Anda di halaman 1dari 126

Kelompok

Nama anggota :
3 Meirani
Aviaskadana

Anggit Prayogo
Putri Munggaran
Dina Mutiara Sari Siti Nur
Atiah
Faisal Muhammad
Smata R

XI IPA 4

Kerajaan Islam di Indonesia

A. Lahir dan Berkembangnya


Agama dan Kebudayaan Islam
Agama Islam lahir dan tumbuh
di Jazirah Arab, tepatnya di kota
Mekkah. Agama ini pertama kali
diperkenalkan oleh Nabi
Muhammad SAW, sekitar abad ke7 M. Melalui perjalanan yang
panjang, agama ini kemudian
berkembang dan ikut

Masa Awal Perkembangan


Islam
Pada awal
perkembangannya, agama
islam ditentang oleh
masyarakat Mekkah,
terutama oleh pemimpinpemimpin suku Quraisy.
Menurut Ahmad Syalabi, ada
5 faktor yang mendorong
suku Quraisy menentang
seruan Islam :
1. Mereka tidak dapat

3.Para pemimpin Quraisy tidak


menerima ajaran tentang
kebangkitan kembali dan
pembalasan di akhirat.
4.Patuh kepada nenek moyang
adalah kebiasaan yang berakar
pada bangsa Arab.
5.Pemahat dan penjual patung
memandang Islam sebagai
penghalang rezeki.

Yastrib adalah kota dimana


agama Islam menyebar hingga
seluruh dunia, hal ini
disebabkan karena nabi
Muhammad SAW dan para
sahabatnya diterima baik, lebih
dari itu kedatangannya telah
dinanti-nantikan.
Nama kota Yastrib kemudian
diubah menjadi Madianatul
Munawwarah yang berarti kota

Masa
Setelah
wafatnya Nabi
Kekhalifahan
Muhammad Saw pada tahun 632,
muncullah para Khalifah. Mereka
tidak menggantikan kedudukan
Nabi Muhammad sebagai Rasul
Allah, tetapi hanya menggantikan
dalam hal mengatur hidup kaum
Muslimin.
Khalifah yang pernah berkuasa
diantaranya:

Abu Bakar as-Shiddiq Umar bin Khattab

Usman bin Affan Ali bin Abi Thalib

B. Proses Masuk dan


Berkembangnya Agama Islam di
Sumber masuknya
Agama Islam
Indonesia
masuk ke Indonesia didapat dari :
Catatan sejarah kerajaan Cina
masa Dinasti Tang
Catatan Chou ku-Fei (1778 M)
terdapatnya 2 tempat yang
menjadi komunitas orang-orang TaShih (Arab)
Berita Jepang (784) Pendeta
Kanshin menemui kapal-kapal

Saluran proses islamisasi di


indonesia diantaranya melalui :
Perdagangan, pada abad 7
hingga abad ke 16 dan
membentuk pemukiman yang
disebut Pekojan.
Perkawinan antara pedagang
dengan wanita pribumi yang
belum beragama Islam diminta
untuk mengucap Syahadat.
Pendidikan, dibukanya
Pesantren-pesantren oleh Kiai

Kesenian, peninggalan
seni bangunan, seni
pahat, seni musik, dan
seni sastra.
Proses penyebaran Islam
di Indonesia, khususnya
di Pulau Jawa tidak
terlepas dari peranan
para wali yang bertindak
sebagai juru dakwah dan

Sunan Ampel
atau Raden
Rahmat, Di
Ampel, Surabaya.

Sunan Maulana
Malik Ibrahim di
Gresik.

Sunan Giri atau


Raden Paku, di
Bukit Giri,
Surabaya.

Sunan Drajat,
di Drajat,
Surabaya

Sunan Bonang
atau Makdum
Ibrahim di
Bonang, Tuban.

Sunan Muria,
yang tinggal
di Lereng
Gunung

Sunan Kalijaga
atau Joko Said,
di Kadilangu,
Demak

Sunan Kudus,
yang bertempat
tinggal di Kudus.

