Anda di halaman 1dari 6

MAKALAH INVESTASI

Posted on Juni 8, 2013 by putrinurathovia


BAB 1
PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang

Berdasarkan teori ekonomi, investasi berarti pembelian (dan produksi) dari modal
barang yang tidak dikonsumsi tetapi digunakan untuk produksi yang akan
datang(barang produksi). Contohnya membangun rel kereta api atau pabrik.
Investasi adalah suatu komponen dari PDB dengan rumus PDB = C + I + G + (X-M).
Fungsi investasi pada aspek tersebut dibagi pada investasi non-residential (seperti
pabrik dan mesin) dan investasi residential (rumah baru). Investasi adalah suatu
fungsi pendapatan dan tingkat bunga, dilihat dengan kaitannya I= (Y,i). Suatu
pertambahan pada pendapatan akan mendorong investasi yang lebih besar, dimana
tingkat bunga yang lebih tinggi akan menurunkan minat untuk investasi
sebagaimana hal tersebut akan lebih mahal dibandingkan dengan meminjam uang.
Walaupun jika suatu perusahaan lain memilih untuk menggunakan dananya sendiri
untuk investasi, tingkat bunga menunjukkan suatu biaya kesempatan dari investasi
dana tersebut daripada meminjamkan untuk mendapatkan bunga.
1.2 Rumusan Masalah

Definisi investasi

Tujuan investasi

Bentuk investasi

1.3 Tujuan

Memahami definisi investasi.

Mendeskripsikan tujuan investasi.

Mempelajari macam-macam bentuk investasi.

BAB 2
PEMBAHASAN
2.1 Definisi Investasi

Pengertian investasi menurut Ikatan Akuntansi Indonesia dalam PSAK : adalah suatu
aktiva yang digunakan perusahaan untuk pertumbuhan kekayaan (accreation of
wealth) melalui distribusi hasil investasi (seperti: bunga, royalti, deviden dan uang
sewa), untuk apresiasi nilai investasi atau untuk manfaat lain bagi perusahaan yang
berinvestasi seperti manfaat yang diperoleh melalui hubungan perdagangan.
Pengertian investasi menurut James C Van Horn (1981) :Yaitu kegiatan yang
dilangsungkan dengan memanfaatkan kas pada masa sekarang ini, dengan tujuan
untuk menghasilkan barang di masa yang akan datang.
Pengertian investasi menurut Henry Simamora (2000:438) : Investasi adalah suatu
aktiva yang digunakan oleh perusahaan untuk pertumbuhan kekayaannya melalui
distribusi hasil investasi (seperti pedapatan bunga, royalty, deviden, pendapatan
sewa dan lain lain), untuk apresiasi nilai investasi, atau untuk manfaat lain bagi
perusahaan yang berinvestasi, seperti manfaat yang diperoleh melalui hubungan
dagang.
Pengertian investasi menurut Fitz Gerald (1978): Yaitu aktivitas yang berkaitan
dengan usaha penarikan sumber-sumber yang dipakai untuk mengadakan modal
barang pada saat sekarang ini. Barang modal tersebut akan menghasilkan aliran
produk baru di masa yang akan datang. Fitz Gerald juga mengungkapkan bahwa
investasi yaitu aktivitas yang berkaitan dengan usaha penarikan sumber-sumber
untuk dipakai mengadakan barang. Dari modal tersebut akan dihasilkan aliran
produk baru di masa yang akan datang.
2.2 Tujuan Investasi
Investasi dalam bidang ekonomi memiliki pengertian, sebuah penyertaan Modal
dengan jumlah tertentu untuk membiayai proses usaha dengan pembagian
keuntungan sesuai dengan kesepakatan.Tapi dengan seiring perkembangan jaman,
Seperti sekarang ini. Banyak jenis investasi yang bisa kita lakukan dengan modal
yang tidak terlalu besar. Investasi bisa dilakukan secara individu atau perorangan
dengan berbagai macam tujuan investasi yang ada disekitar kita. Dan diantaranya
sebagai berikut :

1. Investasi pada Emas.


Emas sebagai logam mulia memiliki harga ekonomis yang Tinggi, emas dalam
setiap tahun mempunyai potensi kenaikan dan penurunan harga 10% sampai 20% .
Bukan berarti orang yang berinvestasi pada emas tidak bisa rugi. Yang paling
penting kita harus bisa mengetahui kapan harga emas pada titik terendah, disaat
itu kita beli. Dan disaat saat harga emas naik kita jual. Biasanya harga Emas akan
mengalami kenaikan menjelang Hari Raya.

