Anda di halaman 1dari 20

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan yang Maha Kuasa karena atas
berkat rahmat nya kami dapat menyelesaikan makalah Instrumentasi dan
Pengukuran dengan judul Pengukuran Ketinggian Level (cairan) dengan lancar.
Makalah ini kami buat sebagai pendukung dan media alat dalam program belajar
diperkuliahan . Ucapan terima kasih tak lupa kami haturkan kepada Ibu Anerasari
.M, B.Eng.,M.Si. selaku dosen pembimbing kami yang teah banyak memberikan
arahan dan motivasi demi kelancaran pembuatan makalah ini tak lupa kepada
keluarga dan kerabat dekat yang telah banyak membantu kami baik dukungan
moril maupun materil, serta teman-teman yang telah banyak membantu dan
memberi saran untuk perbaikan
Akhirnya kami selaku penulis berharap, semoga makalah ini dapat
bermanfat bagi kita khususnya bagi proses belajar dan mengajar. Tak lupa kami
juga meminta saran dan kritik dari semua pihak demi kesempurnaan makalah ini.

Palembang, Januari 2015

Tim Penulis

BAB I
PENDAHULUAN
Instrumentasi merupakan suatu alat yang sangat penting dalam suatu
sistem pengukuran yang salah satunya pengukuran besarnya tinggi permukaan
cairan, alat ini harus dapat berfungsi dengan baik sesuai dengan kebutuhan
instrumentasi di pabrik. Alat instrumentasi ini merupakan salah satu faktor yang
menentukan hasil produksi, dimana alat instrumentasi yang mengukur,
mengontrol, mendeteksi, menganalisa, baik secara manual maupun secara
otomatis. Diferensial transmitter elektrik merupakan salah satu dari instrumentasi
proses control yang terdapat pada suatu pabrik.
Alat-alat

instrumentasi

yang

dipergunakan

untuk

mengukur

dan

menunjukkan besarnya tinggi permukaan cairan digunakan diferensial transmitter


elektrik yang dilengkapai dengan instrumentasi lain seperti control valve, pressure
gauge, pompa recorder controller dan tangki. Tujuan pengukuran tinggi
permukaan cairan pada proses adalah untuk :
a. Mencegah kerusakan equipment dan kerugian akibat cairan bahan untuk
proses industri terbuang.
b. Pengontrolan jalannya proses.
c. Mendapatkan spesifikasi yang diinginkan seperti pada Evaporatorevaporator hydrocarbon.
Diferensial transmitter elekrtik merupakan sensor yang dipergunakan
untuk mengukur besarnya tinggi permukaan cairan (Level pada tangki) sebagai
alat untuk dapat di baca ke controller hingga ke pengaturan akhir. Setiap proses
selalu mempunyai keadaan yang sedang berlangsung. Agar keadaan yang
diinginkan sama dengan keadaan yang berlangsung maka pengontrolan harus
dilakukan dengan memerlukan suatu alat pengukuran. Adapun gambaran
permasalahan yang di peroleh sebelum merancang instrumentasi pengukur
besarnya tinggi permukaan cairan (Level pada tangki) dalam tangki dengan
menggunakan diferensial transmitter elektrik dan keterpasangan instrumentasi

pengukuran pada posisi masing-masing. Guna mendapat ketelitian atau


keakuratan dalam memberikan hasil yang diinginkan.
Pentingnya peranan kendali pengukuran besarnya tinggi permukaan cairan
pada sebuah tangki dengan menggunakan diferensial transmitter elektrik pada
sistem proses, maka perlu diambil langkah-langkah agar pengukuran besarnya
tinggi permukaan cairan pada tangki tersebut sesuai dengan keadaan yang
sebenarnya, dengan mengetahui besar tinggi permukaan cairan pada tangki kita
dapat mengontrolnya agar sesuai dengan kebutuhan.