Sunan Gunung Jati, Syarif

Kerajaan
Samudra Pasai

A. Letak Kerajaan Samudra


Pasai
Kerajaan Samudra Pasai
terletak di Kabupaten
Lhokseumauwe, Aceh Utara,
yang berbatasan dengan Selat
Malaka. Kerajaan ini didirikan
pada abad ke-11 oleh Meurah
khair, kerajaan ini merupakan
kerajaan Islam pertama di
Indonesia.

Peta Kerajaan Samudra


Pasai

B. Raja yang memimpin


Kerajaan
Samudra
Pasai
1.Meurah Khair, yang bergelar
Maharaja Mahmud Syah (10421078) Raja Pertama Kerajaan
Samudra Pasai
2.Maharaja Mansyur Syah (10781133)
3.Maharaja Ghiyasyuddin Syah
(1133-1155)
4.Meurah Noe yang bergelar
Maharaja Nuruddin raja ini dikenal
juga dengan sebutan Tengku

6. Sultan Muhammad Malik


Zahir (1297-1326)
7. Sultan Mahmud Zahir (13261345)
8. Sultan Manshur Malik Zahir
(1345-1346)
9. Sultan Ahmad Malik Zahir
(1346-1383)
10.Sultan Zainal Abidin (13831405)

Meurah Khair,
yang bergelar
Maharaja

Maharaja
Ghiyasyuddin
Syah (1133-

Meurah Silu
yang
bergelar

C. Kemunduran Kerajaan
Samudra Pasai
Pada waktu Samudera Pasai
berkembang, Majapahit juga
sedang mengembangkan politik
ekspansi. Majapahit setelah
meyakini adanya hubungan antara
Samudera Pasai dan Delhi yang
membahayakan kedudukannya,
maka pada tahun 1350 M segera
menyerang Samudera Pasai.
Akibatnya, Samudera Pasai

D. Politik Kerajaan samudra


Pasai
Sultan Malik al Saleh, dalam
menjalankan pemerintahannya,
Beliau berhasil menyatukan dua
kota besar di Kerajaan Samudera
Pasai, yakni kota Samudera dan
kota Pasai dan menjadikan
masyarakatnya sebagai umat Islam.
Setelah beliau mangkat pada tahun
1297, jabatan beliau diteruskan oleh
putranya, Sultan Malik al Thahir.

Malik al Mahmud dan Malik al


Mansur dalam menjalankan
pemerintahannya, pernah
memindahkan ibu kota kerajaan ke
Lhok Seumawe dengan dibantu oleh
kedua perdana menterinya.
Sultan Ahmad Perumadal Perumal,
pada masa pemerintahan Sultan
Ahmad Perumadal Perumal inilah,
Kerajaan Samudera Pasai pertama
kalinya menjalin hubungan dengan
Kerajaan / Kesultanan lain, yakni

E. Ekonomi Kerajaan
Samudra Pasai

Kehidupan ekonominya
didasarkan pada kegiatan
perdagangan internasional.
Hal ini didukung dengan
letak kerajaannya yang
sangat strategis di Ujung
Selat Malaka.

F. Sosial dan Budaya


Kehidupan kerajaan Islam
Samudra Pasai sangat bercorak
Islami dengan diberlakukannya
hukum Islam.

G. Peninggalan Kerajaan
Samudra Pasai

Mata Uang Emas

Nisan Sultan
Malik

Kerajaan Malaka

A. Letak Kerajaan Malaka


Letak Kerajaan
Malaka terletak di
jalur pelayaran dan
perdagangan
Internasional, yaitu di
Selat Malaka
(Semenanjung
Malaya).

