Anda di halaman 1dari 78

Hubungan Asupan Kalsium dan Faktor Risiko Lainnya Dengan Kejadian Osteoporosis

Pada Kelompok Dewasa Awal Di Wilayah Ciputat-Tangerang Selatan


The Correlation between Calcium Intake and The Others Risk Factors with
Osteoporosis in The Erly Adulthood Group in Ciputat-Tangerang Selatan
Oleh : Tria Astika Endah Permatasari
Abstrak
Puncak pembentukan massa tulang (peak bone mass) terjadi pada usia antara 20-30
tahun. Periode yang menentukan kesehatan tulang pada kehidupan berikutnya ini terjadi
bervariasi untuk setiap individu. Penurunan Densitas Massa Tulang (DMT) akan terus terjadi
jika

pembentukan massa tulang sudah tercapai dan akan meningkat seiring dengan

bertambahnya usia. Setiap orang berisiko mengalamai osteopenia atau terjadinya penipisan
massa tulang bahkan menderita osteoporis atau keropos tulang pada usia dewasa awal.
Kondisi ini terjadi karena adanya transisi gaya hidup dari masa remaja ke masa dewasa awal
terutama pola makan.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara asupan kalisum dan
faktor risiko lainnya dengan kejadian osteoporis pada kelompok dewasa awal di wilayah
Ciputat Tangerang Selatan. Penelitian ini menggunakan disain studi potong lintang (cross
sectional). Waktu penelitian pada bulan Januari-Juni tahun 2011 dengan jumlah responden
sebanyak 170 orang mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta berusia 20-25 tahun .
Hasil analisis univariat menunjukkan hasil sebanyak 6,3% (11 orang) responden pada usia
dewasa awal sudah menderita osteoporosis dan sebanyak 51,1% osteopenia. Sebanyak
59,2% responden asupan kalisumnya <80% dari Angka Kecukupan Gizi (AKG).

Hasil

analisis bivariat menggunakan uji chi square dengan tingkat kepercayaan 95% menunjukkan
hasil terdapat hubungan secara bermakna terhadap kejadian osteoporosis adalah asupan
kalsium (odds ratio, OR=9,390), asupan vitamin D (OR=6,915), jenis kelamin (OR=12,083),
Indeks Massa Tubuh (OR=3,958), frekuensi konsumsi makanan sumber kalsium (OR=4,226)
dan frekuensi konsumsi suplemen kalsium (OR=4,226).

Aktivitas olahraga dengan

pembebanan (weigh-bearing exercises) tidak berhbungan signifikan namun menunjukkan


kecenderungan responden yang tidak berolahraga lebih banyak yang osteoporosis (8,9%)
daripada yang berolahraga (3,8%).

100

101
Penelitian ini selanjutnya diharapkan dapat meningkatkan upaya pencegahan dini
terjadinya osteoporosis pada usia dewasa awal secara nyata dengan meningkatkan
penganekaragaman makanan sumber ]kalsium sehingga asupan kalsium sesuai Angka
Kecukupan Gizi (AKG) terutama konsumsi susu, mempertahankan berat badan ideal serta
meningkatkan olahraga dengan pembebanan seperti jalan kaki.
Kata Kunci: Osteoporosis, Osteopenia, Denistas Massa Tulang (DMT), Asupan Kalsium.

Abstract
Peak bone mass was held at the age of 20-35 years. This periode is very important for
bone health status in life cycle that different for each individual. Bone Mass Density (BMD) will
be decreased continously when peak bone mass was passed and correlation with the age
increase. Everyone have risk to get osteopenia which decrease in bone mass or osteoporosis
that is state of the bones become thin and brittle in early adulthood. Changes of lifestyle in
early adulthood as a period of transition from adolescence especially for food consumption
pattern.
The purpose of this study to analyze correlation between calcium intake and the others
risk factors with osteoporosis in the early adulthood group in Ciputat-Tangerang Selatan.
Research using cross-sectional study design in January-June 2012 with 170 respondents age
20-25 years. Univariat analysis shows that 6,5% respondents osteoporosis, 53% osteopenia.
Bivariat analysis shows risk factors that siginificant influence of osteoporosis are calcium
intake (Odds Ratio, OR = 9,390, vitamin D intake (OR=6,915), sex (OR=12,083), Body Mass
Index (OR=3,958), calcium source consumption (OR=4,226) dan calcium supplement
consumption (OR=4,226). Weigh-bearing exercises have not correlation with osteoporosis
but shows the trends that osteoporosis lower for respondent exercise continously.
The results of research can support early prevention for osteoporosis in early adulthood.
The efforts to prevent osteoporosis are increasing the diversification of high calcium food
sources that suitbale with Recommended Dietary Allowance (RDA), increase weigh-bearing
exercise.
Keywords: Osteoporosis, Osteopenia, Bone Mass Density (BMD), Calcium Intake

Permatasari, Hubungan Asupan Kalsium dan Faktor Risiko

102
Pendahuluan

osteopenia mencapai 41,8%, sebanyak

Sumber Daya Manusia (SDM) yang

10,3% menderita osteo-porosis. Penduduk

sehat, cerdas dan berkualitas merupakan

kelompok umur 20-40 tahun di Kota Depok

aset suatu bangsa. SDM paling produktif

dinyatakan 43,3% responden mengalami

ditunjukkan pada masa dewasa karena

osteopenia.5 Penelitian serupa dengan

kesehatan fisik yang optimal terutama

metode yang sama pada 100 orang

puncak pembentukan tulang (peak bone

mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat

mass) terjadi pada rentang usia 20-35

Universitas

tahun.

sebanyak 50,5% responden mengalami

Setelah melewati masa tersebut

kepadatan masssa tulang mulai menipis


bahkan

tulang

keropos

diperoleh

hasil

penurunan kepadatan massa tulang.6

dan

Osteoporosis terjadi disebabkan oleh

berisiko mengalami fraktur.1 Penyakit yang

berbagai faktor risiko terutama asupan

dikenal dengan silent disease karena

kalisum. Salah satu mineral utama yang

gejala dan tandanya tidak secara nyata

sangat berkontribusi terhadap pembentu-

dikenali

cenderung

kan tulang adalah kalsium. Lebih dari 99%

meningkat dari tahun ke tahun.2 Penyakit

kalsium terdapat dalam jaringan keras

ini tidak hanya diderita oleh kelompok

yaitu tulang dan gigi.7,8 Sekitar 91% volume

lanjut usia namun dapat dialami oleh

tulang orang dewasa dibentuk sekitar akhir

kelompok dewasa awal karena puncak

usia remaja atau masa dewasa awal.

pembentukan masaa tulang berbeda untuk

Pada masa remaja penyerapan kalsium

setiap individu.3

dari komsumsi makanan dapat mencapai

ini

menjadi

Indonesia

prevalensinya

Penduduk Asia diprediksi sebanyak

75% lalu menurun hingga 20-40% begitu

50% pada tahun 2050 menderita patah

menginjak usia dewasa.9 Namun asupan

tulang panggul oleh International Osteopo-

kalsium harian orang Indonesia masih

rosis Foundaction (IOF) mengalami patah

banyak yang belum mencukupi jumlah

tulang panggul sebesar 50% penduduk

kalsium yang dibutuhkan untuk memelihara

pada orang Asia.

tulang maupun tubuh.10

Puslitbang Gizi dan

Makanan Departemen Kesehatan yang

Asupan

kalsium

Indonesia

Indonesia (2005) melakukan penelitian di

Institute of Medicine, US (1997) hanya

beberapa

memenuhi 25-30% dari kebutuhan kalsium

Indonesia

dengan

laporan

orang

bekerjasama dengan PT Fonterra Brands

wilayah

berdasarkan

harian

dari

melibatkan sampel hingga 65.727 orang

per harinya.

diperoleh

orang Indonesia sebesar 289 mg kalsium

hasil

bahwa

prevalensi

Rata-rata asupan kalsium

Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, Vol. 7, No.2, Juli 2011

103
per

hari.

Sedangkan

pada

populasi

tabel. Frekuensi konsmsi makanan sumber

Indonesia Angka Kecukupan Gizi (AKG)

kalsium,

untuk kalsium baik bagi laki-laki maupun

penyerapan kalsium (teh, kafein dan soft

perempuan usia 19 - 64 tahun adalah

drink),

sebesar 800 mg.11 Kalsium yang adekuat

melalui instrumen FFQ (Food Formulir

(sekitar

Quostinnaire).

1000

mg)

akan

memberikan

bahan

makanan

konsumsi

penghambat

suplemen

diperoleh

Formulir 24 hours recall

manfaat positif pada sistem rangka baik

digunakan

untuk memaksimalkan peak bone mass

makanan antara lain asupan kalsium dan

(puncak massa tulang) yang terjadi pada

asupan vitamin D yang bekerja secara

usia 20-35 tahun.12

sinergis dalam pembentukan tulang.

Berdasarkan

mengtahui

asupan

tersebut

Pengukuran secara langsung untuk

muncullah pertanyaan penelitian mengenai

mengetahui Indeks Massa Tubuh (IMT)

bagaimanakah hubungan antara asupan

dilakukan dengan mengukur Tinggi Badan

kalsium dan faktor risiko lainnya dengan

(TB) dengan alat Microtose dan Berat

kejadian osteoporosis pada kelompok usia

Badan (BB) dengan timbangan SECA

dewasa awal (usia 20-25 tahun) di wilayah

digital. Pengukuran densitas massa tulang

Ciputat-Tangerang Selatan. Penelitian ini

bekerjasama dengan PT.Fonterra Brands

dilakukann

dalam

Indonesia menggunakan Achilles Express/

dini

Insight Metode Quantitative Ultrasound

terjadinya osteoporosis pada kelompok

dengan keakuratan pengukuran sebesar

usia produktif terutama pada usia dewasa

97%. Hasil pengukuran berupa nilai t-score

awal.

yaitu normal jika nilai t-score >-1 SD,

Metode

osteopenia jikan nilai t-score antara -1 SD

upaya

masalah

untuk

sebagai

melakukan

gambaran
pencegahan

Penelitian ini menggunakan desain

sampai -2,5 SD dan osteoporosis jika

studi potong lintang (cross sectional).

nilai t-score <-2,5 SD. Populasi dalam

Instrumen peneltian adalah kuesioner dan

penelitian

wawancara untuk memperoleh data primer

tinggal

di

mengenai berbagai faktor risiko yang

Selatan

berusia

meliputi

dengan

Sampel penelitian ini adalah Mahasiswa

pengetahuan

Universitas Muhammadiyah Jakarta yang

mengenai osteoporosis, dan jenis kelamin.

mewakili berbagai multikultur di wilayah

Kuesioner terlebih dahulu di lakukan uji

Ciputat-Tangerang Selatan sebanyak 170

validitas dan reliabilitas dimana r hutung > r

orang

kebiasaan

pembebanan,

olahraga

tingkat

Permatasari, Hubungan Asupan Kalsium dan Faktor Risiko

adalah

semua

wilayah

mahasiswa

orang

yang

Ciputat-Tangerang

antara

yang

20-25

tahun.

tersebar

dari

104
seluruh fakultas dengan rumus besar

42,4%, sebanyak 52,9% mahasiswa tidak

sampel variabel dependen kategori satu

terbiasa

populasi dan teknik pengambilan sampel

dengan

adalah menggunakan random sampling.

exercise),

Metode analisis yang digunakan meliputi

pengetahuan

analisis univariat dan bivariat dengan uji

osteoporosis, sebanyak 52,9% responden

chi square.

frekuensi

Hasil

kaliumnya < median, frekuensi konsumsi

Responden

dari

penelitian

ini

makanan

melakukan

aktivitas

pembebanan
30%

konsumsi

dan

(weigh-bearing

responden

yang

olahraga

cukup

mengenai

makanan

minuman

memiliki

sumber

penghambat

sebanyak 170 orang yang diambil secara

penyerapan kalsium seimbang prosentase-

random.

dipilih

nya antara responden yang frekuensi

Universitas Muhammadiyah Jakarta karena

konsumsinya < median (50%) dengan

merupakan salah satu universitas swasta

responden yang frekuensi konsumsinya

di wilayah Ciputat Tangerang Selatan yang

median,

cukup besar dan memilki mahasiswa dari

memiliki kebiasaan konsumsi suplemen

multikultur serta memiliki ragam gaya hidup

adalah sebanyak 53,5% (Lihat Tabel 1).

Lokasi

dan pola makan.

penelitian

serta

responden

yang

tidak

Berikut adalah hasil

analisis univariat dan bivariat :


Analisis Univariat
Hasil
sebanyak

penelitian
6,5%

menunjukkan

responden

sudah

mengalami osteoporosis pada usia dewasa


awal

(20-25

osteopenia.

tahun),
Responden

52,9%

lainnya

yang

asupan

kalsiumnya 80% AKG sebanyak 59,2%,


responden yang asupan vitamin D ny
80% AKG sebanyak 62,4%, responden
perempuan lebih banyak (53,5%) daripada
responden laki-laki (46,5%), IMT tidak
normal (kurus maupun gemuk) sebanyak

Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, Vol. 7, No.2, Juli 2011

105
Tabel 1. Analisis Univariat Hubungan Asupan Kalsium dan Faktor Risiko Lainnya
dengan Kejadian Osteoporosis pada Kelompok Dewasa Awal di Wilayah CiputatTangerang Selatan
Variabel

Kategori
Osteoporosis
Osteoporosis
Osteopenia
Normal
Jenis Kelamin
Laki-laki
Perempuan
IMT
Tidak Normal
Normal
Kebiasaan Olahraga
Tidak Olahraga
Ya, Olahraga
Tingkat Pengetahuan tentang Osteoporosis Cukup
Baik
Frekuensi Konsumsi Makanan Sumber < median
Kalsium
median
< median
Frekuensi
Konsumsi
Makanan
dan median
Minuman
<80% AKG
Penghambat penyerapan Kalsium
80% AKG
Asupan Kalsium
< 80% AKG
80% AKG
Asupan VitaminD
Kebiasaan Konsumsi Suplemen Kalsium

Analisis Bivariat
Analisis

bivariat

Tidak
Ya

terjadi

pada

n
11
90
69
79
91
72
98
90
80
30
70
90
80
85
85

%
6,5
52,9
40,6
46,5
53,5
42,4
57,6
52,9
47,1
30,0
70,0
52,9
47,1
50,0
50,0
59,2
40,8
62,4
37,6

100
69
106
64
91
79

53,5
46,5

responden

yang

tidak

memperlihatkan

melakukan aktifitas olahraga. Selebihnya

terdapat enam variabel yang memilki nilai

memilki nilai p 0,05 dimana tidak memilki

p <0,05 yaitu asupan kalisum, asupan

hubungan

vitamin D, jenis kelamin, IMT, frekuensi

osteopenia antara lain tingkat pengetahuan

konsumsi makanan sumber kalsium, dan

mengenai

konusmsi suplemen kalsium.

konsumsi makanan dan minuman yang

Aktifitas

bermakna dengan kejadian

osteoporosis,

olaharaga dengan pembebanan meskipun

menghambat

tidak

penelitian diolah dengan menggunakan uji

namun

berhu-bungan

secara

bermakna

memilki kecenderungan bahwa

responden yang osteoporosis lebih banyak

chi-square

(tingkat

(Lihat Tabel 2).

Permatasari, Hubungan Asupan Kalsium dan Faktor Risiko

kalsium.

frekuensi

Analisis

kepercayaan

hasil

95%)

106
Tabel 2. Analisis Bivariat Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Osteopenia
Variabel

Kategori
Jenis Kelamin*
Laki-laki
Perempuan
IMT*
Tidak Normal
Normal
Kebiasaan Olahraga
Tidak olaharaga
Ya, Olahraga
Tingkat Pengetahuan Osteoporosis
Cukup
Baik
Frekuensi konsumsi makanan sumber < median
kalsium
median
Frekuensi
konsumsi
makanan
dan median
minuman
penghambat
penyerapan < median
kalsium*
Kebiasaan konsumsi suplemen kalsium*
Ya
Tidak
Asupan Kalsium*
<80% AKG
80% AKG
Asupan Vitamin D*
<80% AKG
80% AKG

Pembahasan

Nilai p
0,004

OR
12,083

0,037

3,958

0,174
0,570
0,645
0,048

4,226

0,048

4,226

0,012

9,390

0,048

6,915

massa tulang terus terjadi. Mereka telah

Sebanyak 11 orang (6,5%) dari 170

mengalami pengeroposan tulang pada usia

orang responden pada penelitian ini 6,3%

yang terlalu dini. Usia kronologis mereka

sudah mengalami osteoporosis. Lebih dari

masih sangat muda namun tidak sejalan

separuh responden juga sudah mengalami

dengan umur tulang yang sudah masuk

penurunan kepadatan massa tulang atau

pada kondisi tidak sehat dan umum terjadi

osteopenia

pada masa usia lanjut.

sebagai

prediktor

terjadinya osteoporosis

awal

Meskipun jika

Idealnya pada usia dewasa awal ini

dilihat dari variabel tingkat pengetahuan

(20-25 tahun) pembentukan tulang masih

bahwa sebagian besar (70%) responden

sangat aktif. Pada rentangan usia dewasa

memiliki pengetahuan yang baik dalam

secara

alamiah

osteoporosis.

tulang

lebih

Responden

yang

telah

pembentukan
banyak

massa

dibandingkan

mengalami osteoporosis pada usia dewasa

penghancuran yaitu sekitar 45% atau

awal ini telah melewati puncak pembentu-

lebih13.

Semakin tua maka akan terjadi

sebaliknya dimana dua jenis sel utama

Tahapan ini jika terlewati maka penurunan

dalam tulang yaitu osteoklast (merusak

kan massa tulang (Peak Bone Mass).

Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, Vol. 7, No.2, Juli 2011

107
tulang)

lebih

osteoblast

banyak

(membentuk

dibandingkan

lainnya Di Eropa risiko terjadinya patah

baru)14.

tulang panggul meningkat pada orang

tulang

oleh

dengan IMT kurus. Penelitian lain yang

tidak

memper-kuat hasil penelitian ini adalah

menimbulkan gejala yang nyata atau rasa

pada penduduk usia dewasa di Kota

sakit sehingga banyak orang mengabaikan

Depok baik di daerah urban maupun rural,

dampaknya dan masalah kesehatan tulang

membuktikan adanya hubungan sangat

ini

terjadi

kuat dalam terjadinya osteopenia. IMT

pengeroposan tulang dan berisiko untuk

kurus lebih berisiko menimbulkan osteo-

mengalami fraktur15.

penia dibandingkan IMT normal.17

Osteo-porosis
banyak

faktor

disadari

terjadi
dan

disebabkan
kondisi

saat

ini

sudah

Jenis kelamin berhubungan secara

Aktifitas olahraga dengan pembe-

bermakna terhadap kejadian osteoporosis.

banan

Perempuan memilki risiko lebih tinggi

membantu pembentukan osteoblast lebih

mengalami osteoporosis dibandingkan laki-

aktif. Olahraga lompat tali atau jalan kaki

laki yaitu sebesar 12,083 kali.

sekitar 30 menit yang dilakukan tiga atau

Massa

(weigh-bearing

tulang perempuan umumnya 4 kali lebih

empat

kecil

meningkatkan

dibandingkan

laki-laki.

Hal

ini

kali

exercise)

dalam

seminggu

massa

dapat

dapat

panggul

dan

disebabkan laki-laki memilki peak bone

mengurangi penurunan massa tulang.13

mass

Pada penelitian ini aktivitas olahraga tidak

lebih

tinggi

dari

perempuan.

Sementara perempuan juga mengalami

memiliki

penurunan

dengan osteoporosis (p value = 0,174).

massa

tulang

lebih

cepat

hubungan

secara

dibandingkan laki-laki terutama berkaitan

Namun

hasil

dengan kadar estrogen pada perempuan16.

terdapat

kecenderungan bahwa osteo-

Selain

pun

porosis proporsinya lebih banyak terjadi

menjadi faktor risiko utama terjadinya

pada responden yang tidak melakukan

osteoporosis. Pada hasil analisis dari

aktivitas olahraga secara rutin (8,9%)

penelitian ini IMT berhubungan secara

dibandingkan

bermakna dengan terjadinya osteoporosis.

melakukan aktivitas olahraga (3,8%).

itu,

Indeks

massa

tubuh

analisis

bermakna

dengan

menunjukkan

responden

yang

Orang yang memiliki IMT tidak normal

Frekuensi konsumsi makanan sumber

terutama IMT kurus berpeluang 3,958 kali

kalsium terutama yang berasal dari bahan

untuk menderita osteoporosis dibanding-

pangan hewani seperti susu dan produk

kan dengan responden yang IMT nya

olahannya masih tergolong rendah pada

normal. Begitupun pada penelitian serupa

responden

Permatasari, Hubungan Asupan Kalsium dan Faktor Risiko

penelitian

ini.

Umunya

108
responden mengonsumsi susu 2 gelas

rata asupan kalsium orang

per hari.

Padahal kandungan kalsium

hanya 25-3-% dari AKG atau sekitar 289

dalam susu sangatlah tinggi. Oleh karena

mg per hari. Asupan kalsium yang cukup

itu

akan membantu mengoptimalkan puncak

konsumsi susu disamping bahan

Indonesia

pangan lain yang mengandung kalsium

pembentukan massa tulang19.

tinggi menjadi salah satu upaya dalam

yang diperoleh dari sumber makanan yang

memenuhi

mengandung

tinggi

karena mengandung 143mg/100 mililiter

memberikan

dampak

susu.

kesehatan

kebutuhan

kalsium

harian

Dianjurkan minum susu sedikitnya

tulang

Kalsium

kalsium

lebih

positif

pada

daripada

hanya

dalam

bentuk

2-3 gelas per hari (200ml/gelas) untuk

mendapatkan

memenuhi kebutuhan 800 mg kalsium per

suplemen19. Hasil penelitian ini memper-

hari.18

lihatkan bahwa responden yang tidak

Hasil

responden

analisis

yang

menunjukkan
frekuensi

cukup asupan kalsiumnya berisiko 9,390

konsumsi makanan sumber kalsium tinggi

kali mengalami osteoporosis dibandingkan

akan terhindar dari osteoporosis sebanyak

responden yang cukup asupan kalsiumnya

4,226 kali dibandingkan responden yang

(sesuai dengan 80% AKG).

frekuensi

memiliki

kalsium

konsumsi

makanan

sumber

kalsiumnya < median.

sangat erat kaitannya dengan asupan

Asupan kalsium merupakan fajadi


faktor

risiko

menyebabkan

Penyerapan kalsium dalam tulang

yang

utama

Fungsi

membantu

vitamin

pembentukan

adalah

tulang

yang

berperan khusus membantu pengerasan

mutlak

tulang dengan cara mengatur kalsium dan

terdapatnya kalsium sebag mineral utama

fosfor agar tetap tersedia di dalam darah

yang

pembentukan

sehingga proses pengerasan tulang bisa

tulang.

Fungsi kalisum ini bersinergis

terjadi.20 Hasil analisis statistik dalam

dengan

fungsi

dalam

penelitian ini juga membuktikan bahwa

Angka Kecukupan

responden dengan asupan vitamin D yang

menjadi

diperlukan

syarat

dalam

vitamin

pembentukan tulang.

