Anda di halaman 1dari 22

Departemen Produksi IV

UPGRADE PERFORMANCE OF
GAS CONDITIONING TOWER
3C
1

BACKGROUND
Gas Conditioning Tower (GCT) 3C diharapkan beroperasi untuk
mendapatkan emisi cerobong selalu berada pada ambang batas yang
telah ditentukan (maks 80 mg/Nm3).
GCT 3C bekerja untuk menurunkan temperatur gas outlet SP string B
yang akan menuju ESP 3C. Load GCT 3C akan berkurang pada saat
raw mill 4R2 dan coal mill 4K3 beroperasi normal. Beroperasinya dua
mill ini akan menarik gas panas outlet dari string B sehingga beban gas
panas yang menuju GCT 3C semakin berkurang.
Upgrade performance GCT 3C sangat diperlukan untuk mengatasi
masalah tingginya emisi cerobong 3C pada dua kondisi yaitu pada saat
4R2 stop atau pada saat 4R2 dan 4K3 stop secara bersamaan.
2

OPERATIONAL GCT
Mimic Diagram

UPGRADE PERFORMANCE
ST
EP

ST
EP

ST
EP

OPERATIONAL LIMIT

UPGRADE PERFORMANCE
Step 1
Modifikasi diameter pipa air dari 2 menjadi 3

o Diameter terpasang pipa air GCT 3C berukuran 2 yang bila dioperasikan maksimal
akan diperoleh flow air 16 17 m3/hr, sangat jauh dari kebutuhan saat 4R2 stop (20
21 m3/hr).
o Pada Patching Maret 2015 dilakukan modifikasi ukuran diameter pipa menjadi 3
yang berhasil menaikkan flow air maksimal menjadi 22 24 m3/hr.
o Operasional GCT untuk menurunkan emisi masih terkendala saat 4R2 stop karena
kenaikan flow ini juga diikuti kenaikan pressure sampai 6 bar (lebih tinggi dari
pressure udara 4,9 5,1 bar) yang menyebabkan spray tidak bagus dan temperatur
bottom GCT cenderung rendah.
o Rendahnya temperatur bottom menyebabkan pemakaian air harus dibatasi karena
pada temperatur LL (90oC) akan interlocking dengan stopnya pompa air.
6

UPGRADE PERFORMANCE
Step 1
Install double gate pada alat transport bottom GCT

o Batasan temperatur bottom GCT mengharuskan kehati-hatian dalam penggunaan


air untuk spray unutk menghindari wet bottom (kondisi alat transport bawah GCT
block karena material mengandung banyak air lumpur) yang berakibat GCT stop
dan emisi lansung tinggi.
o Pada Maret 2015 juga sudah dilakukan pemasangan double gate pada alat
transport bottom GCT.
o Pemasangan ini bertujuan unutk menghindari tertariknya udara dari alat transport
yang melewati sensor temperatur bottom oleh ESP fan sehingga penunjukkan
temperatur bottom selalu rendah. Kondisi ini juga berakibat pemakaian air tidak
bisa maksimal dan emisi akan tetap tinggi.

UPGRADE PERFORMANCE
Step 1
Modifikasi diameter pipa air dari 2 menjadi 3

Install double gate pada alat transport bottom GCT


8

UPGRADE PERFORMANCE
Step 2
Install pompa dengan head 100 m

o Melihat masalah yang ditemukan sebelumnya, wet bottom menjadi kendala utama
dalam pengendalian GCT yang nantinya berhubungan lansung pada pengendalian
emisi.
o Masalah utama yang terjadi adalah buruknya spray air ketika tekanan air melebihi
tekanan udara kompressor pada flow yang diinginkan. Tekanan kompressor
maksimal yang bisa dicapai dengan existing kompressor yang ada adalah 5,6 bar
(pada nozzle) sedangkan pada saat 4R2 stop flow air yang diminta akan
menghasilkan tekanan 5,5 6,0 bar.
o Langkah yang diambil untuk mengatasi permasalahan ini adalah dengan
menurunkan head pompa menjadi 100 m dari sebelumnya 120 m. Pemasangan
pompa baru ini berhasil mengendalikan emisi ketika 4R2 stop.

