Anda di halaman 1dari 5

BAB I

PENDAHULUAN
Coba perhatikan benda-benda di sekeliling Anda. Benda-benda apa
saja
yang dapat bergerak melingkar ? Gerak melingkar dapat terjadi juga pada
roller coaster sedang bergerak. Roller coaster yang ada di dunia wisata
anak merupakan hiburan yang memberikan t a n t a n g a n ke b e r a n i a n .
Tahukah anda taman hiburan seperti model Disney Land, Disney World
ataupun Dunia Fantasi di Ancol sangat kaya dengan konsep Fisika? Mereka
dapat dijadikan laboratorium raksasa untuk mata pelajaran Fisika.
Pernahkah Anda menaiki roller coaster? Jika Anda menaiki roller
coaster yang sedang bergerak, anda akan merasakan seolah-olah akan
keluar atau terpental dari lintasan. Apakah yang menyebabkan hal
tersebut. Untuk mengetahuinya, anda harus memahami konsep tentang
gerak melingkar. Oleh karena itu, Anda dapat mempelajari dan memahami
konsep gerak melingkar pada bab ini.
BAB II
RUMUSAN MASALAH
1. Mengapa pada saat menaiki Roller Coaster penumpang tidak
terpental dari Loop (lintasan melingkar) Roller Coaster ?
2. Bagaimana mekanisme jalannya Roller coaster yang memanfaatkan
Gerak Melingkar sepanjang lintasan melingkarnya ?
BAB III
MATERI
Pengertian Gerak Melingkar
Gerak melingkar merupakan gerak benda yang lintasannya
berbentuk lingkaran. Ada dua jenis gerak melingkar yaitu Gerak
melingkar beraturan (GMB) dan gerak melingkar berubah beraturan
(GMBB).
1. Gerak Melingkar Beraturan (GMB)
Gerak melingkar dengan kelajuan sudut konstan dinamakan
gerak melingkar beraturan.
a. Periode dan Frekuensi
Waktu yang diperlukan benda untuk melakukan satu kali
putaran penuh dinamakan periode dan dilambangkan dengan
T. Atau dinyatakan dengan :

t
n

T=
Keterangan:
= Jumlah Putaran

T = Periode (s), t = waktu (s), n

Sedangkan jumlah putaran yang dilakukan dalam selang


waktu tertentu disebut Frekuensi dan dilambangkan dengan
f. Satuan frekuensi adalah s-1 atau Hertz disingkat Hz. Dengan
demikian dapat dirumuskan sebagai berikut :

f =

n
t

Keterangan: f = frekuensi (Hz)

Dari persamaan Periode dan Frekuensi tersebut, kita dapat


melihat hubungan periode dan frekuensi sebagai berikut :

b. Kecepatan Sudut dan Kecepatan Linier


Kecepatan sudut didefinisikan sebagai besar sudut yang
ditempuh tiap satu satuan waktu dan dinyatakan dalam
persamaan berikut :

t
=

Hubungan antara kecepatan sudut dengan kecepatan linier


dapat dinyatakan dalam persamaan berikut : v = .r
2
T
=
Karena
2.r
T
v=
Maka
c. Percepatan Sudut dan Percepatan Linier
Dalam gerak melingkar beraturan selalu memiliki kelajuan
anguler konstan. Perubahan kecepatan anguler tiap satuan
waktu dinamakan dengan percepatan anguler (sudut).
Dan dirumuskan dengan :

Karena gerak melingkar beraturan sama dengan nol maka


= 0.
Hubungan percepatan sudut dengan percepatan linier
dinyatakan dalam persamaan:
a = .r
v
t
a=
karena
Pada gerak melingkar beraturan v = 0 sehingga diperoleh a
= 0.
d. Percepatan Sentripetal
Percepatan yang diperlukan mengarah ke arah pusat
lingkaran disebut percepatan sentripetal dan dirumuskan
dalam persamaan :
v2
r
2. r atau a =
a=
e.
Gaya Sentripetal
Adalah gaya yang selalu mengarah menuju pusat dengan
persamaan :
v2
r
F = m.
Sering, gaya sentripetal dikacaukan dengan gaya sentrifugal.
Gaya sentripetal adalah suatu gaya yang nyata ada dalam
kaitan dengan pengaruh benda, sedangkan gaya
sentrifugal adalah suatu gaya samaran. Gaya samaran hadir
hanya ketika sistem ditinjau dari suatu kerangka acuan
percepatan. Jika sistem yang sama ditinjau dari kerangka
acuan non percepatan, semua gaya samaran menghilang.
2. Gerak Melingkar Berubah Beraturan (GMBB)
adalah gerak melingkar dengan percepatan sudut tetap. Dalam
gerak ini terdapat percepatan tangensial (yang dalam hal ini
sama dengan percepatan linier) yang menyinggung lintasan
lingkaran (berhimpit dengan arah kecepatan tangensial).
Kinematika GMBB adalah : = o . t + .t2, t = o + .t,
dan t2 = o2 + 2 ..

