Anda di halaman 1dari 20

LABORATORIUM PILOT PLANT

SEMESTER GENAP TAHUN AJARAN 2015/2016

MODUL

: Stirred Tank Reactor (Perpindahan Panas Pada


Tangki Berpengaduk

PEMBIMBING : Ir. Umar Khayam


Tanggal Praktikum

: 08 Oktober 2015

Tanggal Laporan

: 15 Oktober 2015

Oleh
Kelompok
Nama
Kelas

: II
: 1. Annisa Novita Nurisma
2. Caesaria Rizky Kinanti
: 3A Teknik Kimia Produksi Bersih

PROGRAM STUDI DIPLOMA IV TEKNIK KIMIA


JURUSAN TEKNIK KIMIA
POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
2015

131424005
131424007

I.

Tujuan Praktikum
Menghitung koefisien

keseluruhan

perpindahan

panas

untuk

tangki

berpengaduk.
Menghitung koefisien film perpindahan panas untuk tangki berpengaduk.
Memahami proses perpindahan panas di dalam tangki berjaket berpengaduk,

yang tergolong dalam kelompok proses unsteady state.


II.
Landasan Teori
Stired Tank (tangki berpengaduk) dalam industri kimia digunakan untuk reaksi-reaksi
batch tumpak dalam skala kecil. Alat ini terdiri dari tangki silindris yang dilengkapi dengan
agitator pengaduk. Tangki ini digunakan untuk pemanasan atau pendinginan, dipakai jaket
sehingga air panas atau air dingin dapat dialirkan (dipindahkan).
Pengadukan dipakai dalam berbagai aplikasi, misalnya :Dispersi suatu zat terlarut dalam
suatu pelarut, penyatuan dua cairan yang dapat dicampur , produksi slurry dari padatan halus
didalam suatu cairan, pengadukan suatu cairan homogen untuk meningkatkan heat transfer ke
cairan.Peralatan pengaduk mempunyai berbagai macam variasi menurut aplikasinya.
Axial flow impeler untuk cairan viskositas sedang yang memerlukan gerakan

cepat.
Flat blade turbine yang menghjasilkan aliran turbulen pada arah radial, tetapi

memerlukan power yang lebih besar.


Turbin untuk pengadukan yang merata sekali.
Anchor impeller untuk tingkat turbulensi rendah dan efektif digunakan untuk

tangki yang dipanaskan atau didinginkan dengan jaket.


Helical impeller untuk pengadukan padat cair atau untuk mengadauk pasta,

lumpur, atau adonan.


Perpindahan panas dan energi pada proses tangki berpengaduk berjaket pada praktikum
ini terjadi sangat berbeda dengan proses perpindahan panas yang sering kita jumpai Hal ini
disebabkan karena proses yang terjadi adalah proses tak tetap (unsteady state). Jadi koefesien
perpindahan panas (U) tidak dapat digunkan dalam persamaan Fourier, yaitu Q = U.A.T.
Persamaan Fourier tersebut hanya bisa digunakan bila tangki beroperasi secara sinambung/steady
state. Dalam semua kasus, laju total perpindahan panas dapat diekspresikan dalam bentuk daya
gerak penurunan temperatur dan hambatan.
Persamaan Fourier
Q = U . A . (T1 T2)
Dimana:
Q
= laju perpindahan panas ;
T1
= temperatur pada titik 1 ;
T2
= temperatur pada titik 2 ;

U
A

= koefisien keseluruhan perpindahan panas ;


= luas permukaan yang dilalui panas.

