Anda di halaman 1dari 18

HALOGEN &

SENYAWANYA

Makalah Kimia Anorganik I

Disusun oleh:
COMICS HOLIC
DAFTAR ISI

Halaman

KATA PENGANTAR ......................................................................................... i


DAFTAR ISI ....................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN ............................................................................... 1
BAB II HALOGEN DAN SENYAWANYA ................................................. 2
A. Kecenderungan Sifat dalam Golongan .......................................... 2
1. Sifat Fisika .............................................................................. 2
2. Sifat Kimia .............................................................................. 3
B. Kelimpahan di Alam ....................................................................... 3
C. Sintesis Halogen ............................................................................. 4
1. Skala Industri ............................................................................ 4
2. Skala Laboratorium ................................................................. 6
D. Senyawa-Senyawa Halogen .......................................................... 7
1. Senyawa Halida ........................................................................ 7
2. Asam Oksihalogen ................................................................... 8
3. Senyawa Antar Halogen ........................................................... 8
E. Kegunaan Halogen ......................................................................... 9
BAB III PENUTUP ............................................................................................ 15
Simpulan ................................................................................................ 15
Saran .................................................................................................... 15
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................... 16

i
BAB I
PENDAHULUAN

Nama halogen berasal dari bahasa Yunani yaitu halos dan genes yang artinya

pembentuk garam. Dinamakan demikian karena unsur-unsur ini dapat bereaksi dengan

unsur logam membentuk garam. Dalam sistem periodik, unsur halogen terdapat pada

lajur vertikal golongan VIIA (atau 17 pada penomoran golongan baru), karena

mempunyai konfigurasi elektron terluar sebanyak 7 elektron pada sub kulit ns2 np5.

Konfigurasi electron demikian membuat unsur-unsur halogen bersifat sangat reaktif dan

cenderung menyerap satu elektron membentuk ion bermuatan negatif satu. Akibatnya

unsur-unsur halogen tidak ditemukan dalam keadaan monoatomik di alam, tetapi dapat

berikatan membentuk senyawa dengan sesama unsur halogen, ataupun dengan unsur-

unsur lainnya baik logam maupun nonlogam.

Pada makalah ini, akan dibahas beberapa kecenderungan sifat dari halogen,

kelimpahan di alam, sintesis, senyawa-senyawa halogen, serta aplikasinya dalam

kehidupan sehari-hari. Namun, karena semua isotop Astatin bersifat radioaktif dan

berumur pendek, maka sifat-sifat unsur tersebut belum banyak diketahui, sehingga tidak

akan disertakan dalam pembahasan selanjutnya.

1
BAB II
HALOGEN DAN SENYAWANYA

A. Kecenderungan Sifat dalam Golongan


1. Sifat-Sifat Fisika

Unsur 19 35,5 79,9 126,9 (210)


9F 17Cl 35Br 53I 85At
Karakteristik
golongan
fluere = khloros = bromos = astatos =
Asal penamaan iodes = ungu
mengalir hijau pucat bau tak stabil
[He] 2s22p5 [Ne] 3s23p5 [Ar] 3d10 4s2 [Kr]4d10 5s2 [Xe] 4f14
Konfigurasi elektron
4p5 5p5 5d10 5s2 5p5
Titik leleh, X2 ˚C -220 -101 -7 144 -
Titik didih, X2 ˚C -188 -35 60 185 -
Titik didih, H-X ˚C 19,5 -85 -67 -36 -
Energi ikat, X2 (kJ/mol) 155 240 190 149 -
Energi ikat, H-X (kJ/mol) 565 428 362 295 -
Jari-jari ion X- (pm) 133 184 196 220 -
Jari-jari kovalen X2 (pm) 72 100 114 133 -
Elektronegatifitas (skala pauling) 4,0 3,0 2,8 2,5 2,2
Energi ionisasi ke-1 (kJ/mol) 1680,6 1255,7 1142,7 1008,7 926
Afinitas electron (kJ/mol) -322,6 -348 -324,7 -295 -270
-1, 0, +1, +3, -1,0, +1, +5, -1, 0, +1, +5,
Tingkat oksidasi maksimum -1,0 -
+5, +7 +7 +7
Potensial reduksi standar (volt)
+2,87 +1,36 +1,07 +0,54 +0,3
X2 + 2e → 2X-