Gambar Diagram
melingkar

Lintasan

benda

yang

melakukan

Gerak

BAB IV
PEMBAHASAN
1. Wahana Roller Coaster mengaplikasikan gaya sentrifugal (arah ke
atas) yang dirasakan mampu mengimbangi gaya berat akibat
tarikan gravitasi bumi. Itulah sebabnya penumpang tidak akan
terpental dari Loop pada saat menaiki roller coaster.
2. Ro l l e r C o a s t e r m e m a n f a a t k a n g e r a k melingkar dengan
berputar pada poros lingkaran akibat perubahan energi
potensial m e n j a d i e n e r g i k i n e t i k y a n g m e m b e r i ke l a j u a n
c u ku p u n t u k m e l a ku k a n p u t a r a n . S e l a i n i t u , r o l l e r
c o a s t e r j u g a m e n g a p l i k a s i k a n Gaya Sentripetal yaitu gaya
yang berusaha menarik objek mengarah ke titik pusat (sumbu).
Ketika roller coaster bergerak melalui lintasan memutar, gaya
sentripental mempertahankan roller coaster agar tetap bergerak
memutar. Penumpang diajak berputar dari satu titik bergerak
memutar hingga sampai ke titik akhir. Gerak Roller Coaster
mengalami percepatan, yaitu kecepatan bertambah terhadap
waktu ketika bergerak menurun. Roller coaster mengalami
perlambatan (percepatan negative) yakni kecepatan berkurang
terhadap waktu ketika bergerak menaik. Perubahan kecepatan juga
terjadi saat roller coaster berubah arah.
Puncak bukit pertama dibuat lebih tinggi dari puncak bukit
selanjutnya ataupun dari tinggi Loop. Tujuannya agar kendaraan
mempunyai energi potensial yang cukup besar sehingga mampu
melintasi seluruh lintasan dengan baik.
Memasuki Loop, penumpang dihadapkan pada Loop yang berbentuk
seperti tetes cair. Loop tidak dibuat seperti lingkaran penuh karena
pada titik terendah loop lingkaran penumpang akan mengalami
bobot 6 kali bobot semula. Dengan bobot demikian besar, darah
tidak mampu mengalir ke otak, mata berkunangkunang dan orang
akan pingsan. Dengan lintasan berbentuk tetes cair, bobot
maksimum yang dirasakan penumpang sekitar 3,7 bobot semula.
Bobot sebesar ini tidak terlalu berbahaya bagi penumpang.

Dipuncak loop penumpang berada pada posisi terbalik. Penumpang


tidak akan jatuh karena gaya sentrifugal (arah ke atas) yang
dirasakan mampu mengimbangi gaya berat akibat tarikan gravitasi
bumi. Gaya sentrifugal yang dirasakan penumpang bukan hanya
pada loop saja, tetapi juga pada belokanbelokan tajam yang dibuat
sepanjang lintasan. Ketika penumpang berbelok kekanan,
penumpang akan terlempar ke kiri. Sebaliknya ketika berbelok ke
kiri
penumpang akan berbelok ke kanan.
BAB V
KESIMPULAN
Setelah mempelajari konsep dari Gerak Melingkar, saya bisa
menyimpulkan bahwa sebagian besar kehidupan di alam ini tidak terlepas
dari pengaruh ILMU FISIKA. Salah satu contohnya Roller Coaster yang
merupakan salah satu wahana hiburan menantang yang menerapkan
konsep gerak melingkar di sepanjang lintasan melingkarnya. Gerak
melingkar itu sendiri dapat dipelajari dalam Ilmu Fisika. Tanpa kita sadari
sebelumnya, wahana di taman hiburan seperti itu sebenarnya sangat
kaya akan konsep fisika. Fisika merupakan salah satu pintu mengungkap
rahasia alam semesta yang menyembunyikan berjuta keajaiban.