2. Investasi di Pasar Modal (Saham)


Investasi di pasar modal atau bursa Saham adalah perdagangan saham dari
bermacam macam perusahaan yang menyertakan Modalnya melalui Bursa Efek
sebagai pasar Obligasi dan derivatif.
Investasi di pasar saham tidaklah mudah, dibutuhkan kemampuan membaca pasar
dan teknikel yang baik. Jadi jika anda ingin berinvestasi pada bidang ini, lebih baik
anda belajar terlebih dahulu agar tidak mengalami kerugian. Karena tidak sedikit
orang yang rugi saat berinvestasi di Pasar Modal (saham).

3. Investasi melalui Obligasi atau surat Hutang yang diterbitkan perusahaan.


Investasi jenis hanya bisa dilakukan oleh orang yang memiliki dana dalam jumlah
besar. biasanya investasi jenis ini melalui perjanjian berdasarkan kuartal Waktu
tertentu, Dengan bunga yang tinggi.

2.3 Macam-Macam Investasi

Ada beberapa jenis atau macam investasi. Banyak orang yang hanya tahu tentang
investasi dan belum mengerti tentang investasi yang sebenarnya. Supaya anda
juga lebih tahu dan mengerti tentang investasi , Anda bisa lebih tahu dan mengerti
tentang investasi, anda bisa membaca beberapa tulisan di bawah ini. Ada beberapa
cara jenis atau macam investasi. Jenis atau macam investasi ada di bawah ini.

Dalam berinvestasi, secara umum ada dua macam jenis aset, yaitu aset riil dan aset
financial. Aset riil dan aset financial sama-sama bisa dipertimbangkan sebagai
sarana investasi dalam rangka mencapai tujuan keuangan yang Anda inginkan.
Dalam berinvestasi , ada beberapa yang harus diingat bahwa selalu ada risiko akan
kehilangan moda. Oleh karena itu, sangat perlu mengetahui dengan benar aset-aset
yang cocok Anda pilih untuk berinvestasi sesuai keinginan dan kebutuhan anda.

Aset Riil
Aset riil merupakan aset yang memiliki wujud. Misalnya yaitu tanah, emas, rumah,
dan logam mulia yang lain. Berinvestasi di aset riil merupakan hal yang umum
dilakukan. Misalnya Banu membeli rumah, dan kemudian menyewakannya kepada
pihak lain sehingga memperoleh pendapatan setiap bulan. Belum lagi ketika rumah

itu selesai disewa dan harganya naik, Banu bisa menjualnya dan memperoleh
keuntungan. Banu akan memperoleh banyak keuntungan dari hasil investasi di aset
riil ini. Meskipun harganya bisa naik-turun, tetapi dalam jangka panjang nilainya
cenderung akan semakin meningkat.

Aset Finansial
Aset finansial yaitu aset yang wujudnya tidak terlihat, tetapi tetap memiliki nilai
yang cukup tinggi. Pada umumnya aset finansial ini terdapat di dunia perbankan
dan juga di pasar modal. Di Indonesia dikenal dengan Bursa Efek Indonesia.
Beberapa contoh dari aset finansial misalnya instrumen pasar uang, saham, reksa
dana dan obligasi.

Jenis-jenis atau macam-macam investasi

a. Reksa dana yaitu wadah yang digunakan untuk menghimpun dana dari
masyarakat yang dikelola oleh badan hukum yang bernama Manajer Investasi untuk
kemudian diinvestasikan ke aset finansial lainnya. Dana itu biasanya disimpan di
bank penyimpanan yang disebut dengan bank kustodian. Reksa dana adalah solusi
bagi orang yang ingin berinvestasi dalam banyak aset namun memiliki dana yang
terbatas. Hal ini dimungkinkan karena dana yang dihimpun dari banyak pihak cukup
besar untuk kemudian dapat diinvestasikan pada saham, obligasi dan instrumen
pasar uang sesuai dengan kebijakan dari Manajer Investasi.
Selain itu, reksa dana juga merupakan solusi bagi Anda yang memiliki keterbatasan
dalam pengetahuan dan informasi dalam melakukan analisis investasi, serta bagi
Anda yang tidak mempunyai cukup waktu untuk mengawasi pergerakan harian
saham dan obligasi.

