Anda di halaman 1dari 4

pH

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas


Belum Diperiksa

Asam dan Basa


Konstanta disosiasi asam
Ekstraksi asam-basa
Reaksi asam-basa
Konstanta disosiasi
Fungsi keasaman
Larutan penyangga
pH
Afinitas proton
Swaionisasi air

Tipe Asam
BrnstedLowry Lewis Mineral
Organik

Tipe Basa
BrnstedLowry Lewis Organik

pH adalah derajat keasaman yang digunakan untuk menyatakan tingkat keasaman atau
kebasaan yang dimiliki oleh suatu larutan. Ia didefinisikan sebagai kologaritma aktivitas ion
hidrogen (H+) yang terlarut. Koefisien aktivitas ion hidrogen tidak dapat diukur secara eksperimental,
sehingga nilainya didasarkan pada perhitungan teoritis. Skala pH bukanlah skala absolut. Ia bersifat
relatif terhadap sekumpulan larutan standar yang pH-nya ditentukan berdasarkan persetujuan
internasional.[1]

Konsep pH pertama kali diperkenalkan oleh kimiawan Denmark Sren Peder Lauritz Srensen pada
tahun 1909. Tidaklah diketahui dengan pasti makna singkatan "p" pada "pH". Beberapa rujukan
mengisyaratkan bahwa p berasal dari singkatan untuk powerp[2] (pangkat), yang lainnya merujuk
kata bahasa Jerman Potenz (yang juga berarti pangkat)[3], dan ada pula yang merujuk pada
kata potential. Jens Norby mempublikasikan sebuah karya ilmiah pada tahun 2000 yang
berargumen bahwa p adalah sebuah tetapan yang berarti "logaritma negatif"[4].
Air murni bersifat netral, dengan pH-nya pada suhu 25 C ditetapkan sebagai 7,0. Larutan dengan
pH kurang daripada tujuh disebut bersifat asam, dan larutan dengan pH lebih daripada tujuh
dikatakan bersifat basa atau alkali. Pengukuran pH sangatlah penting dalam bidang yang terkait
dengan kehidupan atau industri pengolahan kimia sepertikimia, biologi, kedokteran, pertanian, ilmu
pangan, rekayasa (keteknikan), dan oseanografi. Tentu saja bidang-bidang sains dan teknologi
lainnya juga memakai meskipun dalam frekuensi yang lebih rendah.

Daftar isi
[sembunyikan]

1 Definisi
o

1.1 pH

1.2 p[H]

1.3 pOH

2 Lihat pula

3 Referensi

4 Pranala luar

Definisi[sunting | sunting sumber]


pH[sunting | sunting sumber]
pH didefinisikan sebagai minus logaritma dari aktivitas ion hidrogen dalam larutan berpelarut air.
[5]
pH merupakan kuantitas tak berdimensi.

dengan aH adalah aktivitas ion hidrogen. Alasan penggunaan definisi ini adalah bahwa aH dapat
diukur secara eksperimental menggunakan elektrode ion selektif yang merespon terhadap
aktivitas ion hidrogen ion. pH umumnya diukur menggunakan elektrode gelas yang mengukur
perbedaan potensial E antara elektrode yang sensitif dengan aktivitas ion hidrogen dengan
elektrode referensi. Perbedaan potensial pada elektrode gelas ini idealnya mengikuti persamaan
Nernst:

dengan E adalah potensial terukur, E0 potensial elektrode standar, R tetapan


gas, T temperatur dalam kelvin, F tetapan Faraday, dan n adalah jumlah elektron yang
ditransfer. Potensial elektrode E berbanding lurus dengan logartima aktivitas ion hidrogen.
Definisi ini pada dasarnya tidak praktis karena aktivitas ion hidrogen merupakan hasil kali
dari konsentrasi dengan koefisien aktivitas. Koefisien aktivitas ion hidrogen tunggal tidak
dapat dihitung secara eksperimen. Untuk mengatasinya, elektrode dikalibrasi dengan
larutan yang aktivitasnya diketahui.
Definisi operasional pH secara resmi didefinisikan oleh Standar Internasional ISO 318 sebagai berikut: [6] Untuk suatu larutan X, pertama-tama ukur gaya elektromotif EX sel
galvani
elektrode referensi | konsentrasi larutan KCl || larutan X | H2 | Pt
dan kemudian ukur gaya elektromotif ES sel galvani yang berbeda hanya pada
penggantian larutan X yang pHnya tidak diketahui dengan larutan S yang pH-nya
(standar) diketahui pH(S). pH larutan X oleh karenanya

