Anda di halaman 1dari 11

Ambliopia

Definisi
Ambliopia adalah Suatu keadaan mata dimana tajam penglihatan
tidak mencapai optimal sesuai dengan usianya walaupun sudah di
koreksi kelainan refraksinya.

Etiologi
1. Strabismus, dimana mata satu mata digunakan terus menerus
untuk fiksasi, sedangkan mata yang lain tidak.
2. Gangguan refraksi yang tinggi
3. Kekeruhan pada lintasan visual, misalnya katarak kongenital

PATOFISIOLOGI
Periode kritis
Usia beberapa
bulan 7/8 tahun

kekeruhan,
strabismus, kelainan
refraksi

Peka terhadap
rangsangan abnormal
Sel korteks visual
primer kehilangan
kemampuan /penurunan
fungsi
Kerusakan struktural dan
fungsional nukleus
genikulatum
lateral&korteks striata
Fungsi penglihatan
menurun

Klasifikasi
1. Amblyopia Strabismik
2. Amblyopia Anisometropik
3. Amblyopia Deprivasi

Ambliopia Strabismik
Diduga disebabkan kompetisi atau terhambatnya interaksi antara
neuron yang membawa input yang tidak menyatu (fusi) dari kedua
mata, akhirnya terjadi dominasi pusat penglihatan kortikal oleh mata
yang berfiksasi dan lama kelamaan terjadi penurunan respon
terhadap input dari mata yang tidak berfiksasi (supresi).

Ambliopia Anisometropik
Terjadi karena perbedaan refraksi antara kedua mata yang
menyebabkan lama kelamaan bayangan pada satu retina tidak
fokus.
Myopia anisometropia ringan (< -3D) biasanya tidak
menyebabkan ambliopia, tapi myopia tinggi unilateral ( - 6 D)
sering menyebabkan ambliopia berat. Begitu juga dengan
hyperopia tinggi unilateral (+ 6 D).

AMBLIOPIA DEPRIVASI
Sering disebabkan oleh kelainan kongenital atau kekeruhan media
kongenital atau dini akan menyebabkan terjadinya penurunan
pembentukan bayangan yang akhirnya menimbulkan ambliopia.

Manifestasi Klinis
Memincingkan mata
Memeringkan kepala untuk melihat Objek
Mata terasa lelah
Peka terhadap cahaya
Sering mengeluh sakit kepala

Penatalaksanaan
1. Menghilangkan (bila mungkin) semua penghalang penglihatan seperti katarak
operasi katarak, pencangkokan kornea, operasi ptosis
2. Koreksi Kesalahan Refraksi
Pada ambliopia krn kelainan refraksi baik iso/anisometropia penting dilakukan perbaikan visus dan pemberian kacamata
dengan koreksi maksimal dan terus-menerus secara konstan.
Pada hipermetropia harus dilakukan
pemberian kacamata.
Bila anak menolak diberikan tets mata atropin terlebih dahulu sampai mau memakai kacamata.
bila visus tidak membaik > 4 bln, pertimbangkan oklusi
3. Oklusi dan Degradasi Optikal
Degradasi optikal dengan pemberian tetes mata siklopegik pada mata yang baik atau pemberian kacamata lensa positif
dengan ukuran tinggi (fogging). Hal ini dapat dilakukan apda anak usia 3-7 tahun.

Terima kasih