b. Mata uang asing


Segala macam mata uang asing biasanya dapat dijadikan alat investasi.
Investasi dalam mata uang asing ini lebih beresiko dibandingkan dengan investasi
lain seperti saham, karena nilai mata uang asing di Indonesia menganut sistem
mengambang bebas (free float) yaitu benar-benar tergantung pada permintaan dan
penawaran di pasaran. Di Indonesia mengambang bebas membuat nilai mata uang
rupiah sangat fluktuatif.

c. Properti
Investasi dalam properti yaitu investasi dalam bentuk tanah atau rumah.
Keuntungan yang dapat diperoleh dari properti ada dua macam yaitu:
(a) Menjual properti itu dengan harga yang lebih tinggi.
(b) Menyewakan properti tersebut ke pihak lain sehingga memperoleh uang sewa
dari penyewaan itu.

d. Barang-barang koleksi
Biasanya barang-barang koleksi berupa perangko, lukisan, barang antik, cincin,
keris, dan lain-lain. Keuntungan yang didapat dari berinvestasi pada barang-barang
koleksi adalah dengan menjual koleksi tersebut kepada pihak lain yang suka kepada
barang koleksi tersebut. Jika orang yang kita tawari barang tersebut suka pada
barang itu biasanya bisa membeli dengan harga yang cukup tinggi.

e. Saham
Saham ialah kepemilikan atas sebuah perusahaan tersebut. Dengan membeli
saham di suatu tempat, berarti orang yang memiliki saham sama halnya dengan
membeli sebagian perusahaan tersebut. Apabila perusahaan tersebut mengalami
keuntungan, maka pemegang saham biasanya akan memperoleh sebagian
keuntungan yang disebut deviden. Saham itu juga bisa dijual kepada pihak lain,
baik dengan harga yang lebih tinggi yang selisih harganya disebut dengan capital
gain maupun lebih rendah daripada kita membelinya yang selisih harganya disebut
capital loss. Jadi, keuntungan yang bisa diperoleh dari saham ada dua jenis yaitu
capital gain dan deviden.

f. Emas
Emas merupakan barang berharga yang paling diterima di seluruh dunia setelah
mata uang asing dari negara-negara G-7 (sebutan bagi tujuh negara yang memiliki
perekonomian yang kuat, seperti Amerika, Jepang, Jerman, Inggris, Italia, Kanada,
dan Perancis). Harga emas akan mengikuti kenaikan nilai mata uang dari negaranegara G-7. Semakin tinggi kenaikan nilai mata uang asing tersebut, semakin tinggi
pula harga emas. Selain itu harga emas biasanya juga berbanding searah dengan
inflasi. Semakin tinggi inflasi, biasanya akan semakin tinggi pula kenaikan harga
emas. Seringkali kenaikan harga emas melampaui kenaikan inflasi itu sendiri.

g. Tabungan di bank
Tabungan di bank berarti dengan menyimpan uang di tabungan, maka akan
memperoleh suku bunga tertentu yang besarnya mengikuti kebijakan bank yang
bersangkutan. Produk tabungan biasanya memperbolehkan kita mengambil uang
kapanpun sesuai keinginan kita.

h. Obligasi
Obligasi atau sertifikat obligasi ialah surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah
maupun perusahaan, baik untuk menambah modal perusahaan ataupun membiayai
suatu proyek pemerintah. Karena sifatnya yang hampir sama dengan deposito,
maka agar lebih menarik investor suku bunga obligasi biasanya sedikit lebih tinggi
dibanding suku bunga deposito. Selain itu seperti saham kepemilikan obligasi bisa
juga dijual kepada pihak lain baik dengan harga yang lebih tinggi maupun lebih
rendah daripada ketika membelinya.

i. Deposito di bank
Deposito di bank merupakan suatu produk deposito yang hampir sama dengan
produk tabungan, yang membedakannya di sini adalah dalam melakukan deposito
tidak bisa diambil dalam waktu kapan saja sesuai keinginan, kecuali apabila uang
tersebut sudah menginap di bank selama jangka waktu tertentu (tersedia pilihan
antara satu, tiga, enam, dua belas, sampai dua puluh empat bulan, tetapi ada juga
yang harian). Suku bunga deposito biasanya lebih tinggi dibandingkan dengan suku
bunga tabungan. Selama deposito itu belum jatuh tempo, uang pada deposito
tersebut tidak akan terpengaruh oleh naik turunnya suku bunga di bank.