BAB II
PEMBAHASAN
Pengukuran permukaan, volume, berat cairan pada bahan kering dalam
bejana atau tabung sering kali dijumpai. Pengukuran yang teliti seringkali sulit
dicapai. Luasnya variasi karat dan sifat cair dan besarnya ukuran bejana
penyimpanan yang diperlukan untuk pengukuran isi di dalam fraksi satu liter
adalah halangan yang harus diatasi. Metode umum yang digunakan untuk
melaksanakan pengukuran ini termasuk teknik langsung dan tidak langsung.
Pengukuran langsung tinggi permukaan cairan dapat dilihat dari
penggunaan gelas penglihat atau gelas ukur biasa dalam bejana dianggap
merupakan metode yang paling sederhana untuk mengukur tinggi permukaan
cairan. Metode ini sangat efektif digunakan dalam pengukuran langsung.
Metoda yang digunakan secara luas untuk langsung mengukur permukaan
adalah pelampung sederhana, yang dapat dihubungkan dengan transduser gerakan
sesuai untuk menghasilkan sinyal listrik yang sebanding dengan permukaan
cairan.
Beberapa metode tidak langsung meliputi pengukuran (permukaan),
tekanan, pengukuran kerapatan (densitas), pengukuran tinggi permukaan dengan
pemberat, dan lain-lain.
Pada pabrik kimia, banyak tangki dan tabung dipakai untuk menyimpan
bahan baku dan produk berupa cairan. Penyimpanan perlu diketahui volume dan
inventarisnya. Proses fluida dalam fase cair terus-menerus ditampung atau
dialirkan ke tangki atau tabung penyimpanan.
Permukaan cairan dalam tangki harus dibuat setabil agar operasi dalam
pabrik dapat setabil. Banyaknya cairan yang terdapat dalam tangki dapat diketahui
dengan mendeteksi tinggi dari permukaan cairan dalam tangki proses. Permukaan
cairan dibuat tetap dengan mengendalikan laju arus cairan yang dilakukan dari
dasar tangki menggunakan control valve. Rangkaian kendali permukaan cairan

terdiri atas detektor, controller, converter dan control valve. Metoda pengukuran
tinggi permukaan cairan ada dua yaitu :
a. Pengukuran dilihat langsung : Tinggi permukaan cairan dapat dilihat
langsung dan diduga kedalamannya dan ditunjukkan dalam satuan
pengukuran panjang (meter). Dengan diketahuinya tinggi permukaan
cairan maka volume dari cairan yang diukur dapat dicari bila dikehendaki.

Gambar 1. Metoda dilihat langsung

b. Metoda mekanik: Gaya pada cairan menghasilkan gerak mekanik.


Pergerakan mekanik ini kemudian dikalibrasi kedalam bentuk skala angkaangka.

Gambar 2. Metoda mekanik

Detektor keinggian cairaan dibag atas lima tipe :


a.
b.
c.
d.
e.

Float (Pengapung)
Displacer
Hidrostatis
Efek Termal
Elektrik dan Elektronik
Gelas Penduga (Level glass) atau gelas penduga dapat menunjukkan tinggi

permukaan cairan dalam suatu bejana atau container secara langsung. Prinsip yang
dipergunakan pada gelas penduga adalah prinsip bejana berhubungan.
Gelas penduga (Level glass) terdiri dari dua jenis yaitu :
a. Gelas penduga ujung terbuka
b. Gelas penduga ujung tertutup

Gambar 3. Gelas penduga ujung terbuka

Gambar 3. menunjukkan skematik dari sebuah bejana dan gelas penduga


ujung terbuka. Pemasangan dari gelas penduga ini sangat sederhana. Pada bejana
disediakan suatu pipa pengambilan dimana gelas penduga ditempatkan. Seal

(Packing) disediakan agar sambungan jangan sampai bocor. Klem juga disediakan
agar gelas menduga tetap pada posisinya. Sebagian cairan dalam bejana, akan
mengalir kedalam Gelas penduga. Tinggi permukaan cairan pada Gelas penduga
dan bejana biasanya sama, karena bejana dan Gelas penduga adalah merupakan
dua bejana berhubungan. Gelas penduga ujung terbuka dipergunakan pada tangkitangki tidak bertekanan yang tingginya tidak melebihi 1,5 meter, seperti tangkitangki penampung minyak diesel motor bakar dan lain-lain.

Gambar. 4. Gelas penduga ujung tertutup.