Hal

D.

ini

disebabkan

osteoporosis.

dalam

vitamin

Gizi (AKG) kalsium usia 19-29 tahun baik

cukup

untuk laki-laki maupun perempuan 800 mg

sebanyak

per hari.

osteoporosis

Lebih dari separuh (59,2%)

memenuhi
6,915

80%AKG
kali

untuk

dibandingkan

terhindar
terkena
dengan

responden belum memenuhi kebutuhan

responden yang asupan vitamin D nya

kalisum sesuai dengan 80% AKG. Institute

tidak memenuhi 80 % AKG.

of Medicine, US (1997) melaporkan rataJurnal Kedokteran dan Kesehatan, Vol. 7, No.2, Juli 2011

109
Kesimpulan
Faktor
secara

berimbang dalam porsi untuk memperoleh


risiko

yang

bermakna

berhubungan
kejadian

makanan. Dianjurkan untuk meningkatkan

osteoporosis pada penelitian ini antara lain

konsumsi susu dan produk hasil olahannya

asupan kalsium, asupan vitamin D, jenis

karena mengandung kalsium dalam jumlah

kelamin, IMT, frekuensi konsumsi makanan

yang tinggi. Selain itu asupan viatamin D

sumber kalsium terutama untuk susu dan

juga

produk hasil olahan susu (diary milk), dan

kebutuhan kalsium dari makanan pun akan

kebiasaan konsumsi suplemen kalsium

terpenuhi yaitu dalam bentuk pro vitamin

(nilai p <0,05).

D. Untuk mendapatkan vitamin D maka

asupan

dengan

asupan kalsium dari beraneka ragam

Responden yang rendah

kalisumnya

(<80%

harus

ditingkatkan

sehingga

AKG)

diperlukan bantuan sinar matahari, dengan

berpeluang 9,390 kali untuk menderita

demikian responden dapat juga meningkat-

osteoporosis

kan aktivitas olahraga terutama

dibandingkan

dengan

pada

responden yang cukup asupan kalsiumnya

waktu pagi dan sore hari dimana sinar

( 80% AKG).

matahari

sangat

osteoporosis lebih banyak pada mereka

kesehatan

manusia.

yang

olahraga

dengan pembebabnan seperti jalan kaki

secara rutin (8,9%) dibandingkan dengan

selama 30 menit sebanyak 3-4 kali dalam

responden yang memiliki kebiasaan untuk

seminggu

melakukan aktivitas olahraga khususnya

mempertahankan IMT normal bahkan berat

olahraga dengan pembebaban (weigh-

badan idealnya.

tidak

Proposrsi responden yang

memiliki

aktifitas

bearing exercise). Tidak ada hubungan


bermakna
mengenai

antara

tingkat

pengetahuan

osteoporosis,

frekuensi

akan

bermanfaat

Aktivitas olahraga

membantu

Meningkatkan

untuk

mahasiswa

konsumsi

makanan

sumber kalsium terutama membiasakan


konsumsi

susu

dengan

menerapkan

konsumsi makanan dan minuman peng-

gerakan minum susu setiap hari serta

hambat penyerapan kalsium.

makanan sumber kalsium tinggi lainnya


sesuai dengan prinsip gizi seimbang. Dinas

Saran
Responden

kesehatan setempat dalam hal in Dinkes


diharapkan

dapat

meningkatkan asupan kalsiumnya dengan


cara menerapkan pedoman gizi seimbang
yaitu mengonsumsi makanan dari beragam
sumber makanan, bergizi seimbang dan

Kota

Tangerang

Selatan

khususnya

wilayah kerja Ciputat dapat menyediakan


layanan konsultasi kesehatan gratis dann
bekerjasama

dengan

pengukuran

densitas

Permatasari, Hubungan Asupan Kalsium dan Faktor Risiko

pihak
massa

penyedia
tulang

110
sehingga masyarakat dapat secara rutin

6. Hasye,

A.Roza.

Faktor-faktor

yang

(minimal 6 bulan sekali) memeriksakan

Berhubungan dengan Osteopenia pada

kesehatan tulangnya.

Mahasiswi

Fakultas

diterapkan gerakan jalan sehat setiap hari

Masyarakat

Universitas

Indonesia

untuk

Tahun

Fakultas

Kesehatan

Universitas

Indonesia,

Selain itu

meningkatkan kepadatan

perlu

massa

2008.

tulang. Perlu dilakukan penelitian lanjutan

Masyarakat,

yang mengarah pada studi eksperimental

Depok.

pemeberian

asupan

kalsium

pada

7. Almatsier, Sunita.2002. Prinsip Dasar


Ilmu

responden.

Kesehatan

Gizi.

Gramedia

Pustaka

Utama.Jakarta
Daftar Pustaka

8. Baker, Susan, et al. 1999. Calcium

1. Anisa, Siti. 2000. Osteoporosis dan


Pencegahannya. Majalah Kedokteran
Indonesia. Vol.50 No.12
2. World

Health

Health

2008.

of

Physical

Activity.http://www.who.int

[diunduh

Januari 2011]

Indonesia Usia di Atas 45 Tahun


Cenderung

Alami

Osteoporosis.www.depkes.go.id

Asian, Hispanic, and White Youth.


Journal of The American College of

Mei 2010]
10. Briliantono, M. 1998. Tulang Anda
Masa

Depan

Anda,

Cegah

Osteoporosis Sejak Dini. Anlene P.T.

[diunduh 28 Agustus 2010]

Fonterra Brand Indonesia, Jakarta.

4. Sankaran, Balu. 2000. Osteoporois A


Publication Funded by he South East
Asia Regional Office. World Health
Organization. New Delhi, India

yang Berhubungan dengan Osteopenia


pada Kelompok Dewasa Usia 20-40
Tahun di Kota Depok tahun 2008.
Masyarakat,

Universitas Indonesia, Depok.

11. Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi,


2004. Angka Kecukupan Gizi.
12. Grorvenor,

B.

Mary,

dam

Smolin,

A.Lory. 2002. Nutritio from Science to

5. Chandra, Mellisa.2008. Faktor-Faktor

Kesehatan

9. Novotny, et al. 2003. Calcium Intake of

Nutrition. Vol 22, pp 64-70. [Diakses 11

3. Depkes. 2005. Satu dari Tiga Wanita

Fakultas

Adolescents. American Academy of


Pediatrics. Vol 104:5; pp1152-1157.

Organization.

Benefits

Requirements of infants, Children, and

Life.

Barcourt

College

Publisher.

Orlando
13. Nicklas,

T.A.2003.

Calcium

Intake

Trends and Health Consequences from


Childhood through adulthood. Journal
of

The

American

College

of

Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, Vol. 7, No.2, Juli 2011

111
Nutrition.Vol.22, pp:340-356 [Diunduh

Masyarakat.Universitas

13 Mei 2010]

Indonesia.depok

14. Napoli,Nicole, et al.2007. Effect of


Dietary

Calcium

Compared

Calcium

Supplements

on

with

Estrogen

Metabolism and Bone Mineral Density.


American Journal Clinical of Nutrition.

17. Khomsan, Ali. Susu Minuman Bergizi


untuk

Peningkatan

Kualitas

SDM.

http://kolom.pacific.net.id [Diakses 15
Oktober 2008]
18. Wardlaw

G.2002.

Perspective

in

Nutrition 5th. Mc-Graw-Hill Companies,

85:142833.http://www.ajcn.org.[Diunduh

10

America.
19. Nieves, Jeri. W.2005.

Januari 2011]

Osteoporosis :

15. Chompston Juliet.2002. Seri Kesehatan

The Role of Micronutrients. American

Bimbingan Dokter pada Osteoporosis.

Journal Clinical of Nutrition.86:123S-

Dian Rakyat.

9S.http://www.ajcn.org

16. Permatassari,

Astika

Endah

Tria.

Hubungan antara IMT dengan Kejadian

Februari 2011].
20. Garrow,J.S W.P.T James dan Ralph, A.

Osteoporosis pada Kelompok Dewasa

2000.

Usia 40-65 tahun di Kota Depok Tahun

Dietetics.9th.Churchill

2008.

Livingstone.United

Fakultas

Kesehatan

[Diakses10

Permatasari, Hubungan Asupan Kalsium dan Faktor Risiko

Human

Nutrition

and

Kingdom.

Faktor Resiko Penyakit Alergi Pada Anak 0-3 Tahun Di Posyandu Kawasan Industri
Citeureup Kabupaten Bogor
Oleh: Rahmini Shabariah
Abstrak
Penyakit alergi merupakan penyakit yang terjadi akibat interaksi predisposisi genetik
dengan lingkungannya. Lingkungan berperan untuk inisiasi sensitisasi terhadap mempunyai
bakat alergi belum tentu akan menunjukan reaksi alergi bila tidak dirangsang dan dipacu oleh
faktor lingkungan.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peranan usia,
jenis kelamin, cara lahir, riwayat penyakit alergi dalam keluarga, jumlah saudara kandung,
jumlah penghuni rumah, adanya perokok dalam rumah, frekuensi imunisasi, pemberian ASi
eksklusif, lama ASI eksklusif yang diberikan dan usia diberikannya MP ASI terhadap
timbulnya penyakit alergi pada anak usia 0-3 tahun di posyandu kawasan industri Citeurup
kabupaten Bogor.
Penelitian ini merupakan penelitian analitik potong lintang, di Posyandu terpilih di
Kecamatan Citeurup Kabupaten Bogor Jawa Barat yang berlangsung dari Januari-Februari
2008.Subyek penelitian adalah anak yang berusia 0-3 tahun (0-42 bulan) yang datang ke
Posyandu Kecamatan Citeurup Kabupaten Bogor Jawa Barat.Prevalensi penyakit alergi pada
anak usia 0-3 tahun di posyandu kawasan industri Citeureup Kabupaten Bogor adalah 44,9%
dan terbanyak pada anak usia 0,3 tahun. Penyakit alergi terbanyak adalah rhinitis alergi
sebesar 20,2%. Ditemukan hubungan yang bermakna antara kelompok usia 13-42 bulan,
riwayat alergi dalam keluarga , kebiasaan ibu merokok dan pemberian ASI eksklusif dengan
munculnya penyakit alergi.
Perlu informasi yang lebih luas pada masyarakat tentang penyakit alergi terutama di
daerah kawasan industri untuk mencegah faktor resiko penyakit alergi yang telah ada
berinteraksi dengan faktor lain sehingga timbul penyakit alergi.
Kata kunci: Alergi, kawasan industri, Citeurup

PENDAHULUAN

mempunyai bakat alergi belum tentu akan

Penyakit alergi merupakan penyakit

menunjukan

reaksi

oleh

tidak

dirangsang

genetik dengan lingkungannya. Lingkungan

lingkungan.1,7,8 Sedangkan 55% anak-anak

112

dipacu

bila

yang terjadi akibat interaksi predisposisi

berperan untuk inisiasi sensitisasi terhadap

dan

alergi

faktor

113
dengan penyakit atopi mempunyai riawayat

di

kawasan

tersebut

meliputi

pabrik

keluarga yang menderita atopi pula.6

pakaian, pabrik semen, pabrik kue, pabrik

Berdasarkan penelitian the epidem-

benang, pabrik kabel dan lain-lain. Pabrik

miology of Asthma and Allergies in Early

semen adalah yang terbesar dan berada di

Life (The EAAEL Study) pada tahun 2005-

wilayah 3 kecamatan yaitu Kecamatan

2006

Citeureup,

dengan

menggunakan

kuesioner

Kecamatan

Cileungsi

dan

yang sudah modifikasi dari The Inter-

Kecamatan Gunung Putri.16 Polusi udara

national Study Of Asthma and Allergies in

dapat terjadi di daerah ini akibat asap

Childhood (ISAAC) untuk mencari angka

pabrik dan partikel halus dari semen.

kejadian penyakit alergi dan faktor yang

Kepadatan

penduduk

dan

polusi

mempengaruhi, menunjukan hasil bahwa

udara yang terjadi dikawasan industri

nilai

69,2%,

kabupaten Bogor dapat mempengaruhi

spesifitias 85,7%, nilai prediksi positif

kejadian penyakit alergi di wilayah tersebut,

(NPP) 90% dan nilai prediksi negatif (NPN)

dan kondisi ini menarik

60%.17

termasuk untuk menilai tingkat prevalensi

sensitivitas

kuesioner

Beberapa faktor lain yang diketahui


berhubungan

dengan

penyakit

untuk diteliti

penyakit alergi pada anak usia 0-3 tahun

alergi

dan juga faktor-faktor yang berpengaruh

antara lain mekanisme persalinan, usia

langsung terhadap munculnya penyakit

gestasi, jumlah saudara kandung, tingkat

alergi pada ana usia 0-3 tahun di posyandu

sosial ekonomi, infeksi oleh bakteri dan

kawasan industri Citeureup Kabupa-ten

virus, pemakaian antibiotik pada 2 tahun

Bogor tinggi.

pertama, vaksinasi, pemberian ASI, usia

Tujuan penelitian

ini adalah untuk

awal pemberian MP-ASI, dan pemberian

mengetahui bagaimana peranan usia, jenis

probiotik pada ibu hamil dan menyusui.1,10-1

kelamin, cara lahir, riwayat penyakit alergi

Kabupaten Bogor sebagai bagian dari

dalam keluarga, jumlah saudara kandung,

wilayah Provinsi Jawa Barat mempunyai

jumlah penghuni rumah, adanya perokok

beberapa

daerah

yang

dalam rumah, frekuensi imunisasi, pem-

berfungsi

sebagai

industri,

berian ASi eksklusif, lama ASI eksklusif

cibinong,

yang diberikan dan usia diberikannya MP

Kecamatan

ASI terhadap timbulnya penyakit alergi

diantaranya
Kecamatan
Cileungsi,

kecamatan
kawasan

Kecamatan
Citeureup,
Kecamatan

Jonggol

dan

Kecamatan Gunung Putri. Pabrik yang ada

Shabariah, Penyakit Alergi Pada Anak 0-3 Tahun

pada anak usia 0-3 tahun di posyandu

114
kawasan

industri

Citeurup

kabupaten

kandung jumlah orang serumah, adanya

Bogor.

perokok dalam rumah, status imunisasi,

METODE

pemberian

Penelitian ini merupakan penelitian


analitik potong lintang, di Posyandu terpilih

ASI

eksklusif

dan

lama

pemberian ASI serta usia pemberian MP


ASI. Pengisian kuesioner dilakukan dengan

di Kecamatan Citeurup Kabupaten Bogor

wawancara terpimpin yang dipandu oleh

Jawa Barat yang berlangsung dari Januari-

peneliti atau petugas kesehatan yang

Februari 2008.Subyek penelitian adalah

sebelumnya

anak yang berusia 0-3 tahun (0-42 bulan)

kuesioner

yang datang ke Posyandu Kecamatan

sudah
diisi

dan

dilatih.Setelah
terkumpul,

dicek

kembali keleng-kapan jawaban, bila perlu

Citeurup Kabupaten Bogor Jawa Barat.

responden

Responden

mengisi pertanyaan kuesioner yang masih

adalah

ibu

subyek

atau

dihubungi

pengasuh subyek bersedia anaknya/ anak

kosong

asuhnya diikutkan dalam penelitian dan

memastikan jawaban yang benar.

bersedia diwawan-carai. Anak-anak yang

Pengolahan dan analisis data

menderita

kelainan

bawaan,

kelainan

atau

tidak

kembali

Pengolahan

dan

konsisten

analisis

untuk

untuk

data

susunan saraf surat, dan pasca operasi,

menggunakan SPSS versi 13.0.persentase

serta

prevalensi

anak-anak

tidak

memiliki

Kartu

dan

sebaran

karakteristik

menuju sehat dan Ibu/orangtua/ pengasuh

demografi menggunakan analisis univariat.

tidak

Analisis bivariat digunakan untuk menguji

bersedia

diwawan-carai

tidak

dimasukkan dalam penelitian ini. Besar

hubungan

sampel ditentukan berdasar-kan rumus rule

variabel tergantung, sedangkan perbedaan

of thumb yaitu jumlah variabel bebas 12

distribusi proporsi menggunakan uji kai

dan jumlah variabel tergantung 3 dilakukan

kuadrat (chi square) dan untuk melihat

10 maka diperlukan sebanyak 150 sampel.

hubungannya dihitung koefisien rasio odds

Pemilihan subyek adalah secara conse-

(RO). Bila salah satu sel nilainya kurang

cutive sampling. Kuesioner menggunakan

dari 5, akan digunakan fishers test.

kuesioner

telah

Sedangkan analisis multivariate digunakan

dalam

bahasa

untuk menguji berbagai variabel bebas

dimodifikasi

dengan

dengan variabel tergantung dan untuk

ISAAC

diterjemahakan
Indonesia
penambahan

ke

dan

yang

pertanyaan

tentang

antara

variabel

bebas

dan

cara

menentukan variabel bebas yang paling

lahir, riwayat keluarga, jumlah saudara

berpengaruh dalam hal ini faktor resiko

Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, Vol. 7, No.2, Juli 2011

115
digunakan analisis regresi logistic. Tingkat
kemakmuran (p) yang dipakai adalah <0,05
dengan interval kepecayaan 95%. Data,
dan hasil analisis statistik ditampilkan
secara tekstular, tabel dan diagram.
Hasil
Selama

periode

penelitian

yang

dilaksanakandari Januari 2008 hingga akhir


Februari 2008 didapat-kan 223 subyek
yang orangtuanya/ pengasuhnya bersedia
diwawan-carai. Dari 223 subyek tersebut,
198 subyek diantaranya memenuhi kriteria
inklusi. Sebanyak 25 subyek tidak diikut
sertakan dalam penelitian karena lama
tinggal di lokasi < 3 tahun, tidak memiliki
KMS, ada kelainan susunan saraf pusat,
dan usia anak > 42 bulan.
Karakteristik
berdasarkan

Tabel 1. Karakteristik subyek penelitian


Karakteristik
Pendidikan
orangtua
SD
SMP
SMA
S1
Tidak
Tamat
SD
Pekerjaan
orangtua
Ibu Rumah tangga
Karyawan
Pedagang
Guru/TNI/Polri
Janis
Kelamin
anak
Laki-laki
Perempuan
Kelompok Usia
0-12 bulan
13-42 bulan

Jumlah

93
57
3
1
44

47
28,8
1,5
0,5
22,2

151
41
4
2

76,3
20,7
2,0
1,0

109
89

55,1
44,9

83
115

41,9
58,1

Pada penelitian ini usia medium ibu

subyek

penelitian

pendidikan

orangtua,

pekerjaan orangtua, jenis kelamin anak


dan kelompok usia dilihat pada Tabel 1.

subyek adalah 28,07 tahun, usia ibu


termuda 19 tahun sedangkan usia ibu
tertua adalah 45 tahun. Tingkat pendidikan
ibu subyek adalah tidak tamat SD sebesar
44 orang (22,2%), tamat SD sebesar 93
orang (47,0%), tamat SMP sebesar 57
orang (28,8%), tamat SMA sebesar 3
orang

(22,7%),

berprofesi

pedagang

sebesar 4 orang (2,0%) dan berprofesi


sebagai guru/TNI/ Polri sebesar 2 orang
(1,0%).

Shabariah, Penyakit Alergi Pada Anak 0-3 Tahun

116
Dari 198 subyek yang mengikuti
penelitian

ini

sebanyak

(55,1%)

subyek dengan gejala alergi berdasarkan

subyek adalah laki-laki dan 89 (44,9%)

jenis kelamin dan kelompok usia. Penyakit

subyek adalah perempuan. Berdasarkan

alergi didapatkan pada 50 subyek laki-laki

sebaran usia, subyek paling banyak ada di

(56,2%) sedangkan pada subyek peremp-

kelompokkan

uan didapatkan 39 subyek (43,8%). Tidak

usia

109

Pada tabel 2. Menunjukkan karakteristik

13-42

bulan

yaitu

sebesar 115 subyek (58,1%) sedangkan

ada

subyek pada kelompok usia 0-12 bulan

penyakit alergi pada kelompok subyek laki-

sebesar 83 subyek (41,9%). Usia media

laki dibandingkan perempuan dengan rasio

subyek

Odds

adalah

penelitian

13,90

termuda

bulan,

berusia

subyek

bulan,

perbedaan

1,086

bermakna

(IK

95%

kejadian

0,619-1,908;p=

0,885).

sedangkan yang tertua berusia 42 bulan.