UPGRADE PERFORMANCE
Step 2
Install pompa dengan head 100 m - lanjutan
Berikut setting operasional saat 4R2 stop dengan pompa
head 100 m ,
Dumper by pass string B menuju string A (4J2P30)
dibuka
Draft inlet GCT berada pada -0,1 mbar (bukaan dumper
ESP fan 3C sekitar 30%)
Tarikan mill fan 4K3 minimal 35%
Kompressor central dan komressor M7 running paralel
menuju GCT
Kondisi operasional diatas akan menghasilkan dratt GCT
berkisar -0,1 mbar, beda tekanan air dan udara 0,8 1
mbar dan emisi dibawah standar maks (dan visual tidak
mengepul). Spray yang dihasilkan bagus, ditandai dengan
terjaganya temperatur bottom GCT (tidak terjadi wet
bottom).

10

UPGRADE PERFORMANCE
Step 2
Install pompa dengan head 100 m - lanjutan

11

UPGRADE PERFORMANCE
Step 2
Ganti strainer raw water inlet pompa

o Supplai raw water menjadi syarat utama


agar GCT dapat beroprasi optimal.
o Tersendatnya jalur raw water akan
mengurangi jumlah supplai air menuju
nozzle sehingga emisi tidak bisa
dikendalikan.
o Tindakan preventif berupa penggantian
strainer sangat diperlukan untuk
menghindari tersumbatnya jalur inlet air
karena lumpur yang terbawa, terlebih
pada saat hujan deras.

12

UPGRADE PERFORMANCE
Step 3
Penambahan lance GCT

o Dengan penambahan pompa baru dengan head 100 m (step 2) telah berhasil
mengendalikan emisi pada saat 4R2 stop.
o Antisipasi terus dilakukan agar emisi masih tetap stabil pada saat 4R2 dan 4K3 stop
sehingga mengurangi kerugian operasinal. Biasanya feeding kiln harus diturunkan sampai
240 tph (normal 330 tph) jika 4R2 stop dan akan menjadi lebih kecil lagi jika 4R2 dan 4K3
stop secara bersamaan.
o Tingginya pressure air dari udara yang dapat menyebabkan wet bottom tetap menjadi
kendala. Penambahan lance baru pada puncak GCT diharapkan mampu menurunkan
pressure air pada flow yang besar (flow yang diinginkan saat 4R2 dan 4K3 stop).
o Rencana akan dilakukan penambahan 4 lance pendek pada puncak GCT sehingga total
ada 16 nozzle yang dapat dioperasikan.
13

UPGRADE PERFORMANCE
Step 3
Penambahan lance GCT - lanjutan

o Penambahan lance laksanakan pada minggu ke-4 Mei 2015.

14

UPGRADE PERFORMANCE
Step 3
Penambahan lance GCT - lanjutan

o Penambahan jumlah lance berhasil mempertahankan differensial pressure air udara


> 1 bar pada saat flow pompa maksimal (30 m3/hr) baik pompa baru maupun pompa
lama.

15

UPGRADE PERFORMANCE
Step 3
Penambahan lance GCT - lanjutan

o Jika dilihat dari mimic di atas, terlihat dp (air Vs Udara) > 1 bar dan gct outlet temperatur
mencapai 116 C. Namun, inlet EP mencapai 148 C yang disebabkan oleh masih adanya
gas panas yang melewati 4R2 (by pass dari GCT). Untuk kedepannya direncanakan
menutup dumper 4R2R04 jika 4R2 stop, sehingga semua gas panas melewati GCT.
o Terlihat bottom GCT di force karena pada saat itu bottom temperatur < 90 C
(interlocking pompa lansung stop), jika dilihat dilapangan material masih kering. Sistem
Interlocking saat ini sudah di ubah menjadi 80 C (LL).

o Melihat dari hasil ujicoba terakhir, kendala wet bottom sudah teratasi dengan
penambahan lance. Emisi masih terbaca tinggi dikarenakan ketika mill tiba- tiba
stop temperatur inlet EP lansung tinggi yang menyebabkan performance EP
cenderung drop. Butuh waktu untuk kembali ke performance terbaik.

