Anda di halaman 1dari 16

BAB I

PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang
Autoanalyzer adalah alat yang memiliki presisi tinggi dan mudah digunakan untuk
mengotomatisasi pemeriksaan kimia basah tradisional. Autoanalyzer merupakan salah
satu alat laboratorium canggih yang dilengkapi dengan sistem squensial multiple analysis.
Alat ini mempunyai kemampuan pemeriksaan yang lebih banyak berfungsi untuk
menganalisa kimia secara otomatis. Alat ini mampu menggantikan prosedur-prosedur
analisis manual dalam laboratorium, rumah sakit, dan industri. Autoanalyzer dapat
digunakan untuk menganalisa kandungan air, gas, mineral, logam, dan material biologis
dari suatu larutan.

1.2

Rumusan masalah
Adapun rumusan masalah dari makalah ini adalah :
1. Apakah yang dimaksud dengan autoanalyzer?
2. Bagaimanakah Prinsip kerja autoanalyzer?
3. Sebutkan macam-macam autoanalyzer!
4. Bagaimana cara kalibrasi autoanalyzer?

1.3

Tujuan dan Manfaat


Tujuan dan manfaat dari makalah ini adalah :
1. Agar mahasiswa dapat mengetahui definisi dan fungsi dari alat Autoanalyzer
2. Agar mahasiswa dapat mengetahui prinsip operasi Autoanalyzer
3. Agar mahasiswa dapat mengetahui macam-macam alat Autoanalyzer
4. Agar mahasiswa dapat mengetahui cara perawatan alat Autoanalyzer
5. Agar mahasiswa dapat mengetahui kalibrasi alat Autoanalyzer

BAB II
PEMBAHASAN

2.1

Pengertian dan Fungsi Autoanalyzer


Autoanalyzer adalah analisa otomatis menggunakan teknik aliran khusus
bernama analisis aliran kontinu (CFA), diciptakan pada tahun 1957 oleh Leonard
Skeggs, PhD dan pertama dibuat oleh Corporation Technicon. Aplikasi pertama
adalah untuk klinis (medis) analisis. Autoanalyzer sangat mengubah karakter
laboratorium pengujian kimia dengan memungkinkan peningkatan yang signifikan
dalam jumlah sampel yang dapat diolah. Desain alat autoanalyzer ini didasarkan pada
pemisahan aliran terus mengalir dengan gelembung udara yang sebagian besar
mengurangi lambat, ceroboh, dan kesalahan metode manual rawan analisis.
Jenis-jenis tes yang dibutuhkan meliputi tingkat enzim (seperti banyak dari tes fungsi
hati), tingkat ion (misalnya natrium dan kalium), dan lainnya (seperti glukosa,
albumin serum, atau kreatinin). Ion sederhana sering diukur dengan elektroda selektif
ion, yang memungkinkan satu jenis ion melalui, dan perbedaan mengukur tegangan.
Enzim dapat diukur dengan tingkat yaitu mengubah salah satu zat warna yang lain.
Dalam tes ini, hasil untuk enzim yang diberikan sebagai suatu kegiatan, bukan sebagai
konsentrasi enzim. Tes-tes lain menggunakan perubahan kolorimetri untuk
menentukan konsentrasi bahan kimia yang bersangkutan. Pada tes ini, kekeruhan juga
dapat diukur.
Autoanalyzer digunakan untuk analisis laboratorium rutin dalam bidang medis.
Instrumen ini biasanya menentukan tingkat albumin, alkali fosfatase, aspartate
transaminase (AST), nitrogen urea darah, bilirubin, kalsium, kolesterol, kreatinin,
glukosa, fosfor anorganik, protein, dan asam urat dalam sampel darah tubuh serum
atau lainnya. AutoAnalyzer mengotomatisasi langkah analisis sampel berulang yang
seharusnya dapat dilakukan secara manual oleh seorang teknisi, untuk tes medis
seperti yang disebutkan sebelumnya. Dengan cara ini, sebuah autoanalyzer dapat
menganalisis ratusan sampel setiap hari dengan satu teknisi operasi. Awal
autoanalyzer instrumen masing-masing beberapa sampel diuji secara berurutan untuk
analit individu. Kemudian Model Autoanalyzer seperti SMAC diuji untuk analit
secara bersamaan dalam sampel.