Tabel 2. Karakteristik subyek dengan gejala penyakit alergi berdasarkan jenis kelamin
dan kelompok usia
Karakteristik

Jenis kelamin
Laki-laki
Perempuan
Total
Kelompok
usia
0-12 bulan
13-42 bulan

Penyakit alergi
Ada
Tidak ada
N (%)
N (%)

OR
(IK 95%)

1,086
(0,619-1,908)

0,885

0,024

50
(56,2%)
39
(43,8%)
89
(44,9%)

59 (54,1%)
50 (45,9%)
109
(55,1%)

29
(32,6%)

55 (50,5%)

0,492
(0,275
0,880)

alergi

kelompok

54 (49,5%)

60
(67,4%)

Penyakit alergi pada kelompok usia

usia

13-42

buloan

13-42 bulan sebesar 60 subyek (67,4%)

dibandingkan kelompok usia 0-12 bulan

sedangakan pada kelompok usia 0-12

dengan rasio Odds 0,492 (IK 95% 0,275-

bulan

0,880;p= 0,024).

ditemukan

(32,6%).

sebesar

Terdapat

29

perbedaan

subyek
yang

Tabel 3. Memperlihatkan kejadian

bermakana tentang timbulnya penyakit

gejala penyakit alergi berdasarkan riwayat

Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, Vol. 7, No.2, Juli 2011

117
alergi

pada

ibu,

ayah

dan

saudara

Timbulnya penyakit alergi berbeda

kandung. Pada penelitian ini subyek yang

bermakna pada kelompok subyek yang

memiliki riwayat alergi pada ibu sebesar 52

memiliki

subyek (26,3%), subyek yang memiliki

dibandingkan subyek yang tidak memiliki

riwayat alergi pada ayah sebesar 32

riwayat alergi pada ibu dengan rasio Odds

subyek (16,2%) dan subyek yang memiliki

3,508 (IK 95% 1,795-6,853 ; 0,000).

riwayat

alergi pada saudara kandung

Sedangkan timbulnya penyakit alergi pada

sebesar 25 subyek (122,6%). Kejadian

kelompok subyek yang tidak ada riwayat

penyakit alergi lebih banyak terjadi pada

penyakit alergi pada ayah dan saudara

subyek yang memiliki riwayat alergi pada

kandung tidak berbeda bermakna dengan

ibu yaitu sebesar 35 (39,3%) dibandingkan

rasio Odds 1,480 (IK95% 0,693-3,161;

subyek yang memiliki riwayat alergi pada

p=0,411)dan rasio Odds 1,663 (IK95%

ayah yaitu sebesar 17 subyek (19,1%) dan

0,714-3,8722;p=0,330).

riwayat

alergi

pada

ibu

saudara kandung sebesar 14 subyek


(15,7%).
Tabel 3. Kejadian gejala penyakit alergi berdasarkan riwayat alergi pada ibu, ayah dan
saudara kandung
Riwayat Ibu

Riwayat Ayah

Riwayat Saudara

alergi

Alergi

alergi

Penyakit
alergi

Ada

Tidak

Ada

Tidak

Ada

Tidak

Ada

35(39,3%)

54 (60,7%)

17(19,1%)

72(80,9%)

14(15,7%)

75(84,3%)

Tidak

17(15,6%)

92 (84,4%)

15(13,8%)

94(86,2%)

11(10,1%)

98(89,9%)

Total

52(26,3%) 146(73,7%) 32(16,2%)

166(83,8%)

25(12,6%)

173(87,4%)

OR

3,508 (1,795-6,853)

1,480 (0,693-3,161)

1,663 (0,714-3,872)

0,000

0,411

0,330

(IK95%)
P

Diskusi
Data tentang adanya penyakit alergi
pada penelitian ini hanya diperoleh melalui

Shabariah, Penyakit Alergi Pada Anak 0-3 Tahun

wawancara
kuesioner
Study

Of

dengan
modifikasi
Asthma

menggunakan
The

And

International
Allergies

in

118
Childhood

(ISAAC)

dan

penentuan

alergi sebesar 41,9%, dermatitis atopi

penyakit hanya berdasarkan ada tidaknya

sebesar 24,6% dan asma didapatkan

gejala penyakit dalam 12 bulan terakhir

sebesar 13,9%.
Penelitian di Bandung oleh Hafsah58

tanpa dilakukan pemeriksaan fisis. Alat


bantu berupa gambar dan suara rekaman

pada

bunyi

dapat

kejadian penyakit atopi yang lebih rendah

tersebut.

pada anak usia 3 tahun. Dari seluruh

Keterbatasan penelitian yang lain adalah

subyek yang dianalisis kejadian penyakit

tingkat pendidikan responden yang rendah

atopi ditemukan sebesar 18,0% meliputi

dapat

dermatitis atopi 9,0%, rhinitis alergi 4,0%

mengi

memperkecil

diharapkan
kelemahan

mempengaruhi

pertanyaan

yang

pemahaman

diajukan

sehingga

tahun

dan

2004

melaporkan

dermatitis

alegi

angka

maupun

rinokonjungtivitis alergi 5,0%. Weningsih59

mempengaruhi jawaban.
Pada penelitian ini penyakit alergi

pada

tahun

2006

melaporkan

ditentukan berdasarkan adanya satu atau

kejadian

lebih gejala penyakit alergi meliputi asma

meningkat dibanding tahun sebelumnya,

alergi, rhinitis alergi dan dermatitis atopi.

yaitu sebesar 33,08% dari seluruh subyek

Penyakit asma alergi ditandai dengan

meliputi rhinitis alergi 15,7%, dermatitis

adanya

atopi 6,9%, asma alergi 1,9%, dan subyek

mengi

dalam

12

bulan

atau

penyakit

ingusan dalam 1 bulan terakhir, yang

dengan

gejala

bukan disebabkan sakit influenza atau

sebesar 8,4%.

alergi

alergi

di

angka

lebih

Bandung

dari

satu

batuk pilek. Sedangkan penyakit dermatitis

Tingginya angka kejadian penyakit

atopi ditandai dengan ruam merah yang

alergi di wilayah ini dapat disebabkan

gatal pada kulit, hilang timbul selama

pengaruh polusi udara oleh asap pabrik

sedikitnya 6 bulan dalam 12 bulan terakhir.

maupun asap kendaraan bermotor yang

Penyakit alergi ditemukan sebesar

dalam penelitian ini kedua faktor tersebut

44,9% dari 198 subyek penelitian meliputi

tidak

dianalisis,

hal

ini

merupakan

asma alergi 4,5%, dermatitis atopi 16,%

kelemahan dari penelitian ini. Faktor lain

dan dermatitis atopi dan rhinitis alergi

yang juga tidak dianalisis adalah paparan

3,0%. Munasir dkk9 melaporkan angka

tungau debu rumah dan paparan serpihan

kejadian penyakit alergi yang lebih tinggi

bulu binatang yang mungkin juga berperan

pada anak usia 1-18 bulan di Jakarta yaitu

pada penyakit alergi pada anak usia 0-3

dari semua anak yang menderita gejala

tahun di kawasan ini.

penyakit alergi (n=626) ditemukan rhinitis


Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, Vol. 7, No.2, Juli 2011

119
Penyakit

laki-laki

13-42 bulan sebaesar 72,3% dibandingkan

ditemukan sebesar 56,2% dan penyakit

27,7% pada kelompok usia 0-12 bulan dan

alergi pada perempuan sebasar 43,8%

perbedaan ini secara statistik bermakana

perbedaan

dengan rasio Odds 0,44 (IK95% 0,2217-

bermakna

alergi

ini

pada

secara

dengan

rasio

statistik

tidak

Odds

1,086

0,904;p=0,036).

(IK95% 0,619-1,908; p= 0,885). Penelitian


ini mendapatkan hasil yang berbeda yaitu
58

Hafsah

mendapatkan kejadian penyakit

Berdasarkan

analisis

multivariat

regresi logistik didapatkan resiko subyek


kelompok

usia

0-1

bulan

dalam

hal

alergi pada anak perempuan lebih banyak

munculnya penyakit alergi 0,465 kali resiko

yaitu sebesar 53,0% dibandingkan pada

subyek kelompok usia 13-42 bulan (IK95%

laki-laki sebesar 47,0%. Eningsih59 juga

0,247-0,876;p=0,018).

mendapatkan

alergi

perjalanan alamiah penyakit atopi yang

pada anak perempuan lebih banyak yaitu

dimulai dengan manifestasi dermatitis atopi

sebesar

pada masa bayi, kemudian rhinitis atau

kejadian

54,7%

penyakit

dibandingkan

laki-laki

asma

pada penelitian ini jumlah subyek laki-laki

penelitian

lebih banyak, sedangkan pada penelitian

kelompok usia yang lebih besar, sehingga

pembanding sebelumnya jumlah subyek

kemungkianan untuk memperoleh gejala

perem-puan yang lebih banyak.

rhinitis

total

seluruh

subyek

yang

ini

dan

masa

dengan

sebesar 45,3%. Perbedaan ini disebabkan

Dari

pada

Sesuai

subyek

asma

anak-anak.

Pada

terbanyak

pada

alergi

lebih

besar

dibandingkan dermatitis atopi.

memiliki penyakit alergi (n=89), penyakit

Resiko untuk mendapatkan penyakit

alergi pada kelompok usia 13-42 bulan

alergi pada anak lebih besar bila salah satu

ditemukan sebesar 67,4% sedangkan pada

orangtua

kelompok usia 0-12 bulan didapatkan

Sundaru7 melaporkan terdapat hubungan

32,6%. Penyakit alergi paling banyak pada

yang erat riwayat asma pada orangtua

kelompok usia 0-12 bulan dermatitis atopi

dengan penyakit asma pada anaknya.

diikuti

rinitis

Penyakit

alergi

alergi

dan

paling

menderita

penyakit

alergi.

asma

alergi.

Koning dkk60 menyebutkan bila salah satu

banyak

pada

orangtua memiliki penyakit alergi maka

kelompok usia 13-42 bulan adalah rinitis

anak

alergidermatitis atopi dan asma alergi. Bila

menderita penyakit alergi, apabila kedua

dilakukan analisis ke tiga penyakit alergi

orangtuanya memiliki penyakit alergi maka

terhada kelompok umur didapatkan angka

resiko menjadi 60-80%, apabila saudara

kejadian rhinitis alergi pada kelompok usia

kandung memiliki penyakit alergi maka

Shabariah, Penyakit Alergi Pada Anak 0-3 Tahun

mem-punyai

resiko

20-40%

120
anak

mempunyai

resiko

20-30%,

sedangkan bila orangtua tidak memiliki


penyakit

alergi

maka

resiko

rasio

Odds

3,508

(IK95%

1,795-

6,853;p=0,000).

anak

Hasil penelitian ini serupa dengan


penelitian yang dilakukan oleh Munasir 9

menderita penyakit alergi sebesar 10%.


Pada penelitian ini didapatkan subyek

dan

Weningsih

59

yang

menyebutkan

yang memiliki riwayat penyakit alergi dalam

bahwa resiko anak menderita penyakit

keluarganya sebesar 40,4%, sedangkan

alergi sebesar dua sampai tiga kali lipat

59,6% subyek tidak ada riwayat alergi

bila orangtua memiliki penyakit alergi.

dalam

Munasir

keluarganya.

Penyakit

alergi

dkk

melaporkan

trdapat

ditemukan sebesar 55,1% pada kelompok

hubungan yang bermakna antara riwayat

subyek

dalam

asma pada ayah dengan gejala mengi (OR

keluarga, dan kejadian penyakit alergi

3,41(IK95% 1,43-8,11; p=0,001) dan ruam

berbeda bermakna secara statistik antara

kulit (OR 2,39(IK95% 1,09-5,24; p=0,002)

kelompok yang memiliki riwayat alergi

pada

dalam keluarganya dibandingkan

yang

hubungan yang bermakna antara riwayat

tidak dengan rasio Odds 3,082 (IK95%

dermatitis atopi pada ibu denga rhinitis

1,709-5,558;p=0,000).

alergi pada anak (OR 3,07 (IK95% 1,24-

dengan

Subyek

riwayat

dengan

alergi

riwayat

penyakit

alergi pada ibu ditemukan paling banyak

anak

selain

itu

juga

terdapat

7,6;p=0,001).
KESIMPULAN

yaitu 26,3%, diikuti riwayat penyakit alergi

Prevalensi penyakit alergi pada anak

pada ayah sebesar16,2%, dan riwayat

usia 0-3 tahun di posyandu kawasan

penyakit alergi pada saudara kandung

industri Citeureup Kabupaten Bogor adalah

sebesar 12,6%. Kejadian penyakit alergi

44,9% dan terbanyak pada anak usia 0,3

paling banyak ditemukan pada subyek

tahun. Penyakit alergi terbanyak adalah

yang memiliki riwayat alergi pada ibu yaitu

rhinitis alergi sebesar 20,2%. Ditemukan

sebesar 39,3% dibandingkan subyek yang

hubungan

tidak memiliki riwayat alergi pada ibu dan

kelompok usia 13-42 bulan, riwayat alergi

perbedaan ini bermakna secara statistik.

dalam keluarga, kebiasaan ibu merokok

Berdasarkan anlaisis multivariat subyek

dan

dengan riwayat penyakit alergi dalam

munculnya penyakit alergi.

keluarga memiliki resiko 3 kali resiko

yang

pemberian

bermakna

ASI

eksklusif

antara

dengan

Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut

subyek tanpa riwayat alergi dalam keluarga

kemungkinan

pengaruh

polusi

udara

dalam hal timbulnya penyakit alergi dengan

terhadap tingginya angka prevalensi gejala

Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, Vol. 7, No.2, Juli 2011

121
penyakit alergi pada anak di posyandu

dkk. Comparison of the prevalence of

kawasan industri Citeureup Kabupaten

wheeze, persistent rash and doctor

Bogor. Perlu informasi yang lebih luas

diagnosed aczema in the three South

pada masyarakat tentang penyakit alergi

East Asian cities of Jakarta, Bandung

terutama di daerah kawasan industri untuk

and Singapore. J allergy Clin Immunol

mencegah faktor resiko penyakit alergi

2006;17:S293.

yang telah ada berinteraksi dengan faktor

Reitmeir P, stiepel E, Genetic risk for

lain sehingga timbul penyakit alergi.

asthma, allergic rhinitis and atopic

Daftar Pustaka
1. Kay AB. Allergy and allergy diseases.
Dalam

Mackay

IR,

6. Dold SE, Wjst M, von Mutius E,

Rosen

FS,

penyunting. Advances in immunology.

dermatitis.

Arch

Dis

Child

1992;67:1081-22.
7. Sundaru H. Perbandingan Prevalensi
dan Derajat Berat Asma antara Daerah

N Engl J Med 2001;344:30-6.


2. Pearce n, sunyer J, cheng S, Chinn S,

Urban dan Rural pada Siswa Sekolah

Bjorksten B, Burr M, dkk. Comparison

Usia 13-14 tahun. Tinjauan dari segi

of asthma prevalence in the ISAAC

riwayat asma dalam keluarga, penyakit

and

atopi yang menyertai, kadar alergan

the

ECRHS.

Eur

Respir

debu

2000;16:420-6.
3. Down SH,

Marks GB,

Sporik R,

Belosouva EG, peat JK, Car NG.

rumah,

sensitisasi

alergan,

urutan kelahiran anak, dan populasi


udara.

[Disertasi].

Ilmu

Penyakit

Continued increase in the prevalence

Dalam. Fakultas Kedoteran Unversitas

of asthma and atopy. Arch Dis Child

Indonesia. 2005.
8. Akib AP. Pengobatan dini anak atopi.

2001;84:20-3.
4. Siregar PS, Suyuko D, Akib A, Munasir
Z, Matondang CS. Prevalence penyakit

Update allergy and clinical immunologi.


Bogor,2000.

atopi pada anak di kelurahan Utan

9. Munasir Z, Akib AAP, Siregar SP,

Kayu. Disampaikan pada Simposium

Suyoko EMD, Kurniati N, van Bever H.

Kualitas Hidup di Perkotaan, Aspek

Epidemiology of asthma and allergies

Penyakit

in early life 2006. [Unpublished]

alergi.

Pokja

Immunologi

10. Whan U, Von Mutius E. Childhood risk

FKUI Jakarta, 1990.


5. Baratawidjaja

K,

Setiabudiawan

b,

Munasir z, Kurniati N, Tan TN, Lim DL,

faktor for atopy and the importance of


early

intervention.

allergy

Immunol 2001 ;107:567-74.


Shabariah, Penyakit Alergi Pada Anak 0-3 Tahun

Clin

122
11. Liu

AH,

Murphy

JR.

hygine

hypothesis: fact or fiction?. J Allergy


Clin Immunol 2003;111:471-8.

Dalam:

Lancet 1999;353:874-8.
16. Kabupaten Bogor dalam angka. 2007.

12. Leung, DYM. Epidemilogy of allergic


diseases.

and peak expiratory flow in children.

Leung

DYM,

Biro Pusat Statistik Kabupaten Bogor.


17. Setyabudiawan B.

Sensitivitas dan

Sampson HA, Geha RS, Szefler SJ,

spesifitas modifikasi angket ISAAC

penunting. Pediatric allergy principle

untuk skrining asma pada murid SD

and

dengan

practice.

Edisi

ke-4.

Missuri:

13. Akip AP. Perjalanan alamiah penyakit

Dalam:

dan
Akib

Matondang
Pendekatan

upaya
AP,

provokasi

histamine

sebagai standar emas [Tesis]. Ilmu

Mosby;2003.h.1-9.

alergi

uji

pencegahannya.
Tumbelaka

CS,
imunlogis

AR,

penyunting.
berbagai

Kesehatan anak Faklutas Kedokteran


Universitas Padjajaran, 1996.
18. Pearlman DS, Bierman CW. Allergic
disordes.

Dalam:

infants

Balai penerbit FKUI;2001.h.37-45

Philadelphia:

Natural history of allergic diseases and

ER,

penyunting. Immunologic disorders in

penyakit alergi dan infeksi. Edisi ke-8.

14. Liu AH, Martinez FD, Tussing LM.

Stiehm

and

children.
W.B.

Edisi

ke

4.

Sunders

Company;1996.h.604-13.
19. Terr AI. The atopic diseases. Dalam:

asthma. Dalam Leung Donald YM,

Stites

Sampson HA, Geha RS, Szefler SJ,

penyunting. Medical immunology. Edisi

penyunting. Pediatric allergy principles

ke

and practice. Edisi ke-4. Missouri:

Lange;1997.h.389-408.

DP,

9.

Terr

London

AI,

parslow

TG,

Appleton

&

20. Terr AI. Allergic diseases. Dalam:

Mosby;2003.h.10-22.
15. Boezen HM, van der Zee SC, Postma

Stites DP, Stobo JD, Fudenberg HH,

DS, Vonk JM, Gerritsen J, Hoek G,

Wwells JV, penyunting. Basic and

dkk. Effect of ambient air pollution on

clinical

uppe anf lower respiratory symptoms

Singapore: Maruzen Asian Edition;

Immunology.

Edisi

ke-5.

1984.h.500-18.

Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, Vol. 7, No.2, Juli 2011

Peran Refleksi Diri dalam Kemampuan Logika Klinis Mahasiswa Kedokteran


Oleh: Oktarina, Herawati Y, Rahmini Shabariah, Husna I, Khomimah K

Abstract
Aims. To explore the effect of self reflection on developing clinical reasoning skills.
Methods. This cross sectional study involved medical students who completed preclinical
phase of their study. Students' self reflection were measured by the Scale of Reflection in
Learning by Sobral, while clinical reasoning ability was assessed by script concordance tes
(SCT). The SCT is confirmed by 10 medical doctors as judges.
Results. There is significant relationship between SCT score and self reflection score,r= .262,
p(one tailed) < .05.
Conclusion. The result implies that clinical reasoning ability is influenced by self reflection.
Hence,it can be a subject to consider for strengthening self reflection in improving clinical
reasoning ability.
Keywords: Refleksi diri, logika klinis,

PENDAHULUAN

klinis, yaitu kemampuan berpikir secara


sistematis

Refleksi diri adalah bagian penting

menatalaksana

dalam metakognisi. Hal ini memiliki peran


dalam

mengenali

kelemahan

diri

dikembangkan.

kemampuan
sendiri

yang

Dengan

klinis

perlu

cara

et

kemahiran

belajar

&

dipengaruhi

oleh

kekayaan

berpikir

dan

menata

informasi.

Rikers, 2007; Dunphy et al,2010). Proses

al,

2011). Kemampuan ini dibutuhkan dalam


mencapai

(Boshuizen

(Boshuizen & Schmidt, 2000; Schmidt &

sehingga mereka dapat merencanakan


(Duvivier

pasien

dalam

pengetahuan biomedis yang dimiliki serta

memiliki

terhadap kekurangan yang dimiliki-nya,

belajarnya

beralasan

Schmidt, 2000). Kemahiran dalam logika

dan

kemampuan refleksi diri, pembelajar sadar

kebutuhan

dan

mendapatkan

pengetahuan

sendiri,

sangat

akan

pembelajar

saat

dengan

mendalami informasi atau pengetahuan

mengenali

memanfaatkan

biomedis

terstruktur

bila

kebutuhannya
potensi

yang

dimiliki diantara keterbatasannya (Vermunt

baru.

& Verloop, 1999). Selain itu, kemahiran lain

Sesuai dengan kompetensi profesi,

yang diperlukan adalah

dokter dituntut untuk mahir dalam berlogika

proses belajar

memproses informasi baru supaya siap


123

124
digunakan atau dengan kata lain tersimpan

menggunakan

kuesioner

dengan baik dalam memori dan mudah

Concordance Test (SCT).

dan

Script

untuk dipanggil pada saat dibutuhkan,.


Metakognisi adalah aktifitas berpikir
yang

mempengaruhi

keputusan
seperti

pada

refleksi

memilih

konten,

peng-ambilan

seorang

pembelajar,

kemam-puan
mengatur

sendiri,
motivasi,

mengarahkan upaya pada proses, dan


memilih strategi belajar untuk mencapai
tujuan (Vermunt & Verloop, 1999). Sebagai
contoh, bila seorang pembelajar yang
mahir menghadapi suatu tugas, dia secara
sadar akan mengenali kemampuan dirinya,
dia juga akan memotivasi dirinya sendiri,
selain itu dia akan memilih konten yang
diperlukan

untuk

masa

depannya

sehubungan dengan cita-citanya, serta


memilih strategi yang sebaiknya digunakan
dan mengatur seberapa keras upaya yang
perlu dilakukan.
Berdasarkan

referensi

di

atas,

sangatlah relevan untuk mengeva-luasi


pengaruh refleksi diri dalam kemampuan
logika klinis mahasiswa kedokteran dalam
proses studinya. Hasil yang diperoleh
diharapkan dapat menjadi alasan pengembangan kurikulum dengan suatu program
yang meningkatkan kemampuan refleksi

METODE

Penelitian ini dilakukan di Fakultas


Kedokteran dan Kesehatan Universitas
Muhammadiyah

Jakarta.

selama menjadi mahasiswa kedokteran.


Subyek penelitian ini adalah mahasiswa
kedokteran

yang

telah

memasuki tahap kepaniteraan klinik. Hal ini


diperlukan karena sebagian besar ilmu
biomedis sebagai salah satu bekal utama,
dipelajari pada tahap sarjana kedokteran.
Jumlah populasi target adalah 94 orang.
Seluruh responden melaku-kan tes
dengan Script Concordance Test (SCT)
dan

diminta

untuk

mengisi

jawaban SCT dinilai berdasarkan proporsi


jawaban panelis, yang merupakan dokter
yang

berpengalaman

dalam

praktik

kedokteran. Panelis berjumlah 10 orang


dokter praktek umum. Sedangkan skor
kuesioner

Sobral

menggunakan

skala

Likert dari 1 hingga 7. Hasil kuesioner ini


adalah jumlah keseluruhan skor yang ada.

untuk

SCT

masalah

penelitian

dengan

kuesioner

tentang refleksi diri dari Sobral. Kemudian,

digunakan

ini

menyelesaikan

tingkat sarjana kedokteran dan sebelum

Script Concordance Test

rumusan

klinis

adalah komponen yang perlu dipelajari

diri mahasiswa. Desain cross sectional


menjawab

Logika

merupakan

mengukur

metode

kemampuan

tes

yang

logika

klinis

(Charlin, B., Roy, L., Brailovsky,C., Goulet,


Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, Vol. 7, No.2, Juli 2011

125
F., & Vleuten, C., 2000). SCT disusun oleh

HASIL

Data

dua orang dokter umum, satu orang dokter

yang

diperoleh,

ahli kesehatan anak dan satu orang dokter

menggunakan

ahli

was

(versi 15.0). Batas signifikansi adalah

constructed by 2 general practitioners and

p=0.05. Data yang diperoleh, berasal dari

1 pediatrician and 1 internist, Dalam

73 orang, atau 77,66% responden yang

penelitian ini, SCT terdiri dari dua kasus

mengisi kuesioner dan melakukan tes

pediatric dan dua kasus dewasa. Masing-

secara lengkap. Dari hasil yang terkumpul,

masing kasus mengandung dua area, yaitu

dilakukan pengukuran konsistensi internal.

kemampuan diagnosis dan kemampuan

Kuesioner Sobral

merencanakan prose-dur diagnostic. Tiap

internal baik (Cronbachs alpha= 0.719).

area memiliki empat pertanyaan. Semua

Sedangkan SCT memilliki reliabilitas baik

pertanyaa dijawab oleh panelis. Jumlah

dengan Chronbachs alpha= 0.792.

penyakit

dalam.

The

SCT

panelis yang merupakan dokter praktek


umum adalah 10 orang. Persentase tiap
pilihan

dihitung

berdasarkan

proporsi

jawaban panelis.

perangkat

dihitung

lunak

SPSS

memiliki konsis-tensi

Univariat
Dari keseluruhan responden (n=94),
response rate adalah sebesar 77,66%.
Responden terdistribusi atas wanita 57.5%
dan laki-laki 26.0% dan 16.4% sisanya

Kuesioner Refleksi Diri Sobral


dalam

tidak memberikan informasi. Responden

penelitian ini menggunakan kuesi-oner

terdiri atas 2,7% angkatan 2004, 1,4%

refleksi

menilai

angkatan 2005, 13.7% angkatan 2006, dan

refleksi diri dalam proses belajar. Item

61.6% angkatan 2007 dan 4,1% lainnya

kuesioner ini meng-gunakan skala Likert

tidak

dengan poin 1 yang menunjukkan Tidak

angkatan.

