Anda di halaman 1dari 2

HUBUNGAN DNA, RNA, DAN SINTESIS PROTEIN

Author - panji tok Date - 9:33 PM genetika

Advertisement

DNA (deoxiribonucleic acid) merupakan molekul penyimpan informasi genetik, yang


berisi informasi seluruh sifat makhluk hidup tertentu. Informasi tersebut perlu
diterjemahkan sehingga nampak menjadi suatu sifat misalnya rambut pirang atau
rambut hitam. Penerjemahan informasi genetik tersebut dilakukan melalui proses
sintesis protein, dan untuk melakukan sintesis protein, DNA terlebih dahulu harus
membentuk RNA (ribonucleic acid) yang berperan sebagai pembawa informasi menuju
sintesis protein.
DNA tidak dapat berperan langsung dalam sintesis protein karena terletak di nukleus,
sedangkan sintesis protein terjadi dengan bantuan ribosom di sitoplasma. Agar
informasi dari DNA bisa keluar dari nukleus, dibentuklah RNA sebagai pembawa pesan
sehingga dapat menuju sitoplasma untuk melakukan proses sintesis protein.

Jadi apabila kita jabarkan tugas DNA, RNA, dan sintesis protein adalah sebagai berikut.
DNA

: menyimpan informasi genetik suatu invidu

RNA

: pembawa pesan dari DNA untuk dapat melakukan sintesis protein

Sintesis protein : penerjemahan informasi yang dibawa RNA menjadi protein fungsional
Protein yang dihasilkan dalam sintesis protein merupakan protein fungsional yang nantinya
akan mempengaruhi sifat-sifat tubuh. Perbedaan jenis protein yang dibentuk seseorang dapat
memunculkan sifat yang berbeda pada orang yang berbeda.
Hubungan antara DNA, RNA, dan sintesis protein dapat kita analogikan seperti orang membuat
roti. Perpustakaan berisi banyak informasi cara mebuat roti kita samakan dengan DNA, orang
yang membaca informasi tersebut kemudian membawa informasi untuk membuat roti kita
samakan dengan RNA, sedangkan gabungan antara orang tersebut dengan segala alat-alat

untuk membuat roti adalah proses sintesis protein. Roti adalah hasil akhir proses tersebut, kita
samakan dengan protein sebagai hasil akhir sintesis protein.