Anda di halaman 1dari 25

LAPORAN PRAKTIKUM SPH

SISTEM PEREDARAN DARAH


Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah
Struktur Perkembangan Hewan
Yang dibimbing oleh
Bu Nuning Wulandari

Disusun oleh:
Kelompok 5
Indah Syafinatu Zafi
(140341601596)
Lailatul Maulidia
(14034160
)
Lydia Bayu Fitriana
(140341604708)
Mifroatin Nurjannah
(14034160
)
Nikita Rizky
(140341604916)
Kelas/Off: B/B1/B2

The Learning University

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN BIOLOGI
MARET 2015

A. Topik: Sistem Peredaran pada hewan vertebrata (Pisces, Amphibi, Reptil, Aves,
Mamalia)
B. Tujuan:
1. Mampu mendeskripsikan struktur anatomi jantung kelima kelas vertebrata.
2. Mampu menyebutkan pembuluh-pembuluh darah utama yang membawa
darah keluar dari jantung dan yang membawa darah masuk kembali ke dalam
jantung.
3. Mampu menggambar skema peredaran darah pada kelima kelas vertebrata
C. Teori Dasar
1. Pisces
Sistem sirkulasi pada ikan terdiri atas cor (jantung) dan vasa
(pembuluh-pembuluh darah) meliputi arteria (pembuluh nadi) dan vena
(pembuluh balik).
Cor (jantung) berfungsi untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Cor
terletak dekat daerah insang dan dibungkus oleh suatu selaput yang disebut
pericardium. Bagian-bagiannya antara lain :
1. Sinus venosus, berdinding tipis sehingga warnanya merah coklat, terdapat
di bagian caudo-dorsal cor, menerima darah dari vena cardinalis anterior
dan vena cardinal posterior.
2. Atrium (serambi) berwarna merah.
3. Ventrikel (bilik), berdinding tebal, warnanya lebih merah muda dari atrium,
melanjutkan diri sebagai :
4. Bulbus Arteriosus, dindingnya tebal sekali, berwarna putih
Perbedaan cor yang ada pada Teleostei dan cor Selachei adalah pada
Teleostei conus arteriosus lebih kecil, klep 1 pasang, bulbus arteriosus besar,
otot tebal. Sedangkan pada Selachei conus arteriosus besar, dengan klep 7
pasan, tidak terdapat bulbus arteriosus, conus arteriosus melanjutkan diri
sebagai truncus arteriosus.
Vasa (pembuluh-pembuluh darah), berguna untuk mengedarkan darah
ke seluruh tubuh. Dari bulbus arteriosus keluar arteria besar ialah aorta
ventralis yang menuju ke insang dan bercabang cabang halus ke tiap-tiap

insang, disebut : arteria branchalis. Di dalam insang a. branchialis bercabangcabang menjadi kapiler-kapiler halus, berguna untuk pertukaran gas
(pengambilan O2 dan pelepasan O2)
Dari insang kapiler-kapiler itu bersatu lagi, menjadi pembuluh yang
besar menuju aorta dorsalis, yang berjalan sesuai dengan tulang punggung dan
bercabang-cabang ke seluruh tubuh untuk selanjutnya kembali lagi ke cor
melalui venae (pembuluh balik) :
1. Vena cardinalis anterior
2. Vena cardinalis posterior

Sistem sirkulasi pada ikan berupa sistem tunggal, kecuali pada Dipnoi.
Jantung ikan hanya terisi darah yang tidak mengandung oksigen. Darah dari
jantung dipompa menuju insang mengisi oksigen lalu menyalurkannya ke
seluruh tubuh. Jantung tidak memiliki 4 bilik tetapi hanya 2 bilik yaitu atrium
dan ventrikel. Darah sebelum masuk atrium terlebih dahulu melewati sinus
venosus, dari atrium darah menuju ventrikel yang juga berdinding tipis,
kemudian dipompa ke luar melalui konus arteriosus menuju aorta ventral.
Darah dari aorta ventral menuju ke daerah insang lewat arteri brankia
aferentia, selanjutnya dari insang oleh putaran eferen mengumpul pada aorta
dorsal. Pembuluh ini disebut telapak aortik yang menyambung aorta ventral
dan dorsal. Telapak aortik pada saat perkembangan embrio ada 6 buah,

meskipun pada perkembangan selanjutnya tereduksi atau mengalami


modifikasi menjadi lebih banyak (Sukiya, 2001)

Sinus venosus merupakan gabungan pembuluh vena kardinal atau


pembuluh Cuvier yang merupakan gabungan dari kardinal posterir dan
anterior. Darah dari kepala dikumpulkan oleh kardinal anterior, dan darah dari
ginjal dan gonade dikumpulkan oleh kardinal posterior. Pembuluh Cuvier
adalah pembuluh vena latero abdominalis yang menerima darah dari dinding
tubuh dan alat gerak. Sistem portal renalis terdiri dari vena kaudal dan 2
pembuluh portal ginjal. Darah dari ekor menuju portal renalis lalu ke kapiler
ginjal. Sistem portal hepatik mengalirkan darah dari perut dan usus kemudian
kembali ke hati, sesudah itu masuk ke sinus venosus melalui sepasang vena
hepatika (Sukiya, 2001)
Konus arteriosus pada ikan kartilago mempunyai 8 katup untuk
mencegah darah kembali ke jantung. Pada ikan bertulang sejati hanya satu,
sedangkan pada ikan Dipnoi ditemukan septum atrium sehingga ada atrium
kanan dan kiri. Kenyataan ini merupakan perkembangan awal dari sistem
sirkulasi ganda yang memisahkan darah oksi dan deoksi dalam jantung. Darah
dari atrium kanan pada ikan paru-paru ini menuju samping kanan ventrikel,
kemudian dipompa lewat arteri pulmonalis menuju bangunan seperti paruparu primitif yang merupakan percabangan 6 pasang dari telapak aortik.
Darah oksi kembali ke atrium kiri dari jantung setelah melewati beberapa
vena pulmonalis (seperti pada amphibia)(Sukiya, 2001)

Sistem sirkulasi kelompok Dipnoi mempunyai karakteristik antara


ikan dan amphibia, yaitu memiliki vena abdominal ventralis yang mungkin
merupakan gabungan dari darah lateral abdominalis. Oksigen dibawa oleh
eritrosit dan plasma ke seluruh jaringan tubuh. Hal ini telah ditemukan bahwa
ikan es Antartika (Chaenocephalus aceratus) tidak memiliki eritrosit dan
haemoglobin. Ikan tersebut hidup dilaut dalam yang dingin, fluktuasi
temperatur kecil dan sulit mendapt makanan. Ikan ini telah teradaptasi
meminimalkan kebutuhan akan oksigen, dan oksigen diabsirbsi oleh plasma
darah secara perlahan-lahan dari air (Sukiya, 2001)
2. Amphibi
Jantung katak terdiri dari 3 ruangan jantung yaitu 2 atrium dan 1
ventrikel. Jantung mempunyai sekat interatrial, kantung ventrikulur dan
pembagian conus arteriosus dalam pembuluh sistemik dan pembuluh
pulmonari Sistem lymphatic terdiri dari bebrerapa macam saccus yaitu saccus
submaxillaris, saccus pectoralis, saccus abdominalis, saccus lateralis, saccus
brachialis, saccus femuralis, saccus inter-femuralis dan saccus cruralis
(Djuhanda, 1974).
Sistem peredaran darah katak terdiri dari jantung beruang tiga, arteri,
vena, sinus, venosus, kelenjar limfa, dan cairan limfa. Darah katak tersusun
dari plasma darah yang terang (cerah) dan berisi sel-sel darah (korpuskula)
yakni sel-sel daran merah, sel-sel darah putih, dan keping sel darah.
Sistem peredaran darah katak termasuk sistem peredaran darah
tertutup dan ganda. Jantung katak terdiri atas tiga ruang yaitu serambi kiri dan
kanan serta satu bilik.

Darah dari seluruh tubuh yang telah banyak

mengambil CO2 dari jaringan mengalir ke sinus venosus dan kemudian masuk
ke serambi kanan. Dari serambi kanan, darah mengalir ke bilik, kemudian

darah dipompa ke luar melalui arteri pulmonalis. Selanjutnya darah mengalir


melalui:
Arteri pulmonalis paru-paru (di paru-paru terjadi pertukaran CO2 dan
O 2)

vena pulmonalis serambi kiri. Lintasan peredaran darah disebut

peredaran darah kecil. Kemudian, darah masuk ke bilik dan mengalir melalui
bilik konus arteriosus aorta ventralis seluruh tubuh (Dani, 2013).
Dengan demikian, peredaran darah katak merupakan peredaran darah
ganda, yaitu pertama darah dari jantung menuju ke paru-paru kemudian ke
jantung lagi, dan kedua darah dari tubuh menuju dan diedarkan ke seluruh
tubuh lagi (Dani, 2013).
Menurut (Radiopoetro, 1996:485) Pengangkutan gas-gas pernapasan
dan material-aterial lainnya dilaksanakan oleh sistem kardiovaskuler yang
terdiri atas:
1. Jantung
2. Arteri
3. Kapiler
4. Vese
5. Pembuluh-pembuluh limpa
6. Cairan darah dan limpa
Menurut (Radiopoetro, 1996:485) Jantung merupakan bangunan
musculer yang terbagi menjadi lima rongga. Ia terdapat di dalam suatu
kantong yang berdinding rangkap. Dinding yang sebelah dalam melekat pada
cor, disebut epicardium dan dinding yang paling luar disebut pericardium, di
antara dinding itu terdapat rongga, cavum pericardii yang berisi cairan sedikit.
Jantung katak terdiri dari:
1. Sebuah bilik yang berdinding tebal dan letaknya di sebelah posterior

2. Dua buah serambi yakni serambi kanan (atrium dekster) dan serambi kiri
(atrium sinister)
3. Sinus venosus yang berbentuk segitiga dan terletak di sebelah dorsal dari
jantung
4. Trunkus arteriousus berupa pembuluh bulat yang keluar dari bagian dasar
anterior bilik
Untuk mencegah berbaliknya aliran darah, di antara serambi dan bilik terdapat
katup (valve) sedangkan antara serambi kanan dan kiri terdapat sekat
(septum). Didalam trunkus arteriosus terdapat katup spiralis.
Proses sirkulasi pada Amphibi
Menurut (Campbell, 2000:45) Ventrikel akan memompakan darah ke
dalam sebuah arteri bercabang yang mengarahkan darah melalui dua
sirkuit: sirkuit pulmokutaneus dan sirkuit sistemik. Sirkuit
pulmokutaneus mengarah ke jarigan pertukaran gas (dalam paru-paru dan
kulit pada katak), dimana darah akan mengambil oksigen sembari mengalir
melalui kapiler. Darah yang kaya oksigen kembali ke atrium kiri jantung, dan
kemudian sebagian besar di antaranya dipompakan ke dalam sirkuit sistemik.
Sirkuit sistemik membawa darah yang kaya oksigen ke seluruh organ
tubuh dan kemudian mengembalikan darah yang miskin oksigen ke atrium
kanan melalui vena. Skema ini, yang disebut sirkulasi ganda, menjamin aliran
darah yang kuat ke otak, otot, dan organ-organ lain karena darah itu dipompa
untuk kedua kalinya setelah kehilangan tekanannya dalam hamparan kapiler
pada paru-paru dan kulit. Keadaan ini sangat berbeda dari sirkulasi tunggal
dalam ikan, dimana darah mengalir secara langsung dari organ respirasi
(insang) ke organ lain dengan tekanan yang semakin berkurang (Pratiwi,
2007).

Pada katak dikenal adanya sistem porta yaitu suatu sistem yang
dibentuk oleh pembuluh balik (vena) saja. Vena mengumpulkan darah dari
pembuluh kapiler dari suatu sistem porta yang terbagi menjadi anyamananyaman di dalam alat tubuh yang lain sebelum kembali ke jantung. Barulah
kemudian masuk ke dalam vena yang menuju jantung. Sistem porta yang
penting adalah sistem porta hepatika pada hati dan sistem porta renalis pada

ginjal (Pratiwi, 2007:98).

3. Reptil (Kadal)
Dalam kelas reptilian dibagi menjadi 3 ordo yakni Chelonia, Crocodalia, dan
Squamata (kadal dan ular).
Jantung reptilia terletak di bagian medial cranioventral rongga thorax
(dorsal dari mesosternum dan episternum). Jantung kura-kura terdiri atas 4

ruang yakni serambi kanan, bilik kanan, serambi kiri, dan bilik kiri. Antara
ventrikel dekster (bilik kanan) dan ventrikel sinister (bilik kiri) dipisahkan
oleh septum ventriculorum. Septum tersebut belum sempurna sehingga
terdapat darah yang masih tercampur antara yang mengandung oksigen dan
karbondioksida.
Pada buaya sekat tersebut sudah sempurna, namun pada basic arcus
aorta sinister dan dekster terjadi kontak hubungan sehingga terdapat lubang
yang disebut foramen panizzae. Foramen tersebut berguna untuk
menyeimbangkan aliran darah saat buaya menyelam dan memungkinkan
pemberian oksigen ke organ-organ pencernaan. Karena pada saat buaya
menyelam, sebelumnya ia akan mengisi pulmonya semaksimal mungkin.
Akibatnya kapiler-kapiler darah dalam pulmo akan terjepit oleh bagian pulmo
yang mengembang tadi, sehingga peredaran darah dalam pulmo terganggu.
Sementara itu pemberian darah ke pulmo oleh arteri pulmonalis dari ventrikel
kanan terus berjalan sehingga seakan-akan darah tertimbun dalam arteri
pulmonalis dan berakibat tingginya tekanan. Di lain sisi darah yang mengalir
dalam vena pulmonalis menjadi berkurang sehingga tekanannya menurun.
Perbedaan tekanan antara bagian kanan dan kiri ini dapat menyebabkan
pecahnya jantung sehingga dengan adanya foramen panizzae dapat
menurunkan tekanan tinggi di ventrikel dekster dengan mengalirkan sebagian
darah ke ventrikel kiri.
Pada atrium dan ventrikel terdapat sekat yang disebut septum
atriventriculorum dengan lubang aperture atrioventricularis dengan klepnya
valvula atrioventriculari. Pada atrium dekster dan sinister dipisahkan oleh
septum atriorum yang berwarna merah tua. Terdapat sinus venosus yang
berfungsi menerima darah dari vena cava anterior dan posterior yang
berhubungan dengan atrium dekster dengan perantaraan aperture sino-atrialis.
Pembuluh darah (vasa) yang keluar dari ventrikel kanan yakni:
1. Arcus aorta sinister yang membelok ke kiri dorsal

2. Arteria pulmonalis yang kemudian bercabang menjadi dua yang masingmasing menuju ke pulmo.
Pembuluh darah yang keluar dari ventrikel sinister yakni:
1. Arcus aorta dekster yang membelok ke kanan dorsal dengan cabang
arteria carotis comunis dengan cabang lagi arteria carotis comunis dekster
dan sinister. kemudian arteria carotis comunis dekster dan sinister masingmasing bercabang lagi menjadi arteria carotis interna dan eksterna.
Pembuluh darah (vasa) yang masuk atrium dekster yakni:
1. Sinus venosus, yang sebelumnya menerima darah dari vena besar yang terdiri
dari:

Vena cava superior dekster


Vena cava superior sinister
Vena cava inferior dari bagian caudal setelah menerima vena
hepatica

Pembuluh darah yang masuk atrium sinister yakni:


1. Vena pulmonalis yang menerima darah dari pulmo dan mengandung banyak
oksigen.
Perbandingan Jantung Buaya dan Kura-kura

4. Aves (Burung Dara)


Jantung berbentuk kerucut, dibungkus oleh pembungkus pericardium.
Terbagi atas empat ruangan : atrium sinistrum dan atrium dextrum yang
terpisahkan oleh septum atrium,vetriculum sinistrum dan vetriculum dextrum
yang terpisah oleh seotum vetriculum. Pembuluh darah seperti halnya pada
klas yang terdahulu dibedakan atas pembuluh venae dan arteriae.
Pembuluh darah arteriae keluar dari ventrikulum sebanyak tiga buah
yaitu :
1. Arteri anomina sinistra menuju ke kiri
2. Arteri anomina dextra menuju ke kanan Masing-masing arteri anomia
bercabang : arteri carotis communis yang pergi ke daerah kepala, arteri
pectorlis menuju ke musculus pectoralis mayor,arteri subalavia yang menuju
ke ketiak manjadi arteri axilaris dan yang menuju terus ke anggota muka
sebagai arteri branchialis.
3. Aorta Merupakan sisa dari archus aorticus yang menuju ke kanan,
sedang yang menuju ke kiri telah hilang. Archus aortae itu melingkari
bronchus dextrum kemudian membelok ke cauda menjadi aorta dorsalis.

Dari ventriculum dectrum ke luar hanya sebuah arteri yaitu arteri


pulmonalis yang selanjutnya pecah menjadi ramusdextrum menuju ke pulmo
kanan, dan sinistrum menuju ke pulmo kiri.
Pembuluh darah venae dibedakan atas :
1. yang masuk ke dalam atrium dextrum yaitu vena cava superior terdiri
atas vena cava superior sinistrum dan vena cafa superior dextrum. Masingmasing vena cafa tersebut menerima darah dari : vena cafa jugularis dari
daerah kepala, vena sub clavia dari angota muka, vena pectoralis dari
musculus pectoralis, vena cafa inferior yang membawa darah bagian bawah
tubuh.
2. yang masuk ke dalam atrium sinistrum yaitu dua buah vena pulmonalis
yang datang dari pulmo kanan dan kiri.
Jantung aves terbagi menjadi 4 ruang, yaitu :
- 2 atrium

: - 1 atrium dekster (serambi kanan)


- 1 atrium sinister (serambi kiri)

- 2 ventrikel

: - 1 ventrikel dekster (bilik kanan)


- 1 ventrikel sinister (bilik kiri)

Sekat di antara ventrikel kiri dan ventrikel kanan sempurna sehingga tidak terjadi
percampuran darah yang kaya O2 dan yang miskin O2 . Peredaran darah reptilia
merupakan peredaran darah ganda (Radiopoetra, 1996:580).
5. Mamalia
Sirkulasi darah dalam tubuh mamalia adalah
tertutup dengan melalui pembuluhpembuluh
darah dengan cor sebagai pusatnya. Darah terdirir
atas plasma daran dan butir darah yang
merupakan sel darah merah,sel darah putih dan
keeping darah.Cor dibungkus oleh pericardium
yang terdiri atas dua lembaran yakni lamina
panistalis sebelah luar dan lamina viceralis yang

menempel pada dinding cor itu sendiri. Diantara kedua lembar itu terbentuk
cavum pericardii yang berisi liquor pericardii.
Cor terbagi atas empat ruangan yakni atrium sinistrum dan atrium dextrum,
ventriculum dextrum dan ventriculum sinistrum. .

Jantung (cor)
Merupakan alat pemompa darah. Jantung terdiri dari otot jantung

(miokardium), selaput jantung (perikardium) dan selaput yang membatasi ruangan


jantung (endokardium). Otot jantung mendapatkan zat makanan dan O2 dari arah
melalui arteri koroner. Peristiwa penyumbatan arteri koroner disebut koronariasis.
Jantung terdiri dari 4 ruang, yaitu 2atrium dan 2 ventrikel.
- Atrium (serambi)
Merupakan ruangan tempat masuknya darah dari pembuluh balik (vena).
Atrium kanan (dekter) dan atrium kiri (sinister) terdapat katup valvula
bikuspidalis. Pada fetus antara atrium kanan danatrium kiri terdapat lubang
disebut foramen ovale.
- Ventrikel (bilik)
Ventrikel mempunyai otot lebih tebal dari atrium, dan ventrikel kiri lebih tebal
daripada ventrikel kanan, karena berfungsi memompakan darah keluar jantung.
Antara ventrikel kanan dan ventrikel kiri terdapat katup valvula trikuspidalis.
Saat ventrikel berkontraksi, darah dari ventrikel kiri yang kaya O2 dipompakan
menuju aorta. Sedangkan darah dari ventrikel kanan yang kaya CO2 dipompakan
melalui arteri paru-paru (arteri pulmonalis). Bila ventrikel mengendur (relaksasi)
maka jantung akan menerima darah vari vena cava superior, dan vena cava
inferior yang kaya CO2 masuk ke dalam atrium kanan. Sedangkan darah dari
pembuluh balik paru-paru (vena pulmonalis) yang kaya O2 masuk ke atrium kiri.
Jantung mamalia terbagi menjadi 4 ruang, yaitu :
- 2 atrium
: - 1 atrium dekster (serambi kanan)
- 1 atrium sinister (serambi kiri)
- 2 ventrikel : - 1 ventrikel dekster (bilik kanan)
- 1 ventrikel sinister (bilik kiri)
Sekat di antara ventrikel kiri dan ventrikel kanan sempurna sehingga tidak
terjadi percampuran darah yang kaya O2 dan yang miskin O2 (Campbell, 2000:46)
.

D. Alat dan Bahan

Model Jantung Mamalia (Manusia)


Model Jantung Reptil (Kura-Kura dan Buaya)
Model Jantung Pisces
Model Jantung Aves
Model Jantung Amphibi

E. Prosedur Kerja

AmTPT ee nnr hat uuat ikkt iaak nna n ma tko airuftomu l-ok gake i truei pb da jlaa nn t ku an g a, n ,
Ga m b a r l a ph e m b l u h - e m b u l u h y a n g m e m b a w a d a r a h
tsdy eai nnr dtgaui nkvgae n ta rdi kae t lr kau itmrpi uda mad na kd a n a nd a n
kh ea lsu i la r j n t u n g d n y a n g m e m b a w a k e m b a l i k e
vvj a ee nn tturr nei kgiek el l n y a
p en t g a m a t a n
F. Hasil Pengamatan
1. Pisces
Sistem sirkulasi pada ikan terdiri atas cor (jantung) dan vasa (pembuluhpembuluh darah) meliputi arteria (pembuluh nadi) dan vena (pembuluh balik).
Cor (jantung) berfungsi untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Cor terletak
dekat daerah insang dan dibungkus oleh suatu selaput yang disebut pericardium.
Bagian-bagiannya antara lain :

Sinus venosus, berdinding tipis sehingga warnanya merah coklat, terdapat


di bagian caudo-dorsal cor, menerima darah dari vena cardinalis anterior

dan vena cardinal posterior.


Atrium (serambi) berwarna merah.
Ventrikel (bilik), berdinding tebal, warnanya lebih merah muda dari

atrium, melanjutkan diri sebagai :


Bulbus Arteriosus, dindingnya tebal sekali, berwarna putih

Pada proses peredaran darah, darah dari seluruh tubuh mengandung CO2 kembali
ke jantung melalui vena dari berkumpul di sinus venosus, kemudian masuk ke
serambi. Selanjutnya, darah dari serambi masuk ke bilik dan dipompa menuju insang
melewati konus arterious, aorta ventralis, dan empat pasang arteri aferen brakialis.
Pada arteri aferen brakialis, oksigen diikat oleh darah, selanjutnya menuju arteri
aferen brakialis dan melalui aorta dorsalis darah diedarkan ke seluruh tubuh. Di
jaringan tubuh darah mengikat CO2. Dengan adanya sistem vena, darah dikembalikan
dari bagian kepala dan badan menuju jantung. Beberapa vena yang penting misalnya
vena cardinalis anterior, dan vena cardinalis posterior (membawa darah dari tubuh
melewati hati) dan vena porta renalis (membawa darah dari tubuh melewati ginjal).
Peredaran darah pada ikan disebut peredaran darah tunggal karena darah hanya satu
kali melewati jantung.
2. Amphibi
Sistem peredaran darah katak terdiri dari jantung beruang tiga, arteri, vena,
sinus, venosus, kelenjar limfa, dan cairan limfa. Darah katak tersusun dari plasma
darah yang terang (cerah) dan berisi sel-sel darah (korpuskula) yakni sel-sel daran
merah, sel-sel darah putih, dan keping sel darah.
Jantung katak terdiri dari:
1. Sebuah bilik yang berdinding tebal dan letaknya di sebelah posterior

2. Dua buah serambi yakni serambi kanan (atrium dekster) dan serambi kiri
(atrium sinister)
3. Sinus venosus yang berbentuk segitiga dan terletak di sebelah dorsal dari
jantung
4. Trunkus arteriousus berupa pembuluh bulat yang keluar dari bagian dasar
anterior bilik
Ventrikel akan memompakan darah ke dalam sebuah arteri bercabang yang
mengarahkan darah melalui dua sirkuit: sirkuit pulmokutaneus dan sirkuit
sistemik. Sirkuit pulmokutaneus mengarah ke jarigan pertukaran gas (dalam paru-paru
dan kulit pada katak), dimana darah akan mengambil oksigen sembari mengalir
melalui kapiler. Darah yang kaya oksigen kembali ke atrium kiri jantung, dan
kemudian sebagian besar di antaranya dipompakan ke dalam sirkuit sistemik.
Sirkuit sistemik membawa darah yang kaya oksigen ke seluruh organ tubuh
dan kemudian mengembalikan darah yang miskin oksigen ke atrium kanan melalui
vena. Skema ini, yang disebut sirkulasi ganda, menjamin aliran darah yang kuat ke
otak, otot, dan organ-organ lain karena darah itu dipompa untuk kedua kalinya setelah
kehilangan tekanannya dalam hamparan kapiler pada paru-paru dan kulit.
Pada katak dikenal adanya sistem porta yaitu suatu sistem yang dibentuk oleh
pembuluh balik (vena) saja. Vena mengumpulkan darah dari pembuluh kapiler dari
suatu sistem porta yang terbagi menjadi anyaman-anyaman di dalam alat tubuh yang
lain sebelum kembali ke jantung. Barulah kemudian masuk ke dalam vena yang
menuju jantung. Sistem porta yang penting adalah sistem porta hepatika pada hati dan
sistem porta renalis pada ginjal.
3. Reptil
Jantung reptilia terdiri atas tiga ruang yaitu 2 atria dan 1 ventrikulus, kecuali pada
crocodilia dan alligator. Tetapi ventrikulus cordis dari cor yang beruang tiga,
sebenarnya terbagi dua oleh suatu septum yang disebut septum
interventricularis yang membentang dari apex cordis sampai ke pusat cor, sehingga
seolah-olah cor semua reptilia beruang empat. Perlu diketahui bahwa septum

interventricularis tadi belum sempurna sehingga masih ada percampuran darah antara
bagian dexter dan sinister.
Antara kedua antria dipisahkan oleh septum intertrialis yang sudah sempurna,
sehingga tidak akan terjadi percampuran antara darah venosa dan daraharteriel.
Conus arteriosus pada reptilia telah menjadi sebagian dari venticulus. Dari ventriculus
ini akan keluar 3 pembuluh yang besar, yaitu aorta pulmonalis yang menuju ke
pulmo, kemudian arcus aorta dekster dan arcus aorta sinister yang akan bercabangcabang ke semua bagian tubuh. Arcus aorta sinister keluar dari ventrikel dekster
sedang arcus aorta dekster keluar dari ventrikel sinister.
Pada crocodilia septum interventriculare sempurna, sehingga cor betul-betul
beruang 4. Namum demikian percampuran darah masih terjadi karena
adanyaforamen panizzae, juga percampuran ini terjadi pada titik di mana arcus aorta
dekster dan sinister bersatu untuk membentuk aorta dorsalis.
Darah dari vena masuk ke jantung melalui sinus venosus menuju ke serambi
kanan, kemudian bilik kanan. Darah yang berasal dari paru-paru, melalui arteria
pulmonalis, masuk ke serambi kiri kemudian ke bilik kiri. Dari bilik kiri, darah
dipompa keluar melalui sepasang arkus aortikus, Dua arkus aortikus ini lalu
menghubungkan diri menjadi satu membentuk aorta dorsalis yang menyuplai darah
ke alat-alat dalam, ekor, dan alat gerak belakang. Dari seluruh jaringan tubuh, darah
menuju ke vena, kemudian menuju sinus venosus dan kembali ke jantung.
4. Aves
Peredaran darah burung tersusun oleh jantung sebagai pusat peredaran darah,
darah, dan pembuluh-pembuluh darah. Darah pada burung tersusun oleh eritrosit
berbentuk oval dan berinti.
Jantung burung berbentuk kerucut dan terbungkus selaput perikardium.
Jantung terdiri dari dua serambi yang berdinding tipis serta dua bilik yang berdinding
lebih tebal. Pembuluh-pembuluh darah dibedakan atas arteri dan vena. Arteri yang
keluar dari bilik kiri dan tiga buah yaitu dua arteri anonim yang bercabang lagi
menjadi arteri-arteri yang memberi darah ke bagian kepala, otot terbang, dan anggota
depan, dan sebuah aorta merupakan sisa dari arkus aortikus yang menuju ke Kanan

(arkus aortikus yang menuju ke kiri mereduksi). Pembuluh nadi ini kemudian
meligkari bronkus sebelah kanan dan membelok ke arah ekor menjadi dorsalis
(pembuluh nadi puggung). Pembuluh nadi yang keluar dari bilik kanan hanya satu,
yakni arteri pulmonalis (pembuluh nadi paru-paru) yang kemudian bercabang menuju
paru-paru kiri dan kanan.
Pembuluh balik (vena) dibedakan atas:
1. Pembuluh balik tubuh bagian atas (vena kava superior).
Vena ini membawa darah dari kepala, anggota depan, dan anggota otot-otot pektoralis
menuju jantung.
1. Pembuluh balik tubuh bagian bawah (vena kava inferior): membawa darah
dari bagian bawah tubuh ke jantung
2. Pembuluh balik yang datang dari paru-paru (pulmo) kanan dan paru-paru
kiri serta membawa darah menuju serambi kiri jantung.

5. Mamalia
Dalam diri manusia terdapa bagian tubuh yang gunanya untuk memompa darah
yaitu jantung. Jantung itu letaknya terletak di rongga dada sebelah kiri. Dinding
jantung dilapisi oleh lapisan pembungkus jantung (pericardium). Ternyata Jantung
dapat dibagi menjadi 4 ruang, yaitu serambi kanan dan kiri serta bilik kanan dan kiri.
Ventrikel kanan memompa darah ke paru-paru melalui arteri pulmoner. Ketika
darah mengalir melalui hamparan kapiler paru-paru kanan dan kiri, darah mengambil
oksigen dan melepaskan karbondioksida. Darah yang kaya oksigen akan kembali dari
paru-paru melalui vena pulmoner ke atrium kiri jantung. Kemudian, darah yang kaya
oksigen mengalir ke dalam ventrikel kiri, ketika ventrikel tersebut membuka dan
atrium berkontraksi. Selanjutnya, ventrikel kiri akan memompa darah yang kaya
oksigen keluar ke jaringan tubuh melalui sirkuit sistemik. Darah meninggalkan
ventrikel kiri melalui aorta, yang mengirimkan darah ke arteri yang menuju keseluruh

tubuh. Cabang pertama dari aorta adalah arteri koroner, yang mengirimkan darah ke
otot jantung itu sendiri. Kemudian ada juga cabang-cabang yang menuju ke hamparan
kapiler di kepala dan lengan (atau tungkai depan). Aorta terus memanjang ke arah
posterior, sambi mengalirkan darah yang kaya oksigen ke arteri yang menuju ke
hamparan kapiler di organ abdomen dan kaki (tungkai belakang).
Di dalam masing organ tersebut, arteri akan bercabang menjadi artriola, yang
selanjutnya akan bercabang menjadi kapiler, dimana darah melepaskan banyak
oksigennya dan mengambil karbondioksida yang dihasilkan oleh respirasi seluler.
Kapiler akan menyatu kembali membentuk venula, yang akan mengirimkan darah ke
vena. Darah yang miskin oksigen dari kepala, leher, tungkai depan disalurkan ke
dalam suatu vena besar yang disebut vena cava anterior (superior). Vena besar
lainnya yang disebut vena cava posterior (inferior) mengalirkan darah dari bagian
tubuh utama dan tungkai belakang. Kedua cava itu mengosongkan darahnya ke dalam
atrium kanan, sebelum kemudian darah yang miskin oksigen itu mengalir ke dalam
ventrikel kanan.

G. Diskusi
1. Organ apakah yang merupakan pusat sistem peredaran? Jelaskan jawaban
anda!
Yang merupakan organ pusat sistem peedaran darah adalah jantung, karena
fungsi jantung secara umum adalah bekerja sebagai pompa. Fungsi pompa ini
adalah kaitannya dengan sistem peredaran tubuh sehingga ketika jantung
bekerja untuk dan dalam rangka memompakan darah ke seluruh jaringan tubuh
kita.
2. Manakah yang lebih tebal, dinding atrium ataukah dinding ventrikel? Jelaskan
mengapa demikian!
Yang lebih tebal adalah dinding bilik karena bilik jantung memiliki fungsi
sebagai pemompa darah, karena tugasnya itulah maka dibutuhkan otot yang
lebih kuat, sehingga lebih tebal dindingnya.
3. Jelaskan fungsi dan mekanisme kerja katup-katup yang terdapat pada jantung
-

mamalia!
Katup Trikuspidalis.

Katup trikuspidalis berada diantara atrium kanan dan ventrikel kanan. Bila
katup ini terbuka, maka darah akan mengalir dari atrium kanan menuju
ventrikel kanan. Katup trikuspid berfungsi mencegah kembalinya aliran darah
menuju atrium kanan dengan cara menutup pada saat kontraksi ventrikel.
-

Sesuai dengan namanya, katup trikuspid terdiri dari 3 daun katup.


Katup Pulmonal .
Setelah katup trikuspid tertutup, darah akan mengalir dari dalam ventrikel
kanan melalui trunkus pulmonalis. Trunkus pulmonalis bercabang menjadi
arteri pulmonalis kanan dan kiri yang akan berhubungan dengan jaringan paru
kanan dan kiri. Pada pangkal trunkus pulmonalis terdapat katup pulmonalis
yang terdiri dari 3 daun katup yang terbuka bila ventrikel kanan berkontraksi
dan menutup bila ventrikel kanan relaksasi, sehingga memungkinkan darah

mengalir dari ventrikel kanan menuju arteri pulmonalis.


Katup Bikuspid.
Katup bikuspid atau katup mitral mengatur aliran darah dari atrium kiri
menuju ventrikel kiri. Seperti katup trikuspid, katup bikuspid menutup pada
saat kontraksi ventrikel. Katup bikuspid terdiri dari dua daun katup.
Katup Aorta. Katup aorta terdiri dari 3 daun katup yang terdapat pada pangkal
aorta. Katup ini akan membuka pada saat ventrikel kiri berkontraksi sehingga
darah akan mengalir keseluruh tubuh. Sebaliknya katup akan menutup pada
saat ventrikel kiri relaksasi, sehingga mencegah darah masuk kembali

kedalam ventrikel kiri.


4. Bandingkan susunan dan struktur anatomi struktur anatomi jantung, pisces,
amphibia, reptilia, aves dan mamalia (buatlah dalam tabel)!
Perbedaa

Pisces

Amphibi

Reptil

n
Susunan

1 atrium, 1

2 atrium, 1 2 atrium, 1 2 atrium, 2 2 atrium, 2

ventrikel

ventrikel

ventrikel,
buaya: 2
atrium, 2
ventrikel

Aves

ventrikel

Mamalia

ventrikel

Struktur

Terdapat

Tidak ada

Sekat

Sekat bilik

Sekat bilik

katup yang

sekat

ventrikel

sudah

sudah

mengalirkan

ventrikel.

tidak

sempurna.

sempurna.

darah ke

Darah

sempurna.

Darah

Darah

satu arah.

tercampur

Darah

tidak

tidak

Darah tidak

masih

tercampur.

tercampur.

tercampur

bercampur

5. Buatlah skema sirkulasi darah pada pisces, amphibia, reptilia, aves dan
mamalia!
Pisces

Amphibi

Reptil

Aves

6. Apakah perbedaan darah yang terdapat pada jantung ikan dengan darah yang
terdapat pada jantung hewan vertebrata dari kelas yang lebih tinggi? Jelaskan!
Perbedaan darah pada jantung ikan dengan darah pada jantung vertebrata lain
adalah Darah pada pisces terdiri dari plasma dan sel darah (Sel darah merah
dan Sel darah putih). Plasma darah Berapa cairan jernih berisikan mineral
terlarut, hasil pencernaan makan yg diserap oleh buangan jaringan,enzim,
antibodi & gas terlarut. Erytrocyte (Sel darah merah) memiliki inti, berwarna
merah kekuningan, erytrocyte dewasa bentuk lonjong, kecil, diameter 7-36
mikron (tergantung spesies ikannya), Jumlah tiap mm3 darah berkisar antara
20.000 3.000.000, pengangkutan oksigen dalam darah bergantung pada HB
yang terdapat dalam erytrocyte. Leucocyte (sel darah putih), tidak berwarna,
berjumlah 20.000-150.000 dlm tiap mm3 darah, dibedakan 2: granulocyte dan
agranulocyte.
7. Bagian manakah dari jantung merpati yang berisi darah yang kaya CO2?
Jelaskan!
Bagian dari jantung merpati uang berisi darah yang kaya CO2 ialah darah dari
seluruh tubuh yang banyak mengandung karbon dioksida ditampung pada
serambi kanan jantung.
H. Kesimpulan

1. Sistem peredaran pada kelima jenis vertebrata memiliki struktur anatomi yang
berbeda, tidak hanya berbeda pada jumlah ruang jantung. Namun, pada
lapisan-lapisannya juga memiliki perbedaan. Tergantung dari setiap jenis
vertebrata tersebut. Pada pisces terdapat 2 ruang jantug yaitu atrium dan
ventrikel, pada amphibi dan reptil terdapat tiga ruang jantung yaitu 2 atrium
dan 1 ventrikel, kecuali pada anggota reptil jenis buaya ataupun aligator yang
memiliki 4 ruang jantung, sama seperti mamalia dan aves yang memiliki 2
atrium dan 2 ventrikel.
2. Pembuluh-pembuluh darah yang terdapat pada kelima vertebrata terdiri dari
atrteri dan vena. Arteri merupakan pembuluh darah yang membawa darah dari
jantung ke organ-organ dan jaringan lain, sedangkan vena yang membawa
darah kembali ke jantung.

I. Daftar Rujukan
Campbell. 2000. Biologi Edisi Kelima Jilid Tiga. Jakarta: Erlangga.
Dani, I. 2013. Sistem Peredaran Darah pada Katak. (online).
http://pustaka.pandani.web.id/2013/11/sistem-peredaran-darah-padakatak_13.html, diakses pada 12 Maret 2015
Djuhanda,T.1974.Analisa Hewan Vertebrata.Bandung:Armico.
Pratiwi,dkk. 2007. Biologi Untuk SMA Kelas XI. Jakarta: Erlangga
Radiopoetro. 1996. Zoologi. Jakarta: Erlangga.
Saefudin.2012. sistematika vertebrata.
http://file.upi.edu/Direktori/SPS/PRODI.PENDIDIKAN_IPA/196307011988031-

SAEFUDIN/Sistematika_Vertebrata.pdf , (online), diakses pada tanggal 14 Maret


2015.
Sudargo, Fransisca. 2012. Matrikulasi.
(http://file.upi.edu/Direktori/SPS/PRODI.PENDIDIKAN_IPA/195107261978032
-FRANSISCA_SUDARGO/MATRIKULASI_S208.pdf, (online), diakses pada
14 Maret 2015
Sukiya. 2001. Biologi Vertebrata. Yogyakarta : Jurusan Pendidikan Biologi FMIPA
Universitas Negeri Yogyakarta.

Anda mungkin juga menyukai