Pernah secara ekstrem dan 7 yang

berkisar antara 21 hingga 29 tahun,

menunjukkan Selalu. Jumlah skor ini

dengan 42% berusia 22 tahun.

Kuesioner

yang

Sobral.

digunakan

Kuesioner

ini

bervariasi dari 14 hingga 98. Instrumen ini


juga

menilai

pertanyaan-pertanyaan

penilaian diri pada efikasi personal dalam


proses belajar (Sobral, 2000).

Oktarina. dkk, Peran Refleksi Diri Dalam Kemampuan Logika

memberikan
Rentang

informasi
usia

tahun

responden

126

Sex

Valid

male
f emale
Total
Sy stem

Missing
Total

Frequency
19
42
61
12
73

Percent
26.0
57.5
83.6
16.4
100.0

Cumulat iv e
Percent
31.1
100.0

Valid Percent
31.1
68.9
100.0

Batch

Valid

Missing

2004
2005
2006
2007
Total
9999
Sy stem
Total

Total

Frequency
2
1
10
45
58
3
12
15
73

Percent
2.7
1.4
13.7
61.6
79.5
4.1
16.4
20.5
100.0

Cumulat iv e
Percent
3.4
5.2
22.4
100.0

Valid Percent
3.4
1.7
17.2
77.6
100.0

Age

Valid

Missing
Total

21
22
23
24
25
26
27
28
29
Total
0

Frequency
6
31
12
12
5
1
1
2
1
71
2
73

Percent
8.2
42.5
16.4
16.4
6.8
1.4
1.4
2.7
1.4
97.3
2.7
100.0

Valid Percent
8.5
43.7
16.9
16.9
7.0
1.4
1.4
2.8
1.4
100.0

Cumulat iv e
Percent
8.5
52.1
69.0
85.9
93.0
94.4
95.8
98.6
100.0

Bivariat

distribusi yang normal, sehingga korelasi

SPSS 15 digunakan dalam analisa data.

Spearman lebih diutamakan dalam menilai

Merujuk pada variable bebas dan variable

keyakinan

hubungan

tergantung yang memiliki skala numkerik,

tersebut.

Dari

korelasi

maka

diperoleh

hasil

bahwa

hubungan

keduanya

dianalisa

kedua

variable

Spearman,
nilai

SCT

menggunakan uji korelasi. Berdasar-kan

berhubungan secara signifikan dengan

asumsi data parametrik, diketahui bahwa

skor refleksi diri, dengan r = .262, p(one

kedua variable tersebut tidak memiliki

tailed) < .05.

Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, Vol. 7, No.2, Juli 2011

127

Correlati ons
Spearman's rho

posttest

posttest
1.000
.
73
.262*
.014
71

Correlation Coef f icient


Sig. (1-tailed)
N
Correlation Coef f icient
Sig. (1-tailed)
N

ref _diri

ref _diri
.262*
.014
71
1.000
.
71

*. Correlation is signif icant at the 0.05 lev el (1-tailed).

Case Processing Summarya


Cases
Excluded
N
Percent
0
.0%
2
2.7%

Included
Percent
73
100.0%
71
97.3%

N
posttest
ref _diri

Total
N
73
73

Percent
100.0%
100.0%

a. Limited to f irst 100 cases.

KESIMPULAN

mengako-modir

Penelitian

ini

menggali

peran

refleksi diri terhadap kemampuan logika

pengetahuan

dalam mendukung ketercapaian kognisi


untuk

mencapai

pembelajaran.

suatu

Hasil

penelitian

tujuan
ini

menunjukkan bahwa terdapat kesesuaian


dengan literatur. Literatur menyebutkan
bahwa keahlian/ expertise dicapai oleh
seorang

pembelajar

yang

informasi

dibutuhkan,

tetapi

Metakognisi

ini

mengenali

keilmuan

juga

kebutuhan

yang

metakognisi.

diperlukan
belajar

dirinya

pada

homogennya

variable

perancu

lainnya seperti kurikulum dan suasana


akademik. Untuk itu, disarankan untuk
penelitian selanjutnya, dilakukan eksplorasi
terhadap variable lain yang mempengaruhi
logika klinis ini dalam kaitannya dengan
peng-embangan metakognisi.

mahir.

tidak hanya membutuhkan kemampuan


dan

atas

Penelitian ini memiliki keterbatasan

Daftar Pustaka

Sedangkan mencapai kemahiran belajar,

kognisi

metakognisi

dengan

sendiri.

klinis pada mahasiswa kedokteran. Hal ini


merujuk pada keseimbangan metakognisi

sesuai

dalam

1. Boshuizen, H.P.A., & Schmidt, H.G.


(2000). The development of clinical
reasoning expertise. In: J. Higgs & M.
Jones, Clinical Reasoning in the health

dan

Oktarina. dkk, Peran Refleksi Diri Dalam Kemampuan Logika

128
Professions. Butterworth Heinemann:

7. Peters, E.E. & Kitsantas, A. (2010).


Self-regulation of student epistemic

Oxford.
2. Charlin, B., Roy, L., Brailovsky,C.,

thinking

in

science:

the

of

Goulet, F., & Vleuten, C. (2000). Script

metacognitive

concordance test: A tool to assess

psychology and science education, 30,

reflective

27-52.

clinician.

Teaching

and

Learning in Medicine, 12, 189-195.


3. Dunphy,

B.C.,

& Williamson,

prompts.

role

Educational

8. Ormrod, J.E. (2008) Human Learning,


S.L.

(2004). In Pursuit of Expertise. In:


Advances in Health Science Education,
9, pp.107-127.

(5th ed) Pearson Education; Upper


Saddle River, New Jersey.
9. Schmidt,

H.G.

&

R.M.J.P.

Rikers

(2007). How expertise develops in

4. Dunphy, B.C., Cantwell, R., Bourke, S.,

medicine:

knowledge

encapsulation

Fleming, M., Smith, B., Joseph, K.S., &

and illness script formation. Medical

Dunphy,

Education, 41(12), 1133-1139.

S.L.

(2010).

Cognitive

elements in decision making: Toward a

10. Duvivier, R.J., Van Dalen, J., Muijtjens,

cognitive model for medical education

A.M., Moulaert, V.R.M.P., Van der

and understanding clinical reasoning.

Vleuten, C.P.M, et Scherpbier, A.

Health Science Education, 15, 229-

2011. The role of deliberate practice in

250.

the acquisition of clinical skills. BMC

5. Ertmer, P.A. & Newby, T.J. (1996). The

Medical Education, 11:101.

self

11. Sobral, D.T. 2005. Medical Students

regulated, and reflective. Instructional

Mindset for Reflective Learning: A

science, 24, 1-24.

Revalidation Study of the Reflection-In-

expert

learner:

Strategic,

6. Fraenkel, J.R., & Wallen, N.E. (2009).


How to design and evaluate research

Learning Scale. Advances in Health


Sciences Education, 10:4, 303-314.

th

in education, 7 ed.. McGraw-Hill. New


York.

Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, Vol. 7, No.2, Juli 2011

129
Appendix 1
Table A.I. The Scale of Reflection-in-Learning
Please answer the items below in relation to your learning experiences in the medical
programme.
Draw a circle around the scale number closer to your usual behaviour
To what extent have I
1. Carefully planned my learning tasks in the courses and
training activities of the medical program
2. Talked with my colleagues about learning and methods of
study
3. Reviewed previously studied subjects during each term
4. Integrated all topics in a course with each other and with
those of other courses and training activities 1 2 3 4 5 6 7
5. Mentally processed what I already knew and what I needed
to know about the topics or procedures
6. Been aware of what I was learning and for what purposes
7. Sought out interrelations between topics in order to construct
more comprehensive notions about some theme
8. Pondered over the meaning of the things I was studying and
learning in relation to my personal experience
9. Conscientiously sought to adapt myself to the varied
demands of the different courses and training activities
10. Systematically reflected on how I was studying and
learning in different contexts and circumstances
11. Mindfully summarised what I was learning day in, day out,
in my studies
12. Exerted my capacity to reflect during a learning experience
13. Diligently removed negative feelings in relation to aims,
objects, behaviours, topics or problems pertaining to my
Studies
14. Constructively self-assessed my work as a learner

[1=Never 7=Always]
1234567
1234567
1234567

1234567
1234567
1234567
1234567
1234567
1234567
1234567
1234567

1234567
1234567

Material reproduced from Medical Education. Permission granted from Blackwell


Science

Oktarina. dkk, Peran Refleksi Diri Dalam Kemampuan Logika

Jasad Renik Dalam Air


Oleh: Rayhana
Abstrak
Air merupakan bagian yang terbesar dari seluruh ekosistem yang ada di dunia. Air
mempunyai beberapa kandungan yang membuatnya sebagai bagian yang penting dari
lingkungan bagi beberapa mikroorganisme dan juga berperan pada fungsi esensial dalam
semua sel hidup. Komposisi air merefleksikan tempat, baik air permukaan ( seperti sungai,
danau) dan air bawah tanah (sering disebut juga Groundwater). Adanya berbagai macam gas
yang larut dalam air menentukan mikroba yang dapat hidup didalamnya.
Mikroorganisme dalam suatu lingkungan akuatik mungkin terdapat pada semua
kedalaman, berkisar dari permukaan sampai ke dasar parit-parit yang paling dalam di dasar
lautan. Populasi terbesar mikroorganisme menghuni "lapisan" teratas dan sedimen dasar,
terutama di perairan dalam. Istilah "mikroorganisme indikator" sebagaimana digunakan dalam
analisis air mengacu pada sejenis mikroorganisme yang kehadirannya di dalam air
merupakan bukti bahwa air tersebut tercemar oleh bahan tinja dari manusia atau hewan
vertebrata Artinya, terdapat peluang bagi berbagai macam mikroorganisme patogenik, yang
secara berkala terdapat dalam saluran pencernaan, untuk masuk ke dalam air tersebut.
Kata kunci: Jasad renik, mikroorganisme, air

PENDAHULUAN

penting untuk mikroba aquatic; dan air

Air merupakan bagian yang terbesar

merupakan pelarut yang sangat efisien ,

dari seluruh ekosistem yang ada di dunia.

yang penting untuk semua organisme baik

Air mempunyai beberapa kandungan yang

didarat maupun di air.

membuatnya sebagai bagian yang penting


dari

lingkungan

bagi

Karena air merupakan pelarut yang

beberapa

sangat

mikroorganisme dan juga berperan pada

alam

ada air yang benar-benar murni, pun

partikel dalm bentuk ikatan hidrogen; dapat

dilaboratorium dimana berbagai macam

menyerap cahaya dari bebrbagai panjang


bagian

air

substansi. Oleh karena itu mungkin tidak

Contohnya; dapat menyerap koloid dan

merupakan

kandungan

sebenarnya melarutkan berbagai macam

fungsi esensial dalam semua sel hidup .

gelombang,

baik,

distilasi menghasilkan sampel yang sangat

yang

murni, karena sejumlah kecil komponen


130

131
dari gelas atau tabung

larut kedalam

sampel air hujan yang mengandung sangat

larutan ini. Pengertian pure water dapat

sedikit nutrien. Dibandingkan air hujan

digunakan terhadap air yang aman untuk

yang berasal dari daerah nonindustri, air

diminum tetapai jah dari murni dari segi

hujan yang berasal dari daerah industri

kimia dan mikrobiologinya.

mengandung material terlarut yang lebih

Air hujan mempunyai ketidak-murnian


yang lebih sedikit dibandingkan air yang
bersal dari tempat lain seperti danau,
sungai; oleh karena air ini hanya terkontaminasi dari kandungan yang terdapat di
udara. Seperti dapat dilihat pada tabel 1,

banyak, terutama sulfat, ion ammonium


dan

lain-lain.

Dan

juga

mungkin

mengandung lebih banyak bahan toksik.


Bila

air

hujan

telah

sampai

tanah

kandungan bahan yang terlarut menjadi


lebih banyak.

Tabel 1. Jumlah substansi didalam air

Komposisi air merefleksikan tempat,

kenaikan 50 ft . Suhu air biasanya berkisar

baik air permukaan ( seperti sungai,

antara 1-1000C.

danau) dan air bawah tanah (sering

karena kita dapat menemukan berbagai

disebut juga Groundwater). Gas seperti

macam

CO2 dan methane larut didalam air tanah.

bertahan dengan rentang suhu tersebut.

Adanya berbagai macam gas yang larut

Misalnya : didaerah geiser dimana suhu >

dalam air menentukan mikroba yang dapat

900C, spesies thermophilic bisa hidup.

hidup didalamnya.

Sedangkan didaerah yang sangat dingin

Air yang mengalir sepanjang strata


tanah mengalami perubahan pada gas dan

Sangat mengagumkan

mikroorganisme

yang

dapat

beberapa fungi dan bakteri (psychrophiles)


dapat hidup.

nutrient yang larut didalamnya. Selama

Kadar pH air menentukan organisme

musim panas suhu air betambah 10F setiap

yang hidup di dalamnya, misalnya mata air

Rayhana, Jasad Renik Dalam Air

132
di Yellowstone National Park mempunyai

yang ditambahkan kedalamnya. Air yang

pH antara 2-4, sehingga organisme yang

mengalir ke arah laut, semakin dekat

hidup

dapat

dengan laut, kadar garamnya semakin

bertahan pada pH rendah. Berlawanan

meningkat. Air laut kandungan garamnya

dengan daerah yang pHnya tinggi (alkali)

cukup tinggi (3,5%) dibandingkan kadar

oragnisme yang ada adalah yang dapat

garam air tawar 0,05%, tetapi air laut

hidup di pH >9.

sedikit

didalamnya

adalah

yang

Air sungai dan danau kaya dengan


nutrient, dan bervariasi tergantung pada
berbagai

faktor

seperti

karakter

geochemical suatu daerah dan zat-zat

mengandung

nutrient

seperti

phosphate dan nitrate. Organisme yang


hidup di laut disebut halophilic . Tabel 2
memperlihatkan kandungan mineral yang
terdapat di air laut.

Tabel 2. Kandungan Mineral dalam air laut

Setiap bagian dari air memperlihatkan

menyedia-kan makanan untuk protozoa

ekosistem yang kompleks. Energi didapat

dan invertebrata kecil yang kemudian akan

dari cahaya, akan berubah menjadi energi

menjadi makanan ikan.

kimia melalui produser fotosintesa primer,


baik

alga

atau

cyanobacteria

(dalam

kondisi aerobik) atau bakteri (dalam kondisi


anaerobik). Produser primer memerlukan
nutrient

inaorganik,

mengutilisasi

CO2

sebagai sumber Carbon. Mereka bertindak


sebagi

rantai

makanan

pertama,

Nutrient inorganik bisa juga berasal


dari sampah yang membusuk, daun mati,
bangkai binatang dll.
menjadi

bahan

Mereka dirubah

inorganik

oleh

suatu

dekomposer, termasuk bakteria dan jamur.


Dekomposer juga merupakan bagian dari

Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, Vol. 7, No.2, Juli 2011

133
rantai makanan, sebagai makanan untuk

Perairan alamiah dapat diklasifikasikan

heterotrophic protozoa dan invertebrata.

menjadi: (Gambar 1)

Sebagian kecil yang tidak dikomposisi


akan mengendap di dasar sungai menjadi

1. Air atmosfer: Air yang terkandung


dalam awan dan dipresipitasikan

lumpur atau lama kelamaaan berubah

sebagai hujan, salju, atau hujan

menjadi minyak bumi atau batu bara.

batu es.

1. Perairan alamiah
Kelembapan

bumi

2. Air permukaan: Kumpulan air seperti


berada

dalam

sirkulasi yang berkesinam-bungan, yaitu

danau, kali, sungai, dan laut.


3. Air di bawah permukaan tanah: Air

suatu proses yang dikenal sebagai daur air

di

bawah

permukaan

tanah

di

atau daur hidrologis. Istilah ini mengacu

daerah yang semua pori tanahnya

pada sirkulasi air dari lautan dan air-air

serta ruang di dalam dan di antara

permukaan lain menuju atmosfer melalui

batu-batuannya jenuh dengan air.

evaporasi dan transpirasi, diikuti dengan


presipitasi kembali ke bumi sebagai hujan
batu es.
Gambar 1. Daur hidrologis, menggambarkan sistem sirkulasi air permukaan bumi ke
atmosfer dan kembali ke bumi

Telah diperkirakan bahwa jumlah air

sebanyak

62.500

kilometer

kubik.

yang menguap setiap tahunnya dari lautan

Penguapan total diimbangi oleh presipitasi

ialah sebanyak 330.000 kilometer kubik se-

total,

dangkan dari danau dan permukaan tanah

kilometer kubik jatuh ke permukaan tanah.

Rayhana, Jasad Renik Dalam Air

dari

jumlah

tersebut

100.000

134
2. Mikroorganisme di perairan alamiah
Mengingat

Perairan

permukaan

amat

berbagai

bervariasi dalam hal kandungan nutrien

lingkungan perairan alamiah itu demikian

yang tersedia bagi mikroba, keadaan fisik,

berbedanya, maka tidaklah mengherankan

dan ciri-ciri biologisnya. Dengan demikian

bila mikrobanya juga amat berbeda-beda.

jelaslah bahwa terdapat perbedaan yang

Mikroba

amat besar dalam hal populasi mikroba

di

bahwa

dalamnya.

perairan

atmosfer

banyak

berasal dari udara. Sebenarnya udara


dapat dikatakan "tercuci" hujan sehingga
partikel-partikel debu tempat melekatnya
mikroorganisme terakumulasikan di dalam
perairan atmosfer.
Mikroba

yang terdapat di dalamnya.


3. Penyebaran mikroorganisme akuatik
Mikroorganisme

di

bawah

kedalaman,

yang

penyaringan.

Populasi

tertahan

berkisar

dari

permukaan sampai ke dasar parit-parit

permukaan tanah dipengaruhi oleh proses


Mikroorganisme

suatu

lingkungan akuatik mungkin terdapat pada


semua

perairan

dalam

paling

dalam

di

dasar

terbesar

lautan.

mikroorganisme

oleh bahan partikulat dalam tanah yang

menghuni "lapisan" teratas dan sedimen

berfungsi sebagai saringan (filter). Dengan

dasar, terutama di perairan dalam.

demikian

besar

kemungkinan

perairan

yang berada jauh di bawah permukaan


tanah bebas dari mikroorganisme. Mata air
terdiri dari air tanah yang

mencapai

permukaan melalui bagian batuan yang


retak atau pori tanah; sumber-sumber air
semacam ini dapat mempunyai kualitas
mikrobiologis yang "baik".

Plankton
plankton).
yang

(fitoplankton

Kumpulan

seba-gian

mikroorganisme,

dan

zoo-

organisme

hidup

besar
yang

hanyut

pada

akuatik,

dinamakan

terdiri

dari

terapung

dan

permukaan

ekosistem

plankton.

Populasi

plankton terdiri dari algae (fitoplankton),


protozoa, hewan kecil (zooplankton), dan

Perairan permukaan, seperti danau,

mikroorganisme

lain.

Mikroor-ganisme

kali, sungai, muara, dan lautan, merupakan

fototrofik dianggap sebagai plankton yang

suatu ekosistem mikrobiologis yang amat

paling

rumit. Perairan demikian kurang lebih

produsen primer bahan organik; artinya,

rentan terhadap pencemaran berkala oleh

pelaku

mikroorganisme dari air atmosfer, aliran air

organisme planktonik dapat bergerak, atau

pada

mengandung tetesan minyak, atau memiliki

permukaan

tanah,

dan

limbah

domestik ataupun industri yang dibuang ke

struktur

penting

karena

fotosintesis.

khusus

merupakan

Sebagian

yang

besar

memungkinkan

Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, Vol. 7, No.2, Juli 2011

135
mereka

mengapung;

membantu

kesemua

orga-nisme

mempertahan-kan

ciri

tersebut

lokasinya

di

ini

mikroorganisme dengan makroorganisme,

untuk

baik tumbuhan maupun hewan. Mikroor-

zone

ganisme,

terutama

algae

memegang

fotosintetik yang berada di lapisan air

peranan penting dalam rantai makanan

bagian atas.

lingkungan akuatik.

Mikroorganisme bentik
Mikroorganisme

Produsen primer dalam lingkungan

yang

merupa-kan

akuatik ialah algae, yang didominasi oleh

penghuni suatu dasar perairan (lumpur

fitoplankton. Dengan fotosintesis, algae

tanah)

mampu meng-ubah energi cahaya menjadi

dinamakan

orga-nisme

bentik.

Daerah terkaya akan jumlah dan macam


organisme pada sistem muara-laut ialah
daerah bentik, yang terbentang dari pasang naik sampai suatu kedalaman di
tempat tanaman sudah jarang tumbuh.
Daerah dasar laut mengan-dung berjuta
juta bakteri per gram.
Keadaan

fisik

dan

komponen-

komponen kimiawi yang mencirikan daerah


perairan di antara zone planktonik dan
bentik sangat bervariasi sehingga tidak ada
gunanya

untuk

mencoba

gambaran

umum.

Pikirkanlah

membuat
seje-nak

mengenai perbedaan antara kolam dan


lautan! Kolam dan danau juga memiliki
zonasi dan stratifikasi yang khas, dan telah
tersedia

banyak

informasi

mengenai

populasi mikrobiologis yang menghuninya.


4. Peranan mikroorganisme dalam
lingkungan akuatik
Kehidupan akuatik memper-tunjukkan
adanya interaksi yang amat rumit di antara
mikroorga-nisme,

dan

Rayhana, Jasad Renik Dalam Air

antara

energi kimiawi (persenyawaan organik).


Protozoa (spesies Foraminifera dan
Radiolaria,

dan

juga

banyak

spesies

berflagela dan bersilia) juga terctapat


dalam jumlah banyak di daerah yang
dihuni fitoplankton.. Jenis jenis zooplankton
ini hidup dari organisme fitoplanktorr;
bakteri, dan zat-zat organik atau, anorganik
sebagai makanannya. Menurut penyelidikan, zooplankton menghindari cahaya dan
mempertunjukkaan migrasi diurnal. Pada
malam

hari

fitoplankton

di

zooplankton

memakan

permukaan;

sedangkan

siang hari berada di zone fotik.


Plankton,

terutama

fitoplankton

dianggap sebagai "padang rumput di laut".


