Anda di halaman 1dari 7

Fosfolidasi oksidatif

Oksidasi Fosforilasi : Seluk Beluk


Mengubah Energi Menjadi ATP
Dari judulnya aja, pasti masih ngerasa aneh kan, apa tuh proses oksidasi fosforilasi dan apa sih
hubungannya dengan proses transfer elektron? Nah, kita kan saat SMP juga mengetahui bahwa pada
saat reaksi kimia pada sel hidup antara atom C, H, dengan O 2 menghasilkan CO2, H2O, dan energi. Nah
energi yang dibentuk pada rantai respirasi pada inner membran mitokondria berupa ATP (Adenosin
Triphosphat). Adapun reaksi kimia tersebut, yaitu :

Nah, bagaimana sih hubungan antara pencernaan, pernapasan, metabolisme dengan respirasi sel?

Nah, ternyata nilai pertukaran "free energy" yang terjadi di dalam tubuh kita memiliki hubungan
dengan sebuah reaksi yang spontan. Apabila energi tersebut bersifat negatif (maksudnya, produk
memiliki free energy yang lebih rendah dibandingkan dengan substrat) sehingga reaksinya pun akan
dilakukan spontan, begitu pula sebaliknya. Namun, apabila "free energy" = 0, maka reaksi akan
mencapai kesetimbangan.

Di dalam biologi, oksidasi senyawa makromolekul pada sel dilakukan dengan bantuan enzim intrasel.
Nah, transpor elektron merupakan suatu proses dimana elektron dibawa oleh reduced coenzym (NADH
atau FADH2) melalui suatu rantai pada membran dalam mitokondria yang terdiri dari protein dan
coenzym ke O2. NAD+ (nicotinamide adenine dinucleotide) dan FAD (flavin adenine
dinucleotide) adalah acceptor elektron yang juga merupakan koenzim nukleotida dimana reaksi
perubahannya adalah :

Nah, oksidasi fosforilasi adalah pasangan elektron yang dibawa ke membran dalam mitokondria dengan
oksigen untuk membentuk ATP dengan sumbernya fosfat in-organik pada metabolisme aerob dengan
enzim oxidoreductase pada respirasi, yaitu oxidase dan dehydrogenase.

Oxidase, merupakan enzim yang memiliki acceptornya adalah atom hidrogen dengan produknya
adalah H2O atau H2O2. Sitokrom yang terlibat pada enzim oksidase adalah cyt a3, seperti
hemoglobin, mioglobin, Cu, dan Comp IV Electron Transport Cytochrome dengan flavoprotein
enzim yang diantaranya FAD dan NAD.

NADH

FADH2

Dehydrogenase, merupakan enzim yang memiliki acceptornya adalah NAD dan FAD. NAD yang
berikatan dengan dehydrogenase adalah suatu atom hidrogen yang dibebaskan dari substrat
sebagai hidrogen dengan dua elektron. Enzim ini terjadi di proses glikolisis, transpor elektron,
dan B-Oksidasi dengan hasilnya succinate dehydrogenase, acyl-CoA dehydrogenase, glycerol-3phosphate dehydrogenase. Riboplavin yang dihubungkan dengan dehydrogenase maka akan
membentuk dihydrolipoyl dehydrogenase. Seluruh sitokrom yang digunakan dengan enzim ini,
kecuali Cyt a3.

Hydroperoxidase, terbagi atas dua yaitu :

1. Peroksidase, yaitu enzim yang memiliki substrat H 2O2 dengan acceptornya adalah
askorbat, quinone, dan sitokrom C.

2. Katalase, yaitu suatu enzim yang mana substrat dan acceptor elektronnya adalah H 2O2.
Terdapat pada darah, sumsum tulang, membrana mukus, dan ginjal.
ATP Sintesa akan dilakukan pada transpor elektron akan terjadi proses dimana NADH yang berada di
luar membrana dalam mitokondria akan masuk ke dalam membran dalam mitokondria yang dapat
dilakukan dengan dua cara, yaitu :

Menggunakan reaksi glycerol 3-phospohate yang terjadi di otot rangka dan otak dimana NADH
akan melepaskan 2 elektron menjadi FADH2 agar masuk ke dalam membran dalam
mitokondria. Pada reaksi ini setiap NADH yang dikonversi, hanya didapat 2 ATP saja.

Menggunakan reaksi malate-aspartate yang terjadi di jantung, hati dan ginjal. Pada reaksi ini,
dengan menggunakan malate sebagai perantara untuk masuk ke dalam membran dalam
mitokondria sehingga NADH tidak perlu diubah lagi menjadi bentuk energi lain, sehingga setiap
NADH yang digunakan dapat menghasilkan 3 ATP.

Rantai Transpor Elektron terjadi di membran dalam mitokondria yang mana terdapat empat kompleks
protein yaitu complek I, II, III, dan IV. Koenzim (Quinone) larut dalam lemak dan protein yang berupa
sitokrom c yang larut dalam air. Adapun proses yang terjadi yaitu :

Hubungan NADH, FADH2 dengan Kompleks Protein pada Transpor Elektron

Proses detail terjadinya pembentukan sitokrom dan energi ATP di transpor elektron

Komplek I dan II menerima elektron dari sumber yang berbeda. Kompleks I akan menerima 4 elektron
dari NADH yang kemudian akan mengaktifkan FMN (Flavin Mononukleotida) untuk mengubah FeS yang
nantinya akan diterima di CoQ (ubiquinone) pada kompleks II.

Kompleks I

Pada kompleks II, selain mendapatkan FeS dari kompleks I, juga mendapatkan 4 elektron dari FADH2.
FeS yang ada di quinone nantinya digunakan di kompleks III. Pada kompleks II, terdapat succinatecoenzyme Q oxidoreductase yang membawa elektron dari succinate (FADH2) ke CoQ dan membawa
elektron dari glycerophosphate shuttle. Selain itu, terdapat juga redox co-factor seperti CybL dan CybS
yang akan bereaksi protoporphyrin IX pada pembentukan hemoglobin dan mioglobin.

Kompleks II

Pada kompleks III menerima elektron dari sitokrom B dan sitokrom C, sedangkan pada kompleks IV
nantinya akan menerima elektron dari carrier sitokrom C, 4 elektron dari komplek I, 4 elektron dari
kompleks II yang terdiri dari Cu dan Fe. Selain itu, di dalam kompleks IV terdapat acceptor ion H yaitu
oksigen dan terdapat pula 4 redoks centre yaitu sitokrom a, sitokrom a3, CuB, dan CuA.

2 elektron NADH melewati kompleks I, III, IV menghasilkan 10 proton pada membran dalam dan
menghasilkan 3 ATP, sedangkan 2 elektron FADH2 melewati kompleks II, III, dan IV menghasilkan 6
proton pada membran dalam yang menghasilkan 2 ATP. Energi bebas yang dibutuhkan untuk mensintesis
satu ATP sekitar 40-50 kJ/mol
dan membutuhkan
ion 2-3 H+ setiap ATPnya.
Namun, dalam rantai transpor elektron terdapat penghambat, yaitu :

Kompleks I : Rotenon, Amytal, dan Piericidin A


Kompleks III : Actimicyn A
Kompleks IV : Sianida, CO