Gambar 4. menunjukkan gelas penduga ujung tertutup dengan bejana


bertekanan tinggi. Bahwa kedua ujung gelas penduga dihubungkan dengan
bejana. Ujung bagian bawah tersambung dengan bagian bejana berisi uap
(kosong). Level glass yang dipergunakan untuk cairan yang bertekanan tinggi
harus diberi pelindung kaca tahan banting dan harus dilengkapi dengan kerangankerangan isolasi yang memungkinkan level glass dilepas dari sistem sewaktu
perbaikan atau pembersihan.
Level glass yang dipergunakan untuk cairan dengan temperature yang
tinggi harus dilengkapi dengan saluran buangan. Saluran ini berfunngsi untuk
mencegah thermal shock yang dapat memecahkan level glass sewaktu

menjalankan kembali sesudah perbaikan. Level glass juga sering diperlengkapi


dengan lampu penerang untuk mempermudah pemeriksaan terutama pada malam
hari.
a. Float (Penampung)
Prinsip yang digunakan adalah gaya bouyansi yang mengapung di atas cairan
dan perubahan posisi saat cairan berubah.
Pengapun (Float) disini selain untuk berfungsi menguur juga berfungsi untuk
membuka dan menutup katup. Alat ini biasanya digunaan untuk membuka tangki,
reservoir dan saluran air dalam WC. Tipe pengapung (float) dapat dipergunakan
untuk pengoprasian pengukuran level di bawah tekanan normal dan vakum.

Pengapung (float) pada umumnya berbentuk bola dan berbentuk silinder


,keduanya dalam bentuk padat tanpa rongga. Penghubung float ke alat pembaca
atau integrator baca dapat berupa batang ,rantai atau pun pita logam.

b. Tipe pemindah(Displacer)

Tipe ini paling banyak digunakan dan menggunakan prinsip kerja


berdasarkan gay bouyansi. Displacer secara fungsional mirip dengan mengapung
(float) namun karena bentuk dan beratnya yang lebih besar sehingga dapat
memindahkan sejumlah fluida cair (menaikkannya). Bentuk dasarnya adalah
bentuk silindir padat yang pada bagian atas dihubungkan dengan batang logam ke
unit pengukur.
Displacer terbagi menjadi 2 jenis :
1. Displacer dengan prinsip torsi
Bertambahnya sejumlah cairan di sekitar displacer A menyebabkannya
menjadi lebih ringan dari berat cairan yang dipindahkan. Perubahan berat ini
menyebabkan aksi pegas berputar dari tabung torsi (B) untuk menaikkan
displacer dan karenanya memutar ujung D yang juga berputar dengan gaya yang
sama sehingga F ikut berputar. Putaran F menghasilkan putaran batang terukur
yang berbanding lurus terhadap perubahan ketinggian cairan. Pada ujung F dapat
dipasang penunjuk (pointer) untuk pembacaan atau alat baca lainnya (Gambar).

2. Displacer dengan prinsip gaya penyeimbang

Pada gaya penyeimbang, perubahan gay bouyansi ditransmisikan melalui


lengan pengapung (float arm) dan piring fleksibel (flexible-disk or flexure tube)
pada gambar ke sistim penyeimbang gaya.
Bertambahnya sejumlah cairan menyebabkan displacer menjadi lebih ringan
(naik) dan karenanya membuat pegas penyeimbang menggerakan lengan engsel
(flapper arm) mendekati nosel. Aksi tersebut meningkatakan tekanan tekanan
nosel ke relay udara sehingga menyebabkan penambahan tekanan keluaran
(output) yang cukup untuk menyeimbangkan gaya beban pegas dengan bellow
untuk mengembalikan displacer ke posisi semula.

Gambar skema displacer dengan prinsip gaya penyeimbang


c. Hidrostatis
Metode ini biasanya menggunakan pengukur tekanan atau pengukur pada
tekanan (gambar) seperti pada pengukur aliran dan tekanan. Prinsip yang
digunakan menggunakan rumus:

P = p g H
Dimana:
P= tekana static head ,psi
P=densitas air ,ib/cu.ln
g=spesifik gravitasi cairan dalam tangki
H= tinggi tangki dan titik referensi (datum)minimal,in

Gambar skema pengukuran tekanan pada vessel terbuka


d. Sistim hidrolik termal
Dalam sistim fasa primer, dimana cairan dan uap terkomposisi sama berada
pada T dan P yang umum (normal). Ketinggian cairan dapat diukur dan dikontrol
oleh sistim hidrolik termal. Penggunaanya terutama pada generator uap dan
boiler.Hal ini berdasarkan teori bahwa suhu fasa uap juga akan konstan, suhu uap
juga akan konstan baik dalam vessel maupun dalam sistim terpisahh di luar
vessel. Fase cair tidak bereaksi seperti itu ,jauh dari sumber panas, suhu turun.
Dalam sistim di luar tangki terdapat perbedaan suhu antara fase uap dan fase cair
(gambar)