Ikan, ikan paus, dan cumi-cumi secara
langsung memakan plankton atau hewan
yang lebih besar pemakan plankton .Istilah
kesuburan
menyatakan

lautan

dipakai

kemampuan

untuk

organisme-

136
organisme yang terdapat di dalamnya
untuk menghasilkan bahan organik.

tertentu, dapat tumbuh menjadi populasi

Lingkungan darat menghasilkan 1


sampai 10 g bahan organik kering per
meter persegi per hari, sedangkan daerahdaerah lautan yang dalam menghasilkan
0,5g. Bagaimanapun juga, daerah laut jauh
lebih luas daripada lahan yang produktif
sehingga perbedaan tersebut tidak penting
karena pada akhirnya produktivitas total
lautan jauh melebihi produktivitas total
lahan. Kesuburan ini terutama bergantung
kepada produksi fitoplankton. Pertumbuhan

organisme

fitoplankton

Algae planktonik, dalam lingkungan

bergantung

kepada energi cahaya, karbon diokside,


air, persenyawaan nitrogen dan fosfor
anorganik, dan beberapa unsur dalam

yang

dan

unsur-unsur

mikro

besar

sehingga

dapat

mengubah warna air. Warna khas Laut


Merah disebabkan oleh populasi padat
algae hijau-biru (sianobakteri), Oscillatoria
erythraea,

yang

mengandung

pigmen

fikoeritrin, dan fikosianin. Demikian pula


"pasang merah" (red tides) disebabkan
oleh

pertumbuhan

eksplosif

spesies-

spesies planktonik tertentu. Di samping itu,


ada pula populasi padat mikroorganisme
lain yang memberi warna coklat, kuning
sawo, atau kuning kehijau-hijauan pada
daerah perairan yang luas. Di berbagai
daerah akuatik yang berbeda terdapat
banyak tipe fisiologis bakteri.

jumlah amat kecil (unsur mikro). Nitrogen,


fosfor,

sangat

Di

antara

kelompok

psikrofilik

dibuat

terdapat bakteri tertentu yang bercahaya,

menjadi bentuk tersedia melalui kegiatan

yang dapat menghasil-kan cahaya bila ada

biokimiawi

oksigen.

mikroorganisme,

terutama

bacterium,

bakteri.
Kegiatan tersebut meliputi disimilasi
substrat

Beberapa

organik

(jaringan

tumbuh-

tumbuhan dan hewan) dan menghasilkan


persenyawaan anorganik, yang dikenal
dengan proses mineralisasi. Rangkaian
transformasi kimiawi yang menghasilkan
nutrien bagi berbagai spesies kehidupan
akuatik mengikuti jalan yang mirip seperti
yang digambarkan pada daur nitrogen
dalam tanah.

bakteri

(Flavo-

dan

Chromo-

Micrococcus

bacterium) di daerah permukaan lingkungan marin seringkali berpigmen, suatu


ciri khas yang dimilikinya untuk melindungi
diri terhadap bagian dari radiasi sinar
matahari yang bersifat letal. Bakteri yang
banyak ditemui di daerahdaerah yang
tercemari hasil buangan rumah tangga dan
kaya akan nutrien organik meliputi bakteri
Coli,

streptokokus

spesies

dari

tinja,

genus

dan

spesies-

Bacillus,

Proteus,

Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, Vol. 7, No.2, Juli 2011

137
Clostridium,

Beggiatoa,

Fitoplankton dan algae bentik merupakan

Thiothrix, Thiobacillus, dan banyak lainnya.

sebagian kecil dari bahan makanan yang

Virus enterik juga mungkin dapat dijumpai

tersedia

di

di situ. Di daerah-daerah muara yang

organik

diuraikan

miskin akan nutrien, seringkali terdapat,

cendawan dan diubah menjadi protein

bakteri tunas dan/ atau berapendiks seperti

mikrobial yang dapat merupakan nutrien

Hyphomicrobium, Caulobacter, Gallionella,

untuk protozoa. Namun, di daerah muara

di samping pseudo-monad.

terdapat banyak pemakan bahan makanan

Di

Sphaerotilus,

daerah

peranan

muara

mikroba

yang

dangkal,

fotosintetik

sebagai

produsen primer jauh lebih kecil. Tumbuhtumbuhan

di

sepanjang

garis

pantai

memberikan daun, batang, dan zat organik


lain

kepada

lingkungan

tersebut.

muara

dangkal.
oleh

V.egetasi

bakteri

dan

berupa potongan-potongan (bangsa udang


dan kepiting herbivora dan omnivora,
kerang-kerangan,
nematode,

dan

larva
beberapa

serangga,
jenis

ikan).

Mereka memperoleh energinya dari bahan


tanaman berpembuluh yang terdapat di
sepanjang pantai.

Tabel 4. Mikroorganisme marine


5. Pencemaran (polusi) air
Kontaminan
digolongkan

ke

yang
dalam

ini dapat mempunyai pengaruh nyata ter-

mencemari
tiga

air

kategori:

kimiawi, fisik, dan hayati. Kontaminankontaminan tertentu dalam setiap kategori

Rayhana, Jasad Renik Dalam Air

hadap kualitas air.


Karena mempunyai potensi untuk
berlaku sebagai pembawa mikroorganisme
patogenik,

air

dapat

membahayakan

138
kesehatan dan kehidupan. Patogen yang

menderita infeksi dan ketika dibuang dapat

paling sering disebarkan melalui air ialah

memasuki

yang menyebabkan infeksi pada saluran

akhirnya berfungsi sebagai sumber air

pencernaan,

minum.

yaitu

demam

tifoid

dan

kumpulan

air

yang

pada

paratifoid, disenteri (basilar dan amebik),


kolera,

dan

virus

enterik.

Organisme

penyebab penyakit-penyakit ini terdapat


dalam tinja atau air seni orang yang

Sejalan dengan hal tersebut maka harus


ada :

buangan

(1) Prosedur untuk memeriksa air dan


menetapkan kualitas mikrobiologisnya
(2) Metode

(3) Fasilitas

pemurnian

air

untuk

menyediakan air minum yang aman

pembersih
sebelum

air

untuk

dibuang

air
atau

digunakan kembali.
Permurnian air
Air mungkin saja terlihat jernih, tak
berbau, dan tak berasa, tetapi tidak aman
untuk diminum. Air yang baik dan aman
untuk diminum ialah air yang bebas dari

Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, Vol. 7, No.2, Juli 2011

139

mikroor-ganisme penyebab penyakit dan

Amatlah

zat

kesehatan.

agar persediaan air tanah yang dipilih itu

Pencemaran air oleh mikroorga-nisme atau

memptulyai lokasi yang baik sehingga

zat-zat kimia berarti air tersebut mengalami

terhindar dari pencemaran dari kakus

polusi dan tidak dapat diminum.

umum. perigi jamban, tangki septik, dan

kimia

yang

merusak

6. Persediaan air untuk rumah tangga

dan

mata

mengusahakan

Air yang berasal dari sumber-sumber

menyediakan

tersebut di atas sebaiknya diperiksakan

sebagian besar air untuk rumah-rumah

secara berkala di laboratorium tuntuk

perorangan

Air

memperoleh kepastian bahwa air tersebut

permukaan tidak boleh diminum kecuali

aman untuk diminum. Sistem air masyara-

bila diberi perlakuan (atau dididihkan)

kat

sebelumnya

produksi dan distribusi air yang-terawasi

di

air,

untuk

kandang ternak.

Sumber-sumber dalam tanah, yaitu


sumur

penting

daerah

untuk

pedesaan.

menghilangkan

umum Amerika terlibat

dengan

terancam bahaya polusi. Air dari sumur

dilninum.

atau mata air telah mengalami penyaringan

memberantas penyebab demam tifoid -

selama perjalanannya menembus lapisan-

yang pada 100 tahun yang lalu merupakan

lapisan

momok dan pada praktisnya melenyapkan

sehingga

partikelpartikel

yang tersuspensikan di dalamnya termasuk


mil:roorganisme

menjadi

tersingkirkan.

Rayhana, Jasad Renik Dalam Air

sehingga

Pelayanan

epidemi disentri asal-air.

aman

dalam

kontaminan, karena air tersebut selalu

tanah

baik

di

ini

untuk

membantu

140

Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, Vol. 7, No.2, Juli 2011

141

7. Mikroorganisme sebagai indikator


kualitas air
Pada

sebagai, berikut:

pemeriksaan

mikrobio-logis

yang rutin terhadap air untuk menentukan


aman tidaknya untuk diminum, tidaklah
cukup

bila

digunakan

mendasarkan
hanya

mikroorga-nisme patogenik karena alasan

uji-uji

terhadap

Rayhana, Jasad Renik Dalam Air

yang
adanya

(1) Kemungkinan besar patogen masuk


kedalam air secara, sporadis, tetapi
karena tidak dapat bertahan hidup
lama, maka mungkin saja tidak terdapat

142
di dalam contoh air yang dikirimkan ke
laboratorium.

maka

besar

patogen-patogen

kemungkinan

tersebut

tidak

terdeteksi oleh prosedur laboratoris


yang digunakan.
(3) Hasil pemeriksaan laboratorium baru
dapat diketahui setelah 24 jam atau
lebih.

Apabila

adanya
tentunya

ciri

penting

suatu

organisme indikator ialah:

(2) Bila terdapat dalam jumlahnya amat


sedikit,

Beberapa

ternyata

patogen,

ditemukan

sementara

banyak

orang

itu
telah

mengkonsumsi air tersebut dan telah


terekspos terhadap infeksi sebelum
dapat dilakukan usahat untuk mengatasi situasi tersebut.

(1) Terdapat dalam air tercemar dan tidak


ada dalam yang tidak tercemar.
(2) Terdapat dalam air bila ada patogen.
(3) Jumlah

indikator

berkorelasi dengan kadar polusi.


(4) Mempunyai
hidup

yang

kemampuan
lebih

ber

besar

tahan

daripada

patogen.
(5) Mempunyai sifat yang seragam dan
mantap.
(6) Tidak berbahaya bagi manusia dan
hewan.
(7) Terdapat dalam jumlah yang lebih
banyak

8. Mikroorganisme indikator

mikroorganisme

daripada

patogen

(hal

ini

membuatnya mudah dideteksi).

Istilahn"mikroorganismenindikator"

(8) Mudah dideteksi dengan teknik-teknik

sebagaimana digunakan dalam analisis air

laboratorium yang sederhana.

mengacu pada sejenis mikroorganisme

Beberapa spesies atau kelompok

yang kehadirannya di dalam air merupakan

bakteri telah dievaluasi untuk menentukan

bukti bahwa air tersebut tercemar oleh

sesuai tidaknya untuk digunakan sebagai

bahan tinja dari manusia atau hewan

organisme indikator. Di antara organisme-

vertebrata Artinya, terdapat peluang bagi

organisme yang dipelajari, yang hampir

berbagai macam mikroorganisme pato-

memenuhi

semua

genik, yang secara berkala terdapat dalam

organisme

indikator

saluran pencernaan,

Escherichia coli dan kelompok bakteri koli

dalam air tersebut.

untuk

masuk ke

persyarat-an
yang

ideal

suatu
ialah

lainnya. Bakteri-bakteri tersebut dianggap


sebagai indikator polusi tinja yang dapat
diandalkan.

Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, Vol. 7, No.2, Juli 2011

143
9. Escherichia coli dan bakteri koliform
lain

akan menjadi jelas kemudian, fermentasi


laktosa merupakan reaksi kunci di dalam

Escherichia

coli

adalah

penghuni

prosedur laboratorium untuk menentukan

normal saluran pencerna-an manusia dan

potabilitas air (aman tidaknya air untuk

hewan berdarah panas. Biasanya tidak

diminum).

patogenik. Anggota lain kelompok koliform


ialah Klebsiella pneumoniae, yang tersebar luas di alam; terdapat dalam tanah,
air, dan padi-padian, dan juga dalam
saluran pencernaan manusia dan hewan.
Enterobacter aerogenes, sejenis bakteri
koliform yang terdapat dalam saluran
pencernaan manusia dan hewan, juga
terdapat dalam tanah, air dan produkproduk

dairi.

kelompok

Koliform

dicirikan

berbentuk

batang

sebagai

suatu

sebagai

gram

bakteri

negatif,

tidak

membentuk spora, aerobik dan anaerobik


fakultatif
dengan

yang

memfermentasi

menghasilkan

asam

laktose

dan

gas

dalam waktu 48 jam pada suhu 35C.


Kelompok

koliform

mempunyai

anggota-anggota genus Salmonella dan


Shigella, yaitu dua genus yang mempunyai
spesies-spesies enterik patogenik. Namun,
ada perbedaan biokimiawi utama yang
yaitu

bahwa

memfermen-tasi

koliform

laktosa

dapat
dengan

menghasilkan asam dan gas; sedangkan


Salmonella
memfermentasi

dan

Shigella

laktosa.

tidak

Sebagai-mana

Rayhana, Jasad Renik Dalam Air

menentukan kualitas air


Metode-metode

pemeriksaan

bakteriologis terhadap air disajikan di


dalam buku Standard Methods for the
Examination of Water and Wastewater,
yang disusun dan diterbitkan sebagai
usaha bersama antara American Public
Health Association, American Water Works
Association, dan. Federation of Sewage
and

Industrial

Wastes

Metode-metode

Associations.

ter-sebut

sudah

merupakan "standar"; prosedurnya harus


:diikuti secara terperinci bila hasilnya ingin
dianggap resmi. Penting sekali perincian
berikut ini untuk betul-betul diperhatikan

beberapa ciri yang juga dimiliki oleh

nyata

10. Pemeriksaan bakteriologis untuk

bila mengirimkan contoh air untuk analisis


bakteriologis:
(1) Contoh air harus ditempatkan di dalam
botol yang steril.
(2) Contoh tersebut harus dapat mewakili
sumbernya.
(3) Contoh air tidak boleh terkontaminasi
selama dan setelah pengambilan.
(4) Contoh tersebut harus diuji segera
setelah pengambilan.

144
(5) Apabila ada penundaan pemeriksaan

yang rendah, yaitu kurang dari 100 per

maka contoh tersebut harus disimpan

mililiter. Plate count berguna untuk mene-

pada suhu antara 0 sampai 10C.

tapkan

Prosedur bakteriologis yang rutin

efisiensi

usaha

untuk

menyingkirkan organisme dengan jalan

terdiri dari

sedimentasi, filtrasi, dan klorinasi. Hitungan

(1) Plate count : untuk menetapkan jumlah


bakteri yang ada

dapat dibuat sebelum dan setelah suatu


perlakuan
menunjukkan

(2) Uji untuk mendeteksi adanya bakteri

tertentu.
sampai

Hasilnya
berapa

dapat
banyak

populasi mikroba telah berkurang.

koliform.

12. Pengujian untuk mendeteksi bakteri

11. Plate Count

koliform

Setelah contoh air ditanam pada

Penggunaan

media

selektif

dan

plate, maka dilakukan hitungan koloni.

diferensial sangat membantu mempercepat

Palte count standar belum dianjurkan

usaha pemeriksaan aiT guna mendeteksi

terhadap

organisme.koliform. Pemeriksaan tersebut

air,

mengingat

mengandung sedikit

air

yang

bakteri patogenik,

jelas lebih berbahaya daripada air yang


mengandung banyak bakteri saprofitik.
Bagai-manapun juga, air berkualitas baik
diharapkan menunjukkan hitungan total

terdiri dari 3 langkah berurutan;


(1) "uji dugaan" (presumptive test)
(2) uji yang "diperkuat" (confirmed test)
(3) "uji lengkap" (completed test)

Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, Vol. 7, No.2, Juli 2011

145
Gambar 3. Skema umum pengujian laboretoris untuk mendeteksi bakteri koliform
dalam air.

13. Prosedur inokulasi multi tube.


Uji

ini

dilakukan

dengan

(1) Filter berbentuk piringan bulat yang


cara

steril diletakkan dalam unit filtrasi.

menginokulasi tabung-tabung berisi kaldu

(2) Sejumlah air dengan volume tertentu

laktose dengan contoh air. Bila air yang

dialirkan melalui filter ini sehingga

diperiksa mempunyai kualitas mikrobiologis

bakteri

yang baik maka tidak akan terbentuk asam

permukaan membran saringan.

ataupun gas di dalam kaldu laktosa


14. Teknik filtrasi membran.
Teknik filter membran untuk pemeriksaan bakteriologis air terdiri dari langkahlangkah berikut (lihat Gambar 4):

akan

di

atas

(3) Filter diangkat dan diletakkan di atas


bantalan penyerap yang sebelumnya
telah dibasahi hingga jenuh dengan
medium

yang

penyerap

bersama

sesuai.
filter

Bantalan
diletakkan

dalam cawan-cawan petri khusus untuk


diinkubasikan.

Rayhana, Jasad Renik Dalam Air

tertahan

146
(4) Selama inkubasi koloni akan tumbuh di
atas filter tempat bakteri terperangkap
ketika berlangsungnya proses filtrasi.

organis-menya

akan

tertahan

di

atasnya.
(2) Hasil

perneriksaan

dengan

keuntungan, antara lain:

dengan teknik-teknik yang lebih kuno

dengan volume besar; secara teoretis


dapat

dikatakan volume berapa saja

dapat disaring melalui filter tersebut dan

cepat

diperoleh

Teknik ini mempunyai beberapa

(1) Dapat digunakan untuk memeriksa air

lebih

dapat

dibandingkan

yang menginokulasi sederetan tabung


reaksi berisikan kaldu laktosa
(3) Dapat dilakukan perkiraan kuantitatif
terhadap tipe-tipe bakteri tertentu.

Gambar 4. Analisis air dengan saringan membran Millipore. (A) Kurang lebih 2 ml
medium Endo ditambahkan pada bantalan yang terdapat di dalam cawan. Cawan tersebut
lalu ditutup sampai contoh air selesai disaring melalui membran. (B, C, dan D) Saringan
diletakkan di atas penyangga saringan dan dijepit erat-erat di bawah corong, dan contoh air
(100 ml untuk pengujian potabilitas) dituang ke dalam corong dan dilalukan lewat saringan
Millipore dengan bantuan pompa vakum. (E) Corong diangkat, dan dengan menggunakan
pinset steril piringan filter, ditaruh di atas bantalan yang sebelumnya telah diresapi medium
(A). (F) Cawan-cawan itu diinkubasikan pada 350C selama 20 jam dan pada akhir inkubasi
jumlah koloni koliform dapat ditentukan. (G) Peranti filter Millipore sedang digunakan di
lapangan. (Atas izin Millipore Corporation),
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, Vol. 7, No.2, Juli 2011

147
Table IIa: U.S.A. maximum contaminant levels for coliform organisms
Detection Technique Number of Samples per
Used
Month

Maximum # of Coliform Bacteria


Arithmetic mean of 1/100 ml of all
samples each month

Membrane filter
<20

4/100 in no more than 1 sample

20 or more

4/100 in no more than 5% of all samples

Fermentation tube

None in >10% of portions

10-ml standard portions <20

None in >2 portions in more than 1


sample

20 or more
100-ml standard

None in >2 portions in 5% of the samples


None in >60% of portions

<5

None in 5 portions in more than 1 sample

5 or more

None in 5 portions in more than 20% of


the samples

Table IIb: Canada - Ministry of National

b) Not > 1 sample from a sample set

Health and Welfare maximum

taken from the community on a given

acceptable concentration for total

day should show coliform presence.

coliforms.

The United Kingdom had a Drinking Water

1. No sample should show > 10 total

Directive that was legally enforceable but

coliform/100 ml - none of which may be

defined the required water quality simply by

fecal coliform.

the word "wholesome". In 1974, the U.K.

2. No consecutive sample from the same

entered the European Community which

site should show the presence of

has

coliform.

Enforcement of the guidelines is left to

3. For community drinking water supplies:


a) Not > 10% of samples should show
coliform presence; and

Rayhana, Jasad Renik Dalam Air

published

set

of

member countries.
Daftar Pustaka

guidelines.

148
1. Nester EW. Aquatic Microbiology in

3. Guidelines for Canadian Drinking

Microbiology. 2nd Edition. Rinehart &

Water & Quality. Federal Provincial

Winstons. 1978 .635-650

Subcommitee of Drinking Water.

2. Coote DR, Gregorich LJ. The Health

April 1999

of Our Water. Minister of Public

4. Emerging

Works and Government Services


Canada. 2000.

issue

in

Water

and

Infectoius Disease. WHO. 2003


5. Bacteriology Quality. Juni 1991
6. www.mic.aquatic.com

Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, Vol. 7, No.2, Juli 2011

Penyakit Jantung
Oleh: Tri Ariguntar, Sugiatmi, Atthariq, dan Slamet Sudisantoso
Abstrak

Jantung adalah organ berupa otot, berbentuk kerucut, berongga dengan basisnya di
atas dan puncaknya di bawah. Apex-nya (puncak) miring ke sebelah kiri. Berat jantung kirakira 300 gram. Agar jantung berfungsi sebagai pemompa yang efisien, otot-otot jantung,
rongga atas dan rongga bawah harus berkontraksi secara bergantian. Penyakit jantung
adalah penyakit yang mengganggu sistem pembuluh darah atau lebih tepatnya menyerang
jantung dan urat-urat darah, beberapa contoh penyakit jantung seperti penyakit jantung
koroner, serangan jantung, tekanan darah tinggi, stroke, sakit di dada (biasa disebut
"angina") dan penyakit jantung rematik.
Dari keluhan yang dirasakan maka perlu pemeriksaan tekanan darah dan detak jantung.
Selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan ECG/EKG yang merupakan suatu pemeriksaan
sederhana yang dapat menunjukkan jika jantung atau arteri-arteri mengalami kerusakan.
Seringkali dilakukan pemeriksaan stress (treadmill test). Agar tidak terserang penyakit
jantung koroner, upaya pencegahan yang bisa dilakukan adalah memeriksa kadar kolesterol
LDL atau kolesterol jahat dan tekanan darah secara teratur, Mengonsumsi Kacang,
Konsumsi buah-buahan dan sayuran sebagai sumber serat, konsumsi ikan sebagai sumber
lemak omega 3, perilaku sehat, Kendalikan kadar kolesterol, Kontrol atau kendalikan tekanan
darah tinggi. Upaya pengobatan bila sudah terserang penyakit jantung antara lain konsumsi
obat-obat untuk jantung, katerisasi dan operasi by pass.
Kata kunci: Penyakit jantung, hipertensi, diabetes

PENDAHULUAN

bergantian. Laju denyut-denyut jantung

Jantung adalah organ berupa otot,


berbentuk

kerucut,

berongga

atau kerja pompa ini dikendalikan secara

dengan

alami oleh suatu "pengatur irama". Ini

basisnya di atas dan puncaknya di bawah.

terdiri dari sekelompok secara khusus,

Apex-nya (puncak) miring ke sebelah kiri.

disebut nodus sinotrialis, yang terletak

Berat jantung kira-kira 300 gram. Agar

didalam dinding serambi kanan. Sebuah

jantung berfungsi sebagai pemompa yang

impuls listrik yang ditransmisikan dari

efisien, otot-otot jantung, rongga atas dan

nodus

rongga bawah harus berkontraksi secara

membuat keduanya berkontraksi secara


149

sinotrialis

ke

kedua

serambi

150
serentak. Arus listrik ini selanjutnya di

menyebabkan berat badan meningkat dan

teruskan ke dinding-dinding bilik, yang

semakin banyak lemak pada sistem tubuh,

pada

kedua faktor ini menyebabkan orang cepat

gilirannya

membuat

bilik-bilik

berkontraksi secara serentak.

menderita penyakit jantung.


PENYAKIT JANTUNG
Apakah Penyakit Jantung Itu?

Seratus ribu kali sehari, 2500 juta kali

Penyakit

jantung

adalah

penyakit

seumur hidup, jantung manusia memompa

yang mengganggu sistem pembuluh darah

terus menerus tanpa henti. Dihantarkannya

atau lebih tepatnya menyerang jantung dan

unsur-unsur penting ke seluruh sistem

urat-urat darah, beberapa contoh penyakit

tubuh ,dan mengangkut smpah melalui

jantung seperti penyakit jantung koroner,

sistem

serangan jantung, tekanan darah tinggi,

peredaran

darah.

Ketertiban

sederhana itu akan menolong jantung tetap

stroke,

sehat seumur hidup (John F.Knight,2000).

"angina") dan penyakit jantung rematik.