2.2

Prinsip Operasi
2.2.1. Continuous Flow Analyzer
Dalam CFA aliran continue dari material dibagi dengan gelembung udara ke
segmen diskrit di mana reaksi kimia terjadi. Aliran terus-menerus sampel cair dan
reagen digabungkan dan diangkut dalam gulungan tubing dan pencampuran. Tubing
melewati sampel dari satu alat untuk yang lain dengan alat masing-masing melakukan
fungsi yang berbeda, seperti distilasi, dialisis, ekstraksi, pertukaran ion, pemanasan,
inkubasi, dan rekaman berikutnya dari sinyal. Sebuah prinsip penting dari sistem ini
adalah pengenalan gelembung udara. Pada gelembung udara setiap segmen sampel ke
dalam paket diskrit dan bertindak sebagai penghalang antara paket untuk mencegah
kontaminasi silang saat mereka melakukan perjalanan di sepanjang pipa. Gelembung
udara juga membantu pencampuran dengan menciptakan aliran turbulen (aliran bolus),
dan menyediakan operator dengan cek cepat dan mudah dari karakteristik aliran
cairan. Sampel dan standar diperlakukan dengan cara yang persis sama saat mereka
melakukan perjalanan panjang pipa, menghilangkan perlunya sinyal steady state,
namun, karena adanya gelembung membuat profil gelombang hampir persegi,
membawa sistem ke keadaan stabil tidak secara signifikan menurunkan throughput
(generasi ketiga CFA analisis rata-rata 90 atau lebih sampel per jam) dan diinginkan
dalam sinyal steady state (keseimbangan kimia) yang lebih akurat.
2.2.2 Flow Injection Analyzer
Metode FIA dapat digunakan untuk kedua reaksi cepat serta reaksi
lambat. Untuk reaksi lambat, pemanas sering dimanfaatkan. Reaksi ini tidak
perlu untuk mencapai penyelesaian karena semua sampel dan standar yang
diberikan pada periode yang sama untuk bereaksi. Untuk tes yang khas
biasanya diukur dengan FIA (misalnya, nitrit, nitrat, amoniak, fosfat) tidak
jarang untuk memiliki throughput 60-120 sampel per jam. Metode FIA dibatasi
oleh jumlah waktu yang diperlukan untuk memperoleh sinyal terukur sejak
waktu tempuh melalui pipa cenderung untuk memperluas puncak ke titik di
mana sampel dapat saling menyatu. Sebagai aturan umum, metode FIA tidak
boleh digunakan jika sinyal yang memadai tidak dapat diperoleh dalam waktu
dua menit, dan sebaiknya kurang dari satu.

2.3

Macam-Macam Autoanalyzer
Autoanalyzer adalah suatu alat yang pada prinsipnya diciptakan manusia untuk
memudahkan pekerjaan manusia. Autoanalyzer didesain untuk bekerja dengan
ketelitian tinggi dan dengan waktu yang cepat serta dapat menangani banyak sampel
sekaligus. Pada laboratorium klinik terdapat 2 macam autoanalyzer, yaitu:
2.3.1