Gambar skema pengukuran tekanan pada vessel terbuka


e. Sistim Elektroda (probe)
Sistim elektroda (probe)msering digunakan untuk pengukuran ketinggian,
dimana tidak diperlukan titik pengukuran spesifik atau hasil data dalam bentuk
indikasi ataupun rekaman. Pada sistim dengan 2 elektroda, saat ketinggian turun
di bawah elektroda rendah, relay listrik akan terganggu menyebabkan katup
control pada bagian inlet terbuka untuk mengisi tangki. Ketika ketinggian naik
melewati elektroda yang posisinya lebih tinggi, relay akan terganggu sehingga
katup tertutup, gerakan antara 2 elektroda menghasilkan 2 ketinggian berupa dead
zone (gambar)

Gambar skema sisitim elekroda (probe)

Alat Ukur Dengan Penggeser.


Disebut Displacer adalah karena pada prinsipnya nilai gerak apung yang
dihasilkan oleh displacer didesain untuk menggantikan (displacement ) nilai
volume cairan yang menghasilkan gerak apung tersebut.Prinsip ini dapat
dibuktikan seperti pada gambar.

Gambar Penggeser
Pada gambar menunjukkan sebuah penggeser didalam silinder kosong,
digantung pada sebuah dacing (timbangan). Penunjuk pada timbangan menunjuk
3 Ib.
Pada gambar B, air setinggi 7 inchi pada silinder mengurangi berat
penggesser sebesar 1 Ib dan pada gambar C, air setinggi 14 inchi menggantikan
(mengurangi) berat dari penggeser sebesar 2 Ib sehingga berat dari penggeser kini
hanya sebesar 1 Ib. Padahal penggesernya tidak diapa-apakan. Ada 3 hal yang
penting untuk diperhatikan pada kejadian ini yaitu :
1. Penggeser tidak akan terapung diatas cairan, melainkan sebagian akan
terbenam, karena penggeser itu

sendiri mempunya berat tertentu dan

terikat pada gantungan (support arm).


2. Naiknya tinggi permukaan cairan akan membuat penggeser naik, karena
adanya gaya apung yang lebih besar dari cairan. Akan tetapi pergerakan

dari penggeser hanya kecil sekali dibandingkan dengan naiknya tinggi


permukaan cairan.
3. Perubahan pada kedudukan penggeser akan mengakibatkan perubahan
pada kedudukan penunjuk dari timbangan.Gambar .7. Penggeser dengan
Meteran

Pada gambar menunjukkan disain dari penggeser dengan meteran


penunjuk. Perhatikan bahwa tabung pemuntir dipergunakan langsung untuk
menggerakan penunjuk (pointer). Penggeser selalu dihubungkan dengan
transmitter sinyal. Output dari transmitter kemudian dikirimkan ke meteran
penunjuk. Output ini bisa berupa sinyal pneumatic maupun sinyal listrik.
Prinsip kerja dari alat ukur dengan penggeser pada umumnya dapat
dikatakan sebagai berikut :
a. Perubahan pada tinggi permukaan cairan yang diukur akan mengakibatkan
perubahan pada gaya apung dari cairan tersebut. Ini akan membuat
penggeser bergerak turun atau naik.
b. Pergerakan penggeser akan menghasilkan gerak memuntir pada tabung
pemuntir.
c. Pergerakan pada tabung pemuntir kemudian dipergunakan untuk
menghasilkan sinyal pneumatic atau listrik. Kemudian sinyal ini
dikirimkan kemeteran penunjuk. Meteran penunjuk dapat berupa meteran
dengan Tabung Bourdon.