cair, mudah padat, mudah


Fasa (25˚C) gas gas -
menguap menyublim

kuning cokelat hitam (padat),


Warna larutan (25˚C) kuning -
kehijauan kemerahan ungu (uap)
cokelat,
Warna larutan dalam pelarut tidak cokelat ungu dalam
nonpolar atau polaritas rendah hijau muda -
berwarna merah pelarut tak
beroksigen

2
2. Sifat-Sifat Kimia

X2 Fluor (F2) Klor Brom Iodium (I2)


(Cl2) (Br2)
Molekulnya Diatom
Pelarutnya (organik) CCl4, CS2

Kelarutan oksidator
Kereaktifan terhadap gas H2 (makin besar sesuai dengan arah panah)
Halida X = Cl, Br, X = Br X=I
(Reaksi pengusiran I dan I Br2 + KX
pada senyawa F2 + 2KX Cl2 +  2KBr Tidak dapat
halogenida)  2KF + 2KX + X2 mengusir F2, Cl2, Br2
X2  2KCl
+ X2
Logam (M) 2 M + nX2  2MXn (n = valensi logam tertinggi)
Nonlogam dan Z=nonlogam fosfor dan metaloid boron,arsen,stibium
Reaksi dengan :

metaloid tertentu 3X2 + 2Z ZX3


Hidrogen H2 + X2 X (hidrogen halida)
Bereaksi cepat Bereaksi lambat (harus
dipanaskan atau menggunakan
katalis Pt)
Air Bereaksi
Bereaksi lambat
cepat
Halogen X2 + nY2 XYn
(dengan Y lebih elektronegatif dari X dan n adalah
bilangan ganjil 1,3,5,7)
SuhuBasa X2 + 2MOH  MX + MXO + H2O (auto redoks)
kuat
rendah
Suhu 3X2 + 6MOH  5MX + MXO3 + 3H2O (auto redoks)
tinggi
Pembentukan asam oksi Membentuk asam oksi kecuali F2

B. Kelimpahan di Alam

Di alam, halogen tidak ada dalam keadaan bebas, tetapi selalu dalam keadaan
sebagai senyawa, karena kereaktifannya. Pada umumnya halogen berada dalam keadaan
sebagai senyawa dengan bilangan oksidasi -1 (halida).

Unsur Sumber di Alam


Fluor Fluorin terutama terdapat dalam kulit bumi sebagai Fluorspar (CaF2),
(F2) Kriolit (Na3AlF6), dan Fluorpatit (3Ca(PO4)2Ca(FCl)2)
Klor Klorin terdapat sebagai mineral Halit (NaCl) dalam air laut, Endapan
(Cl2) garam (rock salt), serta dalam mineral Sylvite (KCl)
Brom Bromin melimpah dalam air asin atau larutan garam pekat (brine)
(Br2) dari sumur-sumur garam dan dari laut

3
Iodium Iodin tertdapat dalam air laut dengan konsentrasi yang sangat tinggi.
(I2) Konsentrasi iodin yang tinggi terdapat dalam ganggang laut. Iodine
juga terdapat sebagai natriun iodat (NaIO3) dalam Garam Chilli.

C. Sintesis Halogen

1. Skala Industri

a. Fluorin (F2)
Flourin sangat reaktif, sehingga menyebabkan sulit dalam pembuatan maupun
penanganannya. Cara pembuatan Fluorin dilakukan dengan mereaksikan mineral
fluorspar (CaF2) dengan H2SO4 kemudian dilakukan destilasi, maka akan menghasilkan
HF yang kemudian didinginkan dengan KHF2 lalu dielektrolisis maka akan terbentuk F2
dan H2.

CaF2 + H2SO4 pekat → CaSO4 + 2HF

didestilasi
didinginkan dengan KHF2 lalu dielektrolisis
HF cair F2 dan H2

b. Klorin(Cl2)

Proses klor-alkali
alkali (sel Nelson)
Secara komersial klorin dibuat dengan mengelektrolisis larutan NaCl pekat
dengan menggunakan elektrode inert sebagai anoda dan baja berpori sebagai katoda
serta menggunakan diafragma dari asbes.

4
Reaksi elektrolisis larutan NaCl adalah sebagai berikut:
NaCl(aq) → Na+(aq) + Cl-(aq)
Katoda (-) : 2H2O(l) + 2e-(aq) → 2OH-(aq) + H2(g)
Anode (+) : 2 Cl-(aq) → Cl2(g) + 2e-
2H2O(l) + 2NaCl(aq) → 2NaOH(aq) + H2(g) + Cl2(g)

c. Bromin (Br2)

Cara Reaksi Redoks


Bromin dibuat dengan cara mengoksidasi ion bromida yang terdapat dalam air
laut menurut reaksi:
Cl2(g) + 2Br-(aq) → 2Cl-(aq) + Br2(l)
Reaksi tersebut terjadi pada pH 3,5. Bromin yang terbentuk diserap oleh larutan
Na2CO3 sehingga dihasilkan campuran NaBr dan NaBrO3. Bila campuran ini diasamkan
lalu dilakukan destilasi maka didapat Bromin yang terlarut dalam air, sebagai berikut:
5HBr(aq) + HBrO3(aq) → 3Br2(g) + 3H2O(l)

Cara Elektrolisis
Bromin dibuat dengan cara elektrolisis larutan garam MgBr2 dengan
menggunakan elektrode inert, menurut reaksi:

MgBr2(aq) → Mg2+(aq) + 2Br-(aq)


Katode (-) : 2H2O(l)+ 2e- → H2(g) + 2OH-(aq)

5
Anode (+) : 2Br-(aq) → Br2(l) + 2e-
MgBr2(aq) + 2H2O(l) → Mg2+(aq) + 2OH-(aq) + Br2(l) + H2(g)

d. Iodin (I2)

Cara Reaksi Redoks


Secara komersil iodin dibuat dengan mengoksidasi ion iodida yang terdapat
dalam air laut dengan klorin.
Cl2(g) + I-(aq) → I2(s) + 2Cl-(aq)
Selain itu, iodin diperoleh dari reaksi redoks Natrium Iodat (NaIO3) dengan
Natrium Bisulfit (NaHSO3):
2NaIO3(aq) + NaHSO3(aq) → I2(s) + 2NaHSO4(aq)+ 2Na2SO4(aq) + 2H2O(l)

Cara Elektrolisis
Iodin dapat dibuat dengan elektrolisis larutan garam pekat NaI dengan elektroda
inert, dengan reaksi:

2NaI (aq) → 2Na+ (aq) + 2I-(aq)


Katode (-) : 2H2O(l) + 2e- → H2 (g) + 2OH-(aq)
Anode (+) : 2I-(aq) → I2(g) + 2e-
2NaI(aq) + 2H2O(l) → 2Na+(aq) + 2OH-(aq) + I2(g) + H2(g)

2. Skala Laboratorium

a. Klorin(Cl2)

6
Untuk konsumsi laboratorium, gas klorin diperoleh dengan mengoksidasi
klorida dengan oksidator kuat seperti KMnO4, MnO2, PbO2, CrO3 dalam suasana asam.
Contoh: dengan menambahkan asam klorida pekat pada padatan kalium permangat,
sesuai reaksi:
2HCl (aq) + 2H2O(l) → 2H3O+ (aq) + Cl2(g) + 2e- x5
MnO4-(aq) + 8H3O+(aq) +5e- → Mn2+(aq) + 12H2O(l) x2
2MnO4-(aq) + 10HCl (aq) + 6H3O+(aq) → 2Mn2+(aq) + Cl2(g) + 14H2O(l)

Klorin dapat pula dibuat dengan mereaksikan kapur klor dengan asam sulfat:

CaOCl2(s) + H2SO4(aq) → CaSO4(s) + H2O(l) + Cl2(aq)

b. Bromin

Bromin dapat diperoleh dari bromida dengan oksidator yang sama dengan
klorin. Contoh : reaksi natrium bromida dengan air klor

2NaBr(aq) + Cl2(aq) → 2NaCl(aq) + Br2(g)


c. Iodin
Di laboratorium iodin dibuat dengan cara reaksi larutan kalium iodida dengan
asam sulfat pekat :
2KI(aq) + 2H2SO4(aq) → SO2(g) + 2H2O(l) + I2(aq)
Atau melalui reaksi larutan kalium iodida + larutan kalium iodat + larutan asam
sulfat :
5KI(aq) + KIO3(aq) + 3H2SO4(aq) → 3K2SO4(aq) + 3H2O(l) + 3I2(aq)

D. Senyawa-Senyawa Halogen
Unsur halogen kecuali flour memiliki banyak bilangan oksidasi, maka unsur
halogen banyak ditemukan dalam senyawanya dalam berbagai tingkat oksidasi. Untuk
mencapai konfigurasi oktet, halogen membentuk ikatan ion ataupun ikatan kovalen.
Semua halogen membentuk senyawa dengan bilangan oksidasi -1 membentuk senyawa
halida. Kecuali fluor, unsur halogen dapat juga membentuk senyawa kovalen dengan
unsur yang lebih elektronegatif sehingga memiliki bilangan oksidasi bertanda positif,
yaitu +1 sampai +7., sehingga dapat bertindak sebgai atom pusat dalam suatu senyawa.

1. Senyawa Halida

7
a. Hidrogen Halida

Pada suhu kamar Hidrogen Halida (HX) berupa gas yang tidak berwarna, dapat
menghantarkan listrik dan bereaksi dengan logam. Pada suhu tinggi Hidrogen Halida
berasap di udara. Kestabilan berkurang dari HF sampai HI. Makin ke bawah, makin
mudah diuraikan oleh panas, mudah dioksidasi oleh udara menjadi air dan X2. Pada
suhu di bawah 19˚C berupa zat cair yang tidak dapat meenghantarkan listrik dan
memakan logam.
Larutan HX dalam air membentuk asam (hidro) halida yang merupakan asam
kuat kecuali HF. Asam hidrofluorida merupakan asam lemah namun bersifat korosif,
asam ini merupakan salah satu dari sedikit senyawa yang dapat ‘memakan’ gelas
membentuk ion heksafluorosilikat, SiF62-, menurut persamaan reaksi berikut:

SiO2(s) + + 6HF(aq) → SiF62- (aq) + 2H3O+(aq)

b. Garam Halida

Garam halida terbentuk akibat interaksi langsung antara logam dengan halogen.
Semua garam halida mudah larut dalam air kecuali garam dari kation Ag+, Pb2+, Hg22+,
dan Cu2+. Contoh garam halida : NaCl, MgBr2, dan lain-lain.

2. Asam Oksihalogen

Asam halogen dan senyawa antar halogen memiliki halogen berbiloks positif +1,
+3, +5, +7. Asam-asam oksi umumnya tidak stabil dan hanya terdapat sebagai larutan
encer, tetapi garam-garamnya banyak yang stabil. Berikut ini adalah tabel rumus umum
senyawa oksihalogen.

Tingkat Rumus Rumus umum


Nama Umum Kekuatan Asam
Oksidasi Umum Klorin Bromin Iodin

+1 HXO Asam hipohalit HClO HBrO HIO


meningkat
+3 HXO2 Asam halit HClO2 - -
semakin
+5 HXO3 Asam halat HClO3 HBrO3 HIO3
ke bawah
+7 HXO4 Asam perhalat HClO4 HBrO4 HIO4

Asam oksihalogen terbentuk hanya pada halogen yang mempunyai bilangan


oksidasi positif yang bereaksi dengan air.

8
Contoh reaksi oksida halogen dengan air :
Cl2O + H2O → 2HClO (Asam hipohalit)
Cl2O3 + H2O → 2HClO2 (Asam halit)
Cl2O5 + H2O → 2HClO3 (Asam hipohalat)
Cl2O7 + H2O → 2HClO4 (Asam perhalat)

Kekuatan asam oksihalogen bertambah dengan bertambahnya bilangan oksidasi


halogen yang berarti makin banyak atom oksigen yang terikat pada atom halogen.
Karena oksigen lebih elektronegatif dibanding dengan halogen mengakibatkan tarikan
awan elektron lebih ikut ke arah ikatan dengan atom oksigen yang lebih banyak
sehingga ikatan dengan hidrogen menjadi lebih polar akibatnya lebih mudah mengion.

HClO < HClO2 < HClO4 < HClO3


Untuk bilangan oksidasi yang sama, kekuatan asam oksihalogen menurun dari
kiri ke kanan.

HClO > HBrO > HIO

3. Senyawa Antar Halogen

Antar halogen yang satu dengan halogen dapat membentuk senyawa kovalen
dengan rumus umum XYn, dengan Y lebih elektronegatif dari X dan n adalah bilangan
ganjil 1,3,5,7.
halogen dengan + halogen dengan senyawa
keelektronegatifan besar keelektronegatifan kecil antar halogen

Contoh senyawa antar halogen:


Fluor lebih elektronegatif dibanding Iodium
I+ + F- IF

Harga Harga
keelektronegatifan keelektronegatifan
I = 2,5 F = 4,0

Contoh lain: IF3,IF5, BrCl, BrCl3, ClF3, ClF, IF7

E. Kegunaan Halogen

1. Flourin (F2)

9
1. Digunakan untuk membuat senyawa CFC atau Freon digunakan sebagai cairan
pendingin pada mesin pendingin, seperti kulkas dan AC. Juga digunakan sebagai
propalena aerosol pada bahan-bahan semprot. Penggunaan Freon dapat merusak
ozon.

Lapisan ozon dapat dirusak oleh adanya radikal bebas klorin (Cl•) yang berasal dari
penguraian senyawa CFC (freon).
Ketika CFC (CF2Cl2) terlepas ke atmosfer,maka molekul CFC akan terurai :

F
u.v
Cl - C - Cl CF2Cl• + Cl•
F

Radikal bebas Cl• sangat reaktif terhadap atom O. Ketika Cl• bertemu dengan
molekul O3 (ozon), maka Cl• akan menarik satu atom O dari ozon, hasilnya adalah
timbulnya ClO• dan ozon menjadi oksigen biasa (O2) :
Cl• + O3 ClO• + O2

Ditambah lagi ketika ClO• terbentuk, maka ClO• akan menarik lagi satu atom O dari
ozon-ozon (O3) lain sehingga menciptakan O2• dan Cl•

ClO• + O• O2 + Cl•

Reaksi keseluruhan:
O• + O3 2O2

Bila reaksi tersebut berlangsung terus menerus, lapisan ozon yang berada di
stratosfer akan mengalami penipisan, dan akibatnya akan menimbulkan global
warming dan sinar ultraviolet yang memiliki intensitas radiasi tinggi dapat langsung
masuk ke bumi yang dapat menyebabkan kerusakan jaringan bagi makhluk hidup.

2. Sebagai salah satu bahan pembuat Teflon (politetrafluoroetilena) monomernya yaitu


CF2-CF2, yaitu sejenis plastik tahan panas, anti lengket, serta tahan bahan kimia,
digunakan untuk melapisi panci atau alat rumah tangga yang tahan panas dan anti
lengket.

3. Asam fluorida (HF) dapat melarutkan kaca, karena itu dapat digunakan untuk
membuat tulisan, lukisan atau sketsa di atas kaca.

10
HF merupakan asam lemah namun bersifat korosif, maka diguakan untuk mengetsa
atau memburamkan kaca. Bila kaca dianggap sebagai CaSiO3, maka reaksi HF
dengan kaca adalah :
CaSiO3(s) + 8HF(aq) H2SiF6(aq) + CaF2(aq) + 3H2O(l)

4. Garam fluorida ditambahkan pada pasta gigi atau air minum untuk mencegah
kerusakan gigi.

Fluorida adalah unsur yang berguna bagi pembentukan gigi, bersama-sama kalsium
saling memperkuat gigi, terutama pada masa pertumbuhan. Fluorida bisa ditemukan
pada pasta gigi dan dalam bentuk suplemen pangan (food supplement). Fluorida
memegang peran penting dalam mineralisasi tulang dan pengerasan enamel gigi.
Asupan fluorida rendah akan menyebabkan karies gigi. Hal ini dapat diatasi dengan
penambahan 1 mg fluorida per liter air minum. Keseimbangan fluorida di dalam
tubuh diatur dengan cara ekskresi melalui ginjal.

Fluorida merupakan mineral yang penting untuk kesehatan gigi, yaitu memperkuat
email (permukaan) gigi dan mencegah gigi berlubang. Fluorida dapat meningkatkan
ketahanan email terhadap pelarutan oleh asam.

Penyakit gigi berlubang disebabkan oleh bakteri berbentuk kokus yang hidup dalam
habitat yang mengandung oksigen (aerobe). Bakteri ini menghasilkan asam
(acidogenic) dan menyukai suasana asam (acidoduric). Salah satu bakteri utama
yang menyebabkan gigi berlubang adalah Streptococus mutans.

Faktor terpenting yang bisa menimbulkan penyakit gigi berlubang adalah plak. Plak
merupakan massa bakteri yang melekat di permukaan gigi. Plak biasanya melekat
pada permukaan gigi yang sulit terjangkau lidah atau sikat gigi, seperti pada celah
antara dua gigi.

Plak, yang merupakan massa bakteri, jika bertemu dengan gula dari makanan
(terutama karbohidrat) akan menghasilkan asam laktat. Asam inilah yang
menyebabkan larutnya mineral dari permukaan gigi atau disebut dengan
demineralisasi, sehingga gigi menjadi sensitif. Jika proses ini berjalan berulang-
ulang akan menyebabkan gigi berlubang.

11
Penggunaan fluorida diyakini dapat mereduksi keroposnya gigi dengan
melindunginya dari asam laktat melalui pembentukan senyawa fluorapatite yang
sifatnya lebih keras dan lebih tahan terhadap asam daripada senyawa hydroxyapatite
yang terdapat pada email gigi.

2. Klorin (Cl2)

1. NaCl digunakan sebagai garam dapur, pembuatan klorin dan NaOH, mengawetkan
berbagai makanan, dan mencairkan salju di daerah beriklim subtropis.

2. NaHCO3 sebagai bahan pengembang kue.

NaHCO3 (soda kue) akan terurai oleh panas yang menghasilkan gas CO2 yang
menyebabkan kue mengembang.

3. Klor dipakai juga sebagai disinfektan dalam air minum dan kolam renang, pemutih
pada industri kertas (pulp) dan tekstil.

Jika Cl2 dilarutkan dilarutkan dalam basa encer dingin, maka akan menghasilkan ion
ClO- dan Cl- yang mampu memutihkan (menghilangkan warna/noda) kertas atau
tekstil. Ion ClO- bertindak sebagai pemutih dengan mengoksidasi senyawaan
berwarna menjadi senyawaan tak berwarna. Sedangkan klor merupakan zat
pengoksid yang kuat. Daya memutihkan klor yang dilarutkan dalam basa encer
dingin seperti NaOH encer dapat dijelaskan dengan menganggap bahwa klor mula-
mula bereaksi membentuk HClO, yang lalu diubah menjadi ion ClO- :
Cl2 + OH- HClO + Cl-
-
HClO + OH ClO- + H2O
Cl2 + OH- ClO- + Cl- + H2O

Senyawa yang mengandung ClO- dan Cl- ini dikenal sebagai kaporit.

4. Pembuatan CHCl3 sebagai obat bius serta pelarut dan CCl4 sebagai pelarut

5. PVC (Poly Vinyl Chloride) digunakan sebagai bahan untuk membuat untuk
membuat paralon. PVC merupakan senyawa polimer dari vinil kloroda yang
bergabung (berpolimerisasi) membentuk molekul raksasa melalui reaksi adisi.

12
Polimerisasi ini terjadi karena adanya pengaruh katalisator. Mula-mula ikatan
rangkap pada setiap molekul vinil klorida akan terputus, kemudian masing-masing
akan membentuk ikatan tunggal dengan molekul vinil klorida yang lain.

nCH2=CH2+nCH2=CH2 −CH2−CH2−CH2−CH2−
Cl Cl Cl Cl n
(2n) vinil klorida polivinil klorida (PVC)

7. Pembuatan etil klorida (C2H5Cl) yang digunakan sebgai bahan baku pembuatan TEL
(Tetra etil Lead/(C2H5)4Pb) yaitu zat ‘anti knocking’ yang ditambahkan pada bensin
premium.

3. Bromin (Br2)

1. Etil bromide (C2H4Br2) suatu zat aditif yang ditambahkan ke dalam bensin bertimbal
(TEL) untuk mengikat timbal, sehingga tidak mengikat pada silinder atau piston.
Timbal tersebut akan membentuk PbBr2 yang mudah menguap dan keluar bersama-
sama dengan gas buangan.

C2H4Br2 tidak lagi digunakan karena menghasilkan PbBr2 yang mudah menguap dan
keluar sebagai gas buangan penyebab pencemaran berbahaya karena jika terlalu
banyak berada dalam darah dapat menyebabkan kebodohan.

2. Bahan pembuat AgBr (bahan yang sensitif terhadap cahaya, digunakan dalam film
fotografi)

AgBr dapat terurai pada penyinaran menjadi perak yang menghitamkan film dan
membebaskan bromin.

AgBr(s) Ag(s) + ½ Br2(g)

3. Pembuatan NaBr sebagai obat penenang saraf

Saat ini, penggunaan NaBr sebagai obat penenang saaf dihentikan dan diganti oleh
obat lain yang lebih efektif dan memiliki kandungan toksik (racun) yang sedikit. Hal
ini dikarenakan efek samping dari penggunaan NaBr sangatlah besar, diantara lain;
mual dan muntah, gagap, kerusakan memori, mengantuk, iritasi, kehilangan
keseimbangan, gemetaran, kecanduan, gila, pingsan, koma, dan lain-lain. Dan bila

13
pemakain melebihi dosis akan terjadi keracunan akut yang dapat menyebabkan
kematian disertai munculnya busa dari mulut.

4. Iodin (I2)

1. Bahan pembuat obat-obatan seperti; KI sebagai obat anti jamur dan CHI3 sebagai zat
antiseptik, serta mencegah penyakit gondok dengan menambahkan NaI dengan
NaIO3 atau KIO3 pada NaCl.

Iodium diperlukan tubuh untuk sistesis hormon tiroksin, yaitu suatu homon yang
dihasilkan oleh kelenjar tiroid yang sangat dibutuhkan untuk proses pertumbuhan,
perkembangan, dan kecerdasan. Jika kebutuhan tersebut tidak terpenuhi dalam
waktu lama, kelenjar tiroid akan membesar untuk manangkap iodium, yang lebih
banyak dari darah. Pembesaran kelenjar tiroid tersebutlah yang sehari-hari kita kenal
sebagai penyakit gondok.

Manusia tidak dapat membuat unsur iodium dalam tubuhnya seperti ia membuat
protein atau gula. Manusia harus mendapatkan iodium dari luar tubuhnya yakni
melalui serapan dari iodium pada makanan/minumam. Kebutuhan tubuh akan
iodium rata-rata mencapai 1-2 mikrogram per kilogram berat badan perhari. Jumlah
ini sangatlah kecil, pada orang dewasa saja hanya dibutuhkan 150 mikrogram.

2. Bahan pembuat AgI yang digunakan sebagaimana halnya AgBr dalam film
fotografi.

14
BAB III
PENUTUP

Simpulan

Halogen adalah unsur-unsur yang terletak pada golongan VIIA pada sistem
periodik unsur, yang terdiri dari Flourin (F2), Klorin (Cl2), Bromin (Br2), Iodin (I2), dan
Astatin (At2). Unsur-unsur golongan VII A umumnya tidak ditemukan di alam dalam
keadaan bebas, melainkan dalam bentuk garamnya karena sifatnya yang sangat reaktif.
Oleh karena itu unsur-unsur nonlogam ini disebut halogen, yang berasal dari kata halo
genes yang artinya pembentuk garam.

Saran

Sebagai mahasiswa kimia, khususnya calon guru, kita harus mengkaji lebih jauh
tentang unsur-unsur yang terdapat di bumi, khususnya halogen sehingga kita dapat
memanfaatkannya dengan baik dan terhindar dari dampak negatif yang diakibatkan
oleh unsur atau senyawa halogen.

15
DAFTAR PUSTAKA

Achmad, Hiskia. 2001. Kimia Unsur dan Radiokimia. Bandung: PT. Citra Aditya Bakti.
Anshory, Irfan dan Hiskia Achmad. 2003. Kimia SMU Untuk Kelas 3. Jakarta:Erlangga.
Brady, James E. 1999. Kimia Universitas. Jakarta : Binarupa Aksara.
Farida, Ida. 2007. Materi Perkuliahan Kimia Anorganik I. Bandung: UIN Bandung.
http://curtis-collection.com/curtis/nai_images/steelfacing_400.gif
http://eka-yosep-suwandi-13.blogspot.com/2008/04/halogen.html
http://free.vlsm.org/v12/sponsor/Sponsor-
Pendamping/Praweda/Kimia/0245%20Kim%203-4b.htm
http://id.wikipedia.org/wiki/Astatin
http://id.wikipedia.org/wiki/Brom
http://id.wikipedia.org/wiki/Fluor
http://id.wikipedia.org/wiki/Halogen
http://id.wikipedia.org/wiki/Klor
http://id.wikipedia.org/wiki/Yodium
http://inorg-phys.chem.itb.ac.id/wp-content/uploads/2007/03/bab-5-kimia-logam-
golongan-utama.pdf.
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/thumb/f/fd/Membrane_cell.jpg/180px-
Membrane_cell.jpg
http://www.docbrown.info/page12/gifs/ElecNaClAnim.gif
http://www.edu2000.org/portal/index.php?option=com_content&task=view&id=313&It
emid=9
http://www.infonuklir.com/modules/news/article.php?storyid=99
Keenan dkk. 1996. Kimia untuk Universitas Jilid 2. Jakarta: Erlangga.
Martin, Alfred dkk. 1993. Farmasi Fisik. Jakarta: Universitas Indonesia.
Primagama. 1999. Modul Belajar Kimia. Yogyakarta: Primagama.
Sudarmo, Unggul. 2004. Kimia unutk SMA Kelas XII. Jakarta: Erlangga.
Sunarya, Yayan. 2002. Kimia untuk SMU kelas III. Bandung:Grafindo
Wilkinson dan Cotton. 2007. Kimia Anorganik Dasar. Jakarta: Universitas Indonesia.
www.geocities.com/kipetruk/kimia.pdf
www.physchem.co.za

16