Autoanalyzer untuk pemeriksaan hematologi


Autoanalyzer adalah alat yang digunakan untuk memeriksa darah lengkap

dengan cara menghitung dan mengukur sel-sel darah secara otomatis berdasarkan
variasi impedansi aliran listrik atau berkas cahaya terhadap sel-sel yang
dilewatkan. Alat ini bekerja berdasarkan prinsip flow cytometer. Flow cytometri
adalah metode pengukuran jumlah dan sifat-sifat sel yang dibungkus oleh aliran
cairan melalui celah sempit. Ribuan sel dialirkan melalui celah tersebut
sedemikian rupa sehingga sel dapat lewat satu per satu, kemudian dilakukan
penghitungan jumlah sel dan ukurannya. Alat ini juga dapat memberikan informasi
intraseluler, termasuk inti sel. Pemeriksaan yang bisa dilakukan oleh autoanalyzer
jenis ini adalah kadar Hb, Jumlah sel-sel darah ( eritrosit, lekosit, trombosit) , Jenis
lekosit, hematokrit, dsb.
2.3.2

Autoanalyzer untuk pemeriksaan kimia klinik


Autoanalyzer ini digunakan untuk pemeriksaan kimia klinik, yaitu mengukur

kadar zat-zat yang terkandung dalam darah, contohnya adalah glukosa, asam urat,
SGOT, SGPT, kolesterol, trigliserid, gamma GT, albumin, dsb. Prinsip dari alat ini
adalah melakukan prosedur pemeriksaan kimia klinik secara otomatis mulai dari
pemipetan sampel, penambahan reagen, inkubasi, serta pembacaan serapan
cahayanya. Kelebihan autoanaliser adalah bahwa tahapan analitik dapat dilakukan
dengan cepat dan bisa digunakan untuk memeriksa sampel dengan jumlah banyak
secara bersamaan.

2.4

Cara Perawatan
Inilah hal yang perlu diperhatikan oleh konsumen karena ada beberapa alat alat yang bisa dikatakan "bandel". Namun sebandel - bandelnya alat tersebut, tetap
saja harus mendapatkan perhatian khusus seperti ;
- Suhu ruangan
- Lakukan control secara berkala
4

- Selalu cek reagen


Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menggunakan alat ini, seperti:
Sampel jangan sampai aglutinasi, gunakan sampel darah yang sudah ditambahkan
antikoagulan. Pastikan tidak ada darah yang menggumpal karena akan merusak hasil
jika terhisap.

2.5

Cara Kalibrasi Autoanalyzer


Autoanalyzer memang sangat membantu analis dalam mengerjakan tahapan
analitik namun perlu diperhatikan, setiap hari baik autoanaliser hematologi atau kimia
klinik harus selalu dikalibrasi untuk menjamin keakuratan hasil.
Untuk

autoanaliser

kimia

klinik,

cara

kalibrasinya

adalah

dengan

menggunakan serum control. Serum yang sudah diketahui komposisi dan kadarnya
diperiksa dengan menggunakan autoanalyzer seperti memeriksa sampel. Hasil yang
didapat dibandingkan dengan kadar serum control. Jika masih dalam range, maka
autoanaliser masih memberikan hasil yang valid sehingga dapat digunakan untuk
memeriksa sampel.
Begitu

juga

untuk

autoanaliser

hematologi,

digunakan

darah

yang

konsentrasinya sudah diketahui dengan pasti. Darah control tersebut dilakukan


pemeriksaan sama seperti pemeriksaan sampel lalu hasilnya dibandingkan dengan
kadar darah control sebenarnya.
Kalibrasi yang seperti dijelaskan di atas dilakukan setiap hari sebelum
melakukan pemeriksaan pada sampel sehingga hasil yang didapatkan akurat.

Berikut ini adalah beberapa contoh dari autoanalyzer:

Mindray
5

Sysmex

ABX Pentra

2.6

Kelebihan Autoanalyzer
2.6.1

Efisiensi Waktu
Pemeriksaan dengan menggunakan alat autoanalyzer dapat dilakukan
dengan cepat. Pemeriksaan hematologi rutin seperti meliputi pemeriksaan He,
hitung sel leukosit, Hematokrit, dan hitung jumlah sel Trombosit jika
dilakukan secara manual bisa memakan waktu 20 menit, bandingkan dengan
alat hematologi otomatis ini hanya memerlukan waktu sekitar 3 - 5 menit.
Efektifitas dan efisiensi waktu dalam mengerjakan sampel inilah yang
diperlukan oleh tempat - tempat pelayanan kesehatan dalam hal tanggap
melayani pasien.