B. Raja-Raja yang
memerintah Kerajaan Malaka

1.Raja Parameswara tahun 1380-1403 M

2.Permaisura yang bergelar


Muhammad Iskandar Syah
(13801424)
3.Sri Maharaja (14241444)
4.Sri Prameswara Dewa
Syah (14441445)
5.Sultan Muzaffar Syah
(14451459)
6.Sultan Mansur Syah (1459
1477)
7.Sultan Alauddin Riayat

8. Sultan Mahmud Syah (14881551)

C. Kemunduran Kerajaan
Malaka
Sultan Mahmud Syah
(1488-1511 M), pada masa
pemerintahannya, Kerajaan
Malaka merupakan kerajaan
yang sangat lemah, wilayah
kekuasaannya meliputi
sebagian kecil Semenanjung
Malaya, hal ini menambah
suram kondisi Kerajaan
Malaka.
Pada tahun 1511 M, terjadi

D. Politik Kerajaan Malaka


Kesultanan Malaka sangat
kuat dipengaruhi oleh agama
islam. Namun dalam
menjalankan pemerintahan,
kerajaan ini tidak
menerapkan pemerintahan
Islam sepenuhnya. UndangUndang yang berlaku di
Malaka seperti Hukum
Kanun Malaka hanya 40,9%

E. Ekonomi
Kerajaan Malaka
Kehidupan
perekonomian
bertumpu pada
perdagangan dan
pelayaran.

F. Sosial dan Budaya Kerajaan


MasyarakatnyaMalaka
banyak yang
berprofesi sebagai pedagang dan
nelayan.
Kehidupan sosial juga sudah diatur
dengan sistem undang-undang yang
baik.
Dalam kehidupan sehari-hari
mengunakan bahasa Melayu
sebagai bahasa pengantar.
Kebudayaannya dipengaruhi oleh
kebudayaan Melayu dan agama

G. Peninggalan Kerajaan
Malaka

Masjid Johor Baru

Masjid
Agung Deli

Senapan

Senapan Laras Tiga

Badie Sitengga

Museum
Malaka berisi
kebudayaan
Malaka

Kincir
Angin

Kerajaan Aceh
Darussalam

A. Letak Kerajaan Aceh


Darussalam
Sebagai pusat penyebaran
agama Islam, berdirinya Kerajaan
Samudra Pasai mengilhami
berdirinya Kerajaan Aceh
Darussalam pada tahun 1511 M.
Kerajaan Aceh Darussalam
berlokasi didaerah hulu Pulau
Sumatra, atau ujung pantai Aceh
yang disebut sebagai Aceh Besar.

Peta Kekuasaan Kerajaan


Aceh Darussalam

B. Raja-Raja yang
memerintah Kerajaan
Aceh Daarussalam
Sultan Ali Mughayat Syah,
merupakan Raja pertama (1514
1528 M). Di bawah kekuasaannya,
Kerjaan Aceh melakukan perluasan
ke beberapa daerah yang berada di
daerah Daya dan Pasai. Bahkan
melakukan serangan terhadap

Setelah Sultan Ali


Mughayat Wafat,
pemerintahan beralih
kepada putranya yang
bergelar Sultan Salahuddin
(15281537 M), selama
menduduki tahta kerajaan
ia tidak memperdulikan
pemerintahaan
kerajaannya, sehingga
mengalami kemerosotan

Sultan Salahuddin
(15281537 M)

Sultan Alaudin
Riayat Syah al-Kahar
(15371568 M). Ia
melakukan berbagai
bentuk perubahan
dan perbaikan
kondisi kerajaan dan
perluasan wilayah,
antara lain ke
Kerajaan Malaka.
Namun usaha untuk

Sultan
Iskandar Muda
(1607 1636)
Pada masa
kepemimpinann
ya, Aceh telah
berhasil
memukul
mundur
kekuatan
Portugis dari

Sultan Iskandar
Thani. Ia naik tahta
pada tahun 1636.
Pada masa itu
Sultan Iskandar
Thani menerapkan
kebijakan yang
lebih lunak
daripada Iskandar

C. Kemunduran
Kerajaan Aceh
Darussalam
Kemunduran
Kesultanan

Aceh
bermula sejak kemangkatan Sultan
Iskandar Thani pada tahun 1641.
Kemunduran Aceh disebabkan oleh
beberapa faktor, yaitu :
1. Makin
menguatnya
kekuasaan
Belanda di pulau Sumatera dan
Selat Malaka, ditandai dengan
jatuhnya wilayah Minangkabau,