Salah satu faktor selama beberapa dekade

Faktor- faktor resiko penyebab penyakit

akhir-akhir ini yang menjadi penyebab

jantung

bahaya besar ini didunia barat adalah

sakit

di

dada

(biasa

disebut

Saat ini telah diketahui berbagai

kekayaan. Semakin banyak orang yang

penyebab

penyakit

kaya berarti semakin banyak uang yang

Sebagian

berkaitan

dapat digunakan untuk membeli makanan

makan dan ada juga yang tidak berkaitan

dan semakin banyak karbohidarat dan

dengan makanan.

lemak

yang

dimakan.

Hal

ini,

jantung
dengan

koroner.
kebiasaan

Di bawah ini akan

akan

Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, Vol. 7, No.2, Juli 2011

151
dijelaskan sebab-sebab penyebab penyakit

dengan kelenjar pancreas. Sel-sel

jantung :

tertentu tidak

a. Faktor resiko non dieter

tugasnya dengan normal di daerah

1. Genetik

ini,

dan

2. Penyakit yang bertalian :

pembuatan

dapat melakukan

ini

mempengaruhi
insulin

dan

i. Diabetes

penyimpanan gula dalam darah. Hal

ii. Hypertensi

ini memperbesar resiko atheros-

3. Kurang aktivitas

clerosis, yaitu penyakit pembuluh

4. Merokok

darah

b. Faktor resiko yang berkaitan dengan diet


1. Hyperlipidemia (meningkatnya lemak

dan

terjadi-nya

thrombus

pada nadi, yang kemungkinan akan


menimbul-kan

serangan

jantung.

Hal ini memperbesar kemungkinan

dalam darah)
2. Karbohidarat

akan timbulnya penyakit pembuluh

3. Overweight (Kegemukan)

darah,

khususnya

stroke

dan

serangan jantung pada diri orang


Faktor resiko non dieter

yang berpenyakit diabetes.

1. Genetik

ii. Hipertensi (tekanan darah tinggi)

Jika dalam keluarga terdapat riwayat

Apabila otot jantung berkontraksi,

penyakit jantung terutama pada kedua

maka meman-carlah darah ke aorta

orangtua yang terjadi sebelum usia 60

yang mengirimkannya ke system

tahun maka seseorang beresiko tinggi

arteri didalam tubuh kita. Tekanan

terkena penyakit jantung.

darah ini disebut tekanan darah

2. Penyakit yang bertalian

systolic. Di antara saat ini dengan

Bila terdapat penyait-panyakit

lain

pada seseorang maka semakin

besar

denyutan berikut terjadilah istirahat


sejenak. Tekanan darah

berhenti

kemungkinan akan cepat mendapatkan

sesaat pada pembuluh nadi,hal ini

penyakit jantung. Ada dua penyakit

disebut

yang amat erat hubungannya yaitu

Angka yang normal untuk level atas

diabetes dan naiknya tekanan darah.

adalah 140/90. Apabila angka ini

i.

naik maka jantung akan bekerja

Diabetes
Diabetes

adalah

penyakit metabolik
rumit, Yang

salah

satu

yang agak

terutama berkaitan

tekanan

melawan
bertambah

darah

tekanan,
berat

diastolic.

pekerjaan
dan

akan

mempertinggi faktor resiko. Dalam

Ariguntar, Sugiatmi, Atthariq & Sudisantoso, Penyakit Jantung

152
artikel Tjipto Haryono, Hipertensi

dan Stroke Medika No.5 Mei 2002


diisebutkan bahwa hipertensi akan
menyebabkan
pengenyalan

hialinisasi

atau

buluh-buluh

darah

didalam otak.

lipoprotein dalam darah

Hiperkolesterolemia, tingginya kadar


kolesterol dalam darah

Hipertrigliseridemia, tingginya kadar

Tingginya kadar kolesterol dalam darah

Kurangnya gerakan badan mempunyai


resiko yang besar terhadap penyakit
jantung, dan semakin kurang

gerak

badan semakin lemah jantung tersebut.


4. Merokok

adalah faktor penting yang menentukan


kemungkinannya

seseorang

akan

mengalami serangan jantung.Semakin


tinggi kadar tersebut semakin tinggi
kemungkinannya. Sifat lemak itu ada

bahwa

berpengaruh

yang

dari

rokok

sangat
terhadap

jantung ialah meningkatnya kadar racun


nikotin. Karena hal ini

menyebabkan

ketidak teraturan jantung dan juga


memasukkan zat kimia ke dalam sistem
pembuluh

darah

yang

disebut

catecolamine.
Faktor

peningkatan

trigliserida dalam darah

3. Kurangnya Aktivitas

Didapati

Hiperlipoproteinemia,

yang

jenuh

dan

ada

yang

tidak

jenuh.Semakin banyak dimakan yang


jenuh, semakin besar faktor resikonya,
dan

sebaliknya.Bila

tinggi

di

dalam

penyakit

kolesterol
darah,

jantung

LDL

frekwensi

koroner

juga

meningkat. Begitu pula bila didalam diet


tinggi asam lemak jenuh (saturated-fat)

resiko yang berkaitan dengan

akan meningkatkan kolesterol darah,

diet

dan akan menekan aktivitas reseptor

1. Hyperlipidemia

LDL serta mem-pengaruhi LDL klirens,

Hiperlipidemia atau kadar lemak darah

sehingga kadar kolesterol LDL darah

tinggi, kadang disebut

meningkat.

dislipidemia

Karbohidrat

halus

dan

adalah keadaan kadar lemak di dalam

lemak jenuh menimbulkan reaksi yang

darah

tinggi,

meningkat

di

atas

normal.

sehingga

bila

kedua

jenis

Lemak yang mengalami pen-ingkatan

makanan ini dimakan bersama-sama

ini meliputi kolesterol, trigliserida atau

kadar plasma triglyserida naik cepat.

kombinasi

keduanya.

Hiperlipidemia

dibeda-kan atas 3 jenis, yakni:

2. Karbohidrat
Telah dikatakan sebelumnya
tepung

dan

gula

halus

bahwa
akan

Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, Vol. 7, No.2, Juli 2011

153
menaikkkan kadar triglyserida dalam

yang berlebihan menyebabkan kram

darah karena karbohidrat berinteraksi

atau kejang. Nyeri dirasakan di dada

dengan lemak jenuh. Sebagian orang

bagian tengah, dapat menyebar kebagi-

mengatakan bahwa pengaruh buruk

an belakang dada, kebagian pangkal

tepung dan gula halus dapat menaikkan

kiri leher dan bahu hingga lengan atas

lipid darah dan membuat gemuk. Sering

tangan kiri.

serat, atau kekurangan serat dikaitkan

2. Sesak nafas. Biasanya dirasakan oleh

dengan banyaknya karbohidrat yang

orang yang mengalami gagal jantung.

dimakan,

Sesak

karena

seratnya

hilang

merupakan

akibat

dari

dengan dibuatnya kulit ari dari beras. .

masuknya cairan ke dalam rongga

Makanan yang mengandung banyak

udara paru-oaru.

tepung pun telah diketahui menjadi


penyebab

triglyserida

yang

3. Kelelahan

dan

kepenatan.

Adanya

tinggi.

kelainan jantung dapat menimbulkan

Pada umumnya ini bersumber dari

pemompaan jan-tung tidak maksimal.

karbohidrat

Akibatnya suplai darah ke otot

pada tepung dan gula

halus.

disaat

3. Overweigth (Kegemukan)

ada.

Pertambahan

aktivitas

akan

berkurang.

Hubungan antara badan yang terlalu


gemuk dengan penyakit

melakukan

tubuh

sudah jelas

perasaan

berdebar-debar

(palpitasi).

badan

5. Pusing dan pingsan. Terjadi penurunan

biasanya ditimbulkan oleh karbohidrat

aliran darah karena denyut atau irama

dan lemak yang terlau banyak. Lebih

jantung yang abnormal atau karena

banyak

timbangan

kemam-puan memompa yang buruk.

menderita

6. Kebiru-biruan pada bibir, jari tangan

orang

badannya

berat

4. Adanya

yang

terlalu

berat

penyakit jantung koroner.

dan kaki sebagai tanda aliran darah


yang kurang adekuat keseluruh tubuh.

Gejala-gejala penyakit jantung


Beberapa

gejala

penyakit

7. Keringat dingin secara mendadak dan


serangan

jantung:

lainnya seperti mual dan perasaan


cemas.

1. Nyeri dada, dimana otot ke-kurangan


suplay

darah

kebutuhan

yang

okswigen

berdampak
oleh

Diagnosis Penyakit Jantung

otot

Dari keluhan yang dirasakan maka

berkurang. Akibatnya terjadi metabolis

perlu pemeriksaan tekanan darah dan

Ariguntar, Sugiatmi, Atthariq & Sudisantoso, Penyakit Jantung

154
detak jantung. Selanjutnya akan dilakukan

mensuplai darah ke jantung mengalami

pemeriksaan ECG/EKG yang merupakan

hambatan atau tertutup.

suatu pemeriksaan sederhana yang dapat


menunjukkan jika jantung atau arteri-arteri
mengalami kerusakan. Seringkali dilakukan
pemeriksaan stress (treadmill test). Selain
itu mungkin juga dilakukan pemeriksaan Xray pada daerah jantung yang diambil pada
saat setelah dan sebelum latihan atau
olahraga. Hasil peme-riksaan x-ray jantung
dapat menunjukkan jika pada suatu area
jantung tidak mendapatkan cukup suplai
darah pada saat latihan. Jika hal ini tejadi,
mungkin

berarti

arteri-arteri

yang

Penyebab Penyakit Jantung


1. Arterisclerosis
Penyempitan

arteri

koroner

ini

biasa

disebut arteriosclerosis, dan salah satu


bentuk

arteriosclerosis

adalah

penyempitan karena lemak jenuh, yang


disebut atherosclerosis. Dalam proses ini,
lemak-lemak terkumpul di dinding arteri
dan

penebalan

ini

menghasilkan

permukaan yang kasar pada dinding arteri


dan

juga

penyempitan

arteri

koroner

2. Trombus

Ischemia

Penggumpalan darah pada bagian arteri

Ischemia adalah pengurangan suplai darah

yang menyempit ini, jika darah terus

pad

menggumpal, maka tidak ada lagi darah

disebabkan oleh penyempitan pembuluh

yang bisa mengalir karena darah ini diblok

darah arteri atau penyumbatan lumen arteri

oleh gumpalan darah yang sudah menjadi

sehingga suplai darah ke bagian organ

keras.

tersebut menjadi berkurang atau bahkan

abgian

organ-organ.

Biasanya

berhenti sama sekali. Akibat dari ischemia


ini adalh anoxcia (suplai oksigen berhenti)
atau hypoxcia (suplai oksigen berkurang).
Kekurangan oksigen pada jaringan otak
menimbulkan

stroke,

dan

kekurangan

oksigen dalam jumlah kecil dan tersendatJurnal Kedokteran dan Kesehatan, Vol. 7, No.2, Juli 2011

155
sendat menimbulkan transient ischemic

terjadi pembekuan darah yang disebut

attack atau serangan mini stroke yang

trombus. Ini makin lama akan semakin

bersifat sementara atau hiang timbul.

bengkak.Lalu

Sedangkan hypoxcia pada bagian otot

penyumbatan saluran darah ke jantung,

jantung akan menimbulkan rasa nyeri yang

bila hal ini terjadi diotak. Bila ini terjadi

dinamakan angina pectoris. Dan hypoxcia

maka akan mengalami stoke.

yang

lebih

berat

akan

ini

dapat

mnyebabkan

menimbulkan

Arteri koroner merupakan pembuluh

myocard infarct, infark jantung atau lebih

darah yang mensuplai jantung dengan

dikenal dengan istilah serangan jantung.

darah. Arteri koroner itu lebih spesifiknya


memberikan

Patofisiologi Penyakit Jantung Koroner


Pada saat-saat penyakit berkembang
di

daerah-daerah

penting

terutama,

pembuluh-pembuluh aorta, jantung, otak


dan

anggota

tubuh

bagian

bawah

kelemahan tubuh pun semakin menjadijadi. Endapan semakin menebal


tempat-tempat

tersebut

dan

pada
dinding

pembuluh darah sebelah dalam semakin


tebal sehingga mempersempit jalannya
darah.

Mungkin

juga

akan

terjadi

penyumbatan saluran darah (dan oksigen)


ke bagian otot jantung. Jika itu terjadi pada
pembuluh

darah

utama

maka

dapat

menyebabkan meninggal saat itu,jantung


tidak

dapat

Keadaan

berdetak

berat

ini

dengan

disebut

tachycardia .Akan tetapi


pada

sebagian

pembuluh

teratur.

ventricular

hal ini terjadi


darah

kecil

disebut infark. Selain serangan ini ada efek

oksigen-oksigen

yang

terdapat di dalam darah ke otot otot


jantung yang terdapat di dinding jantung.
Hal ini sangat perlu dipertahankan agar
seseorang dapat bertahan hidup karena
oksigen-oksigen ini akan digunakan untuk
respirasi otot jantung agar jantung dapat
terus memompa darah ke seluruh bagian
tubuh. Jika oksigen-oksigen ini tidak dapat
disalurkan

dengan

baik

ke

otot-otot

jantung, maka jantung akan menjadi lemah


dan tidak dapat menyediakan darah ke
seluruh bagian tubuh. Dalam penyakit
jantung koroner, arteri koroner ini menjadi
semakin

sempit

dan

kadang-kadang

terblokir. Hal ini menyebabkan darah tidak


dapat disalurkan dengan baik ke otot-otot
jantungJika tidak ada lagi darah yang
dapat mengalir melalui arteri koroner,
maka

si

penderita

serangan jantung

dari penyakit ini kebagian tubuh lain,


mungkin juga akan terjadi komplikasi. Pada
bagian yang menjadi kaku mungkin akan

Ariguntar, Sugiatmi, Atthariq & Sudisantoso, Penyakit Jantung

akan

mengalami

156
Bagaimana Menghindarkan Serangan

profil

jantung?

tersebut merupakan salah satu faktor

Pencegahan

yang

Agar tidak terserang penyakit jantung

penurunan

koroner, upaya pencegahan yang bisa

koroner.

dilakukan adalah

kacang, lebih dari lima kali seminggu

1. Memeriksa kadar kolesterol LDL atau

bisa

kolesterol jahat dan tekanan darah


secara

teratur.

Cara

lain

adalah

asam

lemak

dalam

menyebabkan
risiko

kacang

terjadi-nya

penyakit

Mengkonsumsi

menurunkan

jantung

satu

risiko

ons

penyakit

jantung koroner 25 persen sampai 39


persen, ujarnya.

Penelitian Penny ini

menerapkan pola makan yang sehat, di

didukung oleh penelitian dari Dr Frank

antaranya tidak makan berlebihan serta

Hu dari Havard School of Public Health.

menghindari

Dalam

makanan

mengandung

lemak

yang

dan

minuman

pertemuan

American

Heart

Association di Dallas tahun 2000, Frank

beralkohol, diimbangi dengan aktivitas

mengungkapkan

fisik. Faktor risiko terjadinya penyakit

terhadap 86 ribu wanita yang sering

jantung juga perlu dikendalikan. Jika

mengkonsumsi

memiliki faktor risiko yang tidak dapat

bahwa

dimodifikasi dengan perubahan gaya

kacangan

hidup, maka pemeriksaan kesehatan

mampu menjaga pemompaan aktivitas

jantung secara teratur adalah langkah

jantung

terbaik.

kacangan mengandung fitosterol, Beta-

2. Cegah

Penyakit

Jantung

dengan

hasil

penelitian-nya

kacang,

disimpulkan

meng-konsumsi
termasuk

dengan

kacang-

kacang

teratur.

tanah,

Kacang-

Sitosterol (SIT) yang terbukti dapat

Mengonsumsi Kacang

menghambat pertumbuhan kanker dan

Menurut Guru Besar Bidang Nutrisi dari

melindungi dari penyakit jantung. SIT

Penn State University, Dr Penny Kris-

juga menawarkan perlin-dungan dari

Etherton,

colon, prostate dan kanker payudara.

semakin

mengonsumsi

kacang,

kita
maka

sering
risiko

Kan-dungan

SIT

semakin berkurang. Menurutnya, kan-

dalam jantung dapat menurunkan kadar

dungan asam lemak tak jenuh yang ada

kolesterol dan level Triglyserida dengan

khususnya

kacang tanah terbukti sangat tinggi dan

mg.

gram

kacang

kacang-kacangan,

165

100

terkena penyakit jantung koroner pun

dalam

adalah

dalam

Fitosterol

cara memblok absorbsi kolesterol dari


makanan yang disirkulasikan dalam
darah

dan

mengurangi

reabsorbsi

Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, Vol. 7, No.2, Juli 2011

157
kolesterol dari hati, serta tetap menjaga

sayuran, buah-buahan dan serealia

HDL

merupakan sumber serat.

(High

Density

Lipoprotein)

kolesterol. Lebih dari 80 persen lemak

4. Ikan sebagai sumber Lemak Omega -3

dalam minyak kacang adalah jenis yang

Lemak Omega-3 bisa didapat ataupun

tidak jenuh dan sehat bagi jantung serta

dari supplement makanan. Ikan yang

bebas kolesterol. Selain mengandung

mengan-dung asam lemak omega-3

SIT,

cukup optimal ini mampu menurunan

kacang-kacangan

juga

mengandung serat (fiber).

kadar

3. Konsumsi buah-buahan dan sayuran

superoksida

yang

merusak

jaringan otot jantung. Disarankan agar

sebagai sumber serat.

ikan tidak digoreng melainkan digoreng.

Menurut

Sebab jika digoreng maka kandungan

Prof Dr Muhilal dari Pusat

Penelitian dan Pengem-bangan Gizi

omega-3nya

dan

tingginya

lemak omega-3 ini menjadikan dinding

kolesterol darah merupakan salah satu

pembuluh darah (endotil) kuat, tidak

faktor risiko terjadinya penyakit jantung

rapuh dan tidak mudah ditembus zat

koroner. Serat dalam makanan terdiri

yang

dari serat yang larut dalam air dan yang

darah. Selain itu membuat

tidak

darah (platelet) tidak mudah pecah atau

Makanan,

terlarut

Bogor,

dalam

air,

namun

akan

memecah

keduanya

dapat

menurunkan

menggumpal

kolesterol.

Muhilal

menjelaskan

parameter

menguap.

dinding

serta

biokimia

pembuluh
keping

menurunkan
sebagai

penurunan koles-terol terjadi antara lain

resiko

karena kolesterol terbawa ke dalam

kolesterol, LDL dan trigliserida.

feses

bersama

biosintesis

serat

kolesterol

dan
dalam

proses
hati

Asam

arteriosklerosis

faktor
seperti

5. Perilaku Hidup
Menteri

Kesehatan

Achmad

Sujudi

berkurang karena tingginya konsumsi

mengatakan sejak tahun 1955, penyakit

serat.

jantung

Idealnya,

kita

harus

merupa-kan

penyebab

mengkonsumsi serat 25-30 gram per

kematian nomor satu di Indonesia.

hari. Kacang tanah termasuk makanan

Perilaku

yang mengandung serat. Satu sendok

kalangan masyarakat seperti merokok,

kecil kacang tanah mengandung 2

pola makan yang tidak seimbang dan

gram serat atau 8 persen dari serat

kurang

yang dibutuhkan per hari.. Menurutnya,

merupakan

hidup

yang

melakukan

berisiko

aktivitas

penyebab

di

fisik

terjadinya

penyakit jantung koroner. Data dari


Ariguntar, Sugiatmi, Atthariq & Sudisantoso, Penyakit Jantung

158
WHO menunjukkan setiap tahun tidak

stroke, kanker dan diabetes. Penyakit

kurang dari 12 juta orang meninggal

tidak menular tersebut dapat dicegah

dunia akibat serangan jantung.. Pada

dengan pola makan yang seimbang

tahun 2000 ada sekitar 55 juta orang

berhenti merokok dan olahraga secara

meninggal karena serangan jantung,

teratur,

6. Kendalikan kadar kolesterol


Normal total cholesterol
Borderline High
Total cholesterol
LDL cholesterol
HDL cholesterol
Triglycerides
High Total Cholesterol
Sumber:www.drabelson.com

Less than 5.2 mmol/L (or 200 mg/dL)


5.2 -6.2 mmol/L (or 200 240 mg/dL
> 3.4 mmol/L (130 mg/dL)
<0.9 mmol/L (35 mg/dL)
>2.3 mmol/L (200mg/dL)
>6.2 mmol/L (240 mg/dL)

7. Kontrol atau kendalikan tekanan darah tinggi


Your blood
If your Systolic
Pressure
(mm Hg) is..
Optimal
<12
Normal
<130
High normal
130-139
Hypertension
Stage 1
140-159
Stage 2
160-179
Stage 3
>180
Sumber : www.drabelson.com

and
and
or

If your Diastolic
(mm Hg) is..
<80
<85
85 89

or
or
or

90-99
100-109
>110

Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, Vol. 7, No.2, Juli 2011

159
8. Diet lemak yang dianjurkan
Nutrient
Step one diet
Step Two diet
Total fat
Less than 30 %
of total calories
Saturated fatty acid Less than 10% Less than 7 % of
(safa)
of total calories
total calories
Polyunsaturated fatty Up to 10 % of
acids (pufa)
total calories
Monounsaturated
10% to 15% of
fatty acids (mufa)
total calories
carbohydrates
50% to 60% of
total calories
Protein
10% to 20% of
total calories
Cholesterol
Less than 300 Less than 200
mg/day
mg/day
Total calories
To achieve and
maintain
desirable weigth
Sumber : Nutrition, Essentlals and Diet Therapy,1991
Pengobatan

d. Digoxin, disebut juga digitalis yang

1. Dengan obat-obatan untuk jantung

berfungsi membantu jantung agar

Beberapa macam obat yang biasa


digunakan

untuk

pengobatan

gagal

jantung:

memompa darah lebih baik.


2. Kateterisasi
Kateterisasi

a. ACE inhibitor, membantu membuka


arteri-arteri

dan

menurunkan

adalah

memasukkan

selang kecil melalui urat nadi dilipatan


paha

atau

dipergelangan

tangan.

tekanan darah serta memperbaiki

Selang kecil tadi didorong ke jantung

aliran darah

dan sampai pembuluh darah koroner.

b. Deuretika (water pills), menurunkan

Di

sana,

melalui

disemprotkan

paru

dengan bantuan film yang merekam

pasien

akan

bernafas

membantu

dengan

lebih

mudah

sehingga

semua tindakan tadi maka dapat terlihat


lokasi dan beratnya sumbatan tadi.

c. Beta - bloker, memperbaiki aliran


darah

warna

tadi

cairan yang dikumpulkan oleh parusehingga

zat

selang

dan

mencegah adanya

masalah pada ritme jantung

Setelah itu baru diutuskan apakah


pasien harus dioperasi atau dibalon
saja.Maksud balon disini adlah pada
ujung selang tadi ada balon yang dapat

Ariguntar, Sugiatmi, Atthariq & Sudisantoso, Penyakit Jantung

160
ditiup dari luar( dengan spuit). Balon

dan

ditiup setelah posisinya ada di daerah

merokok).

yang mengalami sumbatan, maka balon


mengembang
sumbatan

dan

tersebut

mendorong

masuk

kedalam

Hypertensi,

kurang

aktivitas

dan

Agar tidak terserang penyakit jantung


koroner, upaya pencegahan yang bisa
dilakukan

adalah

memeriksa

kadar

dinding pembuluh darah. Aliran darah

kolesterol LDL atau kolesterol jahat dan

tertentu

tekanan

akan

melebar

karenanya.

darah

secara

teratur,

Biasanya akan dipasang semacam ring

Mengonsumsi Kacang, Konsumsi buah-

yang disebut stent supaya pembuluh

buahan dan sayuran sebagai sumber

darah tadi tidak tersumbat kembali.

serat, konsumsi ikan sebagai sumber

3. Operasi By Pass

lemak omega 3, perilaku sehat, Kendalikan

Membuat jalur baru untuk arteri.

kadar kolesterol, Kontrol atau kendalikan


tekanan darah tinggi.