2.6.2

Sampel
Pemeriksaan hematologi rutin secara manual misalnya, sampel yang
dibutuhkan lebih banyak membutuhkan sampel darah (Whoole Blood). Manual
6

prosedur yang dilakukan dalam pemeriksaan Lekosit membutuhkan sampel


darah 10 mikron, juga belum pemeriksaan lainnya. Namun, pemeriksaan
hematologi otomaitis ini hanya menggunakan sampel sedikit saja.
Dalam beberapa kasus pengambilan darah terhadap pasien kadang sulit
mendapatkan darah yang dibutuhkan, namun dengan penggunaan alat
hematologi otomatis ini sampel darah yang digunakan bisa menggunakan
darah perifer dengan jumlah darah yang lebih sedikit.
2.6.3

Ketepatan Hasil
Hasil yang dikeluarkan oleh alat hematologi analyzer ini biasanya
sudah melalui quality control yang dilakukan oleh intern laboratorium
tersebut, baik di institusi Rumah Sakit ataupun Laboratorium Klinik Pratama.

2.7

Kekurangan Autoanalyzer
Dibalik

kelebihan - kelebihannya ternyata autoanalyzer juga memiliki

beberapa kekurangan, seperti :


Tidak dapat menghitung sel abnormal.
Pemeriksaan oleh autoanalyzer ini tidak selamanya mulus, namun pada kenyataannya
alat ini juga memiliki beberapa kekurangan seperti dalam hal menghitung sel - sel
abnormal. Misalnya dalam pemeriksaan hitung jumlah sel, bisa saja nilai dari hasil
hitung leukosit atau trombosit bisa saja rendah karena ada beberapa sel yang tidak
terhitung dikarenakan sel tersebut memiliki bentuk yang abnormal.

BAB III
PENUTUP

3.1

Kesimpulan
Autoanalyzer merupakan salah satu alat laboratorium canggih yang dilengkapi
dengan sistem sequensial multIple analysis. Alat ini mempunyai kemampuan
pemeriksaan yang lebih banyak berfungsi untuk analisa kimia secara otomatis. Alat ini
mampu menggantikan prosedur-prosedur analisis manual dalam laboratorium, rumah
sakit, dan industri. Autoanalyzer dapat digunakan untuk menganalisa kandungan air,
gas, mineral, logam, dan material biologis dari suatu larutan.

3.2

Saran
Autoanalyzer memang sangat membantu analis dalam mengerjakan tahapan
analitik namun perlu diperhatikan, setiap hari baik autoanaliser hematologi atau kimia
klinik harus selalu dikalibrasi untuk menjamin keakuratan hasil.

Lampiran
(POKOK BAHASAN UTAMA)
BAB I
PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang
Dalam pemeriksaan Laboratorium klinik dan Rumah Sakit umumnya terdapat
pemeriksaan klinis analisis yang sudah menggunakan alat yang sudah berbasis
autoanalyzer seperti pemeriksaan Clinical chemistry analyzer. Dengan berbagai
macam merk dan spesifikasi yang berbeda-beda. Alat ini memiliki kemampuan
pemeriksaan yang lebih banyak untuk analisa kimia.
Clinical chemistry analyzer dapat digunakan untuk menganalisa kandungan air,
gas, mineral, logam, dan material biologis dari suatu larutan.Jenis-jenis tes yang
dibutuhkan meliputi tingkat enzim (seperti banyak dari tes fungsi hati), tingkat ion
(misalnya natrium dan kalium), dan lainnya (seperti glukosa, albumin serum, atau
kreatinin). Ion sederhana sering diukur dengan elektroda selektif ion, yang
memungkinkan satu jenis ion melalui, dan perbedaan mengukur tegangan Enzim dapat
diukur dengan tingkat mereka mengubah salah satu zat warna yang lain, Dalam tes ini,
hasil untuk enzim yang diberikan sebagai suatu kegiatan, bukan sebagai konsentrasi
enzim. Tes-tes lain menggunakan perubahan kolorimetri untuk menentukan
konsentrasi bahan kimia yang bersangkutan. Kekeruhan juga dapat diukur.
Clinical chemistry analyzer digunakan terutama untuk analisis laboratorium
rutin dalam bidang medis. Instrumen ini biasanya menentukan tingkat albumin, alkali
fosfatase, aspartate transaminase (AST), nitrogen urea darah, bilirubin, kalsium,
kolesterol, kreatinin, glukosa, fosfor anorganik, protein, dan asam urat dalam sampel
darah tubuh serum atau lainnya. Autoanalyzer mengotomatisasi langkah analisis
sampel berulang yang seharusnya dapat dilakukan secara manual oleh seorang teknisi,
untuk tes medis seperti yang disebutkan sebelumnya. Dengan cara ini, sebuah
autoanalyzer dapat menganalisis ratusan sampel setiap hari dengan satu teknisi
operasi.