D. Politik Kerajaan Aceh


Darussalam
Saat Sultan Iskandar Muda
memerintah, bentuk teritorial
yang terkecil dari susunan
pemerintahan di Aceh adalah
yang disebut dalam istilah
Aceh Gampong atau dalam
istilah Melayu Kampung.
Sebuah Gampong terdiri atas
kelompok-kelompok rumah
yang letaknya berdekatan satu

E. Ekonomi Kerajaan
Aceh Darussalam
Perekonomian
masyarakat Aceh
secara umum adalah
perdagangan rempahrempah.
Selain itu, barang
tambang yang menjadi
komoditi utama

F. Sosial dan Budaya Kerajaan


Aceh Darussalam
Masyarakat Kerajaan Aceh hidup
bermasyarakat dalam perpaduan
antara adat istiadat dengan ajaran
Islam.
Kaum perempuan dihormati dan
diperlakukan sama dengan kaum
laki-laki.
Kebudayaan masyarakat Aceh
dipengaruhi oleh kebudayaan dari
agama Islam.

Nuruddin
ar-Ranirry

Hamzah
Fansuri

G. Peninggalan
Kerajaan Aceh
Darussalam

Masjid Baiturrahman

Kerajaan Demak

A. Letak Kerajaan Demak


Wilayah Kerajaan Demak
berpusat di Pulau Jawa dan
pengaruhnya membentang dari
Cirebon di Jawa Barat hingga
Pasuruan di Jawa Timur. Kota
Demak sendiri terletak di pesisir
Laut Jawa.
Berdirinya Kerajaan Demak
dilatarbelakangi oleh
melemahnya pemerintahan

Peta Kekuasaan Kerajaan


Demak

Peta
Kerajaan
Demak

B. Raja yang Memimpin


Kerajaan Demak
Raja pertama Demak adalah
Raden Patah yang bergelar
Senopati Jimbun
Ngabdurahman Panembahan
Palembang Sayidin
Panatagama. Ia memerintah dari
tahun 1500-1518. pada masa
pemerintahannya, agama Islam
berkembang sangat pesat meliputi
daerah Jepara, Tuban, Sedayu,

Setelah Raden Patah meninggal


pada tahun 1518, ia digantikan oleh
putranya, Pati Unus. Pati Unus hanya
memerintah tidak lebih dari 3 tahun.
Ia meninggal dunia tahun 1521 dalam
usahanya mengusir Portugis dari
Kerajaan Malaka.

Raden Patah

Pati Unus

Raja Demak yang ketiga


adalah Sultan Trenggono yang
bergelar Sultan Ahmad Abdul
Arifin yang merupakan Raja
demak terbesar yang berkuasa
di Kerajaan Demak dari tahun
1521 hingga tahun 1546. Sultan
Trenggono dilantik oleh Sunan
Gunung jati.

Jaka Tingkir menjadi Raja Demak


dengan gelar Sultan Hadiwijaya. Ia
kemudian memindahkan pesat
Kerajaan Demak ke daerah Pajang
yang didukung oleh Ki Gede
Pemanahan. Sebagai tanda terima
kasih kepada Ki Gede Pemanahan,
Sultan Hadiwijaya memberikan daerah
Perdikan (otonom) yang disebut
Mataram.

Pengganti Jaka Tingkir bukanlah


putranya, yakni Pangeran Benawa,
melainkan putra Sunan Prawoto, Aria
Panggiri.

Pangeran
Benawa

Sunan
Prawoto

Arya
Pangiri

C. Kemunduran Kerajaan Demak


Setelah wafatnya Sultan Trenggono
pada tahun 1546, Kerajaan Demak
mengalami kemunduran karena
terjadinya perebutan kekuasaan
antara Sunan Prawoto dengan Arya
Penangsang, hingga terjadi
peperangan yang berakibat
terbunuhnya Sunan Prawoto dan
Pangeran Hadiri oleh Arya
Penangsang.

