara-acara keramaian adat, seperti
perkawinan, perhelatan penghulu (batagak pangulu) dan lain-lain. Atau ditiup
secara santai oleh perorangan, pada saat memanen padi atau diladang. Boleh
jadi ia dimainkan secara solo atau sendirian, dan bisa pula secara koor, atau
digabung dengan alat musik tradisional lainnya, seperti talempong, gendang

dan

sebagainya.

Alat yang digunakan untuk puput serunai terdiri dari batang padi, sejenis
kayu atau bambu, tanduk kerbau ataudaun kelapa. Rinciannya sebagai
berikut, untuk bagian penata bunyi, bahannya terbuat biasanya dari kayu capo
ringkik atau dari bambu talang. Ukurannya, sebesar ibu jari tangan. Capo
ringkik itu adalah sejenis perdu, kayunya keras tetapi bagian dalam lunak,
sehingga mudah dilubangi. Panjangnya sekitar 20 cm, diberi 4 lubang
berjarak 2,5 cm, yang berfungsi mengatur irama. Nadanya hanya do-re-mi-fasol atau disebut nada pentatonis. Nada ini yang lazim pada alat musik
tradisional
Minang.
Sedangklan puput atau bagian yang ditiup bisa terbuat dari kayu atau talang
(sejenis bambu) ataupun dari batang padi tua. Terdapat penyambung,
berfungsi sebagai pangkal puput. Panjangnya sekitar 5 cm, yang terbuat dari
kayu keras. Penyambung ini dilubangi untuk saluran nafas, yang
bersambungan dengan poros badan dan poros corong. Di bagian belakang
penyambung ini berbentuk corong pula, dengan garis tengah 2 cm. Kemudian
bagian corong. Bagian serunai yang dibentuk membesar, fungsinya untuk
memperkeras atau memperbesar volume suara. Bagian ini biasanya terbuat
dari kayu (terutama kayu gabus), atau dari tanduk kerbau yang secara alamiah
telah berbentuk lancip, ataupun dari daun kelapa yang dililitkan. Panjangnya
sekitar 10 sampai 12 cm, dengan garis tengah 6 cm di bagian yang
mengembang. Dalam pembuatannya terdapat spesifikasi yang bervarisi di tiap
daerah. Malah, pengaturan nadaada pula dengan cara menutup dan membuka
permukaan corong. Dalam hal serunai dimainkan bersama instrumen lainnya
seperti talempong, gendang dan gong maka panduanbunyinya sungguh
merupakan irama klasik Minang yang amat menyentuh kalbu.
4. Bansi

Bansi (http://putravitophank.wordpress.com)
Hampir sama dengan Saluang, Bansi adalah alat musik jenis tiup yang lebih
modern dibandingkan Saluang karena Bansi sudah memiliki nada standar.
Dengan memiliki nada standar, maka Bansi dapat digunakan untuk
mengalunkan lagu-lagu daerah maupun lagu nasional dengan alunan
bunyinya yang indah. Jika dilihat dari tingkat kesulitan, maka Bansi lebih
mudah dimainkan daripada Saluang. Karena memainkan Saluang butuh
latihan
pernafasan
yang
cukup.
5. Pupuik Batang Padi

Pupuik Batang Padi (http://dedyyulfris.blog.com)


Alat musik tradisional ini dibuat dari batang padi. Pada ujung ruas batang
dibuat lidah, jika ditiup akan menghasilkan celah, sehingga menimbulkan
bunyi. Sedangkan pada ujungnya dililit dengan daun kelapa yang menyerupai
terompet. Bunyinya melengking dan nada dihasilkan melalui permainan jari
pada
lilitan
daun
kelapa.
6. Pupuik Tanduak

Pupuik Tanduak (http://dedyyulfris.blog.com)


Alat musik ini dibuat dari tanduk kerbau (hoorn), dan bagian ujung dipotong
datar untuk meniup. Bentuknya mengkilat dan hitam bersih. Tidak berfungsi
sebagai alat pengiring nyanyi atau tari, jadi sebagai peluit, tanpa lubang,
sehingga hanya nada tunggal. Dahulu digunakan untuk aba-aba pada
masyarakat misalnya pemberitahuan saat subuh dan magrib atau ada
pengumuman
dari
pemuka
kampung.
Dahulu tanduk dipakai oleh kapal layar besar sebagai tanda atau komando
kepada awak kapal, sedangkan di Arab menggunakan bedug dan orang Eropa
menggunakan lonceng maupun tanduk, serta dulu kereta api uap pakai
lonceng
kalau
lewat
keramaian.
7. Rabab