PENUTUP

Upaya

Kesimpulan

pengobatan

bila

sudah

terserang penyakit jantung antara lain

Penyakit

jantung

adalah

penyakit

yang mengganggu sistem pembuluh darah

konsumsi

obat-obat

untuk

jantung,

katerisasi dan operasi by pass.

atau lebih tepatnya menyerang jantung dan


Daftar Pustaka

urat-urat darah, beberapa contoh penyakit


jantung seperti penyakit jantung koroner,
serangan jantung, tekanan darah tinggi,
stroke,

sakit

di

dada

(biasa

disebut

Saat ini telah diketahui berbagai


penyakit

Sebagian

berkaitan

makan

jantung
dengan

(Hyperlipidemia/

koroner.
kebiasaan

meningkatnya

lemak dalam darah, karbohidarat dan


Overweight/ Kegemukan) dan ada juga
yang tidak berkaitan dengan makanan
(genetik, penyakit yang bertalian Diabetes

Waspada

Gejala

Penyakit

Mematikan. Tugu 2009.


2. Brian Abelson. Cardiovascular Disease.
How

"angina") dan penyakit jantung rematik.

penyebab

1. Ananta.

to

Save

Your

Patient

Lives.:www.drabelson. com
3. Charlotte

M,

Nancy

J.

Nutrition.

Essentilals and Diet Therapy, sixth


edition. United States of Amerika. 1991.
4. Modern Nutrion in Health and Disease
eight edition/ Edited by Maurice E
Shilss.Penerbit Lea & Febiger. New
York. 1994.

Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, Vol. 7, No.2, Juli 2011

Desain Studi yang Telah Digunakan Dalam Penelitian Tembakau Sebagai Faktor Risiko
Kanker Paru
Oleh: Munaya Fauziah, Lailan Safina, Djamal Thaib
Abstrak
Merokok adalah suatu faktor risiko pada hubungan sebab akibat, tetapi bukan penyebab
sufficient karena sebagian besar perokok (>90%) tidak pernah mendapat kanker paru-paru.
Sebagian besar kanker paru-paru, diatributkan pada suatu mekanisme hubungan sebab
akibat yang melibatkan merokok sebagai satu komponen penyebab.

Dengan mencegah

merokok, atau dengan membuat rokok yang tidak beracun, sebagian besar kasus kanker
paru akan dapat dicegah.
Pada kejadian merokok-lebih dari 30 tahun, bukti-bukti telah dikumpulkan untuk
mengklarifikasi hubungan antara insiden kanker paru dengan waktu, durasi, intensitas, dan
karakteristik merokok lainnya.
Penelitian yang telah dilakukan tersebut menunjukkan beberapa karakteristik yang
berisiko terhadap kejadian kanker paru seperti umur, jenis kelamin, intensitas atau jumlah
rokok, durasi, lama merokok-tahun, jenis tembakau, kadar tar, kedalaman hisapan, jenis
rokok, tipe tembakau, dan merokok pasif. Merokok mendorong terjadinya kanker paru pada
semua tipe histologi. Risiko kanker paru pada wanita perokok pasif juga meningkat.
Kata kunci: Tembakau, merokok, kanker paru
PENDAHULUAN
Pada

tahun

merokok sigaret adalah penyebab utama


1920-1930,

kanker paru pada pria AS. Pada kejadian

merokok

merokok-lebih dari 30 tahun, bukti-bukti

dicurigai sebagai satu faktor penyebab

telah dikumpulkan untuk mengklarifikasi

peningkatan insiden kanker paru. Pada

hubungan antara insiden kanker paru

tahun 1950 dilakukan studi kasus kontrol di

dengan waktu, durasi, inten-sitas, dan

Amerika Serikat (AS) dan Inggris yang

karakteristik merokok lainnya.7

hasilnya mendukung keterkaitan antara


merokok dengan kanker paru. Pada tahun
1964 diterbitkan laporan ahli bedah umum
tentang

merokok

yang

menyimpul-kan

adanya bukti dan menyatakan bahwa


161

162
KONSEP EPIDEMIOLOGI HUBUNGAN

melalui mekanisme yang lain contohnya,

SEBAB AKIBAT

penyebab sufficient yang berbeda, yang

Konsep

penyebab

terdiri

dari

(Rothman, 1976) sufficient cause dan


komponen

sufficient

cause.

tidak

termasuk

sebagai

komponen

penyebab yang ditahan.2

Penyebab

Contohnya adalah kanker paru-paru.

sufficient adalah satu penyebab yang tidak

Merokok adalah suatu faktor risiko pada

terelakkan akan menghasilkan suatu efek.

hubungan sebab akibat,

Tiap kejadian efek merupakan hasil akhir

penyebab sufficient karena sebagian besar

dari penyebab sufficient. Tepatnya karena

perokok

penyebab

kanker paru-paru. Sebagian besar kanker

sufficient

memiliki

arti

tetapi

bukan

(>90%) tidak pernah mendapat

menyebabkan efek yang tidak terelakan,

paru-paru,

penyebab sufficient sulit untuk diidentifikasi

mekanisme hubungan sebab akibat yang

keseluruhannya.

melibatkan

Komponen

penyebab

diatributkan

merokok

pada

suatu

sebagai

satu

sufficient memberikan arti pada kehadiran

komponen penyebab. Dengan mencegah

mereka

peningkatan

merokok, atau dengan membuat rokok

kemungkinan terjadinya efek. Outcome

yang tidak beracun, sebagian besar kasus

yang

hanya

pada

sebenarnya

kejadian

tergan-tung

pada

kanker paru akan dapat dicegah. Sedikit

komponen

yang

kasus kanker paru akan tetap terjadi

dibutuhkan

untuk

karena ada penyebab sufficient lain yang

penyebab

yang

tidak melibatkan merokok, sebagaimana

penyebab

komplementer
melengkapi

yang
suatu

sufficient.

yang

Penyebab-penyebab

pada

studi

epidemiologi yang disebut sebagai faktor


risiko penyebab (causal risk factor) adalah

ditunjukkan

dengan

jelas

pada

kejadian kanker paru dikalangan bukan


perokok. 2
Pada umumnya desain studi yang

penyebab komponen. Karena penyebab

digunakan

semacam

maka

sebagai faktor risiko kanker paru adalah

akan

kohort

ini

tidak

"lengkap",

menahan salah satu komponen

untuk

prospektif,

meneliti

kasus

tembakau

kontrol,

kros

memberikan suatu penyebab komponen

seksional. Desain studi ini digunakan untuk

sufficient menjadi tidak sufficient, sehingga

meneliti

dapat mencegah efek, paling tidak lewat

umur, jenis kelamin, intensitas atau jumlah

satu

ada

rokok, durasi, lama merokok-tahun, jenis

kemungkinan bahwa efek akan muncul

tembakau, kadar tar, kedalaman hisapan,

mekanisme

ini.

Masih

karakteristik

merokok

seperti:

Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, Vol. 7, No.2, Juli 2011

163
jenis rokok, tipe tembakau, dan merokok

lebih besar pada wanita yang merokok

pasif.

lebih dari 30 batang per hari. Di Inggris,


dokter wanita yang lahir setelah tahun

DESAIN STUDI KOHORT


Studi

kohort

dilakukan

yaitu

1920 dengan kebiasaan merokok yang

skala

(1)

besar

American

telah

sama dengan dokter pria, risiko kanker

Cancer

paru pada wanita merokok lebih dari 25

Society (ACS)- Follow-up 6 tahun pada 1,5

batang per hari 16330 kali lipat. 7

juta pria (Hammond, 1966), (2) 40 tahun


penilaian kematian pada 34.000 dokter di

Karakteristik merokok menurut durasi.

Inggris (Doll et al, 1994), (3) 26 tahun

Risiko kanker paru semakin meningkat

follow-up 290.000 veteran AS (McLaughlin

dengan peningkatan durasi merokok. Doll

et al, 1995). Hasil dari ketiga studi kohort

dan Peto (1978) menggunakan data kohort

tersebut

angka

dokter di Inggris menyimpulkan bahwa

kematian karena kanker paru naik teratur

pertambahan risiko kanker paru bertambah

dengan

yang

sebanding dengan kuadrat jumlah rokok,

dihisap, sehingga risiko perokok 2 pak

dan 4-5 kali durasi merokok. Keterkaitan

sehari 20 kali lebih besar dari yang bukan

antara intensitas (jumlah rokok) dengan

perokok.

durasi adalah sama pentingnya dalam

menunjukkan

kenaikan

Studi

bahwa

jumlah

rokok

selanjutnya

merupakan

follow-up 4 tahun, antara tahun 1982-1986,

risiko kanker paru. Ada kesulitan

pada

meneliti karakte-ristik durasi ini karena

600.000

wanita

AS

oleh

ACS

jumlah kanker paru pada bukan perokok

(Garfinkel dan Stellman,1988). 7


Studi
kebiasaan

tentang
merokok

menunjukkan
paru pada
merokok

bahwa

karakteristik
meurut

gender

terjadinya

kanker

pria karena lebih banyak

dan

kuantitas

lebih

dalam

banyak.

Setelah diuji menurut jenis kelamin, risiko


relatifnya lebih besar pada pria. Studi
berikutnya (Garfinkel dan Stellman,1988)
dengan masa follow-up 4 tahun, antara
tahun 1982-1986, pada 600.000 wanita AS
oleh ACS, menunjukkan risiko kanker paru

kecil

dan

intensitas

beragam
dan

durasi

kategori
membuat

umur,
sulit

memisahkan efek intensitas dan durasi. 7


DESAIN STUDI KASUS KONTROL
Beberapa studi kasus kontrol telah
dilakukan yaitu studi kasus kontrol dari
population base yang besar di Cina (Gao
et al, 1988), studi kasus kontrol hospital
base di Eropa Barat (Lubin et al, 1984),
studi kasus kontrol-population base (Wilcox

pada wanita perokok 12,7 dan 20 kali lipat

Fauziah, Safina & Thaib, Desain Studi yang Telah Digunakan

164
et al, 1988), studi kasus kontrol (Sidney et

perokok non filter setelah diadjust dengan

al, 1993).

jumlah rokok (Lubin et al, 1984). Studi

Karakteristik merokok menurut durasi


yang diperoleh dari studi kasus kontrol
population base yang besar di Cina (Gao
et al, 1988), dengan sampel 1.400 pasien
kanker paru dan 1.500 kontrol, menunjukkan efek

intensitas dan durasi

independen.
intensitas

Masing-masing

dan

durasi

yang
risiko

menjadi

dobel

kasus kontrol-population base (Wilcox et


al, 1988) menunjukkan risiko perokok <14
mg sebesar 40% dari perokok 21-28 mg.
Studi kohort ACS (Garfinkel dan Stellman,
1988) menunjukkan wanita perokok filter
berisiko 70% dibandingkan wanita perokok
non filter.
DESAIN STUDI KROS SEKSIONAL

sehingga risiko kanker paru menjadi 4 kali

Desain studi kross seksional yang

lipat. Hasil yang sama diperoleh dari studi

telah dilakukan yaitu survey hospital

kasus kontrol hospital base

base di Amerika Utara (Kaufman et al,

di Eropa

Barat (Lubin et al, 1984). 7


Karakteristik

1989). 7

menurut

kedalam-an

hisapan. Baik dari studi kohort

ACS

(Garfinkel dan Stellman, 1988) dan studi

Survey

hospital

base

di

Utara AS menunjukkan bahwa merokok tar


rendah(<22

mg)

berisiko

dari

tar

tinggi(>29 mg) (Kaufman et all, 1989).


Studi

kasus kontrol (Lubin et al, 1984) tidak

prospektif

(Sidney,

1993)

antara

menunjukkan bahwa meng-ganti rokok

dengan

sigaret non filter menjadi filter, tar tinggi

kanker paru, walaupun risiko pada yang

menjadi tar rendah, menurunkan risiko

menghisap dalam/sedang lebih tinggi dari

kanker paru.

yang tidak/ringan. 7

pada

ditemukan hubungan
kedalaman

konsisten

meng-hisap

rokok

Penurunan risiko terbesar

penghentian

merokok,

walaupun

tidak akan mencapai serendah baseline


Karakteristik kadar tar. Risiko kanker
paru berkaitan dengan tipe tembakau yang
dihisap.

Merokok

dengan

risk pada orang yang sepanjang hidup


tidak merokok (1.0).

filter

menurunkan kadar tar rendah sehingga


menurunkan risiko. Studi kasus kontrol di

STUDI EKSPERIMENTAL
Studi Klinik (Clinical trial) (Hill dan

Eropa Barat menunjukkan bahwa perokok

Marquardt,

filter seumur hidup berisiko lebih rendah

orang yang mengganti rokok tinggi tar ke

(40% pada pria dan 20% pada wanita) dari

rendah tar akan mengkompensasikannya

1980)

menunjukkan bahwa

Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, Vol. 7, No.2, Juli 2011

165
dengan

mengintensifkan

kedalaman

Histologi. Dari studi kasus kontrol di

hisapan asap rokok. Hanya perokok yang

Eropa Barat, diketahui bahwa merokok

tidak menambah kedalaman hisapan asap

mendorong terjadinya kanker paru pada

rokok yang mendapat manfaat.4

semua tipe histology. Hubungan yang


paling kuat pada sel squamosa carcinoma

TEMUAN LAIN PENELITIAN

yaitu 2-4 kali dibandingkan small sel

Karakteristik jenis rokok. Jenis rokok

carcinoma dan adenocarcinoma. Di AS,

yang biasa dirokok adalah cerutu/pipa dan

merokok sigaret bertanggung jawab pada

sigaret/linting. Merokok dengan pipa dan

90% Kanker paru pada pria dan 79% pada

cerutu

wanita (Surgeon General, 1989). 7

dikaitkan

dengan

kanker

paru

dengan risiko yang lebih kecil dari pada


Merokok Pasif. Risiko Kanker paru

rokok filter/non filter. Rokok sigaret kurang


menyebabkan iritasi dan mudah dihisap

meningkat

daripada cerutu atau rokok dengan pipa.

perokok yang suaminya merokok. Risiko

Perokok cerutu yang menghisap-dalam,

meningkat dengan kenaikan jumlah rokok

berisiko 10 kali dari yang tidak menghisap

yang dihisap suami, 70% lebih wanita ini

dalam-dalam

sangat berat terpapar. Secara etiologi asap

(Lubin

negara-negara

et

al,

1984).

Skandi-navia

di

Di

mana

tembakau

39%

pada

mengandung

wanita

banyak

bukan

bahan

cerutu dan sigaret sama penggunaannya,

mutagen, karsinogen, dan agen toksik lain

risiko pemakai kedua jenis rokok sama. 7

yang terkadang lebih tinggi dari

asap

mainstream yang dihisap. Nikotin dan


Karakteristik

Di

hemoglobin 4 aminobiphenil (karsinogen

Kuba, tembakau hitam berisiko lebih tinggi

pada asap rokok) dideteksi ada pada

dari tembakau yang lebih terang (Joly et al,

perokok pasif. Hemoglobin 4 aminobiphenil

1983).

haemoglobin

ada pada fetus yang ibunya merokok.

terhadap 4-aminobiphenil lebih tinggi pada

Dengan mem-bandingkan kotinin diketahui

perokok

perokok pasif sama dengan menghisap 1.5

Di

Italia,

tipe

tembakau.

kadar

tembakau

hitam

dibanding

tembakau pirang (Bryant et al, 1988). Di


Cina,

ketika

jumlah

rokok

rokok sehari.7

disamakan

dengan orang Eropa, risikonya sama (Gao,

BIAS

et al, 1988). Di AS, risiko sama baik pada

Bias seleksi, yaitu distorsi efek

perokok mentol (dikalangan kulit hitam)

berkaitan dengan cara pemilihan subyek

atau bukan (Kabat dan Herbert, 1991). 7

ke dalam populasi studi. Terjadi bila status

Fauziah, Safina & Thaib, Desain Studi yang Telah Digunakan

166
penyakit pada studi kohort (retrospektif)

merokok dengan kanker paru di RS, pada

atau status eksposure pada kasus kontrol

kontrol dipilih pasien emphysema, padahal

atau

seksional

rokok juga menyebabkan emphysema.

mempengaruhi pemilihan subyek pada

Bias ekslusi misalnya, memasukkan pasien

kelompok-kelompok

emphysema pada kasus.

keduanya

pada

kros

yang

diperbandingkan. Bias ini meliputi: Bias


non-respons
terpilih

misalnya,

mau

bukan

perokok

berpartisipasi

perokok

yang

yang

sedangkan

terpilih

menolak

berpartisipasi sementara status kanker


paru

berhubungan

dengan

partisipasi

kelompok bukan perokok. Loss to follow up


misalnya karena sakit tertentu, meninggal,
mengundurkan

diri,

pindah.8

bias, karena orang tersebut

Detection
cenderung

tereks-pose dengan asap rokok maka


diberikan pelayanan medis yang lebih
intensif

dibandingkan

yang

tidak

terekspose asap rokok.

kriteria

terjadi karena perbedaan sistematik dalam


mutu

dan

cara

pengumpulan

data

(misalnya karena menggunakan kriteria


atau metode pengukuran yang tidak sahih
tentang pajanan atau penyakit. Termasuk
kedalam jenis bias ini yaitu bias recall dari
partisipan
interviewer,

studi

atau

bias

surrogate,

misklasifikasi.

bias
Bias

misklasifikasi yaitu kesalahan pengukuran


sehingga terjadi misklasifikasi eksposure
atau

penyakit,

contohnya,

ada

kemungkinan memasukkan perokok atau


mantan perokok sebagai bukan perokok

Diagnostic bias misalnya karena


perbedaan

Bias informasi, yaitu bias yang

diagnostik

ketika menulis laporan.8

sel

squamosa carcinoma, small sel carcinoma


dan adenocarcinoma. Pada saat itu belum
ada tes diagnostik yang definitif untuk
adenocarsinoma sehingga kasusnya kecil,
setelah ada alat tes diagnostik kasusnya
mulai naik.

Bias konfonding, contohnya perokok


memulai

kebiasaan

merokok

dalam

rentang umur yang sempit (14-21 tahun),


sehingga analisis hubungan antara durasi
merokok dan risiko kanker pada perokok
terganggu

oleh

konfonding

karena

hubungan yang dekat antara usia dan

Bias ekslusi dan inklusi terjadi pada

durasi

merokok.6 Residual

konfonding,

subyek penelitian yang memiliki penyakit

pengelompokan perokok dengan bukan

lain

perokok. Apakah masuk perokok kalau

dari

yang

berhubungan

diteliti

dengan

yang

diketahui

eksposure.

Bias

inklusi misalnya, pada hubungan antara

kadang-kadang

merokok

atau

pernah

Cuma 1 kali atau mantan perokok? Masih

Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, Vol. 7, No.2, Juli 2011

167
ada sisa karakteristik kelompok merokok

bias diagnostic, bias ekslusi dan inklusi.

yang belum termasuk kedalam kelompok

Bias lainnya yaitu bias informasi dan bias

yang diteliti sehingga menghasilkan sisa

konfonding.

konfonding.8

Daftar Pustaka

Kesimpulan

1. Hutchison

Desain studi yang telah dilakukan


dalam penelitian tembakau sebagai faktor
risiko kanker paru meliputi, desain studi
kros seksional, kohort, kasus kontrol dan
eksperimental. Penelitian American Cancer
Society (ACS)- Follow-up, penelitian pada
kohort dokter di Inggris, penelitian pada
veteran AS, penelitian pada wanita AS oleh
ACS semua penelitian itu memiliki data
sampel penelitian yang jumlahnya sangat

Penelitian
tersebut

yang

telah

menunjukkan

karakteristik

yang

berisiko

dilakukan
beberapa
terhadap

kejadian kanker paru seperti umur, jenis


kelamin, intensitas atau jumlah rokok,
durasi,

lama

merokok-tahun,

jenis

tembakau, kadar tar, kedalaman hisapan,


jenis rokok, tipe tembakau, dan merokok
Merokok mendorong terjadinya

kanker paru pada semua tipe histologi.


Risiko kanker paru pada wanita perokok

Fraumeni

JF,

ada

eds.

Cancer

Epidemiology and Prevention-Chapter


One.

Philadelphia:

W.B.

Saunders

Company, 2002
2. Rothman, KJ., Cancer Epidemiology
and

Prevention-Chapter

Two:

Causation and Causal Inference, p.1521. In: Schottenfeld D, Fraumeni JF,


eds.

Cancer

Epidemiology
Philadelphia:

and
W.B.

Saunders Company, 2002


3. Yuspa,

SH.,

Harris,

CC.,

Cancer

Epidemiology and Prevention- Chapter


Three: Molecular and Cellular Basis of
Chemical Carcinogenesis, p. 23-40. In:
Schottenfeld D, Fraumeni JF, eds.
Cancer Epidemiology and Prevention.
Philadelphia: W.B. Saunders Company,
2002
4. Wynder EL, Hoffman D: Tobacco, in
Schottenfeld D,Fraumeni JF Jr (eds):

p.277-291,
yang

epidemiologic

Cancer Epidemiology and Prevention.

pasif juga meningkat.


Bias

The

method p. 3-7. In: Schottenfeld D,

Prevention.

besar.

pasif.

GB.

dalam

berbagai

penelitian tersebut meliputi bias seleksi


seperti bias non respons dan bias deteksi,

Philadelphia,

Saunders,

1982,
5. Tomatis, L., Kaldor, JM., Bartsch, H.
Cancer

Fauziah, Safina & Thaib, Desain Studi yang Telah Digunakan

Epidemiology:

Experimental

168
studies in the assessment of human

7. Blot WJ, Fraumeni JF Jr. Cancers of

riski, p.11-21( D. Schottenfeld and J.F.

the lung and pleura. In: Schottenfeld D,

Fraumeni, Jr., Eds), WB Saunders,

Fraumeni

Philadelphia in Press, 2002

epidemiology and prevention. 2nd ed.

6. Baron, AJ., Rohan, TE, Tobacco, p


269-281, In:. Schottenfeld D., and J.F.
Fraumeni,
Epidemiology,

Jr.,

Eds,
WB

Philadelphia in Press, 2002

JF

Jr,

editors.

Cancer

New York: Oxford University Press;


1996. p. 637-656.