D. Politik Kerajaan Demak


Salah satu kebijakan politik
Kerajaan Demak adalah
membendung kekuasaan Portugis di
Jawa. Dengan jatuhnya Malaka ke
tangan Portugis tahun 1511, Porugis
menjadi ancaman bagi kekuasaan
Demak di Jawa. Oleh karena itu,
pada tahun 1513 Demak
mengirimkan armadanya untuk
menyerang Portugis di Malaka

E. Ekonomi Kerajaan
Demak
Basis perekonomian Demak
adalah pertanian dengan
menghasilkan beras.
Sektor perdagangan dan kelautan
semakin berkembang setelah
Demak berhasil menguasai
beberapa pelabuhan penting.

F. Sosial dan Budaya


Kerajaan Demak
Kehidupan sosial dan budaya
masyarakat demak
berdasarkan pada agama dan
budaya islam. Demak
merupakan pusat penyebaran
islam dan menjadi tempat
berkumpulnya para wali. Di
Masjid Demak, para wali
menyelenggarakan

G. Peninggalan Kerajaan
Demak

Masjid Agung Demak yang


merupakan hasil kebudayaan dari

Kerajaan Banten

A. Letak Kerajaan Banten


Secara geografis
kerajaan banten terletak di
provinsi banten. Wilayah
kekuasaan banten meliputi
bagian barat pulau jawa,
seluruh wilayah lampung,
dan sebagian wilayah
selatan jawa barat.
Kerajaan banten menjadi
penguasa jalur pelayaran

Peta Kekuasaan Kerajaan


Banten

B. Raja-Raja yang memerintah


Kerajaan Banten

Maulana
Hasanudin atau

Maulana Yusuf atau


Pangeran

Maulana
Muhammad atau
Pangeran

Sultan Ageng
Tirtayasa atau
Sultan Abu al-Fath

C. Kemunduran Kerajaan Banten


Pada tahun 1671 M Sultan Ageng
Tirtayasa mengangkat putra mahkota
menjadi raja pembantu dengan gelar
Sultan Abdul Kahar atau Sultan Haji.
Sultan Haji membuat hubungan yang
erat dengan Belanda dan hal itu
membuat ayahnya menarik kembali
tahta kerajaan. Kemudian terjadilah
perang saudara diantara keduanya.
Peperangan dimenangkan oleh Sultan
Haji dan pada akhirnya membawa

D. Politik Kerajaan
Banten
Pada awal
berkembangnya
masyarakat banten,
banten merupakan
daerah kekuasaan
kerajaan pajajaran.
Namun pada tahun 1524
wilayah banten berhasil
dikuasai oleh kerajaan
demak di bawah

Setelah itu kerajaan banten


di serahkan kepada Sultan
Hasanudin, putra Syarif
Hidayatullah. Banten semakin
maju di bawah pemerintahan
Sultan hasanudin karena
didukung oleh faktor-faktor
berikut :
1. Letak banten yang
strategis, teutama setelah
malaka jatuh ke tangan

Kerajaan banten
mencapai puncak kejayaan
pada masa pemerintahan
Sultan Ageng Tirtayasa.
Hal-hal yang dilakukan oleh
Sultan Ageng Tirtayasa
terhadap kemajuan
kerajaan banten adalah :
1.Memajukan wilayah
perdagangan. Wilayah
perdagangan

2. Banten dijadikan tempat


perdagangan internasional
yang mempertemukan
pedagang lokal dengan
pedagang asing.
3. Memajukan pendidikan dan
kebudayaan Islam.
4. Melakukan modernisasi
bangunan keraton dengan

E. Ekonomi Kerajaan Banten


Kehidupan perekonomiannya
berpusat pada kegiatan
perdagangan, pertanian, dan
perkebunan.
Hasilnya berupa padi dan
lada sangat berlimpah.