Rabab (http://www.isi-dps.ac.id)
Anda tahu alat musik biola, bukan? Nah, Rabab adalah sejenis biola
tradisional yang merupakah salah satu alat musik tradisional Sumatera Barat.
Cara memainkannya tidak jauh berbeda dengan biola, hanya saja bentuk alat
musik ini masih berbentuk khas tradisional meskipun suara yang dihasilkan
juga
merdu.
8. Tambua

Tambua (http://www.scribd.com)

Tambua atau tambur merupakan alat musik gendang tradisional dari Minang
Kabau. Alat ini di tabuh oleh enam (6) orang penabuh dengan pakaian adat
Minangkabau. Selain itu Tambua biasanya juga di iringi oleh alat musik lain
seperti "Tassa" dan "Talempong". Dengan alat inimaka bunyi Tambua akan
semakin ramai. Alat musik ini biasanya di gunakan untuk membuat ramai
sebuah "Alek" atau acara pesta. Dengan Tambua ini maka acara alek akan
semakin
meriah.
Kesenian Tambua ini memang dengan alat yang sederhana dan dimainkan
sekelompok orang secara bersama. Mereka berupaya menghidangkan seni
bunyi yang indah dan penuh nuansa perjuangan. Peralatan dari kesenian ini
ialah tambua terbuat dari tabung kayu berukuran besar. Tingginya sekitar 75
sentimeter dengan garis tengah 50 sentimeter. Ketebalan kayu dapat divariasi
agar tercipta bunyi-bunyian yang berbeda. Namun, biasanya berukuran 1,5
sentimeter sehingga terdengar bunyi nyaring dari kapsul kayu itu. Tabung itu
ditutup dengan kulit kambing yang dikencangkan lilitan tali. Tak ubahnya
seperti beduk di Masjid, tapi ukurannya lebih kecil. Ada satu lagi alat yang
digunakan, yaitu tansa, berupa bejana berbentuk kuali. Bisa berbahan
aluminium atau seng yang permukaannya ditutup kulit tipis. Alat ini
digunakan sebagai pemandu pukulan pemegang tamburnya. Juga sebagai
komando
dalam
pergantian
lagu,
mulai
dan
selesai.
9. Gandang Tabuik

Gandang Tabuik (http://www.panoramio.com)


Gandang Tabuik berbentuk bangunan bertingkat tiga terbuat dari kayu, rotan,
dan bambu dengan tinggi mencapai 10 meter dan berat sekitar 500 kilogram.
Bagian bawah Tabuik berbentuk badan seekor kuda besar bersayap lebar dan
berkepala wanita cantik berjilbab. Kuda gemuk itu dibuat dari rotan dan
bambu dengan dilapisi kain beludru halus warna hitam dan pada empat
kakinya
terdapat
gambar
kalajengking
menghadap
ke
atas.

Dari beberapa alat musik tradisional di atas, mungkin Gandang Tabuik inilah
yang paling fenomenal dan paling unik yang hanya ada di Sumatera Barat.
Karena alat musik ini dibuat dengan dana hingga puluhan juta rupiah untuk
membuat satu Gandang Tabuik saja. Alat musik ini dibuat tingginya mencapai
10 meter dengan berat 500 kg. Yang lebih uniknya lagi adalah bagian
bawahnya dibentuk menyerupai kuda bersayap, tapi dengan kepala wanita
yang kelihatan mengenak jilbab. Di bagian kakinya dibuat gambar
kalajengking
yang
melihat
ke
atas.
Gandang Tabuik ini dibuat dari bahan bambu yang dipadu dengan rotan dan
kain beludru yang biasanya berwarna hitam. Bagian atasnya terdapat payung
dan patung burung merpati. Cara memainkan Gandang Tabuik ini biasanya
diangkat beramai-ramai oleh 50 orang. Untuk mengangkatnya maka
dibuatkan 4 buah balok bersilang dengan panjang sekitar 10 meter di bagian
bawah Gandang Tabuik ini. Bisa dikatakan alat musik tradisional Sumatera
Barat
ini
cukup
unik,
bukan?
Kateuba (*)

Alat musik ini terbuat dari kayu, rotan dan kulit binatang. Kateuba
merupakan jenis gendang berkepala tunggal dari Kepulauan Mentawai yang
digunakan untuk berbagai upacara adat dan kehidupan sehari-hari. Seni suara
dan seni tari dikembangkan sesuai kebutuhan upacara, demikian pula pada
saat proses pengobatan oleh seorang dukun (sikerei). Bentuk kesenian asli ini
sudah mulai berkurang karena perkembangannya hanya terbatas di kalangan
orang
tua.