Cancer

8. Zheng, TZ, Principles of Epidemiology,

Saunders,

Yale University School of Public Health,


1998, p.55-176

Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, Vol. 7, No.2, Juli 2011

HIV/AIDS Dalam Pandangan Islam


Oleh : Lailan Safina, Andriyani Asmuni
Abstrak
Acquired Immune Deficiency Syndrome, secara harfiah Acquired artinya didapat bukan
keturunan. Immune artinya sistem kekebalan. Deficiency adalah kekurangan, dan Syndrome
yakni kumpulan gejala penyakit. Sedangkan secara terminologi AIDS merupakan kumpulan
gejala penyakit yang menyerang dan atau merusak system kekebalan tubuh manusia melalui
HIV (Human Immune Virus).
Sampai saat ini belum ada vaksin yang mampu mencegah HIV( mungkin hanya sebatas
mencegah penyebarannya melalui ARV). Orang yang terinfeksi HIV akan menjadi karier
selama hidupnya, firman Allah s.w.t. yang berbunyi: dan sesungguhnya akan kami berikan
cobaan kepadamu dengan sedikit kelaparan, ketakutan,dan berikanlah berita gembira bagi
orang-orang sabar. (Al-Baqarah:155).
Kata kunci: HIV, AIDS, seks, islam

Pendahuluan

of

jumlah

kemudian

HIV/AIDs

tercermin pada pola dan gaya hidup

dikarenakan tingginya prevalensi penyakit

semisal; perdagangan seks, pengesahan

kelamin

perkawinan sesama jenis, pameran seks,

atau

penderita

yang

melahirkan permissive society, hal tersebut

Berbagai data menjelaskan bahwa


akselerasi

permissiveness

IMS

(Infeksi

Menular

Seksual) pada waria dan tuna susila.

pornografi,

Penyakit

bertanggung jawab, dan seterusnya. Allah

kelamin

penularan

mempermudah

HIV/AIDS.

Berbagai

legalisasi

aborsi

tak

s.w.t. berfirman: maka tatkala mereka

riset

menyata-kan bahwa pengetahuan remaja

melupakan

yang

diberikan, kami pun membuka semua pintu

minim

tentang

HIV/AIDS

dan

peringatan

kesenangan

seksual

apabila mereka bergembira, kami siksa

salah

satu

faktor

ilmu

pengetahuan

sehingga

mereka dengan sekonyong-konyong, maka

penyebab timbulnya HIV/AIDS.


Kemajuan

mereka,

telah

interpretasi yang salah tentang masalah


merupakan

untuk

yang

ketika itu mereka terdiam terdiam berputus

dan

asa. (Al-Anam:44)

teknologi telah menimbulkan pola dan gaya


hidup baru yang bersumber pada doctrine

169

170
Penyebab dan Penularannya
HIV
darah,

terutama

air

mani,

terdapat
dan

Pengamanan
di

cairan

dalam
vagina.

Ditujukan

kepada

orang

yang

berperilaku sebagai penyebab menularnya

Penularannya melalui:

HIV/AIDS. Di negara Amerika Serikat AIDS

1. hubungan seksual dengan pengidap

dipandang secara hukum sebagai senjata

HIV (homo atau heteroseksual)

mematikan.

Di

Los

Angeles,

seorang

2. transfusi darah yang mengadung HIV

pekerja seks yang tahu dirinya terinfeksi

3. alat suntik bekas pengidap HIV; tindik,

HIV, tetapi tetap meneruskan kegiatannya,

tattoo, narkoba (IDU), injeksi, dan lainlain

didakwa sebagai percobaan pembunuhan.


Di Minessota, seorang yang terinfeksi

4. dari ibu hamil kepada janinnya.

HIV dan menggigit orang lain dengan


tujuan menularkannya, didakwa sebagai

Pencegahan Secara Umum


Memberikan
HIV/AIDS
melalui

dan

percobaan pembunuhan dengan senjata

penyuluhan
kesehatan

ceramah

tentang

tajam.

reproduksi

agama,

khotbah,

pengajian, seminar, lokakarya, dan lain-

Pengobatan
Hadits

Rasulullah

s.a.w.

yang

lain. Firman Allah s.w.t.: serulah manusia

diriwayatkan oleh Arbaah: berobatlah hai

kepada jalan Allah dengan hikmah dan

hamba

pelajaran yang baik dan bantulah pula

menurunkan

dengan cara yang baik. (An-Nahl:25).

diturunkan pula obatnya, kecuali penyakit

Allah,

karena

suatu

Allah

penyakit,

tidak
kecuali

yang satu (pikun).


Pencegahan Secara Khusus

Islam memberikan tuntunan dalam

Memperkenalkan metode A, B, C,

pengobatan HIV/AIDS yakni secara fisik,

dan D, yakni:

psikis, dan social. Secara fisik melalui

Abstain from sex bagi remaja dan

medis dan sejenisnya hingga yang terbaru

belum menikah

ARV (AntiRetroviral) secara psikis melalui

Be faithful setia terhadap pasangan

kesabaran,

Condom

(dzikrullah), dan berdoa, sedangkan secara

selalu

menggunakan

taubat,

taqarrub

ilallah

kondom

sosial melalui penerimaan dan dukungan

Dont use a hypodermic needle tidak

penuh masyarakat terutama keluarga.

menggunakan

alat

suntik

bekas

pengidap HIV/AIDS.
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, Vol. 7, No.2, Juli 2011

171
Dalam

tatanan

implementasi,

program-program yang direkomendasikan

ketiga, mencegah penularan melalui cairan


tubuh ODHA.

dan dilakukan selama ini masih belum


menyentuh akar permasalahan.

Pertama, menutup setiap celah seks

Selain

bebas. Ini sebagai upaya penanggulangan

hanya fokus pada upaya-upaya kuratif,

HIV/ADIS sangat mudah diterima, karena

upaya yang dilakukan juga cenderung

terbukti seks bebas merupakan sarana

bersifat pragmatis bahkana bermasalah.

penularan

Sebagai contoh, kampanye penggunaan

setiap celah seks bebas berarti mengatur

kondom

pemerintah,

pemunculan dan pemenuhan naluri seks

termasuk penyediaan ATM Kondom resmi

agar sesuai dengan tujuan Allah SWT

di

malah

menciptakan naluri seks tersebut. Yaitu

memfasilitasi kegiatan seks bebas kian

agar ras manusia lestari. Untuk tujuan

merajalela dengan dalih aman dari KTD

tersebut,

(kehamilan tak diinginkan) dan aman dari

seperangkat aturan, yaitu diperintahkan

ancaman terkena HIV/ADIS. Wajar jika

menahan

upaya tersebut tak berpengaruh signifikan

kemaluan.

terhadap berkurangnya angka HIV ADIS

Katakanlah kepada orang laki-laki yang

dan

beriman: Hendaklah mereka menahan

yang

digagas

tempat-tempat

seks

tertentu

bebas

berikut

dampak

utama

Islam

HIV/ADIS.

telah

pandangan
QS

24:30

mempersiapkan

dan

memelihara

yang

artinya:

turunannya. Malahan data menunjukkan

pandangannya

kasus-kasus tersebut

terus mengalami

kemaluannya; yang demikian itu adalah

peningkatan dari tahun ke tahun dengan

lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya

peningkatan yang fantastik.

Allah Maha mengetahui apa yang mereka

Kondisi ini sebetulnya dilaku-kan di


atas

paradigma

perbuat.

dan

Menutup

memelihara

Lalu QS 24:31: Katakanlah

yang

salah

yakni

kepada wanita yang beriman: Hendaklah

dan

sekular

yang

mereka

paradigma

liberal

senantiasa

meminggirkan

aturan-aturan

menahan

pandangannya

dan

kemaluannya ...

agama. Jadi paham ini harus ditinggalkan

Islam juga mewajibkan laki-laki dan

dan pilihan satu-satunya hanyalah kembali

wanita dewasa menutup aurat. Rasulullah

pada Islam. Ini solusi penanggulangannya.

SAW

Konkretnya ada tiga: Pertama, menutup

laki-laki) dari bawah pusar sampai kedua

setiap celah seks bebas; kedua, menutup

lututnya

setiap celah penyalahgunaan narkoba;

Ahmad). Allah SWT berfirman dalam QS


24:31:

Safina & Asmuni, HIV/AIDS Dalam Pandangan Islam

bersabda: Sesungguhnya (aurat


merupakan
....

dan

auratnya.
janganlah

(HR

mereka

172
menampakkan perhiasannya, kecuali yang

haram.

(biasa) nampak dari padanya ... Dengan

Sabdanya lagi: Tidak boleh menimpakan

tertutupnya aurat pria dan wanita maka

bahaya pada diri sendiri dan kepada orang

pornoaksi dan pornografi tidak akan ada di

lain. (HR Ibnu Majah).

tengah

masyarakat,

sehingga

nalauri

(HR

Bukhari

Indonesia

saat

ini

dan

Muslim).

telah

menjadi

seksual tidak distimulasi pada saat yang

market narkoba. Hal ini didukung oleh

tidak tepat.

berbagai fakta, di antaranya adalah pabrik

Islam

mengharamkan

perzinah-an

ekstasi terbesar di Asia Tenggara ada di

dan segala yang terkait dengannya. QS

Banten, ditemukannya berkilo-kilo narkoba

17:32: Dan janganlah kamu mendekati

dan

zina. Sesungguhnya zina itu adalah suatu

meningkat cepat.

perbuatan yang keji dan suatu jalan yang

Ketiga,

jumlah

penyalahguna

putuskan

narkoba

rantai

transmisi

buruk. Rasulullah SAW bersabda: Wahai

melalui ODHA. ODHA yang tidak terkena

para pemuda, barangsiapa diantara kamu

sanksi yang mematikan haruslah diisolasi

telah

sebagai

mampu

memikul

beban,

maka

upaya

pencegahan

penularan

hendaklah ia kawin karena menikah dapat

melalui darah dan cairan tubuhnya. Hal ini

menundukkan pandangan dan menjaga

karena terbuki darah dan cairan tubuh

kemaluan dan barangsiapa yang belum

ODHA

mampu

karena

menularkan HIV. Selama masa isolasi

dengan puasa dapat menjadi pengendali.

haruslah dijamin pemenuhan kebutuhan

(HR Ibnu Masud ra).

dan nalurinya, dimotivasi untuk sembuh.

hendaklah

ia

puasa,

Negara berperan

berisiko

tinggi

hingga

rendah

aktif mewujudkan ketakwaan individu yang

Selama diisolasi ODHA bukan cuma

menjadi pilar utama pelaksanaan syariat

diberi terapi fisik, seperti diberikan diet

Islam dan pelaksana pendidikan formal

yang memenuhi kecukupan gizi ODHA,

dan non formal yang berasaskan akidah

obat sistemik dan vitamin, akan tetapi

Islam.

terapi psikoreligi yang sangaat dibutuhkan

Kedua,

celah

untuk menimbulkan motivasi kesembuhan,

penyalahgunaan narkoba. Allah SWT telah

bahkan salat, berdoa, berdzikir dapat

mengharamkan narkoba apapun jenisnya,

meningkatkan kekebalan tubuh terhadap

karena

virus HIV/AIDS.

segala

menghilang-kan

menutup

benda
akal

setiap

tersebut

dapat

(kesadaran).

Ada

beberapa

faktor

yang

Rasulullah SAW bersabda: Setiap yang

menyenabkan terjadinya penyakit HIV-

menghilangkan

AIDS tersebut. Diantaranya adalah:

akal/kesadaran

adalah

Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, Vol. 7, No.2, Juli 2011

173
1. Penyalahgunaan

Narkoba

dengan

menggunakan jarum suntik.

jauhnya. Melihat bahaya narkoba yang

Secara tekstual di dalam Al-Qur'an


tidak

sebutkan

akan

narkoba harus dijauhi dengan sejauh-

dilarangnya

sangat

besar,

maka

memerintahkan

agar

Allah

SWT

sesuatu

yang

penggunaan narkoba. Namun secara

dapat membahayakan seperti minuman

kontekstual, bail Al-Qur'an maun Hadits

keras, narkoba dan lain-lainnya itu

telah menyebutkan bahwa Narkoba itu

supaya dijauhi. Sebagaimana firman

hukumnya adalah haram. Sebagaimana

Allah:

Ayat dan Hadits di bawah ini:

Hai

Mereka bertanya kepadamu tentang

sesungguhnya

khamr dan judi.

berjudi,

Katakanlah:

pada

orang-orang

yang

beriman,

(meminum)

(berkorban

khamar,

untuk)

berhala,

keduanya itu terdapat dosa besar dan

mengundi nasib dengan panah, adalah

beberapa manfaat bagi manusia, tetapi

perbuatan

dosa

setan.

keduanya

lebih

besar

dari

manfaatnya. (QS. Al-Baqarah: 219).


Dari ayat di atas jelas bahwa

sedangkan

narkoba

lebih

termasuk

Maka

jauhilah

perbuatan
perbuatan-

perbuatan itu agar kamu mendapat


keberuntungan (QS. Al-maidah: 90).

khamr itu memabukkan dan hukumnya


haram

keji

Khamr dan judi adalah haram


Mereka bertanya kepadamu tentanng

bahaya dari khamr dan hukumnya lebih

khamr

haram dari khamr. Narkoba tidak hanya

keduanya itu terdapat dosa besar dann

membuat orang menjadi mabuk tetapi

beberapa manfaat bagi manusia, tetapi

dapat

membuat

menyalahgunakan

dan judi.

yang

dosa

menjadi

mati.

manfaatnya.(QS. Al-Baqarah:219)

bahanya

narkoba

khamr,

maka

narkoba

adalah

haram.

Setiap

melebihi

Laknat

zat

berkata : hai Muhammad, Allah

yang

memerasnya,

haram.(HR.

Abdullah Ibnu Umar)


tidak

membuat

mabuk,

membuat

syaraf

Khamr

Malaikat Jibril datang kepadaku lalu

yang

Narkoba

dari

hukumnya

melaknat

itu

besar

terhadap

memabukkan itu kmar dan setiap zat


memabukkan

lebih

pada

orang

Melihat

keduanya

Katakanlah:

minuman
yang

keras,

yang

meminumnya,

orang yang menerima penyimpananhanya

sekedar

nya, orang yang menjualnya, orang

tetapi

narkoba

yang

yang

menyalah-

gunakan menjadi error. Oleh karena itu


Safina & Asmuni, HIV/AIDS Dalam Pandangan Islam

membelina,

menyuguhkannya

orang
dan

yang

orang-orang

174
yang mau disuguhi. (Riwayat Ahmad

Maha Penyayang (kepada mereka)

bin Hambal ibnu Abbas).

sesudah mereka dipaksa (itu)". ( QS.

2. Seks bebas/ tidak sehat


Kebiasaan

An-Nur: 33).

main

perempuan

Dari kedua ayat di atas, Allah swt

(berbuat zina) merupakan salah satu

menjelaskan kepada hambanya, bahwa

dari

segala bentuk perbuatan mendekati

kebiasaan

pada

sebagaian

masyarakat. Hal ini terbukti dengan

kepada

masih

tempat

pelacuran dan seterusnya itu dilarang.

yang

Sebagai akibat dari perbuatan di atas

memeluk

adalah munculnya penyakit HIV-AIDS

eksisnya

beberapa

pelacuran

di

Negara

kita

mayoritas

penduduknya

agama Islam.
Negara

zina

(main

perempuan)

yang hingga sekarang belum ditemukan


kita

yang

mayoritas

obatnya.

penduduknya muslim ini, merupakan

3. Musibah

salah satu negara yang memiliki tempat

Penyakit

HIV-AIDS

pelacuran terbesar jika dibandingkan

ditimbulkan

dengan negara-negara di Asia lainnya.

melanggar syari'ah agama (menyalah-

Ini adalah merupakan prestasi yang

gunakan narkoba dengan mengguna-

memalukan bagi umat Islam.

kan jarum sunti dan sek yang tidak

Islam telah melarang mendekati


perbuatan

di

atas,

sebagaimana

oleh

selain

mereka

yang

sehat) juga bisa karena factor ketidak


sengajaan. Misalnya: Istri yang baik-

firmannya:

baik (shalihah) bisa terkena HIV jika

"Dan janganlah kamu mendekati zina;

bergaul dengan suaminya yang suka

sesungguhnya zina itu adalah suatu

melacur dan pelacurnya terinfeksi HIV,

perbuatan yang keji dan suatu jalan

atau seorang petugas kesehatan yang

yang buruk". ( QS. Al-Isra': 32).

menggunakan

Dan

janganlah

budak-budak

kamu

wanitamu

duniawi.

Dan

mencari
barang

untuk

terinfeksi HIV. Dan masih banyak factor

keuntungan
siapa

bekas

digunakan menyuntik seseorang yang

lainnya.

sendiri mengingini kesucian, karena


hendak

suntik

paksa

melakukan pelacuran, sedang mereka

kamu

jarum

yang

memaksa mereka, maka sesungguhnya

Oleh karena itu jalan yang paling


baik

untuk

penyakit

mencegah

HIV-AIDS

tertularnya

yang

sangat

menakutkan tersebut adalah dengan

Allah adalah Maha Pengampun lagi


Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, Vol. 7, No.2, Juli 2011

175
menjahui

perbuatan

zina

dan

menyalah-gunaan narkoba.

lagi untuk diingatkan. Peringatan ini justru


ditujukan kepada orang-orang baik untuk
menghentikan perbuatan orang zalim dari

Azab dan Peringatan Tidak Terbatas


Buat yang Zalim Saja
Dan

sebuah

maksiat dan kemungkaran. Jangan hanya


didiamkan saja, harus dicegah, diperangi,

azab

mungkin

saja

dibasmi dan dihilangkan selamanya.

menimpa orangyang tidak bersalah, bukan


terbatas hanya kepada orang-orang zalim
saja di antara manusia. Hal itu mungkin
saja

disengaja,

kebejadan

misalnya

manusia

apabila

sudah

tidak

tertahankan lagi. Lantaran sudah begitu


merajalela,

sangat

memasyarakat

dan

seakan sudah menjadi kelaziman.

Kalau orang baik-baik mendiamkan


saja perilaku seks bebas, kumpul kebo, bisex,

sodomi,

variannya,

lesbianisme dan semua

maka

Allah

SWT

sudah

peringatkan bahwa mereka yang baik-baik


pun

akan

ditimpakan

azab

juga.

Hikmahnya agar orang-orang yang baikbaik itu tidak egois dengan kebaikannya

Maka boleh-boleh saja bagi Allah

dan menutup diri dari segala kemungkaran

SWT menimpakan azab itu selain kepada

yang terjadi di sekelilingnya. Orang-orang

orang zalim, juga kepada yang tidak zalim.

baik itu akan dianggap sebagai orang tidak

Semua

baik

itu

hak

Allah

SWT

terhadap

hamba-Nya. Sebagaimana firman-nya:

bila

membiarkan

saja

terjadinya

kemungkaran.

Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan

Orang-orang baik wajib dalam arti

yang tidak khusus menimpa orang-orang

yang sesungguhnya untuk menghentikan

yang zalim saja di antara kamu. Dan

sekarang juga pezinaan dalam bentuk

ketahuilah

apapun. Orang-orang baik diharamkan

bahwa

Allah

amat

keras

siksaan-Nya. (QS. Al-Anfal:25)


Maksudnya

perintah

"Pelihara-lah

berlindung di balik kebebasan berekspresi,


lalu

santai-santai

saja

melihat

dirimu" artinya hendaklah kalian takut,

kemungkaran merambah semua

berhati-hati dan menganti-sipasi datangnya

kehidupan. Maka orang-orang baik pun ikut

bencana massal, yang menimpa semua

juga diazab, agar merasakan bahwa sikap

orang secara random.

diam mereka itu pun melahirkan murka dari

Peringatan ini berlaku bukan buat

Allah juga.

orang zalim saja, karena mungkin orang


zalim memang sudah tidak ada gunanya
Safina & Asmuni, HIV/AIDS Dalam Pandangan Islam

sudut

176
Yang Harus Dilakukan terhadap HIV
Yang

harus

kampanye

seks

dilakukan
yang

5. Menutup semua bentuk kehidup-an

bukan

aman,

atau

malam yang hedonis, baik yang ada


izinnya atau yang liar.

juga

6. Menutup semua jalur produksi dan

bukan berhenti pada sekedar mengasihi

distribusi keping-keping VCD porno,

siapa saja yang terkena virus itu. Semua

semi

itu tidak akan ada gunanya dan tidak akan

porno, hampir porno, setengah porno,

mengubah apa pun. Yang harus dilakukan

atau nyerempet porno dan segala

sekarang ini adalah hal-hal berikut ini:

variannya.

membagi-bagikan

kondom

gratis,

1. Menghentikan semua tayangan seks

porno,

7. Mengganti

berbau

semua

porno,

nyaris

aparat

yang

dan yang sejenisnya di semua stasiun

melindungi pornografi dengan aparat

TV dan media, baik cetak maupun

yang masih punya idealisme sejati.

elektronik. Termasuk keberadaan para

Sebab semua pusat-pusat pornografi

banci

itu sudah ada datanya di tangan aparat

di

semua

programnya,

baik

sebagai penyanyi, pelawak atau pun

dan

pemain sinetron/film.

aparat

2. Mengganti semua anggota LSF dengan

juga

masyarakat,

tidak

hanya

punya

menutupnya.

nyali

Mungkin

saja
untuk

karena

korban-korban AIDS/HIV yang sudah

sahamnya dimiliki oleh orang 'kuat'

merasakan

yang

langsung

dampak

negatifnya dan mengerti bahwa diri


mereka adalah korban seks bebas.

lebih

kuat

dari

aparat,

ataudilindungi oleh 'atasannya' aparat.


8. Menghentikan

semua

bentuk

Yang demikian itu agar lembaga ini

penyuluhan sesat tentang AIDS/HIV,

mau bekerja dengan hati nurani yang

seperti membagikan kondom gratis,

paling dalam, bukan sekedar stempel

atau mengajarkan seks (baca: zina)

formal yang bergigi ompong.

yang aman. Karena program seperti ini

3. Mencabut semua izin lokalisasi baik

artinya. Sama saja menahan serangan

yang formal dan informal.


4. Mengganti

semua

tempat

tidak pernah berguna dan tidak ada

hiburan

tsunami

dengan

Seharusnya

dan bermanfaat positif buat masyarakat

tsunami, lebih baik segera pindah cari


yang

tahu

lebih tinggi

akan

pasir.

mesum dengan jenis usaha yang halal

tempat

kalau

sekarung

ada

menjauhi

pantai. Karena tidak ada tsunami yang


aman untuk dihadapi, sebagaimana
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, Vol. 7, No.2, Juli 2011

177
tidak

ada

zina

yang

aman

untuk

dikerjakan.
9. Membuat

berjatuhan, bukan hanya pelaku zina,


tetapi

itu

akan

terus

menerus

anti

merenggut nyawa manusia yang tidak

pornografi serta melengkapinya dengan

berdosa, lewat berbagai cara penularannya

peraturan-peraturan teknisnya hingga

yang dahsyat.

sampai

undang-undang

azab

bentuk-bentuk

hukumannya.
Daftar Pustaka

Segera saja berhenti dari berdebat


tentang definisi pornografi yang tidak

1. Depkes
2. FKM

AIDS

Kelas
dan

Reguler
PMS

99,

Media

3. WHO, Press Release no. 58, 09 July

Tapi selama hal di atas masih berupa


wacana, apalagi masih jadi perdebatan,
akan

1994,

Juli dan Agustus 2001

kita lakukan, boleh-lah kita berharap obat

korban-korban

R.I.,

Aesculapius, Tabloid Dwibulanan, ed.

Kalau semua tindakan di atas sudah

maka

Uhamka

Makalah

porno.

anti AIDS/HIV ditemukan oleh manusia.

Depag

Pedoman Penyuluhan AIDS.

ada habisnya, sebab tukang becak di


pinggir jalan pun tahu apa itu gambar

dan

terus

Safina & Asmuni, HIV/AIDS Dalam Pandangan Islam

2002, 3 Millions HIV/AIDS Sufferers


Could Receive Anti-Retroviral Therapy
By 2005.