1.2

Rumusan Masalah
Makalah ini dibuat dengan rumusan masalah, yaitu:
1.2.1. Apa yang dimaksud dengan Clinical chemistry analyzer?
1.2.2. Bagaimana Prinsip kerja dari Clinical chemistry analyzer?
1.2.3. Bagaimana cara pengambilan sampel untuk Clinical chemistry analyzer?
1.2.4. Apa kelebihan dan kekurangan dari alat Clinical chemistry analyzer?
1.2.5. Bagaimana standart operasional Clinical chemistry analyzer?
1.2.6. Bagaimana cara kalibrasi Clinical chemistry analyzer?

1.3

Tujuan
Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini, yaitu:
1.3.1

Mengetahui Pengertian Clinical chemistry analyzer.

1.3.2

Mengetahui Prinsip kerja dari Clinical chemistry analyzer.

1.3.3

Mengetahui cara pengambilan sampel untuk Clinical chemistry analyzer.

1.3.4

Mengetahui kelebihan dan kekurangan dari Clinical chemistry analyzer.

1.3.5

Mengetahui standart operasional Clinical chemistry analyzer

1.3.6

Mengetahui cara kalibrasi Clinical chemistry analyzer.

10

BAB II
PEMBAHASAN

2.1

Definisi Clinical Chemical Analyzer


Clinical chemistry analyzer adalah alat pemeriksaan kimia klinik yang
mencakup pemeriksaan dalam darah, cairan tubuh dan urin. Clinical Chemical
Analyzer ini termasuk alat Autoanalyzer yang digunakan tuntuk analisis laboratorium
rutin dalam bidang medis. Instrumen ini biasanya menentukan tingkat albumin, alkali
fosfatase, aspartate transaminase (AST), nitrogen urea darah, bilirubin, kalsium,
kolesterol, kreatinin, glukosa, fosfor anorganik, protein, dan asam urat dalam sampel
darah tubuh serum atau lainnya. Parameter pemeriksaan Clinical Chemistry Analyzer
antara lain :
1.

Glukosa Darah

2.

Trigliserida

3.

Kolesterol

4.

Kreatinin

5.

Ureum

6.

Asam urat

7.

HDL / High Density Lipoprotein

8.

LDL / Low Density Lipoprotein

Adapun parameter pemeriksaan Clinical chemistry analyzer menurut kelompoknya,


yaitu :
a. Pemeriksaan fungsi hati : protein total, albumin, globulin, bilirubin
total,direk/indirek, SGOT, SGPT, GGT,fosfatase alkali, cholinesterase, ammonia,
HCO3 (bikarbonat).
b. Pemeriksaan fungsi jantung : CK, CKMB, LDH, myglobin, Troponin T, NTproBNP.
c. Pemeriksaan fungsi pancreas : amylase, lipase.
d. Pemeriksaan Lemak : Cholesterol, HDL, LDL, Trigliserida, Lp(a), Apo A-1,
Apo B.
e. Pemeriksaa fungsi ginjal : ureum, creatinin, asam urat, Cystatin C
f. Pemeriksaan gula darah dan HbA1c

11

2.2

Prinsip Kerja
Prinsip kerja dari clinical chemistry analyzer ini adalah melakukan prosedur
pemeriksaan kimia klinik secara otomatis mulai dari pemipetan sampel, penambahan
reagen, inkubasi, serta pembacaan serapan cahayanya. Clinical chemistry analyzer
mengotomatisasi langkah analisis sampel berulang yang seharusnya dapat dilakukan
secara manual oleh seorang teknisi, untuk tes medis seperti yang disebutkan
sebelumnya. Dengan cara ini, sebuah clinical chemistry analyzer dapat menganalisis
ratusan sampel setiap hari dengan satu teknisi operasi.

Clinical chemical analyzer bekerja dengan Lampu halogen sebagai sumber


cahaya merupakan cahaya Polychromatic yang mempunyai panjang gelombang 400800 nm memancarkan cahayanya yang masuk ke Monochomator. Monochomator
disini merupakan alat untuk menguraikan spektrum warna dari cahaya. Di dalam
Monochomator ini, cahaya Polychromatic diuraikan menjadi Monochromatic.
Selanjutnya dari Monochromator, cahaya masuk ke Filter. Filter ini berfungsi
memilih atau melewatkan hanya 1 spectrum cahaya saja sesuai dengan unsur
yang akan di ukur. Karena setiap atom hanya akan menyerap spectrum yang sesuai
dengan energi atom itu sendiri. Cahaya yang keluar dari Filter (I0) menyinari
cuvette, sehingga molekul di dalam cuvette akan mengabsorbsi sebuah eneri
cahaya (foton) dengan jarak gelombang tertentu dan menghasilkan It. Cuvette
disini merupakan tempat menaruh sample yang akan diperiksa.

12

Cahaya yang keluar dari cuvette (It) ditangkap oleh detektor. Detektor disini
merupakan sensor untuk merubah energi cahaya menjadi bentuk energi (sinyalsinyal) listrik yang selanjutnya dikuatkan oleh Amplifier lalu di converter oleh
ADC, dimana ADC disini berfungsi mengubah data analog menjadi data digital.
Kemudian dari ADC diolah oleh Microcontroller dan ditampilkan ke display.
Kelebihannya adalah bahwa tahapan analitik dapat dilakukan dengan cepat
dan bisa digunakan untuk memeriksa sampel dengan jumlah banyak secara bersamaan.

2.3

Cara Kerja Clinical Chemistry Analyzer


2.3.1

Pengoperasian Alat
1. Siapkan reagent, sample, standar (jika diperlukan) dan quality control
reagent (jika diperlukan) yang akan dibaca.
2. Pilih pemeriksaan yang akan dibaca.
3. Klik OK
4. Ikuti petunjuk pada kotak di sebelah kanan bawah dengan memasukan
DISTILLED WATER pada selang penghisap dan tekan tombol SEMPEL.
5. Pemeriksaan standard
a) Klik CAL lalu masukan reagen standard pada selang penghisap lalu
tekan tombol sempel.
b) Nilai standard dan standard kurva akan tertera.
c) Klik SAVE untuk menyimpan nilai standard baru atau klik PRINT
untuk mencetak nilai standard.
6. Pemeriksaan kontrol
a) Untuk pengecekan kontrol : klik QC lalu pilih kontrol 1atau kontrol 2.
Tekan OK.
b) Nilai kontrol akan tertera.
7. Ikuti petunjuk pada kotak di sebelah kanan bawah dan siapkan cairan
sesuai petunjuk yang tertera, tekan tombol sampel.
8. Klik CANCEL jika sampel terakhir sudah dibaca.
9. Siapkan aqua bides dalam jumlah cukup banyak pada selang penghisap
pada tombol RINSE, biarkan selama 20 detik lalu tekan tombol RINSE.

13

2.3.2

STANDART OPERASIONAL
Standart operasional prosedur :
1. Sambungkan mouse dan kabel power ke UPS/ stabiliser.
2. Tekan tombol ON/OFF dibelakang alat.
3. Biarkan alat melakukan inisialisasi secara otomatis dan stabilisasi
lampu.
4. Setelah itu dilayar akan tertera SIPPER DISTILLED WATER.
5. Siapkan aquabidest dalam jumlah yang cukup banyak letakan cukup
selang pengsihap dan tekan RINSE (proses pembersihan flow cell).
6. Setelah 20 detik tekan RINSE.
7. Letakan aquabidest pada selang penghisap dan tekan tombol SAMPLE.
8. Nilai pada kolom DEVIATION OF ABS, akan terisi secara otomatis,
jika muncul jendela Absorbency deviation too big, are you retry?
yes/no pilih yes dan ulangi langkah 5dst hingga muncul test menu.
9. Alat siap dipergunakan.

2.4

Cara Perawatan
Inilah hal yang perlu diperhatikan oleh konsumen karena ada beberapa alat alat yang bisa dikatakan "bandel". Namun sebandel - bandelnya alat tersebut, tetap
saja harus mendapatkan perhatian khusus seperti :
Suhu ruangan
Lakukan control secara berkala
Selalu cek reagen
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menggunakan alat ini, seperti:
Sampel jangan sampai aglutinasi, gunakan sampel darah yang sudah ditambahkan
antikoagulan. Pastikan tidak ada darah yang menggumpal karena akan merusak hasil jika
terhisap.

2.5

Kalibrasi Alat Clinical Chemistry Analyzer


Clinical chemistry analyzer, cara kalibrasinya adalah dengan menggunakan
serum control. Serum yang sudah diketahui komposisi dan kadarnya diperiksa dengan
menggunakan autoanalyzer seperti memeriksa sampel. Hasil

yang didapat

dibandingkan dengan kadar serum control. Jika masih dalam range, maka clinical
14

chemistry analyzer masih memberikan hasil yang valid sehingga dapat digunakan
untuk memeriksa sampel.

2.6

Kelebihan dan Kekurangan Alat


2.6.1

Kelebihan
Kelebihan dari menggunakan alat clinical chemistry analyzer ini adalah
waktu yang digunakan sangat efektif. Dengan menggunakan alat ini dapat
mengetahui hasil pemeriksaan sekaligus banyak sesuai parameter yang ada.
Hasil yang didapatkan juga cukup akurat karena langsung masuk ke dalam
komputerisasi sehingga meminimalisir terjadinya kesalahan.

2.6.2

Kekurangan
Kekurangan dari menggunakan ini yaitu apabila terjadi kesalahan
dalam melakukan standar opersional alat (Human Error). Kesalahan juga dapat
terjadi jika sampel darah belum dicampur antikoagulan, sehingga akan terjadi
penggumpalan dan memungkinan terjadinya hasil yang tidak akurat. Kesalahan
lain biasanya pada salah satu bagian dari alat yaitu : cuvette.

15

BAB III
PENUTUP

3.1

Kesimpulan
Clinical Chemistry Analyzer merupakan salah satu alat laboratorium canggih
yang dilengkapi dengan sistem sequensial multiple analysis. Alat ini mempunyai
kemampuan pemeriksaan yang lebih banyak berfungsi untuk analisa kimia secara
otomatis. Alat ini mampu menggantikan prosedur-prosedur analisis manual dalam
laboratorium, rumah sakit, dan industri. Clinical Chemistry Analyzer dapat digunakan
untuk menganalisa kandungan air, gas, mineral, logam, dan material biologis dari
suatu larutan.

3.2

Saran
Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam penulisan makalah
ini. Oleh karena itu, kritik dan saran membangan dari Bapak/Ibu dosen, teman-teman
serta pembaca sangat kami harapkan demi perbaikan dan kesempurnaan makalah ini.

16