F. Sosial dan Budaya Kerajaan


Banten
Ramainya perkembangan
pelabuhan Sunda Kelapa
membuat semakin
berkembangnya perkampungan
masyarakat yang dari luar
Banten, yang kemudian
memberi ciri khas pada
masyarakat Banten.
Berkembangnya Kerajaan Islam
membuat masyarakat Kerajaan

G. Peninggalan Kerajaan
Banten

Masjid Agung Banten

Meriam Ki Amuk

Keraton Kaibon

Masjid

Kerkhof

Benteng
Spelwijk

Masjid
Agung Kenari

Klenteng
Cina

Kerajaan Mataram
Islam

Letak Kerajaan Mataram Islam


Kerajaan Mataram
Islam didirikan oleh
Sutawijaya atau
Panembahan Senopati,
putra Ki gede
Mataram. Pusat
kerajaan Mataram
Islam terletak di Kota
Gede sebuah kota

Peta Kekuasaan Kerajaan


Mataram Islam

B. Raja-Raja yang memerintah


Kerajaan Mataram Islam

Panembahan
Senopati

Masjolang atau
Penembahan Sedo

Raja terbesar
Sultan Agung
Hanyokrokusu

Raja
Amangkurat I
(1645-1677)

Amangkurat II

C. Kemunduran Kerajaan
Mataram Islam
Kemunduran Mataram Islam
berawal saat kekalahan Sultan
Agung merebut Batavia dan
menguasai seluruh Jawa dari
Belanda. Setelah kekalahan itu,
kehidupan ekonomi rakyat tidak
terurus karena sebagian rakyat
dikerahkan untuk berperang.

D. Politik Kerajaan
Mataram
Islam
Dibuatnya Perjanjian Giyanti
pada tahun 1755 yang
menyebabkan Mataram terbagi
menjadi 2, yaitu:
1. Kesultanan Yogyakarta
2. Kesultanan Surakarta
Dibuatnya Perjanjian Salatiga
pada tahun 1757 yang
menyebabkan Mataram dibagi
menajdi 3, yaitu :

E. Ekonomi Kerajaan
Mataram islam
Kehidupan ekonomi
Kerajaan Mataram Islam
adalah agraris yang
banyak menghasilkan
beras. Sebagian besar
hasil pertanian Kerajaan
Mataram Islam diekspor
ke Kerajaan Malaka.

F. Sosial dan Budaya


Kerajaan Mataram
PadaIslam
masa
pemerintahan
Sultan Agung,
terjadi perubahan
perhitungan
tahun Hindu Jawa
(Saka) menjadi
tahun Islam
(Hijriah).

G. Peninggalan Kerajaan
Mataram Islam
PINTU GERBANG:
Gerbang ini
merupakan jalan
untuk naik menuju
Bangsal
Prabayeksa.

Kompleks
Kembang Lampir

CEPURI PARANGKUSUMA
Yang didalamnya terdapat 2 buah batu
tempat pertemuan

SELA GILANG
2 buah batu tempat pertemuan antara
Senapati dan Ratu Kidul, tempat

Kerajaan Gowa dan


Tallo (Makassar)

A. Letak Kerajaan
Gowa dan Tallo
Kerajaan Gowa
dan Tallo adalah
dua kerajaan
yang lebih dikenal
sebagai kerajaan
Makassar.
Letaknya strategis
dan
pelabuhannya
menjadi salah

Peta Kekuasaan
Kerajaan Gowa dan Tallo

B. Raja-Raja yang memerintah


Kerajaan Gowa dan Tallo
Karaeng Matowaya Tumamenanga
Ri Agamanna (Raja Gowa) yang
bergelar Sultan Alaudin yang
memerintah Makasar tahun 1591 1638
Daeng Manrabia (Raja Tallo) bergelar
Sultan Abdullah.
Muhammad Said (1639 1653).
Sultan Hasannudin (1653 1669).

Sultan Hasanuddin yang dijuluki


Ayam Jantan dari Timur berkuasa
sejak tahun 1653, merupakan
masa gemilang kerajaan Makassar,
yang berhasil menaklukkan daerah
Ruwu, Wajo, Soppeng, dan Bone.
Sultan Hasanuddin dihadapi
Belanda dengan bantuan Raja
Bone. Tahun 1667 Belanda berhasil
menekan Makassar dengan
Perjanjian Bongaya.