Perbedaan antara pH larutan X dengan pH larutan standar bergantung hanya pada


perbedaan dua potensial yang terukur. Sehingga, pH didapatkan dari pengukuran
potensial dengan elektrode yang dikalibrasikan terhadap satu atau lebih pH standar.
Suatu pH meter diatur sedemikiannya pembacaan meteran untuk suatu larutan
standar adalah sama dengan nilai pH(S). Nilai pH(S) untuk berbagai larutan standar
S diberikan oleh rekomendasi IUPAC.[7] Larutan standar yang digunakan sering kali
merupakan larutan penyangga standar. Dalam prakteknya, adalah lebih baik untuk
menggunakan dua atau lebih larutan penyangga standar untuk mengijinkan adanya
penyimpangan kecil dari hukum Nerst ideal pada elektrode sebenarnya. Oleh
karena variabel temperatur muncul pada persamaan di atas, pH suatu larutan
bergantung juga pada temperaturnya.
Pengukuran nilai pH yang sangat rendah, misalnya pada air tambang yang sangat
asam,[8] memerlukan prosedure khusus. Kalibrasi elektrode pada kasus ini dapat
digunakan menggunakan larutan standar asam sulfat pekat yang nilai pH-nya
dihitung menggunakan parameter Pitzer untuk menghitung koefisien aktivitas. [9]
pH merupakan salah satu contoh fungsi keasaman. Konsentrasi ion hidrogen dapat
diukur dalam larutan non-akuatik, namun perhitungannya akan menggunakan
fungsi keasaman yang berbeda. pH superasam biasanya dihitung
menggunakan fungsi keasaman Hammett, H0.
Umumnya indikator asam-basa sederhana yang digunakan adalah kertas lakmus
yang berubah menjadi merah bila keasamannya tinggi dan biru bila keasamannya
rendah
Selain menggunakan kertas lakmus, indikator asam basa dapat diukur dengan pH
meter yang bekerja berdasarkan prinsip elektrolit / konduktivitas suatu larutan.

p[H][sunting | sunting sumber]

Menurut definisi asli Srensen [2], p[H] didefinisikan sebagai minus logaritma
konsentrasi ion hidrogen. Definisi ini telah lama ditinggalkan dan diganti dengan
definisi pH. Adalah mungkin untuk mengukur konsentrasi ion hidrogen secara
langsung apabila elektrode yang digunakan dikalibrasi sesuai dengan konsentrasi
ion hidrogen. Salah satu caranya adalah dengan mentitrasi larutan asam kuat yang
konsentrasinya diketahui dengan larutan alkali kuat yang konsentrasinya juga
diketahui pada keberadaan konsentrasi elektrolit latar yang relatif tinggi. Oleh
karena konsentrasi asam dan alkali diketahui, adalah mudah untuk menghitung ion
hidrogen sehingga potensial yang terukur dapat dikorelasikan dengan kosentrasi
ion. Kalibrasi ini biasanya dilakukan menggunakan plot Gran. [10] Kalibrasi ini akan
menghasilkan nilai potensial elektrode standar, E0, dan faktor gradien, f, sehingga
persamaan Nerstnya berbentuk

Persamaan ini dapat digunakan untuk menurunkan konsentrasi ion hidrogen


dari pengukuran eksperimental E. Faktor gradien biasanya lebih kecil sedikit
dari satu. Untuk faktor gradien kurang dari 0,95, ini mengindikasikan bahwa
elektrode tidak berfungsi dengan baik. Keberadaan elektrolit latar menjamin
bahwa koefisien aktivitas ion hidrogen secara efektif konstan selama titrasi.
Oleh karena ia konstan, maka nilainya dapat ditentukan sebagai satu dengan
menentukan keadaan standarnya sebagai larutan yang mengandung elektrolit
latar. Dengan menggunakan prosedur ini, aktivitas ion akan sama dengan nilai
konsentrasi.
Perbedaan antara p[H] dengan pH biasanya cukup kecil. Dinyatakan
bahwa[11] pH = p[H] + 0,04. Pada prakteknya terminologi p[H] dan pH sering
dicampuradukkan dan menyebabkan kerancuan.

pOH[sunting | sunting sumber]


pOH kadang-kadang digunakan sebagai satuan ukuran konsentrasi ion
hidroksida OH. pOH tidaklah diukur secara independen, namun diturunkan
dari pH. Konsentrasi ion hidroksida dalam air berhubungan dengan konsentrasi
ion hidrogen berdasarkan persamaan
[OH] = KW /[H+]

dengan KW adalah tetapan swaionisasi air. Dengan menerapkan kologaritma:


pOH = pKW pH.

Sehingga, pada suhu kamar pOH 14 pH. Namun hubungan ini tidaklah
selalu berlaku pada keadaan khusus lainnya.

Anda mungkin juga menyukai