Anda di halaman 1dari 38

Kuliah Elektronika Analog

Materi 7

TRANSISTOR (BJT)
SEBAGAI PENGUAT
1

Prinsip Transistor sebagai Penguat (amplifier)


Transistor akan berperan sebagai penguat, jika:
transistor bekerja pada wilayah antara titik jenuh
(saturasi / ON) dan kondisi terbuka (cut off), tetapi tidak
pada kondisi keduanya.

PRINSIP KERJA PENGUATAN


Prinsip kerja transistor adalah arus bias

basis-emiter yang kecil mengatur besar arus


kolektor-emiter.
Bagian penting berikutnya adalah bagaimana
caranya memberi arus bias yang tepat
sehingga transistor dapat bekerja optimal.
Ada tiga cara yang umum untuk memberi
arus bias pada transistor, yaitu rangkaian:
CB (Common Base)
CE (Common Emitter)
CC (Common Collector)

Transistor sebagai penguat arus


Transistor bisa dipakai untuk
rangkaian power supply dengan
tegangan yang diset.
Untuk keperluan ini transistor
harus dibias tegangan yang
konstan pada basisnya, supaya
pada emitor keluar tegangan yang
tetap.
Biasanya
untuk
mengatur
tegangan basis supaya tetap
digunakan sebuah dioda zener.

Transistor sebagai Penguat


Salah satu fungsi Transistor yang paling banyak
digunakan di dunia Elektronika Analog adalah sebagai
penguat yaitu:
Penguat arus,
Penguat tegangan
Penguat daya.
Fungsi komponen semikonduktor ini dapat kita temukan
pada rangkaian:
Pree-Amp Mic,
Tone Control
Pree-Amp Head,
Amplifier
Mixer,
Echo

Common Base
Penguat Common Base digunakan sebagai penguat
tegangan. Pada rangkaian ini Emitor merupakan input
dan Collector adalah output sedangkan Basis
digroundkan/ ditanahkan.

Konfigurasi CB (Common Base)

Rangkaian Ekivalen

RS

vo

C
ie

vs RE
vi

RC

re'
ie = ie

10

Karakteristik CB (NPN)
iE terhadap vBE

iC terhadap vCB

Sifat-sifat Penguat Common Base:


Isolasi input dan output tinggi sehingga

Feedback lebih kecil.


Cocok sebagai Pre-Amp karena mempunyai
impedansi input tinggi yang dapat
menguatkan sinyal kecil.
Dapat dipakai sebagai penguat frekuensi
tinggi.
Dapat dipakai sebagai buffer.

Penguat Common Emitor


Penguat Common Emitor digunakan sebagai
penguat tegangan. Pada rangkaian ini Emitor
di-ground-kan/ditanahkan, Input adalah Basis,
dan output adalah Collector.

Konfigurasi CE (Common Emitter)

Rangkaian Ekivalen T untuk penguat CE


C

vo

ie = ie
RC

RS

B
ie

vs
R1//R2

vi

re'

E
16

17

Power Gain
Power gain adalah factor penguatan daya output

terhadap daya input, yang merupakan perkalian


penguatan arus dan penguatan tegangan
didefinisikan sebagai :

Ap Ai. Av
karena Ai = hfe maka :

Ap h fe . Av
18

Multistage Amplifier
Multistage Amplifier merupakan susunan amplifier yang disusun

beberapa tingkat dengan tujuan memperbesar penguatan dari


amplifier.
Besarnya penguatan total dari Multistage Amplifier adalah :

19

Karakteristik CE
iB terhadap VBE

Sifat-sifat Penguat Common Emitor:


Signal output berbeda phasa 180 derajat.
Memungkinkan
adanya
osilasi
akibat

feedback,
untuk
mencegahnya
sering
dipasang feedback negatif.
Sering dipakai sebagai penguat audio
(frekuensi rendah).
Stabilitas
penguatan
rendah
karena
tergantung stabilitas suhu dan bias transistor.

Penguat Common Collector


Penguat Common Collector
digunakan sebagai penguat
arus. Rangkaian ini hampir
sama dengan Common Emitor
tetapi outputnya diambil dari
Emitor. Input dihubungkan ke
Basis dan output dihubungkan
ke Emitor. Rangkaian ini disebut
juga dengan Emitor Follower
(Pengikut
Emitor)
karena
tegangan output hampir sama
dengan tegangan input.

Konfigurasi CC (Common Collector)

Rangkaian Ekivalen untuk penguat CC


C

ie = ie
RS

B
ie

vs

re'

R1//R2
vi

vo
E
RE

25

26

27

28

Konfigurasi Common Collector umumnya

dipakai sebagai rangkaian penyesuai


impedansi karena mempunyai impedansi
input yang tinggi dan impedansi output
rendah,
Karakteristik input konfigurasi CC adalah
sama dengan karakteristik pada konfigurasi
CE. Karakteristik output adalah plot antara I E
dengan VEC untuk nilai-nilai IB, dengan bentuk
kurva yang sama seperti karakteristik output
CE.

Sifat-sifat Penguat Common Collector:


Signal output dan signal input satu phasa

(tidak terbalik seperti Common Emitor).


Penguatan tegangan kurang dari 1 (satu).
Penguatan arus tinggi (sama dengan HFE
transistor).
Impedansi input tinggi dan impedansi output
rendah sehingga cocok digunakan sebagai
buffer.

Rangkuman
Parameter
Penguatan Daya
(G)
Penguatan
Tegangan (Av)
Penguatan Arus
(Ai)
Impedansi Input
Impedansi
Output
Pembalik Fasa
Penggunaan

Common
Emitor
(CE)

Common Basis
(CB)

Common
Collektor
(CC)

Darlington

Sangat besar

Besar

Besar

Besar

Besar

Besar

Kecil
(Av 1)

Kecil
(Av 1)

Besar

Sangat besar

Sedang
(1 k)
Besar
(50 k)
Ya

Kecil
(Ai 1)
Paling rendah
(50 )
Paling besar
(1 M)
Tidak

Digunakan
untuk semua
aplikasi

Terutama untuk
RF amplifier
Buffer

Besar

besar
(300 k)
Rendah
(300 )
Tidak
Terutama
untuk
Isolation
Amplifier 31
Buffer

Sangat besar
Sangat
rendah
Tidak
Seperti
common
colektor

32

BJT as Amplifier
Common emitter mode
Linear Active Region
Significant current Gain
Example:
Let Gain, = 100
Assume to be in active
region -> VBE=0.7V
Find if its in active
region

BJT as Amplifier
VBE 0.7V
I E I B I C ( 1) I B
VBB VBE
5 0 .7
IB

0.0107 mA
RB RE *101
402
I C * I B 100 * 0.0107 1.07mA
VCB VCC I C * RC I E * RE VBE
10 (3)(1.07) (2)(101* 0.0107) 0.7
3.93V
VCB>0 so the BJT is in
active region

Contoh analisa :
+ VCC

Carilah
penguatan
transistor pada
rangkaian berikut!

IC

RC
CC

R1

RS

CB

Out

IB

vs

IE

RE

R2

35

CE

Sebelum analisa AC, terlebih dahulu dilakukan analisa


DC untuk menentukan nilai IE dan IC dari rangkaian di
bawah ini:
+ 20 V

IC
R1

RC
12 k

150 k
IB

R2
20 k

IE

RE
2,2 k
36

Rangkaian ekivalen AC nya :


C

vo

ie = ie
RC

RS

B
ie

vs
R1//R2

vi

re'

37

38