Rebab Pasisie (*)

Alat musik yang mirip dengan Biola, dahulu bentuk alat musik ini terbuat dari
tempurung kelapa dengan senar dawai berjumlah tiga buah. Alat musik rabab
di Pasisia akhirnya cenderung berbentuk biola. Rabab Pasisie saat ini adalah
hasil perpaduan antara alat musik biola dari Portugis dan budaya dari
masyarakat Pasisie.

Tukang rebab sedang memainkan Rebab (http://sutanmudo.web.id)


Rebab Pasisie tumbuh berkembang sesuai dengan tradisi yang berlaku dalam
masyarakat Minangkabau di kawasan Pesisir Selatan, seperti di kampuang
Nyiur
Gading
nagari
Kambang
dan
sekitarnya.
Kecapi Jepang (*)

Alat musik ini terbuat dari kayu dan logam. Kecapi Jepang berbentuk persegi
panjang dengan tiga helai senar. Alat musik ini dimainkan untuk mengiringi
pertunjukkan Basijobang dari daerah Payakumbuh. Sijobang adalah sejenis
nyanyian yang memuat kisah tentang Anggun nan Tongga, putri Gondorlah.
Dilihat dari namanya, kecapi ini mendapat pengaruh dari Jepang.
Dulang atau Talam (*)

Alat musik ini terbuat dari tembaga. Dulang, selain digunakan sebagai wadah
makanan juga berfungsi sebagai alat musik. Dulang sebagai alat musik
biasanya dimainkan dalam mengiringi puju-pujian dan dakwa mengingat
Tuhan yang kemudian dikenal dengan sebutan Selawat Dulang pada saat
acara
pernikahan
dan
peringatan
hari
raya
Islam.
Saluang Pauh (*)

Saluang Pauh adalah alat musik tiup atau seruling dengan empat lubang,
merupakan sebuah tradisi lisan yang spisifik berbeda dengan salung panjang,
saat ini minim generasi. Salung Pauh dimanapun dimainkan orang dan
diperagakan orang, salah satu kesenian tradisional Minangkabau.
Salung Pauh mengisahkan sebuah cerita sangat menarik untuk di dengar dan
di pahami, dalam ceritanya dan isinya banyak pesan-pesan tentang kehidupan
anak manusia di masa lalu, sebagai contoh bagi kita semuanya.

MUSIK SUMATERA BARAT


Musik Minangkabau berupa instrumentalia dan lagu-lagu dari daerah ini pada umumnya
bersifat melankolis. Hal ini berkaitan erat dengan struktur masyarakatnya yang memiliki
rasa persaudaraan, hubungan kekeluargaan dan kecintaan akan kampung halaman yang
tinggi ditunjang dengan kebiasaan pergi merantau.
SALUANG
alat musik tradisional khas Minangkabau, Sumatra Barat. Yang mana alat musik tiup ini
terbuat dari bambu tipis atau talang (Schizostachyum brachycladum Kurz). Orang
Minangkabau percaya bahwa bahan yang paling bagus untuk dibuat saluang berasal dari
talang untuk jemuran kain atau talang yang ditemukan hanyut di sungai. Alat ini termasuk

dari golongan alat musik suling. Panjang saluang kira-kira 40-60 cm, dengan diameter 3-4
cm.

BANSI

SALUANG

Bentuknya Pendek dan memiliki 7 lubang dan dapat memainkan lagu-lagu tradisional
maupun modern karena memiliki nada standar. Setelah tahu bentuknya lalu saya coba
untuk belajar bansi terlebih dahulu karena mudah, saya bawakan musik bansi yang ada
dalam tari pasambahan, dan lumayan mudah. Untuk saluang, sampai saat ini masih
belajar dengan keras karena saya anggap orang yang mahir di saluang berarti untuk alat
musik tiuplainnya pasti mudah.

TALEMPONG

BANSI

Bentuknya hampir sama dengan gamelan dari Jawa. Talempong dapat terbuat dari
kuningan, namun ada pula yang terbuat dari kayu dan batu, saat ini talempong dari jenis
kuningan lebih banyak digunakan.

TALEMPONG
RABAB

Rabab merupakan kesenian di Minangkabau yang dimainkan dengan menggesek


biola.Dengan rabab ini dapat tersalurkan bakat musik seseorang.

GANDANG

REBAB
TABUIK

Tabuik berbentuk bangunan bertingkat tiga terbuat dari kayu, rotan, dan bambu dengan
tinggi mencapai 10 meter dan berat sekitar 500 kilogram. Bagian bawah Tabuik berbentuk
badan seekor kuda besar bersayap lebar dan berkepala wanita cantik berjilbab. Kuda
gemuk itu dibuat dari rotan dan bambu dengan dilapisi kain beludru halus warna hitam dan
pada empat kakinya terdapat gambar kalajengking menghadap ke atas.

GANDANG TABUIK