16

UPGRADE PERFORMANCE
Step 3
Penambahan lance GCT - lanjutan
Untuk mengatasi permasalahan ini dilakukan adjust respons GCT 3C terhadap kenaikan
temperatur yang tiba- tiba. Beberapa item perubahan (adjusting) yang dilakukan adalah,
Pada saat 4K3/ 4R2 stop
MFR (mass flow rate) : 38 kg/s
Set MFR : 16 %
ESP fan 3C : 34 %
Dumper by pass string B/ A : open 100%
Pada saat 4K3/ dan 4R2 stop saat bersamaan
MFR (mass flow rate) : 44 kg/s
Set MFR : 20 %
ESP fan 3C : 50 %
Dumper by pass string B/ A : open 100%

17

UPGRADE PERFORMANCE
Step 3
Penambahan lance GCT & Adjust respon GCT - lanjutan

18

UPGRADE PERFORMANCE
Step 3
Penambahan lance GCT & Adjust respon GCT - lanjutan
o Dari hasil uji coba terkahir diperoleh emisi 56 mg/ Nm3 (proses stabilisasi), dengan bottom
masih terkendali (tidak wet bottom) dan inlet EP 144 C. Nilai ini akan terun sepanjang proses
stabilisasi.
o Dari hasil ini GCT 3C berhasil beroperasi optimal dalam mengendalikan emisi saat 4K3 dan
4R2 stop secara bersamaan.

19

Spesifikasi Pompa
R = Raw Mill
CR 32 Flow = 30
C = Coal Mill
m3/h Head =120
TABLE HASIL PERCOBAAN MODIFIKASI COOLING TOWER 3C
POMPA CR 32

FLOW Water
Dp
T Bottom
T Out GCT
T EP
Emission
Kiln Feed
Bottom Gct
FLOW Water
Dp
T Bottom
T out GCT
T In EP

R/C On
16
-1.2
105-110
125-130
110-115
15-25
320-340

Nozzle 12 Buah
R OFF (C
On)
R Off/ C Off
20
30
-0,7
+ 1,7 - 2
110-115
115-125
130-150
140-160
145-160
150-170
60-70
90-120
260-270
230-240

OK
OK
NOK
Upgrade Nozzle 16 Buah
16
20
30
-2,5
-1,8 -2
-1,3
115-120
100-110
80-95
125-130
125-130
140-150
110-115
125-130
140-150

Keterangan
m3/h
bar
C
C
C
mg/nm3
Tph
NOK (Wet
Bottom)

20

m3/h
bar
C
C
C

Spesifikasi Pompa
R = Raw Mill
Ebara Flow = 30
C = Coal Mill
m3/h Head =100
TABLE HASIL PERCOBAAN MODIFIKASI COOLING TOWER 3C
POMPA EBARA

FLOW Water
Dp
T Bottom
T Out GCT
T EP
Emission
Kiln Feed
Bottom Gct
FLOW Water
Dp
T Bottom
T out GCT
T In EP

R/C On
16
-1.2
105-110
125-130
110-115
15-25
320-340

Nozzle 12 Buah
R OFF (C
On)
R Off/ C Off
22
-0,7
TEST TIDAK
110-115
DILAKUKAN
130-150
KARENA Dp AIR
145-160
DAN UDARA
60-70
MENDEKATI
320-340
POSITIF

OK
OK
Upgrade Nozzle 16 Buah
16
24
28 (Flow Max.)
-2,5
-1,8 -2
-1,3
115-120
100-110
80-95
125-130
125-130
140-150
110-115
125-130
170-190

21

Keterangan
m3/h
Bar
C
C
C
mg/nm3
Tph
NOK (Wet
Bottom)
m3/h
Bar
C
C
C

TERIMA KASIH

22