Perpindahan panas dalam tangki berpengaduk berjaket sangat berbeda dengan proses
perpindahan yang biasa anda jumpai. Hal ini disebabkan karena proses yang terjadi adalah proses
tak tetap (unsteady state). Jadi koefisien perpindahan panas (U) tidak dapat digunakan dalam
persamaan Fourier. Q = U.A.t. Persamaan Fourier hanya dapat digunakan bila tangki
beroperasi kontinu (steady state).
Persamaan yang harus digunakan adalah persamaan untuk tangki berjaket berpengaduk
dengan pemanas dengan pemanas non-isothermal (air).
dQ
dt
Mc
Wc T1 T2 UAdt
dt
d
Mc

Ln

dt
Wc T1 T2
d

.....................................................................................................1

T1 t 1 Wc K 1 1

T2 t 2 Mc K 2

K1 e

rA

............................................................................................2

Wc

.......................................................................................................................3
Dari persamaan 1 kita dapatkan harga W (laju alir fluida panas) yang kemudian

disubstitusikan ke persamaan 2 untuk mendapatkan harga K 1 dan persamaan 3 kita dapatkan


harga U. Untuk perhitungan koefisien film dinding kita mempergunakan hubungan sebagai
berikut :

L2 N
h 1 D1

a
K

Dimana :
h

: Koefisien film dinding dalam

Di

: Diameter dalam tangki

: Diameter pengaduk

: Putaran pengaduk per unit waktu

0,14

: Viskositas cairan

: Density/kerapatan rata-rata cairan

: Viskositas permukaan

: Konduktivitas thermal

Hukum Fourier
Hubungan dasar yang menguasai aliran kalor melalui konduksi ialah berupa
kesebandingan yang ada antara laju alir kalor melintas permukaan isotermal dan gradien suhu
yang terdapat pada permukaan itu. Hubungan umum ini berlaku pada setiap lokasi di dalam
suatu benda, pada setiap waktu disebut Hukum Fourier yang ditulis sebagai :
dq
T
k
dA
n

Dimana :
A

: Luas permukaan isotermal

: Jarak, diukur normal (tegak lurus) terhadap permukaan itu

: Laju alir kalor melintasi permukaan itu pada arah normal terhadap permukaan.

: Suhu

: Konstanta proporsionalitas (tetapan kesebandingan)


Pada keadaan steady, T hanya merupakan fungsi posisi semata-mata, dan laju aliran kalor

pada setiap titik pada dinding itu konstan. Sehingga persamaannya dapat ditulis :
q
dT
k
A
dn

Konduktivitas Termal
Hukum Fourier menyatakan bahwa k tidak tergantung pada gradien suhu tetapi tidak
selalu demikian halnya terhadap suhu itu sendiri. Di lain pihak, k merupakan fungsi suhu.
Walaupun bukan fungsi kuat. Untuk jangkauan yang tidak konstan, k dapat dianggap konstan.
Tetapi untuk jangkauan suhu yang lebih besar, konduktivitas termal dapat didekati dengan
persamaan dalam bentuk :
K = a + bT
Dimana : a dan b = konstanta empirik

Konduksi Keadaan Steady


Konduksi dalam keadaan steady dapat ditulis :
q
dT
k
A
dx

dT

atau

q
dx
kA

Oleh karena hanyalah x dan T yang merupakan variabel dalam persamaan, integral langsung
akan menghasilkan :

T T2
q
T
k 1
k
A
X 2 X1
B
Dimana :
X2 dan X1

= B = tebal lempengan

T1 T2

= t = penurunan suhu (beda suhu) melintang lempeng


Nilai k dapat dihitung dengan mencari rata-rata aritmetik dan k pada kedua suhu

permukaan, T1 dan T2 atau dengan menghitung rata-rata aritmetik suhu dan menggunakan nilai k
pada suhu itu.
Sehingga dapat dituliskan dalam bentuk :
q

T
R

KONDUKSI KALOR KEADAAN TAK STEADY


Persamaan konduksi satu dimensi
T TT

dx
x xx

Jika kalor keluar lempeng pada

x dx

tentulah :

kA(

T TT

dx)dt
x xx

Kelebihan masukan kalor terhadap kalor yang keluar, yang merupakan penumpukan pada lapisan
dx adalah :

kA

T
T TT
2T
dt kA(
dx)dt kA 2 dxdt
x
x xx
x

Stirred Tank Reactor (STR)


Stired Tank (tangki berpengaduk) dalam industri kimia digunakan untuk reaksi-reaksi
batch tumpak dalam skala kecil. Alat ini terdiri dari tangki silindris yang dilengkapi dengan
agitator pengaduk. Tangki ini digunakan untuk pemanasan atau pendinginan, dipakai jaket
sehingga air panas atau air dingin dapat dialirkan (dipindahkan).
Pengadukan dipakai dalam berbagai aplikasi, misalnya dispersi suatu zat terlarut dalam
suatu pelarut, penyatuan dua cairan yang dapat dicampur, produksi slurry dari padatan halus
didalam suatu cairan, pengadukan suatu cairan homogen untuk meningkatkan heat transfer ke
cairan.
Peralatan pengaduk mempunyai berbagai macam variasi menurut aplikasinya.
1. Axial flow impeler, untuk cairan viskositas sedang yang memerlukan gerakan cepat.
2. Flat blade turbine, yang menghjasilkan aliran turbulen pada arah radial, tetapi memerlukan
power yang lebih besar.
3. Turbin untuk pengadukan yang merata sekali.
4. Anchor impeller, untuk tingkat turbulensi rendah dan efektif digunakan untuk tangki yang
dipanaskan atau didinginkan dengan jaket.
5. Helical impeller, untuk pengadukan padat cair atau untuk mengaduk pasta, lumpur, atau
adonan.

Gambar 1. Batch Stirred Reactor

Proses perpindahan panas dalam tangki berpengaduk dapat digolongkan sebagai proses
non isothermal, unsteady state karena aliran panas dan suhu berubah terhadap waktu.
Penurunan dan penggunaan persamaan neraca energi dan persamaan yang menghubungkan
bilangan tak berdimensi mengikuti asumsi-asumsi berikut :
1. U bernilai bernilai konstan untuk proses dan pada seluruh permukaan perpindahan
panas, sehingga U proses adalah constan.
2. Laju alir fluida panas adalah konstan.
3. Panas spesifik fluida panas dan fluida dingin konstan selama proses.
4. Suhu fluida pemanas yang masuk dalam jacket konstan
5. Pengadukan menghasilkan suhu cairan yang merata.
6. Tidak terjadi perubahan fasa parsial.
7. Panas yang hilang dapat diabaikan
Uraian Proses Stirred Tank Reactor :
Keran udara tekan dibuka untuk menghidupkan kontrol panel dan menggerakkan katup
pneumatik. Kemudian keran air dibuka dan air dipompakan ke dalam jaket. Air akan memenuhi
jaket dan keluar pada bagian outlet menuju ke Y Joint, disini air akan dipanaskan dengan
bantuan steam yang diinjeksikan oleh katup pneumatik (sebelumnya valve steam dibuka terlebih
dahulu). Air yang panas masuk ke separator dimana gas yang terbentuk akan mengalir ke atas
sedangkan cairannya akan kembali ke dalam jaket dan bersirkulasi. Air panas didalam jaket akan
memanaskan cairan didalam reaktor sampai suhu mencapai set point (70oC). Gas dari separator
akan terjebak didalam steam trap sehingga terkondensasi menjadi cairan dan di kembalikan ke
tangki penampung.

III.

Alat dan Bahan


Tangki berpengaduk / unit stirred tank reactor
PCT 10 + Thermocouple
Air bersih 75L

IV.

Diagram Alir Proses


Steam

expande

Aliran air masuk


Aliran uap
Aliran air
Uap bebas
air
masuk
Aliran uap
Aliran steam

Uap bebas
air
Aliran air pendingin mas
Aliran steam

Aliran air pendingin kelu


Aliran air
pendingin
masuk
Air masuk

Uraian Proses Stirred Tank Reactor :

Aliran air
pendingin
keluar

Keran udara tekan dibuka untuk menghidupkan kontrol panel dan menggerakkan
katup pneumatik. Kemudian keran air dibuka dan air dipompakan ke dalam jaket. Air akan
memenuhi jaket dan keluar pada bagian outlet menuju ke Y Joint, disini air akan dipanaskan
dengan bantuan steam yang diinjeksikan oleh katup pneumatik (sebelumnya valve steam
dibuka terlebih dahulu). Air yang panas masuk ke separator dimana gas yang terbentuk akan
mengalir ke atas sedangkan cairannya akan kembali ke dalam jaket dan bersirkulasi. Air
panas didalam jaket akan memanaskan cairan didalam reaktor sampai suhu mencapai set

point (70oC). Gas dari separator akan terjebak didalam steam trap sehingga terkondensasi
menjadi cairan dan di kembalikan ke tangki penampung.

V.

Langkah Kerja
Stirred tank reactor

Persiapan

Pengamatan

Buka katup udara tekan

Pastikan suhu stabil, pengaduk dalam keadaan mati

Masukkan air dengan menggunakan pompa listrik

Hidupkan saklar utama (main switch)

Hidupkan peralatan PCT 10 untuk pengukuran T2

hidupkan stopwatch secara bersamaan dengan pengadu

utama air yang menuju ke pengembun dari tangki utama

Catat data t, T1 dan T2 setiap 2 menit

Hentikan pengambilan data jika nilai T1=T2

pkan pompa sirkulasi air dalam jaket (tombol hijau)


Ukur ketinggian air dari dasar tangki

kan sampai harganya naik mecapai 90%, jika air dalam tangki
suhunya 50oC
tekanuntuk
tombol
kuning sampai
60%
Atur kecepatan
pengaduk
percobaan
berikutnya

Kosongkan isi reaktor/tangki

n sampai PV berwarna merahmatikan semua tombol kuning dan hijau

u sampai suhu stabil pada 70oC 2oC, siapkan air 100L

Tentukan kecepatan putar (RPM)


Matikan pengaduk

VI.

Data Pengamatan
Run - 1 (90 rpm)

Waktu
(menit)
0
2
4
6
8
10
12
14

Reaktor (oC)
t1
t2

76

78

(kal/goC)
1,0

77
78
79
80
80
79
79

79
80
81
82
81
80
79

1,0
1,0
1,0
1,0
1,0
1,0
1,0

Jaket (oC)
T1
T2

Pompa (bar)
Suction Discharge
2,8

1,9

131,2

118,6

3,5
3,5
3,6
3,9
3,5
3,5
3,5

2,4
2,5
2,7
2,8
2,6
2,6
2,6

136,4
136,4
139,9
142,4
136,4
136,4
136,4

126,1
127,6
130,2
131,2
128,7
128,7
128,7

Waktu

(menit)

(menit/oC)

U (kal/m2oC)

0
2
4
6
8
10
12
14
Rata-rata

0
1.213784
1.082907
1.057064
1.047786
1.013967
1.011406
1
1.049

0
14245.77
5856.577
4080.563
3432.306
1019.906
833.9306
0
8311.078

rad . kg

0
27.146868
25.977392
25.920347
26.094721
24.253701
24.216444
0
26.673

Grafik antara waktu Vs T dan t (90rpm)

suhu (oC)

20
18
16
14
12
10
8
6
4
2
0

T
t2

10

12

14

16

18

20

22

waktu (menit)

Run - 2 (80 rpm)

Waktu
(menit)
0
2
4
6
8
10
12
14
16
18
20
22

Reaktor (oC)
t1
t2
46
52
58
62
67
69
69
68
68
69
69
70
Waktu

56
60
63
68
72
73
71
71
70
70
70
70

C
(kal/goC)
1,0
1,0
1,0
1,0
1,0
1,0
1,0
1,0
1,0
1,0
1,0
1,0

Pompa (bar)
Suction Discharge
1,6
1,9
2,0
2,3
2,6
2,7
3,0
1,3
1,1
1,1
1,1
1,1

0,9
1,0
1,2
1,5
1,6
1,8
2,6
1,1
1,0
1,0
1,0
0,9

T1

Jaket (oC)
T2

113,3
118,6
120,2
124,9
128,7
129,8
133,5
107,1
102,3
102,3
102,3
102,3

96,7
99,6
104,8
111,4
113,3
116,9
128,7
102,3
99,6
99,6
99,6
96,7

K
(menit/oC)

U (kal/m2oC)

rad . kg

2
4
6
8
10
12
14
16
18
20
22
Rata-rata

1,462963
1,476298
1,291072
1,194262
1.096155
1,012761
1,02813
1,010246
1,004596
1,004135
1,007824
0.9284

27659,41
28823,53
18750
13036,76
6735,294
933,8235
2036,765
742,6471
338,2353
338,2353
338,2353
7682.53

45,1265
45,68911
43,81868
40,24834
33,11312
19,09154
25,40488
19,0345
15,28657
15,88799
16,37581
24.2014

Grafik antara waktu Vs T dan t (80rpm)


14
12
10

suhu (oC)

t2

4
2
0
0

waktu (menit)

VII.

Perhitungan
Diketahui :
L = 0,105 m
D = 1,14 m

10

12

14

1
1
A= d 2= x 3,14 x ( 1,14 )2=1,02 m2
4
4
liter
W = 75 menit

kg
menit

75

= 75000 g/menit

rad
min

N = 80

Run 1 (80 rpm)

Penentuan harga K dan koefisien perpindahan panas (U)

1. Untuk t = 4 menit
Mc = W . C (T1 T2)
=

75000

ln

ln

gr
kal
.1
. ( 120,2104,8 ) =
1155000 kal/menit
menit g

[ ]

T 1t 1 WC k 1 1
=
.
.
T 1t 2 MC
k1

6548
=
6550

gr
kal
.1
menit gr k 11
.
. 4 menit
kal
k1
1155000
menit

1.105

[ ]

k1 = 1,48
k 1=eu A / w .c
5

u .1,02/ 10 .1
1,48 = e

Ln 1,48 = 0,0000102 . U
U = 28823,53

Penentuan harga K dan koefisien perpindahan panas (U)


Untuk t = 2 menit

1
3

1
3

0,14

[ ][ ][ ]

h1 D1
l2 N
=a
k1

Dimana :

Q
K

=1
w
Q

= U. A. dt
= 28823.53 x 1,02 x 4
= 117600

rad kg
( 0,105 m ) .80
.1
h1 .1,14
min m3
=
1,48
0,01 Cp

1
3

)(
.

117600 .0,01Cp
1,488

hi = 45.68911 rad.kg/m2

VIII. Pembahasan

1
3

) ( 1)

0,14

Praktikum ini bertujuan untuk mengetahui perpindahan panas yang terjadi pada reactor
tangki berpengaduk, menghitung koefisien film perpindahan panas untuk tangki berpengaduk
dan memahami proses perpindahan panas pada tangki berpengaduk. Pengaduk (agitator) pada
alat ini berfungsi sebagai dispers suatu zat terlarut dalam suatu pelarut (mempercepat kontak
antara zat terlarut dengan pelarut agar cepat homogen) dan pengadukan suatu cairan homogen
untuk meningkatkan heat transfer ke cairan.
Pada praktikum ini, diamati pengaruh kecepatan pengadukan pada perpindahan panas
dalam tangki berpengaduk dan berjaket dengan sistem batch untuk masing kecepatan pengaduk
yaitu 80 dan 90 rpm. Cairan yang dipanaskan berupa air ledeng dalam tangki tersebut dengan
volume pada masing-masing RUN sebesar 75L (75 kg). Sebelum melakukan operasi sebaiknya
lakukan pemeriksaan terlebih dahulu terhadap valve-valve yang terdapat pada alat, hal ini
bertujuan untuk

menghindari terjadinya kebocoran dan keadaan maupun produk yang

diinginkan dapat tercapai. Selain melakukan pengecekan terhadap valve, sebelum proses
dijalankan harus terlebih dahulu memastikan bahwa system pendingin dapat beroperasi dengan
baik, hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya over heated pada alat dan mencegah kerusakan
pada alat. Pemanas yang digunakan pada alat ini adalah steam yang dicampur dengan air.
Sebagaiman yang dijelaskan pada diagram alir, aliran air yang masuk akan dibagi menjadi dua
aliran, aliran pertama akan digunakan sebagai pendingin yang berupa shower dan aliran kedua
akan digunakan sebagai campuran steam sebagai media pemanas yang akan dipompakan
sehingga masuk ke dalam jaket, proses pemanasan ini merupakan circulation process sehingga
pemanas yang keluar dari jaket akan disirkulasikan kembali untuk masuk ke dalam jaket. Pada
alat STR ini dilengkapi jacket yang berfungsi sebagai media pemanas yang dihasilkan dari steam
yang kemudian secara konduksi mentransfer panas ke dalam reaktor yang berisi umpan.
Untuk mengatahui seberapa besar panas yang dipindahkan dari air dalam jaket atau yang
diserap oleh cairan (air) dalam tangki maka digunakan parameter suhu. Suhu air dalam tangki
diukur, begitu juga suhu air pemanas masuk dan keluar jaket. Perbedaan suhu antara suhu air
dalam tangki dan air masuk jaket (T1-t) diplotkan terhadap waktu samapi waktu tertentu dan
beda suhunya mendekati nol atau sama dengan nol.
Dari hasil praktikum diketahui pengaruh kecepatan putaran pengaduk terhadap lamanya
perpindahan panas yang terjadi yaitu semakin cepat pengdukan yang dilakukan maka akan
semakin cepat pula perpindahan panas yang terjadi. Pada saat kecepatan putar pengadukan yang
digunakan adalah 80 rpm, waktu yang dibutuhkan untuk mencapai keadaan dimana suhu

keluaran dan suhu masukkan memiliki nilai yang sama adalah sekitar 22 menit, sedangkan pada
saat kecepatan putar pengadukan yang digunakan 90 rpm hanya membutuhkan waktu 14 menit
untuk mencapai keadaan tidak terjadi perpindahan panas lagi. Hal ini disebabkan karena dengan
adanya pengadukan yang semakin cepat maka difusi perpindahan panas pun akan semakin cepat
merata dan sudah tentu lajunya pun akan semakin cepat.
Namun kecepatan pengdukan yang semakin besar juga menyebabkan agitator propeller
biasanya mendorong zat cair ke bawah sampai kedasar tangki, di mana arus itu lalu menyebar
secara radial ke segala arah menuju dinding, lalu mengalir lagi ke atas disepanjang dinding dan
kembali diisap oleh propeller dari atas. Membuat volume air yang berada di dalam tangki terlihat
seperti berkurang, padahal karena pengaruh dari kecepatan putaran motor pengaduk yang
menyebabkan air tersebut terhisap.
IX.

Kesimpulan

Proses perpidahan panas STR terjadi secara unsteady state (tidak mantap) dan non
isothermal.

Semakin besar kecepatan pengadukan maka waktu yang dibutuhkan untuk


mencapai set point semakin cepat, koefisien perpindahan panas semakin besar
sehingga proses perpindahan panas semakin baik.

Pengadukan dapat memperbasar luas kontak perpindahan panas pada cairan

Koefisien pindah panas, koefisien film perpindahan panas hasil praktikum adalah
sebagai berikut:

N (rpm)

80
90

K
(menit/oC)

U (kal/m2oC)

0.9284
1.049

7682.53
8311.078

rad . kg

24.2014
26.673

Daftar Pustaka
Coulson, J M:Richardson J F.1980.Chemical Engineering Vol 1,2,6.Pergamon Press
1989.Perrys Chemical Engineering Handsbook 6th Editio McGrawHill
McCabe Smith & Harriot.1983.Unit Operation of Chem.Eng.McGrawHill
http://www.angelfire.com/ak5/process_control/stirred.html diakses tanggal 12 Oktober
2015

Lampiran
Tugas Menjawab Pertanyaan Dalam Praktikum :
1. Apa pengaruh dari kecepatan putaran motor pengaduk dengan jumlah air yang
berkurang di dalam reaktor tangki berpengaduk (strirrer tank reactor)?
Jawab :
Karena pengaruh dari kecepatan putaran (rpm) dengan kecepatan putaran yang semakin
besar maka agitator propeller biasanya mendorong zat cair ke bawah sampai kedasar tangki,
di mana arus itu lalu menyebar secara radial ke segala arah menuju dinding, lalu mengalir
lagi ke atas disepanjang dinding dan kembali diisap oleh propeller dari atas. Membuat
volume air yang berada di dalam tangki terlihat seperti berkurang, padahal karena pengaruh
dari kecepatan putaran motor pengaduk yang menyebabkan air tersebut terhisap.
2. Pada praktikum tangki berpengaduk katup apa saja yang harus dalam keadaan
tertutup maupun terbuka dalam keadaan vakum dan atmospherik?

Jawab :
Berdasarkan skema gambar dari tangki berpengaduk :

Kiri
2
2
B H

Kanan
1
1
B H

Vakum

a) Keadaan Vakum
Jika dilihat dari skema gambar, katup yang harus dalam keadaan terbuka adalah
katup 1H dan 2H karena terlihat arah aliran vakumnya. Sedangkan katup yang harus
dalam keadaan tertutup agar kondisi vakumnya berjalan dengan baik adalah katup
1B dan 2B.
b) Keadaan Atmospherik
Jika dilihat dari skema gambar, katup yang harus dalam keadaan terbuka adalah
katup 1B dan 2B. Sedangkan katup yang harus dalam keadaan tertutup adalah katup
1H dan 2H karena jika dua katup tersebut terbuka maka kondisi vakum juga akan
terlibat dalam proses.
3. Bagaimana cara untuk mengubah dari tekanan terukur menjadi tekanan absolut?
Jawab :
Rumus
Pabsolut = Patmosfer + Pterukur
Pabsolut
= Tekanan absolut (Total)
Patmosfer
= Tekanan Kota Bandung
Pterukur
= Tekanan yang terbaca pada alat ukur
Untuk pengukuran tekanan atmosfer yang mengacu pada Kota Bandung perlu dilakukan
konversi terlebih dahulu, pengkonversiannya adalah :
1 atm
= 76 cmHg
Tekanan atmosfer yang terdapat di Kota Bandung sebesar 69 cmHg.
1 atm
Patmosfer
= 69 cmHg 76 cmHg

Patmosfer

= 0.90789473684 atm

1,01325

1 atm

Patmosfer
= 0.9199243421 bar
0,9 bar
Merubah tekanan steam yang terukur ke dalam tekanan absolut :

No.

Kecepatan Putaran (rpm)

Psteam (bar)

80

0,9 + 2

2,9

90

1,5
1

0,9 + 1,5
0,9 + 1

2,4
1,9

1.
2.

Kecepatan
No.

Putaran
(rpm)
90

1.

80

9.

Pabsolut (bar)
Perhitunga
Hasil
n

Ppompa

Waktu

Pabsolut

(menit)

0
2
4
6
8
10
12
14
0
2
4
6
8
10
12
14
16
18
20
22

2,8
3,5
3,5
3,6
3,9
3,5
3,5
3,5
1,6
1,9
2,0
2,3
2,6
2,7
3,0
1,3
1,1
1,1
1,1
1,1

1,9
2,4
2,5
2,7
2,8
2,6
2,6
2,6
0,9
1,0
1,2
1,5
1,6
1,8
2,6
1,1
1,0
1,0
1,0
0,9

Perhitungan
S
D
0,9 + 2,8 0,9 + 1,9
0,9 + 3,5
0,9 + 2,4
0,9 + 3,5
0,9 + 2,5
0,9 + 3,6
0,9 + 2,7
0,9 + 3,9
0,9 + 2,8
0,9 + 3,5
0,9 + 2,6
0,9 + 3,5
0,9 + 2,6
0,9 + 3,5
0,9 + 2,6
0,9 + 1,6
0,9 + 0.9
0,9 + 1,9
0,9 + 1,0
0,9 + 2,0
0,9 + 1,2
0,9 + 2,3
0,9 + 1,5
0,9 + 2,6
0,9 + 1,6
0,9 + 2,7
0,9 + 1,8
0,9 + 3,0
0,9 + 2,6
0,9 + 1,3
0,9 + 1,1
0,9 + 1,1
0,9 + 1,0
0,9 + 1,1
0,9 + 1,0
0,9 + 1,1
0,9 + 1,0
0,9 + 1,1
0,9 + 0,9

Hasil
S