PERTANYAAN
1. Apa prinsip kerja dan contoh dari sistem hidrolik termal?
2. Mengapa tidak diperlukan titik pengukuran spesifik atau hasil data dalam
bentuk indikasi atapun rekaman dalam sistim elektroda (probe)?
3. Apa perbedaan prinsip kerja antara displeser torsi dan displeser
penyeimbangan?
Jawab :
1. Prinsip kerja : dalam sistem fase primer, dimana ciranan uap terkomposisi
sama pada T dan P yang umum (normal). Ketinggian cairan dapat diukur
dan dikontrol oleh sistem hidrolik termal. Penggunaannya terutama pada
sistem generator uap dan boiler. Hal ini berdasarkan teori bahwa suhu fase
uap juga akan konstan. Suhu uap juga akan konstan baik dalam vessel
maupun dalam sistem terbuka di luar vessel. Fase cair tidak bereaksi sepert
itu, jauh dari sumber panas, suhu turun. Dalam sistem di luar tangki
terapat perbedaan suhu antara fase uap dan fase cair.

Contohnya : digunakan pada generator uap dan boiler


2. Karena pada sistim elektroda (probe) menggunakan sistem ketinggian
maksimum minimum pada tangki, sehingga fluida yang masuk pada tangki
akan terdeteksi oleh 2 elektroda yang terdapat pada tangki untuk
mendeteksi aliran fluida yang masuk.

3. Perbedaan prinsip kerja antara displeser torsi dan displeser penyeimbangan


adalah pada prinsip kerja displeser torsi yaitu ketika sejumlah cairan
bertambah di sekitar displeser A maka akan menyebabakan displeser
mnjadi lebih ringan dari berat cairan yang dipindahkan.

KESIMPULAN
Metoda pengukuran tinggi permukaan cairan ada dua yaitu :
1.

Pengukuran dilihat langsung.


Tinggi permukaan cairan dapat dilihat langsung dan diduga kedalamannya

dan ditunjukkan dalam satuan pengukuran panjang (meter). Dengan diketahuinya


tinggi permukaan cairan maka volume dari cairan yang diukur dapat dicari bila
dikehendaki.
2.

Metoda mekanik.
Gaya pada cairan menghasilkan gerak mekanik. Pergerakan mekanik ini

kemudian dikalibrasi kedalam bentuk skala angka-angka.


3.

Pengukuran langsung tinggi permukaan cairan dapat dilihat dari penggunaan


gelas penglihat atau gelas ukur biasa dalam bejana dianggap merupakan
metode yang paling sederhana untuk mengukur tinggi permukaan cairan.

4.

Metode ini sangat efektif digunakan dalam pengukuran langsung.


Beberapa metode tidak langsung meliputi pengukuran (permukaan), tekanan,
pengukuran kerapatan (densitas), pengukuran tinggi permukaan dengan

5.

pemberat, dan lain-lain.


Metoda yang digunakan secara luas untuk langsung mengukur permukaan
adalah pelampung sederhana, yang dapat dihubungkan dengan transduser
gerakan sesuai untuk menghasilkan sinyal listrik yang sebanding dengan

6.

permukaan cairan.
Permukaan cairan dalam tangki harus dibuat setabil agar operasi dalam pabrik
dapat setabil. Banyaknya cairan yang terdapat dalam tangki dapat diketahui
dengan mendeteksi tinggi dari permukaan cairan dalam tangki proses.
Permukaan cairan dibuat tetap dengan mengendalikan laju arus cairan yang
dilakukan dari dasar tangki menggunakan control valve. Rangkaian kendali
permukaan cairan terdiri atas detektor, controller, converter dan control valve.

DAFTAR PUSTAKA
http://teknisiinstrument.wordpress.com/tag/pengukuran-level/.

Diakses

pada

tanggal 2 Mei 2012


http://www.scribd.com/doc/56123524/16/Alat-Ukur-Level-Level-MeasurementDevices. Diakses pada tanggal 2 Mei 2012
http://ardianeko.wordpress.com/tag/pengukuran-level-tanki/. Diakses pada tanggal
2 Mei 2012
http://denosan.com/engineer/mechanical-engineer/penjelasan-alat-ukur-level.
Diakses pada tanggal 2 Mei 2012

MAKALAH INSTRUMENTASI DAN TEKNIK PENGUKURAN


PENGUKURAN KETINGGIAN (LEVEL) CAIRAN

DISUSUN OLEH :
NAMA : 1.DINDA JUWITA (061430401246)
2. MIFTAH ANASIA

(061430401256)

KELAS : 1KD
DOSEN PEMBIMBING : Anerasari .M, B.Eng.,M.Si.

TAHUN AJARAN 2014/2015 JURUSAN TEKNIK KIMIA


POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA