Anda di halaman 1dari 12

PENDAHULUAN

Busuk lunak adalah penyakit yang merugikan pada tanaman-tanaman


sayuran, termasuk kubis-kubisan, baik di lapangan maupun dalam penyimpanan
dan pengangkutan sebagai penyakit pasca panen. Penyakit tersebar umum di
seluruh dunia. Meskipun di Indonesia belum pernah di teliti secara khusus, namun
penyakit sering ditemukan di pertanaman maupun di pasar-pasar (Machmud,
1984; Suhardi, 1988).
Kemajuan teknologi yang dicapai ilmuan pada akhir dekade ini untuk
menekan penyebaran patogen Erwinia carotovora melalui molekul signal pada
pathogen dikuatirkan akan manciptakan galur yang resisten. Teknik perbanyakan
secara tradisional tidak dapat digunakan sebagai senjat ayang ampuh karena
kurangnya sifat resisten. Penelitian lebih lanjut masih di kebangkan untuk
menangani masalah ini.

Klasifikasi
Kingdom: Bacteria
Phylum: Proteobacteria
Class: Gammaproteobacteria
Order: Enterobacteriales
Family: Enterobacteriaceae
Genus: Erwinia
Species: E. carotovora

PEMBAHASAN

1. Arti Penting

Busuk lunak merupakan penyakit yang penting di Malaysia, Thailand,


dan Filiphina (Beningno dan Quebral, 1977; Giatgong, 1980;Ho, 1985).
Erwinia carotovora pernah menyebabkan masalah serius di Eropa dalam
produksi

kentang,

hal

ini

disebabkan

penanaman,

pemanenan,

penyimpanan dari buah kentang di bawah kondisi optimum. Tanaman


dengan mudah terinfeksi patogen. Kemajuan teknologi yang dicapai
ilmuan pada akhir dekade ini untuk menekan penyebaran patogen Erwinia
carotovora melalui molekul signal pada patogen dikuatirkan akan
manciptakan galur yang resisten. Teknik perbanyakan secara tradisional
tidak dapat digunakan sebagai senjata yang ampuh karena kurangnya sifat
resisten. Penelitian lebih lanjut masih dikebangkan untuk menangani
masalah ini.
2. Gejala Serangan

Gejala yang umum pada tanaman wortel adalah busuk lunak,


berwarna coklat atau kehitaman pada daun, batang dan umbi. Pada bagian
yang terinfeksi mula-mula terjadi bercak kebasahan. Bercak membesar dan
mengendap (melekuk), bentuknya tidak teratur, berwarna coklat tua

kehitaman.
jaringan

yang

Jika

kelembaban

sakit

tampak

berwarna

tinggi

kebasahan,
krem

atau

kecoklatan, dan tampak


agak berbutir-butir halus. Di
sekitar bagian yang sakit terjadi pembentukan
pigmen coklat tua atau hitam.
Jaringan yang membusuk pada mulanya tidak berbau, tetapi dengan
adanya serangan bakteri sekunder jaringan tersebut menjadi berbau khas
yang mencolok hidung (Machmud, 1984). Tanaman di persemaian juga
dapat diserang bakteri busuk lunak yang dapat menyebabkan kematian
dalam waktu relatif singkat. Infeksi bakteri lebih banyak dijumpai pada
tempat penyimpanan atau pada waktu pengangkutan (pasca panen) dari
pada di lapangan. Masalah utama yang ditimbulkan mikroba ini pada
bidang Agriculture adalah penyerangan secara membabi-buta pada wortel
dan sayuran lain pada lahan atau penyimpanan yang mana jaringan
tanaman akan berair yang akhirnya menjadi lembek dan berbau.
3. Penyebab Penyakit
Penyakit busuk lunak atau disebut juga soft rot ini disebabkan oleh
bakteri Erwinia caratovora pv caratovora (jones) Dye, 1978 yang dulu
lazim dikenal sebagai Erwinia caratovora (Jones) Holland.

Erwinia
adalah

carotovora

bakteri

gram

negatif , berbentuk batang


yang hidup soliter atau
berkelompok

dalam

pasangan

rantai.

atau

Merupakan bakteri tanpa spora berflagela, Bakteri ini termasuk jenis


fakultatif anaerob. Erwinia carotovora memproduksi banyak enzim
ekstraselluler seperti pectic yang mendegradasi pektin, cellulase yang
mendegradasi cellulase, hemicellulases, arabanases, cyanoses and a
protease. Sebagai bakteri Mesofilik, Erwinia carotovora menghabiskan
hidupnya pada temperatur yang berkisar antara 27 30 . Sekuen genom
dari Erwinia carotovora subsp. Atroseptica mengindikasikan bahwa
mikroba jenis ini tidak mampu untuk melakukan fiksasi nitrogen akan
tetapi dapat mendapat suplai energi dari 80 sistem transport energy.
Sel bakteri berbentuk batang dengan ukuran (1,5 x 2,0) x (0,6 x 0,9)
mikron, umumnya membentuk rangkaian sel-sel seperti rantai, tidak
mempunyai kapsul, dan tidak berspora. Bakteri bergerak dengan
menggunakan flagela yang terdapat dikeliling sel bakteri. Bakteri bersifat
gram negatif.
4. Daur Hidup

Bakteri dapat menyerang bermacam-macam tanaman pertanian


maupun hasil-hasilnya, khusnya tanaman hortikultura. Bakteri dapat
mempertahankan diri dalam tanah dan dalam sisa-sisa tanaman lapang.
Pada umumnya iinfeksi terjadi melalui luka atau lentisel. Infeksi dapat
terjadi melalui luka-luka karena gigitan serangga atau karena alat-alat
pertanian. Larva dan Imago lalat buah dapat menularkan bakteri, karena
serangga ini membuat luka dan mengandung bakteri dalam tubuhnya. Di
dalam simpanan dan pengangkutan infeksi terjadi melalui luka karena
gesekan, dan sentuhan antara bagian tanaman yang sehat dengan yang
sakit.

5. Faktor Yang Mempengaruhi


Pembusukan berlangsung cepat dalam udara yang lembab dan pada
suhu yang relatif tinggi. Dalam waktu sedemikan dalam waktu singkat
seluruh bagian tanaman
yang

terinfeksi

membusuk

sehingga

tanaman mati. Dengan


demikkian di dataran rendah
penyakit

busuk lunak menimbulkan kerugian

(Sunarjonno, 1980).
Ekologi

yang lebih besar

Dalam lingkup tanaman terinfeksi, Erwinia carotovora dapat juga


ditemukan pada perut serangga, air yang dibawa oleh udara, genangan air
sungai dan timbunan wortel. Setelah terjadi hujan di atas tanaman yang
terinfeksi, udara yang mengandung bakteri terbentuk. 80% dari bakteri
yang tersuspensi di udara dapat bertahan hidup antara lima sampai sepuluh
menit dan dapat terbawa udara sejauh satu mil. Suhu optimal untuk
perkembangan bakteri 27. Di Indonesia terdapat di Sumatera Utara,
Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa
Tenggara Barat, dan Sulawesi Selatan.
Patologi
Erwinia carotovora adalah patogen tanaman yang dapat meyebabkan
kematian sel melalui perusakan dinding sel tanaman dengan membuat sel
secara osmosis mudah pecah. Hal ini bisa terjadi akibat produksi PCWDE
seperti enzim pectic ekstrasellular dan sellulase yang menghancurkan
pektin dan sellulase. Organisme ini dapat menyebabkan penyakit busuk
lunak pada banyak tanaman dan sayuran yang dapat dikenali dengan bau
busuk dan bagian luar yang lembek. Supspesies Erwinia Carotovora
subsp.

Atroseptica

dapat

menyerang

kentang

yang

juga

dapat

menghasilkan nonribosomal peptide phytotoxin yang dapat meinduksi


nekrosis dengan kebocoran elektrolit pada permukaan transmembran. Gen
Eca1043 pada patogen diduga dapat mensintesis dalam jumlah besar,
protein seperti hemagglutinin, pili and protein fimbrial untuk ikatan pada

inang. Transfer genetik horizontal dari gen yang meniru tipe empat sekresi
dari Agrobacterium tumefaciens dapat berpotensi patogen karene mutasi
dalam gen ini dapat secara negatif meninduksi proses virulensi.

Tanaman inang
Kentang, wortel, seledri, tomat, selada, kailan, caisin, kubis bunga,
petsai, sawi hijau, bawang merah, bawang bombai, bawang daun, bawang
putih, semangka, tembakau dan ubi-ubian.
6. Pengendalian

Di Indonesia pengetahuan mengenai penyakit busuk lunak masih


sangat terbatas, sehingga anjuran yang mantap untuk mengendalikan
penyakit tersebut belum dapat diberikan. Untuk sementara Machmud
(1984) memberikan anjuran sebagai berikut.
1. Sanitasi. Menjaga kebersihan kebun dari sisa-sisa tanaman sakit
sebelum penanaman.
2. Menanam dengan jarak

yang

tidak

terlalu

rapat

untuk

menghindarkan kelembaban yang terlalu tinggi, terutama di musim


hujan.
3. Pada waktu memelihara tanaman diusahakan untuk sejauh mungkin
menghindari

terjadinya luka yang tidak perlu, khususnya pada

waktu menyerang.
4. Pengendalian pasca panen dilakukan dengan cara :
a. Mencuci tanaman dengan air yang mengandung chlorin. Untuk
mencuci tanaman dapat juga di pakai boraks 7,5%.
b. Mengurangi terjadinya luka pada waktu penyimpanan dan
pengangkutan.
c. Menyimpan dalam ruangan yang cukup kering, mempunyai
ventilasi yang cukup, sejuk dan difumigasinya sebelumnya.

KESIMPULAN
1.Penyakit busuk lunak pada tanaman wortel disebabkan oleh bakteri Erwinia
carotovora pv. carotovora (Jones) Dye.
2.Erwinia carotovora pv. carotovora (Jones) Dye. memiliki gejala serangan
yaitu terdapat bercak berair pada daun segar dan pada buah terdapat
bercak-bercak hitam.
3.Pengendalian intensitas serangan penyakit dapat dilakukan dengan cara
sanitasi pada lahan bekas terserang penyakit busuk lunak dan sanitasi.
4.Bakteri Erwinia carotovora pv. carotovora (Jones) Dye. menyebabkan
kerugian pada wortel yakni pada masa pra-panen dan pasca panen.
5.Salah satu penyebab kendala pengendalian penyakit ini adalah suhu, iklim
dan ketinggian tempat.

DAFTAR PUSTAKA

Acosta Muniz C, Jaillard D, Lemaitre B, Boccard F. Erwinia carotovora Evf


antagonizes the elimination of bacteria in the gut of Drosophila larvae.
Cellular microbiology
Pao S., Kelsey DF, Khalid MF, Ettinger MR. Using aqueous chlorine dioxide to
prevent contamination of tomatoes with Salmonella enterica and Erwinia
carotovora during fruit washing. Journal of food protection:70(3):629-34.
Perombelon, Michael CM. The Prokaryotes. Second Edition. p2899- - 2921.
Semangun,

Haryono.

2007.

Penyakit-Penyakit

Tanaman

Holtikultura

diIndonesia.Gajah Mada University Press. Bulak Sumur : Jogyakarta.


Soetoro.

Hikmat,

Atje.

Cahyaniati.

1994.

Pengelolaan

Organisme

PenggangguTumbuhan Secara Terpadu Pada Tanaman Kubis. Direktorat


Jendral PertanianTanaman Pangan Direktorat Bina Perlindungan Tanaman :
Jakarta.
Wood, M. 1998. Ubi7-new tool for potato breeders. Agricultural Research/January
1998, pp. 12-13.

Anda mungkin juga menyukai