C. Kemunduran Kerajaan Gowa


dan Tallo
Akibat persekutuan
antara Sultan
Hassanuddin yang
menentang Belanda
akhirnya Belanda
dapat menguasai
ibukota kerajaan
Makasar, dan secara
terpaksa kerajaan
Makasar harus

D. Politik Kerajaan
Gowa dan Tallo
Dibuatnya Perjanjian
Bongaya, yang berisi :
VOC mendapat hak
monopoli dagang di
Makassar.
Belanda dapat
mendirikan benteng
Rotterdam di
Makassar.
Makassar harus

E. Ekonomi Kerajaan
Gowa dan Tallo
Kehidupan
ekonomi
berhubungan
dengan
kekuatan
maritimnya
yang sangat
tangguh.
Letaknya yang
strategis

F. Sosial dan Budaya


Kerajaan
Gowa
dan
Tallo
Dalam kehidupannya
masyarakat Makassar
sangat terikat dengan
norma adat yang mereka
anggap sakral, yang diatur
berdasarkan adat dan
agama Islam yang disebut
PANGADAKKANG.
Masyarakat Makasar
mengenal pelapisan sosial

2.Rakyat kebanyakan
disebutto Maradeka
3.Lapisan bawah yang
merupakan para hambasahaya disebut dengan
golonganAta.
Masyarakat Makassar banyak
menghasilkan benda-benda
budaya yang berkaitan dengan
dunia pelayaran.

G. Peninggalan Kerajaan
Gowa dan Tallo
Masjid
Katangka

Benteng Fort
Rotterdam

Kompleks Makam Raja Gowa Tallo

Kerajaan Ternate dan


Tidore

A. Letak Kerajaan
Ternate dan Tidore
Kerajaan Ternate
dan Tidore terletak di
Halmahera. Daerah
ini terkenal dengan
nama Spice Island
karena daerah ini
penghasil rempahrempah terbesar.

Peta Kekuasaan Kerajaan


Ternate dan Tidore

1.
2.
3.
4.

B. Raja-Raja yang
memerintah Kerajaan
Ternate dan Tidore
Zainal Abidin
Tabariji
Sultan Khirun
Sultan Babullah, yang
dikenal sebagai Raja 72
Pulau karena wilayah yang
sangat luas bahkan sampai
pengaruhnya ke Filipina

C. Kemunduran
Kerajaan Ternate dan
Tidore
Setelah Portugis dan Spanyol
datang ke Maluku, kedua kerajaan
berhasil diadu domba. Akibatnya,
antara kedua kerajaan tersebut
terjadi persaingan. Portugis yang
masuk Maluku pada tahun 1512
menjadikan Ternate sebagai
sekutunya dengan membangun
benteng Sao Paulo. Spanyol yang

D. Politik Kerajaan
Ternate dan Tidore
Sultan Hairun
Untuk dapat memperkuat
kedudukannya, portugis
mendirikan sebuah benteng
yang di beri nama Benteng
Santo Paulo. Namun tindakan
portugis semakin lama di benci
oleh rakyat dan para penjabat
kerajaan ternate. Oleh karena

Sultan Baabullah
Sultan baabullah (Putra
Sultan Hairun) bangkit
menentang portugis. Tahun
1575 M Portugis dapat
dikalahkan dan meninggalkan
benteng.

E. Ekonomi Kerajaan
Ternate dan Tidore
Kerajaan ini banyak
menghasilkan
rempah-rempah,
terutama cengkeh
dan pala yang banyak
dicari oleh pedagang
internasional.

F. Sosial dan Budaya


Kerajaan Ternate dan Tidore
Kehidupan masyarakat
Ternate dan Tidore banyak
dipengaruhi oleh para
pedagang.
Pengaruh Islam juga sangat
terasa dalam menjalankan
kehidupan masyarakat.
Setelah kedatangan Portugis
dan Belanda, beberapa

G. Peninggalan Kerajaan
Ternate dan Tidore

The End